Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027 masih tergolong realistis, meski di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi.

"Sebenarnya ini cukup optimistis, tapi bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai. Hanya saja pemerintah punya PR besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kredibel di tengah tantangan global," ujar Fakhrul di Sapa Pagi, Jumat (22/5/2026).

Ia menilai salah satu penyebab pelemahan rupiah saat ini adalah keputusan pemerintah menahan harga BBM di tengah tekanan harga energi global.

"Pilihan pemerintah sekarang adalah menahan harga BBM sehingga dampaknya rupiah yang melemah," katanya.

Menurutnya pemerintah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga harus meningkatkan kapasitas ekonomi nasional.

"Kalau pertumbuhan tinggi sampai 6,5 persen tapi kapasitas ekonomi tidak meningkat, kebutuhan pendanaan eksternal akan naik dan dolar makin kuat," kata Fahrul.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Baca Juga 9 WNI Relawan GSF Alami Kekerasan saat Ditahan Israel: Ditendang, Dipukul dan Disetrum di https://www.kompas.tv/internasional/670388/9-wni-relawan-gsf-alami-kekerasan-saat-ditahan-israel-ditendang-dipukul-dan-disetrum



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670398/ekonom-soal-target-rupiah-rp16-800-pada-2027-realistis-kompas-bisnis
Transkrip
00:02Presiden Prabowo Subianto menargetkan rupiah di kisaran 16.800 hingga 17.500 per dolar AS untuk tahun 2027.
00:12Apakah target ini realistis? Melihat ke depan banyaknya tekanan dan ketidakpastian geopolitik.
00:18Strategi fiskal dan moneter apa yang diperlukan agar target ini bisa tercapai?
00:23Kita bahas bersama ekonom tribek sekuritas, Fahrul Fulfian. Selamat pagi, Mas Fahrul.
00:28Ya, selamat pagi, Mas.
00:31Mas Fahrul, ini ditargetkan rupiah di kisaran 16.800 hingga 17.500 per dolar AS pada 2027.
00:41Ini ditargetkan oleh Presiden dalam kerangka ekonomi makro dan juga pokok-pokok kebijakan fiskal.
00:47Apakah menurut Anda kisaran ini optimistis, pesimistis, atau realistis?
00:54Saya lihat sebenarnya kalau kita lihat asumsinya, asuminya sebenarnya ini sangat lumayan optimistis ya.
01:01Karena memang saat ini sedang masih terjadi beberapa tekanan global.
01:05Tapi sebenarnya ini bukan hal yang tidak mungkin juga untuk dicapai.
01:08Cuma kalau untuk mencapai asumsi nilai tukar 16.800 hingga 17.500, terdapat beberapa PR besar yang harus dilakukan oleh
01:18pemerintah.
01:18Yang pertama tentunya bagaimana kita membuat ya pertumbuhan ekonomi.
01:24Pertumbuhan ekonomi ini harus satu sisi harus kredibel.
01:27Dan memang ya, karena kita lihat ini ada banyak tantangan global.
01:32Kalau mau mata uangnya masih stabil, pemerintah harus berani untuk mempastrukan perubahan-perubahan global yang ada.
01:40Seperti yang kita ketahui, salah satu alatan pelemahan rupiah jauh di atas fundamentalnya di tahun 2026.
01:46Ini dikarenakan pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM.
01:50Ini pilihan loh.
01:51Pilihan pemerintah, either harga BBM naik atau rupiah melemah.
01:54Jelas pilihannya sekarang rupiah melemah.
01:57Jadi kalau mau rupiahnya stabil, di tengah berbagai macam gojolak yang ada di pasar,
02:02pemerintah memang harus mempersiapkan perekonomian untuk meng-absorb beberapa cop-cop yang kejadian.
02:10Saya lihat mungkin kalau ada pergerakan harga global lagi, jangan semuanya terlalu dikendalikan.
02:15Harus dibiarkan sehingga pasar bisa menyesuaikan itu sumber dari kestabilan rupiah.
02:22Ini bukannya tidak mungkin untuk dilakukan oleh pemerintah,
02:25tapi pemerintah di sini harus koheren dan berkomunikasi dengan baik kepada pasar.
02:31Karena dasarnya pasar keuangan itu tidak menyukai kejutan yang terlalu banyak.
02:37Mas Fahrul, tadi ada menyebutkan bahwa PRN adalah pertumbuhan ekonomi,
02:40selain tadi memang yang menyebabkan pelemahan juga yang harus diperhatikan adalah soal keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM tadi.
02:47Kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi yang juga luar biasa di kuartal pertama tahun ini,
02:53sekitar 5,61 persen, mengapa ini juga tidak berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah?
03:00Ya, kalau kita lihat sejarahnya ya, memang Indonesia itu punya kecenderungan, Mas.
03:05Bahwa ketika pertumbuhan ekonomi tinggi, pertumbuhan ekonomi itu membutuhkan likuiditas yang banyak,
03:10biasanya meningkatkan impor, membuat adanya tekanan neraca berjalan, itu membuat depresiasi rupiah itu terjadi.
03:19Nah, tantangannya yang harus dilakukan oleh pemerintah di tahun 2027,
03:23kalau memang mau rupiahnya stabil di Rp17.500,
03:28pemerintah harus bisa meningkatkan kapasitas ekonomi,
03:31sehingga pertumbuhan ekonomi tidak men-trigger impor yang lebih lanjut,
03:36tidak men-trigger kebutuhan dana eksternal yang meningkat.
03:39Nah, ini sebenarnya dialami juga, Pak Jokowi mengalami di tahun 2018,
03:44Pak SBY juga mengalami di tahun 2013,
03:47pertumbuhan ekonomi lagi tinggi,
03:48kalau ingat-ingat Pak Jokowi ketika infrastruktur lagi dikebut, rupiah melemah.
03:52Ini juga lagi kejadian nih, ketika pertumbuhan ekonomi lagi dikebut, rupiah melemah,
03:57jadi kuncinya harus kapasitasnya beneran naik, bukan hanya soal pertumbuhan tinggi.
04:03Kalau pertumbuhan tinggi sampai 6,5 persen,
04:06tapi kapasitas ekonomi kita tidak meningkat,
04:09itu akan meningkatkan kebutuhan pendanaan eksternal,
04:12dan ini yang akan membuat dolar itu makin kuat, rupiah melemah.
04:16Ini yang harus dihagar sebawahi dari pemerintah.
04:19Bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
04:22kapasitas dari pemerintah, kapasitas perekonomian harus dinaikkan,
04:26baik dari sektoril ataupun kebuangan.
04:28Oke, kita berbicara soal pertumbuhan ekonomi,
04:30dan juga tadi soal menahan harga BBM.
04:33Kalau belajar dari kerentanan fiskal tahun ini, Mas Fahrul,
04:37sebetulnya strategi apa lagi secara fiskal yang perlu dilakukan oleh pemerintah?
04:42Pemerintah pada satu waktu,
04:44nah ini hal yang paling tricky, Mas.
04:46Pada satu waktu terkait dengan pendapatan negara,
04:49kalau kita ngomong fiskal,
04:51pemerintah harus secara simultan,
04:54meningkatkan compliance dari pendapatan negara,
04:57baik dari pendapatan pajak dan non-pajak,
05:00itu harus dilakukan,
05:01tapi at the same time harus menjaga kepercayaan dari pelaku bisnis dan pelaku usaha.
05:07Ini tidak gampang, tapi bisa dilakukan, Mas.
05:10Tapi bisa dilakukan bagaimana caranya kebijakan-kebijakan yang muncul itu harus transparan.
05:16Kalau nggak transparan, resiko ketidakpercayaan dan pushback itu meningkat.
05:22Ini yang sebenarnya terrefleksikan di IHSG yang saat ini lagi turun.
05:26Bukan gara-gara fundamental ekonomi nggak bagus,
05:29pertumbuhan rata-rata korporat di kuartal satu itu sangat baik sekali,
05:33recovering,
05:34tapi permasalahannya di kondisi saat ini,
05:37kondisinya recovering,
05:38tapi pelaku usaha tidak merasakan kondisinya recovery.
05:41Nah, ini pahamnya nih,
05:43kondisinya sudah bagus,
05:44programnya jalan,
05:45kita harus menyesuaikan persepsi
05:48dan kita harus mendapatkan hati dunia usaha.
05:51Ini paling penting.
05:51Kalau mau pertumbuhan ekonominya lebih tinggi,
05:55karena semuanya seperti yang saya cari saka tadi,
05:58dimulai dari optimisme.
06:00Kalau optimisme dan kepercayaan nggak ada,
06:02itu apa?
06:02Itu yang harus pemerintah jaga banget.
06:05Berarti salah satu kuncinya yaitu dengan meningkatkan pendapatan negara.
06:09Kalau tadi kita bicara soal fiskal,
06:11lalu dari sisi seberangnya,
06:13sisi moneter,
06:14strategi apa yang perlu dilakukan,
06:16namun kita bahas susah jeda ya, Mas?
06:18Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
06:43Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
06:4917.500 per dolar Amerika Serikat
06:52untuk tahun 2027
06:53bersama ekonomi terimegas sekuritas Fahrul Fulfian.
06:57Mas Fahrul,
06:57menurut Anda ini apakah langkah menaikkan BI Red
07:00oleh Bank Indonesia sudah tepat
07:02untuk menjaga stabilitas rupiah saat ini?
07:04Melihat juga dua hari terakhir rupiah memang menguat,
07:07tapi tipis begitu.
07:10Ya, makasih, Mas.
07:12Kalau terkait BI Red,
07:13saya sangat setuju sekali
07:14dinaikkan 50 basis point.
07:16Memang sudah seharusnya.
07:18Karena memang resikonya adalah
07:19kalau kemarin tidak dilakukan,
07:22itu ya sistem moneter Indonesia kehilangan anchor, Pak.
07:24Kehilangan anchor dikarenakan ada depresiasi rupiah
07:27walaupun inflasinya rendah.
07:29Ini aku lihat langkah yang sudah dilakukan BI,
07:32ini benar.
07:32Ini langkah pertama.
07:33Langkah kedua yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia
07:36setelah menaikkan 3-1 bulan
07:37adalah harus memperbaiki kurva imbal hasil
07:40surat berharga negara, Pak.
07:43Kalau yang kemarin,
07:44surva imbal hasilnya itu sudah sangat klat
07:46dan tidak menarik sama sekali bagi investor.
07:49Sehingga investornya masuk ke SRBI,
07:52yang mana SRBI ini juga ternyata
07:54belum begitu cukup untuk
07:55mengatasi depresiasi rupiah yang terjadi.
07:58Nah, begitu BI Rednya sudah naik,
08:00kita lihat imbal hasil dari surat berharga negaranya
08:03harus dibetulkan.
08:04sedikit lebih tinggi,
08:06berhasil surat berharga negara ini akan baik,
08:08itu akan men-trigger kembali investor asing
08:12masuk ke Indonesia.
08:13Ini hal yang paling kita tunggu
08:15untuk stabilisasi rupiah.
08:17Namun demikian,
08:18pemerintah dan bersama BI juga
08:20harus terus memberikan guidance ke depan
08:23bagaimana target-target perekonomian.
08:26Intinya, kalau mau rupiah kuat,
08:28jangan biarkan pasar keuangan
08:30tanpa target,
08:31tanpa pandangan.
08:32Kalau pasar keuangan dibiarkan tanpa pandangan,
08:36akan muncul banyak pandangan-pandangan sendiri, Pak.
08:38Itu kira-kira yang harus dilakukan.
08:40Oke, berarti tadi soal SRBI juga penting sekali.
08:43Kita ketahui dari tujuh strategi
08:45yang dilakukan oleh Bank Indonesia,
08:47begitu yang dikemukakan di depan
08:48Presiden Prabowo Subianto,
08:49diantaranya BI menaikkan SRBI
08:51untuk menarik kembali aliran modal asing
08:53ke dalam negeri,
08:54juga ada membeli SBN di pasar sekunder.
08:56Menurut Anda,
08:58ini akan seberapa besar dampaknya
08:59dalam stabilkan rupiah?
09:02Kalau saya sedikit berbeda ya,
09:04aku lihat sebenarnya ini agak kontradiktif.
09:07Usaha untuk menahan bunga SBN itu
09:10tidak terlalu tinggi.
09:11Itu memang baik untuk menjaga
09:13biaya bunga internet expense negara,
09:16tapi itu agak kontradiktif
09:18dengan pasar keuangan yang sehat.
09:20Nah, pasar keuangan yang sehat
09:21itu butuh yud yang tidak dikontrol
09:24terlalu banyak, Mas.
09:26Makanya, walaupun yang kemarin
09:28tujuh langkah itu sudah keluar,
09:30itu pasar tidak terlalu
09:32secara hangat menerima tersebut,
09:34tapi ketika BI rate-nya dinaikkan
09:36dan belakangan kurva yuman hasilnya
09:38diperbaiki, itu justru membaik.
09:40Nah, jadi memang PR-nya ini
09:41antara monetar dan fiskal
09:43itu harus mengimbangi
09:44bagaimana biaya bunga negara
09:47itu tidak terlalu naik.
09:49Di satu sisi,
09:50dia tetap harus memberikan
09:52kondisi pasar yang menarik
09:54tingkat imbar hasil yang oke
09:56dan baik untuk investor domestik
09:58dan luar negeri.
10:00Ini dilema yang dihadapi,
10:02tapi di kondisi ini saya lihat
10:04sudah waktunya kita
10:05untuk memperbaiki kumpah-kumpah
10:07imbar hasil
10:08dan melakukan sesuatu yang lebih
10:09daripada tujuh target yang dilakukan BI.
10:11Kira-kira seperti itu.
10:12Oke, harus ada imbar hasil yang oke
10:14untuk menarik investor begitu ya.
10:15Kalau kita lihat lagi,
10:17Mas Fahru,
10:19Gubernur BI bilang
10:20tekanan periode April hingga Juli
10:22ini meningkat karena tingginya
10:24kebutuhan devisa
10:24untuk pembayaran dividen,
10:27utang luar negeri,
10:27dan juga kebutuhan haji.
10:29Sebetulnya ini seberapa besar
10:30pengaruhnya terhadap
10:31kelemahan rupiah?
10:32Karena kita ketahui bahwa
10:34di saat ini,
10:36meski dua hal ini menguat tipis,
10:38sebelumnya rupiah berkali-kali
10:40berada di level terlemahnya.
10:42Iya, saya lihat sebenarnya
10:44kalau kita lihat seasonality ya,
10:46seasonality itu berkontribusi
10:48sekitar 40% dari total
10:50kelemahan rupiah.
10:51Hal yang paling berpengaruh
10:52pada kelemahan rupiah
10:53pada kondisi kali ini
10:54adalah faktor ekspektasi, Pak.
10:56Faktor ekspektasi kebijakan monitor,
10:58ekspektasi inflasi,
10:59ekspektasi likuiditas,
11:01dan ekspektasi kebijakan fiskal
11:03yang dilakukan oleh pemerintah.
11:05Jadi,
11:06kalau mau hendak menguatkan rupiah,
11:08yang paling penting dilakukan,
11:09ekspektasinya dibenarkan dulu.
11:12Statement gubernur Bank Indonesia
11:13valid,
11:14benar sekali,
11:15tapi itu adalah hal
11:17seasonality yang bertahun-tahun
11:18kita alami.
11:19Nah, itu ya,
11:20bertahun-tahun kita alami.
11:21Kalau kita mau stabil,
11:23selain ada faktor seasonality tadi,
11:25kita harus mengembalikan
11:26ekspektasi pasar dulu dengan baik.
11:29Dan ini saya sangat mengharapkan
11:31pemerintah untuk
11:32sangat menjaga,
11:34sangat menjaga komunikasi,
11:35dan juga kebijakan-kebijakannya,
11:37jangan mengejutkan,
11:38kira-kira seperti itu.
11:40Kebijakan yang mengejutkan
11:41akan sangat bisa
11:42mempengaruhi pasar,
11:44mempengaruhi confidence,
11:45mempengaruhi rupiah.
11:47Oke, kebijakan-kebijakan yang tepat
11:48juga diperlukan agar rupiah ini
11:50tetap stabil.
11:51Mas Fahrul,
11:52apakah Anda sepakat
11:53jika rupiah saat ini
11:55dikatakan under value?
11:57Jika melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi,
11:59inflasi,
12:00hingga neraca pembayaran Indonesia?
12:03Dengan kondisi sekarang ya,
12:05dengan kondisi sekarang,
12:06kan sebenarnya saya selalu
12:08argue rupiah ini
12:09overshooting,
12:09gara-gara kita memutuskan
12:11untuk tidak menaikkan
12:12harga UBM itu pilihan,
12:13pilihan pemerintah
12:14karena harus menjaga
12:15kondisi sosial kita.
12:16Saya lihat
12:17kalau kondisi seperti itu
12:18membuat rupiah itu
12:19memang under value
12:20secara teori
12:21mengalami overshoot,
12:23melemahnya drastis,
12:24dulu jauh
12:26di atas fundamentalnya,
12:27sampai nanti suatu saat
12:29akan kembali
12:30ke fundamentalnya.
12:31Ya,
12:32itu selalu terjadi,
12:33kondisi overshooting,
12:33saya agree
12:34bahwa saat ini
12:35rupiah ini under value,
12:37cuma ada sayangnya
12:38satu Pak,
12:40bahwa
12:40apa namanya,
12:42cerita
12:42ataupun sentimen
12:43bahwa rupiah ini
12:44bisa menguat ke depan
12:45itu belum ada.
12:47Nah,
12:47ini sudah
12:48bergerak
12:4950 basis,
12:51ya,
12:51itu sudah 50%
12:52dari syarat penguatan rupiah,
12:54berikutnya
12:55yang harus dilakukan
12:56itu dari sisi fiskal.
12:57Fiskalnya,
12:58butuh penyesuaian
12:59anggaran yang
13:00diceritakan
13:01secara eksplisit
13:02kepada pasar.
13:04Kalau itu terjadi,
13:05penyesuaiannya
13:06bisa betul banyak.
13:07Mungkin ada
13:07pengaikan harga pertamas,
13:09penyesuaian program-program
13:10prioritas,
13:11kalau itu dilakukan,
13:12mudah-mudahan
13:13kita tunggu ya,
13:14rupiah harusnya menguat.
13:15Kita sendiri
13:16melihat
13:16fundamental rupiah
13:18harusnya di
13:18Rp16.800
13:19sampai Rp17.200.
13:22Kita-kira seperti itu.
13:23Kalau mendengar
13:24Mas Wahru,
13:25kalau mendengar
13:26kata under value,
13:27jadi kita,
13:28warga itu jadi
13:29harap-harap cemas
13:30apakah rupiah ini
13:31dengan kata under value ini
13:32bisa kembali menguat
13:33ke level sebelumnya
13:34paling enggak
13:35seperti yang
13:36ditargetkan oleh
13:37Gubernur Ban Indonesia
13:38di angka
13:39Rp16.500-an
13:40mulai Juli
13:42dan juga target pemerintah
13:43nanti di tahun depan
13:43di Rp16.800
13:45hingga Rp17.500.
13:46Berarti
13:47apa
13:48dari
13:49segi
13:50moneter
13:50yang perlu
13:51dilakukan
13:51agar memang
13:53harap-harap
13:54cemas dari
13:54masyarakat ini
13:55bisa menjadi
13:57jawaban yang berbuah
13:58manis
13:59Oke,
14:00balik.
14:01Kalau dari
14:01moneter
14:02seperti yang saya
14:02jelaskan tadi
14:03kurva imbal hasilnya
14:04harus diperbaiki
14:05sehingga
14:06pemilik modal
14:07nasional
14:08ataupun modal global
14:09itu mau masuk
14:10ke peker obligasi
14:11Indonesia
14:12voluntary
14:12nah,
14:14kalau mereka masuk
14:14secara voluntary
14:15kita tidak harus
14:16menggunakan
14:17cadangan devisa kita
14:18untuk melakukan
14:20intervensi
14:20itu yang harus
14:22dilakukan
14:22cemas terkait
14:23Zupiah
14:24Hunter Peli
14:24ini saya
14:25ada
14:25optimasi
14:25menarik
14:26kalau ada
14:27dari Bapak Ibu
14:28penonton
14:28Kompas TV
14:29yang sempat
14:30pergi ke Singapura
14:31seminggu
14:32atau dua
14:32minggu
14:32ini agak
14:33fenomena yang
14:34menarik
14:34potongan 10%
14:36di bandara
14:39itu ada
14:40menunjukkan
14:41satu hal
14:41even
14:42trader-trader
14:43di Singapura
14:44pelaku komersial
14:45di Singapura
14:46tidak agree
14:46dengan exchange rate
14:47yang ada sekarang
14:48mereka juga
14:49merasa
14:49dollar mereka
14:50terlalu kuat
14:51dan mereka
14:52kehilangan pasar
14:53dari pembeli
14:53Indonesia
14:54itu juga
14:55it is a very
14:56very big sign
14:56of IDR
14:58under value
14:58even
14:59orang Singapura
15:00rela
15:00menurunkan
15:01nilainya
15:02menurunkan
15:03harganya
15:04gara-gara mata
15:05uangnya terlalu kuat
15:05supaya orang Indonesia
15:06beli
15:06sekarang saya
15:07justru ya
15:08tapi ini
15:08tergantung
15:09kebijakan pemerintah
15:09kalau kebijakan
15:10pemerintahnya benar
15:11habis ini
15:12kita harusnya
15:13udah sell dollar
15:14ya
15:14ini mudah-mudahan ya
15:15sekarang ada
15:16kejutan-kejutan lagi
15:17karena saya
15:18kejutan ini
15:19di kondisi sekarang
15:20ini membunuh
15:20bahaya
15:21itu ya saya
15:22jintakan
15:22ini
15:23kalau seorang under value
15:24kita udah seorang under value
15:25oke
15:25baik
15:26terakhir Mas Fahrul
15:27yang juga jadi sorotan
15:28adalah soal
15:29pembatasan pembelian
15:30dollar tanpa
15:30underlying transaksi
15:31dari 100 ribu
15:32ke 50 ribu
15:34dollar begitu
15:35dan juga nanti
15:35akan diturunkan lagi
15:36ke 25 ribu
15:37apakah menurut Anda
15:39ini akan efektif?
15:42saya rasa
15:42ini
15:44fungsinya
15:45lebih untuk
15:45menurunkan volatilitas
15:46menurunkan volatilitas
15:48kalaupun ada
15:49trend pelemahan
15:50itu jadi gak banyak
15:51tapi tidak
15:52mengubah trend
15:53secara operang
15:54ini untuk
15:54smoothing Pak
15:55smoothing
15:56menjaga demand
15:57tapi tidak mengubah trend
15:58untuk mengubah trend
16:00tetap butuh
16:02laku dan kegiatan
16:03yang
16:05protektif
16:06untuk penguatan rupiah
16:07baik dari sisi
16:08moneter ataupun
16:08fiskal
16:09kira-kira seperti ini
16:10oke
16:11baik
16:11berarti
16:11kalau kita
16:12saya garis bawahi
16:13dari perbincangan kita
16:14banyak hal yang bisa
16:15dilakukan oleh pemerintah
16:16dari segi fiskal
16:18dari segi
16:18moneter
16:19dari Indonesia
16:20tadi juga ada
16:20hal-hal strategi
16:21dan memang untuk
16:22menjawab keresahan
16:23dari masyarakat
16:24terkait
16:24pelemahan rupiah
16:25memang
16:26terjawab sedikit
16:27begitu selama dua hari ini
16:28ada penguatan tipis
16:29tapi masih di atas level 17.600
16:32namun kita nantikan juga
16:33apakah yang
16:35optimisme dari
16:36Indonesia terkait
16:37penguatan rupiah
16:37di Juli
16:39hingga Agustus
16:40di tahun ini
16:40juga akan terjawab
16:41dan seberapa besar
16:42juga potensi
16:43dari rupiah
16:45yang diasumsikan
16:46oleh pemerintah
16:47di tahun 2027
16:49juga akan
16:50terrealisasi
16:51terima kasih
16:51ekonom terimegas
16:52sekuritas
16:53Fahrul Fulfian
16:54atas waktunya bersama kami
16:55di Kompas Bisnis
16:56mas sehat selalu
16:57ya terima kasih
17:01saudara
17:02jangan kemana-mana
17:03karena
17:03Sapa
17:04Indonesia Pagi
17:05akan kembali
17:05untuk anda sesaat lagi
17:06dengan sejumlah informasi lainnya
17:08tetap bersama kami
17:11Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan