00:00Ada menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:03Saudara Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying memborong dolar Amerika Serikat.
00:09Tindakan panic buying dinilai berpotensi memperparah volatilitas rupiah.
00:16Direktur Departemen Pendolaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruta Kusey Intama,
00:21ini membandingkan panic buying dolar Amerika Serikat yang terjadi saat ini dengan panic buying pangan saat pandemi COVID-19.
00:28BI meminta agar masyarakat membeli dolar Amerika Serikat saat dibutuhkan saja.
00:34Meski demikian, BI memastikan kondisi likuiditas dolar Amerika Serikat di dalam negeri tetap aman.
00:40Masokan falas untuk memenuhi kebutuhan money changer atau kegiatan usaha penukaran valuta asing atau KUFA masih sangat memadai.
00:54Jadi kalau kamu butuhnya masih nanti, masih 3 bulan lagi, tolong dong kamu belinya jangan sekarang, beli aja nanti.
01:03Nah hal-hal ini kita harapkan dapat meredam penguatan dolar yang saat ini ya mungkin disebabkan oleh spekulasi.
01:11Nah kenapa kalau gak salah teman-teman pasti hadir ya, pasti dengar penjelasan Pak Gubernur kemarin ya, waktu preskon ya.
01:19Kenapa nih? Kami yakin bahwa rupiah akan memuat.
01:23Karena trennya seperti itu, bahwa pada masa bulan-bulan ini, bayangin kebutuhan haji, ya kan.
01:32Kebutuhan ini ada lagi banyak nih BUMN atau perusahaan-perusahaan yang lagi membayar deviden.
01:40Nah orang-orang yang berinvestasi di Indonesia kan pengen repatriasi dong, balikin uangnya ke luar negeri.
01:46Itu tak berikan tekanan kepada rupiah.
01:52Sebelumnya Saudara Menteri Keuangan Purubaya Yudi Sadewa merespons rupiah yang terus menerus melemah hingga menembus level di atas 17.800
02:00per dolar Amerika Serikat.
02:02Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purubaya Yudi Sadewa optimistis, ke depan rupiah bakal tetap terkendali.
02:13Saat ditanyai hasil simulasi stress test, Kementerian Keuangan untuk Kelemahan Rupiah Purubaya tekankan Kementerian Keuangan sudah berhitung dengan matang.
02:22Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.
02:26Purubaya menambahkan pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali.
02:32Salah satunya, melalui intervensi di pasar obligasi.
02:36Menganggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat, Purubaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia
02:44tengah bagus.
02:45Terima kasih.
03:15Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, utamanya untuk melakukan investasi dan domestik juga di bond kita
03:24akan terjaga juga.
03:26Ini terjadi ketika fondamentalnya bagus, sebetulnya tidak masuk akal.
03:29Sebetulnya melemah itu kalau ada kegangguan di fondament lainnya.
03:34Jadi biar biar, biar santai-santai.
03:38Kami sajikan data nilai tukar rupiah dari pasar spot, sodara, karena falas perbankan dan Jisdor Bank Indonesia selama dua hari
03:46terakhir tidak memperbarui data karena libur idul adha.
03:49Di pasar spot, rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin berada tepat di level 17.845.
03:58Sebuah angka yang pernah disebut-sebut mengkhawatirkan oleh warga termasuk oleh DPR saat rapat bersama Bank Indonesia beberapa waktu lalu
04:06karena angka 17.845 merupakan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.
04:11Sementara di tengah perdagangan, rupiah sempat menembus level lebih dari 17.900 per dolar Amerika Serikat.
04:19Pada pekan ini, sodara, rupiah tak sekalipun menguat.
04:23Terpantau dari hari Senin, rupiah berada di level 17.744, melemah tipis pada Selasa 26 Mei ke angka 17.796
04:33dan menembus level psikologis lebih dari 17.800 pada hari Rabu lalu.
04:44Sementara itu, sodara, menurut Kepala Ekonomi Bank Permata Joshua Pardede, rupiah yang terus-menerus melemah ke level terendah sepanjang sejarah
04:51disebabkan karena meningkatnya kebutuhan falas dalam negeri.
04:55Kenaikan permintaan dolar terjadi memasuki musim pembayaran dividen perusahaan dan penyelenggaraan ibadah haji.
05:04Joshua menjelaskan, meningkatnya kebutuhan dolar pada kuartal kedua merupakan hal yang umum terjadi setiap tahun.
05:10Banyak perusahaan terbuka menjadwalkan pembayaran dividen pada bulan Mei hingga Juni.
05:16Kebutuhan dolar pun meningkat terutama dari perusahaan yang punya kewajiban membayar dividen dalam mata uang asing atau memiliki pemegang saham
05:24asing.
05:33Dua ini, betul bahwa memang ada permintaan dolar yang meningkat.
05:40Bukan karena masuk uut mau ke luar negeri, tapi karena memang ada dividen payment, itu jelas sekali.
05:47Kalau teman-teman baca, perusahaan-perusahaan listed companies,
05:56jadwalnya yang bayar dividen, itu banyak sekali bererot di bulan Mei ini.
06:03Jadi itu sangat wajar bahwa akan ada peningkatan permintaan dolar di kuartal dua ini.
06:14Itu mau ditahu mana aja itu nggak akan bisa mundur.
06:21Sama juga bertepatan juga dengan tadi sampaikan boleh gurut adalah haji, musim haji.
06:28Selain itu, Saudara, Bank Indonesia mencatat skema Local Currency Transaction
06:32atau transaksi mata uang lokal yang mencapai 22,61 miliar dolar AS pada bulan April 2026.
06:40Nilai transaksi melonjak 309% secara tahunan
06:44dan akan terus didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
06:51Menurut BI, penggunaan LCT didorong untuk membuat transaksi perdagangan antar negara lebih efisien
06:57tanpa melalui perantara.
06:59Bank Indonesia mencatat peningkatan transaksi LCT terus meningkat hingga April 2026
07:04mencapai 22,61 miliar dolar AS atau tumbuh 309% secara tahunan.
07:12Harapannya transaksi LCT terus meningkat agar penggunaan dolar AS dapat ditekan
07:18dan berdampak positif pada rupiah.
07:24Tapi kalau seberapa besar, kayaknya kita tahu perekonomian kita masih membutuhkan inflow gitu ya Bu ya
07:31karena berbagai hal.
07:33Nah, tadi pertanyaannya, kayak kita aja, haji aja masih bergantung dolar.
07:38Justru itu Bu, itu yang kita ingin ubah.
07:41Jadi kita tahu ada permintaan SAR gitu ya, yang besar misalnya.
07:46Ya udah, itu yang sedang kita lakukan Bu.
07:49Bagaimana caranya dengan LCT ini, kalau bisa tanpa dolar gitu ya,
07:55kita akan pengennya punya LCT dengan langsung dengan asal di Arabiya.
08:00Mungkin itu yang sedang, beberapa hal yang sedang kita lakukan, kita usahakan.
08:05Saudara Bank Indonesia yakin tingginya yield atau imbal hasil sekuritas rupiah Bank Indonesia atau SRBI
08:11tidak akan mengganggu likuiditas perbankan untuk menyalurkan kredit
08:15sebab perbankan diperkirakan masih akan menjaga penyaluran kredit
08:19untuk memperoleh insentif kebijakan likuiditas makroprudensial.
08:25Di tengah meningkatnya daya tarik SRBI,
08:28BI menyebutkan bahwa bank tidak akan langsung mengalihkan likuiditas kreditnya ke SRBI
08:33sebab perpindahan likuiditas kredit secara agresif ke SRBI
08:37dapat menimbulkan perlambatan pertumbuhan kredit
08:39dan bank berpotensi kehilangan insentif KLM yang diberikan oleh Bank Indonesia.
08:44BI turut menjelaskan kondisi likuiditas perbankan masih memadai
08:48yang tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 9,89% secara tahunan
08:53dan dana pihak ketiga atau DPK yang tumbuh 11,4% secara tahunan per April 2026.
09:05Jadi terkait dengan SRBI dan bagaimana nanti dampaknya ke kredit
09:12dan apakah nanti perlu dilakukan revisi terkait dengan proyeksinya di 2026.
09:19Jadi kalau saya melihat seperti ini,
09:22yang pertama kalau kita melihat sampai dengan saat ini pertumbuhan kreditnya masih tinggi
09:27tadi saya sampaikan 9,98% dan DPK-nya juga tinggi di 11,4% tadi.
09:34Jadi dengan figur yang seperti itu,
09:38saya masih melihat sebenarnya target yang kita,
09:42proyeksinya yang kita sampaikan 8-12 itu masih visible untuk kita bisa dapat mencapainya
09:50dengan realisasi pertumbuhan kreditnya sampai saat ini
09:54dan dukungan dari sisi funding-nya ke depan.
Komentar