Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap masinis KA Argo Bromo Anggrek diminta melakukan pengereman sedikit demi sedikit serta memperbanyak semboyan 35 atau klakson.

Hal ini disampaikan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (21/5/2026).

"Sebetulnya masinis, saya ingin ceritakan, sudah mulai mengerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan, Pak. Dia tahu karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek. Kenapa hal ini nanti di komunikasi akan lebih jelas, Pak," kata Soerjanto.

Ketua Komisi V DPR Lasarus kemudian bertanya terkait temuan KNKT tersebut. Soerjanto menjelaskan masinis gagal menghentikan laju KA lantaran ada arahan dari pusat kendali untuk sekadar mengerem sedikit demi sedikit.

"Tapi karena dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JBL 85, Kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35, artinya banyak-banyak klakson. Jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit sambil bunyikan klakson," jelas Soerjanto.

"Baik, ini menarik. Jadi 1,3 kilometer sudah ngerem?" tanya Lasarus.

"Sudah," jawab Soerjanto.

"Tapi disuruh ngerem dikit-dikit?" tanya Lasarus lagi.

"Iya," timpal Soerjanto.

Video Editor: Laurensius Galih

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670814/dicecar-dpr-knkt-ungkap-masinis-diminta-rem-dikit-dikit-sebelum-tabrak-krl-di-bekasi-timur

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saya bicara tadi sinyal bantu nih Pak tadi, kalau sinyal utama kan sudah tadi, merah kuning hijau kan tadi sudah,
00:05itu pastilah sama, di lalu lintas juga sama merah kuning hijau.
00:09Jadi ini sinyal bantu tadi, saya bicara tadi sinyal bantu. Pertanyaan saya berikutnya, sinyal bantu ini menentukan tidak Pak, untuk
00:16dipatuhi atau tidak dipatuhi untuk bisa terjadinya kecelakaan?
00:20Sinyal bantu membantu sinyal utama, jadi tetap sebagai patokannya adalah sinyal utama Pak. Kalau mas ini masuk di sinyal bantu
00:31beraspek merah atau datar, itu masih belum dikatakan melanggar, tapi ketika dia melanggar sinyal utama baru dikatakan melanggar sinyal.
00:40Oke baik, yang saya mau tanya tadi Pak segini, kalau merah kuning hijau kan terintegrasi dalam pengertian termasuk pemahamannya Pak,
00:46integrasi dia.
00:47Nah apakah yang sinyal bantu ini, dia terintegrasi enggak semuanya? Pemahaman saya.
00:55Kami belum bisa mengatakan saat ini.
00:58Belum bisa menyimpulkan?
00:59Belum Pak.
01:00Baik, terima kasih. Lanjut Pak.
01:02Lanjut.
01:04Jadi, ini kami mengikut di dalam lokomotif, baik lokomotif maupun KRL, kita melihat malam, situasinya adalah semacam ini.
01:15Jadi, masih ini kesulitan untuk melihat sinyalnya, yang mana yang sinyal, mana yang lampu putih-putih, yang lain itu adalah
01:23lampu pasar dan lampu rumah di sekitar jalan.
01:29Jadi, ini situasi ketika malam itu persinyalan di UB 104 adalah semacam ini, sehingga masinis tidak realize sinyalnya apakah tegak,
01:51apakah miring, atau apakah mendatar.
01:59Berdasar ngasih wawancara rekaman percakapan pada saat KA4B melintas di petak jalan antara Stasiun Bekasi Timur, sinyal B 104 menunjukkan
02:11aspek merah.
02:13Di sekitar lokasi sinyal UB 104 terdapat sumber cahaya dari rumah warga maupun lampu penerangan jalan dengan intensitas dan warna
02:24yang menyerupai aspek sinyal UB 104.
02:32Berdasarkan simulasi KA train stepping yang dilakukan pada equipment room Stasiun Bekasi, kami mengadakan simulasi bersama dengan DJN KA dan
02:43PT KAI,
02:45dan simulasi di lapangan pas kekejadian skenario rute perjalanan KA berjalan langsung pada jalur 3 Stasiun Bekasi,
02:54dan kondisi track 10 BT terakupat atau terisi dengan hasil simulasi berikut.
03:02Sinyal keluar J12 menunjukkan aspek berwarna hijau, artinya apa yang terjadi malam itu memang masih konsisten dari hasil percobaan ini.
03:15Sinyal ulang Blok 104 menunjukkan cahaya mendatar, menyala berwarna putih semboyan 9C3 atau menunjukkan aspek merah atau berhenti.
03:29Sinyal Blok B 104 menunjukkan aspek warna semboyan 7 dari simulasi perjalanan KA yang dilakukan menunjukkan hasil yang konsisten dengan
03:38aspek persinyalannya.
03:44Nah, ini sedikit mungkin agak komplek.
03:48Jadi, di Stasiun Bekasi Timur ketika petugas PPKA di Stasiun Bekasi melangsungkan kereta Argo Bromo Anggrek,
04:02Stasiun Bekasi hanya membuat jalur sampai tanggung jawabnya sampai 14T, Pak.
04:13Itu adalah yang ada di meja pelayanan.
04:16Sedangkan ada kereta di 10104BT itu tetap memberikan aspek sinyal warna hijau di Stasiun Bekasi, sinyal J12.
04:32Jadi, kereta Bomo Anggrek akan berjalan langsung sesuai dengan sinyal yang didapati di jalur 3 beraspek hijau, artinya berjalan langsung.
04:51Jadi, bisa dirutakan untuk dilangsungkan ketika track 13AT, 13BT, 13CT, dan 13DT serta 14AT itu clear, tidak ada kereta,
05:07baru itu bisa dihijaukan sinyal J12.
05:12Jadi, di sini, sekali lagi kami ulangi, PPKA Stasiun Bekasi hanya bertanggung jawab untuk memberangkatkan sampai lokasi 14T.
05:23Jadi, di meja pelayanan Stasiun PPKA Bekasi hanya sampai 14T, Pak.
05:29Dan itu hijau?
05:31Hijau, karena tidak ada kereta di 13 sampai 14T, Pak.
05:37Setelah itu siapa yang bertanggung jawab?
05:40Sistem sinyal.
05:40Sebentar, sebentar.
05:42Kan Agro Bromo di belakang, kan, Pak, ya?
05:44Ini untuk Agro Bromo, Pak.
05:46Ini Agro Bromo ini?
05:47Iya, untuk Agro Bromo.
05:51Oke, lanjut, Pak.
05:56Lanjut.
06:02Nah, berdasarkan analisa data logger, jadi kereta itu juga ada black box-nya, Pak.
06:08Kami bisa mendownload dari black box-nya kereta api.
06:13Lokomotif KA 4B Argo Bromo Anggrek pada tanggal 27 April 2026,
06:19pengaruh terhadap laju KA dilakukan secara berat.
06:22Pak Kepala KNKT, saya rasa teman-teman di sini pun disuruh memahami ini juga puyeng, Pak.
06:30Puyeng, Pak.
06:31Ya, benar nggak, kawan-kawan?
06:33Nah, pertanyaan kami ringkas saja, Pak.
06:38Ini, sistem ini terintegrasi nggak hasil investigasi dari KNKT?
06:45Kalau tadi kan kita lihat, dari titik ini ke titik ini, ini yang bertanggung jawab terhadap pensinyalan ini.
06:53Padahal, kereta ini di satu jalur, Pak, maka semua ini.
06:57Harusnya satu jalur ini, begitu ada obstacle, sinyal itu harus merah di semua kereta di jalur yang sama.
07:04Harusnya.
07:07Nah, pertanyaan kami, Pak.
07:09Ini yang Bapak dapatkan ini, sistem ini sudah terintegrasi semua belum?
07:15Ini...
07:15Udahlah, dari meja ke meja lah, istilah Bapak tadi.
07:18Kan pakai meja tadi.
07:19Iya.
07:19Iya kan?
07:21Dari lapak ke lapak itulah kurang lebih.
07:24Kami lanjutkan sisi pusdal di Manggarai, Pak.
07:27Oke.
07:28Biar bisa nyambung, Pak.
07:29Iya, silakan.
07:30Bapak.
07:31Yang ini kita lewatin saja, Pak.
07:33Memang terlalu, apa, teknis.
07:36Tapi, sebetulnya, Mas Inis, saya ingin menciptakan Mas Inis itu sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabraan,
07:46Pak.
07:51Nah, dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampe.
08:02Nanti kami sampaikan di komunikasinya.
08:05Kenapa hal seperti ini?
08:07Nanti dikomunikasi akan lebih jelas, Pak.
08:10Lanjut.
08:14Berdasarkan nasil wawancara KA Argo Bermanggrek,
08:20taktis pengeramaan dilakukan secara mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang dioperasikannya.
08:27Kami...
08:28Nah, langsung ke berikutnya.
08:35Teruntar, Pak.
08:35Ini 1,3 kg udah ngerem.
08:37Sudah.
08:38Ini kereta ini benar-benar aman, butuh berapa kilo, Pak, ngerem, baru aman berhenti.
08:48Nah, kalau dia melakukan pengereman secara maksimal, itu kira-kira kurang lebih antara 900 sampai 1.000 meter, Pak.
09:00Ini kan 1,3 tadi, Pak.
09:02Tapi karena dia tahunya di komunikasi dari pusat kendali, ada temperan di JPL 85,
09:12kamu berjalan di rem dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35,
09:19ini banyak-banyak kelakson, Pak.
09:21Dari masinis tidak melakukan pengereman maksimum.
09:24Karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan kelakson.
09:35Baik, sekarang gini, Pak.
09:36Ya, ini menarik ini.
09:381,3 kg udah ngerem.
09:42Sudah.
09:43Tapi disuruh ngerem dikit-dikit.
09:45Iya.
09:45Oke, padahal kalau dia ngerem benar 900 sampai 1 kg sudah bisa berhenti.
09:52Masih ada spes 300 meter.
09:54Harusnya, Pak.
09:56Nah, sudah lah, Pak.
09:58Ini mungkin teman-teman sekalian, ini saya menurut forum yang terhormat,
10:02ini kan harus kita baca detail ini, penjelasan dari beliau.
10:07Kita simpulkan saja, Pak.
10:09Bapak, bisa enggak jawab pertanyaan saya, kesimpulan saya?
10:12Bahwa kejadian ini sistem jalan enggak?
10:17Menurut kesimpulan Bapak dapat.
10:19Sistem yang ada pengendali ini jalan enggak?
10:22Berfungsi enggak?
10:22Itu aja dulu.
10:23Kesimpulannya Bapak dapat.
10:26Coba kami...
10:27Nah, Bapak ragu lagi jawabnya.
10:29Yang ini, Pak, untuk komunikasinya dulu, Pak.
10:31Nanti Bapak bisa paham.
10:32Ya, enggak, Pak.
10:33Saya tidak ingin memahami apa yang Bapak jelaskan begitu panjang, gitu.
10:38Saya ingin Bapak simpulkan saja, sistem jalan enggak?
10:42Kalau sistemnya jalan, Pak, eh di sana ada kereta tabrak loh, lu rem pelan-pelan ya?
10:48Rem pelan-pelan ya?
10:50Rem pelan-pelan ini rem pelan-pelan bagaimana?
10:53Masa SOP-nya?
10:54Lu rem pelan-pelan ya?
10:56SOP-nya masak begitu?
11:00Gitu lho, Pak.
11:01Siap, Pak.
11:01Nah, yang saya mau tanya, sistem itu sinyal, Pak.
11:04Kalau di sana kan jelas, kalau sinyal merah, tetap enggak boleh gerak.
11:08Enggak boleh gerak.
11:08Sinyal gerak, merah.
11:10Tidak boleh gerak.
11:11Yaudah lah, kita simpulkan sinyal hijau.
11:14Kan tadi Bapak sudah simpulkan.
11:16Sinyal tidak merah, tapi hijau.
11:18Tadi sudah kita dapat di depan.
11:20Oke, lewat sinyal hijau.
11:23Salah nih, sinyal lu enggak beres.
11:25Sekarang dapat informasi di depan ada tabrakan di posisi 1.300 meter.
11:32Disuruh rem pelan-pelan.
11:35Nah, itu yang saya maksud kemarin, Pak.
11:38Pak Menteri Perhubungan.
11:41Gini lho, Pak.
11:42Kalau ada istilah pilot itu,
11:44ada pilot itu bisa mendarat dalam kondisi cuaca gelap, Pak.
11:48Dia pakai phyto-pilot.
11:50Tapi dia juga bisa mendarat pakai visual, Pak.
11:53Pakai mata.
11:54Iya kan?
11:55Nah ini, ketika tidak kelihatan,
11:59harusnya kan dia pakai mata.
12:01Visual.
12:02Visual pun, visual bisa pakai mata, bisa pakai telinga, Pak.
12:06Dikasih tahu.
12:07Di depan ada tabrakan.
12:09Ngerem.
12:10Ngerem dong.
12:11Lu berhenti atau apa?
12:12Seperti apa tabrakannya?
12:13Kalau gue jalan seperti ini, ini enggak.
12:15Kok perintahnya enggak ada seperti itu.
12:18Tapi sudahlah cukup, Pak.
12:19Sampai di situ saja.
12:21Itu sudah masuk ke ranah sebelah itu.
12:23Ranahnya Mario.
12:25Ya, ranahnya Pak Mario.
12:27Nah, sebenarnya Pak kita ingin kesimpulan saja.
12:29Sebetulnya di sini.
12:31Sistem jalan atau tidak.
12:33Berfungsi atau tidak.
12:35Iya kan?
12:36Ini kan yang dikejar ini nanti, Pak.
12:38Kan masyarakat pengen tahu nih.
12:40Ini human error atau malfungsi sistem yang ada di keretanya.
12:47Dua hal itu saja, Pak yang ingin diketahui.
12:50Nah, kalau Bapak jelasin secara detail seperti ini,
12:53biarlah itu nanti bahan dari KNKT kepada,
12:56kalau itu berfungsi.
12:57Untuk penegak hukum, monggo silahkan.
12:59Tapi di forum yang terhormat ini,
13:02kami pengen tahu, Pak.
13:03Ada dua hal yang kami pahami soal ini.
13:05Pertama, ini human error bukan.
13:09Yang kedua,
13:11ada human error bukan.
13:13Yang kedua,
13:14ini error sistem bukan.
13:17Kan gitu.
13:19Kalau error sistem,
13:20kita tidak bisa salahkan orang, Pak.
13:23Kan gitu.
13:24Nah, ini sudah pasti sistemnya error.
13:26Kalau dia hijau.
13:28Pula sudah dikasih tahu.
13:31Udahlah hijau,
13:32dikasih tahu pula.
13:33Ini sebenarnya bukan hijau, merah.
13:34Lo berhenti di sana,
13:35ada teberakan.
13:36Di posisi 1.300 meter.
13:39Sebetulnya, Bapak,
13:40tidak usah panjang-panjang,
13:42karena kami tidak ingin masuk ke investigasinya,
13:45Pak KNKT.
13:47Itu kan nanti bahan digunakan oleh Menteri Perhubungan,
13:50pengambil kebijakan,
13:51untuk memperbaiki sistem yang ada di kereta api.
13:56Hasil pemeriksaan Bapak ini berguna bagi Kementerian Perhubungan,
13:59berguna bagi PT KAI sebagai operator.
14:02Nanti biarlah di sana,
14:04Bapak sampaikan.
14:05Sebenarnya kami ingin dua hal itu saja, Pak.
14:08Kalau sistemnya tidak jalan,
14:10misalnya,
14:11kami akan kejar lagi.
14:12Ini sistem yang dipasang ini,
14:14terintegrasi apa tidak?
14:16Tadi saya sudah katakan,
14:18ini tidak terintegrasi, Pak.
14:20Dari sini,
14:21dia hanya bertanggung jawab,
14:23dari titik ini ke titik sana.
14:26Dengan kecepatan sekian ratus kilometer per jam,
14:29dengan berat sekian ton,
14:32logika kita, Pak, ya?
14:33Siap, Pak.
14:35Kok di petak-petak gitu loh, sistemnya.
14:41Kita tentu tidak bisa menyamakan pesawat dengan kereta, Pak.
14:45Siap.
14:45Ya,
14:46kalau pesawat itu,
14:47misalnya dia tidak bisa mendarat di Soekarno-Hatta.
14:51Dia akan tanya,
14:53eh, bandara Palembang bisa mendarat?
14:56Tidak,
14:57karena Soekarno-Hatta ada obstacle.
14:59Sistem itu langsung, Pak.
15:00Air nap itu langsung.
15:02Nah, di kereta api ini kan harus ada sistem seperti air nap,
15:05atau apa namanya itu, Pak?
15:07Apa namanya?
15:07Pengendalinya itu.
15:08Pengendali sinyal.
15:09Pusdal, Pak.
15:10Pusdal.
15:11Karena ada pusdalnya.
15:12Nah, pusdalnya ini beres, Pak.
15:15Atau misalnya pusdalnya dijaga apa tidak pada saat yang bersamaan?
15:19Ada nggak orang jaganya?
15:20Ada penjaga.
15:21Ada penjaganya.
15:22Ada penjaganya.
15:23Tapi merah dikasih hijau, hijau dikasih merah.
15:27Kan gitu.
15:28Perintahnya kan harusnya kan merah tadi,
15:30tapi dikasih hijau.
15:31Agro Bromo jalan.
15:32Yang ngasih perintah hijau itu stasiun Bekasi, Pak, bukan pusdal.
15:36Busdal monitor secara keseluruhan dari Manggare ke Jekambeknya.
15:39Nah, ini di stasiunnya adalah PPKA.
15:42Ini juga soal, Pak.
15:43Kita akan kejar nanti sistem ini.
15:46Kenapa sistemnya seperti itu?
15:49Itu di satu rel bisa keluar dua perintah yang berbeda, Pak.
15:52Kalau seperti ini.
15:54Betul nggak pemahaman saya?
15:56Ini satu rel loh, Pak.
15:59Oke, saya rasa Pak Kepala KNKT,
16:02Bapak persingkat saja.
16:03Siap.
16:04Ya, tidak usah nilimet ke hal yang terlalu teknis.
16:07Mungkin kalau bisa Bapak simpulkan,
16:10apa rekomendasi yang Bapak bisa berikan?
16:13Langsung ke rekomendasi saja, Pak.
16:15Ya, supaya ini tidak panjang.
16:16Kalau kami pahami secara detail satu-satu pun,
16:19forum ini sebetulnya ingin kesimpulan saja.
16:22Apa kesimpulan yang Bapak dapat dari hasil investigasi itu?
16:25Saya persilakan.
16:26Siap, Pak.
16:28Jadi kami saat ini masih ada beberapa hal yang kami investigasi,
16:33masalah human factors,
16:34dan ada beberapa desain yang Bapak tanyakan tadi.
16:39Kami juga perlu,
16:40kenapa di stasiun Bekasi itu hanya sampai 14T,
16:44itu kami perlu dalami dulu, Pak.
16:46Jadi kenapa desainnya seperti itu?
16:48Apakah 104AT itu sebagai blok overlapping,
16:54sehingga untuk seksen 104AT yang ada tadi yang Bapak bertanyakan,
17:05kan di Bekasi hanya sampai 14T, Pak.
17:09Tapi ada kekosongan di 104AT, Pak.
17:14Ini kami sedang mempelajari, Pak.
17:17Jadi kami sementara ini...
17:20Ah, sebentar.
17:21Bapak sampaikan tadi bahwa dia cuma sampai di 14T tadi.
17:25Iya, Pak.
17:26Itu berapa kilo, tuh?
17:27Pendek sekali, Pak.
17:29Yang 104AT itu sekitar 350 meter atau 400 meteran.
17:34Nah notification.
17:35lock get 돌�.
17:36Terima kasih.
17:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan