- 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Perbedaan sikap antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perang Iran mulai terlihat terbuka ke publik.
Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta Septyanto Galan Prakoso menilai perbedaan itu muncul karena Trump mulai melihat negosiasi sebagai jalan yang lebih menguntungkan dibanding memperpanjang perang.
"Saya kira ini karena Trump sudah memutuskan pendekatan yang dilakukan akan lebih condong ke arah negosiasi, diplomasi, dan perundingan damai. Tidak kemudian memperpanjang perang dan ancaman-ancaman lain," ujar Septyanto di Sapa Pagi KompasTV, Jumat (23/5/2026).
Sementara itu, pengamat Timur Tengah Musthafa Abdul Rahman mengatakan secara strategis sebenarnya Amerika Serikat dan Israel memiliki tujuan yang sama dalam perang Iran, yakni melemahkan program nuklir Teheran dan mendorong perubahan rezim.
"Tujuan strategis perang ini antara Amerika dan Israel sebetulnya sama, yaitu menghancurkan program nuklir Iran," kata Musthafa.
Namun menurutnya, perbedaan mulai muncul setelah target utama perang dinilai tidak tercapai. Ia menyebut upaya mengganti rezim Iran dan menguasai fasilitas nuklir Iran gagal terwujud.
"Nah di sini kemudian Trump menelepon Netanyahu dan terjadi ketegangan karena Israel sudah siap melakukan serangan lagi," ujarnya.
Menurut Musthafa, belakangan Trump mulai lebih mendengarkan sekutu Arab Teluk yang mendorong jalur diplomasi dibanding melanjutkan perang terbuka dengan Iran.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670397/beda-sikap-israel-ngotot-lanjut-perang-trump-justru-ingin-akhiri-konflik-iran
Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta Septyanto Galan Prakoso menilai perbedaan itu muncul karena Trump mulai melihat negosiasi sebagai jalan yang lebih menguntungkan dibanding memperpanjang perang.
"Saya kira ini karena Trump sudah memutuskan pendekatan yang dilakukan akan lebih condong ke arah negosiasi, diplomasi, dan perundingan damai. Tidak kemudian memperpanjang perang dan ancaman-ancaman lain," ujar Septyanto di Sapa Pagi KompasTV, Jumat (23/5/2026).
Sementara itu, pengamat Timur Tengah Musthafa Abdul Rahman mengatakan secara strategis sebenarnya Amerika Serikat dan Israel memiliki tujuan yang sama dalam perang Iran, yakni melemahkan program nuklir Teheran dan mendorong perubahan rezim.
"Tujuan strategis perang ini antara Amerika dan Israel sebetulnya sama, yaitu menghancurkan program nuklir Iran," kata Musthafa.
Namun menurutnya, perbedaan mulai muncul setelah target utama perang dinilai tidak tercapai. Ia menyebut upaya mengganti rezim Iran dan menguasai fasilitas nuklir Iran gagal terwujud.
"Nah di sini kemudian Trump menelepon Netanyahu dan terjadi ketegangan karena Israel sudah siap melakukan serangan lagi," ujarnya.
Menurut Musthafa, belakangan Trump mulai lebih mendengarkan sekutu Arab Teluk yang mendorong jalur diplomasi dibanding melanjutkan perang terbuka dengan Iran.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670397/beda-sikap-israel-ngotot-lanjut-perang-trump-justru-ingin-akhiri-konflik-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:07Perbedaan tajam antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait arah perang Iran mulai terbuka
00:16ke publik.
00:18Kedua pemimpin disebut berselisih soal keputusan Washington menunda serangan baru terhadap Teheran demi membuka ruang diplomasi.
00:28Namun, di tengah perselisihan dengan Netanyahu, Trump mengklaim Perdana Menteri Israel itu akan melakukan apapun yang ia inginkan, termasuk soal
00:37serangan ke Iran.
00:40Bahkan Trump memuji Netanyahu sebagai seorang pemimpin hebat.
00:46Sambil berkelakar, Trump bilang ia bisa saja menjadi Perdana Menteri Israel berikutnya menggantikan Netanyahu.
00:56Dan itu akan melakukan sesuatu yang baik dan dia adalah seorang pemimpin.
01:00Dan tidak akan melakukan sesuatu yang baik dan dia masih ingin dikangkannya.
01:07Menurut saya, sekarang, 99% di Israel, saya bisa bergerak sebagai pemimpin.
01:11Jadi mungkin, apabila saya melakukan ini, saya akan bergerak dan dikangkannya sebagai pemimpin.
01:16Saya hadil apapunan ini, saya adalah 99%, jadi itu bagus.
01:20Tapi sekarang dia adalah pemerintah warga dan saya tidak pikir mereka akan melalui dia dengan baik.
01:50Yang telah ditingkatkan guna memperkuat keamanan perbatasan.
02:26Di tantang Amerika Serikat, garda revolusi Iran beradang dan mengancam perang akan meluas.
02:34Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagai menyebut,
02:38Iran dalam kondisi siap tepur jika AS memulai lagi kenderang perang.
02:46Peringatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan,
02:50akan menyerang Iran lagi jika tidak ada kesepakatan tercapai dalam beberapa hari mendatang.
02:55Jangan lupa untuk mengatakan keamanan dan keamanan ini.
03:08Jangan lupa untuk mengatakan keamanan.
03:19Terima kasih telah menonton!
03:43Amerika Serikat dan Israel berbeda pendekatan soal Iran.
03:47Di mana Trump berupaya menggiring Teheran untuk menyepakati perundingan demi mengakhiri perang yang meleset dari tujuan awal Washington.
03:56Sementara itu, Netanyahu menginginkan Trump untuk terus memerangi Iran dan melancarkan serangan baru ke Teheran.
04:11Perbedaan tajam antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait arah perang Iran mulai terbuka
04:19ke publik.
04:20Di mana Trump menginginkan Teheran untuk menyepakati perundingan demi mengakhiri perang.
04:24Sementara Netanyahu menginginkan Trump untuk terus memerangi Iran dan melancarkan serangan baru ke Teheran.
04:31Lalu apa kepentingan kedua negara ini dalam memerangi Iran?
04:34Akan kita bahas bersama dengan pengamati Murtengah Mustafa Abdul Rahman dan dosen ilmu hubungan internasional Universitas 11 Maret Surakarta, Septianto
04:42Galan Prakoso.
04:43Selamat pagi Pak Mustafa, Mas Galan.
04:46Pagi Mas, bagaimana?
04:48Saya ke Pak Mustafa terlebih dahulu. Pak Mustafa, Trump dan Netanyahu ini berbeda sikap soal Iran.
04:55Pak Mustafa?
04:57Ya sepertinya Pak Mustafa sedang mengalami gangguan sambungan saudara di Zoom.
05:04Saya ke Mas Galan terlebih dahulu. Mas Galan, ini Trump sama Netanyahu beda sikap soal Iran tentunya ya.
05:09Trumpnya ingin dimulasi, kemudian Netanyahu pengennya perang berlanjut, bahkan sempat ribut di telpon katanya.
05:16Ini apa yang Anda lihat dari sikap kedua negara ini?
05:20Ya, bagaimana kemudian Trump dan Netanyahu berbeda pandangan dan dilaporkan oleh banyak media mengalami ini ya ketegangan di sambungan telpon.
05:30Saya kira ini karena Trump sudah memutuskan pendekatan yang dilakukan akan lebih condong ke arah negosiasi, ke arah diplomasi begitu,
05:38perundingan dengan damai, tidak kemudian berpanjang perang dan ancaman-ancaman lain begitu.
05:44Dan ini kemudian yang sangat merudikan Netanyahu.
05:46Karena tujuan Israel dari awal, tujuan Israel adalah untuk memastikan bahwa tidak ada lagi uranium yang dipegang oleh Iran.
05:53Ya, jadi bahkan ada satu sejarah yang menarik ketika kita kembali ke tahun 2015-2016 ya, ada GCPOE,
06:02jadi pembatasan, kesepakatan pembatasan uranium Iran waktu itu di era Obama,
06:07yang kemudian Iran harus menyerahkan sebagian uraniumnya ke negara ketiga, waktu itu Rusia gitu ya.
06:12Itu hanya bahkan cuma 300 kilo yang boleh dimiliki.
06:14Sekarang malah lebih besar arketnya, sebanyak 450 kilogram.
06:18Waktu tahun 2015, Israel aja memandang itu sebagai sesuatu yang sangat merugikan.
06:22Apalagi ketika sekarang, di mana Iran diberikan kapasitas lebih banyak.
06:25Sehingga ketika isu nuklir ini masih ada, dan Israel pasti merasa terancam ketika Iran masih memiliki nuklir,
06:34saya kira tentu akan ada ketidaksetujuan, dan Trump hanya melakukan publicity stunt yang kemudian disampaikan kepada wartawan,
06:43supaya, oh tenang nanti Israel pasti nurut sama saya, dan seterusnya.
06:47Tapi yang jelas, isu ini menjadi satu pemisah, satu hal yang mensegregasi bagaimana Amerika Serikat dan Israel ingin membawa perang
06:57ini ke depannya.
06:58Karena sangat jelas Israel masih ingin terus perang, sampai Iran mungkin kehabisan senjata begitu,
07:04atau memastikan kalau Iran tidak memiliki nuklir lagi, begitu.
07:08Tapi, bicara soal uranium tadi mungkin yang menjadi pengganjal, ataupun kepentingan Israel dalam perang ini.
07:14Apakah tidak bisa misalnya uranium ini dipisahkan dalam kesepakatan yang saat ini sedang disusun?
07:19Misalnya, paling tidak ini untuk menghentikan dululah serangan antara kedua negara,
07:23dan baru nanti uranium akan dibahas selanjutnya di kesepakatan lain.
07:28Bisakah seperti itu?
07:29Yes. Ini menarik sekali, Mas Brimana.
07:31Jadi, sebenarnya, kalau kita lihat proposal Iran yang paling baru, yang paling singkat, yang mungkin hanya empat poin,
07:37itu sudah tidak ada bahasan khusus terakhir uranium dan nuklir.
07:40Mereka menyatakan, ini bisa dibahas di lain hari, sekarang kita fokus menghentikan perang,
07:44kemudian membuka selatur umus, menghentikan perang di semua front, termasuk Lebanon, ya.
07:48Kemudian membuka selatur umus, Amerika ganti ugi, dan aset Iran dicairkan sedikit-sedikit.
07:53Yang dibukukan dicairkan.
07:55Nah, tapi justru Trump malah ingin mendekati.
07:56Ini dari isi yang berbeda kelihatannya.
07:58Jadi, dia memastikan kalau uranium ini selesai, maka kesepakatan yang lain akan mengikuti.
08:03Atau sebaliknya.
08:04Jadi, perwakilan Iran juga kemudian menunggu Trump untuk memberikan feedback,
08:09itikah bagaimana respon Amerika Serikat terhadap tuntutan Iran,
08:12dan jawabannya justru malah ada kemajuan terkait uranium.
08:15Ini, saya kira sebagai akibat dari audience cost, ya.
08:19Jadi, ada sebuah konsep dari James Viren, itu audience cost.
08:22Di mana, Trump sudah menyampaikan sesuatu, yang kemudian kita ingin kemudian mengakhiri perang,
08:28kita sudah menang, narasi Amerika seperti biasa, narasi Trump seperti biasa.
08:31Tapi, kalau tidak dilaksanakan, dia malu sendiri.
08:34Dia malu sendiri dan akan mengurangi peluang dia di pemilih usulah,
08:38akan kemudian membuat publik semakin tidak percaya pada dia,
08:41akan kemudian melihat bahwa dia ini pemimpin yang semakin pelin-pelan,
08:44mencelan-mencelan, begitu.
08:45Sehingga, apa yang kemudian dia cari adalah
08:48bagaimana kemudian alternatif kesepakatan dengan Iran di semua lini.
08:52Nah, ketika kita bicara audience cost,
08:53Trump punya sangat besar, gitu ya.
08:55Jadi, yang nonton dia, ngomongan dia, konsistensi dia itu banyak.
08:58Meanwhile, sementara itu,
08:59Netanyahu hampir tidak punya audience cost.
09:01di dobar, karena kita sudah tahu Israel pasti kontra Iran,
09:05dan ingin perang, dan ingin meluluh antakan Iran, seperti itu.
09:08Dan ketika ini menjadi bertabrakan,
09:10saya kira, ya jelas ketika ada perpecahan di antara dua pemimpin negara krisuri.
09:16Baik, ada audience cost di sana yang kemudian memaksa
09:18Amerika Serikat mau tidak mau, ya harus menghentikan perang, gitu ya.
09:21Karena sudah diomongkan dari jauh-jauh hari.
09:24Saya ke Pak Mustafa, tadi sempat terputus Pak Mustafa.
09:26Tadi Mas Galan bilang bahwa perbedaan antara Amerika Serikat dan juga Israel ini
09:31soal perang melawan Iran, ini semata-mata Israel masih punya kepentingan soal uranium di Iran.
09:37Apakah memang hanya itu saja, Pak, yang kemudian mendorong Israel untuk
09:40pengennya tetap ada perang di Amerika Serikat dan juga Iran?
09:45Ya, kalau kita bicara konteks, terjadinya perbedaan pendapat antara Trump dan Netanyahu.
09:53Ini kita kembali kepada tujuan strategis perang itu sendiri.
09:59Sebetulnya kalau kita berbicara tujuan strategis dari perang ini antara Amerika dan Israel,
10:08itu adalah sama, yaitu perang ini harus dilaksanakan secara cepat dan bisa mengubah rezim
10:16dan kemudian bisa menghancurkan nuklir, nuklir Iran, program nuklir Iran atau Amerika dan Israel menguasai nuklir Iran tersebut.
10:29Khususnya yaitu uranium yang seberat 440 kilogram itu yang sudah diperkaya mencapai 60%.
10:41Ini adalah tujuan strategis.
10:44Dan ini sudah diletakkan dan disetujui oleh Amerika dan Israel ketika kunjungan Netanyahu ke Florida
10:52dan bertemu dengan Trump pada tanggal 10 Februari 2026.
10:59Jadi keputusan perang itu diambil di Florida.
11:02Kemudian terjadilah perang mulai tanggal 28 Februari tersebut.
11:08Tapi melihat jalannya perang dan hasilnya perang,
11:12kan tujuan strategis yang ditarget oleh Amerika dan Israel kan gagal total.
11:19Yaitu misalnya akan melakukan rejim Cenk, perubahan rejim di Iran.
11:24Dan kemudian bisa mempercepat Iran takluk.
11:26Dan kemudian bisa menguasai fasilitas nuklir-nuklir.
11:31Ini kan tidak terjadi sama sekali.
11:33Di sini mulai sebetulnya sudah mulai ada perbedaan pendapat antara Netanyahu dan Trump.
11:38Dan kemudian mulai muncul perbedaan pendapat ketika Trump itu adalah
11:45mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.
11:48Itu gencatan pertama yang terus berlangsung sampai sekarang.
11:51Masih pasang surut kadang mau perang, mundur lagi, mau perang lagi.
11:57Puncaknya adalah ketika Trump itu menjawarkan kenapa ini dituluk.
12:10Pak Mustafa?
12:13Ya kami kembali mengalami gangguan takis.
12:16Silahkan Pak Mustafa, dilanjutkan Pak.
12:19Tapi tiba-tiba Trump membatalkan lagi.
12:22Trump membatalkan lagi atas permintaan tiga negara Arab terluka.
12:26Yaitu Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
12:29Nah, di sini kemudian Trump menelpon Netanyahu.
12:35Dan dalam permintaan telpon tersebut terjadi ketegangan antara keduanya ya.
12:42Karena Israel sudah siap melakukan serangan lagi.
12:44Kalau Amerika jadi melakukan serangan gitu kan.
12:48Tiba-tiba membatalkan lagi.
12:50Trump secara mengejutkan di mata Israel.
12:53Maka Netanyahu marah saat itu.
12:55Kecewa sekali sama Trump.
12:58Maka di sini kita berbicara sebetulnya di antara sekutu Amerika.
13:02Itu ada dua sayap.
13:03Kalau kita sebut dua sayap.
13:05Ada sayap Israel.
13:07Ada sayap negara-negara Arab teluk.
13:09Seperti Arab Saudi, Uni Emirat, Qatar, dan seterusnya ya.
13:13Nah, ketika awal perang dulu.
13:17Amerika ini lebih mendengar Israel.
13:19Tapi terakhir-terakhir ini.
13:21Ketika jalannya perang itu sudah tidak menguntungkan Amerika.
13:24Tadi sudah disebut ya bahwa ada audiens kos dan seterusnya itu kan.
13:28Ya, Trump mulai berubah.
13:30Trump mulai lebih mendengar ke sekutu satunya lagi ya.
13:36Itu Arab-Arab teluk ya.
13:38Yang mendorong supaya tetap menggunakan jalur diplomasi.
13:42Dan kemudian plus Pakistan.
13:44Mengapa?
13:45Karena komunikasi antara Iran sama Amerika yang dimediasi oleh Pakistan.
13:51Ini kan masih terus berlanjut.
13:53Dan cukup membuahkan hasil yang lumayan mengharapkan lah.
13:58Kan ada beberapa konsesi oleh Amerika yang diberikan oleh Iran.
14:14Pak Mustafa, koneksinya kembali putus.
14:17Pak Mustafa, kita akan coba perbaiki ke Anda.
14:20Apa namanya?
14:20Ya, Pak Mustafa kita akan nanti coba perbaiki di belakang dulu Pak.
14:24Untuk koneksi Pak Mustafa.
14:25Saya kembali ke Mas Galan dulu.
14:27Mas Galan, ada pandangan dari Pak Mustafa tadi bahwa saat ini mungkin Amerika Serikat
14:31akan lebih mengarah ke sekutu yang lainnya gitu ya.
14:34Untuk Arab teluk.
14:35Dimana pada hari Senin sempat mau nyerang.
14:38Tapi kemudian karena diminta oleh negara-negara Arab teluk.
14:42Ada Qatar, Arab Saudi, Uni Amerika-Arab.
14:44Ini kemudian jadinya diurungkan seperti itu serangannya.
14:48Betulkah memang saat ini Amerika Serikat memang mengarah ke sekutu yang lainnya.
14:53Atau opsi selain perang ini menjadi yang utama.
14:56Dan bagaimana kemudian Amerika Serikat masih punya pengaruh
15:01ataupun kekuatan untuk bisa mengendalikan Israel dalam konflik ini?
15:08Dari pertanyaan Mas Bermana ini yang saya bisa mungkin sampaikan.
15:12Mungkin dari opini saya sendiri ya.
15:14Sebenarnya kalau kita bicara ini juga sudah bisa dilihat dengan hitung-hitungan yang simple begitu.
15:20Saya sempatkan dengan Pak Mustafa.
15:21Karena sangat banyak sekali kepentingan yang ada di Timur Tengah.
15:25Dan pastinya negara-negara teluk itu juga tidak mau terus-menerus terancam drone
15:29dan juga rudal-rudal horam star dan juga rudal airborne dari Iran.
15:33Sehingga mereka bisa kemudian memberikan persuasi kepada Donald Trump
15:36untuk mengelunda serangan dan malah kemudian menuju ke arah damai.
15:41Peran Pakistan juga tidak bisa lepas dari hal ini.
15:43Karena sangat menarik ketika Pakistan yang dipilih sebagai mediator.
15:47Pakistan itu punya perjanjian yang bersama pertahanan dengan Saudi Arabia.
15:52Sehingga saya kira memang sangat-sangat bisa mengorganisasi
15:55apa yang menjadi sikap dari negara-negara teluk.
15:58Pertama ketika Saudi bersama dengan Qatar dan juga Uni Emirat
16:01bisa membujuk Trump untuk kemudian negosiasi begitu ya.
16:04Nah, apa yang kemudian menjadi hitung-hitungan begitu ya?
16:07Apa yang kemudian menjadi bagaimana?
16:09Kenapa Amerika itu lebih memilih untuk mendekati jalan perundingan?
16:12Karena ya untungnya lebih banyak
16:14kalau kemudian ini di dekati dengan jalan perundingan.
16:18Alih-alih kemudian tetap komitmen untuk menyerang Iran
16:21dan melakukan dengan komitmen pada Israel dan sebagainya
16:25untuk kemudian menghancurkan Iran dengan semaksimal mungkin.
16:28Mending yang lain.
16:30Kenapa?
16:30Karena ketika kita bicara motif Amerika di Timur Tengah
16:34itu pasti ada dua.
16:35Yang satu investasi dia.
16:37Yang kedua energi.
16:38Atau mungkin dibalik ya.
16:39Mungkin yang pertama energi dulu baru investasi dia.
16:41Energi jelas ketika Amerika pun sendiri sudah punya minyak
16:45tapi mereka juga tetap kemudian melihat bahwa
16:47dunia akan semakin menekan mereka ketika
16:50selagorung ini tertutup dan kemudian negara-negara teluk
16:53sudah tidak bisa melakukan ekspor energi mereka
16:54baik itu dalam konteks minyak ataupun gas
16:57atau bahkan bukan energi.
16:59Tapi hal lain seperti pupuk, seperti urea,
17:02seperti nitrogen, amonia yang dibutuhkan untuk pupuk-pupuk
17:05di ranah global.
17:08Jadi tekanan di Amerika di situ.
17:09Yang kedua, investasi mereka di Timur Tengah.
17:12Saat ini, menjelang tahun 2030 ini
17:14sangat banyak program-program proyeksi,
17:17program-program masa depan
17:17yang dilakukan dalam negara-negara Timur Tengah.
17:19Termasuk mungkin salah satunya NEOM,
17:21Vision 2030 di Saudi Arabia, dan lain sebagainya.
17:24Kita yakin pasti ada investasi Amerika di sana.
17:26Belum lagi cuman aset-aset Amerika yang ada di Timur Tengah
17:29tersebar dari Kuwait, Uni Amirat,
17:31kemudian ya pusat data Amazon,
17:33kemudian bagaimana metaverse-nya,
17:35Facebook dan lain-lain juga dibangun sebagian di sana.
17:37Nah, apa yang kemudian Amerika lihat adalah
17:40mending melindungi itu ke depan,
17:42daripada kemudian tetap membabibuta menyerang Iran bersama dengan Israel.
17:47Ini satu hal yang sangat jelas.
17:49Tapi juga, yang kemudian perlu kita tangkap
17:52dari apa yang kemudian Trump lihat,
17:55adalah bahwa dia,
17:56at least begitu ya,
17:57dia paling tidak,
17:58sudah dalam tanda putih menepati janjinya ke Israel
18:01untuk menyerang Iran,
18:02dan objeknya meskipun tidak tersampaikan,
18:05tidak terpenuhi seluruhnya ya,
18:06ketika dia ingin menggulingkan pemerintahan
18:08dan menggantikan diktator si Resim Iran ya,
18:12apa yang kemudian terjadi ketika Ayatollah Khomeini
18:16kemudian tewas dari serangan,
18:17saya kira itu membuat Trump merasa bisa mengkling,
18:20short term win gitu ya,
18:21kemenangan yang singkat, yang kecil,
18:23tapi dia tetap bisa keluar-keluar, bisa sumbar gitu.
18:26Nah, hal ini tidak cukup buat Israel,
18:27ini jadi masalah.
18:28Nah, sehingga kita bisa melihat,
18:31meskipun Amerika ini menyatakan,
18:34kita akan berusaha,
18:35kalau sekarang nanti pasti tunduk,
18:36pasti ngikut,
18:37dan tanya-tanya pasti ngurut sama saya.
18:39Saya tidak yakin,
18:40hal ini bisa menjadi jaminan keamanan untuk kawasan
18:43sampai ke masa depan,
18:43karena kita tahu,
18:44tak biatnya Israel begitu loh.
18:46Sekarang aja kejatan senjata dengan Lebanon,
18:48mereka masih menyerang,
18:48bukan sesuatu yang sangat-sangat,
18:50apa ya,
18:52rawan gitu,
18:53seperti berdiri di atas es yang tipis gitu,
18:55kalau melihat dari situasi ini.
18:57Nah, ini dia,
18:58Amerika Serikat sebenarnya pengen berhenti gitu perangnya,
19:01karena keuntungannya lebih banyak daripada harus lanjut perang ke Iran.
19:04Tapi, Pak Mustafa,
19:05kita lihat Israel ini selalu menjadi dalam tanda kutip biang onarnya.
19:09Kita sudah mau negosiasi,
19:10sudah mau mendingin gitu konfliknya,
19:13tapi kemudian Israel datang dan membuat onar lagi.
19:16Nah, jika dalam kasusnya di konflik sekarang ini,
19:19Pak Mustafa,
19:20kemudian apakah tadi benar,
19:21Amerika Serikat bisa mengontrol Israel?
19:23Apapun yang Amerika Serikat inginkan Israel lakukan,
19:27akan dilakukan oleh Israel.
19:28Atau sebenarnya,
19:30Israel juga masih punya,
19:31apa ya,
19:32kekuatan untuk melawan,
19:33ataupun kekuatan untuk bertindak sendiri,
19:35ataupun kekuatan untuk menekan Amerika Serikat,
19:37untuk bisa menyerang Iran lagi?
19:40Betul, Mas.
19:42Jadi, apa namanya,
19:43kartu Israel,
19:45atau kekuatan Israel itu ada di tangan Amerika.
19:48Israel tidak akan berani melancarkan serangan ke Iran sendiri,
19:52tanpa dukungan Amerika.
19:55Amerika,
19:55tidak mungkin itu.
19:57Israel hitui dengan Iran,
19:59itu tidak berani Israel.
20:00Israel berani itu kalau dapat lampu hijau dari Amerika.
20:05Seperti yang perang pertama ya,
20:06perang pertama tahun lalu itu kan,
20:09Israel kan pertamanya kan melancarkan serangan sendiri,
20:12tapi itu berani melakukan Israel,
20:15karena ada lampu hijau dari Amerika.
20:17Dan kemudian di saat-saat terakhir,
20:19Amerika juga terlibat kan,
20:21melakukan pengobohan terhadap situs-situs nuklir Iran.
20:24Jadi,
20:25Israel,
20:26saya anggap tidak ada apa-apanya, Mas,
20:27tanpa Amerika.
20:29Kekuatan Israel itu ada di Amerika.
20:31Maka,
20:32betul apa yang dikatakan Trump,
20:33bahwa Israel akan mengikuti apa saja yang saya inginkan.
20:39Itu memang,
20:39itu kan jelas kan.
20:41Artinya Trump itu sudah terang-terangan.
20:43Tidak menggunakan bahasa diplomatis gitu kan.
20:46Jadi,
20:46tidak mungkin Israel itu melancarkan perang sendirian tanpa Amerika.
20:51Satu.
20:52Yang kedua,
20:53Israel,
20:54itu konsep perang Israel itu, Mas.
20:55Itu harus berjalan singkat.
20:57Israel tidak bisa melancarkan perang panjang.
21:00Dan taktik Iran saat ini adalah melakukan perang panjang yang cukup berhasil, ya.
21:07Tidak hanya melawan Israel,
21:08tapi melawan Amerika.
21:09Kemarin berlangsung sampai 40 hari.
21:10Kalau tidak diumumkan kejadian serta oleh Trump,
21:13akan berlangsung sampai sekarang gitu kan.
21:15Israel tidak mungkin.
21:16Israel secara geografis itu negara kecil, Mas.
21:19Jadi,
21:20negara Israel itu,
21:21dari utara ke selatan,
21:23itu panjangnya hanya 200 kilometer.
21:26Dari barat ke timur,
21:27itu sekitar sampai 100 meter.
21:29Dan penduduknya,
21:30itu kan hanya 9 juta, Mas.
21:329 juta itu 20% adalah Arab.
21:35Jadi,
21:35penduduk Yahudi itu antara 6-7 juta.
21:37Dalam kehidupan yang menengah ke atas atau ke atas.
21:41Jadi,
21:41tidak biasa dia hidup dalam kamarnya dibongkar-bongkar itu.
21:46Tidak mungkin Israel itu hidup dalam waktu lama.
21:50Jadi,
21:51Israel dalam konteks apapun,
21:53dilihat dalam segi apapun,
21:56dia tidak mampu melakukan perang panjang.
21:59Dan Israel memang tidak biasa melakukan perang panjang di Timur Tengah.
22:05Coba baik misalnya,
22:06di perang 6 hari,
22:076 hari itu hanya 6 hari.
22:09Kurang dari 1 minggu.
22:10Perang 73 itu hanya 3 minggu.
22:13Tidak mungkin Israel itu berbulan.
22:16Oke, baik.
22:17Kemudian saya kembali ke Mas Galan.
22:19Mas Galan,
22:20memang mungkin Amerika Serikat inginnya,
22:22kalau kita baca gitu ya,
22:24inginnya sih perangnya berakhir.
22:25Tapi di sisi lain,
22:26ini ada laporan dari Channel 14 di Israel gitu ya,
22:30bahwa mengungkap ada rencana detail soal
22:33rencana Amerika Serikat dan juga Israel
22:35untuk merebut uranium yang ada di Iran,
22:39ini dengan operasi militer.
22:40Bahkan di sana Israel sempat marah gitu ya,
22:43karena bisa-bisanya rencana seperti ini bocor ke media.
22:47Jadi di belakang layar nih,
22:48sebenarnya Amerika Serikat juga ingin loh operasi militer seperti itu, Mas.
22:52Itu saya ini ya,
22:54dalam konteks pemberitaan,
22:56terutama dari Channel 14,
22:58karena kan dari Israel ya,
22:59itu kami bisa menyekapi
23:02antara skeptis atau juga mungkin memang ingin saving face gitu ya.
23:06Kalau memang ada opaya untuk kemudahan warbutan uranium
23:10dengan kemudahan operasi militer,
23:12yang juga seperti Amerika,
23:13maka ya tadi audience course-nya akan menjadi naik luar biasa.
23:18Ketika kemudian Trump pada akhirnya malah justru menyerang,
23:21dia juga rugi.
23:22Negara-negara teluk yang selama ini mengarahkan dia
23:24untuk membujuk dia supaya damai,
23:26juga pasti akan marah begitu,
23:28karena kalau kemudian Iran diserang,
23:30pembalasannya nggak cuma ke Amerika Serikat sama Israel,
23:33tapi juga ke wilayah-wilayah negara teluk
23:35yang dinilai oleh Iran sebagai sebutuh dari Amerika Serikat,
23:38yang kita lihat seperti di Kuwait,
23:40Uni Emirat,
23:40Saudi dan sebagainya.
23:41Jadi, saya tidak akan mengatakan berita ini tanpa dasar begitu ya.
23:46Mungkin memang ada proyeksi yang diinginan Israel itu seperti itu.
23:49Tapi yang jelas saya sempatkan yang disampaikan Pak Mustafa,
23:52lampu hijaunya Amerika ini harus diperhatikan.
23:55Kita melihat perang 12 hari tahun lalu,
23:58tahun 2025 lalu,
24:00ketika Israel dengan Iran lempar-lemparan rudal,
24:03selain melupakan rudal dan juga menyerang,
24:07kita melihat kemampuan Israel
24:08sangat-sangat kelihatan, sangat terbatas.
24:10Maksudnya terbatas apa?
24:12Mereka tidak bisa kemudian wedging war yang lebih panjang,
24:15seperti yang sayang Pak Mustafa tadi.
24:16Perang panjang, kemudian juga
24:18selain itu mereka melompat di wilayah negara lain,
24:21itu juga membuat negara lain jadi was-was dan juga tidak nyaman.
24:23Sehingga 12 hari itu sudah sangat maksimal untuk Israel.
24:28Harapannya mungkin di perang yang kemarin,
24:30yang sekarang, sorry, yang saat ini,
24:32dari 28 Februari, Israel melihat,
24:34oh ini bisa kemudian melumpungkan Iran,
24:35karena yang berantem adalah Amerika Serikat,
24:37sekutu mereka terbesar.
24:39Tapi ternyata tidak.
24:40Jadi ini yang menarik.
24:41Kemampuan Iran juga bisa menandingi,
24:43bisa bertahan sepanjang ini.
24:45Kalau Israel maunya singkat,
24:46Iran malah sudah bersihkan-sihkan
24:47kalau perang ini akan sangat panjang.
24:49Jadi attrition war, ayo, kita ladenya.
24:51Nah, pada akhirnya ketika ada pemberitaan,
24:53seperti ini,
24:55ini akan, apa istilahnya,
24:57menihilkan, menikasikan apa yang kemudian selama ini disusun.
25:00Kalau kemudian akhirnya tiba-tiba operasi militer maksimal
25:03merebut uranium,
25:04ya sekalian dari awal aja, begitu kan.
25:06Kan tujuannya berbawa terus.
25:07Ini kalau sampai terjadi,
25:09berarti memang kosnya nanti akan sangat-sangat tinggi,
25:12di mana Amerika Serikat Resim Terang Kedua ini
25:14dicap segit penjahat dunia, gitu ya.
25:16Sebagai negara yang kemudian
25:18pemimpinnya menjelak-menjelak,
25:19dan justru seakan-akan seperti apa?
25:23Seperti, ya, kapal yang tidak tahu arah, begitu ya.
25:26Sehingga mereka nabrak-nabrak saja
25:28apa yang kemudian menjadi
25:30kepentingan dan juga tujuan
25:32yang justru mungkin tidak berasal dari dirinya.
25:34Sebenarnya tujuannya yang diinginkan Israel,
25:36tapi Amerika justru malah melihat itu.
25:38Jadi kemungkinannya mungkin ada, tapi sangat kecil.
25:40Lagipula ini juga medianya Israel,
25:42jadi bisa jadi sangat subjektif.
25:44Oke, jadi saya ke Pak Mustafa.
25:46Ini kalau ke depannya, Pak Mustafa,
25:49Anda melihatnya apa yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat?
25:52Dengan mungkin tadi Iran yang sudah
25:53keluar-keluar bahwa kalau Iran diseran lagi,
25:57pembalasannya akan lebih besar,
25:58bahkan meluas hingga keluar kawasan timur tengah.
26:01Dengan ancaman seperti itu, Pak Mustafa,
26:04apakah Amerika Serikat akan,
26:06dalam tanda kutip gitu,
26:07ngikutin kemauan Israel untuk menyerang Iran?
26:12Kedepan, justru Amerika atau Trump
26:15itu memilih jalan diplomasi.
26:16Dan ini sedang berjalan.
26:19Hari ini dijadwalkan
26:20Kepala Angkatan Besar Pakistan,
26:23Asraf Munir, berkunjung ke Teheran.
26:26Minggu lalu,
26:27Menteri Dalam Negeri Pakistan juga berkunjung ke Teheran.
26:30Nah, apa namanya intensifnya pejabat tinggi Pakistan
26:34berkunjung ke Iran,
26:35itu kan menunjukkan ada harapan.
26:38Yang pertama, ada kerja keras Pakistan.
26:41Yang kedua, ada harapan Pakistan
26:43bahwa ini bisa tercapai sebetulnya itu.
26:46Kalau berbicara masalah nuklir,
26:47kan isunya nuklir ya, yang terbesar ini kan.
26:50Ini kan ada tiga sub dalam isu nuklir pertama.
26:53Yang pertama itu adalah
26:55uranium yang beratnya
26:59440 kilogram itu
27:01yang dipayai sampai 60 persen.
27:05Yang kedua adalah
27:06masalah fasilitas nuklir.
27:08Yang ketiga adalah
27:09proses uranium.
27:11Masalah fasilitas nuklir,
27:13Amerika sudah memberi konsesi.
27:15Bisa satu.
27:16Satu saja.
27:16Saya sebut tidak ada sama sekali.
27:18Yang kedua, masalah
27:19proses uranium.
27:21Amerika memberi tawaran 20 tahun.
27:23Sedangkan Iran mintanya
27:255 atau kurang dari 10 tahun.
27:26Ini kan bisa nego.
27:28Yang terberat ini adalah
27:29yang ketiga ini.
27:30Masalah uranium yang diperkati
27:3260 persen itu.
27:34Amerika minta diserahkan ke Amerika.
27:37Tapi kemungkinan jalan tengahnya
27:38mungkin Iran itu akan menyerahkan
27:41ke dunia ketiga.
27:42Misalnya ke China atau ke Rusia.
27:45Jadi kalau sabar,
27:46dikasih waktu
27:47berundingan ini,
27:49akan tercapai.
27:50Optimis akan tercapai.
27:51Akan ada jalan tengah.
27:53Apalagi tekanan Amerika
27:55dari negara-negara Arab.
27:56Teluk, juga dari Pakistan.
27:58Kemudian hubungan Amerika
28:00dengan negara Eropa
28:02dengan sekutunya juga tidak baik.
28:04Negara-negara Iran ini salah satunya.
28:06Jadi tekanan diplomatik
28:08yang luar biasa terhadap Amerika
28:10dan Trump ini
28:11sangat kuat sekarang.
28:13Dan yang terakhir,
28:14sesuai dengan yang diberitakan
28:16Fox News,
28:17bahwa jajak pendapat terakhir
28:19di Amerika,
28:1960 persen responden di Amerika itu
28:22menolak kelanjutan perangkat.
28:24Jadi tekanan ini
28:25bertubi-tubi terhadap Trump.
28:27Dan dalam waktu sama,
28:29beberapa bulan ke depan,
28:30Amerika akan menghadapi
28:32atau menyalanggarakan
28:33pemilu sela.
28:34Ini penting juga
28:36bagi Trump
28:36dalam konteks politik
28:38domestik.
28:39Jadi,
28:40arahnya ke depan,
28:41pasti Amerika
28:43akan berjuang
28:44habis-habisan
28:45memilih
28:46jalur diplomasi
28:47yang
28:48sekarang sedang berjalan
28:50dan
28:50semakin mengabaikan
28:52Israel.
28:52Jadi ke depan,
28:53tampaknya akan
28:54semakin pecah nih
28:56antara Israel
28:56sama Amerika.
28:59Hubungannya
28:59semakin tidak baik
29:00ke depannya.
29:01Sebaliknya,
29:02Amerika semakin
29:03mesra dengan Pakistan,
29:04dengan negara-negara
29:05Arab,
29:05dengan Turki,
29:06dan seterusnya.
29:07Oke,
29:08kalau pandangannya Mas Geland
29:09juga seperti itukah?
29:10Arah dari Amerika Serikat
29:11bekal diplomasi
29:12akan lebih jauh
29:13dari permintaan Israel?
29:16Ya,
29:16konteksnya adalah
29:17Iran ini
29:19menjadi sesuatu
29:20yang sudah menjadi
29:21di dalam daging
29:22bagi Trump.
29:23Saya kira
29:24sama-sama
29:25overestimate
29:26itu masih bagaimana?
29:26Jadi ketika
29:27Israel dan Amerika,
29:28Amerika ya,
29:29Amerika Serikat menyerang Israel
29:30per 28 Februari kemarin,
29:32kemampuan
29:33Amerika
29:33yang kemudian
29:35membawa kapal Induk,
29:35Abraham Lincoln,
29:36beberapa,
29:37banyak soal kapal Induk,
29:38dan juga
29:38armada yang luar biasa besar,
29:40ternyata
29:41tidak memenundukkan Iran.
29:42Meskipun kita bisa
29:44kemudian nanti
29:44mendengar Trump
29:45setelah negosisi
29:46dahulu,
29:47pasti
29:47seperti itu.
29:49Pasti dia akan bilang,
29:50kita sudah menang
29:50dan sebagainya.
29:51Tapi ya,
29:52retorika seperti itu
29:53sudah biasa,
29:53kita adalah
29:54Trump ngomong apa lagi,
29:55sudah-sudah ini.
29:57Dan
29:58saya kira
29:59apa yang kemudian
30:00dia ingin capai sekarang
30:02lebih kepada
30:04bagaimana
30:04meyakinkan publik
30:05kalau
30:05Amerika itu masih on track,
30:07masih dalam
30:08jalurnya
30:08untuk make America great begin
30:10dan sebagainya.
30:11Sehingga
30:12kalau misalnya pun
30:13dia
30:13ingin
30:14menunjukkan kemenangan,
30:16ya saya kira
30:16jalur diplomasi
30:17dan juga
30:17penahanan uranium ini
30:19akan sangat
30:19bisa dijalankan alasan
30:21untuk itu.
30:22Kita lihat pernyataannya
30:23yang kemarin
30:24yang mungkin
30:24di minggu ini,
30:25di awal minggu ini,
30:26dia bahkan
30:26mengomong ketika
30:27saya tidak akan
30:28mendengarkan
30:29suara publik,
30:30suara publik Amerika
30:31terkait ini.
30:32Kita sedang dalam
30:32kondisi perang
30:33dan kita
30:33melaksanakan ini
30:34untuk kepentingan nasional
30:35dan lain sebagainya.
30:36Tapi mungkin
30:37jadi dia kepikiran juga
30:38begitu ketika
30:38sudah banyak protes,
30:40harga minyak juga
30:41naik di Amerika,
30:42kemudian nanti
30:42bagaimana dengan
30:43konstituen dia
30:44untuk memilu
30:44setelah November nanti.
30:45banyak sekali
30:46faktor-faktor yang harus
30:47dipilih dengan Trump
30:47sehingga memang
30:49jalur diplomasi ini
30:50akan semakin
30:52lebih mungkin
30:53untuk dicapai,
30:54satu itu.
30:55Yang kedua,
30:56jangan lupa juga
30:56peran-peran
30:57dari negara-negara
30:58yang tadi
30:58membujuk ya,
30:59yang kemudian bisa merayu,
31:00mempersuasi Trump
31:01untuk diskusi saja,
31:02negosiasi saja,
31:03biar damai,
31:04begitu ya.
31:05Dan saya kira
31:06itu juga harus
31:07diapresiasi ketika
31:08kemarin fase-fase
31:10gencatan senjata
31:11yang kemudian
31:11diwarnai dengan
31:12kunjungan Trump
31:13samit ke Beijing
31:14ketemu si Jinping,
31:15kemudian bagaimana
31:16juga sebelumnya
31:18apa,
31:19apa,
31:19apa,
31:20apa,
31:22apa,
31:27melakukan berbagai
31:29upaya diplomatik strategis,
31:30berbagai upaya diplomatik
31:31yang sangat-sangat
31:32intens
31:32untuk bisa kemudian
31:34ada komunikasi
31:35dan tukar-tukar
31:36tawaran
31:36itu ya,
31:37antara Iran dan Amerika
31:38dan mungkin
31:39itu akan berhasil
31:39sampai sekarang
31:40kita melihat
31:41perkembangan terbaru
31:42kepala staf Angkatan Darat
31:44Pakistan
31:45yaitu nanti
31:47Asif Menir
31:48itu akan berkunjung ke Teheran
31:49dan kelihatan
31:50ini memang itu
31:50digunakan untuk
31:51kemudian memastikan
31:52kalau Iran akan juga
31:53bisa mencapai titik sinkron
31:55dengan
31:55apa yang menjadi
31:56feedback dari Amerika
31:57sebelum,
31:58sebelum ada
31:59perubahan pikiran lagi
32:01dari Trump
32:01seperti itu
32:02jadi memang
32:03saya sempatkan
32:04Pak Mustafa
32:04dan menjadi
32:05satu hal yang
32:06lebih rasional
32:06bagi Trump
32:07ketika rasional choice-nya
32:08adalah untuk
32:09mencapai perdamaian
32:10dengan cara
32:11diplomasi
32:11meskipun
32:12nanti mungkin
32:13ada perpanjangan
32:14waktu lagi
32:14kita gak tahu
32:15proyekannya 30 hari
32:16untuk memastikan
32:18isu-isu lain
32:19atau terkait
32:20selat hormus
32:21terkait
32:21berbagai macam hal
32:23yang menjadi
32:24urusan teknis
32:24itu akan
32:25kemudian diselesaikan
32:26karena kabarnya
32:26juga gak ada
32:27reparasi perang
32:28oleh Amerika
32:28Amerika gak mau
32:29nuker kerugian perang
32:31tapi dia akan
32:31mencairkan asetnya
32:32Iran
32:33sekian persen
32:33macam-macam
32:34jadi mungkin
32:35aspek teknis ini
32:36yang akan dibahas
32:36dalam berapa hari
32:37ke depan
32:38oke
32:38terakhir saya ke
32:40Pak Mustafa
32:41Pak Mustafa
32:41dengan kemauan
32:43Amerika Serikat
32:43untuk terus
32:44bernegosiasi
32:45seperti itu
32:46dan kita melihat
32:47mungkin ke depannya
32:48akan seperti apa
32:49apakah
32:49mungkin kalau
32:51kemungkinan ekskalasi
32:52mungkin bisa kita corek
32:53gitu ya
32:54kalau kita melihat
32:54tadi pendapat
32:55Mas Galan
32:56juga Pak Mustafa
32:57tapi kemudian
32:57keadaannya akan
32:58seperti apa
32:59negosiasinya akan
33:00seperti apa
33:01Apakah akan
33:02seperti ini saja
33:03ya sudah
33:03keadaan yang
33:04gencatan senjata
33:05dalam tanda kutip
33:06seperti ini
33:06akan terus berlangsung
33:07ataukah
33:08bisa maju gitu Pak
33:09misalnya
33:10selat hormusnya
33:11kemudian kembali
33:12ke titik awal
33:13sebelum ada perang
33:14atau seperti apa
33:15kalau menurut Anda
33:17ya
33:17perkembangan terakhir
33:19terkait komunikasi
33:21antara
33:22Iran dan Amerika
33:23dengan mediasi
33:25Pakistan
33:26ini Pakistan
33:28bersama negara
33:29Arab Teluk
33:30termasuk Turki
33:31menyiapkan semacam
33:33deklarasi prinsip
33:34kesepakatan
33:35deklarasi prinsip
33:37atau apa namanya
33:37yang bisa ditandatangani
33:40oleh Amerika
33:41dan Iran
33:42untuk mengakhiri
33:43perang ini
33:44kemudian setelah
33:45deklarasi prinsip ini
33:47kalau bisa disebut
33:49deklarasi prinsip ini
33:51setelah ditandatangani
33:53ini Iran dan Amerika
33:54akan berunding
33:55selama 30 hari
33:57ke depan
33:57untuk membahas
33:59atau merundingkan
34:00isu-isu yang lebih
34:01detail lagi
34:02termasuk
34:04nuklir ya
34:05isu nuklir
34:05selat hormus
34:06jadi kalau nuklir
34:07kalau selesai
34:08selat hormus
34:09dengan sendirinya
34:10selesaikan
34:11selama ini kan
34:11masih ada perbedaan pendapat
34:13ya
34:13antara Amerika
34:15dan Iran
34:15terkait
34:16manajemen
34:17perundingan ini
34:18ya
34:19Iran mengendapi
34:20pemisahan
34:21antara selat hormus
34:23dengan nuklir-nuklir
34:24ini kan agak sulit
34:25nanti belakangan
34:26aja lah
34:27kemudian Amerika
34:28Trump
34:29itu maunya
34:30sekaligus
34:31tidak komprehensif
34:32jadi kita
34:33tidak memisahkan
34:34isu
34:35satu sama lain
34:36sekaligus
34:37maka jalan tengahnya
34:39ini Pakistan
34:39dan negara-negara
34:40Arab telur
34:41termasuk Turki
34:42itu
34:42mengajukan
34:44proposal
34:45semacam
34:46kesepakatan
34:46deklarasi prinsip
34:47dululah
34:48kesepakatan umum
34:49kemudian
34:50ini ditandatangani
34:51untuk mengakhiri perang
34:52kemudian
34:53selanjutnya
34:54itu adalah
34:55merundingkan
34:56hal-hal yang lebih detail
34:57jadi deklarasi prinsip
34:59dengan
35:00perundingan selanjutnya
35:02ini
35:02tidak
35:03tidak terpisahkan
35:04jadi satu
35:05satu kesatuan
35:06ini untuk
35:07menengai
35:08apa namanya
35:09atau
35:10menjebatani
35:11menjebatani
35:12menjebatan perundingan
35:13yang diinginkan oleh
35:14Iran
35:14yang
35:15inginnya terpisah
35:16bertahap
35:17dan Amerika
35:19yang inginnya sekaligus
35:20kita lihat
35:21perkembangan sehari-hari
35:22masalah
35:23wacana
35:24ini masih wacana
35:24diterima atau tidak
35:26ini soal lain
35:26wacana
35:27kesepakatan
35:28deklarasi prinsip
35:29atau kesepakatan
35:30niat baik
35:31pernyataan niat baik
35:32dari
35:33kedua
35:35pihak
35:36Iran dan Amerika
35:37oke
35:37semoga kesepakatan ini
35:39yang kemudian diambil
35:40paling tidak ya
35:40agar
35:41kepentingan masing-masing
35:42bisa tercapai
35:43Iran pengennya dipisah
35:45untuk masalah
35:46uranium nuklir
35:47dan
35:48selat
35:49dan segala macam
35:49Amerika pengennya
35:50digabung
35:51semoga ini menjadi
35:52jalan tengahnya gitu
35:53dan
35:53paling tidak
35:54poin pertama tadi
35:55sebelum
35:56kesepakatan yang lain
35:57yaitu adalah
35:58penghentian perang
35:59di Iran sendiri
36:00terima kasih
36:01Pak Mustafa Abdul Rahman
36:03pengamah timur tengah
36:04dan juga
36:04Mas
36:05Steptyanto
36:06Galan Nugroho
36:07dosen ilmu hubungan
36:08internasional
36:09Universitas
36:1011 Maret
36:10Surakarta
36:11sudah bergabung
36:12bersama kami
36:12di Sapa Indonesia
36:13pagi
36:15makasih
36:17saudara tim pengawas
36:18Haji DPR RI
36:19menemukan dugaan
36:20pungli layanan
36:21kursi roda
36:22saat melakukan
36:22pengawasan
36:23di kawasan
36:24Mas Yudil Haram
36:25informasi selengkap
36:26penghadir
36:26Pusai Jidabri
36:49Pusai Jidabri
Komentar