00:00Saudara kita pantau harga pangan di Pasar Pamerah Jakarta bersama Jurnalis Kompas TV Claudia Carla dan juga Juru Kamera Gahniar
00:08Febrian
00:09serta di Malang Jawa Timur ada Jurnalis Kompas TV Nadifa Rahma dan Juru Kamera Dedik Prasetyo.
00:15Kita ke Pasar Pamerah terlebih dahulu. Carla selamat pagi.
00:19Pantauan Anda saat ini bagaimana terkait dengan harga pangan di Pasar Pamerah?
00:24Apakah sudah menunjukkan kenaikan di sejumlah komoditas yang Anda pantau di sana?
00:32Selamat pagi yang dan juga saudara per hari ini pantauan harga pangan pokok di Pasar Pamerah Jakarta Barat ini
00:41ada sejumlah harga pangan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya cabai rawit merah
00:46yang hari ini dijual dengan harga Rp85.000 per kilogram di mana sebelumnya berada di kisaran harga Rp60.000 hingga
00:55Rp70.000 per kilogram.
00:57Selain cabai rawit merah dan juga saudara harga bawang merah ini juga merangkak naik sekitar Rp15.000 kenaikannya
01:05di mana untuk hari ini harganya Rp65.000 per kilogram.
01:09Sebelumnya ini harganya berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
01:14Lalu kemudian selain perbumbuan dan juga saudara untuk komoditas protein sendiri ini juga mengalami kenaikan
01:22diantaranya harga daging sapi yang hari ini berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.
01:30Sebelumnya berada di kisaran harga Rp120.000 per kilogram.
01:34Lalu kemudian juga kenaikan terus terjadi di harga daging ayam
01:39di mana untuk daging ayam sendiri ini mengalami kenaikan sejumlah Rp5.000 untuk hari ini dijual dengan harga Rp50.000
01:47sebelumnya dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram.
01:53Lalu kemudian yang menjadi sorotan dan juga saudara terkait dengan pengaruhnya kenaikan harga bahan baku
02:01Pembuat tahu dan tempe yakni kedalai terhadap pedagang tahu dan juga tempe di sini.
02:07Dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kenaikan harga kedalai
02:12kita akan menanyakan kepada salah satu pedagang yang berada di Pasar Pamerah Jakarta Barat.
02:21Selamat pagi Bapak Zihin dengan Bapak siapa?
02:25Pak Tohari.
02:26Pak Tohari, untuk hari ini harga tahu dan juga tempe ini dijual dengan harga berapa Pak?
02:34Ya kalau tempe itu harganya ya kalau pasaran Rp10.000
02:38kalau ini kalau pembeli yang beli separuh Rp5.000
02:41kalau tahu per satu itu Rp5.000, tahu Cina ini
02:46kalau ini Rp1.000, Rp1.000 perah kalau Rp10.000 Rp10.000
02:51Pak Tohari, ini untuk harganya masih normal? Apakah ada peningkatan?
02:56Harga masih normal, cuman kita belanja lagi itu harganya udah beda naik
03:02jadi pembeli itu nggak bisa harga misalnya Rp5.000, harga Rp1.000 itu nggak mau.
03:08Nah ini untuk harga kedalai sendiri untuk yang menjadi bahan baku tahu dan tempe ini
03:11apakah juga mengalami kenaikan Pak Tohari?
03:14Ya naik sebenarnya, tadinya kan Rp90.000, eh Rp9.000
03:19sekarang udah Rp10.000 lebih
03:22Nah ini kan harga bahan bakunya naik ya untuk pembuatan tahu dan tempel
03:26kemudian gimana nih caranya Pak Tohari untuk mensiasati kenaikan harga kedalai ini Pak?
03:30Sebenarnya ya jangan terlalu naik, jadi kalau bisa ya stabil aja lah
03:33kayak sebelum lebaran ini kemarin beli tulip-tulip
03:37jadi kan masih harga Rp9.000 sekarang udah Rp10.000
03:43Nah ini Pak kan harganya naik, ini ada yang Bapak lakukan nggak caranya supaya pembeli juga nggak kabur
03:49apakah harganya tetap stabil, apakah porsinya kemudian agak dikurangi sedikit atau seperti ya?
03:54Ya terus serang aja ya stabil, cuman dikurangi sedikit lah
03:58jadi tadinya misalnya 1 MB dari kurangi paling berapa sendok gitu
04:03jadi untuk nebokin yang harga mahal itu Mbak
04:07Baik, terima kasih banyak Pak Tohari
04:10ya demikian tadi perbincangan saya dengan salah satu pedagang tahu dan tempe
04:14yang akhirnya walaupun menjual dengan harga normal
04:17namun perlu mensiasatinya dengan sedikit mengurangi porsi
04:19agar kemudian pembeli juga tidak kabur dan juga saudara
04:22Nah selain respons dari pedagang, ini pembeli juga kemudian
04:27mensiasati sejumlah kenaikan harga ban pokok
04:29diantaranya mengurangi jumlah pembelian
04:32ataupun juga bagi pembeli yang usaha berdagang makanan
04:36ini juga sedikit menaikan harga dagangan makanannya
04:40Kembali ke studio
04:41Kenaikan harga kedelai impor ini sudah mulai terasa
04:45baik oleh pedagang maupun pembeli
04:46tadi pedagang ini mulai memperkecil ukuran
04:50begitu untuk menyiasati mahalnya harga kedelai impor
04:54sementara pembeli mengurangi pembeliannya
04:56Terima kasih Koldi Akarlah dan juga Juru Kamerah Gahniar
04:59atas laporan langsung ini dari Pasar Palmerah
05:02kita bergeser ke Malang, Jawa Timur
05:04ada Nadifa Rahma dan juga Juru Kamerah Dedik Prasetyo
05:07Nadifa, apabila di Pasar Palmerah tadi sejumlah komoditas naik
05:11seperti cabai rawit, bawang merah, daging sapi, tempe dan juga tahu
05:15bagaimana dengan di Malang pantauan Anda di sana?
05:18Selamat pagi Yan dan Saudara
05:20kalau di Pasar Bunul, Kota Malang
05:23pantauan harga bahan pokok di sini
05:25yang terlihat terjadi kenaikan adalah beras dan minyak goreng
05:29yang terlihat di sini adalah beras dengan kemasan 5 kg
05:33naiknya sekitar 500 hingga 1000 rupiah
05:37salah satu contohnya ini ada berbagai merk yang terjadi kenaikan
05:41salah satu contoh merk di sini
05:43merk beras dengan kemasan 5 kg
05:45awalnya dijual dengan harga 76.500
05:48ini dijual dengan harga 78.000
05:52tentunya ini juga terjadi di berbagai merk lainnya
05:56dan untuk beras SPHP sendiri
05:59harganya tetap sama di harga 60.000 rupiah per 5 kg
06:04selain beras terjadi kenaikan yang paling terlihat adalah minyak goreng
06:08nah untuk minyak goreng sendiri semua merk di sini terjadi kenaikan
06:12dari harga kira-kira maksimal 1.500 sampai 2.000 rupiah
06:17untuk kemasan 2 liternya
06:19jadi ada yang dijual dari harga 40.000
06:22dijual sekarang naik menjadi 42.600
06:25kecuali di sini dari berbagai merk tersebut yang naik
06:30di sini juga ada minyak kita yang dijual dengan harga tetap
06:34harga eceran tertingginya
06:35HAT-nya sebesar 15.700 per liternya
06:39ini tidak terjadi kenaikan
06:41namun memang karena harganya lebih ekonomis
06:44lebih murah dibanding berbagai merk lainnya
06:47untuk minyak goreng ini
06:48tentunya masyarakat di sini lebih memilih untuk membeli minyak kita
06:51dibanding dengan merk lainnya dengan harga 22.000 per liternya
06:56dan minyak kita tadi 15.700 per liternya
07:00dengan harga eceran tertinggi tersebut
07:01nah tentunya kenaikan ini
07:03walaupun naiknya tidak terlalu banyak
07:07ini juga sudah terjadi di tingkat distributor
07:09maupun pedagang
07:10kenaikan ini juga sudah terjadi dalam kurun waktu
07:13seminggu, dua minggu terakhir ini
07:15nah dengan adanya kenaikan ini
07:17di sini pedagang di pasar Bunurjo ini
07:19memilih untuk tidak menaikan harga jualnya
07:22walaupun dari tingkat distributor sudah ada kenaikan harga
07:25tapi pedagang memilih untuk tidak menaikan harga jual ke masyarakat
07:30karena melihat daya beli masyarakat di ekonomi saat ini
07:33menurun daya beli masyarakatnya
07:36sehingga pedagang memilih untuk tidak menaikan harga jual
07:39walaupun di sini tentunya pedagang akan mendapatkan keuntungan
07:43yang lebih kecil, lebih tipis dibandingkan sebelum adanya kenaikan
07:47baik, berarti yang terpantau harganya naik pada hari ini
07:51adalah komoditas beras dan juga minyak goreng
07:55terima kasih
07:55jurnalis Kompas TV Nadi Farahma
07:58dan juga jurukamera Dedik Prositio
08:00yang melaporkan langsung dari Malang, Jawa Timur
08:02dan sebelumnya ada Claudia Karla
08:04dan juga jurukamera Ghaniar Febrian
08:06yang melaporkan dari Pasar Palmerah, Jakarta
08:08selamat bertugas kembali rekan rekan
08:10selamat menikmati
Komentar