Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut masih belum mereda di tengah negosiasi yang berlangsung alot.

Kedua pihak terus menunjukkan kekuatan masing-masing, baik melalui pernyataan politik maupun tekanan psikologis.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai baik Iran maupun Amerika Serikat sama-sama berusaha menunjukkan masih memiliki kekuatan untuk melanjutkan konflik.

"Kalau melihat data empiris, justru Iran dinilai masih memiliki kemampuan bertahan yang cukup kuat. Bahkan sejumlah media Amerika Serikat menyebut stok amunisi AS mulai menipis dan membutuhkan waktu lama untuk diproduksi ulang," ujar Dina dalam dialog Sapa Pagi KompasTV, Minggu (24/5/2026).

Dina menyebut Iran saat ini merasa berada di atas angin karena memiliki kemampuan memproduksi drone dan rudal secara mandiri dengan biaya relatif murah namun efektif.

Pakar hubungan internasional dari President University, Teuku Rezasyah, juga menilai Iran unggul secara psikologis.

"Iran merasa diri sudah menang dan justru Amerika Serikat yang membutuhkan konsesi," ujar Rezasyah.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Baca Juga Stasiun Dukuh Atas BSI Resmi Diluncurkan, BSI Bidik Nasabah Urban | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/670704/stasiun-dukuh-atas-bsi-resmi-diluncurkan-bsi-bidik-nasabah-urban-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670709/iran-tegaskan-tak-butuh-konsesi-as-untuk-akhiri-perang-ini-kata-pengamat-sapa-pagi
Transkrip
00:10Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut
00:13seiring dengan buntunya negosiasi kedua pihak.
00:17Washington menuntut penghentian program nuklir secara total,
00:20sementara Teheran menolak keras pendekatan Amerika Serikat
00:24yang dianggap terlalu menekan dan merugikan kedaulatan negara.
00:30Yang terbaru, dikutip dari kantor berita internasional milik pemerintah Turki,
00:35Anadolu Ajansi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Bagey,
00:39menegaskan Teheran tidak mencari konsesi dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang,
00:45melainkan hanya menuntut hak.
00:47Ia menegaskan kembali tuntutan Iran untuk kesepakatan mengakhiri perang.
00:54Presiden Iran bersama Menteri Luar Negeri, Abbas Arakji,
00:57bertemu Kepala Militer Pakistan Asim Munir di Teheran.
01:01Kemudian dilanjutkan dengan perundingan tertutup bersama pejabat terkait.
01:05Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan
01:09dan membahas gencatan senjata di kawasan.
01:12Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran,
01:15pertemuan membahas draft sebagai rangka awal kesepakatan
01:18yang akan dibahas lebih lanjut dalam 30 hingga 60 hari.
01:23Sejumlah pejabat menyebut,
01:24perbedaan posisi kedua negara semakin menyempit dalam beberapa hari terakhir.
01:28Diplomasi juga melibatkan sejumlah pihak regional dalam proses mediasi.
01:36Terima kasih telah menonton!
02:07Terima kasih telah menonton!
02:38Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang
02:41perang dengan Iran dapat segera berakhir jika Iran menyetujui kesepakatan.
02:46Trump menyebut, jika perang diakhiri,
02:49ia jamin harga minyak akan kembali turun.
02:51Trump bahkan percaya diri jika Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan.
03:11Meski negosiasi Amerika Serikat dan Iran masih buntu,
03:15hingga kini upaya mencapai perdamaian melalui negosiasi yang turut melibatkan negara lain
03:20terus dilakukan.
03:28Saudara ketegangan antara AS dan Iran belum meredah.
03:32Kedua pihak mengklaim masih miliki kekuatan maksimal jika perang berlanjut.
03:38Yang terbaru, Teheran menegaskan tidak cari konsesi dari AS untuk mengakhiri perang.
03:43Melainkan hanya menutup hak yang menegaskan kembali tuntutan Iran untuk kesepakatan mengakhiri perang.
03:49Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah Universitas Pajajaran Dina Sulaiman
03:53serta pakar hubungan Internasional Presiden University, Tehkur Reza Syah.
03:57Selamat pagi semuanya.
03:59Selamat pagi Indonesia.
04:00Selamat pagi Pak Reza.
04:02Selamat pagi Bu Dina.
04:04Bu Dina, ketika negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat masih alat, itu satu.
04:08Kedua, Presiden Islam juga masih melakukan atau melontarkan ancaman-ancaman kepada Iran.
04:15Di tengah itu, ketika Ismail Bagai menyebutkan kalau Iran tidak butuh konsesi AS sebenarnya untuk mengakhiri perang.
04:22Ini bagaimana Anda menerjemahkan pernyataan ini?
04:27Baik, saya pikir ini adalah situasi yang bisa disebut sebagai perang psikologis ya.
04:35Jadi, kedua pihak terus memberikan pernyataan-pernyataan yang menunjukkan masing-masing masih punya kekuatan,
04:44masing-masing masih mampu untuk memberikan tekanan kepada pihak lawan.
04:48Tapi, kita menilainya tentu data empirisnya seperti apa?
04:53Apakah betul memang AS punya kekuatan untuk melakukan perang panjang dengan AS?
05:00Kalau kita lihat bagaimana media di AS sendiri sudah membocorkan ya, sudah mengungkap bahwa ternyata sangat banyak amunisi yang habis
05:11dari pihak AS dan butuh waktu sampai tahunan kalau mau memproduksi ulang.
05:18Dan sebaliknya, bahkan Washington Post itu juga sudah menyatakan justru Iran itu punya kemampuan bertahan sampai 4 bulan lagi.
05:29Dan amunisinya itu justru bertambah.
05:31Karena mereka memang mandiri, menciptakan sendiri dan itu adalah jenis-jenis rudal atau drone yang murah tapi sangat efektif.
05:41Sehingga dalam situasi seperti ini, saya pikir yang berada di atas angin itu adalah Iran.
05:47Dan dia karena itulah berani ya untuk menetapkan syarat-syarat.
05:53Kalau syarat ini tidak dipenuhi, nah kami tidak akan menghentikan perang.
05:57Ya, begitu posisinya Iran.
05:59Oke, kalau menurut Pak Reza, sebenarnya kalau ini adalah masuk ke perang psikologis,
06:03siapa yang punya daya tawar paling besar di tengah negosiasi yang masih diupayakan?
06:08Apalagi kan katanya hari ini diupayakan juga ada keputusan penting yang lahir.
06:12Siapa yang secara psikologis lebih kuat?
06:16Tepat sekali.
06:17Dalam pandangan saya, Iran saat ini berada di atas angin ya.
06:22Iran secara psikologis merasa diri sudah menang.
06:24Dan justru dia yang akan memberikan konsensi kepada Amerika Serikat.
06:28Ini kalau saya perhatikan dari media The Daily Star di Inggris ya.
06:32Itu intinya adalah sudah perang 3 bulan, tampaknya Amerika Serikat akan kalah.
06:36Itu The Daily Star dari Inggris hari ini.
06:39Kemudian juga di Arabian Stories mengatakan hal yang sama.
06:42Amerika Serikat itu rasa percaya dirinya sudah sangat turun,
06:45bahkan kunci yang digunakan adalah 50-50.
06:48Jadi dalam kondisi seperti ini,
06:50kalau saya merujuk kepada cara berpikir pakar Amerika Serikat,
06:54Prof. Henry Kissinger,
06:56di mana dikatakan foreign policy begins at home,
06:59maka Iran sudah melihat bahwa keadaan dalam negeri Amerika Serikat itu
07:02sekarang sudah porak-poranda, seperti yang Ibu Dina katakan tadi.
07:05Dan yang kedua,
07:06kalau saya juga merujuk kepada teorinya dari Sun Tse,
07:10dalam bukunya The Art of War,
07:12itu dikatakan bahwa Amerika Serikat ini sudah tidak mampu lagi
07:15mengoyak-ngoyak Iran,
07:17dan juga Amerika Serikat sudah tidak memiliki lagi
07:20dukungan dari dalam dan luar negeri.
07:22Jadi menurut Sun Tse, sekarang saatnya adalah
07:25Iran menerima kesepakatan Amerika Serikat,
07:27tapi dengan tekanan yang luar biasa dari pihak Iran,
07:30sehingga Amerika Serikat tidak kehilangan muka.
07:32Jadi ini adalah keadaan yang tampaknya sedang didesain oleh kalangan Iran.
07:36Demikian.
07:37Tapi kalau misalnya posisi Amerika Serikat
07:39sebenarnya tidak sekuat Iran untuk saat ini,
07:41sebenarnya apa yang membuat Amerika Serikat atau Trump sih,
07:44konteksnya lebih spesifik Trump,
07:47begitu keras kepala,
07:49ketika kita berbicara soal klausul yang diajukan oleh Iran,
07:54apa yang membuat mereka masih bisa melakukan ancaman itu?
07:58Kita sudah ketahui bersama ya,
08:01Trump itu memiliki sesuatu hal yang namanya
08:04secara psikologis,
08:06itu narcissistic personality disorder ya.
08:09Tapi karena itu dia,
08:11dia sudah mulai melunak sekarang.
08:13Misa dia menggunakan kata kunci,
08:15one page framework,
08:16memorandum of understanding.
08:17Intinya adalah,
08:19bahwa adalah akan membiayai
08:21biaya kerusakan-kerusakan yang sudah dia buat.
08:24Kemudian juga dia akan memberikan konsensi
08:26bahwa Iran bisa menjual kembali minyaknya.
08:29Kemudian Amerika Serikat mengatakan
08:30akan mengembalikan aset-aset Iran.
08:33Kemudian sanksi-sanksi yang Amerika Serikat
08:36sudah jalankan saat ini
08:38akan dibahas lagi.
08:40Kemudian Iran dapat,
08:42akan diberikan oleh Amerika Serikat
08:44nuclear flexibility.
08:46Itu antara 30 sampai 60 hari
08:48sampai nanti adanya negosiasi final.
08:51Tapi bagi Iran itu tidak ada artinya
08:53yang bagi Iran bahwa
08:55urusan nuklir itu adalah
08:57urusan kedolatan,
08:58urusan highly enriched uranium itu adalah
09:01hal yang kami yakini sendiri
09:04dan itu adalah sebatas non-perang.
09:07Karena Iran mengatakan bahwa
09:08semua ayatulah kami mengharamkan
09:10penggunaan nuklir untuk tujuan perang.
09:12Kemudian juga Iran mengatakan
09:13jangan singgung-singgung lagi
09:15urusan hormus,
09:18karena urusan hormus itu adalah
09:19urusan kedolatan kami
09:20dan juga kami yang nanti akan
09:22yang mengurus namanya
09:24maritime passage dan juga
09:25commercial shipping.
09:27Kemudian juga Iran mengatakan bahwa
09:29kami siap untuk melakukan
09:31negosiasi tahap akhir
09:32tapi atas term kami.
09:35Dan untuk itu
09:37Pakistan sudah
09:38mengetahui isi hati Iran.
09:40Jadi tampaknya Iran sudah yakin sekali
09:42dia sudah di atas angin
09:44karena dia sudah punya data bahwa
09:46bahwa Amerika Serikat itu
09:48sedang sedang lemah-lemahnya
09:50di dalam negeri.
09:51Misalnya opini publik sudah turun
09:53sampai sudah mendekati 60 persen
09:56mengatakan Trump itu sudah
09:58sudah tidak layak memimpin.
10:00Kemudian juga demonstrasi yang
10:0110 juta orang mengatakan
10:02no king.
10:04Kemudian juga May demonstration
10:05kemarin juga sudah jelas-jelas
10:07mengatakan boycott bekerja,
10:09kemudian tutup sekolah,
10:11kemudian juga protes-protes
10:13di tempat-tempat umum.
10:15Jadi ini adalah hal-hal
10:17yang membuat Iran yakin
10:19bahwa Amerika Serikat sekarang
10:20sedang turun kapabilitasnya.
10:24Apalagi kalau kita lihat
10:26dari perspektif
10:27narcissistic personality disorder
10:29itu Amerika Serikat itu cenderung
10:31Trump yang perang melawan Iran.
10:33Bukannya Amerika Serikat
10:34yang melawan Iran.
10:36Dan tentunya juga negara-negara NATO
10:38itu juga sudah melihat
10:39bahwa Amerika Serikat ini
10:40sedang sedang lemah-lemahnya.
10:42di mana sudah banyak
10:44jenderal-jenderal NATO
10:46yang melihat bahwa
10:47mantan jenderal-jenderal
10:49Amerika Serikat
10:49seperti jenderal James Mattis,
10:52kemudian jenderal Mark Esper,
10:53kemudian jenderal John Kelly,
10:55dan jenderal McMaster
10:56itu sudah sangat kritis.
10:58Mereka mengatakan bahwa
10:59sudah lah kita ini sudah,
11:01ini bukan perang kita.
11:03Dan juga Iran juga sudah melihat
11:05bagaimana tanggapan dari
11:07mantan-mantan jenderal Amerika Serikat
11:09seperti Joint Chief of Staff
11:11dan juga Combat Commander
11:13yang mengatakan bahwa
11:14Trump itu tidak layak
11:16memimpin kami.
11:17Lembaga kami ini sudah lama,
11:18sudah well-established.
11:19Mengapa harus dipimpin
11:20oleh orang-orang seperti ini?
11:24Kita lihat juga
11:24kalau misalnya perdebatan
11:26antara Hexed
11:27dengan Kongres.
11:28Itu terlihat sekali,
11:30Hexed dalam hal ini,
11:31Kementerian Pertanian Amerika Serikat,
11:33tidak memiliki fondasi filosofis
11:34dan juga tidak memiliki
11:36pembenaran konstitusional
11:37untuk melanjutkan perang ini.
11:38Oke, Trump juga di media sosialnya
11:41bilang kalau hari ini,
11:42di hari Minggu
11:43akan ada keputusan penting
11:44antara kesepakatan yang baik
11:46atau Amerika Serikat
11:47atau Trump berarti
11:48akan menghancurkan Iran.
11:50Kalau menurut Budina sebenarnya
11:51dengan kondisi Trump
11:52yang sudah begitu terdesak,
11:54mana peluang yang lebih besar?
11:56Apakah artinya
11:56keputusan baik itu
11:57semakin terbuka pintunya?
12:00Ya, kalau kita lihat polanya,
12:03itu memang setiap akhir pekan
12:05selama ini ya,
12:07itu setiap akhir pekan ini
12:09terlalu cepat mengeluarkan
12:11pernyataan-pernyataan
12:12yang berdampak pada pasar ya.
12:16Ketika dia mengatakan bahwa
12:18ini akan ada
12:20keputusan yang baik,
12:22ini akan ada
12:23perang, apa,
12:25rangkah-langkah-langkah
12:26yang akan berhuju
12:28pada akhir perang,
12:29itu kan harga minyak naik ya.
12:31Nah, kemudian harga saham juga
12:33cenderung turun gitu.
12:36Tapi nanti hari Senin,
12:38dia akan, umumnya ya,
12:40pola-pola sebelumnya,
12:41nanti hari Senin beda lagi
12:42ini bicaranya.
12:44Nah, selama ini
12:45sudah banyak informasi juga
12:47bahwa ini ada kaitan
12:48dengan jual-beli saham
12:50dan jual-beli minyak.
12:51Dan kalau kita lihat
12:53secara teori,
12:54kebijakan luar negeri itu
12:55kan dipengaruhi oleh
12:57empat ya, umumnya ya.
12:58Di negara-negara demokrasi
12:59yang pertama kelompok kepentingan
13:01dalam hal ini adalah
13:02kelompok-kelompok lobby Israel,
13:04kemudian perusahaan transnasional,
13:06dalam hal ini di Amerika jelas
13:08ada perusahaan minyak,
13:09ada perusahaan senjata,
13:10dan mereka mengambil
13:11keuntungan yang sangat besar
13:12dari perang ini
13:13dan berharap perang terus berlanjut.
13:15Dan kemudian ada opini publik
13:17dan ada gerakan masa.
13:19Nah, di dua poin ini ya,
13:21di dua faktor ini,
13:22opini publik gerakan masa,
13:24saya pikir ini yang kemudian
13:26akan memberikan tekanan kepada Trump
13:27untuk betul-betul memberikan kabar baik
13:30kepada dunia ya,
13:31bahwa perang akan berakhir.
13:32Cuma masalahnya
13:33seberapa kuat
13:35antara dua pihak ini,
13:36kelompok kepentingan
13:37dan perusahaan transnasional
13:39versus rakyat,
13:40rakyat Amerika Serikat
13:41yang mengalami
13:43penderitaan ya,
13:44karena perang ini ya,
13:46akibat harga bensin,
13:49harga pangan yang terus naik,
13:51mudah-mudahan tentu saja
13:53ini yang akan semakin menguat ya,
13:56gerakan di dalam negeri
13:57Amerika Serikat semakin menguat
13:59karena pada akhirnya
14:00di sebuah negara yang demokrasi itu,
14:03Presiden pasti bisa ditundukkan
14:06dengan konstitusi yang ada,
14:08dengan mekanisme yang ada,
14:10misalnya impeachment,
14:11misalnya gitu ya,
14:12seandainya memang
14:13para politisi di dalam negeri
14:15bersatu bersama rakyat Amerika Serikat
14:17untuk betul-betul menghentikan perang ini
14:18yang sudah terbukti
14:20merugikan rakyat Amerika Serikat sendiri.
14:23Kalau misalnya ini adalah
14:24memang pola yang kerap dilakukan Trump
14:25untuk dalam tanda kutip
14:26main-main harga saham
14:28dan juga minyak,
14:29menurut Anda sampai kapan
14:30Trump akan menggunakan strategi ini
14:31dan sampai kapan juga
14:32itu akan efektif?
14:36Sampai kapannya tentu
14:37sampai rakyat Amerika Serikat
14:39menghentikannya ya,
14:40jadi mengenai permainan harga saham,
14:42insider trading itu
14:43bahkan sudah diungkap oleh BBC ya,
14:46jadi ini pola yang akhirnya
14:48ditangkap oleh media,
14:49tapi kemudian akhirnya BBC
14:51yang berani untuk mengungkap
14:53secara terbuka
14:54dan saya pikir
14:56kalau Amerika Serikat
14:58rakyatnya ya,
14:59masih terus
15:00ya, selama ini memang protes
15:02tapi kalau protesnya tidak
15:03tereskalasi ya,
15:05Trump masih punya kesempatan
15:07untuk melanjutkan
15:09situasi ini ya,
15:10menguntungkan dirinya
15:11dan inner circle-nya.
15:12Tapi kalau
15:13rakyat Amerika Serikat
15:15kemudian bangkit
15:16bersama dengan para politisi,
15:18terutama dari Demokrat,
15:19harapan kita tentu seperti itu ya,
15:21dan memberikan tekanan kepada Trump
15:23melalui Kongres,
15:25saya pikir ini akan
15:26segera, bisa segera dihentikan.
15:28Oke, mengakhiri perang,
15:29salah satunya adalah
15:30dikan dengan negosiasi.
15:31Nah, kalau Pak Reza,
15:32menurut Anda sebenarnya,
15:33ketika pernyataan
15:34sholat-sholat hormus
15:35masih kontradiktif
15:36antara Amerika Serikat
15:37dan juga Iran,
15:38kemudian soal pengayaan uranium
15:40yang tampaknya
15:41ya sudah fix banget ini,
15:43nggak bisa diapa-apain lagi,
15:44menurut Anda,
15:45masih akan jadi ganjalan
15:47yang begitu besar
15:47atau AS dengan kondisi
15:49yang terdesaknya
15:49akan mulai kompromi?
15:53Tampaknya,
15:54kalau saya menempatkan diri
15:55pada posisi Iran,
15:56maka urusan uranium itu
15:58jangan diganggu-gugat.
16:00Kalaupun diganggu-gugat,
16:01itu harus ada standar
16:03dalam hubungan internasional
16:04namanya yardstick ya.
16:06Dan Iran kalau sudah begini,
16:07percayanya hanya kepada
16:08International Atomic Energy Agency.
16:11Kemudian kalau Iran beropini,
16:13opini Iran akan didasarkan
16:15pada Nuclear Non-Proliferation Treaty.
16:18Yang intinya adalah
16:19nuklir untuk tujuan damai itu
16:21diperbolehkan sepanjang untuk
16:23nuklir untuk tujuan damai itu
16:25diperkenankan sepanjang jelas-jelas
16:26ditujukan untuk pembangunan.
16:28Dan kalau sudah berbicara uranium,
16:30memang Iran belum secara tegas
16:32mengatakan sudah pada level
16:33berapa uranium tersebut.
16:35Apakah sudah antara 1-5 persen,
16:38kemudian 5-19 persen,
16:4019 persen-25 persen,
16:42yang terlarang itu kan
16:43kalau lewat 60 persen.
16:45Dan untuk kepastiannya
16:47tentunya Iran memerlukan
16:49ketegasan dari
16:51International Atomic Energy Agency.
16:54Sehingga dengan demikian
16:54Amerika Serikat tidak bisa
16:56bermain-main dengan angka.
16:58Kemudian juga perihal hormus.
17:00Bagi Iran,
17:01itu hormus itu adalah
17:02urusan kedulatan kami.
17:03Kenapa kami kerasi?
17:04Itu karena kami sedang dalam perang,
17:07dalam kondisi transit nanti kapal-kapal,
17:09kapal-kapal yang menggunakan
17:10hukum Innocent Passage.
17:12Tentunya kami juga harus yakin
17:14bahwa mereka itu
17:15tidak dalam posisi
17:16untuk menyerang Iran.
17:17Maka untuk itu
17:18Iran bersikap sangat keras
17:19berikhal hormus ini.
17:21Kalaupun nantinya
17:22akan ada
17:23koalisi internasional
17:24ataupun konsorsium internasional
17:26di luar perairan hormus,
17:28itu kan sudah mulai
17:29banyak pihak
17:29yang ingin terlibat.
17:31Amerika Serikat ingin
17:32China terlibat,
17:32tapi China tidak
17:33menyatakan.
17:34Tapi bagaimana dengan Rusia,
17:36kita masih harus menunggu
17:37implementasi
17:38dari KTT, Putin, dan Xi Jinping
17:40beberapa hari silam.
17:41Tapi yang jelas
17:42Uni Eropa
17:43tampaknya sudah
17:44memikirkan
17:45bagaimana keamanan
17:46di luar selat hormus tersebut
17:48agar kapal-kapal
17:49yang nanti masuk
17:50dan keluar dari hormus itu
17:52tidak terganggu lagi.
17:54Dan untuk itu
17:54bagi Iran tampaknya
17:55kalau bicara hormus
17:57kami
17:57jangan diganggu.
17:59Itu ada kedudukan kami.
18:00Tapi kalau berada di luar hormus
18:02untuk menjamin
18:04keamanan kapal-kapal tersebut
18:05sampai ke tujuan
18:06tampaknya
18:07Iran akan mengizinkan
18:08adanya konsorsium tersebut
18:10sepanjang Iran
18:11juga ada di situ.
18:12Sehingga dengan demikian
18:13posisi Iran adalah
18:14primus inter pares
18:15atau satu tingkat
18:17di atas
18:19negara-negara tersebut
18:20dan mereka tidak boleh
18:21mengambil keputusan
18:22di luar konsultasi
18:23dan konsensus
18:24dan Iran harus ada di situ.
18:25Tampaknya Iran tetap ngotot
18:27kalau berbicara
18:28uranium dan hormus
18:29karena ini menyangkut
18:30peradaban mereka
18:31yang sudah berusia
18:324.500 tahun
18:33dan konon pada tanggal 28 Februari
18:36silam
18:36itu akan diluluh
18:37lantakan oleh Amerika Serikat.
18:39Ancaman Amerika Serikat
18:40dan Israel ini
18:41luar biasa
18:42akan menghabisi
18:43peradaban Iran
18:43menghabisi rakyat Iran
18:45dan untuk itu
18:45Iran sampai sekarang
18:46ngotot
18:47tidak akan menarik diri
18:49dari tekanan
18:50dari proposal
18:51yang telah diajukkannya
18:53selama ini.
18:53Demikian.
18:54Kalau soal penggayaan uranium
18:55Bu Dina
18:56menurut Anda
18:56sebenarnya kekhawatiran
18:57Trump yang selalu disampaikan
18:59masuk akal enggak?
19:02Ya, yang pertama
19:04yang diinginkan oleh
19:06Trump itu berlebihan
19:07itu problemnya
19:08sebenarnya ya
19:09Iran itu
19:10punya hak
19:11untuk memperkaya uranium
19:12sampai 3,6%
19:14tapi kemudian
19:15dia memperkaya lagi
19:15sampai 20%
19:17tapi itu
19:18sebenarnya
19:19sebagai faktor deterrence
19:20ya
19:21jadi karena
19:21setelah
19:23JCPOE
19:24ditandatangani
19:24Trump di tahun
19:262018
19:27malah keluar
19:28gitu ya
19:28dan kemudian
19:29menambah sanksi lagi
19:30padahal
19:30di perjanjian JCPOE
19:322015 itu
19:33Iran sudah
19:34bersedia
19:35memberikan banyak hal
19:36ya
19:36memberikan banyak konsesi
19:37misalnya
19:38mesin-mesin sentrifugalnya
19:40itu dihancurkan
19:41misalnya gitu kan
19:41terus juga
19:42pengawasan itu
19:44betul-betul ketat
19:45di seluruh sudut
19:46ada kamera
19:47IAIE
19:48itu dilakukan
19:49semuanya oleh Iran
19:50tapi ternyata
19:51Trump keluar
19:52sepihak
19:53dari perjanjian tersebut
19:54dan memberikan
19:55sanksi tambahan
19:56nah Iran
19:57responsnya adalah
19:58penambah
19:59pengayaan uranium
20:00itu
20:00ini yang kemudian
20:02kata Trump loh
20:02kalau diperkaya
20:03sampai 20
20:04dan terakhir bahkan
20:05untuk ini ya
20:06sebagai balasan
20:08dari tekanan Trump
20:08itu kemudian
20:10Iran memperkaya lagi
20:11sampai 60%
20:12nah memang
20:13dari 60%
20:14ke 90%
20:15yang akhirnya
20:16nanti jadi
20:17bom nuklir itu
20:18katanya sih
20:19itu teknologinya
20:20sudah tinggal selangkah lagi
20:21Iran pasti bisa itu
20:22nah
20:23ini yang terus-menerus
20:24digembar
20:24digembarkan oleh Trump
20:25bahwa ini sebentar lagi
20:26bisa jadi senjata nuklir
20:27padahal
20:28di satu sisi
20:29Iran itu
20:31sangat
20:31meyakini bahwa
20:33bom nuklir itu
20:34tidak boleh
20:35gitu ya
20:35jadi mereka memang
20:36secara ideologis
20:37memang tidak ada niat
20:38untuk membuat bom nuklir
20:40tapi mereka
20:40sebagai faktor
20:41penggentar ya
20:42menggentarkan
20:43pihak lawan
20:44ya mereka
20:44memperkayanya
20:46sampai ke
20:4660 ini
20:47nah
20:47di poin ini
20:49sebenarnya
20:49dalam proses
20:51ini ya
20:52upaya
20:52mencapai negosiasi
20:54yang terakhir
20:55dengan
20:55difasilitasi oleh
20:56Pakistan
20:57itu pihak Iran
20:57sudah ngomong
20:58oke
20:59kita akan
20:59balik lagi
21:003,6% ini
21:02toh kami juga
21:03memang gak
21:03pengen bikin
21:04senjata
21:05nuklir
21:06tapi
21:07uranium kami
21:08gak mau
21:08dibawa semua
21:09ke
21:10dibawa keluar
21:11semua oleh
21:11Trump
21:11itu yang
21:12ini
21:12yang saya bilang
21:13Trump ini
21:14berlebihan
21:14Irannya sudah oke
21:153,6%
21:16tapi
21:17Trump bilang
21:17semuanya harus
21:18dibawa keluar dari
21:19Iran
21:19uranium yang
21:20diperkaya ini
21:21ya jelas
21:21sulit untuk
21:22diterima oleh
21:23pihak Iran
21:24artinya tapi
21:25dengan kekuatan
21:26Iran yang masih
21:26bisa bertahan
21:27sampai 4 bulan
21:28lagi
21:28kalaupun masih
21:29diusik oleh
21:29Trump
21:30Iran punya
21:31kemampuan itu
21:31untuk menjaga
21:32pengayaan uraniumnya
21:34ya saya pikir
21:35demikian
21:36apalagi
21:36sebelumnya
21:37sudah ada
21:37operasi
21:38militer juga
21:39dilakukan oleh
21:40Amerika Serikat
21:41keiswahan
21:42mereka itu
21:43mengirimkan
21:44pesawat-pesawat
21:45tempur
21:46tapi kemudian
21:47akhirnya
21:47kalah
21:47memang itu
21:48agak ditutupi
21:49juga ya
21:49oleh Amerika Serikat
21:51mereka tidak
21:51berterus serangan
21:52operasi apa
21:53itu yang ketika
21:54dan akhirnya
21:55ada beberapa
21:56pesawat tempur
21:56di Amerika Serikat
21:57yang jatuh
21:58di iswahan
21:58tapi
21:59ya kalau dari
22:00pihak
22:00Iran
22:01menyatakan
22:02ini adalah
22:02upaya untuk
22:03mengambil
22:03uranium
22:04jadi betul-betul
22:05kalau mengambil
22:05uranium kan
22:06artinya
22:06gak bisa
22:07dibom dari atas
22:07betul-betul
22:08tentaranya
22:09Amerika Serikat
22:09datang ke
22:10darat gitu kan
22:11sementara
22:12pihak Iran
22:13itu sudah
22:1430 juta
22:15orang Iran
22:16mendaftar
22:16untuk menjadi
22:17tentara sukarelawan
22:18untuk menjaga tanah air
22:19mereka
22:20jadi selain senjata
22:21mereka juga punya
22:22kekuatan manusia
22:24yang luar biasa
22:25untuk mempertahankan
22:26tanah airnya
22:27yang ditambah soliditas
22:28dari warga
22:30Irannya sendiri
22:31kalau menurut Pak Reza
22:31sebenarnya
22:32apalagi yang masih
22:33mungkin dilakukan
22:34Trump untuk
22:35terus mempersoalkan
22:36soal pengayaan uranium ini
22:37apa yang bakal
22:38masih bisa dilakukan
22:39oleh Trump
22:41sebenarnya
22:42Trump memiliki
22:43data intelijen ya
22:44bahwa uranium
22:45uranium Iran
22:46itu ada
22:47batasnya
22:48tidak akan
22:48mencapai
22:49level yang
22:50dikhawatirkan
22:51yang terjadi
22:52sekarang adalah
22:52pergeseran
22:53dari maga
22:54ke miga
22:54maga itu
22:55make America
22:56great again
22:56tapi intinya adalah
22:58make Israel
22:58great again
22:59dan ini adalah
23:00tekanan dari
23:01ini adalah hal yang
23:02dimengerti oleh
23:03masyarakat di dunia
23:04dan untuk itu
23:05tampaknya
23:06Trump ini sudah
23:07di ujung tanduk
23:08tampaknya sudah
23:08tadung
23:09sebelum hari
23:10sebelum 30 hari ini
23:11selesai
23:12maka dia sudah
23:12sudah punya
23:14tekad kuat
23:16bahwa ada perundingan
23:17tapi perundingan itu
23:18berdiri di atas
23:20kerapuhan
23:20karena kalau kita
23:21perhatikan
23:22lima
23:23top produsen
23:25senjata
23:25Amerika Serikat
23:26mereka itu sudah
23:27kelabakan
23:27mereka itu sudah
23:28tidak bisa
23:29mengirimkan
23:29stok
23:30misalnya kalau kita
23:30perhatikan
23:31Lockheed Martin
23:32yang selama ini
23:33memproduksi
23:34F-35
23:35itu sudah
23:36berapa yang
23:37jatuh
23:37dan ini
23:38ada informasi
23:39yang dirahasiakan
23:40sebenarnya
23:41di atas 40
23:41kemudian juga
23:42RTX
23:43Cooperation
23:44yang mereka
23:44memproduksi
23:45misalnya
23:46misil
23:47avionik
23:48dan radar
23:48sistem
23:49itu sudah
23:50sangat rusak
23:51yang ada di
23:52pangkalan-pangkalan
23:53militer
23:54yang ada di
23:55Timur Tengah
23:55kemudian juga
23:56Northrop Grumman
23:57yang selama ini
23:58memproduksi
23:59perangkat-perangkat
24:00cyber security
24:01dan strategic
24:02aerospace
24:02dan juga
24:03antara lain
24:04B-21
24:04stealth bomber
24:05dan ICBM
24:06itu kontraknya
24:07belum dibuat
24:08yang baru
24:08sedangkan kita
24:09ketahui bersama
24:10itu ada
24:11keterlibatan
24:12military industrial
24:13kompleks
24:13di Amerika Serikat
24:14yang melibatkan
24:15pemerintah
24:16dalam hal ini
24:16Gedung Putih
24:17kemudian Pentagon
24:18Kementerian Luar Negeri
24:19kemudian baru
24:20perusahaan-perusahaan
24:22perusahaan besar
24:23tersebut
24:24dan mereka terjalin
24:25dalam kontrak
24:26dan kontrak itu
24:27tidak bisa langsung
24:28menghasilkan produk
24:29perlu waktu yang lebih
24:30dari 2 tahun
24:31kemudian juga
24:32ada komplain dari
24:33General Dynamics
24:35dimana mereka
24:35tidak bisa bekerja
24:36secepat yang
24:38dimintakan oleh
24:39personil-personil
24:40Trump di lapangan
24:41misalnya
24:42minta combat vehicles
24:43minta munitions
24:44minta naval vessels
24:46tidak bisa secepat itu
24:48juga Boeing Defense
24:49juga komplain
24:50kalau perangkat F-15IX
24:52itu memang
24:53kalau pun perlu
24:55perlu penambahan
24:57instrumen baru
24:58itu perlu waktu
24:59ini yang membuat
25:00Amerika Serikat
25:00harus memindahkan
25:01banyak sekali
25:02perangkat-perangkat
25:03dari Asia Timur
25:04kemudian dari
25:05Indo-Pasifik
25:05dan juga dari
25:06dari berbagai
25:07belahan bumi lain
25:08ke Timur Tengah
25:09dan ini menunjukkan
25:10bahwa Amerika Serikat
25:11sebenarnya
25:11sudah tidak siap lagi
25:15untuk berperang
25:16apalagi
25:16General NATO
25:17mengatakan seperti
25:18Mark Ruther
25:19General Alex
25:20Greenkewicz
25:21kemudian
25:22banyak
25:22general-general NATO
25:24lain
25:24yang mengatakan
25:25bahwa
25:25ini perang
25:26yang tidak bisa
25:27dimenangkan
25:27kemudian
25:28kalau kita lihat
25:29seminggu terakhir
25:30itu masyarakat Iran
25:32sekitar
25:33lebih dari 10 juta
25:34yang mendaftarkan
25:35untuk siap menjadi
25:36pasukan cadangan
25:38dan mereka itu
25:39konon sudah disiapkan
25:40oleh
25:41Angkatan Bersenjata Iran
25:43untuk dilatih
25:44secara kilat
25:45dan mereka tampaknya
25:46melakukan banyak kegiatan
25:47yang disebutnya
25:48kita sebut dengan
25:49penama
25:49Military Operation
25:50Other Than World
25:51tapi untuk dalam
25:52negeri mereka sendiri
25:53dan mereka sudah
25:54berada di perbatasan
25:55Iraq
25:56perbatasan Turkmenistan
25:57perbatasan
25:58Afganistan
25:59perbatasan Pakistan
26:00perbatasan
26:01Azerbaijan
26:02perbatasan laut
26:03dengan Turki
26:04dan juga di Armenia
26:05tampaknya Iran ini
26:06benar-benar siap
26:07untuk perang jangka panjang
26:08dan ini yang
26:08membuat Amerika khawatir
26:09dan tampaknya
26:10Amerika Serikat
26:11akan memberikan
26:12konsesi kepada Iran
26:14Pak Reza
26:15tapi kalau misalnya
26:15masih ada ambisi juga
26:17untuk make Israel
26:18great again
26:18artinya apakah juga
26:19dalam proses menuju
26:21negosiasi
26:21ataupun ya dalam
26:22dinamika di temur tengah
26:23ini kepentingan Israel
26:24akan terus menjadikan
26:25jalan juga
26:26tepat sekali
26:27ini yang terjadi
26:28pada pertemuan sebelumnya
26:29di mana Israel itu
26:30sebentar-bentar
26:31menelpon
26:32nah kita harus akui
26:33tim negosiator
26:34yang dipimpin oleh
26:35oleh wakil presiden
26:37J.D. Vance itu
26:38J.D. Vance nya oke
26:39tapi orang-orang
26:40di bawahnya
26:41itu belum
26:41tidak
26:42tidak memiliki
26:44batin
26:45untuk menyelesaikan
26:46perang ini
26:46karena mereka itu
26:47memiliki
26:48loyalitasnya
26:49kepada Israel
26:50kita lihat misalnya
26:51Witkov
26:51kita lihat misalnya
26:52Kushner
26:53mereka tidak memiliki
26:54basis-basis
26:55hukum internasional
26:56hubungan internasional
26:57kepekaan
26:58dan juga
26:59pemahaman sejarah
27:00sedangkan Iran
27:01pada pertemuan terakhir
27:02terakhir itu
27:03membawa tim yang
27:04luar biasa
27:04mereka membawa
27:05ketua DPR
27:07mereka membawa
27:07menteri luar negeri
27:08mereka membawa
27:09direktur
27:11bank
27:12mereka juga
27:13membawa pakar
27:14hukum internasional
27:15dan juga
27:16mereka membawa
27:17rektor dan
27:18universitas pertahanan Iran
27:19jadi Iran
27:20sebenarnya sudah siap
27:21untuk mengambil keputusan
27:22tapi Amerika Serikat
27:23tampaknya juga
27:24tidak siap untuk lanjut
27:26Amerika Serikat
27:26tidak siap untuk
27:27berbicara
27:28hal yang detail
27:29baru sekarang lah
27:30setelah
27:30setelah
27:31tiga bulan ini
27:32hampir berakhir
27:33Donald Trump itu sadar
27:34kenapannya perang ini
27:35tidak bisa dimenangkan lagi
27:36dan dia memerlukan
27:37exit
27:38strategi yang manis
27:39dan tampaknya
27:40Iran juga berpikir
27:41saya sudah di atas angin
27:42saya yang akan
27:44ngotot
27:44untuk menentukan
27:45termnya
27:45misalnya Iran sudah
27:46sangat detail
27:47mengatakan bagaimana
27:48soal uranium
27:49bagaimana soal hormus
27:50bagaimana sanksi
27:51primer PBB
27:52bagaimana sanksi
27:53sekunder PBB
27:54dan juga
27:54bagaimana
27:55kedudukan Iran
27:57yang
27:58dana-dananya
28:00selama ini
28:01ditahan
28:01dari tahun 79
28:02itu harus
28:02dikembalikan
28:03dan untuk itu
28:04saya perhatikan sekarang
28:06Trump mungkin
28:07bisa menekan
28:07tapi secara psikologis
28:09Iran berada di atas angin
28:11demikian
28:11meskipun di atas angin
28:12tapi Budina
28:13kalau menurut Anda
28:14bagaimana Iran
28:15akan tetap
28:15menyiapkan exit
28:16strategi juga
28:17kalau misalnya
28:17Israel harus melakukan
28:19intervensi di tengah upaya
28:20menuju perdamaian
28:21atau setidaknya
28:21menghentikan perang
28:24kalau kita bicara
28:26soal Israel
28:26sebenarnya Israel pun
28:28sudah sangat terjepit
28:29saat ini
28:30dia punya front
28:31di Lebanon
28:32dan kemudian juga
28:33dia kembali
28:34meningkatkan serangannya
28:36ke Gaza
28:36dan para pejuang Gaza
28:38memandang
28:39bahwa ini adalah
28:40pelanggaran
28:40gejatan senjata
28:41sehingga mereka juga
28:42melakukan perlawanan
28:43nah
28:44yang bisa dilakukan
28:45oleh Nathaniel
28:46selama ini
28:46adalah memang
28:47ini ya
28:49memprovokasi
28:50Trump
28:50supaya melanjutkan perang
28:52bukan sekedar memprovokasi
28:54tapi juga
28:54melakukan
28:55cara-cara
28:57dan ini juga
28:57dipertanyakan
28:58sebenarnya oleh
28:59para pengamat
28:59politik di Amerika Serikat
29:01sendiri ya
29:02ini sebenarnya
29:02apa ini alasan
29:03sebenarnya
29:04kenapa kok
29:05Trump itu
29:06murut sekali
29:07sama
29:08sama Netanyahu
29:09gitu ya
29:10tapi kalau tadi
29:11balik lagi ke teori
29:12kebijakan luar negeri
29:13kan memang ada
29:13kelompok kepentingan juga
29:15yang memang
29:15berpengaruh pada
29:16kebijakan luar negeri
29:17sebuah negara
29:18dalam hal ini adalah
29:19kelompok-kelompok
29:20lobby Israel
29:21di dalam negeri
29:22sehingga
29:23saya pikir
29:23yang dilakukan
29:25oleh Netanyahu
29:26adalah terus-menerus
29:26memanfaatkan
29:27jaringannya
29:28di Amerika Serikat
29:29untuk menekan
29:30Trump
29:30dan kita juga
29:31tahu bagaimana
29:33donatur
29:34kampanyenya
29:36Trump selama ini
29:37gitu ya
29:37itu juga adalah
29:38orang-orang kaya
29:39yang sangat
29:41pro-Israel
29:41nah
29:42jadi kalau serangan
29:44langsung dari
29:45Israel ke
29:45Iran
29:46saya pikir
29:46kemungkinannya
29:48kecil ya
29:48karena memang
29:49dia juga sudah
29:50kehilangan
29:51banyak amunisi juga
29:52dan Israel juga
29:53sangat takut
29:54jika kemudian
29:54Amerika Serikat
29:55memberikan
29:55Iran ya
29:56memberikan serangan
29:57yang lebih besar lagi
29:58ke Tel Aviv
30:00sehingga dalam hal ini
30:01saya pikir
30:02situasinya
30:03betul sekali
30:04kata Pak Reza
30:05situasinya memang
30:06sudah terjepit sekali ya
30:07Amerika Serikat
30:08dan pilihan
30:09buat Amerika Serikat
30:10sebenarnya ini juga
30:11sudah banyak ditawarkan juga
30:12oleh para pengamat
30:13di dalam negeri Amerika Serikat
30:14sudah lah
30:15berhenti perang
30:16dan keluar
30:16jadi gak menyatakan menang
30:18tidak menyatakan kalah
30:19tapi keluar
30:19berhenti begitu saja
30:20itu yang kan yang terjadi
30:21di Afganistan
30:23di Irak
30:23di Vietnam
30:24gitu ya
30:24Amerika Serikat
30:25sudah keluar
30:26begitu saja
30:26karena memang
30:27waktu itu besar
30:28tekanan di dalam negeri
30:29sekarang juga tekanan
30:30di dalam negeri
30:30kan juga besar ya
30:31saya pikir ini
30:32termasih mengulur
30:34ulur-ulur waktu
30:35sampai akhirnya
30:36memang dia terpaksa
30:37untuk mengambil
30:37keputusan yang memang
30:38sangat mungkin dilakukan
30:40yaitu menghentikan peran
30:41Baik
30:42Bu Dina Suleiman
30:43Pengamat Timur Tengah
30:44Universitas Pajajaran
30:45dan Pak Tekureza
30:45Syahpekar
30:46Hubungan Internasional
30:47President and University
30:48terima kasih sudah berbagi
30:49bersama kami
30:49di Sampai Indonesia Pagi
30:50selamat bahagia pekan
30:51sehat selalu
30:53terima kasih
30:54Terima kasih
Komentar

Dianjurkan