00:00Dan saudara, membahas soal kondisi 9 warga negara Indonesia yang ditangkap militer Israel,
00:05kita sudah bersama Irfan Nugraha, pengarah Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI.
00:11Selamat malam Pak Irfan.
00:13Selamat malam Mbak Walen.
00:15Jadi bagaimana Pak, sudah ada kabar mengenai kondisi 9 WNI pada malam hari ini?
00:20Ya, siap ya. Kabar terbaru.
00:24Rekan kita, warga negara Indonesia yang ikuti Global Sumut Plotila, sudah sampai di Turki.
00:31Namun kami belum bisa berkomunikasi secara langsung dengan warga negara Indonesia yang ikut Global Sumut Plotila.
00:40Begitu Mbak Walen.
00:41Oke, ini informasi didapat dari mana Pak? Bahwa mereka ini sudah sampai di Turki?
00:46Ya, kami dapat informasi dari Panitia Global Sumut Plotila yang memang ada command center di Turki gitu ya.
00:59Dan koordinator Dewan Pengawara GPCI juga sampai saat ini masih di Istanbul dan Turki. Begitu Mbak.
01:06Oke, tapi kalau dari tim Global Sumut, ada yang sudah bisa bertemu dengan korban? Artinya bisa berkomunikasi dengan 9 WNI
01:16ini?
01:19Dari tim Global Sumut Plotila secara detail belum mendapatkan apakah sudah berkomunikasi atau enggak ya.
01:26Hanya mendapatkan, sudah mengabari posisi sudah sampai di Turki, di Istanbul ya.
01:34Tadi kan Pak Menlu menyampaikan bahwa proses sudah keluar dari wilayah Israel dan akan menuju Istanbul.
01:43Nah, kabar terakhir seperti itu Mbak Palen.
01:46Oke, saat ini sudah sampai di Turki dan sesegera mungkin akan kembali ke Indonesia.
01:52Adakah informasi Pak, terutama untuk juga menjadi kabar baik bagi keluarga korban di Indonesia,
01:59bagaimana kondisi 9 WNI ini atau para korban?
02:03Ya, betul ya. Jadi ada prosedur yang dijalankan sebenarnya oleh Global Sumut Plotila ya.
02:09Jadi, ini pun yang menjadi sedang berdiskusi ya dari Global Sumut Plotila,
02:15dari GPCI dengan pihak pemerintah, dalam ini Kementerian Luar Negeri.
02:19Kalau Kementerian Luar Negeri tentu menginginkan setelah tiba di Istanbul langsung berangkat ke,
02:27diberangkatkan ke tanah air ya.
02:30Nah, namun kami dari Global Sumut Plotila ya, ada prosedur yang harus dijalani yaitu adalah pengecekan.
02:37Mulai apa? Pertama, pengecekan dari sisi kesehatan ya.
02:41Apakah ada hal-hal yang membahayakan ya, selama kemarin mengalami penculikan, penahanan, begitu.
02:51Itu pertama. Yang kedua adalah dari sisi psikologis gitu ya.
02:56Nah, kita ingin melihat ya, tentu juga kalau kita dilihat tadi atau berkabar ya,
03:03ada proses kekerasan dan lain-lain tentu itu bisa berdampak kepada psikologi warga negara Indonesia
03:11yang ikut Global Sumut Plotila 2 ini.
03:13Nah, yang ketiga tentu kita ingin melakukan rekam ya, ataupun melakukan pendokumentasikan selama proses
03:22dari mulai di intercept sampai akhirnya dibebaskan.
03:27Nah, dokumen ini tentu untuk menjadi bahan bagi kita melakukan apakah kita akan melakukan upaya selanjutnya gitu ya,
03:34apabila ada tindakan-tindakan pelanggaran HAM dan lain-lain itu akan menjadi bahan bagi panitia di Global Sumut Plotila 2.
03:43Nah, nanti dikabarin mudah-mudahan sih kita berharap warga negara Indonesia sehat itu yang kita harapkan gitu ya.
03:51Dan secepatnya bisa segera bertemu dengan keluarga karena keluarga sudah menanti meskipun Alhamdulillah keluarga sekarang sudah lega ya,
04:00karena sudah kita informasikan bahwa sudah bebas, sudah dalam posisi ke Turki, begitu.
04:07Ya, ada sejumlah prosedur yang saat ini masih dilakukan oleh para korban seperti yang Anda sampaikan adalah pemeriksaan medis hingga
04:13kondisi psikologis.
04:14Tapi sudah ada kepastian kah? Kapan mereka akan diterbangkan ke tanah air?
04:19Ya, betul ya. Kalau misalnya itu dilakukan, prosedur itu ya, maka tentu memerlukan waktu ya, setidaknya satu hari ya.
04:29Karena pemeriksaan itu nggak per negara ya, tetapi pemeriksaan dilakukan per kapal gitu ya.
04:36Jadi waktu itu ada daftar nama kapal gitu kan, nanti akan diperiksa satu-satu semuanya ya, sampai selesai ya, sampai
04:45akhirnya semua jejak dokumen ataupun jejak dari mulai itu terekan oleh panitia gitu ya, setelah itu baru diterbangkan.
04:56Nah, kalau prosedur ini akhirnya dijalankan ya, berarti kan ada waktu sekitar satu hari di Istanbul, Turki ya, begitu ya.
05:09Namun misalnya seandainya proses federal itu dipersingkat gitu ya, prosesnya maka secepatnya bisa jadi besok sore gitu ya, atau besok
05:20malam sudah bisa di tanah air gitu kan.
05:23Ini yang kalau kami tentu adalah secepatnya bisa kembali ke Indonesia ya, agar mereka bisa bertemu dengan keluarga, atau keluarga
05:32bisa bertemu dengan rekan-rekan kita, aktivis kemanusiaan, dan jurnalis ini itu.
05:37Ya, pemulangan WNI ini dari Turki ke Indonesia, ini difasilitasi oleh pemerintah atau organisasi, Pak Irvan?
05:46Ya, dapat kabar Kementerian Luar Negeri, pemerintah dalam ini akan memfasilitasi ya, pemulangan dari Turki ke Indonesia, begitu ya.
05:58Nah, jadi memang secara teknis kabarnya seperti itu, dan nah ini yang kita sedang berdiskusi gitu ya,
06:07Karena ada prosedur dari Global Sumut Plotila yang harus dijalani dulu gitu, sehingga pemesanan tiket dan lainnya itu belum bisa
06:16secepatnya ya, di apa namanya, dipikskan atau diperjelas begitu, Mbak Valen.
06:24Oke, kalau dari organisasi GPCI sendiri, ini juga sudah mengkontak keluarga korban, supaya harapannya memang tahu sehingga mereka bisa menjemput
06:34langsung di Indonesia, Pak Irvan?
06:36Ya, betul. Jadi memang selama di intercept, diculik, ditahan gitu ya, keluarga-keluarga ini didampingi ya, ada grup yang kita
06:50buatkan ya, disitu ada mulai dari GSF dari Istanbul, terus juga dari lembaga-lembaga di Indonesia dari GPCI ya.
07:00Nah, sekarang keluarga-keluarga yang dari luar kota pun ya, dari luar Jawa, sedang proses untuk dicarikan tiket agar mereka
07:10bisa langsung menyambut di Indonesia, di Jakarta, begitu.
07:14Baik, terima kasih atas informasi yang sudah dibagikan kepada kami di Kompas Malam Kompas TV, pengarah Global Peace Convoy Indonesia,
07:23GPCI, Pak Irvan Nugraha.
07:24Terima kasih, salam sehat selalu, Pak.
07:27Salam sehat, terima kasih, Mbak Valen.
07:28Salam sehat, terima kasih, Mbak Valen.
Komentar