00:00Pada hari ini, atas nama DPP Partai Golokan ingin memberikan respon terhadap berbagai hal,
00:10terutama yang akhir-akhir ini banyak yang menyoroti pengadaan sapi kurban Presiden Republik Indonesia
00:19yang jumlahnya cukup besar, yaitu seribu lebih, kalau tidak salah ya, seribu sembilan lapan.
00:36Oleh karena itu, saudara sekalian, saya ingin memulai penjelasan saya bahwa sejak awal Ketua Umum DPP Partai Golokan, Bahlila Hadalia,
00:47telah menginstruksikan kepada seluruh keluarga besar Partai Golokan untuk memberikan dukungan sepenuhnya
00:59terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden, apalagi ini terkait masalah rakyat, terkait masalah umat, terkait dengan masalah bangsa.
01:16Dan oleh karena itu, Ketua Umum DPP Partai Golokan dalam kondisi seperti itu, maka Golokan harus pasang badan
01:26untuk membela apapun yang dilakukan oleh Presiden di dalam kebijakannya untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan umat.
01:41Apalagi setelah kita melakukan kajian, bahwa ternyata secara historis dari sisi kesinambungan, kebijakan-kebijakan yang ada,
01:52bahwa penggunaan bangpres bukan kali ini. Ini memang sudah dilakukan ya, dari waktu ke waktu, ada bangpres, bantuan Presiden dan
02:00lain sebagainya,
02:01dan saya kira ini tidak ada yang dilanggar. Demikian juga kajian yang kita lakukan, bahwa penggunaan APBN juga tidak ada
02:11yang dilanggar.
02:11Dan yang terakhir saya kira ada semacam patwa, ya dari Majelis Sulama yang mengatakan bahwa menggunakan anggaran,
02:22ya anggaran APBN untuk kepentingan, misalkan ini adalah hewan kurban, itu tidak ada masalah.
02:32Bahkan di situ dikatakan, itu dianalogkan misalkan, kata-kata Majelis Sulama, itu sama dengan Baitulmal, penggunaan Baitulmal dan lain-lain
02:42sebagainya.
02:43Dan tentu yang muncul di situ adalah Presiden. Kenapa?
02:47Karena Presiden adalah Kepala Negara, ya adalah pemerintahan dan sebagai decision maker, sebagai pengambil kebijakan.
02:57Jadi kalau misalkan disebut nama Presiden, saya kira itu adalah wajar, karena memang yang mengambil kebijakan, yang mengambil keputusan adalah
03:06Presiden.
03:07Nah oleh karena itu maka, kami ingin menyatakan bahwa sedikit pun tidak ada keraguan dari Partai Golkar,
03:16bahwa kebijakan yang diambil oleh Presiden ini, untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa,
03:23untuk kepentingan rakyat, dan untuk kepentingan umat, karena ini adalah momentum idul adha, sama sekali kita tidak ada keraguan sedikit
03:34pun bagi kebijakan itu.
03:36Dan karena itu sekali lagi, Bung Bahlil Hadalia menyampaikan kepada saya, Golkar harus pasang badan untuk membela kebijakan-kebijakan itu.
03:46Nah itu saya kira yang disampaikan terkait dengan ini, sehingga ya kita akan siap melakukan dialog siapapun misalkan,
03:55yang ingin mempertanyakan masalah-masalah ini, karena tentu kita juga tidak ingin masyarakat terpaksa menerima,
04:02tetapi harus didasarkan pada pengetahuan.
04:05Dengan pengetahuan itu, maka timbul kesadaran, dan semakin yakin terhadap kepemimpinan Pak Prabowo,
04:13bahwa Pak Prabowo memang harus kita dukung sepenuhnya. Kenapa?
04:19Karena apa yang dilakukan adalah diinspirasi oleh nasionalisme, patriotisme, dan ideologi dan palsapa bangsa Pancasila,
04:29yaitu kepemimpinan, yang ada adalah kepemimpinan semata-mata untuk bangsa, untuk rakyat, dan untuk umat dalam momentum seperti sekarang ini.
04:41Saya kira itu yang perlu sampaikan terkait dengan ini.
04:45Oke, baik, terima kasih.
04:47Penjelasannya gampang.
04:48Presiden dipilih oleh siapa?
04:50Oleh rakyat.
04:51Dan karena itu tanggung jawab moral, tanggung jawab politik, ya tanggung jawab sebagai pemimpin juga harus berbuat untuk rakyat.
05:00Yang salah kalau Pak Prabowo tidak berbuat untuk rakyat.
05:04Kalau berbuat untuk rakyat, dan memang itu tanggung jawab.
05:07Itu bagian daripada pelaksanaan amanah.
05:10Dan itulah sebabnya, maka Pak Prabowo mengatakan bahwa kita dipilih oleh rakyat.
05:16Rakyat telah memilih kita.
05:18Rakyat telah memberikan amanah kepada kita.
05:21Amanah rakyat apa?
05:22Untuk mewujudkan tujuan proklamasi.
05:26Apa tujuan proklamasi itu?
05:27Salah satu diantaranya adalah mensejahterakan rakyat.
05:31Pertanyaan saya.
05:33Apa yang salah di sini misalkan kalau menggunakan APBN dan itu tidak ada larangan, tidak ada yang melanggar untuk membeli
05:43sapi dan ini untuk rakyat.
05:46Apa yang salah?
05:47Dilihat dari sisi Sari'i sudah ada juga patwa majlis sulama.
05:51Dilihat dari aturan perundang-undangan tidak ada yang dilanggar.
05:55Dilihat dari kepentingan rakyat sekarang rakyat butuh.
05:58Nah kemudian ini juga merupakan implementasi secara konsisten tentang konsep solidaritas sosial, kebersamaan, kegoton royongan, menyatunya pemimpin dengan rakyatnya, instrumennya
06:14apa program, instrumennya apa kebijakan.
06:17Dan kebijakan yang real adalah sapi itu karena momentum idul adha.
06:22Tentu juga nanti momentum-momentum lain, lain lagi misalkan.
06:28Jadi ini yang harus kita lihat.
06:30Nah karena itu kalau dikatakan bahwa ini ada politisasi kalau begitu, presiden tidak usah berbuat apa-apa dong.
06:37Karena semua kebijakan yang dilakukan selalu dikaitkan untuk kepentingan 2029.
06:44Wah itu saya kira kalau pun misalkan seperti itu dan rakyat memilih lagi kan sah-sah saja.
06:50Yang penting hari ini, periode ini, Partai Golkar atas instruksi Ketua UMDPP Partai Golkar, apapun kebijakan presiden.
07:01Ya sebagai implementasi dari amanah tanggungjawab karena dipilih oleh rakyat dan orientasinya untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat dan kepentingan
07:12umat.
07:12Maka Golkar harus berada pada bagian terdepan.
07:16Istilahnya Ketua UMDPP Pasang Badan untuk kebijakan itu, untuk rakyat hakikatnya, untuk umat hakikatnya.
07:23Saya kira jelas.
07:24Saya tidak tahu karena saya tidak mendengarkan sendiri, tetapi saya punya keyakinan, sekali lagi,
07:31Hak Kuli Yakin, ya, jadi kata Hak Kuli Yakin, Aino Liakin, Partai Golkar, bukan karena Pak Prabowo adalah salah satu
07:41tokoh Golkar,
07:42yang sekarang ini ada partainya, tetapi kita yakin betul bahwa Pak Prabowo sekarang ini tidak berpikir dirinya sendiri,
07:52ya tetapi Pak Prabowo mengambil langkah-langkah betul-betul diinspirasi oleh idealisme,
07:57dan idealisme dia untuk rakyat Indonesia diinspirasi oleh ideologi dan palsapa Pancasila.
08:02Dan saya kira kita mengikuti langkah-langkah Pak Prabowo.
08:06Dan karena itu bagi Partai Golkar, kita menghargai Pak Prabowo bahwa kita bersyukur ada pemimpin seperti Pak Prabowo.
08:13Dan ini kan ada kadang-kadang agak keliru.
08:16Apakah kita butuh Pak Prabowo atau Pak Prabowo butuh kepada, apa namanya, komentar-komentar itu.
08:24Sejatinya kalau kita ingin jujur, utamanya Partai Golkar, kita butuh Pak Prabowo untuk memimpin bangsa hari ini,
08:32dan sudah menyatakan, mewakafkan diri untuk rakyat Indonesia.
08:36Dia tidak mikir lagi, berarti itu selesai, kalau sudah selesai, nanti rakyat mau pilih lagi,
08:41ya silakan rakyat, dilihat dari sini.
08:44Kalau nanti mengatakan rakyat akan memilih lagi, ya jangan disalahkan Pak Prabowo dong.
08:49Itu adalah barokah dari sebuah pelaksanaan amanah di mana program-programnya sesuai dengan kebutuhan rakyat.
08:57Mesti cara berpikir kita begitu.
08:59Sekarang ini kan saya kena, oh Pak Prabowo butuh begini, butuh dukungan.
09:02Pak Prabowo tidak perlu butuh dukungan lagi sekarang terkait dengan itu.
09:07Tapi Pak Prabowo dituntut melaksanakan amanah rakyat.
09:11Untuk apa? Melaksanakan program.
09:13Program untuk apa? Untuk rakyat.
09:15Persoalan rakyat nanti mau dukung lagi, itu barokah dari sebuah pelaksanaan amanah.
09:22Itu cara melihatnya.
09:24Jangan melihat, wah Pak Prabowo masih mau dua kali lagi.
09:27Pak Prabowo sudah ada pernyataannya, tidak mau juga jadi dua kali kalau tidak sukses.
09:32Kalau sukses selalu didukung lagi, itu namanya barokah.
09:35Dan kita butuh.
09:36Bukan Pak Prabowo butuh.
09:52Terima kasih telah menonton!
10:20Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar