00:03ya Bang Yusuf di tengah tertekannya nilai tukar rupiah terdolar Amerika Serikat ini presiden
00:09kemarin menargetkan rupiah bisa berada di kisaran 16.800 hingga 17.500 per dolar Amerika Serikat
00:16sementara Menteri Keuangan Perubaya Yudhisa Dewa lebih optimis lagi bisa mencapai 15.000 rupiah
00:22per dolar Amerika Serikat menurut anda dengan cara yang demikian sudah tepat atau belum optimis
00:27realistis atau overconfidence saya enggak tahu gimana caranya karena begini seperti yang saya
00:34bilang ketidakpercayaan sekarang ini adalah ketidakpercayaan struktural oleh pasar dan
00:38investor terhadap ya apa yang ditulis oleh The Economist itu terjadi pemborosan dimana letak
00:46pemborosannya itu ini yang kontradiktif Prabowo menceritakan industrialisasi Indonesia tapi
00:53kenapa anggarannya lebih besar ke program populasi yang konsumtif dan Koperasi Desa Merah Putih
00:58Desa Merah Putih yang idenya sesungguhnya Koperasi itu kan dari bawah dari rakyat
01:03kenapa di drive dari atas nggak nyambung nggak nyambung kemudian dengan menggunakan anggaran dari bank yang
01:08bisa mengganggu likuiditas bank dan kepercayaan investor dan pasar bisa terganggu
01:12oke nah kemudian ya saya selalu menggugat ini kenapa tidak ada satupun orang-orang pintar ekonom
01:21mereka yang di kabinet tidak berani menggugat Presiden Prabowo soal tidak rasional di tengah fiskal yang
01:28terbatas rupiah jatuh sekarang ini jor-joran menggelontorkan anggaran yang begitu besar kepada
01:34MBG dan Koperasi Desa Merah Putih nggak masuk akal maka nggak dipercaya kalau itu saya tidak bilang MBG
01:42di stop tidak saya dukung MBG tapi dibikin bertahap dibikin rasional dengan kalau itu terjadi pasti
01:49duit-duit investor pasar yang sudah keluar itu pasti ada saya sepanjang lagi soal kenapa dana maunya
01:58industrialisasi kenapa APBN untuk konsumsi atau anda sebut sebagai populis ya kata saya sudah
02:03terangkan di depan ini kalau ini sekali sebagai sebuah posisi politik ya Bapak Prabowo menempatkan
02:09memang APBN untuk instrumen pemerataan dan keduaan membentuk dantara untuk instrumen pertumbuhan
02:14dengan kritik dari Prof Latuhin pastinya ya satu itu kedua soal pertanyaan kenapa tidak ada menteri yang
02:22berani kira-kira begitu ya mengkritik saya kira itu satu proses yang tidak perlu juga disampaikan
02:29di depan tapi outputnya adalah ketika Pak Purbaya mengatakan dikurangi anggaran untuk MBGN untuk MBG maaf
02:36ya 67 triliun ya artinya apakah itu tidak ada seakan sebagai output apakah itu soal proses dari
02:43menteri yang anda sebut anda tantang keberaniannya ada tantangnya lainnya atau sebuah bentuk diskusi
02:48proses dialogis persediaan dengan menteri-menterinya dalam rapat terbatas saya pastikan dia karena pernah
02:54dalam sebuah rapat terbatas beberapa menteri bicara soal Pak yang ini jangan dulu kita lebih
03:00piloting pada soal program projek sekolah terintegrasi yang akan dibuat ya terjadi perubahan komposisinya
03:07artinya proses dialogis itu terjadi dan jangan direduksi itu soal nyali atau tidak nyali ini adalah soal proses
03:15komunikasi antara menteri dan presiden yang kemudian outputnya tadi pengurangan anggaran BGN misalnya
03:21MBG maaf kemudian juga keputusan tadi untuk membuat sekolah terintegrasi tadinya di tiap kota samatan
03:27menjadi akan dibuat di tiap kabupaten dan kota artinya terjadi proses itu ya
03:31oke oke baik
03:32saya mungkin kalau coba nambahin ya ini dulu kan sebenarnya fenomena pelemahan rupiah ini kan udah dari dulu terjadi
03:37jaman Pak Jokowi juga kejadian 2018 ketika belanja infrastruktur lagi naik Pak dan itu butuh waktu
03:44kalau kita ingat 2018 saya ingat isu rupiahnya muncul bulan Maret
03:48adjustment full APBN dan anggaran infrastrukturnya Agustus
03:52jadi memang ada proses yang sedang terjadi yang memang kita sama harapkan bisa lebih cepat
03:57kalau lebih cepat lebih baik
03:58oke baik Pak Ferry kan sebenarnya sudah ada pengurangan ya pengurangan anggaran untuk program MBG
04:05kemudian juga jumlah dapurnya juga sudah ditutup
04:08apakah itu merupakan respons atas kritikan bahwa ayo disiplinkan fiskal
04:13bukan respons ya pengurangan ini akibat kepepet
04:17karena kepepet
04:18gak ada cara lain
04:19bukan karena niat memang membenahi ekonomi kita
04:22tapi karena kepepet anda tidak punya duit ya maka lakukanlah ini
04:27ini masalah kepepet makanya tidak dipercaya oleh pastor
04:30gitu loh ya
04:31nah yang kedua selanjutnya ya
04:33kalau dibilang perlemahan rupiah secara sistematis ya kan
04:37ya itu cuma berlaku di negeri ini
04:40di negara lain tidak sistematis kenapa
04:42ingat
04:43karansi lain menguat rupiah tetap melemah
04:46artinya apa
04:47there must be something wrong with our economy
04:49lucunya pada waktu BPS mengeluarkan angka 5,11%
04:54sebagai pertumbuhan 2025
04:56gak lama kemudian
04:57Moody Sandvich bilang
04:58gua downgrade outlook lo
05:00dari stabil ke negatif
05:01artinya apa
05:02the number that you release
05:04I do not trust
05:06kan begitu
05:07ya kan ya
05:08jadi rupiah itu melemah
05:10lihat dari tahun 2014 sampai 2024
05:13cross exchange rate antara rupiah dan rigid flat
05:16ya kan ya
05:17begitu memasuki 2025
05:19terutama setelah diumumkannya kabinet yang baru
05:21oleh Pak Presiden Prabowo
05:23itu secara sistematis
05:25karansi lain menguat
05:26ya kan
05:27terhadap lo lah
05:27kita tetap melemah
05:28artinya apa
05:29boroknya ada di sini
05:31bukan di luar sana
05:32gitu kan ya
05:33nah tadi lebih heboh lagi
05:35begitu kemarin muncul ide mendirikan badan
05:38ya badan ekspor ini
05:39nasilahat
05:39tadi Moody's mengatakan apa
05:41saya downgrade you punya rating nanti
05:44kalau badan ini jadi
05:46ngeri gak sih
05:46ngeri gak sih
05:48ngeri gak sih
05:48makanya tadi saya juga bilang bahwa
05:51seringkali memang
05:52ya kalau di Indonesia
05:53pelemahan rupiah ini
05:55adalah konsekuensi kebijakan
05:57kalian baru bilang
05:57betul
05:58yang menguat
05:59yang menguat itu semua
06:00semuanya itu pada naikin BBM Prof
06:02ya iya iya iya
06:04yang gak naikin BBM itu Indonesia doang
06:06iya iya iya
06:07karena BBM itu Indonesia doang
06:09itu mesti kita lihat
06:09dan memang itu jampaknya ke rupiah
06:12itu yang harus kita lihat
06:14harus harus paham
06:15sekarang lihat
06:16sorry saya teruskan ya
06:17angka 5,61% kemarin
06:20Purbaya dengan happy-nya mengatakan
06:22kita keluar dari jebakan 5%
06:24itu kan akibat doping
06:26dan lucunya
06:27pada saat yang sama
06:28Menteri Perindustrian
06:30Agus Gumiwang mengatakan
06:33hey man
06:34badai PHK di depan mata
06:36ini kan kontradiktif
06:385,6% ini seolah-olah dibikin
06:41anti-tesis oleh Agus Gumiwang
06:43bahwa you are wrong man
06:45makanya rupiah pun tetap melemah
06:48karena angka doping ini tidak bertahan bos
06:50itu tidak tepat
06:51kita coba ke Mas Astrio
06:52tadi disampaikan oleh Pak Perry
06:54bahwa program prioritas seperti MBG
06:56dirasionalisasi
06:57karena kepepet katanya
06:58iya iya
06:59kalau gak kepepet
07:00mau gak diturah
07:01terima kasih
07:07terima kasih
07:08terima kasih
Komentar