Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mengungkap sejumlah kasus begal, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor yang marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya setelah banyak video aksi kriminal viral di media sosial.

Polisi berhasil mengungkap kasus di sejumlah wilayah seperti Palmerah, Kebayoran Baru, Menteng, Lenteng Agung, Bekasi Timur, hingga Depok, termasuk menangkap empat pelaku begal di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik terjadi di Kemayoran, ketika korban berhasil menggagalkan aksi begal dengan membawa kabur kunci motornya meski sempat diancam senjata tajam.

Polisi juga mendalami dugaan kasus begal hoaks yang viral di media sosial dan menegaskan informasi palsu tetap dapat diproses secara hukum.

Untuk menekan angka kejahatan jalanan, Polda Metro Jaya membentuk Satgas Pemburu Begal, meningkatkan patroli, serta mengintegrasikan lebih dari 24 ribu titik CCTV di wilayah rawan kriminalitas.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670596/kronologi-pengungkapan-kasus-begal-di-jakarta-hingga-modus-para-pelaku-diungkap-polisi
Transkrip
00:20Polda Metro Jai bersama Kodam Jai mengungkap kasus kejahatan jalanan berupa pencurian dengan kekerasan atau begal,
00:26pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor yang marak terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
00:37Pengungkapan kasus bermula dari banyaknya video aksi begal yang viral di media sosial.
00:41Video-video tersebut memperlihatkan aksi pencurian dan ciri-ciri pelaku di sejumlah lokasi.
00:50Beberapa kasus viral yang berhasil diungkap terjadi di Palmerah Kebayoran Baru, Menteng, Lendeng Agung, Bekas Timur, Ciputat, Depok, Koja, hingga
00:58Duri Kepah.
01:00Kasus yang kami ungkap hari ini berawal dari viralnya video di media sosial.
01:07Video tersebut dengan jelaskan aktivitas pencurian beserta ciri-ciri fisik para pelaku di lokasi kejadian tersebut.
01:17Inilah yang membantu juga kami di dalam melakukan pengungkapan terhadap beberapa kejadian yang viral di media sosial.
01:27Video-video itu kemudian mendapat respon yang masif dari masyarakat dan menyebar lintaskan informasi ini di berbagai platform media sosial.
01:45Sebelumnya viral di media sosial seorang mahasiswi Universitas Pajajaran diduga dilindas pemotor di sebuah gang kecil di Jatinangor, Sumudang, Jawa
01:54Barat, Selasa 12 Mei malam.
01:56Peristiwa itu terjadi saat korban hendak pulang ke kosan namun tiba-tiba dikejar orang tak dikenal hingga terjatuh dan diduga
02:02dilindas.
02:07Aksi begal juga terjadi di Jalan Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat.
02:11Gagal total setelah korban berhasil menyelamatkan diri sambil membawa kabur kunci motornya.
02:17Tiga pelaku yang menargetkan dua remaja di depan warung kelontong sempat mengancam korban dengan senjata tajam.
02:29Masih di Jakarta, empat terduga pelaku begal terhadap dua remaja yang berboncengah sepeda motor di Jalan Gunung Sehari Raya Sobesar
02:36berhasil diringkus petugas unit reserse kriminal Polsek Sobesar di sejumlah lokasi berbeda di Jakarta Barat dan Tanggerang.
02:43Salah satu terduga pelaku berinisial H mengakui telah melakukan aksi begal bersama tiga rekannya pada 9 April 2026.
03:17Dari aksi begal yang benar-benar terjadi,
03:19kini muncul dugaan begal hoaks yang viral di media sosial.
03:22Polda Metro Jaya masih mendalami kasus seorang modal yang mengaku menjadi korban begal di Jakarta,
03:28termasuk menelusuri kronologi dan penyebaran informasinya.
03:31Kabupaten Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan masyarakat bebas menyampaikan informasi di ruang publik.
03:37Namun informasi yang tidak benar tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
03:42Polisi juga telah melakukan pendampingan psikologis terhadap pihak terkait.
03:46Ada nggak dalam cipta kondisi dan lain-lain?
03:50Nah, kami kan butuh waktu untuk menanyakan.
03:51Dan kami juga sudah melakukan pendekatan secara perempuan dari PPA,
03:57pendekatan yang diorientasikan sebagai korban.
04:01Kedatangan kita melakukan perlindungan pendekatan secara humanis,
04:06termasuk memberikan pendampingan psikolog.
04:08Sudah kita lakukan.
04:09Nah, kita akan mendalami, tadi beberapa yang menanyakan,
04:13pasti kami akan mendalami.
04:14Baik dari pelaku, baik dari sisi media sosial,
04:19media sosial, digital, ruang digital, itu pasti akan kami dalami.
04:24Artinya, apakah ada filiasi, ada potensi-potensi,
04:28memang sengaja dalam tanda kutip membuat gaduh.
04:31Sementara, pengungkapan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan jajaran
04:35sudah sangat masif dan sudah sangat besar.
04:38Dalam durasi beberapa minggu ini 173 pelaku yang sudah diamankan.
04:43Nanti kami akan update.
04:44Tapi, kami sampaikan bahwa Polda Metro Jaya tidak akan pernah membatasi
04:49teman-teman, pegiat di media sosial untuk berkomunikasi.
04:53Kami juga mendapat feedback positif dari informasi unggahan masyarakat di media sosial.
04:59Itu memberi informasi kepada kepolisian untuk mendalami TKP,
05:04waktu kejadian siapa korbannya.
05:06Kemudian di mesas beredar beberapa titik-titik.
05:09Itu benar nggak sih Pak?
05:10Nah, kita lihat, tadi disampaikan.
05:13Kalau ada di media sosial beberapa titik,
05:15memang tadi disampaikan oleh Direktur Resultasi Kriminal Umum,
05:18ada beberapa kejadian seperti di Bekasi, di daerah Tangerang,
05:23di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat.
05:25Tetapi itu kan sudah dilakukan pemindakan.
05:28Nah, kalau memang itu menjadi rawan, kita kan harus melihat titik rawan ini rawan apa?
05:33Rawan kriminalitas kah? Rawan lakalantas?
05:36Iya kan? Rawan terhadap apa?
05:39Nah, ini harus dikaji.
05:40Jadi, kami mengimbau pada seluruh masyarakat.
05:42Jangan penuh kekhawatiran, menimbulkan fear of crime
05:47dengan ada beberapa konten yang muncul di media sosial.
05:51Polisi menyebut sebagian pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap
05:54sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur
05:57demi keselamatan masyarakat dan anggota di lapangan.
06:00Sementara itu, beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran tim Satgas Pemburu Begal.
06:05Kolaborasi yang kami lakukan bersama RT maupun RW,
06:12pemerintah Provinsi DKI, Kodam Jaya, membangun poskambling,
06:20serta mengintegrasikan lebih dari 24 ribu titik CCTV
06:27yang terpasang di seluruh wilayah DKI Jakarta
06:33atau di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
06:36Dan kami terus akan meningkatkan jumlah titik pemasangan CCTV
06:42untuk semakin memudahkan di dalam pengungkapan berbagai perkara
06:47yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
06:52Kami juga menghimbau kepada masyarakat warga Jakarta
06:57untuk selalu waspada di jalan, terutama pada malam hari
07:03dan upayakan setiap perjalanan di malam hari
07:08untuk tidak berpergian sendiri atau mengajak rekannya
07:14sehingga bisa menguatkan potensi korban ini bisa hilang
07:20karena ada kawan di dalam perjalanannya.
07:24Kemudian segera juga laporkan setiap kejadian
07:28yang mencurigakan kepada kantor-kantor kepolisian terdekat
07:34atau poskambling yang sudah aktifasi
07:37maupun memanfaatkan keberadaan hotline 110
07:43layanan 24 jam dari kepolisian daerah Metro Jaya
07:52Untuk menekan angka kejahatan jalanan
07:54Polda Metro Jaya membentuk Satgas Pemburu Begal
07:56dari tingkat Polda hingga Polsek
07:58meningkatkan patroli
08:00serta membangun 150 pos pantau dan pos kamling
08:03di titik kerawan kriminalitas
08:05Selain itu lebih dari 24 ribu titik CCTV diintegrasikan
08:10untuk membantu pengawasan dan pengungkapan kasus
08:13Polisi juga mengimbau masyarakat tetap waspada
08:16saat beraktifitas malam
08:18dan segera melapor melalui hotline 110
08:20jika menemukan kejadian mencurigakan
08:23selamat menikmati
08:28selamat menikmati
08:30selamat menikmati
08:31selamat menikmati
08:31selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan