Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Joko Widodo kembali menjadi sorotan setelah disebut bakal terlibat dalam film kolosal bertema budaya Dayak. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh tokoh adat Dayak, Panglima Jilah usai bertemu Jokowi di Solo.

Film tersebut disebut akan mengangkat sejarah dan budaya masyarakat Dayak, termasuk keterkaitannya dengan Jawa dan Majapahit di masa lampau. Panglima Jilah mengaku Jokowi memberikan respons positif terhadap rencana proyek budaya tersebut.

Tak hanya sekadar terlibat, Jokowi bahkan disebut direncanakan menjadi pemeran utama dalam film kolosal itu. Rencana tersebut langsung menarik perhatian publik dan ramai dibahas di media sosial.

Artikel terkait:
https://kalbar.suara.com/read/2026/05/20/232640/jokowi-bakal-main-film-kolosal-dayak-panglima-jilah-sebut-jadi-pemeran-utama?

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#Jokowi #Film #Dayak
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Main film kolosal Dayak, Panglima Jilah sebut Jokowi jadi pemeran utama.
00:04Jokowi Dodo kembali menjadi sorotan setelah disebut bakal bermain dalam film kolosal bertema budaya Dayak.
00:12Rencana tersebut diungkap langsung oleh tokoh adat Dayak, Panglima Jilah usai bertemu Jokowi di kediamannya di Solo pada 20 Mei
00:192026.
00:21Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah mengaku mengajak Jokowi terlibat dalam proyek film kolosal yang mengangkat sejarah masyarakat Dayak,
00:30termasuk hubungan budaya Dayak dengan Jawa dan Majapahit di masa lampau.
00:35Ia menyebut Jokowi memberikan respons positif terhadap ajakan tersebut karena berkaitan dengan pelestarian budaya Nusantara.
00:43Tak tanggung-tanggung, Panglima Jilah juga menyebut Jokowi direncanakan menjadi pemeran utama dalam film tersebut.
00:49Selain membahas proyek film, pertemuan keduanya juga membicarakan agenda adat budaya Dayak yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang,
00:58serta isu kebangsaan dan pelestarian budaya daerah.
Komentar

Dianjurkan