JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasio penerimaan negara Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terendah dibandingkan Filipina, Malaysia hingga Kamboja.
Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato mengenai kerangka ekonomi dan kebijakan fiscal di DPR RI, Jakata, Rabu (20/5/2026).
"Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah menerima data-data ini beberapa minggu setelah saya menjadi presiden. Saya merasa eolah saya dipukul di ulu hati saya," ujar Prabowo.
Baca Juga Prabowo ke Anak Muda: Jangan Minta Jadi ASN, Harus Berani di Dunia Usaha di https://www.kompas.tv/nasional/670346/prabowo-ke-anak-muda-jangan-minta-jadi-asn-harus-berani-di-dunia-usaha
#prabowo #dpr #ekonomi
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670348/prabowo-prihatin-penerimaan-negara-kalah-dengan-malaysia-seperti-dipukul-di-ulu-hati
Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato mengenai kerangka ekonomi dan kebijakan fiscal di DPR RI, Jakata, Rabu (20/5/2026).
"Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah menerima data-data ini beberapa minggu setelah saya menjadi presiden. Saya merasa eolah saya dipukul di ulu hati saya," ujar Prabowo.
Baca Juga Prabowo ke Anak Muda: Jangan Minta Jadi ASN, Harus Berani di Dunia Usaha di https://www.kompas.tv/nasional/670346/prabowo-ke-anak-muda-jangan-minta-jadi-asn-harus-berani-di-dunia-usaha
#prabowo #dpr #ekonomi
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670348/prabowo-prihatin-penerimaan-negara-kalah-dengan-malaysia-seperti-dipukul-di-ulu-hati
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Dan saya ingin tegaskan hari ini, keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasar 33 Undang dan Dasar 1945, kita jalankan
00:17dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen,
00:21dan negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang
00:33adil,
00:34di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak.
00:45Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya,
00:57Tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik, mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari,
01:15bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bila mana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit,
01:26Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak, mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat,
01:39Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik, dengan pendapatan yang cukup,
01:52Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita.
01:57Saudara-saudara sekalian, setelah saya evaluasi, setelah saya melihat angka-angka,
02:06setelah saya melihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita,
02:13Saya semakin yakin bahwa menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua.
02:24Kita tentu ingin masa depan yang lebih baik untuk rakyat kita.
02:31Untuk itu, menurut pendapat pemerintah,
02:36Dan saya yakin seluruh patriot Indonesia akan mendukung,
02:42Bahwa bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya,
02:49Harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
03:00Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita,
03:04Dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas,
03:11Mencapai cita-cita kita semua.
03:16Saudara-saudara sekalian,
03:18Kita ingin petani-petani kita tersenyum, cerah,
03:21Karena hasil panen yang melimpah,
03:25Dan mendapat nilai yang sewajarnya,
03:28Nilai yang cukup tinggi.
03:30Kita ingin nelayan-nelayan kita,
03:32Yang mempertaruhkan nyawa,
03:35Untuk menghasilkan protein,
03:38Untuk rakyat kita,
03:39Pergi ke laut dengan perlengkapan,
03:41Yang baik dan aman,
03:45Dan mendapatkan hasil tangkapan,
03:47Yang bernilai tinggi.
03:49Sekarang nelayan-nelayan kita,
03:53Sulit mendapat es batu,
03:56Es batu saja mereka sulit untuk mendapatkan.
03:59Apalagi solar yang mereka butuh.
04:05Pemerintah akan,
04:08Intervensi akan melakukan upaya besar.
04:12Kita akan bangun,
04:14Dalam tiga tahun yang akan datang,
04:16Lima ribu desa nelayan.
04:19Tahun ini kita akan resmikan,
04:21Seribu tiga ratus delapan puluh enam desa nelayan.
04:25Kita akan menjamin,
04:27Tiap nelayan,
04:29Bisa punya es batu.
04:32Kita akan membuat,
04:35Instalasi pembuat es batu,
04:38Di tiap desa nelayan.
04:39Kita akan membuat,
04:41Ruang cold storage,
04:43Pendingin di setiap desa nelayan.
04:46Dan kita akan bikin,
04:48SPBU khusus,
04:50Untuk nelayan,
04:51Di setiap desa nelayan.
04:53Para nelayan kita,
04:56Harus kita berdayakan,
04:59Karena mereka,
05:01Di ujungnya akan,
05:03Menguasai,
05:05Lautan kita.
05:06Saudara-saudara sekalian,
05:08Kita ingin guru-guru kita,
05:10Terjamin kesejahteraannya.
05:14Masa depan suatu bangsa,
05:17Ditentukan oleh,
05:19Kualitas pendidikan,
05:21Yang dapat diberikan kepada,
05:23Anak-anaknya.
05:26Kualitas pendidikan,
05:27Ditentukan oleh guru-guru,
05:29Yang berkualitas.
05:31Guru-guru,
05:33Yang semangat.
05:35Guru-guru yang gembira.
05:37Guru-guru yang bisa menjadi contoh,
05:39Bagi generasi-generasi penerus bangsa.
05:46Memperbaiki kondisi,
05:48Hidupan guru,
05:50Harus menjadi prioritas kita.
05:52Kita ingin,
05:53Juga usaha mikro,
05:54Kecil dan menengah kita berkembang.
05:59Sehingga bisa mendapat,
06:01Penghasilan yang cukup baik,
06:04Untuk sebagian besar rakyat kita.
06:07Dan kita ingin,
06:08Para orang tua,
06:10Serta mereka yang sudah lanjut usia,
06:13Dan hidup sendiri,
06:15Dapat hidup,
06:17Dengan tenang di usia senja.
06:19Karena ditopang,
06:22Jaringan jaminan sosial,
06:24Yang memadai.
06:26Kita ingin melihat Indonesia,
06:29Yang setiap warga negaranya,
06:30Hidup lukun,
06:33Damai,
06:35Cukup sandang pangan dan papan.
06:38Kita ingin Indonesia yang gemah ripah,
06:41Loh jinawi,
06:42Toto tentrem,
06:44Kertoraharjo.
06:46Kita ingin mewujudkan,
06:49Cita-cita nenek moyang kita.
06:51Negeri yang baldatun,
06:53Toye batun,
06:55Warobun gofur.
06:56Negeri yang makmur,
06:57Baik,
06:58Dan selalu,
06:59Mendapat,
07:01Ampunan dan anugerah,
07:03Dari Allah SWT,
07:05Tuhan Maha Besar,
07:06Tuhan Maha Kuasa.
07:08Negara di mana hukum,
07:09Berlaku adil untuk semua.
07:13Terutama menjamin keadilan,
07:15Bagi yang paling tidak berdaya.
07:19Jangan hukum,
07:20Yang adil hanya untuk mereka,
07:23Yang kuat,
07:24Dan mereka,
07:26Yang punya uang banyak.
07:28Saudara-saudara sekalian,
07:30Kita sesungguhnya,
07:31Memiliki modal yang sangat kuat,
07:34Untuk mewujudkan,
07:35Cita-cita dan harapan ini.
07:38Posisi geografis kita,
07:40Sangat strategis.
07:46Puluhan persen,
07:47Perdagangan dunia,
07:48Melalui perairan kita.
07:53Bumi dan air kita sangat luas.
07:58Tiap malam,
07:59Puluhan ribu kapal,
08:00Berbendera asing,
08:01Mengambil kekayaan kita,
08:06Secara ilegal,
08:08Secara tidak sah,
08:12Harus kita tegakkan,
08:16Kedaulauan kita,
08:17Di lautan kita sendiri.
08:21Kita memiliki,
08:23Bonus demografi,
08:25Yang menopang,
08:27Domestik,
08:29Konsumsi domestik,
08:31Dan pasar domestik,
08:32Yang besar.
08:33Pasar kita,
08:35Bisa sebesar Eropa.
08:38Dan sungguh,
08:40Sumber daya alam kita melimpah.
08:43Kita punya,
08:45Komunitas-komunitas,
08:47Yang sangat berharga.
08:50Batu bara kita,
08:53Nickel kita,
08:54Tembaga kita,
08:55Minyak kelapa sawit kita,
08:56Logam tanah jarang,
08:59Kekayaan laut yang melimpah,
09:01Saudara-saudara sekalian.
09:04Indonesia adalah,
09:05Pengekspor minyak kelapa sawit,
09:08Terbesar di dunia.
09:10Devisa ekspor,
09:11Minyak kelapa sawit,
09:12Mencapai 23 miliar dolar,
09:14Setara dengan,
09:15391 triliun rupiah,
09:17Ber tahun 2025.
09:19Indonesia juga adalah,
09:21Pengekspor,
09:22Batu bara terbesar di dunia.
09:24Devisa ekspor,
09:25Batu bara mencapai,
09:2630 miliar dolar,
09:27Amerika.
09:28Setara 510 triliun rupiah,
09:30Pada tahun 2025.
09:32Selain itu,
09:33Kita juga,
09:34Sekarang,
09:34Sudah jadi,
09:36Pengekspor,
09:37Paduan besi,
09:38Atau ferro-alloys,
09:40Terbesar di dunia.
09:42Devisa ekspor,
09:43Paduan besi,
09:44Kita mencapai,
09:4416 miliar dolar,
09:46Setara dengan,
09:47272 triliun,
09:49Rupiah,
09:50Pada tahun 2025.
09:51Tiga komoditas strategis ini,
09:54Menghasilkan,
09:55Devisa,
09:55Lebih dari,
09:5665 miliar dolar,
09:57Amerika.
09:59Setara dengan,
10:001100 triliun,
10:01Rupiah,
10:02Pertahun,
10:03Pertahun,
10:03Tapi,
10:05Marilah kita,
10:06Jujur,
10:06Kepada diri kita sendiri.
10:09Hari ini,
10:10Indonesia,
10:12Sebagai negara,
10:14Anggota,
10:14G20,
10:16Tapi,
10:17Rasio,
10:17Belanja negara kita,
10:19Terhadap produk,
10:21Domestik,
10:21Bruto kita,
10:23Adalah,
10:23Yang paling rendah,
10:25Di antara,
10:26Negara-negara,
10:27G20.
10:29Demikian juga,
10:30Rasio penerimaan negara kita,
10:31Terhadap PDB kita,
10:33Adalah,
10:34Yang paling rendah,
10:35Di antara,
10:36Negara-negara G20.
10:38Dari data terbaru,
10:40IMF,
10:40Kita bisa melihat,
10:42Rasio pendapatan,
10:43Meksiko,
10:4425% dari PDB,
10:48India,
10:4920% dari PDB,
10:51Filipina,
10:5221% dari PDB,
10:55Kamboja saja,
10:5715% dari PDB,
11:01Indonesia,
11:0211-12% dari PDB,
11:07Kita harus introspeksi,
11:09Dan sadar,
11:11Dan berani bertanya,
11:13Kenapa kita tidak bisa,
11:15Kelola ekonomi kita,
11:17Sehingga pendapatan negara kita,
11:20Bisa,
11:21Setara dengan,
11:23Negara-negara seperti,
11:25Filipina,
11:26Meksiko.
11:28Sekarang pun,
11:29Kita masih di bawah Malaysia,
11:31Apa yang sebabkan,
11:33Kita tidak mampu,
11:35Bedanya apa kita,
11:37Sama orang Malaysia,
11:38Orang Kamboja,
11:40Bedanya apa kita,
11:41Sama orang Filipina,
11:46Saudara-saudara sekalian,
11:51Pertumbuhan kita,
11:54Dalam tujuh tahun terakhir,
11:55Memang baik,
11:58Lima persen,
12:00Tiap tahun,
12:02Selama tujuh tahun,
12:04Kali lima persen,
12:05Pertumbuhan kita,
12:05Tiga puluh lima persen,
12:08Harusnya kita,
12:08Kita tambah kaya,
12:09Tiga puluh lima persen,
12:11Tapi,
12:12Apa yang terjadi,
12:14Sekali lagi,
12:16Saya mengajak,
12:17Kita jujur,
12:18Kepada diri kita sendiri,
12:19Dan kepada rakyat kita,
12:21Ini,
12:23Mungkin,
12:24Menyakitkan,
12:25Bagi kita,
12:27Saya,
12:29Merasa,
12:30Setelah saya terima,
12:31Data-data ini,
12:32Berapa minggu,
12:33Setelah saya jadi presiden,
12:34Saya merasa,
12:35Seolah saya,
12:40Dipukul,
12:41Di ulu hati saya,
12:44Sudah-sudah,
12:45Sekalian,
12:47Tujuh tahun,
12:48Kali lima persen,
12:49Tiga puluh persen,
12:51Ekonomi kita tumbuh,
12:52Tapi,
12:55Rakyat kita yang miskin,
12:56Tambah,
13:01Dari 46,1 persen,
13:03Naik,
13:04Jadi,
13:044,9 persen,
13:088 persen,
13:09Naiknya,
13:11Eh,
13:11Tiga persen,
13:12Naiknya,
13:13Lebih,
13:14Yang kelas menengah,
13:15Turun,
13:18Sudah-sudah,
13:20Saya bertanya,
13:21Di hadapan majlis,
13:23Yang terhormat ini,
13:26Saya bertanya,
13:28Kepada semua,
13:30Partai politik,
13:30Semua ormas,
13:32Saya bertanya,
13:34Kepada semua,
13:36Pakar-pakar,
13:37Dan semua guru besar,
13:40Bagaimana,
13:41Bisa pertumbuhan,
13:4335 persen,
13:44Tapi,
13:45Kelas menengah,
13:45Menurun,
13:47Kemiskinan,
13:48Meningkat,
13:50Saudara-saudara,
13:53Jawaban,
13:54Harus ilmiah,
13:56Jawaban,
13:57Harus matematis,
13:59Dan menurut saya,
14:02Jawabannya adalah,
14:04Bahwa,
14:06Kemungkinan besar,
14:07Bukan kemungkinan,
14:08Saya yakin,
14:09Sistem,
14:10Perekonomian,
14:11Yang kita jalankan,
14:13Berada,
14:14Pada,
14:14Trajektori,
14:15Yang tidak tepat,
14:19Mungkin,
14:20Perbedaan kita,
14:20Dengan negara-negara,
14:21Seperti Meksiko,
14:22Seperti India,
14:23Filipina,
14:23Dan lain sebagainya,
14:25Adalah,
14:27Perbedaan sistemik,
14:31Kita harus lihat fakta,
14:34Fakta,
14:34Kalau kita teruskan,
14:36Yang seperti ini,
14:38Kalau kita teruskan,
14:40Sistem seperti ini,
14:41Untuk sekian tahun lagi,
14:43Saya yakin,
14:45Bahwa,
14:46Tidak mungkin,
14:47Kita jadi,
14:48Bangsa yang,
14:49Makmur,
14:50Tidak mungkin,
14:51Kita jadi,
14:52Tanpa kemampuran,
14:53Kita tidak mungkin,
14:54Bisa menjaga,
14:55Kedaulatan kita,
14:57Bahwa,
14:58Kemungkinan besar,
15:00Kita akan,
15:01Menjadi,
15:02Bangsa yang,
15:03Lemah,
15:05Bangsa yang selalu,
15:06Takut,
15:08Takut,
15:10Kurs,
15:11Dolar,
15:11Takut,
15:13BBM,
15:14Tidak cukup,
15:15Takut,
15:16Takut,
15:17Itu,
15:17Bangsa yang takut,
15:18Bangsa yang elitnya takut,
15:22Padahal,
15:23Kita diberi,
15:24Kaluniah yang luar biasa,
15:26Oleh maha kuasa,
15:29Fakta,
15:29Juga telah menunjukkan,
15:31Bahwa telah terjadi,
15:33Mengalir keluarnya,
15:35Kekayaan,
15:35Kita,
15:37Sejak,
15:38Lama,
15:39Bahkan,
15:40Sejak,
15:40Orde Baru,
15:44Kalau kita melihat,
15:47Masa,
15:48Tahun 50-an,
15:49Masa,
15:49Pemerintahan,
15:51Bung Karno,
15:53Sekali lagi,
15:54Saya bukan,
15:55Membela,
15:55Bung Karno ya,
15:59Walaupun,
15:59Bung Karno,
16:00Memang,
16:00Milik bangsa,
16:02Ini harus saya,
16:03Sampaikan juga,
16:04Bung Karno,
16:05Milik bangsa,
16:08Tapi,
16:08Kita tidak bisa menilai,
16:09Tahun 50-an,
16:10Sampai tahun 60-an,
16:13Di,
16:17Disibukan,
16:19Oleh,
16:20Intervensi asing,
16:22Pemberontakan,
16:23Demi pemberontakan,
16:24Demi pemberontakan,
16:27Tidak mungkin,
16:27Kita,
16:28Bangun,
16:29Ekonomi kita,
16:30Di awal,
16:31Orde Baru pun,
16:32Kita,
16:33Dikacaukan,
16:34Oleh banyak,
16:35Masalah,
16:36Tapi,
16:37Alhamdulillah,
16:38Kita telah,
16:38Bangun,
16:39Ekonomi kita,
16:40Tapi,
16:41Apa yang kita,
16:42Ketemukan,
16:43Setelah,
16:43Berapa puluh tahun,
16:46Terjadi,
16:47Apa yang saya,
16:47Namakan,
16:48Outflow,
16:49Of national wealth,
16:52Sudah-sudah sekalian,
16:53Bahwa,
16:54Negara kita,
16:55Tidak pernah rugi,
16:57Satu tahun pun,
16:58Kita tidak pernah rugi,
16:59Ekspor kita,
17:00Selalu lebih,
17:01Daripada,
17:01Import kita,
17:03Kalau ilmu dagang,
17:05Berarti,
17:05Yang kita jual,
17:07Adalah,
17:07Lebih banyak,
17:08Dari yang kita beli,
17:09Harusnya,
17:10Negara ini,
17:11Tidak pernah akan mengalami,
17:13Krisis ekonomi,
17:15Tapi,
17:15Apa yang terjadi,
17:17Yang terjadi,
17:18Adalah,
17:20Keuntungan kita,
17:22Yang selama,
17:2322 tahun,
17:24Adalah,
17:26436 miliar dolar,
17:28Yang keluar,
17:30Yang keluar adalah,
17:30343 miliar,
17:33Dolar,
17:35Ini,
17:36Angka-angka,
17:36Dari PBB,
17:42Berarti,
17:43Selama 22 tahun,
17:46Kekayaan kita,
17:47Yang tinggal di Indonesia,
17:49Adalah,
17:49436 miliar,
17:52Dikurangi,
17:52343 miliar,
17:59Saudara-saudara sekalian,
18:01Ini,
18:03Yang,
18:05Yang,
18:06Sebabnya,
18:07Gaji-gaji,
18:08Guru kecil,
18:09Gaji-gaji,
18:10Aparat penegak,
18:11Hukum kecil,
18:12Gaji-gaji,
18:13ISN kecil,
18:15Ini,
18:17Yang selalu,
18:19Anggaran tidak cukup,
18:20Anggaran tidak kuat,
18:21Dan sebagainya,
18:25Selama 34 tahun,
18:27Apa yang terjadi?
18:29Yang terjadi adalah,
18:31Apa yang disebut,
18:33Under invoicing,
18:35Under invoicing adalah,
18:38Sebenarnya,
18:40Fraud,
18:41Atau penipuan,
18:44Yang,
18:44Mereka jual,
18:47Yang dijual oleh pengusaha-pengusaha,
18:50Tidak dilaporkan yang sebenarnya,
18:53Banyak diantara mereka,
18:54Membuat perusahaan,
18:55Di luar negeri,
18:57Dia jual dari perusahaan dia,
18:58Di dalam negeri,
18:59Ke perusahaan dia,
19:00Di luar negeri,
19:01Yang harganya,
19:02Jauh di bawah,
19:03Harga yang sebenarnya,
19:06Ini yang terjadi,
19:08Sekali lagi,
19:09Ini adalah data dari PBB,
19:12Karena begini,
19:14Katakanlah kita bisa,
19:16Bohong di pelabuhan Indonesia,
19:18Kita bisa bohong,
19:19Di negara kita,
19:22Kita kirim,
19:2310 ribu,
19:24Ton,
19:26Batu barat,
19:27Kita hanya laporkan,
19:285 ribu ton,
19:29Bisa di Indonesia,
19:31Di sana tidak bisa,
19:32Di sana dicatat,
19:35Itu terjadi pada kelapa sawit,
19:37Itu terjadi hampir semua komoditas,
19:42Itu adalah,
19:44Penipuan di atas kertas,
19:47Ada lagi penyeludupan,
19:50Ada lagi penyeludupan,
19:51Melalui pelabuhan,
19:57Kita harus berani mengatakan,
19:59Yang merah-merah,
20:01Yang putih-putih,
20:03Kita harus berani mengatakan,
20:04Apa adanya,
20:05Kita harus perbaiki,
20:07Lembaga-lembaga pemerintah kita,
20:17Bia cukai harus kita perbaiki,
20:21Saya masih ingat,
20:22Di zaman Odu Baru,
20:23Saking parahnya Bia cukai,
20:25Kita tutup Bia cukai,
20:27Kita outsourcing ke swasta,
20:30Dan penghasilan negara naik,
20:33Apa tidak sedih itu?
20:42Ini perjuangan kita semua,
20:44Saya bukan mau,
20:46Jatuhkan muril siapapun,
20:48Tapi sudah saatnya,
20:49Kita bicara jujur,
20:50Kepada diri kita,
20:51Kita bicara jujur,
20:53Kepada rakyat kita,
21:01Saudara-saudara sekalian,
21:07Coba ditayangkan lagi,
21:09Slide,
21:10900 miliar dolar,
21:12Kita hilang,
21:16Bayangkan kalau 900 miliar dolar,
21:18Kita nikmati,
21:20Kita nikmati,
21:21Negara apa Indonesia ini,
21:23Saudara-saudara sekalian,
21:26Ada under-invoicing,
21:28Ada under-counting,
21:30Ada transfer pricing,
21:32Saudara-saudara,
21:35Banyak diantara kalian senyum,
21:37Mungkin diantara kalian ada pengusaha-pengusaha juga,
21:39Di ruangan ini,
21:41Berarti tahu,
21:42Apa yang saya bicara,
21:43Itu keadaan yang sebenarnya,
21:45Saudara-saudara sekalian,
21:46Kita sudah hitung,
21:48Kita sudah pakai random,
21:50Kita tahu,
21:51Bahwa,
21:52Perbedaan,
21:53Antara yang dilaporkan,
21:54Yang tidak dilaporkan,
21:56Itu,
21:57Sering,
21:58Mencapai,
22:0050%,
22:02Yang dilaporkan adalah 50%,
22:05Dari keadaan yang sebenarnya,
22:09Saudara-saudara sekalian,
22:11Dan kita merasa aneh,
22:14Kita,
22:14Produsen kelapa sawit terbesar di dunia,
22:17Tapi harga kelapa sawit ditentukan di negara lain,
22:22Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya,
22:24Ini tidak boleh terjadi,
22:27Saya tidak mau kelapa sawit kita,
22:30Harganya ditentukan oleh bangsa lain,
22:33Kita tentukan harga kita,
22:37Dan kalau mereka tidak mau beli pakai harga kita,
22:40Ya tidak usah beli,
22:40Kita pakai kelapa sawit kita sendiri,
22:43Sudah-sudah sekalian,
22:49Kenapa,
22:50Nickel kita ditentukan harganya oleh negara lain,
22:53Tidak boleh,
22:55Saya instruksikan,
22:58Kabinet saya,
22:59Rumuskan,
23:00Harga nikel,
23:02Harga emas,
23:03Harga semua tambang kita,
23:05Harga semua komunitas,
23:06Harus ditentukan di negara kita sendiri,
23:11Dan kalau mereka mau beli,
23:13Ya tidak apa-apa,
23:15Biar saja itu di bawah tanah,
23:16Untuk cucu kita nanti,
23:21Daripada kita jual murah,
23:23Sudah-sudah sekalian,
23:24Saya minta dukungan majlis ini,
23:28Marilah bersama-sama,
23:36Sepertinya saya lebih marahin daripada,
23:39Banyak kekuatan disini,
23:42Sudah-sudah sekalian,
23:43Karena generasi itu mengerti apa arti penjajahan,
23:49Sudah-sudah sekalian,
23:52Di mimbar ini,
23:53Saya ingin ingatkan kembali bunyi dari pasal 33,
23:58Ayat pertama dari pasal 33,
24:00Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azaz kekeluargaan,
24:09Tidak ada kata-kata azaz-azaz lain,
24:14Azaz kapitalisme neoliberal,
24:18Azaz yang sekaya boleh sekaya-kayanya,
24:26Yang miskin salahnya orang miskin,
24:29Itu bukan falsafah Pancasila,
24:33Ayat kedua,
24:35Cabang-cabang produksi yang penting bagian yang menguasai hajat hidup orang banyak,
24:39Dikuasai oleh negara,
24:43Ayat ketiga,
24:44Bumi dan air,
24:46Dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya,
24:49Dikuasai oleh negara,
24:50Dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,
24:54Ayat keempat,
24:57Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi,
25:04Artinya,
25:06Kalau demokrasi ekonomi,
25:08Rakyat banyak,
25:11Rakyat semuanya,
25:12Harus menikmati ekonomi kita,
25:15Sudah-sudah,
25:17Dengan prinsip kebersamaan,
25:21Efisiensi berkeadilan,
25:25Berkelanjutan,
25:26Berwawasan lingkungan,
25:28Kemandirian,
25:31Mandiri,
25:32Berdiri di atas kaki kita sendiri,
25:35Dan menjaga kesimbangan,
25:40Kemajuan,
25:42Dan kesatuan ekonomi nasional,
25:44Saudara-saudara sekalian,
25:47Saya rasa,
25:49Bahasa Indonesia yang digunakan oleh para pendiri bangsa kita,
25:52Sangat jelas,
25:54Tidak perlu kita cari tafsiran-tafsiran yang macam-macam,
25:59Ini adalah cetak biru ekonomi kita,
26:03Sudah-sudah sekalian,
26:05Mana kala kita menyimpang,
26:08Cetak biru ini,
26:10Ya jangan salahkan,
26:11Siapa-siapa,
26:12Kecuali diri kita sendiri,
26:14Yang tidak mau menerima,
26:18Titipan amanah,
26:19Titipan amanah,
26:20Dari pendiri-pendiri bangsa kita,
26:24Seberapa jauhkah,
26:26Telah kita menyimpang,
26:28Dari cetak biru perekonomian kita sendiri,
26:30Mungkin harus kita bahas,
26:33Di tempat dan waktu yang terpisah,
26:35Tapi saya berkeyakinan,
26:38Kalau kita jalankan pasal tiga-tiga,
26:41Secara konsekuen,
26:43Kita akan terhindar,
26:45Dari praktek-praktek under-invoicing,
26:49Under-counting,
26:51Dan sebagainya,
26:52Pemalsuan atas tonase dan kualitas produk yang diekspor,
26:57Praktek-praktek fraud,
27:00Terhadap bangsa dan negara kita,
27:02Serta praktek-praktek,
27:04Tambang ilegal,
27:07Hutan ilegal,
27:09Kebun-kebun ilegal,
27:12Saudara-saudara,
27:14Bagaimana bisa,
27:16Ada orang yang tambang,
27:18Di hutan lindung,
27:19Bertahun-tahun,
27:23Dan tidak ada yang berani,
27:24Untuk menegakkan hukum,
27:28Saudara-saudara,
27:31Kita perhitungkan,
27:32Kita perkilakan,
27:33Potensi,
27:35Uang yang bisa kita selamatkan,
27:37Dari kebocoran-kebocoran itu adalah,
27:40150 miliar dolar satu tahun,
27:43Potensi,
27:45Apa kita mampu atau tidak,
27:47Tergantung,
27:49Tergantung,
27:51Keberanian kita,
27:52Tergantung tekad kita,
27:55Tergantung apa kita,
27:56Bisa,
27:57Bekerja sama dengan baik,
27:59Atau tidak,
28:01Karena itu,
28:02Saya selalu sampaikan,
28:02Dari awal,
28:03Saya menjabat sebagai presiden,
28:05Republik Indonesia,
28:06Kita harus,
28:07Bersama-sama,
28:08Berani,
28:10Mencari solusi,
28:11Dan berani bertindak,
28:13Saya berkeyakinan,
28:15Akal masalah ekonomi,
28:16Bangsa kita adalah,
28:17Bocornya,
28:18Kekayaan kita,
28:19Tidak tinggalnya,
28:21Kekayaan kita,
28:21Di Republik Indonesia,
28:23Ini,
28:23Harus berani,
28:25Kita hadapi,
28:25Dan berani kita selesaikan,
28:28Untuk itu,
28:29Saya di hadapan majlis yang terhormat ini,
28:32Di hadapan seluruh rakyat Indonesia,
28:36Saya ingatkan bahwa,
28:37Saya pernah disumpah di sini,
28:39Untuk menjalankan undang-undang dasar 1945,
28:43Dengan segala perundang-undang,
Komentar