Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim, akhirnya buka suara terkait polemik hukum yang menjerat sang suami, Nadiem Makarim.

Kepada Rosianna Silalahi, Franka mengatakan dalam melihat sebuah kasus hukum, fakta persidangan seharusnya menjadi dasar utama penilaian.

Menurut Franka, seluruh pembuktian dalam persidangan telah dilakukan dan dakwaan yang dituduhkan kepada suaminya disebut telah dipatahkan.

Tak hanya itu, Franka juga menegaskan bahwa program yang menjadi sorotan dalam perkara tersebut disebut masih digunakan hingga kini di berbagai wilayah Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Franka mengaku kondisi yang dialami keluarganya menjadi pukulan berat secara emosional.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog




#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670401/franka-semua-dakwaan-ke-nadiem-makarim-sudah-dipatahkan-di-persidangan-rosi
Transkrip
00:04Terjadi Pak Nadiem Pak Lawan Zaya
00:13Menjatuhkan pidana terhadap terdarwa Nadiem Anwar Makarim
00:17Oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun
00:22Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdawa Nadiem Anwar Makarim
00:25Untuk membayar uang pengganti sebesar 809 miliar dan 4.817 miliar
00:32Jika terdawa tidak membayar uang pengganti
00:34Maka diganti dengan pidana penjara selama 9 tahun
00:47Saya hari ini dituntut secara efektif dituntut 28 tahun
00:52Rekor lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain
00:5918 plus 9
01:01Dan plus 9 itu adalah uang pengganti
01:04Dan uang pengganti itu adalah jauh di atas harta kekayaan yang saya punya
01:11Untuk kesalahan apa?
01:13Tidak ada kesalahan administrasi
01:16Apapun tidak ada unsur korupsi apapun dalam kasus saya
01:31Selamat malam
01:32Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
01:35Sebagai ruang opini sumber informasi
01:37Kali ini bersama saya Rosi Anasyilalahi
01:39Mendikbul Ristek 2019-2024 Nadiem Akarim
01:43Dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook
01:47Tahun anggaran 2020-2022
01:51Nadiem juga dibebani pidana tambahan
01:54Dan membayar uang pengganti dengan nilai fantastis yaitu 5,6 triliun dengan subsidiar 9 tahun penjara
02:01Malam ini saya mengundang seorang istri yang tetap setia mendampingi Nadiem Akarim selama proses hukum berjalan
02:08Ia adalah Franka Franklin Makarim
02:12Hai Franka, selamat malam
02:14Selamat malam Mbak Rosi
02:15Terima kasih sudah hadir di Rosi
02:17Terima kasih saya bisa hadir di sini
02:20Saya melihat beberapa kali Franka sudah bicara di beberapa tempat
02:27Mengapa Franka merasa bahwa kali ini seorang istri perlu speak up atau muncul untuk berbicara tentang proses hukum sang suami
02:40Pertama-tama Mbak izinkan saya berterima kasih karena diberikan juga kesempatan ada di sini
02:46Saya tahu bahwa saya sebagai istri atau keluarga tidak lazim umumnya membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan hukum atau kondisi
02:59suami gitu ya
03:00Tapi di saat ini saya rasa banyak dukungan yang datang, banyak doa yang datang tapi juga banyak pertanyaan
03:11Dan kalau memang saya bisa membantu menjawab beberapa daripada itu sehingga kebenaran dan juga hal-hal yang memang masih belum
03:21jelas bisa saya bantu
03:22Saya rasa itu yang hanya saya doakan saya bisa lakukan
03:28Ketika Kompas TV mempost bahwa ada percakapan ini, dialog ini, perlukah Nadiem Akarim di bela itu tetap split opininya
03:38Ada yang bilang yes harus, ada juduga yang mengatakan bahwa enggak karena dia korupsi
03:47Bagian mana seorang istri harus menjelaskan tentang sang suami?
03:52Di bagian apanya pertanyaan itu di mana seorang istri harus ikut menjelaskan?
03:58Saya rasa pada saat kita bicara tentang satu kasus hukum, fakta harus bicara di atas rasa
04:06Dan saya disini setelah fakta persidangan sudah keluar semua mbak
04:13Biarpun memang belum usai dan ini adalah yang masih kita perjuangkan
04:19Tapi semua pembuktian sudah dilakukan dan semua dakwaan yang sudah dituduhkan sudah dipatahkan
04:27Seperti mungkin yang tadi kita sempat lihat juga gitu ya
04:31Bahwa selama persidangan jelas terlihat bahwa dakwaannya tidak ada satupun yang terbuktikan
04:37Tidak ada kesalahan prosedur
04:40Suami saya tidak pernah menerima aliran dana apapun
04:43Tidak ada yang diperkaya oleh dia
04:46Dan keromboknya pun masih dipakai sampai saat ini di seluruh Indonesia
04:50Jadi saya juga mungkin disini bertanya gitu
04:53Memang kasus ini jadi kenapa?
04:5718 tahun tuntutan dari Jaksa
05:02Lalu ada uang pengganti 5,6 triliun
05:04Kalau itu tidak dibayarkan maka total 28 triliun
05:07Seperti kata 28 tahun masa penjaranya
05:12Itu sesuatu yang sangat mengejutkan
05:16Shocking sekali bagi Anda dan keluarga
05:18Sangat mengejutkan dan menyakitkan ya
05:24Karena bagaimanapun juga
05:30Untuk mendengar bahwa
05:34Semua fakta persidangan seperti tidak ada artinya gitu
05:38Masih aja gitu
05:40Harus ini semua di titik ini dengan tuntutan tahun yang begitu luar biasa
05:48Angkanya dan angka daripada kerugian dan uang pengganti
05:53Yang terus bertambah gitu Mbak Rosi itu berat sekali
05:56Franka kalau kita bicara soal timeline dari awal persidangan
05:59Rasanya dukungan untuk Mas Nadiem itu tidak semasif sekarang
06:05Setelah pembacaan tuntutan
06:08Setelah ada pembacaan tuntutan
06:11Memang celebrity, influencer itu banyak sekali yang membela Mas Nadiem
06:16Saya mau klarifikasi
06:18Anda pakai buzzer ya
06:22Kami dari keluarga dan tim PH kita tidak pernah pakai buzzer
06:26Dan saya juga dengar Mbak narasi itu gitu ya
06:30Karena sekali lagi kami bersyukur atas begitu besarnya doa dan dukungan yang datang bertubi-tubi gitu
06:40Tapi kami juga menyadari bahwa hal ini mungkin terjadi karena ada jarak yang sangat besar antara tuntutan tersebut dengan kebenaran
06:53yang ada gitu
06:54Jadi saya rasa kalau ada belasan juta dukungan dari masyarakat atau dari tokoh yang berbicara apakah itu semuanya dibilang buzzer
07:05Dan juga satu lagi saya rasa bisa terlihat dengan cukup gamblang bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang menyuarakan
07:17aspirasi dan keprihatinannya gitu untuk hal ini
07:21Jadi Anda ingin membutuhkan opini publik untuk mempengaruhi persidangan?
07:28Itu bukan yang saya bilang ya
07:30Saya rasa publik sudah mempunyai akses yang sama sekarang dengan sistem keadilan kita
07:39Dimana informasi tidak bisa dibendung, kebenaran tidak bisa dibendung
07:44Jadi kalau memang mereka mempunyai keprihatinan, pertanyaan, kritik itu semua memang wajar saja
07:52Tapi yang saya harapkan betul-betul dan ini saya rasa diharapkan oleh pihak mereka juga
07:57Di kritik dan opini harus berdiri di atas fakta yang utuh
08:03Yang paling terbaru, Franka
08:08Seorang pengacara bernama Hotman mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo
08:16Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem
08:21Apakah dia bersalah atau tidak?
08:23Hotman bilang salah satu asisten Nadiem, IBAM telah difonis bersalah
08:30Nah, kalau majelis itu sudah memfonis asistennya, bla bla bla
08:35Tetapi poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapeya
08:41Apakah ini membangun harapan untukmu?
08:52Saya sangat respect dan menghargai Pak Hotman
08:56Dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan gitu
09:02Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosy
09:05Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang
09:10Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik duplik dan setelah itu vonis
09:15Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita
09:21Jadi itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem
09:26Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on
09:30Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain
09:34Tapi pengacara Hotman yang kemudian mempost di sosial media
09:38Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu
09:44Maka ini bisa mengubah sesuatu?
09:49Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti
09:53Atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP
09:59Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka
10:03Ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
10:07Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada
10:20Harapan saya hanya selalu satu dari awal
10:23Agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih
10:27Pada akhirnya itu yang paling penting untuk saya
10:32Terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang
10:40Franka ada satu hal yang saya ingin tanya tentang kasus ini
10:46Salah satu keganjilan yang belum terjelaskan adalah
10:51Kalau memang mereka yang selama ini mengikuti proses sidang benar
10:58Dan perlu dibela
11:00Mengapa ada seorang asisten atau seorang staff ahli dari Mas Nadiem
11:06Yang justru menjadi buron dan tidak bersama-sama mengikuti persidangan
11:14Ini memang saya tahu menjadi keprihatinan yang besar
11:19Itu pun menjadi keprihatinan kami
11:22Karena sangat disayangkan orang ini tidak ada di sini
11:30Ini menjalani persidangan sebagaimana Mas Ibam dan Mas Nadiem sudah ya gitu
11:37Bahkan sampai difonis gitu sekarang dia di pengadilan negeri
11:41Jadi saya tidak bisa menjawab kenapa dia tidak ada
11:45Saya tidak bisa menjawab di mana dia harusnya ada dan bersikap
11:51Tapi saya pun menyayangkan dan itu sebenarnya pasti akan membuat terang semakin terang lagi semua ini
11:59Anda merasa gak sih seharusnya seorang staff ahli yang begitu dipercaya oleh Mas Nadiem pada waktu menjadi menteri
12:07Ikut bersama-sama memperjuangkan keadilan bersama Ibam
12:11Jadi jangan kabur
12:15Apakah sebagai seorang istri dan sebagai sesama perempuan
12:19Juga Anda merasa perlu menyuarakan
12:22Please juristan pulang dong
12:25Kita sama-sama berjuang menegakkan keadilan
12:31Berat untuk saya membayangkan
12:34Kalau misalnya seorang ibu harus menjalankan apa yang Mas Ibam dan Mas Nadiem sedang jalankan
12:42Itu betul-betul untuk saya suatu yang berat sekali gitu Mbak
12:48Tapi tentunya karena yang dituduhkan itu tidak benar
12:53Dan kejujuran adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan ini semua
12:58Tentunya kami mengharapkan ya dia ada disini untuk menjadi bagian yang menerangkan kejadian yang sebenarnya
13:06Saya menangkap poinnya Franka bahwa kasihan dia seorang ibu ada anak
13:11Maka ia perlu mencari proteksi untuk dirinya sendiri
13:19Gitu kan kira-kira dan Anda memahami itu
13:25Sejujurnya Mbak saya kan tidak tahu sama sekali ya
13:28Kenapa dia memutuskan untuk tidak hadir
13:31Dan menjadi buronan
13:32Dan akhirnya ditetapkan menjadi buron
13:36Tapi ya sekali lagi saya tidak bisa menjawab atas nama dia
13:41I know
13:41Tapi sebagai seorang istri, sebagai seorang perempuan
13:44Menurut Anda adil nggak itu?
13:46Bahwa suami Anda Mas Ibam itu harus menghadapi sendiri
13:49Mas Ibam dan Mas Nadiem harus menghadapi proses ini
13:53Di pengadilan
13:55Dan ia mencari proteksi sendiri
13:58Tanpa bersama-sama
13:59Pertanyaan saya begini
14:01Kalau memang benar dan bersih
14:03Kenapa harus kabur?
14:04Kenapa harus menjadi buronan?
14:08Ya itu pertanyaan saya juga sejujurnya Mbak
14:11Is it fair to you?
14:16Banyak hal yang saya sedang alami yang tidak adil
14:20Tapi saya tidak menyalahkan individu
14:24Satu dan lainnya
14:25Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan