Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Suasana tegang terjadi saat pasukan keamanan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza di perairan internasional.

Dalam rekaman video yang beredar, para aktivis terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat.

Global Sumud Flotilla menyebut lebih dari 420 peserta dari 40 negara ditahan dan mengalami kekerasan setelah pencegatan di laut. Israel menuduh armada tersebut membawa misi provokatif dan menyebarkan teror. Salah satu pernyataan disampaikan oleh Miri Regev.

Di antara aktivis yang ditangkap terdapat sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, memastikan kesembilan WNI kini telah dibebaskan dan sedang dalam proses kepulangan ke Tanah Air.

Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi peran Turki yang membantu memfasilitasi proses pemulangan WNI.

Baca Juga Potret 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul Usai Bebas dari Israel | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/670392/potret-9-wni-relawan-global-sumud-flotilla-tiba-di-istanbul-usai-bebas-dari-israel-kompas-siang

#wni #israel #globalsumudflotilla #viral

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670393/kesaksian-wni-relawan-global-sumud-flotilla-saat-ditangkap-israel-saya-diinjak-hingga-disetrum
Transkrip
00:01Suasana tegang terjadi saat pasukan keamanan Israel mencegat armada Global Sumut Flotilla yang berlayar menuju Gaza di perairan internasional.
00:11Dari rekaman video yang beredar, aktivis terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat.
00:16Global Sumut Flotilla menyebut lebih dari 420 peserta dari 40 negara ditahan dan mengalami kekerasan setelah pencegatan di laut.
00:25Israel menuduh armada membawa misi provokatif dan menyebarkan teror.
00:46Di antara aktivis yang ditangkap, terdapat sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan ini.
00:52Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan, kesembilan WNI kini telah dibebaskan dan sedang dalam proses kepulangan ke tanah air.
01:01Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi peran Turki yang membantu memfasilitasi proses pemulangan WNI.
01:08Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel
01:17dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumut Flotilla 2.0.
01:26Saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air.
01:36Saat ini sembilan WNI tengah diperiksa kesehatannya di rumah sakit di Turki sebelum kembali ke tanah air.
01:43Alhamdulillah sekarang kita lagi ini medical check-up yang tadi ngabis ngambil darah terus kita mau konsultasi.
01:50Soalnya nih saya mengalami beberapa kekerasan ditendang sampai mungkin 3-4 kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak.
02:00Dan terakhir di setrum.
02:02Ya Allah serius?
02:03Iya sampai di setrum.
02:06Iya karena setrum.
02:07Lo juga kena setrum?
02:08Setrum di sini.
02:09Karena itu bagian terakhir, kepala kita, itu tuh harusnya ini.
02:13Iya.
02:13Ya kan?
02:14Udah gak kuat, udah gak kuat, udah gak kuat.
02:16Jangan aneh-aneh dulu, Udra.
02:18Udah gak kuat, udah.
02:19Jadi sekarang nih saya kalau batuk, sakit di sini ketarik.
02:23Kalau angkat temen itu ketarik, mudah-mudahan sih gak ada apa-apa ya.
02:25Kita periksa di sini, kalau nanti di sini sekiranya harus ada pengelesaian lanjutan, ya kita di rumah sakit Indonesia lah.
02:31Siap.
02:33Sementara itu, Menteri Keamaran Nasional Israel menuai kecaman setelah mengejek aktivis,
02:38saat berada di kapal yang ditahan di Pelabuhan Asdod.
02:42Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan cara penanganan terhadap aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.
02:50Meski demikian, Israel tetap menyatakan memiliki hak untuk menghentikan armada,
02:55yang disebut sebagai misi provokatif pendukung Hamas.
02:58Insiden ini tak hanya menuai kecaman internasional,
03:02namun juga menjadi pengingat bahwa misi kemanusiaan di wilayah konflik selalu berada dalam resiko tinggi.
Komentar

Dianjurkan