Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim buka suara soal polemik grup WhatsApp yang sempat menyeret nama Nadiem Makarim dalam proses persidangan.

Franka menyebut isu grup WhatsApp menjadi salah satu narasi terbesar sejak kasus tersebut naik ke tahap penyidikan hingga persidangan dimulai.

Franka mengaku memahami mengapa isu tersebut memunculkan keraguan di publik. Namun, ia menegaskan grup WhatsApp itu tidak pernah membahas proyek Chromebook yang menjadi sorotan perkara.

Menurut Franka, isu grup WhatsApp itu bahkan tidak muncul dalam dakwaan maupun persidangan.

Ia juga menyebut pembahasan soal grup WhatsApp terus bergulir selama berbulan-bulan, tetapi tidak pernah terbukti berkaitan dengan proyek Chromebook.

Franka turut menanggapi narasi mengenai nama grup "Mas Menteri Core Team" yang ramai diperbincangkan publik.

Menurut Franka, grup tersebut dibentuk sebagai wadah diskusi isu pendidikan karena Nadiem saat itu mulai mendapat informasi kemungkinan akan bergabung ke pemerintahan.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog




#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670403/franka-makarim-bongkar-fakta-whatsapp-group-nadiem-mas-menteri-core-team-rosi
Transkrip
00:00Saya masih bersama istri dari Nadi Makarim, Franka Franklin Makarim.
00:06Waktu awal persidangan ini dimulai, salah satu yang juga menjadi sorotan publik adalah soal WhatsApp Group.
00:13Mas Menteri Court Team, bahkan sebelum pengumuman Menteri dan pelantikan Menteri.
00:20Apa yang Anda ketahui soal WhatsApp Group yang ini juga disebut sebagai bagian dari mens rea?
00:30Nah, tepat satu tahun yang lalu, Mbak Rosi, pada saat kasus ini naik ke penyidikan, sampai Mas Nadiem akhirnya mulai
00:40bersidang.
00:43Itu narasi dan cerita tentang WhatsApp Group itulah yang menjadi satu titik terbesar.
00:49Dan saya mengerti kenapa itu bisa menjadi sesuatu yang bikin orang ragu.
00:56Tapi, WhatsApp Group itu tidak pernah ada pembicaraan tentang kerombong.
01:02Dalam WhatsApp itu, itu tidak muncul juga di persidangan ya?
01:06Tidak, tidak muncul di dakwaan Mbak Rosi, bahkan.
01:09Jadi, urusan WA Group ini dibawa selama beberapa bulan sampai kepada dakwaan, tidak ada.
01:18Dan sehabis itu pun tidak, karena memang di dalam WhatsApp Group itu tidak ada pembahasan kerombong sampai enam bulan setelah
01:28Mas Nadiem menjabat.
01:30Bahkan namanya saja baru jadi Mas Menteri Court Team itu setelah beliau dilantik.
01:36Tapi hebat banget Mas Nadiem, sebelum diumumkan sebagai Menteri dan kemudian dilantik, sudah membuat grup core team untuk menjadi Menteri.
01:48Pada saat itu, sepengetahuan saya, grup ini namanya Education Council atau Education Org gitu.
01:58Tidak ada Mas Menteri Court Team ya.
02:01Dan di sana, mereka hanya membahas isu-isu pendidikan apa.
02:05Kenapa? Karena pada saat itu Mas Nadiem sudah mulai dengar Mbak, bahwa mungkin dia akan diajak bergabung.
02:12Sehingga karena dia tidak berasal dari sistem pendidikan gitu ya, biarpun passionnya ada, dia harus mengajari diri dong.
02:21Harus bertanya kepada orang-orang yang lebih mampu dan berkompetensi di bidang itu.
02:26Saya bertanya pada beberapa sumber, saya tidak perlu menyebutkannya, tapi saya mempercayai akurasi dari informasi ini.
02:35Bahwa memang seorang Nadiem Makarim adalah termasuk orang yang pertama kali di era periode kedua Pak Jokowi untuk diminta bergabung.
02:44Dan kemudian Mas Nadiem lah yang memilih untuk menjadi Menteri Pendidikan dan menggabungkan.
02:51Sehingga memang ada privilege pada waktu itu sebagai seorang yang diminta dan bisa memilih jabatan sebagai Menteri.
03:02Pertanyaan saya pada Franka, apakah ini sedikit banyak membuat Mas Nadiem merasa sangat bersemangat?
03:17Termasuk ekstrimnya, overconfident bahwa ia mendapat mandat penuh dari Presiden Jokowi.
03:28Sehingga dapat merasa bahwa apa yang dia lakukan itu pasti akan aman.
03:44Pertama saya tidak tahu ya bahwa itu ada privilegesnya seperti itu gitu.
03:50Tapi saya tahu suami saya bukan orang yang sempurna.
03:55Apalagi Menteri yang sempurna.
03:57Bahwa dia dalam cara berkomunikasi, bersikap, budaya kerja, cara dia ingin memecahkan suatu masalah istilahnya di dalam satu badan baru,
04:13di dalam pemerintahan.
04:15Mungkin tidak berkenan dan kurang pas ya, Pak.
04:19Di saat itu, itu adalah sesuatu yang sudah sangat direfleksikan selama satu tahun ini.
04:25Tapi saya juga sangat mempercayai bahwa niat baiknya, kapabilitasnya, dan semua yang dia upayakan dalam lima tahun tersebut berangkat dari
04:36visi-misi yang diberikan dan dicoba untuk dilakukan sebaik mungkin.
04:41Dan itu saya yakin ia bisa bertanggung jawabkan.
04:45Mas Tadum juga dalam persidangan menyebut bahwa ini adalah amanat dari Presiden.
04:52Pada waktu itu Presiden Jokowi pada rapat paripurna yang pertama menyebutkan pentingnya digitalisasi dunia pendidikan.
05:02Apakah dengan membawa nama Presiden merasa perlu untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan adalah perintah Presiden.
05:12dan bukan hal yang diluar perintah Presiden.
05:17Apakah mesej ini yang mau disampaikan?
05:24Saya rasa pada saat itu Mas Nadiem hanya ingin menegaskan bahwa tugas dari seorang Menteri adalah menjalankan visi dan misi.
05:35Dan itu benar-benar sudah diupayakan selama lima tahun dengan sepenuh tenaga dan sepenuh hati dengan semua ketidaksempurnaannya sekali lagi.
05:45Tapi sesuai dengan fakta persidangan sekali lagi apa yang dituduhkan tidak ada yang terbukti.
05:52Tidak ada salah prosedur.
05:54Tidak ada aliran dana.
05:56Dan ya laptop dan semua alat TIK ini masih dipakai oleh guru-guru dan murid di seluruh Indonesia.
06:04Sebagai seorang bintangnya di kabinet periode lalu,
06:11Anda merasa ditinggalkan nggak?
06:13Bahwa dulu suami saya diminta, dibanggakan, bahkan cukup dielulukan.
06:20Dan ketika sampai di satu proses persidangan, merasa sendiri.
06:29Mungkin kami di awal merasa sering sekali sendirian.
06:35Tapi juga kami mengerti bahwa ini adalah akibat fakta persidangan belum keluar sama sekali.
06:42Tapi sekali lagi seperti yang Barosi tadi juga bilang bahwa dukungan doa sudah begitu besar itu adalah berkat yang tidak
06:52akan pernah kami bisa sangka.
06:55Dan juga berterima kasih.
06:58Tapi kalau saya boleh tambahkan Barosi,
07:01yang paling memprihatinkan dan menyakitkan untuk saya adalah
07:07bagaimana niat baik suami saya dijadikan senjata yang diputarbalikan.
07:13Bahwa yang pertama, sebelum dia menjadi menteri,
07:20investasi dari perusahaan yang besar itu sudah masuk lebih dari 70%.
07:26Mas Nadiem melepaskan jabatannya sehari sebelum dilantik.
07:31Dan itu dianggap menjadi satu pura-pura
07:36supaya dia bisa menutupi konflik kepentingan ini.
07:41Pada saat dia tidak ada, jelas tidak ada aliran dana
07:48selama dia menjabat dan itu terbukti di persidangan,
07:52itu dianggap dia itu sangat lihai
07:55sebagai penyembunyikan penjahatan.
07:59Betul, yang menerima dan mengakui menerima bahkan tidak diusut.
08:05Dan yang terakhir Mbak,
08:08bagaimana kejujuran dan niat dia untuk melaporkan semuanya secara terbuka
08:14di SPT dan LKHPN,
08:16tiba-tiba menjadi satu alat yang dipakai untuk membangun narasi
08:23bahwa dia korupsi besar-besaran.
08:26Jadi untuk saya,
08:29kenapa setiap niat baik itu diputar balikan jadi senjata
08:34untuk menjolimi suami saya.
08:39Anda merasa seorang Nadiem Makarim dizolimi?
08:49saya merasa apa yang terjadi
08:51adalah satu
08:55bentuk
09:01perjalanan hidup yang lumayan berat
09:03dan sampai sekarang saya masih
09:05tidak mengerti
09:07kenapa.
09:10Selalu ada pertanyaan, masih ada pertanyaan besar ya.
09:14Kenapa ini terjadi?
09:16Dari lima tahun perjalanan
09:18dengan
09:20jalur hidup yang cemerlang
09:22tiba-tiba out of sudden
09:23duduk sebagai pesakitan.
09:26Is it still a big question for you?
09:30Ada banyak hikmah yang kami juga dapat
09:33dari sini Mbak Rosy.
09:35Tapi untuk melihat anak-anak saya,
09:38empat anak saya harus dipisahkan dari ayahnya
09:40untuk satu tuduhan yang
09:44tidak berdasar dan tidak terbukti,
09:48itu buat saya sangat-sangat berat.
09:52Andaikan dulu menolak permintaan jadi menteri,
09:57seorang lulusan Harvard,
09:59pengusaha sukses,
10:01diidolakan di mana-mana,
10:02menjadi menteri juga,
10:03menjadi menteri yang populer.
10:08Andaikan bisa menolak waktu itu,
10:11harusnya reputasi Mas Nadiem
10:14tidak sehancur sekarang ya?
10:18Saya tahu
10:19Nadiem tidak pernah menyesal
10:21mengambil amanah itu Mbak.
10:24Saya pun tidak menyesalkan.
10:26jujur.
10:27Karena
10:29kami benar-benar bisa melihat bahwa
10:32pengabdian yang dia lakukan selama lima tahun itu
10:35berdampak nyata.
10:37Terutama justru
10:38karena di satu minggu ini
10:40begitu banyak guru-guru,
10:44mahasiswa,
10:45dan juga driver gitu ya,
10:49bahkan yang
10:51mengungkapkan cerita-cerita nyata bagaimana
10:54kebijakan-kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Mas Nadiem dan seluruh kementeriannya
11:00dengan sepenuh hati,
11:02itu berdampak baik.
11:04contohnya dalam persidangan,
11:06itu kan ada tujuh guru Mbak datang dari Aceh sampai Papua.
11:11Satu kepala sekolah, Pak Arbi namanya,
11:15beliau bilang sekolah saya itu tadinya sekolah buangan,
11:20jadi sekolah pilihan.
11:23Dan itu terjadi karena
11:25ada akses untuk laptop,
11:28untuk alat TIK,
11:29dan lain-lain program-program lain.
11:31Bahkan dia pun membawa itu laptop Chromebook
11:34di depan majelis hakim
11:36dan ditunjukkan itu bisa dipakai offline.
11:38Nah,
11:39selain daripada itu ada
11:41ada satu cerita Mbak,
11:44kalau boleh,
11:45mahasiswi namanya Mbak Utari,
11:47saya juga baru lihat dua hari yang lalu gitu.
11:50Dia mengunggah bahwa
11:51dia dari Kalimantan
11:53ikut program
11:57kampus merdeka,
11:58ada sertifikasi,
12:00ada dia mengajar,
12:01dan itu membuka bagaimana dia melihat
12:03pentingnya bekerja
12:05dibandingkan hanya berjalan di dalam kampus gitu.
12:10Semua itu adalah cerita-cerita yang
12:12akhirnya muncul
12:14dan datang dari orang-orang yang lebih berkompeten dari saya
12:17untuk mengatakan ini semua.
12:20Dan Anda di sini juga ingin memberikan klarifikasi
12:23bahwa itu tidak digerakkan oleh pihak yang terkait dengan Nadi Makarin.
12:30Mereka secara pure datang,
12:32secara sukarela untuk memberikan kesaksian.
12:34Apakah menurut Franka,
12:35ini terjadi karena melihat tuntutan yang sedemikian fantastis?
12:40Saya rasa seperti yang tadi saya juga sempat ungkapkan,
12:45jarak itu tadi,
12:46Mbak Rosi,
12:47antara kebenaran dan fakta yang ada
12:50dengan jumlah tuntutan yang diinginkan
12:56dan diharapkan oleh pihak mereka.
12:58dan diharapkan oleh pihak mereka.
13:02dan diharapkan oleh pihak mereka.
Komentar

Dianjurkan