Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAMBI, KOMPAS.TV - Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, warung kopi legendaris di Kota Jambi ini tetap bertahan dan menjadi favorit pelanggan.

Warung Kopi Rasa Sedap yang berada di Jalan Dr. Y. Leimena, Kota Jambi, telah berdiri sejak 1941. Suasana lawas dengan meja dan kursi kayu jadul masih dipertahankan hingga kini.

Warung ini awalnya bernama Hwe You dan didirikan oleh Oei Tun Kong. Kini usaha keluarga tersebut diteruskan oleh Antoni atau Oei Ngiap Ciaw bersama adiknya.

Cita rasa kopi khas yang tetap terjaga membuat warung ini tak pernah sepi pengunjung dari berbagai kalangan.

#jambi #kopi #legendaris

Baca Juga Jelang Suroboyo 10K, Harian Kompas Gelar Pre-Event Project: You di Surabaya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/670759/jelang-suroboyo-10k-harian-kompas-gelar-pre-event-project-you-di-surabaya-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670760/cerita-kopi-rasa-sedap-jambi-bertahan-di-tengah-tren-kafe-modern-kompas-siang
Transkrip
00:00di Biro Jambi untuk Kompas Siang hari ini?
00:02Selamat siang Imbron dan juga Saudara.
00:05Hari ini ada dua informasi dari Kompas TV Biro Jambi
00:07dalam segmen Cerita Nusantara.
00:10Kita ke informasi pertama.
00:11Saudara di tengah menjamburnya kedai kopi modern,
00:14sebuah warung kopi legendaris di Kota Jambi
00:16masih bertahan dan menjadi favorit pelanggan
00:19dengan cita rasa kopi khas yang terasa
00:21sejak puluhan tahun.
00:23Warung ini tak pernah seperti pengundung
00:24dari berbagai kalangan.
00:30Di tengah menjamburnya kedai kopi modern,
00:32sebuah warung kopi legendaris di Kota Jambi
00:34masih bertahan dan menjadi favorit pelanggan.
00:36Dengan cita rasa kopi khas yang terjaga
00:39sejak puluhan tahun,
00:41warung ini tak pernah sepi pengunjung
00:42dari berbagai kalangan.
00:44Warung kopi ini telah berdiri sejak tahun 1941.
00:48Suasana lawas menjadi daya tarik tersendiri
00:50di warung kopi ini.
00:53Meja dan kursi kayu bernuansa jadul
00:55masih dipertahankan.
00:56Bahkan lantai semen tanpa keramik
00:58serta dinding yang mulai usang
01:00menambah kesan klasik yang kuat.
01:02Warung kopi ini berada di jalan
01:04Dr. Yelemena, Kota Jambi.
01:06Ini dahulunya bernama Weyung.
01:09Warung ini didirikan oleh Oytun Kong,
01:11seorang keturunan Tionghoa
01:12yang datang ke Jambi.
01:14Usaha tersebut kemudian diteruskan
01:16secara turun-temurun oleh keluarganya.
01:18Saat ini kopi rasa sedap
01:20dikelola oleh Antoni atau Oeng Nyap Chau
01:22yang merupakan generasi penerus
01:24dari pemilik sebelumnya.
01:25Cara pembuatan kopi masih tergolong tradisional.
01:29Antoni masih menggunakan kompor sumbu minyak
01:32dan sesekali Antoni memainkan
01:33alat musik harmoni
01:35dan membawakan lagu-lagu
01:36untuk menghibur para pelanggan.
01:47Kita belum melahirkan orang tua
01:50itu lah, tapi
01:50kalau menurut orang tua saya itu
01:54saya ceritakan, zaman Belanda
01:56itu kan mati jualan.
01:58Tapi sampai masa Jepang itu ya payah.
02:01Jepang itu tergantung pada orang yang minatnya lah.
02:05Ada orang minat yang ini ya,
02:07ada yang itu kan beda-beda.
02:09Macam kopi beda ya,
02:11AA, Paman.
02:12Ada orang minat kopi Paman.
02:14Ada yang minat kopi AA,
02:16macam itu lah.
02:18Ya, saya mengatakan
02:20setiap rumah
02:20saya sudah menunggu kopi
02:22bukan gue.
02:23Kopinya inal-an.
02:30Kopi rasa sedap
02:32tak hanya menyajikan secangkir kopi,
02:34namun juga menyimpan cerita
02:36dan kenangan lintas generasi.
02:38Kehadirannya menjadi bukti
02:39bahwa cita rasa dan kesederhanaan
02:41masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Komentar

Dianjurkan