00:00Pada kesempatan ini kami dari KNKT melaporkan awal investigasi kecelakaan tabrakan antara KA-4B Argo Promo Anggrek dengan KA-5568A
00:11Komuter Line di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, Daop 1, Jakarta.
00:20Pertama, sebelumnya KNKT menyampaikan Bela Sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban kecelakaan pekerjaan tabrakan antara KA-4B Argo Promo Anggrek
00:30dengan KA-5568A Komuter Line pada tanggal 27 April.
00:37Semoga pengorbanan dari mereka ini bisa mendapatkan yang sama di kemudian hari bisa dihindari.
00:47Lanjut.
00:51Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis, dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan.
01:02Namun dari presentasi kami nanti bisa diambil beberapa pemahaman kenapa kecelakaan tersebut bisa terjadi.
01:12Prinsip investigasi KNKT, no blame, investigasi tidak untuk mencari kesalahan, no judicial, investigasi KNKT tidak untuk memberikan sanksi atau hukuman,
01:24no liability, no liability, investigasi KNKT tidak untuk mencari siapa yang bertahuk-jawab, dan menanggung kerugian, sesuai dengan PP62 tahun
01:332013.
01:34Lanjut.
01:38Bapak-Ibu sekalian, sebelumnya saya minta maaf, ini kami mencoba menyederhanakan dari komunikasi yang cukup kompleks yang ada di kecelakaan
01:48antara Argo Pomo Anggrek dan Komuter Line.
01:50Yang merah itu adalah kereta yang ditabrak Argo Pomo Anggrek atau KA-5568A.
01:58Kami beri background merah, yang background putih adalah KA Sawong Galing, yang background hijau adalah KA-5181 Komuter Line yang
02:10menabrak taksi hijau, maka kami beri warna hijau.
02:13KA-4B atau Argo Pomo Anggrek yang kami beri warna kuning.
02:19Pada pukul 20.33.59, KA-5568 Komuter Line masuk dan berhenti di jalur 6 Stasiun Bekasi.
02:31Nanti ini menjawab pertanyaan dari Bapak Ketua mengenai berapa lama antara tabraan taksi dan berapa lama tabraan terhadap KA Pomo
02:44Anggrek dengan Komuter Line.
02:47Pukul 20.34.45 sampai dengan pukul 20.38.32, KA Sawong Galing masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun
02:57Bekasi untuk menaik proses taik turun penumpang.
03:02Selanjutnya KA-116 berangkat dari Stasiun Bekasi melalui jalur 3 menuju ke timur.
03:13Pukul 20.45.32, KA-5568 Komuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
03:23Pukul 20.48.13 sampai 20.48.29, KA-5568A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di jalur
03:381 Hulu.
03:42Pukul 20.48.29, kejadian tabrakan antara KA-5181 Komuter Line dengan kendaraan bermotor roda 4 di JPL Bekasi Timur
03:56jalur hilir.
03:59Ini jamnya 20.48.29, Pak.
04:03Pukul 20.48.29 sampai 20.48.53, KA-5568A proses naik turun penumpang di jalur gunung Stasiun Bekasi.
04:16Jadi pukul 20.48.53 sampai dengan pukul 20.48.59, KA-5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69
04:31meter.
04:32Jadi cuma pendek saja dan berhenti karena Mas Ines melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu.
04:41Pukul 20.50.48, M43, KA-Bromoanggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau
04:55atau berwarna hijau.
04:59Pukul 20.52.12 terjadi tabrakan antara KA-4B Argo Bromoanggrek dengan KA-...
05:07Bentar, bentar, Pak.
05:09Bentar, kita tidak mencari siapa yang salah, Pak ya.
05:12Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT, waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Agro Bromoanggrek,
05:31dan terjadilah menabrak kereta komurtir lain, itu sinyalnya hijau, Pak ya?
05:38Sinyalnya hijau, Pak ya?
05:39Sinyalnya hijau, hijau, hijau.
05:41Hijau.
05:42Di Agro Bromoanggrek sinyalnya hijau.
05:44Hijau di Stasiun Bekasi, Pak.
05:46Hijau.
05:47Iya.
05:48Harusnya merah, kan, Pak ya? Karena di depan ada obstacle.
05:51Nanti kami jelaskan.
05:52Oke, petik. Di situ itu simpulannya.
05:54Sinyalnya hijau, maka dia bergerak.
05:56Maka dia bergerak.
05:57Nah, waktu dia bergerak, itu temperan sudah terjadi belum?
06:01Di saat 20.05.20.20.20.20 sudah terjadi, Pak.
06:06Sudah terjadi, cukup, cukup. Sampai situ ya, Pak. Cukup.
06:09Terima kasih.
06:12Jadi, 20.05.20.20 terjadi tabrakan.
06:17Jadi, antara tabrakan KA 5181 dengan taksi, dan jeda waktu dengan KA Bromoanggrek tabrakan dengan komuter lain 5568,
06:28sekitar 3 menit 43 detik.
06:34Jadi, memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromoanggrek 3 menit 43 detik.
06:44Lanjut.
06:47Nah, ini KPK yang kami coba tampilkan bahwa KA 5568 mengalami keterlambatan sekitar 8 menit,
07:04sedangkan KA Bromoanggrek lebih cepat 3 menit dari waktu yang kedatangan di stasiun Bekasi Timur.
07:17Maksudnya, dia tidak patuh dengan, apa namanya tadi, Pak Menteri?
07:23KPK.
07:24KPK. Tidak patuh dengan KPK berarti, pergerakan kereta ini.
07:27Kami akan analisa.
07:28Nah, kesimpulannya begitu, Pak ya.
07:30Berarti kan dia lebih cepat kan, harusnya kan belum boleh berangkat dia.
07:34Kalau sesuai KPK.
07:36Datanya adalah seperti ini, Pak.
07:38Seperti itu, Pak ya.
07:40Nah, kalau kita ngacu ke KPK, ini saya tanya, ini kita tidak cari siapa yang salah, Pak.
07:43Kalau ngacu ke KPK, dia kan lebih cepat 3 menit, kan gitu, Pak?
07:48Argo Bromoanggrek.
07:49Argo Bromoanggrek.
07:49Lebih cepat 3 menit, ya kan?
07:51Lebih cepat 3 menit kan, Pak ya?
07:53Siap, Pak.
07:54Ya, berarti dia tidak patuh kepada KPK.
07:58Siap, Pak.
07:59Ya, cukup, Pak. Makasih.
08:00Tegas saja, Pak, ini, Pak, KNKT.
08:04Dia kan, supaya kita bisa mengandai di mana letak soalnya.
08:08Walaupun itu nanti tugas adik Mario yang ngurusin barang ini.
08:12Silahkan lanjut, Pak.
08:13Siap, lanjut.
08:17Ini peta lokasi kecelakaannya.
08:20Tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Menteri Perhubungan.
08:25Lanjut.
08:28Nah, kami sekedar menyampaikan apa yang terjadi dengan taksi Green SM itu, Pak.
08:35Lanjut.
08:37Ini pukul 24.08.29 kejadian kecelakaan di JPL 86 antara taksi dan KA 5181.
08:49Di gambar yang sebelah kanan, itu adalah situasi setelah terjadi kecelakaan,
08:57tapi sebelum terjadi kecelakaan antara KA Bromo Anggrek dengan KA 5586A.
09:03Jadi, di mana stasiun Bekasi Timur masih menyala lampunya ketika terjadi kecelakaan, kemudian lampunya mati.
09:14Nah, ini memperlihatkan bahwa kerumunan manusia atau orang ini menyebabkan KA 5568A menunda keberangkatannya.
09:29Nah, ini data faktual kendaraan listrik melaju dari sisi utara menuju sisi selatan perintasan sebidang Jalan Ampera,
09:38tapi dengan kemiringan 2,9 derajat persen.
09:42Kemudian, data on-board unit kendaraan B2864 SBX tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam
09:56sebelum kejadian.
09:58Kendaraan lulus uji elektromagnetik kompatibiliti mengikuti standar India,
10:05sementara untuk Indonesia tidak diwajibkan mengikuti standar elektromagnetik kompatibiliti.
10:12Lanjut.
10:16Nah, ini apa yang terjadi dari data on-board unit kami download.
10:23Jadi, taksi tersebut ketika menurunin pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km per jam,
10:32kemudian kendaraan berpindah kepada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3 sampai 7 km per jam.
10:41Ini kami tidak tahu kenapa kok di posisi netralkan.
10:46Kemudian, pengemudi membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan di jalan menurun,
10:54sesampainya di perintasan sebidang.
10:57Pengemudi berusaha menginjak gas sampai 25 persen,
11:01namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak dan tetap meluncur.
11:07Pengemudi terus menekan gas hingga 51 persen.
11:12Kendaraan tidak bergerak karena dalam posisi N kecepatan menjadi nol.
11:16Selanjutnya, pada 2643, posisi handle di posisi D atau drive,
11:32tapi pengemudi tidak menginjak pedal gas.
11:37Selanjutnya, handle-nya berposisi pada P,
11:41di mana selanjutnya pengemudi menginjak gas, menginjak rem, menginjak on-off, on-off,
11:48tapi selalu dalam posisi P, sehingga mobil tidak bisa bergerak.
12:01Dari data perusahaan, kami melihat bahwa izin penyelenggaraan angkutan taksi reguler di Jabutetabek
12:09pada tahun 2024, kalau tidak salah, itu adalah 9.995 unit,
12:18izin reguler bandara 200 unit, rasio kendaraan dengan pengemudi 1 dibanding 15,
12:25jalur rekrutmen pengemudi secara normal antara 3 sampai 5 hari kerja,
12:31proses pengenalan kendaraan melalui kelas teori secara singkat,
12:36pelatihan mencakup cara menghidupkan mobil, cara parkir, lampu, indikator,
12:41kenop transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman,
12:44tidak ada edukasi mengenai teknis kendaraan atau penanganan sistem saat terjadinya error.
12:50Kenop lampu indikator pada saat siang hari susah dilihat,
12:55pengemudi yang terlibat laka baru diterima melalui job fair dan baru bekerja 3 hari.
13:02Lanjut.
13:08Pada temuan awal, pada segmen Bekasi Cikarang,
13:13pengoperasian dan pelayanan KA untuk jarak jauh, penumpang dan barang,
13:17serta KA komuter lain pada jalur yang sama atau share track,
13:21di mana terdebat perbedaan kecepatan antara KA jarak jauh dan komuter lain,
13:28serta prioritas pelayanan dan stasiun perhentian.
13:33Yang kedua, terdapat perbedaan waktu kedatangan dan keberangkatan
13:38antara program berdasarkan grafik perjalanan kereta api atau KPK
13:43dan realisasi yang mengakibatkan pemangkasan headway
13:48antara KA komuter lain dengan KA jarak jauh.
13:52Berdasarkan rekaman CCTV Stasiun Bekasi,
13:55KA 4B, Argo Promo Anggrek seperti yang sebelah kanan,
13:59yang tadi pertanyaan dari Bapak Ketua,
14:01di jalur tiga Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur
14:04dengan sinyal C12 beraspek hijau.
14:09Lanjut.
14:13Berdasarkan hasil observasi di lapangan,
14:15diketahui sebelum masuk Stasiun Bekasi Timur,
14:17terdapat sinyal ulang UB-104 dan sinyal blok B-104.
14:25Ini agak kompleks, Pak.
14:28Saya sedikit pelan.
14:31Berdasarkan hasil observasi sinyal UB atau sinyal ulang,
14:36dapat menunjukkan simbol berupa aspek putih vertikal
14:39mengindikasikan aspek aman atau hijau,
14:42aspek putih miring ke kanan 45 derajat mengindikasikan hati-hati,
14:48aspek putih horizontal mengindikasikan tidak aman atau merah.
14:51Jadi, di sistem perketahuan kita,
14:54sinyal bantu ini ada dua macam,
14:55dengan lampu LED yang berupa tegak
14:59ataupun dengan yang tiga bisa tegak, bisa miring, atau bisa mendatar.
15:06yang dipakai di Bekasi Timur adalah yang sebelah kiri,
15:11yang tiga lampu itu, Pak.
15:14Mungkin saya ulang lagi,
15:15yang dipakai di Bekasi Timur, yang tiga lampu,
15:17nanti habis ini kita akan melihat
15:19kenapa hal ini penting.
15:22Lanjut.
15:23Sebentar, sebentar, Pak.
15:26Ini sangat teknis sekali ini.
15:30Pertanyaan saya, Pak,
15:31apakah sistem persinyalan ini
15:34tidak semua sama, Pak,
15:36di semua stasiun pemberhentian?
15:41Yang kami dapatkan sinyal bantu
15:43yang ada di seluruh Indonesia,
15:46di Kretapi,
15:47ada dua macam ini saat ini.
15:49Ada yang mekanik juga, Pak.
15:51Tapi yang elektrik,
15:53sejauh yang kami dapatkan,
15:55ada dua jenis ini yang berupa tegak.
15:57Sebentar, sebentar, Pak.
15:58Kalau Pak Kain Kain KT,
16:00kalau di Polri, Pak,
16:03di lalu lintas,
16:04yang kita pahamnya di lalu lintas itu kan,
16:07kalau tidak boleh parkir kan,
16:09P coret, misalnya gitu ya.
16:11Kalau tidak boleh stop,
16:13S-nya dicoret, misalnya gitu.
16:15Itu kan berlaku universal gitu kan.
16:18Nah, ini di satu sistem.
16:21Satu sistem, Pak, ya?
16:23Satu sistem,
16:24satu operasional.
16:29Pertanyaan saya memang berbeda, Pak,
16:31untuk perintah terhadap hal yang sama.
16:33Ada perbedaan?
16:34Ini sinyal bantu, Pak.
16:38Ya, sinyal bantu atau sinyal apalah namanya?
16:41Ya.
16:42Apakah ada perbedaan itu pertanyaan saya?
16:46Atau berlaku universal sama semua?
16:48Atau tidak?
16:49Sinyal utama itu dengan lampu merah, kuning, hijau, Pak.
16:53Kalau sinyal bantu dengan tiga lampu
16:57atau dengan strip?
16:59Oke, saya bicara tentang sinyal bantu nih, Pak, tadi.
17:01Kalau sinyal utama kan sudah tadi.
17:03Ya, merah, kuning, hijau kan tadi sudah.
17:05Itu pastilah sama.
17:06Di lalu lintas juga sama, merah, kuning, hijau.
17:09Jadi, ini sinyal bantu tadi.
17:11Saya bicara tadi sinyal bantu.
17:12Pertanyaan saya berikutnya.
17:13Sinyal bantu ini menentukan tidak, Pak?
17:15Untuk dipatuhi atau tidak dipatuhi
17:17untuk bisa terjadinya kecelakaan?
17:20Sinyal bantu membantu sinyal utama.
17:22Jadi, tetap sebagai patokannya adalah sinyal utama, Pak.
17:27Kalau mas ini masuk di sinyal bantu
17:31beraspek merah atau datar,
17:33itu masih belum dikatakan melanggar.
17:35Tapi ketika dia melanggar sinyal utama,
17:38baru dikatakan melanggar sinyal.
17:39Oke, baik.
17:40Yang saya mau tanya, Pak, segini.
17:42Kalau merah, kuning, hijau kan terintegrasi
17:44dalam pengertian termasuk pemahamannya, Pak.
17:46Integrasi dia.
17:47Nah, apakah yang sinyal bantu ini
17:49dia terintegrasi enggak semuanya?
17:51Pemahaman saya.
17:55Kami belum bisa mengatakan saat ini.
17:58Belum bisa menyimpulkan?
17:59Belum, Pak.
17:59Baik, terima kasih. Lanjut, Pak.
18:01Terima kasih.
18:02Terima kasih.
Komentar