- 3 menit yang lalu
- #haji
- #timwashaji
- #dpr
- #jemaah
KOMPAS.TV - Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini jauh lebih tertib dan teratur dibanding tahun sebelumnya.
Meski ada temuan-temuan kecil dari DPR yang diharapkan akan diperbaiki pada masa haji tahun depan, namun Timwas Haji DPR mengapresiasi semakin meningkatnya layanan haji mulai dari transportasi, pemondokan jemaah hingga katering makanan.
Sementara itu, pembahasan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan serta makna yang dapat diambil dari peristiwa wukuf di Arafah turut dibahas dalam dialog di studio Kompas TV bersama Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.
Baca Juga Persiapan Fisik dan Mental, Jemaah Patuna Travel Survei Jamarat Jelang Puncak Haji 2026 di https://www.kompas.tv/internasional/671082/persiapan-fisik-dan-mental-jemaah-patuna-travel-survei-jamarat-jelang-puncak-haji-2026
#haji #timwashaji #dpr #jemaah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671096/full-timwas-haji-dpr-ungkap-penyelenggaraan-haji-2026-lebih-tertib-dan-teratur
Meski ada temuan-temuan kecil dari DPR yang diharapkan akan diperbaiki pada masa haji tahun depan, namun Timwas Haji DPR mengapresiasi semakin meningkatnya layanan haji mulai dari transportasi, pemondokan jemaah hingga katering makanan.
Sementara itu, pembahasan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan serta makna yang dapat diambil dari peristiwa wukuf di Arafah turut dibahas dalam dialog di studio Kompas TV bersama Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.
Baca Juga Persiapan Fisik dan Mental, Jemaah Patuna Travel Survei Jamarat Jelang Puncak Haji 2026 di https://www.kompas.tv/internasional/671082/persiapan-fisik-dan-mental-jemaah-patuna-travel-survei-jamarat-jelang-puncak-haji-2026
#haji #timwashaji #dpr #jemaah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671096/full-timwas-haji-dpr-ungkap-penyelenggaraan-haji-2026-lebih-tertib-dan-teratur
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Dan saat ini kita juga terhubung lewat sambungan dalam jaringan bersama Wakil Ketua DPR RI
00:05sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
00:09Cucun Ahmad Syamsu Rijal. Assalamualaikum Pak Cucun dengan Tifal di Jakarta Bapak.
00:17Waalaikumsalam Tifal, sehat.
00:19Alhamdulillah baik, terima kasih Pak sudah memeluangkan waktu. Kabar sehat Pak?
00:25Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat, terus kita pantau, kita pastikan jemaah sudah masuk ke Arafah
00:34walaupun masih kita terus awasi pergerakan jemaah ini masih ada hanya sekecil rombongan yang masih tertunda
00:45dan insyaAllah terus kita pantau pagi ini harus sudah bisa masuk ke Arafah.
00:49Baik yang jemaah haji reguler maupun yang penyelenggara ibadah haji khusus
00:56pagi ini semua totally sudah masuk ke Arafah.
00:59Oke, dan sejauh mana tim Washaji melihat rangkaian pelaksanaan ibadah haji saat awal kloter pertama berangkat
01:08sampai dengan hari ini Kang Cucun sudah masuk ke momen puncak haji.
01:12Hal apa yang menarik perhatian DPR sejauh ini Pak?
01:14Ya, sesuai dengan yang kami sampaikan ketika proses pengawasan di gelombang pertama di Madinah
01:23bahwa sudah kita bisa saksikan dan kami melakukan pengawasan
01:29ini adalah transformasi satu kementerian baru perdana menjelenggarakan dan melaksanakan tugas
01:38sebagai penyelenggara haji yaitu kementerian haji dan umroh.
01:43Setelah Undang-Undang 14.2025 terbentuklah kementerian haji ini dan ini adalah perdana.
01:49Kita melihat ini lompatan luar biasa, mereka bisa menyelenggarakan haji dan mengevaluasi
01:58berbagai kekurangan yang penyelenggaraannya di tahun-tahun lama sudah mulai sedikit demi sedikit ada peningkatan.
02:06Ketika di Madinah kita melihat bagaimana jemaah semua tidak disimpan di daerah-daerah tenda yang jonahnya jauh.
02:16Semua ada di wilayah zona Markazia, bahkan ada sekitar 8.000 lebih jemaah diinapkan di Hotel Bintang 5
02:26yang biasanya dipakai jemaah penyelenggara haji khusus atau ONA+.
02:31Ini kita apresiasi, kemudian juga pelayanan cateringnya, tidak ada keterlambatan,
02:38kemudian jenis cateringnya di Madinah cukup baik.
02:40Masuk ke Mekah, kita lihat bagaimana yang krusial itu adalah pemondokannya.
02:46Pemondokan itu jarak yang sesuai dengan disepakati dalam panjaya di DPR,
02:51itu tidak boleh dari 4,5 km.
02:54Walaupun ada satu pemondokan yang cukup lumayan jauh, yaitu sekitar 13 km,
03:02tetapi ketika di akhir rapat-rapat dengan Kementerian Haji sebagai PPIH,
03:09kita minta komitmen bahwa bus solawat.
03:12Nah, ada istilah di Mekah ini bus solawat,
03:15mereka yang satu antara pemondokan ke wilayah-wilayah dekat Masyidul Haram.
03:21Ada terminal-terminal seperti Jabal Ka'bah, terminal Aziad, terminal Sib Hamir.
03:28Nah, ini yang menjadi tempat parkirnya bus-bus yang akan mengangkut jemaah
03:34dari pemondokan ke dekat Masyidul Haram dan pulangnya dari terminal-terminal itu ke pemondokan ke Bali.
03:43Nah, emang plus minus ada beberapa, misalkan sekarang pemondokan yang dekat,
03:48tetapi hotelnya kurang layak, kemudian juga yang jauh hotelnya bagus,
03:55di hotel bagus ini perlu kita pengawasan.
03:58Dalam panjang disebutkan, satu kamar itu maksimal 4 orang,
04:02karena proporsionalnya kita melihat bagaimana kamar mandinya cuma satu.
04:06Supaya pengawasan kami ini terus berjalan memastikan kenyamanan jemaah kita,
04:13hak-hak warga kita yang sedang melaksanakan ibadah Aziid,
04:16betul-betul bisa terawasi dan dilaksanakan sesuai dengan komitmen ketika panjah-panjah di DPR.
04:24Oke.
04:25Alhamdulillah.
04:26Gimana, Kang? Boleh dilanjutkan? Silahkan.
04:30Komitmen cateringnya bukan hanya tadi, dari sisi akomodasi hotel.
04:35Memang perlu kita evaluasi kenapa masih ada melebihi dari 4 orang kapasitasnya.
04:42Memang ada space, tetap harus dihitung tentang proporsional kamar mandinya.
04:47Jangan sampai ya ditaruh 6 orang atau 7 orang kamar mandi cuma satu,
04:52kan ini bermasalah ketika pagi hari atau subuh mau pergi ke masjid,
04:56ngantri di kamar mandi.
04:58Kemudian juga catering.
05:02Ya, catering kita pastikan dibanding dengan tahun-tahun yang lalu,
05:05sekarang nasinya sudah lebih pemilir dengan orang Indonesia.
05:09Nasinya yang biasa di Santa Pola orang Indonesia tidak keras lagi.
05:15Kemudian juga lauk-pauknya memang masih ada salah satu sektor atau pendor penyedia itu
05:22menonton, menyiapkan lauk-pauknya dalam setiap hari ke hari itu,
05:28itu saja daging atau misalkan lauknya ikan saja.
05:32Jadi, variasinya supaya gemah ini tidak bosan,
05:36itu perlu kita evaluasi nanti di rapat-rapat evaluasi pasca ini.
05:42Yang penting transportasi sekarang luar biasa, bagus.
05:45Walaupun masih ada masalah tentang perebutan penyerobotan misalkan,
05:51baik antrian gemah kita sesama orang Indonesia,
05:55maupun ada gemah orang lain yang di sektor itu,
05:59misalkan ada gemah orang Nigeria,
06:02ada gemah orang Turki atau di jemah lain,
06:05ikut numpang di mobil kita.
06:08Nah, ini perlu penegasan para petugas,
06:09termasuk petugas haji yang dilatih di Jakarta ini,
06:14kita apresiasi juga jempol.
06:16Bagus sekarang ini tentang komitmen mereka melewati para gemah haji.
06:19Oke, di studio kami juga ada Pak Mas Duki Baidowi,
06:22ini Kang Cucun dari Majelis Ulama Indonesia,
06:25dan tadi di awal Pak Mas Duki juga bilang bahwa
06:28ini sudah cukup terlihat,
06:30tadi sudah disampaikan juga dari tim Was DPR,
06:33bahwa sudah ada banyak perkembangan saat pelaksanaan haji
06:37ditangani langsung oleh Kementerian yang spesifik mengurus saja begitu ya Pak Mas Duki?
06:40Betul, ini untuk pertama kalinya ditangani secara khusus,
06:44terus ekspektasi orang itu awal mulanya ragu,
06:49tetapi ternyata makin hari-makin hari persiapannya makin bagus,
06:53dan barusan saja pimpinan DPR sudah mengevaluasi,
06:57sampai saat ini cukup bagus,
07:00dan mudah-mudahan sampai akhir terus bagus.
07:03Sehingga dengan demikian maka Menteri Haji
07:05yang melaksanakan urusannya,
07:09yang paling pokok yaitu urusan haji itu pada tahun ini untuk pertama kalinya,
07:12mudah-mudahan sukses, dan insya Allah sukses kalau melihat dari tanda-tanda dari awal ini semuanya.
07:18Dan itu sesuai dengan ekspektasi Anda sebelumnya,
07:20karena ini Kementerian baru dibentuk di arah pemerintahan saat ini,
07:25dan sudah spesifik pula membahas soal haji dan umroh,
07:28spesifik soal haji antara ekspektasi dan realita itu sudah sesuai dari kacamata Anda.
07:31Sampai saat ini begitu, mudah-mudahan sampai akhir semuanya bisa berjalan lancar,
07:37dan sesuai dengan ekspektasi.
07:39Karena memang tidak ada kerjaan yang lain Kementerian ini kecuali mengurus itu.
07:45Sehingga kalau misalnya itu sukses, itu saya kira sebagai sebuah keharusan,
07:51makna dari kerja keras dari Kementerian ini.
07:54Dan itu diawasi dengan baik oleh Pak Cucun dan kawan-kawan dari DPR.
07:58Oke, Kang Cucun, setelah ini ada hal lain mungkin yang masih akan jadi prioritas
08:03yang akan dipantau juga oleh tim DPR selama pelaksanaan khususnya puncak ibadah haji hari ini?
08:10Ya, betul.
08:11Seperti disampaikan, ini sebenarnya saya, Cak.
08:14Saya, Cak Duki.
08:19Ini yang paling penting adalah hari ini, puncak dari proses armutnya.
08:25Karena kesuksesan haji itu, ukuran yang paling, indikator yang paling ini adalah
08:34kesuksesan bagaimana penanganan, meminis,
08:37jatuh kelola dari mulai pergerakan jemaah dari Mekah masuk ke Arfah.
08:42Kemudian nanti ketika Mabit di Busdalipah,
08:44bagaimana membagikan skema Mabit dan skema yang murur.
08:49Kemudian masuk ke MINA.
08:52Dengan kapasitas MINA yang kecil itu, apakah sudah ada skenario kontingensi
08:58ketika jemaah-jemaah yang disimpan di jonahnya, jonah lima.
09:05Berapa yang bisa ditanajulkan?
09:07Kita awasin semua.
09:09Kemudian yang Tanajul secara resmi dikelola oleh TPIH dan Tanajul yang mandiri.
09:17Tetap-tetap ini harus terkonfin.
09:20Karena sekarang Kemedan Haji punya komando pengendalian Puskodal.
09:25Kami juga memantau Puskodal.
09:27Di sana ada dashboard-nya.
09:29Kita terus melihat dari kemarin pergerakan jemaah dari Mekah ke Arfah ini
09:36sampai saat ini hanya masih tersisa di...
09:46Kang Cucun
09:48Terus
09:50Oke, sorry.
09:51Kita coba perbaiki dulu sinyal komunikasi ya.
09:53Sempat terputus tadi, tapi kita jeda dulu.
09:55Saya harap Kang Cucun tetap bersama kami.
09:57Pak Mas Duki juga masih akan tetap bersama kami di studio
09:59untuk kita bahas lagi soal pelaksanaan puncak ibadah haji tahun 2026 ini.
10:03Pastikan Anda tetap di Breaking News Kompas TV.
10:14Masih melanjutkan diskusi seputar pelaksanaan puncak ibadah haji 2026 hari ini.
10:20Sembilan Zulhijjah, 1447 Hijriyah.
10:22Kami masih memperhatikan keadaan menuju ke proses wukuf di Arafah, di Arab Saudi.
10:29Satu setengah juta, sekitar satu setengah juta.
10:32Umat muslim yang terdaftar sebagai jamaah haji tahun ini berkumpul di satu titik yang sama.
10:38Sebagian di antaranya atau detailnya 204.725 orang merupakan jamaah haji Indonesia.
10:44Itu yang dicatatkan oleh Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia.
10:47Saya masih berbincang di studio masih bergabung dengan Pak Mas Duki Baidowi dari Majelis Ulama Indonesia.
10:51Sementara lewat sambungan dalam jaringan masih bergabung bersama saya.
10:54Ada Wakil Ketua DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsur Rijal.
11:00Kang Cucun melanjutkan diskusi kita.
11:03Tadi hal yang jadi perhatian juga dari pemerintah saat ini adalah layanan terhadap jamaah lansia.
11:10Dari persentase dari total 200an ribu jamaah Indonesia, itu kan lansia yang menjadi bagian di sini.
11:17Menjadi jamaah haji Indonesia.
11:20Hal yang menjadi krusial dari layanan terhadap jamaah lansia ini apakah ada catatan juga dari Tim Bos Haji DPR RI?
11:29Ya untuk saat ini agak berat ya karena regulasi yang terus dinamis di pemerintah Saudi yang kita harus mengadaptasi.
11:36Kemarin sempat yang dulu ada istilah safari wukup itu kita bisa menangani dalam satu kawasan.
11:45Sekarang ini oleh kementerian haji di Saudi sangat diperketat.
11:49Bahkan sama sekali kemarin mau dibuang tidak ada yang namanya safari wukup itu.
11:55Tapi kita berhormat kepada ini terutama karena saya minta Pak Ian segera komunitasi dengan kementerian haji.
12:08Tetap karena setiap plotter ini yang lansia dan dipabel ini perlu ada penanganan terutama yang susah ya.
12:15Nah orang harus disampurkan digabungkan dengan jemaah-jemaah yang betul sehat.
12:20Nah proses yang kemarin alhamdulillah ya Anda dapat ingin walaupun tidak begitu banyak dan sekarang disekemakan bisa ada di tenda
12:31khusus untuk safari wukup.
12:33Nah terkait lansia ini memang perlu ke depan ini terutama ada Kak Duki ada satu keputusan memang perlu juga kita
12:45mendengar dari patwa para ulama terkait screening istitohan kesehatan.
12:52Karena itu menjadi perhatian dari kementerian kesehatan disaluti.
12:57Ya ada satu kalimat Indonesia banyak mengirim jemaah yang sudah tidak layak untuk beribadah dari sisi kesehatannya.
13:09Nah maksudnya ya kemarin ya alhamdulillah tahun ini kan jemaah yang meninggal itu sangat-sangat minim ya.
13:16Karena proses screening di tanah air sudah begitu bagus.
13:20Emang ke depannya terutama ini yang lansia sudah usia di atas 80.
13:26Dan belum bagaimana istitohah kesehatannya ini perlu menjadi catatan kita ke depan dan pasti Kementerian Haji juga kemarin bicara sudah
13:38disana akan dibahas pasti.
13:41Akan mendengarkan patwa-patwa dari para ulama terkait mengenai skema haji yang lansia ini.
13:48Di Mekas ada penanganan khusus petugas-petugas kita yang menangani lansia dan berikutnya itu adalah tim landis.
13:58Tim landis, lansia, dan disabilitas.
14:01Jadi sekarang dari mulai datang kemudian juga mereka menyelesaikan kumroh wajibnya,
14:08pekantar sekitar peringkat kemudian menyerahkan kepada petugas yang mendorong krona
14:13walaupun kemarin sedikit terjadi ada apa.
14:21Sedikit agak muncul terkait kumut, segala macam.
14:26Memang berbiaya-berbiaya ya, tidak-tidak free.
14:31Karena yang boleh mendorongkannya orang-orang, disubaskan orang-orang.
14:36Oke, Kang.
14:41Oke.
14:44Itu satu hal dari tim UAS DPR, Pak Mas Duki.
14:47Cuman kalau dari MUI sendiri melihat, ini kan dari kisaran jumlah 200 lebih jamaah itu 40 ribu lebih adalah lansia.
14:55Sekitar 25 persennya adalah lansia.
14:56Dari MUI sendiri melihat bentuk penanganan seperti apa seharusnya yang jadi pendekatan dari petugas haji kepada jamaah haji lansia
15:05karena melihat momentum wukuf di Padang Arafah semua orang segala kalangan itu berkumpul dari satu tempat.
15:10Dan ini pasti rentan untuk lansia ini.
15:12Iya, jadi yang paling penting sebenarnya penanganan haji itu memang fokusnya mesti di lansia.
15:20Karena kalau yang di luar lansia itu tidak terlalu bermasalah.
15:25Kenapa lansia itu menjadi fokus pekerjaan buat petugas ya, buat petugas haji, pemerintah.
15:33Karena memang ya seperti kita katakan tadi, haji itu adalah ibadah fisik.
15:40Ibadah fisik yang rukunnya tadi kita sebutkan ada enam itu.
15:43Mulai dari kita berpakaian ihram, kemudian sampai ke wukuf Arafah, kemudian kita tawaf ifauboh,
15:50lalu kemudian kita sa'i, lalu kemudian kita tahalul dan tertib.
15:55Itu semuanya pekerjaan fisik yang luar biasa.
15:58Nah, bagi lansia itu soal masalah.
16:01Dan Arab Saudi, pemerintah juga sudah memberikan fasilitas yang luar biasa.
16:06Ada kendaraan khusus untuk sa'i, ada kendaraan khusus untuk tawaf.
16:11Tawaf ifa aduh kan wajib ada tiga tawaf orang haji itu.
16:15Pertama tawaf kudum.
16:16Tawaf kudum itu artinya adalah kita datang, ya selamat datang.
16:21Kita tawaf di Kaabah, lalu kemudian ada tawaf ifa aduh wajib,
16:26lalu terakhir itu ada namanya tawaf wadah, ucapan selamat tinggal.
16:30Tapi dari semua itu, karena harus sudah matang ketika sampai berangkat dan ke Arab Saudi,
16:36maka proses di Indonesia inilah yang sangat penting.
16:39Apa proses Indonesia yang paling penting itu?
16:41Itu adalah proses layanan kesehatan.
16:44Nah, proses layanan kesehatan itu artinya bahwa Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji ke depan
16:50itu harus makin lengket bekerjasama.
16:54Dan untuk mengidentifikasi data siapa saja lansia-lansia yang akan melakukan haji di tahun ini, di tahun berikutnya,
17:00semuanya itu harus ditangani berdua.
17:02Jadi tidak hanya ditangani oleh Kementerian Haji,
17:05tapi juga harus dipantau benar oleh Kementerian Kesehatan.
17:08Karena isti to'ah itu tadi yang dibilang oleh Pak Cucun ya,
17:12isti to'ah itu artinya kemampuan.
17:13Salah satu syarat haji itu dia mampu.
17:16Mampu itu kalau dulu di dalam hukum-hukum fikir itu banyak dihubungkan dengan mal,
17:22dengan kuat hartanya.
17:24Tapi sekarang yang di problem bukan hanya kuat harta,
17:27tapi juga adalah kuat kesehatannya.
17:29Nah, di sinilah terukur.
17:30Apakah memang layak untuk berangkat atau tidak,
17:33itu semuanya ditentukan di situ.
17:35Walaupun juga ada satu catatan buat kami dari MUI,
17:39bahwa walaupun dia mungkin secara kesehatan di satu pihak itu,
17:43taruhlah bermasalah, tapi itu adalah hak orang.
17:47Hak orang yang sudah bayar,
17:49gimana itu yang mesti ditimbang-timbang sedemikian rupa,
17:52supaya ada kemungkinan nggak shift-nya bisa dijaga
17:55orang-orang yang sudah menulai itu seperti ini.
17:58Itu saya kira yang paling pokok.
17:59Manajemen ke depan, fokusnya adalah fokus
18:02bagaimana mengelola kesehatan ini
18:05antara Kementerian Haji dan Kementerian Kesehatan.
18:08Dan itu dimulainya, mulai dari desa dan kecamatan.
18:12Nah, jadi di situ siapa saja data-data di kecamatan ini,
18:16ada berapa orang yang akan naik haji tahun ini,
18:19yang menulai berapa, itu sudah harus tertangani dari awal.
18:21Sehingga dengan demikian,
18:23orang-orang yang sudah lansia itu,
18:26dari awal itu sudah kalau ditangani dengan baik,
18:29kalau mentalnya sudah dibangun dengan baik,
18:31yang menulai-menulai saya kira akan siap juga berangkat.
18:34Selama ini itu yang belum banyak terjadi.
18:36Dan itu juga sedikit banyaknya akan dipantau juga oleh teman-teman DPR
18:39di bawah naungan tim pengawas haji.
18:43Semoga ini betul-betul bisa maksimal dari teman-teman tim pengawas haji,
18:47terutama Kang Cucun yang ngelit di Arab Saudi saat ini.
18:51Kang Cucun, saya apresiasi betul Anda mau berbincang bersama saya saat ini.
18:55Selamat bertugas bersama dengan teman-teman tim pengawas haji di sana.
18:57Semoga sehat selalu dan lancar ibadah di sana ya, Kang.
19:00Terima kasih sekali lagi sudah bergabung, Kang.
19:01Oke, salam.
19:02Salam.
19:02Salam mabur, Kang Cucun.
19:05Amin. Terima kasih.
Komentar