Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dugaan suap yang diterima Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama.

Hal ini disampaikan Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonmian pada Kamis (21/5/2026).

Purbaya mengaku berkomunikasi setiap hari dengan Djaka. Namun dirinya tidak menjawab terkait dirinya sudah bertanya ke Djaka terkait dugaan suap.

"Kalau persidangan saya nggak ikut campur, saya lihat saja seperti apa hasilnya. Kan kalau orang nuduh bisa saja, tetapi kalau terbukti ya sudah. (Dicopot?) harusnya iya, kalau terbukti ya," ujar Purbaya.

Purbaya membuat publik bertanya-tanya dengan mengatakan dirinya mengetahui apa yang terjadi terkait hal tersebut.

"Yang jelas saya ngerti apa yang terjadi," ujar Purbaya.

Video Editor: Laurensius Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670273/jawab-menkeu-purbaya-soal-dugaan-dirjen-bea-cukai-terima-suap-saya-ngerti-apa-yang-terjadi
Transkrip
00:00Adik yang gak cukai pak, disebut terima uang gak pergerima uang itu gimana pak
00:04Ma'an dengan bagan bagi
00:06Wah saya belum tau
00:09Adik yang gak cukai pak, disebut terima uang gak pergerima uang itu gimana pak
00:14Ma'an dengan bagan bagi
00:16Wah saya belum tau
00:19Di posisi jalan itu gimana pak
00:23Mas, sudah di cek pak
00:25Sudah di cek pak
00:26Pak, sudah menerima atau belum?
00:28Iya, Pak.
00:28Sudah di cek, Pak.
00:29Jamsa bilang sudah menerima, Pak.
00:31Pak Dirjen biasa, Pak.
00:34Pak, gimana, Pak, itu, Pak?
00:35Tangan keempatannya, Pak.
00:36Jangan diseputin, Pak, nama beliau.
00:37Katanya menerima kasih juga uang.
00:38Iya, Pak.
00:39Kalau sedangkan saya enggak ikut campur,
00:41saya lihat aja seperti apa hasilnya, kan,
00:43kalau orang-orang bisa aja.
00:44Tapi kalau terbukti, ya, sudah.
00:45Pak, kalau terbukti, berarti bakal dicopot,
00:46apa enggak, Pak, sesuai arahan dari Pak Prabowo?
00:49Harusnya, iya.
00:49Kalau terbukti, ya.
00:50Itu kejalan, ya, Pak.
00:51Untuk badan ekspor ini,
00:52untuk perusahaan yang sudah berkontrak jangka panjang,
00:54bagaimana, Pak?
00:55Pak, kak, untuk badan ekspor ini,
00:57apabila perusahaan sudah berkontrak
00:59dalam jangka panjang,
01:00apa nanti kontraknya tetap akan diangkat?
01:02Ada perubahan atau bagaimana?
01:04Nanti kita lihat bagaimana badan ekspor itu
01:06mengendalikan kembalai dan atas hal itu.
01:07Karena kan bukan sayang dari yang lain nanti.
01:09Dia adalah perusahaan independen.
01:11Nanti dia akan mungkin diskusi sama perusahaannya seperti apa.
01:15Kalau kontrak jangka panjang juga enggak 10 tahun,
01:17kan pasti kalau migas kan enggak masuk situ.
01:20Pak, itu dicopot aja,
01:22kalau kayak cukup aja di situ sekalian enggak.
01:24Gas utamanya,
01:25kalau yang merasa bareng enggak ada yang 10 tahun,
01:28paling berapa bulan mungkin.
01:30Itu pasti air lan dah habis.
01:32Pak, udah ada komunikasi dengan Pak Jaka belum, Pak?
01:35Iya, Pak.
01:36Terkait.
01:38Terkait.
01:38Udah dipanggil, loh, Pak Jakanya, Pak.
01:40Pak Jakanya komunikasi setiap hari.
01:43Dari tanya belum, Pak?
01:44Dari tanya belum, Pak.
01:45Dari tanya belum, Pak.
01:52Tapi yang jelas saya ngerti apa yang terjadi.
01:55Iya, makasih ya.
01:59Sampai jumpa.
01:59Sampai jumpa.
02:12Sampai jumpa.
02:41Sampai jumpa.
02:46Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:51Satu langkah lebih dekat,
02:52satu langkah lebih terpercaya.
02:55Saksikan Sapa Indonesia Malam
02:57di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
03:01Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan