00:00Sondara rupiah kembali melemah hingga sempat menyentuh angka 17.846 rupiah per dolar Amerika Serikat.
00:08Menteri Keuangan Purbaya memastikan fundamental ekonomi masih kuat.
00:16Pelemah nilai tukar rupiah masih terjadi.
00:20Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis 28 Mei 2026, nilai rupiah ditutup di level 17.846 rupiah per dolar AS.
00:30Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menilai melemahnya nilai rupiah tidak masuk akal.
00:36Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia masih positif.
00:41Pada waktu simulasi 100 dolar per barang itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan.
00:47Jadi nggak ada masalah, saya nggak harus hitung ulang APBN-nya.
00:51Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yieldnya turun.
00:55Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya,
01:01utamanya untuk melakukan investasi dan domestik juga di bond kita akan terjaga juga.
01:06Ini terjadi karena fundamentalnya pengaku sebetulnya nggak masuk akal.
01:10Sebetulnya melemah itu kalau ada kegangguan di fundamental itu.
01:15Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berada di 17.789 rupiah pada 26 Mei 2026.
01:25Angka ini naik dari hari sebelumnya yaitu 17.743 rupiah dan pada 22 Mei 2026 di angka 17.717 rupiah.
01:37Bank Indonesia melakukan intervensi untuk penguatan nilai tukar rupiah yang tertekan oleh dolar AS.
01:43Serta menaikkan suku bunga acuan atau BI Red menjadi 5,25 persen.
01:49Ekonom Kor Indonesia Dipo Satria Ramli bilang,
01:52peleman rupiah menjadi peringkatan penting.
01:55Ia menilai pemerintah terlalu monoton mengandalkan kebijakan moneter.
02:17Kebijakan pemerintah terus dinanti agar rupiah kembali stabil dan masyarakat tak terkena imbasnya.
Komentar