Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 18 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan anggaran APBN terus menjadi sorotan publik. Partai Golkar pun angkat bicara dan menyatakan siap "pasang badan" membela kebijakan Presiden terkait pengadaan 1.098 ekor sapi kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa program bantuan sapi kurban tersebut merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan presiden atau Banpres yang sah, resmi, dan memiliki dasar aturan yang jelas.

Pernyataan ini muncul usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui detail penggunaan anggaran APBN untuk pengadaan sapi kurban tersebut dan meminta publik menanyakan langsung ke Kementerian Sekretariat Negara.

Menurut Idrus Marham, kebijakan Presiden Prabowo dilakukan demi kepentingan rakyat, umat, dan bangsa. Golkar juga menilai penggunaan APBN untuk bantuan sapi kurban tidak melanggar aturan dan tidak perlu dipolitisasi.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671611/heboh-apbn-rp100-miliar-beli-sapi-kurban-presiden-prabowo-golkar-semua-kepentingan-rakyat
Transkrip
00:00Pada hari ini, atas nama DPP Partai Golokan ingin memberikan respon terhadap berbagai hal,
00:10terutama yang akhir-akhir ini banyak yang menyoroti pengadaan sapi kurban Presiden Republik Indonesia
00:19yang jumlahnya cukup besar, yaitu seribu lebih, kalau tidak salah ya, seribu sembilan lapan.
00:36Oleh karena itu, saudara sekalian, saya ingin memulai penjelasan saya bahwa sejak awal Ketua Umum DPP Partai Golokan, Bahlila Hadalia,
00:47telah menginstruksikan kepada seluruh keluarga besar Partai Golokan untuk memberikan dukungan sepenuhnya
00:59terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden, apalagi ini terkait masalah rakyat, terkait masalah umat, terkait dengan masalah bangsa.
01:16Dan oleh karena itu, Ketua Umum DPP Partai Golokan dalam kondisi seperti itu, maka Golokan harus pasang badan
01:26untuk membela apapun yang dilakukan oleh Presiden di dalam kebijakannya untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan umat.
01:41Apalagi setelah kita melakukan kajian, bahwa ternyata secara historis dari sisi kesinambungan, kebijakan-kebijakan yang ada,
01:52bahwa penggunaan bangpres bukan kali ini. Ini memang sudah dilakukan ya, dari waktu ke waktu, ada bangpres, bantuan Presiden dan
02:00lain sebagainya,
02:01dan saya kira ini tidak ada yang dilanggar. Demikian juga kajian yang kita lakukan, bahwa penggunaan APBN juga tidak ada
02:11yang dilanggar.
02:11Dan yang terakhir saya kira ada semacam patwa, ya dari Majelis Sulama yang mengatakan bahwa menggunakan anggaran,
02:22ya anggaran APBN untuk kepentingan, misalkan ini adalah hewan kurban, itu tidak ada masalah.
02:32Bahkan di situ dikatakan, itu dianalogkan misalkan, kata-kata Majelis Sulama, itu sama dengan Baitulmal, penggunaan Baitulmal dan lain-lain
02:42sebagainya.
02:43Dan tentu yang muncul di situ adalah Presiden. Kenapa?
02:47Karena Presiden adalah Kepala Negara, ya adalah pemerintahan dan sebagai decision maker, sebagai pengambil kebijakan.
02:57Jadi kalau misalkan disebut nama Presiden, saya kira itu adalah wajar, karena memang yang mengambil kebijakan, yang mengambil keputusan adalah
03:06Presiden.
03:07Nah oleh karena itu maka, kami ingin menyatakan bahwa sedikit pun tidak ada keraguan dari Partai Golkar,
03:16bahwa kebijakan yang diambil oleh Presiden ini, untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa,
03:23untuk kepentingan rakyat, dan untuk kepentingan umat, karena ini adalah momentum idul adha, sama sekali kita tidak ada keraguan sedikit
03:34pun bagi kebijakan itu.
03:36Dan karena itu sekali lagi, Bung Bahlil Hadalia menyampaikan kepada saya, Golkar harus pasang badan untuk membela kebijakan-kebijakan itu.
03:46Nah itu saya kira yang disampaikan terkait dengan ini, sehingga ya kita akan siap melakukan dialog siapapun misalkan,
03:55yang ingin mempertanyakan masalah-masalah ini, karena tentu kita juga tidak ingin masyarakat terpaksa menerima,
04:02tetapi harus didasarkan pada pengetahuan.
04:05Dengan pengetahuan itu, maka timbul kesadaran, dan semakin yakin terhadap kepemimpinan Pak Prabowo,
04:13bahwa Pak Prabowo memang harus kita dukung sepenuhnya. Kenapa?
04:19Karena apa yang dilakukan adalah diinspirasi oleh nasionalisme, patriotisme, dan ideologi dan palsapa bangsa Pancasila,
04:29yaitu kepemimpinan, yang ada adalah kepemimpinan semata-mata untuk bangsa, untuk rakyat, dan untuk umat dalam momentum seperti sekarang ini.
04:41Saya kira itu yang perlu sampaikan terkait dengan ini.
04:45Oke, baik, terima kasih.
04:47Penjelasannya gampang.
04:48Presiden dipilih oleh siapa?
04:50Oleh rakyat.
04:51Dan karena itu tanggung jawab moral, tanggung jawab politik, ya tanggung jawab sebagai pemimpin juga harus berbuat untuk rakyat.
05:00Yang salah kalau Pak Prabowo tidak berbuat untuk rakyat.
05:04Kalau berbuat untuk rakyat, dan memang itu tanggung jawab.
05:07Itu bagian daripada pelaksanaan amanah.
05:10Dan itulah sebabnya, maka Pak Prabowo mengatakan bahwa kita dipilih oleh rakyat.
05:16Rakyat telah memilih kita.
05:18Rakyat telah memberikan amanah kepada kita.
05:21Amanah rakyat apa?
05:22Untuk mewujudkan tujuan proklamasi.
05:26Apa tujuan proklamasi itu?
05:27Salah satu diantaranya adalah mensejahterakan rakyat.
05:31Pertanyaan saya.
05:33Apa yang salah di sini misalkan kalau menggunakan APBN dan itu tidak ada larangan, tidak ada yang melanggar untuk membeli
05:43sapi dan ini untuk rakyat.
05:46Apa yang salah?
05:47Dilihat dari sisi Sari'i sudah ada juga patwa majlis sulama.
05:51Dilihat dari aturan perundang-undangan tidak ada yang dilanggar.
05:55Dilihat dari kepentingan rakyat sekarang rakyat butuh.
05:58Nah kemudian ini juga merupakan implementasi secara konsisten tentang konsep solidaritas sosial, kebersamaan, kegoton royongan, menyatunya pemimpin dengan rakyatnya, instrumennya
06:14apa program, instrumennya apa kebijakan.
06:17Dan kebijakan yang real adalah sapi itu karena momentum idul adha.
06:22Tentu juga nanti momentum-momentum lain, lain lagi misalkan.
06:28Jadi ini yang harus kita lihat.
06:30Nah karena itu kalau dikatakan bahwa ini ada politisasi kalau begitu, presiden tidak usah berbuat apa-apa dong.
06:37Karena semua kebijakan yang dilakukan selalu dikaitkan untuk kepentingan 2029.
06:44Wah itu saya kira kalau pun misalkan seperti itu dan rakyat memilih lagi kan sah-sah saja.
06:50Yang penting hari ini, periode ini, Partai Golkar atas instruksi Ketua UMDPP Partai Golkar, apapun kebijakan presiden.
07:01Ya sebagai implementasi dari amanah tanggungjawab karena dipilih oleh rakyat dan orientasinya untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat dan kepentingan
07:12umat.
07:12Maka Golkar harus berada pada bagian terdepan.
07:16Istilahnya Ketua UMDPP Pasang Badan untuk kebijakan itu, untuk rakyat hakikatnya, untuk umat hakikatnya.
07:23Saya kira jelas.
07:24Saya tidak tahu karena saya tidak mendengarkan sendiri, tetapi saya punya keyakinan, sekali lagi,
07:31Hak Kuli Yakin, ya, jadi kata Hak Kuli Yakin, Aino Liakin, Partai Golkar, bukan karena Pak Prabowo adalah salah satu
07:41tokoh Golkar,
07:42yang sekarang ini ada partainya, tetapi kita yakin betul bahwa Pak Prabowo sekarang ini tidak berpikir dirinya sendiri,
07:52ya tetapi Pak Prabowo mengambil langkah-langkah betul-betul diinspirasi oleh idealisme,
07:57dan idealisme dia untuk rakyat Indonesia diinspirasi oleh ideologi dan palsapa Pancasila.
08:02Dan saya kira kita mengikuti langkah-langkah Pak Prabowo.
08:06Dan karena itu bagi Partai Golkar, kita menghargai Pak Prabowo bahwa kita bersyukur ada pemimpin seperti Pak Prabowo.
08:13Dan ini kan ada kadang-kadang agak keliru.
08:16Apakah kita butuh Pak Prabowo atau Pak Prabowo butuh kepada, apa namanya, komentar-komentar itu.
08:24Sejatinya kalau kita ingin jujur, utamanya Partai Golkar, kita butuh Pak Prabowo untuk memimpin bangsa hari ini,
08:32dan sudah menyatakan, mewakafkan diri untuk rakyat Indonesia.
08:36Dia tidak mikir lagi, berarti itu selesai, kalau sudah selesai, nanti rakyat mau pilih lagi,
08:41ya silakan rakyat, dilihat dari sini.
08:44Kalau nanti mengatakan rakyat akan memilih lagi, ya jangan disalahkan Pak Prabowo dong.
08:49Itu adalah barokah dari sebuah pelaksanaan amanah di mana program-programnya sesuai dengan kebutuhan rakyat.
08:57Mesti cara berpikir kita begitu.
08:59Sekarang ini kan saya kena, oh Pak Prabowo butuh begini, butuh dukungan.
09:02Pak Prabowo tidak perlu butuh dukungan lagi sekarang terkait dengan itu.
09:07Tapi Pak Prabowo dituntut melaksanakan amanah rakyat.
09:11Untuk apa? Melaksanakan program.
09:13Program untuk apa? Untuk rakyat.
09:15Persoalan rakyat nanti mau dukung lagi, itu barokah dari sebuah pelaksanaan amanah.
09:22Itu cara melihatnya.
09:24Jangan melihat, wah Pak Prabowo masih mau dua kali lagi.
09:27Pak Prabowo sudah ada pernyataannya, tidak mau juga jadi dua kali kalau tidak sukses.
09:32Kalau sukses selalu didukung lagi, itu namanya barokah.
09:35Dan kita butuh.
09:36Bukan Pak Prabowo butuh.
09:52Terima kasih telah menonton!
10:20Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan