Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapat sinyal hijau, meski sebelumnya terjadi insiden KRL Commuter Line tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang di Bekasi Timur.

Hal ini disampaikan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (21/5/2026).

Soerjanto mengatakan bahwa KA Argo Bromo Anggrek bergerak menuju Stasiun Bekasi pada pukul 20.50 WIB.

KA Argo Bromo mendapatkan sinyal hijau ketika melintasi J12. Pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo menabrak KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus lalu menegaskan pernyataan Soerjanto terkait sinyal hijau ketika melintas di jalur antara Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur.

"Kita tidak mencari siapa yang salah, Pak, ya. Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT, waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu, sinyalnya sudah hijau, Pak, ya?" tanya Lasarus.

"Sinyalnya hijau, Pak," jawab Soerjanto.

"Sinyal hijau, hijau, hijau. Di Argo Bromo Anggrek sinyalnya hijau," tutur Lasarus.

"Harusnya merah kan, Pak, ya? Karena di depan ada obstacle," lanjut Lasarus.

"Nanti kami jelaskan berikutnya," timpal Soerjanto.

"Berarti di situ kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia bergerak?" tanya Lasarus.

"Maka dia bergerak," jawab Soerjanto.

Video Editor: Laurensius Galih

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670813/knkt-ka-argo-bromo-anggrek-dapat-sinyal-hijau-usai-krl-tertemper-taksi-di-bekasi-timur
Transkrip
00:00Pada kesempatan ini kami dari KNKT melaporkan awal investigasi kecelakaan tabrakan antara KA-4B Argo Promo Anggrek dengan KA-5568A
00:11Komuter Line di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, Daop 1, Jakarta.
00:20Pertama, sebelumnya KNKT menyampaikan Bela Sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban kecelakaan pekerjaan tabrakan antara KA-4B Argo Promo Anggrek
00:30dengan KA-5568A Komuter Line pada tanggal 27 April.
00:37Semoga pengorbanan dari mereka ini bisa mendapatkan yang sama di kemudian hari bisa dihindari.
00:47Lanjut.
00:51Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis, dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan.
01:02Namun dari presentasi kami nanti bisa diambil beberapa pemahaman kenapa kecelakaan tersebut bisa terjadi.
01:12Prinsip investigasi KNKT, no blame, investigasi tidak untuk mencari kesalahan, no judicial, investigasi KNKT tidak untuk memberikan sanksi atau hukuman,
01:24no liability, no liability, investigasi KNKT tidak untuk mencari siapa yang bertahuk-jawab, dan menanggung kerugian, sesuai dengan PP62 tahun
01:332013.
01:34Lanjut.
01:38Bapak-Ibu sekalian, sebelumnya saya minta maaf, ini kami mencoba menyederhanakan dari komunikasi yang cukup kompleks yang ada di kecelakaan
01:48antara Argo Pomo Anggrek dan Komuter Line.
01:50Yang merah itu adalah kereta yang ditabrak Argo Pomo Anggrek atau KA-5568A.
01:58Kami beri background merah, yang background putih adalah KA Sawong Galing, yang background hijau adalah KA-5181 Komuter Line yang
02:10menabrak taksi hijau, maka kami beri warna hijau.
02:13KA-4B atau Argo Pomo Anggrek yang kami beri warna kuning.
02:19Pada pukul 20.33.59, KA-5568 Komuter Line masuk dan berhenti di jalur 6 Stasiun Bekasi.
02:31Nanti ini menjawab pertanyaan dari Bapak Ketua mengenai berapa lama antara tabraan taksi dan berapa lama tabraan terhadap KA Pomo
02:44Anggrek dengan Komuter Line.
02:47Pukul 20.34.45 sampai dengan pukul 20.38.32, KA Sawong Galing masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun
02:57Bekasi untuk menaik proses taik turun penumpang.
03:02Selanjutnya KA-116 berangkat dari Stasiun Bekasi melalui jalur 3 menuju ke timur.
03:13Pukul 20.45.32, KA-5568 Komuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
03:23Pukul 20.48.13 sampai 20.48.29, KA-5568A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di jalur
03:381 Hulu.
03:42Pukul 20.48.29, kejadian tabrakan antara KA-5181 Komuter Line dengan kendaraan bermotor roda 4 di JPL Bekasi Timur
03:56jalur hilir.
03:59Ini jamnya 20.48.29, Pak.
04:03Pukul 20.48.29 sampai 20.48.53, KA-5568A proses naik turun penumpang di jalur gunung Stasiun Bekasi.
04:16Jadi pukul 20.48.53 sampai dengan pukul 20.48.59, KA-5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69
04:31meter.
04:32Jadi cuma pendek saja dan berhenti karena Mas Ines melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu.
04:41Pukul 20.50.48, M43, KA-Bromoanggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau
04:55atau berwarna hijau.
04:59Pukul 20.52.12 terjadi tabrakan antara KA-4B Argo Bromoanggrek dengan KA-...
05:07Bentar, bentar, Pak.
05:09Bentar, kita tidak mencari siapa yang salah, Pak ya.
05:12Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT, waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Agro Bromoanggrek,
05:31dan terjadilah menabrak kereta komurtir lain, itu sinyalnya hijau, Pak ya?
05:38Sinyalnya hijau, Pak ya?
05:39Sinyalnya hijau, hijau, hijau.
05:41Hijau.
05:42Di Agro Bromoanggrek sinyalnya hijau.
05:44Hijau di Stasiun Bekasi, Pak.
05:46Hijau.
05:47Iya.
05:48Harusnya merah, kan, Pak ya? Karena di depan ada obstacle.
05:51Nanti kami jelaskan.
05:52Oke, petik. Di situ itu simpulannya.
05:54Sinyalnya hijau, maka dia bergerak.
05:56Maka dia bergerak.
05:57Nah, waktu dia bergerak, itu temperan sudah terjadi belum?
06:01Di saat 20.05.20.20.20.20 sudah terjadi, Pak.
06:06Sudah terjadi, cukup, cukup. Sampai situ ya, Pak. Cukup.
06:09Terima kasih.
06:12Jadi, 20.05.20.20 terjadi tabrakan.
06:17Jadi, antara tabrakan KA 5181 dengan taksi, dan jeda waktu dengan KA Bromoanggrek tabrakan dengan komuter lain 5568,
06:28sekitar 3 menit 43 detik.
06:34Jadi, memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromoanggrek 3 menit 43 detik.
06:44Lanjut.
06:47Nah, ini KPK yang kami coba tampilkan bahwa KA 5568 mengalami keterlambatan sekitar 8 menit,
07:04sedangkan KA Bromoanggrek lebih cepat 3 menit dari waktu yang kedatangan di stasiun Bekasi Timur.
07:17Maksudnya, dia tidak patuh dengan, apa namanya tadi, Pak Menteri?
07:23KPK.
07:24KPK. Tidak patuh dengan KPK berarti, pergerakan kereta ini.
07:27Kami akan analisa.
07:28Nah, kesimpulannya begitu, Pak ya.
07:30Berarti kan dia lebih cepat kan, harusnya kan belum boleh berangkat dia.
07:34Kalau sesuai KPK.
07:36Datanya adalah seperti ini, Pak.
07:38Seperti itu, Pak ya.
07:40Nah, kalau kita ngacu ke KPK, ini saya tanya, ini kita tidak cari siapa yang salah, Pak.
07:43Kalau ngacu ke KPK, dia kan lebih cepat 3 menit, kan gitu, Pak?
07:48Argo Bromoanggrek.
07:49Argo Bromoanggrek.
07:49Lebih cepat 3 menit, ya kan?
07:51Lebih cepat 3 menit kan, Pak ya?
07:53Siap, Pak.
07:54Ya, berarti dia tidak patuh kepada KPK.
07:58Siap, Pak.
07:59Ya, cukup, Pak. Makasih.
08:00Tegas saja, Pak, ini, Pak, KNKT.
08:04Dia kan, supaya kita bisa mengandai di mana letak soalnya.
08:08Walaupun itu nanti tugas adik Mario yang ngurusin barang ini.
08:12Silahkan lanjut, Pak.
08:13Siap, lanjut.
08:17Ini peta lokasi kecelakaannya.
08:20Tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Menteri Perhubungan.
08:25Lanjut.
08:28Nah, kami sekedar menyampaikan apa yang terjadi dengan taksi Green SM itu, Pak.
08:35Lanjut.
08:37Ini pukul 24.08.29 kejadian kecelakaan di JPL 86 antara taksi dan KA 5181.
08:49Di gambar yang sebelah kanan, itu adalah situasi setelah terjadi kecelakaan,
08:57tapi sebelum terjadi kecelakaan antara KA Bromo Anggrek dengan KA 5586A.
09:03Jadi, di mana stasiun Bekasi Timur masih menyala lampunya ketika terjadi kecelakaan, kemudian lampunya mati.
09:14Nah, ini memperlihatkan bahwa kerumunan manusia atau orang ini menyebabkan KA 5568A menunda keberangkatannya.
09:29Nah, ini data faktual kendaraan listrik melaju dari sisi utara menuju sisi selatan perintasan sebidang Jalan Ampera,
09:38tapi dengan kemiringan 2,9 derajat persen.
09:42Kemudian, data on-board unit kendaraan B2864 SBX tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam
09:56sebelum kejadian.
09:58Kendaraan lulus uji elektromagnetik kompatibiliti mengikuti standar India,
10:05sementara untuk Indonesia tidak diwajibkan mengikuti standar elektromagnetik kompatibiliti.
10:12Lanjut.
10:16Nah, ini apa yang terjadi dari data on-board unit kami download.
10:23Jadi, taksi tersebut ketika menurunin pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km per jam,
10:32kemudian kendaraan berpindah kepada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3 sampai 7 km per jam.
10:41Ini kami tidak tahu kenapa kok di posisi netralkan.
10:46Kemudian, pengemudi membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan di jalan menurun,
10:54sesampainya di perintasan sebidang.
10:57Pengemudi berusaha menginjak gas sampai 25 persen,
11:01namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak dan tetap meluncur.
11:07Pengemudi terus menekan gas hingga 51 persen.
11:12Kendaraan tidak bergerak karena dalam posisi N kecepatan menjadi nol.
11:16Selanjutnya, pada 2643, posisi handle di posisi D atau drive,
11:32tapi pengemudi tidak menginjak pedal gas.
11:37Selanjutnya, handle-nya berposisi pada P,
11:41di mana selanjutnya pengemudi menginjak gas, menginjak rem, menginjak on-off, on-off,
11:48tapi selalu dalam posisi P, sehingga mobil tidak bisa bergerak.
12:01Dari data perusahaan, kami melihat bahwa izin penyelenggaraan angkutan taksi reguler di Jabutetabek
12:09pada tahun 2024, kalau tidak salah, itu adalah 9.995 unit,
12:18izin reguler bandara 200 unit, rasio kendaraan dengan pengemudi 1 dibanding 15,
12:25jalur rekrutmen pengemudi secara normal antara 3 sampai 5 hari kerja,
12:31proses pengenalan kendaraan melalui kelas teori secara singkat,
12:36pelatihan mencakup cara menghidupkan mobil, cara parkir, lampu, indikator,
12:41kenop transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman,
12:44tidak ada edukasi mengenai teknis kendaraan atau penanganan sistem saat terjadinya error.
12:50Kenop lampu indikator pada saat siang hari susah dilihat,
12:55pengemudi yang terlibat laka baru diterima melalui job fair dan baru bekerja 3 hari.
13:02Lanjut.
13:08Pada temuan awal, pada segmen Bekasi Cikarang,
13:13pengoperasian dan pelayanan KA untuk jarak jauh, penumpang dan barang,
13:17serta KA komuter lain pada jalur yang sama atau share track,
13:21di mana terdebat perbedaan kecepatan antara KA jarak jauh dan komuter lain,
13:28serta prioritas pelayanan dan stasiun perhentian.
13:33Yang kedua, terdapat perbedaan waktu kedatangan dan keberangkatan
13:38antara program berdasarkan grafik perjalanan kereta api atau KPK
13:43dan realisasi yang mengakibatkan pemangkasan headway
13:48antara KA komuter lain dengan KA jarak jauh.
13:52Berdasarkan rekaman CCTV Stasiun Bekasi,
13:55KA 4B, Argo Promo Anggrek seperti yang sebelah kanan,
13:59yang tadi pertanyaan dari Bapak Ketua,
14:01di jalur tiga Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur
14:04dengan sinyal C12 beraspek hijau.
14:09Lanjut.
14:13Berdasarkan hasil observasi di lapangan,
14:15diketahui sebelum masuk Stasiun Bekasi Timur,
14:17terdapat sinyal ulang UB-104 dan sinyal blok B-104.
14:25Ini agak kompleks, Pak.
14:28Saya sedikit pelan.
14:31Berdasarkan hasil observasi sinyal UB atau sinyal ulang,
14:36dapat menunjukkan simbol berupa aspek putih vertikal
14:39mengindikasikan aspek aman atau hijau,
14:42aspek putih miring ke kanan 45 derajat mengindikasikan hati-hati,
14:48aspek putih horizontal mengindikasikan tidak aman atau merah.
14:51Jadi, di sistem perketahuan kita,
14:54sinyal bantu ini ada dua macam,
14:55dengan lampu LED yang berupa tegak
14:59ataupun dengan yang tiga bisa tegak, bisa miring, atau bisa mendatar.
15:06yang dipakai di Bekasi Timur adalah yang sebelah kiri,
15:11yang tiga lampu itu, Pak.
15:14Mungkin saya ulang lagi,
15:15yang dipakai di Bekasi Timur, yang tiga lampu,
15:17nanti habis ini kita akan melihat
15:19kenapa hal ini penting.
15:22Lanjut.
15:23Sebentar, sebentar, Pak.
15:26Ini sangat teknis sekali ini.
15:30Pertanyaan saya, Pak,
15:31apakah sistem persinyalan ini
15:34tidak semua sama, Pak,
15:36di semua stasiun pemberhentian?
15:41Yang kami dapatkan sinyal bantu
15:43yang ada di seluruh Indonesia,
15:46di Kretapi,
15:47ada dua macam ini saat ini.
15:49Ada yang mekanik juga, Pak.
15:51Tapi yang elektrik,
15:53sejauh yang kami dapatkan,
15:55ada dua jenis ini yang berupa tegak.
15:57Sebentar, sebentar, Pak.
15:58Kalau Pak Kain Kain KT,
16:00kalau di Polri, Pak,
16:03di lalu lintas,
16:04yang kita pahamnya di lalu lintas itu kan,
16:07kalau tidak boleh parkir kan,
16:09P coret, misalnya gitu ya.
16:11Kalau tidak boleh stop,
16:13S-nya dicoret, misalnya gitu.
16:15Itu kan berlaku universal gitu kan.
16:18Nah, ini di satu sistem.
16:21Satu sistem, Pak, ya?
16:23Satu sistem,
16:24satu operasional.
16:29Pertanyaan saya memang berbeda, Pak,
16:31untuk perintah terhadap hal yang sama.
16:33Ada perbedaan?
16:34Ini sinyal bantu, Pak.
16:38Ya, sinyal bantu atau sinyal apalah namanya?
16:41Ya.
16:42Apakah ada perbedaan itu pertanyaan saya?
16:46Atau berlaku universal sama semua?
16:48Atau tidak?
16:49Sinyal utama itu dengan lampu merah, kuning, hijau, Pak.
16:53Kalau sinyal bantu dengan tiga lampu
16:57atau dengan strip?
16:59Oke, saya bicara tentang sinyal bantu nih, Pak, tadi.
17:01Kalau sinyal utama kan sudah tadi.
17:03Ya, merah, kuning, hijau kan tadi sudah.
17:05Itu pastilah sama.
17:06Di lalu lintas juga sama, merah, kuning, hijau.
17:09Jadi, ini sinyal bantu tadi.
17:11Saya bicara tadi sinyal bantu.
17:12Pertanyaan saya berikutnya.
17:13Sinyal bantu ini menentukan tidak, Pak?
17:15Untuk dipatuhi atau tidak dipatuhi
17:17untuk bisa terjadinya kecelakaan?
17:20Sinyal bantu membantu sinyal utama.
17:22Jadi, tetap sebagai patokannya adalah sinyal utama, Pak.
17:27Kalau mas ini masuk di sinyal bantu
17:31beraspek merah atau datar,
17:33itu masih belum dikatakan melanggar.
17:35Tapi ketika dia melanggar sinyal utama,
17:38baru dikatakan melanggar sinyal.
17:39Oke, baik.
17:40Yang saya mau tanya, Pak, segini.
17:42Kalau merah, kuning, hijau kan terintegrasi
17:44dalam pengertian termasuk pemahamannya, Pak.
17:46Integrasi dia.
17:47Nah, apakah yang sinyal bantu ini
17:49dia terintegrasi enggak semuanya?
17:51Pemahaman saya.
17:55Kami belum bisa mengatakan saat ini.
17:58Belum bisa menyimpulkan?
17:59Belum, Pak.
17:59Baik, terima kasih. Lanjut, Pak.
18:01Terima kasih.
18:02Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan