00:00Saya bicara tadi sinyal bantu nih Pak tadi, kalau sinyal utama kan sudah tadi, merah kuning hijau kan tadi sudah,
00:05itu pastilah sama, di lalu lintas juga sama merah kuning hijau.
00:09Jadi ini sinyal bantu tadi, saya bicara tadi sinyal bantu. Pertanyaan saya berikutnya, sinyal bantu ini menentukan tidak Pak, untuk
00:16dipatuhi atau tidak dipatuhi untuk bisa terjadinya kecelakaan?
00:20Sinyal bantu membantu sinyal utama, jadi tetap sebagai patokannya adalah sinyal utama Pak. Kalau mas ini masuk di sinyal bantu
00:31beraspek merah atau datar, itu masih belum dikatakan melanggar, tapi ketika dia melanggar sinyal utama baru dikatakan melanggar sinyal.
00:40Oke baik, yang saya mau tanya tadi Pak segini, kalau merah kuning hijau kan terintegrasi dalam pengertian termasuk pemahamannya Pak,
00:46integrasi dia.
00:47Nah apakah yang sinyal bantu ini, dia terintegrasi enggak semuanya? Pemahaman saya.
00:55Kami belum bisa mengatakan saat ini.
00:58Belum bisa menyimpulkan?
00:59Belum Pak.
01:00Baik, terima kasih. Lanjut Pak.
01:02Lanjut.
01:04Jadi, ini kami mengikut di dalam lokomotif, baik lokomotif maupun KRL, kita melihat malam, situasinya adalah semacam ini.
01:15Jadi, masih ini kesulitan untuk melihat sinyalnya, yang mana yang sinyal, mana yang lampu putih-putih, yang lain itu adalah
01:23lampu pasar dan lampu rumah di sekitar jalan.
01:29Jadi, ini situasi ketika malam itu persinyalan di UB 104 adalah semacam ini, sehingga masinis tidak realize sinyalnya apakah tegak,
01:51apakah miring, atau apakah mendatar.
01:59Berdasar ngasih wawancara rekaman percakapan pada saat KA4B melintas di petak jalan antara Stasiun Bekasi Timur, sinyal B 104 menunjukkan
02:11aspek merah.
02:13Di sekitar lokasi sinyal UB 104 terdapat sumber cahaya dari rumah warga maupun lampu penerangan jalan dengan intensitas dan warna
02:24yang menyerupai aspek sinyal UB 104.
02:32Berdasarkan simulasi KA train stepping yang dilakukan pada equipment room Stasiun Bekasi, kami mengadakan simulasi bersama dengan DJN KA dan
02:43PT KAI,
02:45dan simulasi di lapangan pas kekejadian skenario rute perjalanan KA berjalan langsung pada jalur 3 Stasiun Bekasi,
02:54dan kondisi track 10 BT terakupat atau terisi dengan hasil simulasi berikut.
03:02Sinyal keluar J12 menunjukkan aspek berwarna hijau, artinya apa yang terjadi malam itu memang masih konsisten dari hasil percobaan ini.
03:15Sinyal ulang Blok 104 menunjukkan cahaya mendatar, menyala berwarna putih semboyan 9C3 atau menunjukkan aspek merah atau berhenti.
03:29Sinyal Blok B 104 menunjukkan aspek warna semboyan 7 dari simulasi perjalanan KA yang dilakukan menunjukkan hasil yang konsisten dengan
03:38aspek persinyalannya.
03:44Nah, ini sedikit mungkin agak komplek.
03:48Jadi, di Stasiun Bekasi Timur ketika petugas PPKA di Stasiun Bekasi melangsungkan kereta Argo Bromo Anggrek,
04:02Stasiun Bekasi hanya membuat jalur sampai tanggung jawabnya sampai 14T, Pak.
04:13Itu adalah yang ada di meja pelayanan.
04:16Sedangkan ada kereta di 10104BT itu tetap memberikan aspek sinyal warna hijau di Stasiun Bekasi, sinyal J12.
04:32Jadi, kereta Bomo Anggrek akan berjalan langsung sesuai dengan sinyal yang didapati di jalur 3 beraspek hijau, artinya berjalan langsung.
04:51Jadi, bisa dirutakan untuk dilangsungkan ketika track 13AT, 13BT, 13CT, dan 13DT serta 14AT itu clear, tidak ada kereta,
05:07baru itu bisa dihijaukan sinyal J12.
05:12Jadi, di sini, sekali lagi kami ulangi, PPKA Stasiun Bekasi hanya bertanggung jawab untuk memberangkatkan sampai lokasi 14T.
05:23Jadi, di meja pelayanan Stasiun PPKA Bekasi hanya sampai 14T, Pak.
05:29Dan itu hijau?
05:31Hijau, karena tidak ada kereta di 13 sampai 14T, Pak.
05:37Setelah itu siapa yang bertanggung jawab?
05:40Sistem sinyal.
05:40Sebentar, sebentar.
05:42Kan Agro Bromo di belakang, kan, Pak, ya?
05:44Ini untuk Agro Bromo, Pak.
05:46Ini Agro Bromo ini?
05:47Iya, untuk Agro Bromo.
05:51Oke, lanjut, Pak.
05:56Lanjut.
06:02Nah, berdasarkan analisa data logger, jadi kereta itu juga ada black box-nya, Pak.
06:08Kami bisa mendownload dari black box-nya kereta api.
06:13Lokomotif KA 4B Argo Bromo Anggrek pada tanggal 27 April 2026,
06:19pengaruh terhadap laju KA dilakukan secara berat.
06:22Pak Kepala KNKT, saya rasa teman-teman di sini pun disuruh memahami ini juga puyeng, Pak.
06:30Puyeng, Pak.
06:31Ya, benar nggak, kawan-kawan?
06:33Nah, pertanyaan kami ringkas saja, Pak.
06:38Ini, sistem ini terintegrasi nggak hasil investigasi dari KNKT?
06:45Kalau tadi kan kita lihat, dari titik ini ke titik ini, ini yang bertanggung jawab terhadap pensinyalan ini.
06:53Padahal, kereta ini di satu jalur, Pak, maka semua ini.
06:57Harusnya satu jalur ini, begitu ada obstacle, sinyal itu harus merah di semua kereta di jalur yang sama.
07:04Harusnya.
07:07Nah, pertanyaan kami, Pak.
07:09Ini yang Bapak dapatkan ini, sistem ini sudah terintegrasi semua belum?
07:15Ini...
07:15Udahlah, dari meja ke meja lah, istilah Bapak tadi.
07:18Kan pakai meja tadi.
07:19Iya.
07:19Iya kan?
07:21Dari lapak ke lapak itulah kurang lebih.
07:24Kami lanjutkan sisi pusdal di Manggarai, Pak.
07:27Oke.
07:28Biar bisa nyambung, Pak.
07:29Iya, silakan.
07:30Bapak.
07:31Yang ini kita lewatin saja, Pak.
07:33Memang terlalu, apa, teknis.
07:36Tapi, sebetulnya, Mas Inis, saya ingin menciptakan Mas Inis itu sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabraan,
07:46Pak.
07:51Nah, dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampe.
08:02Nanti kami sampaikan di komunikasinya.
08:05Kenapa hal seperti ini?
08:07Nanti dikomunikasi akan lebih jelas, Pak.
08:10Lanjut.
08:14Berdasarkan nasil wawancara KA Argo Bermanggrek,
08:20taktis pengeramaan dilakukan secara mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang dioperasikannya.
08:27Kami...
08:28Nah, langsung ke berikutnya.
08:35Teruntar, Pak.
08:35Ini 1,3 kg udah ngerem.
08:37Sudah.
08:38Ini kereta ini benar-benar aman, butuh berapa kilo, Pak, ngerem, baru aman berhenti.
08:48Nah, kalau dia melakukan pengereman secara maksimal, itu kira-kira kurang lebih antara 900 sampai 1.000 meter, Pak.
09:00Ini kan 1,3 tadi, Pak.
09:02Tapi karena dia tahunya di komunikasi dari pusat kendali, ada temperan di JPL 85,
09:12kamu berjalan di rem dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35,
09:19ini banyak-banyak kelakson, Pak.
09:21Dari masinis tidak melakukan pengereman maksimum.
09:24Karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan kelakson.
09:35Baik, sekarang gini, Pak.
09:36Ya, ini menarik ini.
09:381,3 kg udah ngerem.
09:42Sudah.
09:43Tapi disuruh ngerem dikit-dikit.
09:45Iya.
09:45Oke, padahal kalau dia ngerem benar 900 sampai 1 kg sudah bisa berhenti.
09:52Masih ada spes 300 meter.
09:54Harusnya, Pak.
09:56Nah, sudah lah, Pak.
09:58Ini mungkin teman-teman sekalian, ini saya menurut forum yang terhormat,
10:02ini kan harus kita baca detail ini, penjelasan dari beliau.
10:07Kita simpulkan saja, Pak.
10:09Bapak, bisa enggak jawab pertanyaan saya, kesimpulan saya?
10:12Bahwa kejadian ini sistem jalan enggak?
10:17Menurut kesimpulan Bapak dapat.
10:19Sistem yang ada pengendali ini jalan enggak?
10:22Berfungsi enggak?
10:22Itu aja dulu.
10:23Kesimpulannya Bapak dapat.
10:26Coba kami...
10:27Nah, Bapak ragu lagi jawabnya.
10:29Yang ini, Pak, untuk komunikasinya dulu, Pak.
10:31Nanti Bapak bisa paham.
10:32Ya, enggak, Pak.
10:33Saya tidak ingin memahami apa yang Bapak jelaskan begitu panjang, gitu.
10:38Saya ingin Bapak simpulkan saja, sistem jalan enggak?
10:42Kalau sistemnya jalan, Pak, eh di sana ada kereta tabrak loh, lu rem pelan-pelan ya?
10:48Rem pelan-pelan ya?
10:50Rem pelan-pelan ini rem pelan-pelan bagaimana?
10:53Masa SOP-nya?
10:54Lu rem pelan-pelan ya?
10:56SOP-nya masak begitu?
11:00Gitu lho, Pak.
11:01Siap, Pak.
11:01Nah, yang saya mau tanya, sistem itu sinyal, Pak.
11:04Kalau di sana kan jelas, kalau sinyal merah, tetap enggak boleh gerak.
11:08Enggak boleh gerak.
11:08Sinyal gerak, merah.
11:10Tidak boleh gerak.
11:11Yaudah lah, kita simpulkan sinyal hijau.
11:14Kan tadi Bapak sudah simpulkan.
11:16Sinyal tidak merah, tapi hijau.
11:18Tadi sudah kita dapat di depan.
11:20Oke, lewat sinyal hijau.
11:23Salah nih, sinyal lu enggak beres.
11:25Sekarang dapat informasi di depan ada tabrakan di posisi 1.300 meter.
11:32Disuruh rem pelan-pelan.
11:35Nah, itu yang saya maksud kemarin, Pak.
11:38Pak Menteri Perhubungan.
11:41Gini lho, Pak.
11:42Kalau ada istilah pilot itu,
11:44ada pilot itu bisa mendarat dalam kondisi cuaca gelap, Pak.
11:48Dia pakai phyto-pilot.
11:50Tapi dia juga bisa mendarat pakai visual, Pak.
11:53Pakai mata.
11:54Iya kan?
11:55Nah ini, ketika tidak kelihatan,
11:59harusnya kan dia pakai mata.
12:01Visual.
12:02Visual pun, visual bisa pakai mata, bisa pakai telinga, Pak.
12:06Dikasih tahu.
12:07Di depan ada tabrakan.
12:09Ngerem.
12:10Ngerem dong.
12:11Lu berhenti atau apa?
12:12Seperti apa tabrakannya?
12:13Kalau gue jalan seperti ini, ini enggak.
12:15Kok perintahnya enggak ada seperti itu.
12:18Tapi sudahlah cukup, Pak.
12:19Sampai di situ saja.
12:21Itu sudah masuk ke ranah sebelah itu.
12:23Ranahnya Mario.
12:25Ya, ranahnya Pak Mario.
12:27Nah, sebenarnya Pak kita ingin kesimpulan saja.
12:29Sebetulnya di sini.
12:31Sistem jalan atau tidak.
12:33Berfungsi atau tidak.
12:35Iya kan?
12:36Ini kan yang dikejar ini nanti, Pak.
12:38Kan masyarakat pengen tahu nih.
12:40Ini human error atau malfungsi sistem yang ada di keretanya.
12:47Dua hal itu saja, Pak yang ingin diketahui.
12:50Nah, kalau Bapak jelasin secara detail seperti ini,
12:53biarlah itu nanti bahan dari KNKT kepada,
12:56kalau itu berfungsi.
12:57Untuk penegak hukum, monggo silahkan.
12:59Tapi di forum yang terhormat ini,
13:02kami pengen tahu, Pak.
13:03Ada dua hal yang kami pahami soal ini.
13:05Pertama, ini human error bukan.
13:09Yang kedua,
13:11ada human error bukan.
13:13Yang kedua,
13:14ini error sistem bukan.
13:17Kan gitu.
13:19Kalau error sistem,
13:20kita tidak bisa salahkan orang, Pak.
13:23Kan gitu.
13:24Nah, ini sudah pasti sistemnya error.
13:26Kalau dia hijau.
13:28Pula sudah dikasih tahu.
13:31Udahlah hijau,
13:32dikasih tahu pula.
13:33Ini sebenarnya bukan hijau, merah.
13:34Lo berhenti di sana,
13:35ada teberakan.
13:36Di posisi 1.300 meter.
13:39Sebetulnya, Bapak,
13:40tidak usah panjang-panjang,
13:42karena kami tidak ingin masuk ke investigasinya,
13:45Pak KNKT.
13:47Itu kan nanti bahan digunakan oleh Menteri Perhubungan,
13:50pengambil kebijakan,
13:51untuk memperbaiki sistem yang ada di kereta api.
13:56Hasil pemeriksaan Bapak ini berguna bagi Kementerian Perhubungan,
13:59berguna bagi PT KAI sebagai operator.
14:02Nanti biarlah di sana,
14:04Bapak sampaikan.
14:05Sebenarnya kami ingin dua hal itu saja, Pak.
14:08Kalau sistemnya tidak jalan,
14:10misalnya,
14:11kami akan kejar lagi.
14:12Ini sistem yang dipasang ini,
14:14terintegrasi apa tidak?
14:16Tadi saya sudah katakan,
14:18ini tidak terintegrasi, Pak.
14:20Dari sini,
14:21dia hanya bertanggung jawab,
14:23dari titik ini ke titik sana.
14:26Dengan kecepatan sekian ratus kilometer per jam,
14:29dengan berat sekian ton,
14:32logika kita, Pak, ya?
14:33Siap, Pak.
14:35Kok di petak-petak gitu loh, sistemnya.
14:41Kita tentu tidak bisa menyamakan pesawat dengan kereta, Pak.
14:45Siap.
14:45Ya,
14:46kalau pesawat itu,
14:47misalnya dia tidak bisa mendarat di Soekarno-Hatta.
14:51Dia akan tanya,
14:53eh, bandara Palembang bisa mendarat?
14:56Tidak,
14:57karena Soekarno-Hatta ada obstacle.
14:59Sistem itu langsung, Pak.
15:00Air nap itu langsung.
15:02Nah, di kereta api ini kan harus ada sistem seperti air nap,
15:05atau apa namanya itu, Pak?
15:07Apa namanya?
15:07Pengendalinya itu.
15:08Pengendali sinyal.
15:09Pusdal, Pak.
15:10Pusdal.
15:11Karena ada pusdalnya.
15:12Nah, pusdalnya ini beres, Pak.
15:15Atau misalnya pusdalnya dijaga apa tidak pada saat yang bersamaan?
15:19Ada nggak orang jaganya?
15:20Ada penjaga.
15:21Ada penjaganya.
15:22Ada penjaganya.
15:23Tapi merah dikasih hijau, hijau dikasih merah.
15:27Kan gitu.
15:28Perintahnya kan harusnya kan merah tadi,
15:30tapi dikasih hijau.
15:31Agro Bromo jalan.
15:32Yang ngasih perintah hijau itu stasiun Bekasi, Pak, bukan pusdal.
15:36Busdal monitor secara keseluruhan dari Manggare ke Jekambeknya.
15:39Nah, ini di stasiunnya adalah PPKA.
15:42Ini juga soal, Pak.
15:43Kita akan kejar nanti sistem ini.
15:46Kenapa sistemnya seperti itu?
15:49Itu di satu rel bisa keluar dua perintah yang berbeda, Pak.
15:52Kalau seperti ini.
15:54Betul nggak pemahaman saya?
15:56Ini satu rel loh, Pak.
15:59Oke, saya rasa Pak Kepala KNKT,
16:02Bapak persingkat saja.
16:03Siap.
16:04Ya, tidak usah nilimet ke hal yang terlalu teknis.
16:07Mungkin kalau bisa Bapak simpulkan,
16:10apa rekomendasi yang Bapak bisa berikan?
16:13Langsung ke rekomendasi saja, Pak.
16:15Ya, supaya ini tidak panjang.
16:16Kalau kami pahami secara detail satu-satu pun,
16:19forum ini sebetulnya ingin kesimpulan saja.
16:22Apa kesimpulan yang Bapak dapat dari hasil investigasi itu?
16:25Saya persilakan.
16:26Siap, Pak.
16:28Jadi kami saat ini masih ada beberapa hal yang kami investigasi,
16:33masalah human factors,
16:34dan ada beberapa desain yang Bapak tanyakan tadi.
16:39Kami juga perlu,
16:40kenapa di stasiun Bekasi itu hanya sampai 14T,
16:44itu kami perlu dalami dulu, Pak.
16:46Jadi kenapa desainnya seperti itu?
16:48Apakah 104AT itu sebagai blok overlapping,
16:54sehingga untuk seksen 104AT yang ada tadi yang Bapak bertanyakan,
17:05kan di Bekasi hanya sampai 14T, Pak.
17:09Tapi ada kekosongan di 104AT, Pak.
17:14Ini kami sedang mempelajari, Pak.
17:17Jadi kami sementara ini...
17:20Ah, sebentar.
17:21Bapak sampaikan tadi bahwa dia cuma sampai di 14T tadi.
17:25Iya, Pak.
17:26Itu berapa kilo, tuh?
17:27Pendek sekali, Pak.
17:29Yang 104AT itu sekitar 350 meter atau 400 meteran.
17:34Nah notification.
17:35lock get 돌�.
17:36Terima kasih.
17:36Terima kasih.
Komentar