Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pernyataan seorang staf ahli Gubernur Kalimantan Timur mendadak viral usai membawa-bawa status “cucu Nabi” saat mencoba meredam aksi demonstrasi massa. Ucapan itu muncul di tengah kritik publik terhadap kebijakan anggaran pemerintah daerah yang dinilai fantastis.

Alih-alih meredakan suasana, pernyataan tersebut justru memicu polemik baru di media sosial. Banyak warganet menilai kritik terhadap pejabat publik seharusnya dijawab dengan transparansi dan penjelasan kebijakan, bukan dengan membawa isu garis keturunan maupun sentimen agama.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: sampai sejauh mana pejabat publik boleh menggunakan identitas personal untuk merespons kritik? Di saat publik menuntut akuntabilitas, perdebatan justru melebar ke ranah yang lebih sensitif.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2026/05/25/082152/staf-ahli-gubernur-kaltim-bawa-bawa-status-cucu-nabi-demi-redam-demo-massa

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#Kaltim #DemoMahasiswa #Gubernur #Politik #Transparansi #Indonesia

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Staff Ahli Gubernur Kaltim bawa narasi cucu Nabi demi redam demo
00:04Staff Ahli Gubernur Kalimantan Timur Sudarno menjadi sorotan publik
00:09setelah pernyataannya viral di media sosial
00:11saat mencoba meredam aksi demonstrasi terhadap Gubernur Kaltim Rudi Masud.
00:16Dalam video yang beredar pada Mei 2026,
00:19Sudarno meminta masa agar tidak menghina keluarga Gubernur
00:22dengan membawa status istri Rudi Masud,
00:25Syarifah Suraidah yang disebut sebagai keturunan Nabi Muhammad.
00:30Saudara kemudian melaknat Pak Gubernur Kalimantan Timur
00:35bernama Dr. Haji Rudi Masud yang kemudian istrinya namanya Syarifah Suraidah.
00:39Eh Bung Lukman dari aliansi, itu Gubernur Rudi Masud, ibunya Syarifah.
00:44Hajah Syarifah Rufaidah, kemudian istrinya Syarifah Suraidah.
00:49Itu cucu dari kanjeng Nabi Muhammad.
00:51Kamu enak aja lana-lana itu orang.
00:53Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang kritik mahasiswa dan masyarakat
00:57terhadap sejumlah kebijakan anggaran pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
01:01Publik sebelumnya menyeroti pengadaan mobil dinas mewah senilai 8,5 miliar,
01:06renovasi rumah jembatan bernilai miliaran rupiah
01:09hingga biaya laundry operasional yang dianggap terlalu besar.
01:13Dalam video itu, Sudarno juga membandingkan tingkat ibadah Gubernur
01:17dengan para pengkritiknya.
01:19Usapan tersebut langsung memicu polemik di media sosial.
01:22Banyak warganet menilai pembelaan yang menggunakan sentimen agama
01:26dan garis keturunan tidak relevan dengan substansi kritik
01:29terkait transparansi anggaran daerah.
01:32Sebagian publik menilai pejabat seharusnya menjawab kritik
01:35dengan penjelasan kebijakan, bukan membawa ranah personal
01:38maupun status keturunan dalam ruang diskusi publik.
01:43Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan