- 2 jam yang lalu
Pihak Kepolisian membeberkan kronologi pengungkapan kasus pada malam itu serta beragam modus para pelaku menjalankan bisnis haram ini untuk mengelabui aparat.
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Intro
00:25Narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya atau narkoba
00:29seolah selalu menjadi candu bagi pihak-pihak yang terbelenggung
00:33Pemberantasan terus digalakan namun peredaran barang haram tersebut
00:37seolah tak mampu dihentikan
00:39Modus dan lokus penyebaran narkoba silih berganti
00:42begitu pun halnya dengan unsur aparat yang diduga kuat
00:46kerap kali melindungi, bahkan membekingi
00:49Lalu apa upaya konkret negara untuk melepas jerat narkoba
00:53dari tanah air Indonesia?
00:55Inilah episode ke-73 di Poinvestigasi
00:57Saya diputuhkan bahagia, saya akan melusuri dan mencari bukti secara langsung
01:01dari sarang peredaran narkoba di bukota DKI Jakarta
01:11Dan saudara saya telah tiba di kecamatan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat
01:16Ataupun saya tepatnya berdiri persis di depan dari hotel berbintang 3
01:22yang diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba di Jakarta
01:30Jadi untuk TKP ada di 3 ruangan
01:33yaitu di room B12, B15, dan B02
01:39Nah ini adalah ruangannya
01:53Kami menemukan ada kue yang dimana di dalam kue ini dipasang etumidate
02:01Vipe etumidate ini tertancap di atas kue
02:03Iya
02:03Tempat hiburan malam ini dijadikan salah satu sebagai tempat legend ya
02:09menjadi sarang peredaran narkoba
02:15Ini adalah situasinya saudara
02:18Lokasinya ini sempit
02:20Jadi ditunjukkan ya
02:21Atapnya juga ini tidak terlalu tinggi
02:24Betul-betul seperti ruangan rahasia
02:35Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Indonesia sekarang sudah masuk ke darurat narkoba
02:42Kita akan masuk saudara
02:45Ruangan wastati
02:46Oke dan ini pintunya khusus ya Pak ya
02:51Saya akan coba pegang ya saudara untuk memperlihatkan lebih jelas bentuk ya
02:54Dari teh kemasan yang isinya adalah sabu
02:58Dan ini adalah bentuknya saudara
03:02Ini ada contoh Vipe yang secara legal ada
03:07Jadi semua cartridge yang kita cita dimasukkan ke sini semua
03:16Betul abang pernah menjadi anak buah dari Freddy Budiman
03:20Betul
03:20Saat ini abang masih mengedarkan narkoba
03:22Saat ini masih
03:23Abang juga berkoordinasi dengan narapidana di lapas
03:26Apakah narapidana itu juga mendistribusikan narkoba
03:29Betul
03:29Kalau di dalam lapas tidak ada keterlibatan orang dalep
03:33Tidak mungkin Bang
03:33Pasti ada
03:37Sindikat narotik itu happy sekali
03:40Belindung di bawah ketiak aparat
03:42Bahkan sebenarnya sudah ada hukuman mati
03:45Tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah
03:49Kalau yang sudah dihukum mati
03:51Kemudian tidak segera dieksekusi
03:53Maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas
04:13Setelah peredaran dan penyalan guna narkoba di Indonesia masih dapat dikatakan sangat mengkhawatirkan
04:18Bahkan kasus yang diunggah polisi pada awal Mei lalu
04:21Menunjukkan peredaran narkoba dilakukan di tempat hiburan malam
04:25Di salah satu hotel berbintang tiga
04:27Ibu kota DKI Jakarta
04:28Dan diduga sudah berlangsung selama 12 tahun
04:32Bahkan kondisi ini
04:33Membuat ironi segera setelah dalam pengembangan kasus
04:36Ditemukan dugaan kuat
04:38Bahwa pengedar
04:39Dan juga pemasok utama narkoba
04:41Adalah narapidana
04:43Yang masih berada
04:44Di lembaga pemasyarakatan
04:46Ataupun lapas
04:49Terungkapi kasus jual beli barang haram narkoba
04:52Di salah satu tempat hiburan malam
04:53Di hotel berbintang tiga
04:54Di kawasan Krogol Petamburan Jakarta Barat
04:57Ternus oleh polisi
04:58Sejak awal bulan Maret 2026
05:01Satu bulan berselang
05:02Atau tepatnya pada 8 Mei 2026
05:04Direkturat Tindak Pindana Narkoba
05:06Baris Krimabespori
05:08Melakukan serangkaian tindakan
05:09Polisi melakukan undercover buy atau penyamaran
05:12Dengan membeli 5 butir ekstasi
05:14Dan 5 vape mengandung etomidat
05:16Yang disajikan di atas kue ulang tahun
05:18Melalui seorang koordinator Landis Companion
05:21Atau LC
05:22Di tempat hiburan malam tersebut
05:23Tak lama berselang
05:25Atau tepatnya pada tanggal 9 Mei 2026
05:27Pukul 00.15 Waktu Indonesia
05:30Tim gabungan menangkap tangan sang koordinator LC
05:33Dengan barang bukti 5 pil ekstasi
05:35Dan 6 vape mengandung etomidat
05:37Polisi juga mengerbek sejumlah ruangan
05:39Dan membawa 55 orang ke kantor
05:41Direkturat Tindak Pindana Narkoba
05:43Baris Krimabespori
05:45Dari hasil pemeriksaan awal
05:4714 orang ditetapkan sebagai tersangka
05:49Yang terdiri dari pengunjung tempat hiburan malam
05:51Koordinator LC, karyawan MC, kurir narkoba
05:55Hingga penyedia narkoba
05:56Sementara 3 orang masuk ke dalam daftar pencarian orang
06:00Yang diduga merupakan kurir
06:01Dan pemasok utama narkoba
06:03Dari hasil pengembangan penyidikan
06:05Diduga distribusi narkoba
06:07Dikendalikan oleh sejumlah nara pidana
06:09Dari dalam lembaga pemasyarakatan atau lapas
06:12Peredaran narkoba di tempat hiburan malam hotel berbintang 3 ini
06:16Diduga sudah berlangsung selama 12 tahun
06:18Dengan nilai ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah
06:21Usai pengembangan pemerintah provinsi DKI Jakarta
06:24Mencabut izin operasional tempat hiburan malam
06:26Di lantai LG Hotel tersebut
06:28Dan di lantai 7
06:29Bernama The Seven
06:31Baris Krimabespori melalui subdit 4
06:33Bersama Satgas NIC
06:34Berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis ekstasi
06:38Dan VEP mengandung etomidate
06:40Yang beroperasi di sejumlah tempat hiburan malam
06:43Bi-Fashion Hotel dan The Seven
06:46Dalam proses pengembangan
06:47Baris Krimabespori melakukan koordinasi dan kerjasama
06:50Dengan pihak lembaga pemasyarakatan
06:52Untuk pelaksanaan penangkapan dan pengamanan
06:55Terhadap nara pidana yang diduga terlibat
06:58Dalam pengendali jaringan peredaran narkotika dari dalam lapas
07:02Dan saudara saya telah tiba di Kecamatan Grogol Petamburan
07:06Jakarta Barat
07:07Ataupun saya tepatnya berdiri persis
07:10Di depan dari hotel berbintang tiga
07:13Yang diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba di Jakarta
07:18Saya mendapat informasi bahwa
07:21Ada dua jenis narkoba
07:22Yang pertama adalah ekstasi dan juga VEP etomidate
07:26Yang diduga disebarkan di dua lantai
07:29Dan di lantai laut ground
07:31Dan juga di lantai itu
07:32Saya akan investigasi secara langsung saudara
07:34Untuk melihat seperti apa kondisi di dalam
07:55Setelah saya tiba di tempat hiburan malam hotel yang pada awal Mei lalu digerebek dan juga ditangkap tangan oleh polisi
08:03Ada peredaran narkotika, psikotropika dan bahan agitif lainnya
08:07Atau narkoba yang ada di tempat saya berdiri saat ini
08:12Tapi saya akan coba tanyakan lebih mendalam kepada polisi yang tentu sudah mendalami hal ini dengan Kompol Drago dan juga
08:20ada Kompol Tohar
08:21Kompol Drago terima kasih untuk waktunya
08:23Saya izin konfirmasi bahwa setelah proses penggerbekan yang kemudian dilakukan polisi
08:29Sejauh ini perkembangan dari proses penyidikan sudah sejauh mana?
08:33Jadi saat ini untuk proses penyidikan, untuk 14 orang tersangka sudah dalam pelaksanaan proses pemeriksaan
08:40Untuk SPDP sudah dikirimkan kekerjaksaan
08:43Dan untuk DPO masih dalam proses pengejaran
08:47Apakah betul peredaran narkoba di tempat hiburan malam hotel Be Fashion ini juga sudah terjadi selama 12 tahun?
08:53Jadi pada saat kita melakukan penggerbakan hari itu
08:57Memang bertempatan dengan 12 tahun ulang tahun dari Be Fashion Hotel
09:03Jadi perkiraan bisnis harang ini terlaksana dalam jangka waktu demikian
09:10Mungkin bisa dijelaskan lebih mendalam seperti apa sebenarnya pembagian peran yang ada di dalam?
09:15Ya mungkin bisa dikonfirmasi lebih dalam, lebih lanjut di dalam
09:17Oke baik kita akan sama-sama masuk ya saudara untuk melihat seperti apa visualisasi dan juga lokasi dari tempat hiburan
09:25malam di Hotel Be Fashion
09:27Bersama dengan Kompol Drago dan juga Kompol Tohar ini masih dipasang garis polisi ya
09:30Arti tidak sembarang orang bisa masuk kecuali dengan pendampingan polisi
09:35Saya akan masuk saudara
09:40Oke dan ini area lobby mungkin atau seperti apa?
09:44Ini lobby ya?
09:45Oke baik
09:46Jadi ini adalah ruangan paling depan ya Kompol Tohar
09:51Mungkin bisa dijelaskan apakah bisa semua orang masuk ke tempat hiburan malam ini
09:56Atau mungkin ada filtrasi dari orang-orang yang masuk ke sini?
09:59Tentu saja semua orang bisa masuk ke dalam
10:01Cuman semenjak dilakukan penindakan di tempat hiburan malam oleh Direkturat Tindak Pindahan Narkoba Baris Krim
10:10Mulai ada peran pembagian penyaringan
10:12Peran pembagian penyaringan?
10:14Ya jadi terhadap pengunjung yang baru satu atau dua kali datang
10:17Dia tidak akan mudah mendapatkan narkoba disini
10:20Oh oke
10:21Itu ada penyaringan asesmen dari Mami ataupun dari OB yang sudah kenal dengan pengunjung tersebut
10:27Akan lakukan asesmen kalau misalnya mereka yakin pengunjung tersebut pesan mereka akan kasih
10:33Tapi kalau tidak yakin tidak akan dapat barang itu
10:35Jadi untuk TKP ada di tiga ruangan yaitu di room B12, B15 dan B02
10:43Mungkin bisa ditunjukkan kompol tohar dimana ruangannya secara total ada berapa ruangan disini?
10:4730 lebih
10:48Ada 30 lebih ruangan?
10:50Oke tapi hanya tiga ya yang saat itu didapati ada narkoba disana
10:55Pada saat operasi penindakan kami berhasil menemukan di tiga room ya
11:00Oke ini tiga ruangan ya
11:02Ini ada beberapa ruangan B12 di garis polisi?
11:05Jadi setelah kami menemukan adanya transaksi narkoba di B15
11:09Kami kemudian langsung segera melakukan pengembangan
11:12Jadi kami melakukan penyisiran ke room-room yang ada pengunjungnya
11:17Kemudian kebetulan di room B12 ini kami menemukan ada lima orang tersangka pengguna narkoba
11:23Lima orang tersangka di B12?
11:24Dan dari sini kami melakukan pengembangan
11:26Dapatlah itu ya 100 kartrize fat etomidat yang dilapas
11:31Tapi memang awal mula dari pengerebekan itu ada di ruangan B15
11:35Dan informasi yang saya dapatkan akan dilakukan rekonstruksi?
11:38Betul
11:38Boleh kita ikuti?
11:40Boleh
11:41Silahkan mungkin bisa ditunjukkan
11:44Oke kita akan masuk ya ke ruangan B15
11:47Untuk mengikuti proses rekonstruksi
11:51Oke
11:52Dan ini adalah ruangannya
11:53Yuk rekonstruksi
11:55Mulai
11:57Oke
12:00Sudah ada juga tersangka ya
12:01Beberapa tersangka yang dihadirkan di sini
12:04Jadi ini TKP ini masih status quo
12:07Kita lakukan police line
12:08Seperti inilah bentuk terakhirnya
12:10Seperti ini bentuk terakhirnya
12:12Saya izin lihat ya
12:13Artinya posisi gelas, posisi piring dan juga posisi lainnya ini tidak berubah sama sekali
12:20Tidak berubah
12:21Tidak berubah sama sekali
12:22Para tersangka
12:24Segera dijajarkan di
12:26Oke ini salah satu tersangka ya
12:28Ini tersangka yang disebut Mami
12:36Mami
12:36Oke
12:41Untuk peran dari Mami ini seperti apa secara umum
12:44Mami cari pelanggan, tamu
12:46Kemudian
12:48Menyiapkan pesanan dari pasar tamu
12:50Maksudnya tadi kan ada filter itu
12:52Untuk tamu yang bisa
12:54Dikategorikan merah
12:55Tidak akan mudah mendapatkan barang
12:57Tamu ataupun pengunjung yang baru satu ke dua kali
12:59Tidak akan mudah mendapatkan barang
13:01Namun
13:02Apabila Mami sudah percaya
13:03Tamu itu memotong barang
13:05Kemudian Mami
13:05Mami akan menyiapkan barang pesanan narkobanya
13:08Artinya penyaringan utama
13:09Siapa yang boleh membeli narkoba disini
13:12Bersumber dari Mami
13:14Salah satunya dari Mami ya?
13:16Oke
13:16Jadi pada waktu itu
13:17Ketugas masuk
13:19Kami menemukan ada
13:22Kue
13:23Yang dimana di dalam kue ini
13:25Dipasang
13:26Etominated
13:27Liquid etominated shape
13:29Nah dia ditancapkan di sisi-sisi kue
13:31Kemudian di dalam sini ada
13:36Eksitasi nya di dalam
13:37Kemudian juga ditemukan
13:39Di kota
13:41Kacamata
13:43Veb
13:44Dan juga di dalam tas
13:46Oke
13:48Saya izin tanyakan
13:50Veb etominated ini tertancap di atas kue?
13:53Iya
13:53Betul
13:54Veb etominated tertancap di sisi-sisi kue
13:57Termasuk ekstasi di tengahnya?
13:58Iya
13:58Tapi apakah mungkin bisa dikatakan artinya
14:01Tempat hiburan malam di Hotel Bay Fashion ini
14:04Tidak hanya tempat jual beli narkoba
14:06Tetapi juga tempat untuk mengkonsumsi narkoba
14:09Betul
14:09Tempat hiburan malam ini
14:13Dijadikan
14:13Salah satu sebagai tempat legend ya
14:16Menjadi sarang
14:17Peredaran narkoba
14:20Saya akan coba
14:22Berbincang saudara dengan
14:23Salah satu tersangka ya
14:25Mohon izin ibu
14:28Boleh saya izin ngerul sebentar ya
14:31Saya izin konfirmasi pertama
14:32Betul ibu
14:33Adalah orang yang
14:35Mendapat julukan Mami
14:37Dia juga menjadi koordinator
14:39Bagi orang yang
14:40Ingin membeli narkoba
14:42Saya
14:44Minta tolong membelikan
14:46Minta tolong membelikan
14:48Ibu sudah kerja disini dari tahun?
14:50Satu tahun
14:51Satu tahun?
14:53Oke
14:55Tapi ibu dapat narkoba ini dari?
14:57Dari
14:58Dari
14:59Anak bahasa ya
15:00Yang si main companion
15:02Oh dari
15:03Main companion ya?
15:05Iya
15:05Oke
15:06Artinya ibu
15:07Ini juga
15:08Mohon maaf
15:09Karyawan dari
15:10Tempat hiburan malam ini ya?
15:13Ketika
15:14Ternyata pada malam itu
15:17Ibu digerebuk oleh polisi
15:19Ibu terima bahwa ibu
15:20Menjadikan salah satu tersangka
15:30Tidak hanya Mami yang dihadirkan disini
15:32Tetapi ada tersangka lain juga
15:33Yang kemudian ada
15:34Jadi ini adalah salah satu ruangannya juga
15:38Kita akan ke ruangan lain ya ya
15:40Karena selain ruangan B15
15:42Yang menjadi ruangan pertama
15:46Yang digerebuk oleh polisi
15:48Tapi ada ruangan lain ya
15:49Dan ini adalah
15:51Salah satu proses rekonstruksi ya
15:53Kompol Tohar
15:54Yang sedang dilakukan oleh
15:55Direkturat Tindak Vidana
15:57Narkoba
15:58Baris Kompos Polis
15:58Tentu juga dengan
15:59Tim Inafis
16:03Oke
16:04Ini ruangan
16:06B02
16:07B02
16:11Saya akan coba masuk
16:20Dan ini ada
16:215 tersangka ya
16:24Di ruangan B02
16:25Yang sedang dilakukan proses
16:27Konstruksi oleh
16:28Tim Inafis
16:42Selain ruangan ini
16:43Selain ruangan ini
16:43Mungkin ada ruangan lain
16:44Yang diduga juga
16:44Melakukan peredaran narkoba
16:47Ruangan di satu gunung ini
16:49Ada satu tempat lain
16:50Di lantai atas
16:52Sebelumnya kita lakukan
16:53UCB
16:55Ditemukan fakta bahwa
16:57Bisa
16:57Ataupun dapat
16:58Dilakukan pengusunan narkotika
17:01Dan ruangan ini lebih
17:03Khusus mungkin
17:04Karena tidak sembarang orang
17:05Mungkin bisa masuk ke ruangan ini
17:07Iya
17:07Dari
17:08Lobby tadi
17:10Kita tidak bisa langsung
17:11Pencet ke
17:11Lobby untuk
17:13Lantai 7
17:13Oke
17:14Dan itu harus menggunakan
17:15Kartu Akses
17:16Boleh kita lihat
17:17Kompol?
17:18Oke
17:18Kita akan coba naik ke
17:19Lantai 7 ya
17:20Atau yang disebut dengan
17:21The 7
17:22Juga menjadi salah satu
17:24Tempat yang diduga
17:26Mengedarkan narkoba
17:27Oke ini
17:29Pintu belakang mungkin ya
17:30Iya
17:30Ini lift karyawan
17:32Karena dari depan kita
17:33Nggak bisa
17:34Oh ini lift karyawan
17:35Oke
17:36Artinya terus lubung ya
17:37Disini juga mungkin
17:38Bisa ditunjukkan sedikit
17:39Ada tangga ya
17:41Entah apakah ini juga sudah
17:43Menjadi siasat bahwa
17:44Mungkin saja seseorang kabur
17:45Ketika ada pengerebukan
17:46Tapi ini
17:47Sangat berdekatan dengan
17:48Akses lift
17:49Yang
17:50Bisa menuju ke
17:51Lantai 7 ataupun
17:52The 7
17:52Kita akan naik sederang
17:57Seperti lift barang mungkin ya
17:58Iya
17:58Lift barang ini ya
17:59Oke
18:01Kita sudah
18:02Tiba ya
18:02Di lantai
18:03Di 7
18:05Oke
18:06Ruangannya gelap seperti ini ya
18:10Oke
18:16Udah
18:17Situasinya segera
18:19Lokasinya ini sempit
18:21Hanya satu setuah meter ya
18:25Untuk jarak antar dinding bisa ditunjukkan ya
18:28Atapnya juga ini
18:30Tidak terlalu tinggi
18:31Betul-betul seperti ruangan rahasia
18:34Pintunya juga cukup tebal ya
18:45Ini salah satu ruangan ya
18:47Salah satu ruangan
18:48Oh
18:49Oke
18:53Dalam skala nasional
18:54Seberapa masif penyebaran narkoba
18:57Berdasarkan pemantauan
18:58Dari badan narkotika nasional
18:59Ya
19:00Sebagaimana yang kita ketahui
19:01Bahwa Indonesia sekarang
19:02Sudah masuk kepada darurat narkoba
19:23Dan ini salah satu ruangan yang sebenarnya bisa dilihat ini
19:29Mohon maaf tapi
19:30Ini ruang karaoke biasa atau seperti apa
19:33Ini ruang karaoke
19:34Jangan kan menggunakan
19:37Tematik
19:38Tematik seperti ini ya
19:39Dan ini
19:40Mohon maaf tapi ini yang digunakan oleh
19:42LC yang ada di sini dan mungkin menemani juga ya
19:45Kan ruangannya di dalam
19:46Oke
19:48Dan juga ada lukisan ya
19:50Dan ini adalah ruangannya saudara
19:52Oke
19:54Lebih private lebih mewah ya
19:56Lebih mewah
19:57Ketimbang yang tadi
19:58Ini sini ada lantai
19:59Ini juga mungkin yang disebut
20:00Tematik ya
20:01Sofa merah
20:03Meja merah juga
20:05Oke
20:14Kita akan coba ke lantai atas ya
20:18Untuk melihat
20:19Ada dua lantai
20:21Sepertinya di ruangan ini
20:23Oke
20:24Ini ada borbol-borbol juga ya
20:26Dan ini ruangannya mungkin lebih private lagi ya
20:33Dan termasuk ini juga ya
20:35Iya
20:35Atribut-atribut yang digunakan
20:37Oke
20:37Kalau kita lihat mungkin
20:39Mohon maaf saya izin tegaskan
20:41Apakah
20:41Tempat ini bisa disebut tidak hanya tempat yang diduga
20:45Menjadi lokasi peredaran narkoba
20:47Tetapi juga bisa dikatakan sebagai tempat prostitusi
20:50Betul
20:51Ini tempat
20:53Prostitusi
20:54Tetapi di dalam juga ada peredaran narkoba
21:05Tentu yang menarik adalah bahwa
21:08Temuan yang kemudian didapati oleh
21:11Baris Krimabes Polri
21:13Bisa memberi sebuah sinyal
21:15Bahwa
21:16Negara kita ini masih menjadi surga
21:18Ataupun sarang pengedaran narkoba
21:21Sejauh ini
21:21Tempat hiburan malam yang sudah ditutup oleh polisi
21:25Setelah terbukti mengedarkan narkoba sudah sebanyak apa?
21:29Dari penindakan
21:30Direkturat Tindak Bidana Narkoba Baris Krimabes Polri
21:33Sejauh ini sudah melaksanakan
21:36Penindakan ke sembilan tempat hiburan malam
21:39Yang mana dari ke sembilan tempat tersebut
21:42Sudah kita rekomendasikan semuanya
21:44Untuk dilakukan penutupan ke temda
21:46Ataupun temkot masing-masing
21:48Bahwa ketika kita berbicara soal narkoba
21:50Kita tidak bisa tidak kaitkan
21:52Dengan narasi bahwa
21:54Kerap kali
21:55Perlaku tindak pidana ini di-backingi
21:57Bahkan oleh aparat
21:59Kita tahu
21:59Di Kutai Barat
22:02Ekskasat narkoba
22:04Polres Kutai Barat juga tertangkap
22:06Karena terindikasi
22:08Kuat menerima aliran dan
22:10Dan juga mem-backingi
22:11Tindak narkoba di sana
22:13Dan yang tidak kalah terbaru juga
22:14Bahkan kasat narkoba
22:16Polres Kutai Kartan Negara juga ditangkap
22:19Apa yang kemudian akan dilakukan polisi
22:21Untuk betul-betul memastikan
22:23Peredaran narkoba ini
22:24Tidak semakin menyebar
22:27Di negara kita
22:28Di tengah
22:29Backingan pihak yang memiliki kekuasaan
22:32Jadi disini kami sampaikan sekali lagi
22:34Perintah pimpinan Polri
22:36Jelas bahwa
22:37Untuk semua aparat kepolisian
22:39Yang terlibat
22:41Mem-backingi
22:42Ataupun mengedarkan
22:44Semua
22:45Barang haram narkotika
22:47Akan ditindak tegas
22:49Dan tidak akan dilindungi
23:08Sebenarnya pemberantasan narkoba terus digalakan
23:11Tidak hanya oleh polisi
23:12Tetapi juga oleh badan narkotika nasional
23:14Tetapi pertanyaannya
23:15Mengapa di tengah begitu masifnya
23:16Pemberantasan narkoba
23:18Barang haram tersebut masih beredar
23:20Di tanah air
23:21Apa yang kemudian menjadi tantangan
23:23Dan juga kendala
23:23Saya akan tanyakan
23:24Secara langsung kepada
23:25PLT Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional
23:27Brigjen Roy Hardy
23:29Siaan
23:30Pak Roy
23:30Terima kasih itu waktunya Pak
23:31Saya ingin langsung
23:33Masuk ke pertanyaan sederhana Pak
23:34Bahwa
23:35Dalam beberapa waktu kebelakang
23:37Kasus pemberantasan narkoba ini
23:38Muncul di ibu kota
23:40Tetapi pertanyaannya
23:41Dalam skala nasional
23:43Seberapa masif
23:44Penyebaran narkoba
23:45Berdasarkan pemantauan
23:46Dari badan narkotika nasional
23:47Ya sebagaimana yang kita ketahui
23:50Bahwa Indonesia sekarang
23:51Sudah masuk kepada darurat narkoba
23:53Darurat narkoba
23:54Darurat narkoba
23:55Artinya gini
23:55Indonesia sebagai destinasi
23:57Daripada pasal narkoba itu sendiri
23:59Ya
23:59Karena apa
24:00Banyaknya demand
24:01Angka prevalensi
24:02Di tahun 2025
24:04Terhadap penyalah guna narkoba
24:06Mencapai sampai
24:07Empat koma juta jiwa
24:08Dari jumlah penduduk Indonesia
24:10Bahwa ada 31 orang tersangka
24:12Dari 11 provinsi
24:13Yang kemudian sudah ditangkap
24:15Oleh BNN dan juga tentu
24:16Aparat gabungan lainnya
24:17Dan ada nilai nominal
24:18Estimasi
24:19Perputaran uang
24:21211 miliar rupiah
24:22Pertanyaan saya
24:24Apa yang sesungguhnya
24:25Menyebabkan
24:26Masifnya
24:27Peredaran ini
24:28Apakah
24:28Mohon maaf
24:29Ada celah pengawasan di sana Pak
24:30Ya jadi kalau bicara tentang
24:32Pintu masuk narkotika itu
24:33Secara ilegal
24:34Kita letak geografi Indonesia
24:35Yang kita tahu bahwa banyak
24:36Apa namanya
24:38Jalur-jalur tikus
24:39Kemarin Pak
24:41Kepala BNN RI
24:42Mencanangkan atau menggelar
24:43Operasi sabar narkotika
24:44Sehingga terhadap beberapa provinsi
24:46Yang dianggap sangat rawan
24:48Dibandingkan tempat-tempat lain
24:50Ditentukanlah
24:51Sebelas provinsi tersebut
24:52Nah dibentuklah
24:53Satu operasi sabar narkotika
24:55Atau operasi sabar bersinar
24:57Yang artinya
24:57Kita akan konsen kepada tempat-tempat
25:00Yang disinyalir sebagai tempat
25:02Maksudnya narkoba yang sangat masif
25:04Antara lain misalkan
25:05Kemarin kita bisa mengungkap
25:07Di Kalimantan Timur
25:08Gitu ya
25:09Ada 97 kilo sabu
25:11Termasuk
25:12Seribu
25:13Catridge
25:14Yang isinya etomidate
25:15Di sana
25:16Termasuk juga
25:17Ada ganja
25:18Di Sumatera Barat
25:19Termasuk beberapa wilayah lain
25:20Hampir bisa dibilang
25:21Mayoritas itu disenupkan
25:22Dari negara lain
25:24Ke Indonesia
25:24Yang paling masif
25:25Dari negara mana?
25:26Ya, kalau bicara
25:27Golden Triangle ya
25:27Golden Triangle adalah
25:28Antara lain misalkan
25:30Thailand misalkan
25:31Kemudian Myanmar
25:32Nah
25:33Termasuk sekarang etomidate
25:34Yang masuk itu adalah
25:35Mungkin dari Cina
25:36Masuk melalui negara-negara seperti
25:38Malaysia dan sebagainya
25:40Ada juga ratusan kilogram sabu
25:43Yang disita oleh BNN
25:45Dan juga ratusan kilogram ganja
25:46Termasuk juga beberapa jenis narkoba lainnya
25:50Boleh saya lihat pak
25:51Sitahan BNN
25:52Yang ada di sini?
25:53Boleh, boleh
25:53Oke
25:53Saya dengan Pak Roy sederah akan langsung menuju ya pak ya
25:56Ketempat penyimpanan
25:57Barang bukti
25:58Narkoba
25:59Yang ada di
26:00Kantor BNN
26:03Dan ini jumlahnya tidak sedikit ya Pak Roy?
26:06Wah banyak
26:06Banyak sekali ya
26:07Oke
26:07Itu masih periode April sampai dengan Mei
26:09Periode April sampai dengan Mei?
26:11Belum termasuk sebelum-sebelumnya
26:12Jadi untuk satu bulan terakhir ini
26:14Kita ungkap ratusan kilo
26:16Artinya barang bukti yang berhasil disita dengan nominal kurang lebih 211 miliar
26:22Ini adalah pengungkapan hanya dalam satu bulan?
26:25Dalam satu bulan
26:26Oke
26:27Dalam satu bulan
26:28Baik
26:28Dan kita akan coba
26:32Lihat secara langsung saudara seperti apa
26:34Jenis-jenis narkoba yang kemudian berhasil disita oleh BNN
26:39Ada modus baru pak?
26:41Ya ada tren
26:41Tren baru itu sekarang
26:42Tapi tren baru adalah kaitan dengan penyudupan
26:45Catrice
26:46Car ears
26:47Catrice yang isinya
26:48Getsoment
26:49Ini adalah bagian yang di hubungkan dengan satul different
26:54Ami GOT
26:55Seperti fire
26:56Oke baik
26:56Dan ini yang kami kita lihat
26:57Salah satunya
26:58Ini di gedung Aryawirya
27:00Kantor BDNszystko
27:02Ini nama
27:02nya Tempat Pengawasan
27:04Tahanan
27:04& Barang Bnotit 31 orang kellsangka
27:06juga ada disini? Ada Oke baik Ini akan masuk
27:09Saudara
27:11Peluang
27:12Wastati
27:13Oke, dan ini pintunya khusus ya, Pak ya?
27:16Iya, karena hanya pihak atau petugas yang tertentu yang bisa membuka ini.
27:21Dan tidak sembarang orang boleh masuk ke ruangan ini?
27:24Iya, hanya petugasnya.
27:25Hanya petugas saja?
27:26Oke, baik.
27:26Yuk, boleh kita cek.
27:27Dan ini ruang khusus ya.
27:30Dan juga tempat penyimpanannya ini khusus.
27:33Untuk ini salah satu barang buktinya jenisnya?
27:36Sabu.
27:36Sabu?
27:37Sabu.
27:37Ini yang 96 kg yang kita ungkat di Kalimantan Timur.
27:42Saya izin lihat ya, Pak ya?
27:42Boleh, boleh.
27:44Sabu ini, Pak?
27:45Iya, sabu.
27:46Nah, ini yang tadi saya bilang ada dari kemasan teh Cina.
27:50Nah, kalau yang ini adalah satu tempat atau wadah yang dipasukkan ke dalam sabu itu sendiri.
27:56Koper yang digunakannya.
27:57Nah, ini sudah kita keluarkan, sudah menjadi seperti ini.
28:00Pak Roy, saya izin boleh lihat isi dari koper ini, Pak?
28:02Boleh, boleh.
28:03Tapi harus didampingi penyidik.
28:05Harus didampingi penyidik, oke silahkan.
28:06Penyidik yang buka.
28:07Kita buka sekarang ya, Pak.
28:09Iya, oke.
28:09Oke, akan dibuka ya secara langsung, saudara, oleh penyidik.
28:13Isi dari koper yang kemudian berhasil disita oleh BNN.
28:16Ini masih di segel.
28:17Masih di segel ya?
28:24Yang besar kan ya?
28:25Oke.
28:26Saya izin lihat ya.
28:27Ini lebih jelas lagi ya.
28:30Ini bisa ditunjukkan, ini sangat jelas sekali bahwa ini bungkus teh Cina ya, Pak ya.
28:35Yang tadi dijelaskan oleh Pak Roy.
28:37Saya akan coba pegang ya, saudara, untuk memperlihatkan lebih jelas.
28:40Seperti apa bentuk ya dari teh kemasan ya, Pak ya.
28:47Yang isinya adalah sabu.
28:49Boleh saya ambil ya, salah satu sebagai contoh.
28:52Oke.
28:54Ini adalah bentuknya, saudara.
28:57Bisa dilihat ini memang karena produk Cina ya, Pak ya.
29:01Tulisannya pun seperti ini.
29:04Kalau lihat dari kemasannya, kan sepertinya kemasan Cina.
29:07Tapi sebenarnya bukan berasal dari Cina, golden triangle tadi yang saya sampaikan gitu loh.
29:12Kecuali tadi saya cerita bahwa cartridge yang kita cita atau yang disudupkan itu secara ilegal itu, itu dari Cina gitu
29:18loh.
29:18Tapi sebagian besar juga ada yang diluar dari Cina.
29:22Dan ini ada dua koper ya.
29:25Ya.
29:26Kalau yang ini kemarin murni itu yang kita cita dari Bogor, yang dibawa dari Aceh.
29:32Ada tiga tersangka yang kita ungkap, itu yang dibawa kita survei dari Aceh, Langsa, sampai ke Bogor.
29:38Yang ini, Pak?
29:38Jadi melalui jalur darat, dia menggunakan mobil Pajiro.
29:42Saya izin konfirmasi, apakah betul operasi tangkap tangan ataupun ketika BNN menyita barang bukti narkoba Aceh lintas Bogor,
29:53apakah betul salah satu tersangkanya adalah anggota dari Tentara Nasional Indonesia?
29:56Oknum ya, kita sampaikan oknum ya.
29:58Oke.
29:59Oknum TN.
30:02Catridge ataupun mungkin yang biasa digunakan oleh publik VAP ya, Pak ya?
30:06Ya, VAP.
30:06Itu salah satu modus baru?
30:08Ya, itu tren baru ya.
30:09Karena mungkin mengikuti lifestyle masyarakat Indonesia yang sekarang bergeser nih.
30:13Dari perokok konvensional menuju ke perokok elektrik.
30:17Yang salah satu yang digunakan adalah VAP tadi itu.
30:19Nah, nyata-nyatanya kita bisa ungkap hampir puluhan ribu catridge.
30:23Catridge kita bisa ungkap.
30:24Puluhan ribu catridge?
30:25Puluhan ribu catridge kita bisa ungkap.
30:26Catridge itu kan nggak bisa berdiri sendiri.
30:28Harus ada device pendukungnya.
30:29Salah satunya itu ada VAP.
30:31Jadi, ini beberapa sampel yang kita cita juga.
30:34Ini cita.
30:35Ini catridge yang ini, yang masuk diselundupkan.
30:38Oke.
30:39Yang isinya etomidate.
30:40Isinya etomidate?
30:41Iya, etomidate.
30:42Itu etomidate itu adalah, jadi kalau di undang-undang narkotik itu masuk dalam golongan dua.
30:47Golongan dua.
30:48Dan ada dua jenis.
30:49Ini yang kosong dan sama isi etomidate.
30:51Yang kosong juga masuk secara ilegal.
30:54Oke.
30:54Nah, tetapi pada saat di sini, ini disuntik dengan jad-jad lain yang untuk masuk ke dalam adalah salah satunya.
31:01Jad etomidate itu sendiri.
31:03Bahkan, ini jad bisa bukan cuma etomidate yang masuk.
31:08THC juga.
31:09Misalkan kayak ganja cair juga bisa masuk ke sini.
31:11Jadi, kalau kita mau lihat, ini ada contoh VAP yang secara legal ada.
31:19Tapi, kalau ini kita mau gabung, ini kita buka, ini digabungkan ke sini.
31:24Memang didesain khusus untuk bisa masuk nih, dalam ini.
31:28Didesain masuk untuk ini.
31:29Jadi, semua catrice yang kita cita dimasukkan ke sini semua.
31:34Apakah ini juga yang kemudian membuat BNN merekomendasikan secara kuat agar VAP tidak dijual secara masak?
31:40Ya, kita rekomendasi kok.
31:41Sebatas rekomendasi kepada khususnya Kementerian Kesehatan.
31:45Artinya, kalau sudah kita rekomendasi, kan kita sayang kok sama masyarakat Indonesia ke depan seperti apa gitu.
31:51Dengan masa depan, masyarakat, dan terutama anak-anak kita, anak-anak bangsa yang ke depan.
31:55Kita nggak mau juga mereka nanti sampai tersusupi dengan pelaku-pelaku narkotika dengan menggunakan modus atau tren baru yang menggunakan
32:02ekatergi.
32:08Narapidana yang mengendarakan narkotika itu bisa leluasa seperti itu?
32:11Bisa, bang.
32:11Mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau pihak-pihak yang membackingi?
32:16Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, pak.
32:28Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi.
32:36Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan.
32:40Aparat yang backing penyeludupan, backing narkoba.
32:55Indonesia kerap dijadikan target jaringan peredaran narkoba.
32:59Darurat narkoba menjadi ancaman masa depan bagi generasi bangsa.
33:03Lonjakan angka penyalahgunaan narkoba menjadi sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan.
33:08Pemerintah mencatat, estimasi jumlah warga di rentang usia 15 hingga 64 tahun yang menyalahgunakan narkoba meningkat.
33:17Dari 3,3 juta orang di tahun 2023 menjadi 5,4 juta orang di tahun 2025.
33:24Ironisya, rata-rata usia pertama kali seseorang mengkonsumsi narkoba adalah 18 tahun.
33:30Usia yang sangat rentan dalam masa peralihan remaja menuju dewasa.
33:35Tak hanya itu, data juga menunjukkan narkoba yang dikonsumsi pertama kali mayoritas diperoleh dari teman.
33:41Temuan ini membuktikan lingkungan bergaulan jadi pintu masuk paling rentan dalam pemakaian narkoba.
33:47Terlebih saat ini, sindikat narkoba terus memperbarui modus peredaran narkoba dengan mengikuti gaya hidup anak muda.
33:54Salah satunya adalah menyusupkan zat etomidet ke dalam cairan rokok elektrik atau liquid vape.
33:59Padahal etomidet merupakan obat bius yang hanya boleh digunakan untuk keperluan medis.
34:04Etomidet bekerja pada sistem saraf dan dapat menimbulkan dampak serius jika disalahgunakan.
34:11Tak hanya di Oplos kecairan vepe, narkoba juga disembunyikan di balik bungkus jajanan anak untuk mengelabui polisi.
34:18Terbaru Polres Batubara Sumatera Utara berhasil mengungkap sindikat narkoba yang memasukkan sabu seberat 92 gram ke sejumlah bungkus jajanan anak.
34:28Kondisi darurat gurita narkoba diperparah dengan adanya keterlibatan aparat yang main mata dengan sindikat narkoba.
34:35Di Kalimantan Timur, mantan kasatres narkoba Polres Kutai Barat, Ajun Komisaris Deki Jonathan Sasiang ditangkep karena diduga berkomplot dengan caringan
34:44bandar narkoba bernama Ishak.
34:48Kasus serupa juga menyeret kasatres narkoba Polres Kutai Kartanegara, Ajun Komisaris Yohannes Bonar Adiguna.
34:55Ia diduga terlibat dalam pembelian etomidet senilai 500 juta rupiah.
35:00Selain pengungkapan kasus narkoba oleh polisi, Badan Narkotika Nasional bersama tim gabungan juga membongkar 5 jaringan sindikat narkotika nasional dan
35:08internasional dalam operasi sabu bersih sindikat narkoba yang berlangsung selama April hingga Mei 2026.
35:14Total yang bisa kita cita, sebanyak sabu 136,5 kg, ganjanya sebanyak 147 kg, etomidet sebanyak 1.200 ml.
35:30Kita berhasil menyita atau bisa menyelamatkan potensi penyalahguna sebanyak 353.312 jiwa.
35:39Kalau bicara dana masyarakat, tadi bicara ekonomis, bisa 211,4 miliar.
35:50Salah satu kasus yang berhasil diungkap BNN adalah terbongkarnya jaringan sabu jalur darat Aceh Bogor yang menyeret seorang oknum TNI
35:57yang diduga berperan sebagai pengedar narkoba.
36:00Dalam penyergapan pada 19 Mei 2026, petugas menemukan 29 bungkus teh Cina berisi 29 kg sabu yang disembunyikan di kompartemen
36:10belakang mobil.
36:12Bak lingkaran setan, redara narkoba justru makin subur lewat jaringan yang mengendalikan dari dalam lapas.
36:18Sejak itu bisa ditelusuri dari jaringan Freddy Budiman, salah satu gembong narkoba terbesar di Indonesia.
36:24Sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2016 lalu, Freddy terlibat dalam kasus impor jutaan ekstasi yang ia kendalikan dari dalam lapas
36:33hingga membuat pabrik sabu di dalam LP Cipina.
36:37Tak hanya Freddy Budiman, muncul pula pentolan sindikat narkoba bernama Freddy Pratama yang dikenal licin dan sulit ditangkap.
36:44Gembong narkoba ini buron sejak 2014 dan diduga masih aktif memasuk narkoba dari Thailand ke Indonesia.
36:50Rentetan kasus peredaran narkoba jadi gambaran kondisi darurat obat-obatan terlarang tak bisa dihadapi oleh aparat semata.
36:58Pemberantasan bisnis haram ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman nyata narkotika.
37:11Setelah di hadapan sudah ada seorang pengedar narkoba yang juga pernah menjadi anak buah dari gembong narkoba Freddy Budiman yang
37:20kita tahu telah dihukumati dan telah dieksekusi pada tahun 2016.
37:26Saya sudah bersama dengan Bang Arap.
37:27Bang Arap, terima kasih untuk waktunya Bang.
37:28Sama-sama.
37:29Saya izin konfirmasi dulu pertama, betul abang pernah menjadi anak buah dari Freddy Budiman?
37:33Betul.
37:33Tepatnya tahun?
37:352010 kalau.
37:36Antara 2010.
37:37Saat ini abang masih mengedarkan narkoba?
37:39Saat ini masih, cuma bukan dari Pak Freddy Budiman, jadi dari pengedar lain.
37:47Dari pengedar lain?
37:47Dari bandar lain.
37:49Pernah ditangkap mungkin?
37:50Pernah, masuk lapas.
37:51Abang pernah dipenjara tetapi kembali mengedarkan narkoba?
37:54Abang tidak takut?
37:56Kalau takut itu pasti, Pak.
37:58Cuma kalau kita bicaranya kita aman sama-sama aman.
38:02Sama pasien sama kita juga aman.
38:05Yaudah kita aman-sama jalanan aja.
38:06Sampai sekarang kok saya aman-aman aja.
38:07Artinya Abang menseleksi orang yang membeli mungkin?
38:11Betul.
38:11Modusnya seperti apa? Bisa dijelasin?
38:13Karena nggak sembarangan orang yang baru kenal saya, saya kasih nggak mungkin itu, Pak.
38:17Oke.
38:17Karena dalam pekerjaan kita ini sistemnya kepercayaan.
38:20Sistemnya kepercayaan?
38:21Kepercayaan sama-sama aman, sama-sama sehat.
38:23Kecuali saya harus kenal sama orang itu.
38:25Proses distribusinya mulai dari abang mengambil pasokannya dari mana, kemudian juga mengedarkannya seperti apa, hingga sampai ke tangan pembeli itu
38:34seperti apa alurnya?
38:36Kalau saya kan alurnya kita chatting lewat WA nih, Bang.
38:40Di atas saya.
38:41Saya kan mengedarkannya, dia kan BD bandar.
38:44Ada bandarnya?
38:44Ada.
38:45Oke.
38:45Saya lihat di atas itu ada bandarnya. Bandar baru ke gudang.
38:48Kita ada gudang ya, Bang.
38:49Ada gudang ya?
38:49Namanya gudang.
38:51Oke, gudang itu untuk menyimpan stok narkoba?
38:53Narkoba.
38:54Yang abang jual ini apa?
38:56Sabu, Bang.
38:57Sabu?
38:57Setelah itu kita negosiasi, nah dari bandar ini dia dikasih kurir.
39:03Jadi kita ketemuan misalnya di pom bensin atau di tempat restoran, dia motornya ditinggal.
39:09Sebarang itu ada di dalam jok motor.
39:11Dari bandar, kemudian juga dari kurir, termasuk pengedar seperti abang ini, sampai ke pembeli narkoba.
39:19Artinya model transaksinya tidak bertemu sama sekali?
39:22Tidak bertemu sama sekali.
39:23Kita sistemnya pakai mapping, Bang.
39:27Mapping?
39:27Oke.
39:28Jadi kita taruh di tempat kita mau, nanti dipotol, terus di-paping yang dipakai map.
39:33Dititikin di situ, udah.
39:34Kita kasih tahu ke yang pembelinya.
39:36Ini barangnya di sini, posisinya kayak gini, barangnya bentuknya seperti ini.
39:40Saya biasanya pakai permen, Bang.
39:42Pakai permen?
39:43Permen r***** atau permen yang kayak semacamnya.
39:46Artinya dibungkus?
39:47Dibungkus.
39:48Dengan permen itu?
39:49Iya.
39:50Padahal itu masalah bu, Bang.
39:51Ada juga yang belakangan cukup ramai ini soal etomidate, yang masuk ke dalam cartridge, kemudian juga dimasukkan ke VAP, dan
40:01diedarkan.
40:02Abang tahu modus ini?
40:04Kalau itu saya nggak ngerti, Pak.
40:05Karena bukan di ranah saya, itu udah teman saya lagi yang beda itu.
40:09Tapi abang tahu modus itu ada?
40:11Ada.
40:12Dan teman abang salah satunya?
40:13Salah satunya teman saya.
40:14Tapi dia udah di dalam, Bang.
40:15Di dalam?
40:16Di LPC Pinang sekarang.
40:18Di LPC Pinang?
40:19Iya.
40:19Itu tangan kanannya, Freddy Budiman.
40:22Tangan kanannya.
40:23Dia sama saya, Datuk.
40:26Artinya, abang juga berkoordinasi dengan narapidana di Lapas?
40:30Iya.
40:30Apakah narapidana itu juga mendistribusikan narkoba?
40:33Betul.
40:34Karena dia punya nomor HP yang dia, tiap hari dia biasa sama dia.
40:39Biasanya bandarnya doang, yang dia tahu.
40:41Pengecernya dia nggak mau tahu.
40:42Jadi dia menghubungi saya aja, nggak yang lain.
40:45Dan di dalam itu juga, handphone itu nyewa, Bang.
40:48Handphone nyewa?
40:49Nyewa, di dalam itu nyewa.
40:52Artinya, komunikasi di dalam lapas, karena abang juga pernah ditahan di lapas, narapidana yang menghindarkan narkoba itu bisa leluasa seperti
40:58itu?
40:59Bisa, Bang.
41:00Kalau di dalam lapas tidak ada keterlibatan orang dalam, orang lapas, nggak mungkin, Bang.
41:06Pasti ada.
41:06Karena handphone itu kan disewain sama mereka.
41:08Kita kan di dalam lapas nggak boleh megang handphone, Bang.
41:10Apakah ada dugaan juga bahwa begitu lancarnya bisnis narkoba ini, termasuk jaringan abang, mungkin abang pernah mendengar ada aparat atau
41:23pihak-pihak yang membackingi?
41:25Kalau itu memang tetap ada, pasti ada, Bang.
41:33Sebenarnya sudah ada hukuman mati, tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah bagi para pelaku pengedar narkoba.
41:40Apa yang salah?
41:41Kalau yang sudah dihukum mati, kemudian tidak segera dieksekusi, maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke
41:50atas.
42:11Saudara Indonesia memiliki sejarah panjang dalam upaya pemberantasan narkoba, bahkan dari begitu banyak pelaku pengedar.
42:19Karena barang haram tersebut, di antara mereka, sudah ada yang dijatuhi hukuman mati.
42:25Namun pertanyaannya, mengapa masih begitu banyak para bandar dan pengedar narkoba di Indonesia?
42:31Saya akan tanyakan secara langsung kepada Bapak Selamat Pribadi, Pengelamat Hukum Pidan dan Narkotika.
42:35Pak Selamat, terima kasih untuk akunnya, Pak.
42:37Bahwa di bulan Mei ini, polisi, termasuk juga BNN, begitu banyak mengungkap kasus peredaran narkotika.
42:44Tapi pertanyaannya adalah, apakah kabar ini kabar baik atau justru menggambarkan bahwa Indonesia masih menjadi sarang dari peredaran narkoba?
42:53Bisa kabar baik, bisa kabar buruk.
42:55Oke.
42:56Kabar buruknya adalah, yang membutuhkan narkotika masih banyak.
43:01Yang membutuhkan narkotika?
43:02Iya. Sehingga mereka membeli di pasar-pasar gelap.
43:05Karena apa? Rehabilitasi tidak berhasil.
43:11Pencegahan tidak berhasil.
43:13Dampaknya, mereka yang coba-coba pakai, mereka yang teratur pakai, masih banyak.
43:21Sementara, pendegakan hukum kita masif.
43:24Tetapi, pencegahan tidak masif.
43:27Oke.
43:28Bahkan tidak laku pencegahan.
43:29Artinya, pendegakan hukum tidak diimbangi dengan pencegahan.
43:36Tetapi yang menjadi temuan baru, meskipun ini adalah lagu lama, adalah adanya aparat yang kemudian diduga membekingnya bahkan terlibat.
43:46Tenggapan Anda?
43:47Sering saya sampaikan bahwa mafia narkotik, sindikat narkotik, itu happy sekali berlindung di bawah ketiak aparat.
43:58Prediksi dia adalah, dia bisa melindungi ketika ada pendegakan hukum.
44:04Dia bisa menerima bocoran ketika akan ada perakatan hukum.
44:10Tapi, nyatanya sekarang sudah tidak berani.
44:14Tetapi, oknum-oknum masih ada.
44:17Oknum-oknum masih ada?
44:18Masih ada.
44:18Ketahuan?
44:19Habis.
44:20Selain aparat yang kemudian membekingnya, tapi juga ada salah satu pengembangan kasus yang saat ini tengah didalami oleh polisi adalah
44:27bahwa pengendali, termasuk pemasok utama dari narkoba ini dikendalikan oleh narapidana yang masih berada di dalam lapas.
44:36Tanggapan Anda, Pak Selam?
44:36Barangkali ya, screening mereka ketika masuk ke lapas kurang clear.
44:43Sehingga mereka masih menyimpan di tempat-tempat tertentu, nomor-nomor HP jaringan.
44:52Baik jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas.
44:55Apalagi diperbolehkannya menggunakan HP.
45:00HP bisa untuk komunikasi, juga bisa untuk phone banking.
45:05Jadi sangat bahaya.
45:07HP itu sebenarnya clear.
45:09Tidak boleh dipakai.
45:10Tidak boleh ada di ruang-ruang tahanan.
45:13Tidak boleh.
45:14Tadi sudah disampaikan begitu banyak sebenarnya, Pak.
45:17Celah yang kemudian terbuka sehingga peredaran narkoba ini masih begitu masif di Indonesia.
45:22Bahkan sebenarnya sudah ada hukuman mati yang pernah dilakukan kepada gembong narkoba, Freddy Budiman, pada tahun 2016.
45:30Tapi hukuman mati ini juga tidak kunjung memberikan efek jerah.
45:34Bagi para pelaku pengedar narkoba, apa yang salah?
45:38Memang hukuman mati belum menyelesaikan masalah.
45:41Kalau yang sudah dihukum mati, kemudian tidak segera dieksekusi,
45:48maka dia akan terus mengendalikan jaringan ke bawah maupun jaringan ke atas.
45:54Maka dari itu saran saya kepada pejaksaan, kalau memang sudah ada putusan yang berkekuatan hukum yang tetap untuk hukuman mati,
46:02segera lakukan sebaiknya.
46:06Dan selain Freddy Budiman yang sudah dieksekusi, Pak Selamat Tapi juga ada Freddy lainnya,
46:11yaitu Freddy Pratama, yang sampai dengan, betul, sama-sama Freddy, yang sampai dengan saat ini juga masih buron, Pak.
46:17Bahkan sudah dikeluarkan sebenarnya red notice kepada Interpol,
46:21dan informasi memang yang bersangkutan ini cukup sulit untuk ditangkap karena ada informasi berada di Thailand.
46:27Barangkali ya, dia sudah mengubah segala macam, baik jaringan komunikasinya maupun wajahnya,
46:35sehingga susah untuk diidentifikasi.
46:36Masyarakat sekarang sedang memperhatikan soal-soal politik, soal-soal global,
46:42sehingga soal kejahatan kemanusiaan terhadap narkotika sudah mulai dilupakan.
Komentar