- 2 jam yang lalu
- #nadiemmakarim
- #mendikbudristek
- #chromebook
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mendikbudristek 2019-2024 Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan laptop chromebook 2019-2022.
Nadiem juga dibebani pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 5,6 Triliun dengan subsider 9 tahun penjara.
Nadiem kini berstatus sebagai tahanan rumah, karena alasan kesehatan. Bagaimana kondisinya?
Rosianna Silalahi mengundang istri Nadiem, yakni Franka Franklin Makarim.
Saksikan dalam ROSI episode Haruskah Nadiem Makarim Dibela? Tayang Kamis, 21 Mei 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670399/full-haruskah-nadiem-makarim-dibela-franka-curhat-kondisi-suaminya-rosi
Nadiem juga dibebani pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 5,6 Triliun dengan subsider 9 tahun penjara.
Nadiem kini berstatus sebagai tahanan rumah, karena alasan kesehatan. Bagaimana kondisinya?
Rosianna Silalahi mengundang istri Nadiem, yakni Franka Franklin Makarim.
Saksikan dalam ROSI episode Haruskah Nadiem Makarim Dibela? Tayang Kamis, 21 Mei 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670399/full-haruskah-nadiem-makarim-dibela-franka-curhat-kondisi-suaminya-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:12Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:56Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:57Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:41Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:54Seorang istri perlu speak up atau muncul untuk berbicara tentang proses hukum sang suami?
03:02Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:02Ada yang bilang yes harus.
04:04Ada juga yang mengatakan bahwa enggak karena dia korupsi.
04:11Bagian mana seorang istri harus menjelaskan tentang sang suami?
04:16Di bagian apanya pertanyaan itu di mana seorang istri harus ikut menjelaskan?
04:21Saya rasa pada saat kita bicara tentang satu kasus hukum fakta harus bicara di atas rasa.
04:30Dan saya di sini setelah fakta persidangan sudah keluar semua, biarpun memang belum usai.
04:40Dan ini adalah yang masih kita perjuangkan tapi semua pembuktian sudah dilakukan dan semua dakwaan yang sudah dituduhkan sudah dipatahkan.
04:51Seperti mungkin yang tadi kita sempat lihat juga gitu ya bahwa selama persidangan jelas terlihat bahwa dakwaannya tidak ada satupun
05:00yang terbuktikan.
05:01Tidak ada kesalahan prosedur.
05:03Suami saya tidak pernah menerima aliran dana apapun.
05:07Tidak ada yang diperkaya oleh dia.
05:10Dan keromboknya pun masih dipakai sampai saat ini di seluruh Indonesia.
05:14Jadi saya juga mungkin di sini bertanya gitu.
05:17Memang kasus ini jadi kenapa?
05:2118 tahun tuntutan dari Jaksa lalu ada uang pengganti 5,6 triliun.
05:28Kalau itu tidak dibayarkan maka total 28 triliun seperti kata 28 tahun masa penjaranya.
05:37Itu sesuatu yang sangat mengejutkan, shocking sekali bagi Anda dan keluarga.
05:42Sangat mengejutkan dan menyakitkan ya.
05:47Karena bagaimanapun juga untuk mendengar bahwa semua fakta persidangan seperti tidak ada artinya gitu.
06:02Masih aja gitu harus ini semua di titik ini dengan tuntutan tahun yang begitu luar biasa.
06:11Angkanya dan angka daripada kerugian dan uang pengganti yang terus bertambah gitu Mbak Rosi itu berat sekali.
06:20Franka kalau kita bicara soal timeline dari awal persidangan.
06:24Rasanya dukungan untuk Mas Nadiem itu tidak semasif sekarang.
06:29Setelah pembacaan tuntutan.
06:31Betul.
06:31Setelah ada pembacaan tuntutan memang selebriti, influencer itu banyak sekali yang membela Mas Nadiem.
06:40Saya mau klarifikasi.
06:42Anda pakai buzzer ya?
06:46Kami dari keluarga dan tim PH kita tidak pernah pakai buzzer.
06:50Dan saya juga dengar Mbak narasi itu gitu ya.
06:54Karena sekali lagi kami bersyukur atas begitu besarnya doa dan dukungan yang datang bertubi-tubi gitu.
07:04Tapi kami juga menyadari bahwa hal ini mungkin terjadi karena ada jarak yang sangat besar antara tuntutan tersebut dengan kebenaran
07:17yang ada.
07:18Jadi saya rasa kalau ada belasan juta dukungan dari masyarakat atau dari tokoh yang berbicara, apakah itu semuanya dibilang buzzer?
07:29Dan juga satu lagi saya rasa bisa terlihat dengan cukup gamblang bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang menyuarakan
07:41aspirasi dan keprihatinannya gitu untuk hal ini.
07:45Jadi Anda ingin membutuhkan opini publik untuk mempengaruhi persidangan?
07:52Itu bukan yang saya bilang ya.
07:54Saya rasa publik sudah mempunyai akses yang sama sekarang dengan sistem keadilan kita di mana informasi tidak bisa dibendung, kebenaran
08:07tidak bisa dibendung.
08:08Jadi kalau memang mereka mempunyai keprihatinan, pertanyaan, kritik itu semua memang wajar saja.
08:15Tapi yang saya harapkan, betul-betul dan ini saya rasa diharapkan oleh pihak mereka juga, dikritik dan opini harus berdiri
08:25di atas fakta yang utuh.
08:28Yang paling terbaru, Franka, seorang pengacara bernama Hotman mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo.
08:39Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem, apakah dia bersalah atau tidak.
08:47Hotman bilang, salah satu asisten Nadiem, IBAM telah dipunis bersalah.
08:54Nah, kalau majelis itu sudah mempunis asistennya, bla bla bla.
08:59Tetapi poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapeya.
09:05Apakah ini membangun harapan untukmu?
09:15Saya sangat respek dan menghargai Pak Hotman dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan gitu.
09:26Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosy.
09:29Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang.
09:33Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik-duplik dan setelah itu vonis.
09:40Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita.
09:45Jadi itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem.
09:50Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on.
09:53Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain, tapi pengacara Hotman yang kemudian mempost di sosial media.
10:02Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu, maka ini bisa mengubah sesuatu?
10:13Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti, atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP.
10:23Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
10:31Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada.
10:43Harapan saya hanya selalu satu dari awal.
10:47Agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih.
10:51Pada akhirnya itu yang paling penting untuk saya terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang.
11:04Franka, ada satu hal yang saya ingin tanya tentang kasus ini.
11:10Salah satu keganjilan yang belum terjelaskan adalah,
11:15Kalau memang mereka yang selama ini mengikuti proses sidang benar dan perlu dibela,
11:24mengapa ada seorang asisten atau seorang staff ahli dari Mas Nadiem
11:30yang justru menjadi buron dan tidak bersama-sama mengikuti persidangan?
11:38Ini memang saya tahu menjadi keprihatinan yang besar.
11:43Itu pun menjadi keprihatinan kami.
11:46Karena sangat disayangkan orang ini tidak ada di sini menjalani persidangan
11:56sebagaimana Mas Ibam dan Mas Nadiem sudah ya gitu.
12:01Bahkan sampai difonis gitu sekarang dia di pengadilan negeri.
12:05Jadi saya tidak bisa menjawab kenapa dia tidak ada.
12:09Saya tidak bisa menjawab di mana dia harusnya ada dan bersikap.
12:15Tapi saya pun menyayangkan dan itu sebenarnya pasti akan membuat terang semakin terang lagi semua ini.
12:23Anda merasa gak sih seharusnya seorang staff ahli yang begitu dipercaya oleh Mas Nadiem
12:29pada waktu menjadi menteri ikut bersama-sama memperjuangkan keadilan bersama IBAM.
12:36Jadi jangan kabur.
12:39Apakah sebagai seorang istri dan sebagai sesama perempuan
12:42juga Anda merasa perlu menyuarakan,
12:47please juristan pulang dong.
12:49Kita sama-sama berjuang menegakkan keadilan.
12:55Berat untuk saya membayangkan kalau misalnya seorang ibu harus menjalankan
13:02apa yang Mas Ibam dan Mas Nadiem sedang jalankan.
13:06Itu betul-betul untuk saya suatu yang berat sekali gitu Mbak.
13:11Tapi tentunya karena yang dituduhkan itu tidak benar
13:17dan kejujuran adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan ini semua
13:21tentunya kami mengharapkan ya dia ada di sini untuk menjadi bagian
13:27yang menerangkan kejadian yang sebenarnya.
13:30Saya menangkap poinnya Franka bahwa kasihan dia seorang ibu, ada anak.
13:35maka ya perlu mencari proteksi untuk dirinya sendiri.
13:42Gitu kan kira-kira.
13:44Dan Anda memahami itu.
13:48Sejujurnya Mbak, saya kan tidak tahu sama sekali ya
13:51kenapa dia memutuskan untuk tidak hadir.
13:55Dan menjadi buronan.
13:56Dan akhirnya ditetapkan menjadi buron.
14:00Tapi ya sekali lagi saya tidak bisa menjawab atas nama dia.
14:04Saya tahu.
14:05Tapi sebagai seorang istri, sebagai seorang perempuan
14:08menurut Anda adil nggak itu?
14:09Bahwa suami Anda, Mas Ibam, itu harus menghadapi sendiri.
14:13Mas Ibam dan Mas Nadiem harus menghadapi proses ini
14:17di pengadilan dan ia mencari proteksi sendiri
14:22tanpa bersama-sama.
14:24Pertanyaan saya begini.
14:25Kalau memang benar dan bersih, kenapa harus kabur?
14:28Kenapa harus menjadi buronan?
14:31Ya itu pertanyaan saya juga sejujurnya Mbak.
14:35Is it fair to you?
14:40Banyak hal yang saya sedang alami yang tidak adil.
14:44Tapi saya tidak menyalahkan individu satu dan lainnya.
14:51Saya masih bersama istri dari Nadi Makarim, Franka Franklin Makarim.
14:58Waktu awal persidangan ini dimulai,
15:01salah satu yang juga menjadi sorotan publik adalah soal WhatsApp Group.
15:05Mas Menteri Core Team, bahkan sebelum pengumuman Menteri dan pelantikan Menteri.
15:11Apa yang Anda ketahui soal WhatsApp Group yang ini juga disebut sebagai bagian dari mens rea?
15:23Tepat satu tahun yang lalu, Mbak Rosy, pada saat kasus ini naik ke penyidikan,
15:30sampai Mas Nadiem akhirnya mulai bersidang,
15:35itu narasi dan cerita tentang WhatsApp Group itulah yang menjadi satu titik terbesar.
15:41Dan saya mengerti kenapa itu bisa menjadi sesuatu yang bikin orang ragu.
15:48Tapi WhatsApp Group itu tidak pernah ada pembicaraan tentang kerombong.
15:54Dalam WhatsApp itu?
15:56Itu tidak muncul juga di persidangan ya?
15:58Tidak, tidak muncul di dakwaan Mbak Rosy, bahkan.
16:01Jadi, urusan WA Group ini dibawa selama beberapa bulan sampai kepada dakwaan, tidak ada.
16:11Dan sehabis itu pun, karena memang di dalam WhatsApp Group itu tidak ada pembahasan kerombong,
16:18sampai enam bulan setelah Mas Nadiem menjabat.
16:22Bahkan namanya saja baru jadi Mas Menteri Core Team itu setelah beliau dilantik.
16:28Tapi hebat banget Mas Nadiem.
16:30sebelum diumumkan sebagai Menteri dan kemudian dilantik,
16:35sudah membuat grup core team untuk menjadi Menteri.
16:40Pada saat itu, sepengetahuan saya, grup ini namanya Education Council atau Education Org gitu.
16:50Tidak ada Mas Menteri Core Team ya.
16:53Dan di sana mereka hanya membahas isu-isu pendidikan apa.
16:57Kenapa? Karena pada saat itu Mas Nadiem udah mulai denger, Mbak.
17:01Bahwa mungkin dia akan diajak bergabung, sehingga karena dia tidak berasal dari sistem pendidikan gitu ya.
17:09biarpun passionnya ada, dia harus mengajari diri dong, harus bertanya kepada orang-orang yang lebih mampu dan berkompetensi di bidang
17:18itu.
17:18Saya bertanya pada beberapa sumber.
17:21Saya tidak perlu menyebutkannya, tapi saya mempercayai akurasi dari informasi ini.
17:27Bahwa memang seorang Nadiem Makarim adalah termasuk orang yang pertama kali di era periode kedua Pak Jokowi untuk diminta bergabung.
17:36Dan kemudian Mas Nadiem lah yang memilih untuk menjadi Menteri Pendidikan dan menggabungkan.
17:44Sehingga memang ada privilege pada waktu itu sebagai seorang yang diminta dan bisa memilih jabatan sebagai Menteri.
17:54Pertanyaan saya pada Franka, apakah ini sedikit banyak membuat Mas Nadiem merasa sangat bersemangat,
18:10termasuk ekstrimnya overconfident bahwa ia mendapat mandat penuh dari Presiden Jokowi.
18:19Sehingga dapat merasa bahwa apa yang dia lakukan itu pasti akan aman.
18:36Pertama saya tidak tahu bahwa itu ada privilegesnya seperti itu.
18:42Tapi saya tahu suami saya bukan orang yang sempurna.
18:47Apalagi Menteri yang sempurna.
18:50Bahwa dia dalam cara berkomunikasi, bersikap, budaya kerja, cara dia ingin memecahkan suatu masalah istilahnya di dalam satu badan baru,
19:05di dalam pemerintahan mungkin tidak berkenan dan kurang pas ya, Pak.
19:11Di saat itu, itu adalah sesuatu yang sudah sangat direfleksikan selama satu tahun ini.
19:17Tapi saya juga sangat mempercayai bahwa niat baiknya, kapabilitasnya, dan semua yang dia upayakan dalam lima tahun tersebut berangkat dari
19:28visi misi yang diberikan dan dicoba untuk dilakukan sebaik mungkin.
19:32Dan itu saya yakin ia bisa bertanggung jawabkan.
19:38Mas Tadum juga dalam persidangan menyebut bahwa ini adalah amanat dari Presiden.
19:44Pada waktu itu Presiden Jokowi pada rapat paripurna yang pertama menyebutkan pentingnya digitalisasi dunia pendidikan.
19:53Apakah dengan membawa nama Presiden, merasa perlu untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan adalah perintah Presiden dan bukan hal yang
20:05diluar perintah Presiden?
20:09Apakah message ini yang mau disampaikan?
20:16Saya rasa pada saat itu Mas Nadiem hanya ingin menegaskan bahwa tugas dari seorang Menteri adalah menjalankan visi dan misi.
20:27Dan itu benar-benar sudah dia upayakan selama lima tahun dengan sepenuh tenaga dan sepenuh hati dengan semua ketidaksempurnaannya.
20:36Sekali lagi, tapi sesuai dengan fakta persidangan, sekali lagi apa yang dituduhkan tidak ada yang terbukti, tidak ada salah prosedur,
20:46tidak ada aliran dana.
20:48Dan ya laptop dan semua alat TIK ini masih dipakai oleh guru-guru dan murid di seluruh Indonesia.
20:56Sebagai seorang bintangnya di kabinet periode lalu, Anda merasa ditinggalkan enggak bahwa dulu suami saya diminta, dibanggakan, bahkan cukup dielulukan.
21:13Dan ketika sampai di satu proses persidangan, merasa sendiri.
21:21Mungkin kami di awal merasa sering sekali sendirian.
21:27Tapi juga kami mengerti bahwa ini adalah akibat fakta persidangan belum keluar sama sekali.
21:35Tapi sekali lagi seperti yang Barusi tadi juga bilang bahwa dukungan doa sudah begitu besar itu adalah berkat yang tidak
21:44akan pernah kami bisa sangka.
21:46Dan juga berterima kasih.
21:50Tapi kalau saya boleh tambahkan, Barusi, yang paling memprihatinkan dan menyakitkan untuk saya adalah bagaimana niat baik suami saya dijadikan
22:03senjata yang diputarbalikan.
22:05Bahwa yang pertama, sebelum dia menjadi menteri, investasi dari perusahaan yang besar itu sudah masuk lebih dari 70 persen.
22:19Mas Nadiem melepaskan jabatannya sehari sebelum dilantik.
22:24Dan itu dianggap menjadi satu pura-pura supaya dia bisa menutupi konflik kepentingan ini.
22:33Pada saat dia tidak ada, jelas tidak ada aliran dana selama dia menjabat dan itu terbukti di persidangan, itu dianggap
22:45dia itu sangat lihai.
22:47Untuk menyembunyikan kejahatan.
22:50Menunyikan kejahatan, kata Jaksa.
22:52Betul.
22:53Yang menerima dan mengakui menerima bahkan tidak diusut.
22:57Dan yang terakhir Mbak, bagaimana kejujuran dan niat dia untuk melaporkan semuanya secara terbuka.
23:06Di SPT dan LKHPN, tiba-tiba menjadi satu alat yang dipakai untuk membangun narasi bahwa dia korupsi besar-besaran.
23:18Jadi untuk saya, kenapa setiap niat baik itu diputar balikan jadi senjata untuk mendolimi suami saya.
23:31Anda merasa seorang Nadima Karim di Zolimi?
23:41Saya merasa apa yang terjadi adalah satu bentuk perjalanan hidup yang lumayan berat.
23:55Dan sampai sekarang saya masih tidak mengerti kenapa.
24:02Selalu ada pertanyaan, masih ada pertanyaan besar ya.
24:06Kenapa ini terjadi?
24:08Dari lima tahun perjalanan dengan jalur hidup yang cemerlang, tiba-tiba out of sudden duduk sebagai pesakitan.
24:18Is it still a big question for you?
24:22Ada banyak hikmah yang kami juga dapat dari sini Mbak Rosy.
24:27Tapi untuk melihat anak-anak saya, empat anak saya harus dipisahkan dari ayahnya.
24:32Untuk satu tuduhan yang tidak berdasar dan tidak terbukti, itu buat saya sangat-sangat berat.
24:44Andaikan dulu menolak permintaan jadi menteri, seorang lulusan Harvard, pengusaha sukses, diidolakan di mana-mana, menjadi menteri juga menjadi menteri
24:57yang populer.
24:59Andaikan bisa menolak waktu itu, harusnya reputasi Mas Nadiem tidak sehancur sekarang ya?
25:10Saya tahu Nadiem tidak pernah menyesal mengambil amanah itu Mbak.
25:16Saya pun tidak menyesalkan, jujur.
25:19Karena kami benar-benar bisa melihat bahwa pengabdian yang dia lakukan selama lima tahun itu berdampak nyata.
25:29Terutama justru karena di satu minggu ini begitu banyak guru-guru, mahasiswa, dan juga driver gitu ya.
25:41Bahkan yang mengungkapkan cerita-cerita nyata bagaimana kebijakan-kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Mas Nadiem dan seluruh kementeriannya.
25:52Dengan sepenuh hati itu berdampak baik gitu.
25:56Contohnya dalam persidangan itu kan ada tujuh guru Mbak datang dari Aceh sampai Papua.
26:03Satu kepala sekolah Pak Arbi namanya, beliau bilang sekolah saya itu tadinya sekolah buangan jadi sekolah pilihan.
26:15Dan itu terjadi karena ada akses untuk laptop, untuk alat TIK dan lain-lain program-program lain.
26:23Bahkan dia pun membawa itu laptop Chromebook di depan majelis hakim dan ditunjukkan itu bisa dipakai offline.
26:30Nah selain daripada itu ada satu cerita Mbak kalau boleh, mahasiswi namanya Mbak Utari, saya juga baru lihat dua hari
26:41yang lalu gitu.
26:41Dia mengunggah bahwa dia dari Kalimantan ikut program kampus merdeka, ada sertifikasi, ada dia mengajar.
26:53Dan itu membuka bagaimana dia melihat pentingnya bekerja dibandingkan hanya berjalan di dalam kampus gitu.
27:02Semua itu adalah cerita-cerita yang akhirnya muncul dan datang dari orang-orang yang lebih berkompeten dari saya untuk mengatakan
27:11ini semua.
27:12Dan Anda di sini juga ingin memberikan klarifikasi bahwa itu tidak digerakkan oleh pihak yang terkait dengan Nadi Makarin.
27:22Mereka secara pure datang, secara sukarela untuk memberikan kesaksian.
27:26Apakah menurut Franka ini terjadi karena melihat tuntutan yang sedemikian fantastis?
27:32Saya rasa seperti yang tadi saya juga sempat ungkapkan, jarak itu tadi Mbak Rosi antara kebenaran dan fakta yang ada
27:42dengan jumlah tuntutan yang diinginkan dan diharapkan oleh pihak mereka.
27:52Dan saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi.
28:01Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan.
28:09Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya.
28:13Saya kurang menghormati dan kurang soan kepada tokoh-tokoh baik masyarakat maupun politik.
28:20Dan menurut saya itulah satu hal yang salah saya adalah tidak memahami bahwa peran saya itu tidak bisa kerja-kerja
28:30saja profesional.
28:30Tetapi juga harus mengerti bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik saya.
28:38Saya ingin sekali mohon maaf, saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat
28:47menjadi Menteri yang tidak berkenan.
28:53Anda masih di program ROSI bersama saya, Rosya Nasilalahi.
28:58Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim pernah diposisikan sebagai simbol reformasi pendidikan Indonesia dengan sistem digitalisasi sekolah.
29:08Tapi kini dia duduk sebagai seorang terdakwa.
29:11Saya masih bersama istri Nadiem Makarim, Franka Franklin Makarim.
29:15Saya kaget ketika melihat cuplikan visual dan statement Mas Nadiem.
29:23Minta maaf.
29:25Apa yang sebenarnya ingin minta maaf kenapa?
29:31Mengapa menurut saya cukup dadakan gitu?
29:38Tiba-tiba tiba-tiba minta maaf.
29:42Apa yang menurut saya?
29:45Satu tahun ini Mbak Rosy adalah perjalanan yang sangat berat.
29:51Betul-betul tidak mudah dan memberikan banyak waktu mungkin untuk Mas Nadiem juga berefleksi.
29:59Tentang semua yang sudah dia lakukan ataupun kurang lakukan.
30:04Sehingga pada saat di hari itu dia juga, dia bilang sama saya setelahnya karena kami ketemu di bawah.
30:13Dia bilang saya habis mengucapkan ini semua dan saya nontonnya setelahnya.
30:19Saya tahu itu datang dari mana.
30:22Saya tahu bahwa budaya kerja dia itu tadi yang mungkin hanya kerja-kerja-kerja ataupun mungkin dengan pikirannya dari situ.
30:34Dari luar.
30:35Bukan hanya itu tapi mungkin lebih kepada apabila saya memiliki integritas yang baik dan saya hanya berpikir untuk melakukan pekerjaan
30:44sebaik mungkin.
30:45Ternyata di hari ini kita sadar bahwa itu tidak cukup.
30:51Karena bagaimanapun juga menggerakkan sesuatu yang segitu besarnya membutuhkan kolaborasi dengan begitu banyak pihak.
30:59Dan itu membutuhkan cara yang lebih mungkin cocok dan lebih saling mengerti.
31:12Mungkin gini jadi pertanyaan saya adalah apakah Mas Nadiem mengucapkan atau minta maaf.
31:20Karena juga mendengar ada suara-suara Mas Nadiem ini diginiin karena dulu enggak bisa kerjasama dengan birokrat.
31:31Tidak memanusiakan para teknokrat yang sudah bekerja lama di birokrasi.
31:38Sehingga ini menjadi salah satu cikal bakal ia diperlakukan seperti ini.
31:45Saya percaya bahwa suami saya dalam refleksi tersebut mengakui bahwa mungkin ada orang-orang yang merasa tersingkir atau merasa sakit
31:59hati.
32:00Dan untuk itulah dia meminta maaf dari dalam hatinya dengan segala kerendahan hati.
32:06Tapi saya harap itu tidak disamakan dengan mengakui kesalahan.
32:10Karena ya itu tadi ada perbedaan besar antara rasa dan fakta.
32:18Salah satu yang juga cukup membuat saya terkesima adalah bahwa peran menteri bukan hanya kerja profesional.
32:24Tetapi juga memiliki fungsi politik.
32:27Apakah seorang Nadiemah Karim ingin memberikan message bahwa ia berada di persidangan ini juga karena ada urusan politik.
32:37Yang tidak dikerjakan dulu sebelumnya.
32:42Saya rasa maksud dia betul-betul hanya tugas seorang menteri dengan semua posisinya.
32:50Bukan hanya mengeluarkan kebijakan tapi harus memastikan kebijakan tersebut bisa dilaksanakan bersama-sama semua pemangku kepentingan.
33:00Itu saja.
33:02Nah jadi menjangkut tadi ya permintaan maaf.
33:07Ada tutur kata saya.
33:08Mungkin cara kerja saya yang tidak berkenan.
33:11Saya minta maaf.
33:14SD di Indonesia.
33:16Di Jakarta.
33:17Setelah itu SMP, SMA.
33:20Kuliah lulusan Harvard.
33:22Di luar negeri.
33:23Kita mungkin sering membuat lelucon orang-orang seperti Mas Nadiem ini mimpi saja pakai bahasa Indonesia.
33:32Mimpi saja pakai bahasa Inggris.
33:37Seperti tadi pertanyaan saya awal ya.
33:40Apakah memang sesungguhnya ini tidak melulu karena soal mau melakukan hal yang benar.
33:44Tapi juga karena ada semacam attitude yang tidak dapat diterima.
33:50Bukan karena soal sopan atau tidak sopan.
33:52Tetapi memang ia dibesarkan dalam kultur yang jauh berbeda dengan cara kerja di birokrasi.
33:59Itu satu.
34:00Terus kedua juga kurang mau mendengar masukan dari para birokrat yang sudah lama sebetulnya mengabdi di kementerian itu.
34:11Kenapa saya tanya ini?
34:12Supaya menjadi lesson learned.
34:13Ya, saya mengerti.
34:17Saya rasa perbedaan cara berpikir dan cara kerja itu adalah satu hal yang memang harus diakui dari Mas Nadiem.
34:27Bahkan pada saat kami saja berkomunikasi dan berdebat sebagai suami istri itu pun ada.
34:36Itu pun muncul gitu Mbak Rosy.
34:37Tapi untuk poin menerima umpan balik atau feedback atau dikritik, saya tahu Mas Nadiem sangat terbuka.
34:49Justru dia sangat membutuhkan.
34:52Dan itulah salah satu bentuk perbedaan budaya yang pada saat dia masuk dia ubah Mbak.
34:58Bahwa justru penting untuk kita membuka diri terhadap masukan dari orang-orang yang jauh lebih tahu.
35:06Itulah sebabnya yang berada di dalam kementerian Mas Nadiem adalah gabungan orang-orang yang sudah berpengalaman banyak dan panjang di
35:16dalam kementerian.
35:17Dan profesional-profesional muda yang mempunyai kompetensi yang bisa mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.
35:25Hanya saja kan tangkapannya adalah Mas Menteri pada waktu itu jauh lebih percaya pada tim yang dibawa dari luar dibandingkan
35:34juga memberikan ruang bagi para birokrat untuk juga menjadi bagian dari proses decision making.
35:41Tapi anyway apakah itu tadi yang saya katakan apakah memang permohonan maaf ini juga supaya orang yang selama ini mengatakan
35:51kamu sombong sih dulu gak punya investasi sosial sehingga inilah yang terjadi padamu.
35:57Apa yang bisa kamu bantah dari soal yang satu ini bahwa karena dulu Mas Nadiem lebih mementingkan tim anak-anak
36:06mudanya, tidak percaya pada birokrat, tidak pernah keliling kampus, tidak pernah meeting dengan para birokrat sehingga inilah ganjaran yang ia
36:16dapatkan.
36:17Apa yang bisa kamu bantah atau jelaskan soal asumsi ini?
36:21Untuk saya sekali lagi ketidaksempurnaan suami saya sebagai seorang pemimpin adalah sesuatu yang dia harus jalani dan harus perbaiki.
36:35Tapi sekali lagi semua yang dibicarakan dan kritik yang dibangun itu apa hubungannya mbak dengan markup krombok atau kasus ini
36:47juga gitu.
36:50Soal antara perilaku yang mungkin tidak pas itu lain soal dengan kasus korupsinya.
36:59Jadi minta maaf bukan karena mengakui kesalahan tetapi jika ada yang tersinggung di masa ia menjadi menteri ia minta itu
37:08dibukakan pintu maafnya.
37:09Dan inilah refleksi terbesar seorang Nadiem Makarim.
37:13Salah satu refleksi terbesar.
37:18Saya masih bersama istri Nadiem Makarim, Franka Franklin Makarim.
37:23Franka tadi sempat saya singgung dari seorang pengusaha yang sukses, brilian, banyak sekali menjadi idola.
37:31Dan kemudian diminta gabung ke pemerintahan.
37:35Dan rasanya seorang Nadiem Makarim yang mempopularkan, panggil saya Mas Menteri menjadi flamboyan di kabinet sebelumnya.
37:46Dan 180 derajat berbeda sekarang duduk sebagai satu pesakitan.
37:51Saya ingin membuat ilustrasi ini tidak tentang seorang Nadiem Makarim tetapi seorang putra dari pasangan tokoh yang luar biasa.
38:03Pak Nono seorang pengacara besar berintegritas melahirkan banyak pengacara hebat.
38:11Lalu ibu Atika, seorang perempuan aktivis dikenal luas sebagai pegiat anti korupsi.
38:22Menurut Franka ini tragis gak sih pengalaman hidup yang harus dijalani seperti ini?
38:27Is it ironis dan tragis?
38:30Mas, saya kalau mengingat ibu dan bapak itu saya sering sedih gitu.
38:42Karena mereka sudah berada di umur yang cukup tua ya sekarang.
38:50Pak Nono berapa sekarang?
38:52Pak Nono 87 tahun ini dan ibu 81.
38:56Dan mereka hadir di persidangan dari awal jam 9 selalu setengah 9 bahkan kadang-kadang.
39:06Sampai kadang jam 1 pagi mereka ada di situ, mereka tidak pernah absen dan mereka berdiri tegak untuk menemani anaknya.
39:14Dan itu membuat saya merasa kadang sedih untuk mereka.
39:20Apakah itu mempengaruhi reputasi orang tua yang dibangun selama ini berpuluh-puluh tahun?
39:26Saya rasa tidak ada pemikiran seperti itu sama sekali di keluarga mbak.
39:30Karena?
39:31Karena kami percaya bahwa Nadiem tidak bersalah.
39:35Kecuali dalam fakta persidangan membuktikan selama ini hal yang sebalik ya.
39:39Buatika akan tentu bisa punya pandangan yang berbeda meskipun itu anaknya sendiri.
39:44Betul.
39:45Yang mungkin banyak orang mungkin tidak bisa membayangkan ya bahwa memang bapak dan ibu duduk di sini untuk menguatkan anaknya.
39:56Tapi apabila kejadian ini adalah terbalik, artinya ada bukti dan memang dia bersalah, dia mungkin akan duduk di meja sebelah
40:07gitu.
40:08Biarpun seberat dan semenyakitan apapun kalau memang harus dipertanggungjawabkan karena ada kesalahan, mereka pasti akan menuntut yang sama.
40:16Tadi sebelum kita jeda Mbak Franka mengatakan bahwa satu dari refleksi.
40:22Apa refleksi apalagi dari sekian lama masa persidangan?
40:36Satu yang mungkin juga selalu Nadiem itu sangat konsisten itu adalah rasa cintanya untuk Indonesia.
40:46Saya tahu banyak yang tanya, tapi jawaban dia memang tidak pernah berubah.
40:50Mau dia itu pulang dari sekolah di Amerika, setelah dia juga di tengah kesuksesannya di Gojek, dalam pemerintahan maupun dalam
41:03penjara, dia tetap memikirkan dan khawatir tentang Indonesia dan apa yang bisa dia lakukan.
41:09Dan salah satu yang sangat saya lihat adalah apapun yang terjadi dia akan selalu bersyukur dan bangga dia mengabdikan hidupnya
41:19kepada Indonesia.
41:23Tadi saya ingin masuk ke poin tadi, bedakan antara sesuatu yang dianggap dulu tidak pernah dianggap atau dinarasikan,
41:36dulu sebagai menteri tidak pernah ke kampus-kampus, tidak pernah cukup menyapa, stakeholders.
41:45Saya tahu ada banyak kecewaan, saya tahu ada banyak rasa marah atau tidak cukup yang dia lakukan, bagaimanapun juga dia
41:54adalah seorang manusia yang tidak sempurna.
41:56Tapi saya harap sistem hukum kita dan juga orang banyak dapat menyadari bahwa itu bukan alasan yang cukup untuk memencarakan
42:09suami saya.
42:11Bahwa apabila dia memang tidak ada kesalahan dan tidak ada yang dilakukan, kenapa dia harus ada di sana?
42:21Jadi bukan, Anda ingin mengatakan bahwa jangan karena tidak suka dengan suami saya, maka ia dipenjarakan.
42:28Betul.
42:31Franka juga ingin bertemu dengan DPR, Komisi Hukum.
42:36Komisi 3, apakah ini juga ingin menariknya ke masalah politik?
42:42Jadi, dari awal Mbak Rosy, kami mengambil dan menempuh semua jalur hukum yang tersedia.
42:52Jalur-jalur yang bisa secara hukum membantu membuka kebenaran yang ada.
42:58Jadi pada saat di awal gitu ya, mungkin namanya adalah pra-peradilan gitu,
43:05biarpun mungkin banyak yang bilang itu tidak mungkin, ya kita tetap coba bagaimana kita akhirnya Mas Nadiem harus menjalankan peradilan
43:16tadinya,
43:17mau dari rumah sakit, mau datang gitu semua, pokoknya dijalani.
43:21Intinya semua avenue hukum yang ada, kami akan selalu memperjuangkan agar kasus dan kebenaran ini keluar.
43:28Dan itu saja sebenarnya harapan saya pada saat itu.
43:31Apapun, untuk ruang di mana untuk bisa menjelaskan posisi suami Anda.
43:40Memeluarkan fakta.
43:41Tapi IBAM sudah difonis.
43:45IBAM adalah asistennya Mas Nadiem.
43:49Dia adalah konsultan teknologi pada saat itu.
43:55Franka sudah menyiapkan yang terburuk sekalipun.
44:04Kemungkinan bahwa suami saya bisa dijatuhi hukuman adalah satu bentuk kenyataan yang harus saya siapkan.
44:13Tapi sekali lagi ya, kita akan terus berjuang sampai akhir.
44:21Pertanyaan terakhir saya, Franka.
44:25Merasa nggak bahwa dari seluruh persidangan yang ada dan opini yang juga cukup terbelah antara ingin membela, mau membela,
44:35dan juga yang mengatakan, ya Mas Nadiem pantas dihukum seperti tuntutan Jaksa.
44:44Apakah Anda merasa masih ada ruang reputasi Nadiem Makarim dipulihkan?
44:56Yang saya doakan adalah agar kebenaran dan fakta yang ada betul-betul dapat dilihat
45:04dan dapat menjadi satu fondasi di mana keadilan itu masih bisa didapatkan oleh kita sebagai warga negara.
45:15Saya juga melihat betapa besarnya harapan itu, saya rasa bukan karena ini adalah Mas Nadiem,
45:23tapi karena ini adalah untuk bukti bagaimana sistem keadilan kita harus melihat fakta persidangan seperti apa adanya.
45:34Bahwa kalau memang tuduhan tidak terbuktikan, maka itu tidak cukup untuk membicarakan satu orang.
45:41Dan Mbak Rosi yang terakhir, saya betul-betul percaya bahwa kita semua itu adalah harapan dan terang dalam negara ini.
45:55Yang dipersatukan oleh rasa cinta untuk negara ini.
46:00Dan itu akan selalu lebih besar daripada siapapun yang mau memadamkannya.
46:06Franka, terima kasih banyak sudah memberikan penjelasan dan pertanyaan yang selama ini,
46:14menjawab pertanyaan yang selama ini banyak mengemuka soal big question dari kasus ini.
46:21Well, good luck.
46:23Terima kasih Mbak Rosi, terima kasih banyak.
46:25Wawancara ini bukan untuk mempengaruhi proses persidangan yang masih berlangsung.
46:31Namun, untuk mendengar suara seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri,
46:39yang juga bisa dialami oleh banyak perempuan lainnya.
46:45Para perempuan yang sedang mencari keadilan.
46:48Terima kasih sudah menyaksikan Rosi.
46:50Kita jumpa lagi Kamis depan.
46:52Selamat malam.
46:55Terima kasih sudah menonton!
Komentar