00:04Terjadi Pak Nadiem Pak Lawan Zaya
00:13Menjatuhkan pidana terhadap terdarwa Nadiem Anwar Makarim
00:17Oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun
00:22Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdawa Nadiem Anwar Makarim
00:25Untuk membayar uang pengganti sebesar 809 miliar dan 4.817 miliar
00:32Jika terdawa tidak membayar uang pengganti
00:34Maka diganti dengan pidana penjara selama 9 tahun
00:47Saya hari ini dituntut secara efektif dituntut 28 tahun
00:52Rekor lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain
00:5918 plus 9
01:01Dan plus 9 itu adalah uang pengganti
01:04Dan uang pengganti itu adalah jauh di atas harta kekayaan yang saya punya
01:11Untuk kesalahan apa?
01:13Tidak ada kesalahan administrasi
01:16Apapun tidak ada unsur korupsi apapun dalam kasus saya
01:31Selamat malam
01:32Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
01:35Sebagai ruang opini sumber informasi
01:37Kali ini bersama saya Rosi Anasyilalahi
01:39Mendikbul Ristek 2019-2024 Nadiem Akarim
01:43Dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook
01:47Tahun anggaran 2020-2022
01:51Nadiem juga dibebani pidana tambahan
01:54Dan membayar uang pengganti dengan nilai fantastis yaitu 5,6 triliun dengan subsidiar 9 tahun penjara
02:01Malam ini saya mengundang seorang istri yang tetap setia mendampingi Nadiem Akarim selama proses hukum berjalan
02:08Ia adalah Franka Franklin Makarim
02:12Hai Franka, selamat malam
02:14Selamat malam Mbak Rosi
02:15Terima kasih sudah hadir di Rosi
02:17Terima kasih saya bisa hadir di sini
02:20Saya melihat beberapa kali Franka sudah bicara di beberapa tempat
02:27Mengapa Franka merasa bahwa kali ini seorang istri perlu speak up atau muncul untuk berbicara tentang proses hukum sang suami
02:40Pertama-tama Mbak izinkan saya berterima kasih karena diberikan juga kesempatan ada di sini
02:46Saya tahu bahwa saya sebagai istri atau keluarga tidak lazim umumnya membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan hukum atau kondisi
02:59suami gitu ya
03:00Tapi di saat ini saya rasa banyak dukungan yang datang, banyak doa yang datang tapi juga banyak pertanyaan
03:11Dan kalau memang saya bisa membantu menjawab beberapa daripada itu sehingga kebenaran dan juga hal-hal yang memang masih belum
03:21jelas bisa saya bantu
03:22Saya rasa itu yang hanya saya doakan saya bisa lakukan
03:28Ketika Kompas TV mempost bahwa ada percakapan ini, dialog ini, perlukah Nadiem Akarim di bela itu tetap split opininya
03:38Ada yang bilang yes harus, ada juduga yang mengatakan bahwa enggak karena dia korupsi
03:47Bagian mana seorang istri harus menjelaskan tentang sang suami?
03:52Di bagian apanya pertanyaan itu di mana seorang istri harus ikut menjelaskan?
03:58Saya rasa pada saat kita bicara tentang satu kasus hukum, fakta harus bicara di atas rasa
04:06Dan saya disini setelah fakta persidangan sudah keluar semua mbak
04:13Biarpun memang belum usai dan ini adalah yang masih kita perjuangkan
04:19Tapi semua pembuktian sudah dilakukan dan semua dakwaan yang sudah dituduhkan sudah dipatahkan
04:27Seperti mungkin yang tadi kita sempat lihat juga gitu ya
04:31Bahwa selama persidangan jelas terlihat bahwa dakwaannya tidak ada satupun yang terbuktikan
04:37Tidak ada kesalahan prosedur
04:40Suami saya tidak pernah menerima aliran dana apapun
04:43Tidak ada yang diperkaya oleh dia
04:46Dan keromboknya pun masih dipakai sampai saat ini di seluruh Indonesia
04:50Jadi saya juga mungkin disini bertanya gitu
04:53Memang kasus ini jadi kenapa?
04:5718 tahun tuntutan dari Jaksa
05:02Lalu ada uang pengganti 5,6 triliun
05:04Kalau itu tidak dibayarkan maka total 28 triliun
05:07Seperti kata 28 tahun masa penjaranya
05:12Itu sesuatu yang sangat mengejutkan
05:16Shocking sekali bagi Anda dan keluarga
05:18Sangat mengejutkan dan menyakitkan ya
05:24Karena bagaimanapun juga
05:30Untuk mendengar bahwa
05:34Semua fakta persidangan seperti tidak ada artinya gitu
05:38Masih aja gitu
05:40Harus ini semua di titik ini dengan tuntutan tahun yang begitu luar biasa
05:48Angkanya dan angka daripada kerugian dan uang pengganti
05:53Yang terus bertambah gitu Mbak Rosi itu berat sekali
05:56Franka kalau kita bicara soal timeline dari awal persidangan
05:59Rasanya dukungan untuk Mas Nadiem itu tidak semasif sekarang
06:05Setelah pembacaan tuntutan
06:08Setelah ada pembacaan tuntutan
06:11Memang celebrity, influencer itu banyak sekali yang membela Mas Nadiem
06:16Saya mau klarifikasi
06:18Anda pakai buzzer ya
06:22Kami dari keluarga dan tim PH kita tidak pernah pakai buzzer
06:26Dan saya juga dengar Mbak narasi itu gitu ya
06:30Karena sekali lagi kami bersyukur atas begitu besarnya doa dan dukungan yang datang bertubi-tubi gitu
06:40Tapi kami juga menyadari bahwa hal ini mungkin terjadi karena ada jarak yang sangat besar antara tuntutan tersebut dengan kebenaran
06:53yang ada gitu
06:54Jadi saya rasa kalau ada belasan juta dukungan dari masyarakat atau dari tokoh yang berbicara apakah itu semuanya dibilang buzzer
07:05Dan juga satu lagi saya rasa bisa terlihat dengan cukup gamblang bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang menyuarakan
07:17aspirasi dan keprihatinannya gitu untuk hal ini
07:21Jadi Anda ingin membutuhkan opini publik untuk mempengaruhi persidangan?
07:28Itu bukan yang saya bilang ya
07:30Saya rasa publik sudah mempunyai akses yang sama sekarang dengan sistem keadilan kita
07:39Dimana informasi tidak bisa dibendung, kebenaran tidak bisa dibendung
07:44Jadi kalau memang mereka mempunyai keprihatinan, pertanyaan, kritik itu semua memang wajar saja
07:52Tapi yang saya harapkan betul-betul dan ini saya rasa diharapkan oleh pihak mereka juga
07:57Di kritik dan opini harus berdiri di atas fakta yang utuh
08:03Yang paling terbaru, Franka
08:08Seorang pengacara bernama Hotman mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo
08:16Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem
08:21Apakah dia bersalah atau tidak?
08:23Hotman bilang salah satu asisten Nadiem, IBAM telah difonis bersalah
08:30Nah, kalau majelis itu sudah memfonis asistennya, bla bla bla
08:35Tetapi poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapeya
08:41Apakah ini membangun harapan untukmu?
08:52Saya sangat respect dan menghargai Pak Hotman
08:56Dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan gitu
09:02Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosy
09:05Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang
09:10Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik duplik dan setelah itu vonis
09:15Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita
09:21Jadi itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem
09:26Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on
09:30Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain
09:34Tapi pengacara Hotman yang kemudian mempost di sosial media
09:38Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu
09:44Maka ini bisa mengubah sesuatu?
09:49Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti
09:53Atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP
09:59Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka
10:03Ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
10:07Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada
10:20Harapan saya hanya selalu satu dari awal
10:23Agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih
10:27Pada akhirnya itu yang paling penting untuk saya
10:32Terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang
10:40Franka ada satu hal yang saya ingin tanya tentang kasus ini
10:46Salah satu keganjilan yang belum terjelaskan adalah
10:51Kalau memang mereka yang selama ini mengikuti proses sidang benar
10:58Dan perlu dibela
11:00Mengapa ada seorang asisten atau seorang staff ahli dari Mas Nadiem
11:06Yang justru menjadi buron dan tidak bersama-sama mengikuti persidangan
11:14Ini memang saya tahu menjadi keprihatinan yang besar
11:19Itu pun menjadi keprihatinan kami
11:22Karena sangat disayangkan orang ini tidak ada di sini
11:30Ini menjalani persidangan sebagaimana Mas Ibam dan Mas Nadiem sudah ya gitu
11:37Bahkan sampai difonis gitu sekarang dia di pengadilan negeri
11:41Jadi saya tidak bisa menjawab kenapa dia tidak ada
11:45Saya tidak bisa menjawab di mana dia harusnya ada dan bersikap
11:51Tapi saya pun menyayangkan dan itu sebenarnya pasti akan membuat terang semakin terang lagi semua ini
11:59Anda merasa gak sih seharusnya seorang staff ahli yang begitu dipercaya oleh Mas Nadiem pada waktu menjadi menteri
12:07Ikut bersama-sama memperjuangkan keadilan bersama Ibam
12:11Jadi jangan kabur
12:15Apakah sebagai seorang istri dan sebagai sesama perempuan
12:19Juga Anda merasa perlu menyuarakan
12:22Please juristan pulang dong
12:25Kita sama-sama berjuang menegakkan keadilan
12:31Berat untuk saya membayangkan
12:34Kalau misalnya seorang ibu harus menjalankan apa yang Mas Ibam dan Mas Nadiem sedang jalankan
12:42Itu betul-betul untuk saya suatu yang berat sekali gitu Mbak
12:48Tapi tentunya karena yang dituduhkan itu tidak benar
12:53Dan kejujuran adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan ini semua
12:58Tentunya kami mengharapkan ya dia ada disini untuk menjadi bagian yang menerangkan kejadian yang sebenarnya
13:06Saya menangkap poinnya Franka bahwa kasihan dia seorang ibu ada anak
13:11Maka ia perlu mencari proteksi untuk dirinya sendiri
13:19Gitu kan kira-kira dan Anda memahami itu
13:25Sejujurnya Mbak saya kan tidak tahu sama sekali ya
13:28Kenapa dia memutuskan untuk tidak hadir
13:31Dan menjadi buronan
13:32Dan akhirnya ditetapkan menjadi buron
13:36Tapi ya sekali lagi saya tidak bisa menjawab atas nama dia
13:41I know
13:41Tapi sebagai seorang istri, sebagai seorang perempuan
13:44Menurut Anda adil nggak itu?
13:46Bahwa suami Anda Mas Ibam itu harus menghadapi sendiri
13:49Mas Ibam dan Mas Nadiem harus menghadapi proses ini
13:53Di pengadilan
13:55Dan ia mencari proteksi sendiri
13:58Tanpa bersama-sama
13:59Pertanyaan saya begini
14:01Kalau memang benar dan bersih
14:03Kenapa harus kabur?
14:04Kenapa harus menjadi buronan?
14:08Ya itu pertanyaan saya juga sejujurnya Mbak
14:11Is it fair to you?
14:16Banyak hal yang saya sedang alami yang tidak adil
14:20Tapi saya tidak menyalahkan individu
14:24Satu dan lainnya
14:25Terima kasih telah menonton!
Komentar