00:06Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia berikan donasi kepada Rumah Harapan Indonesia.
00:13Melalui donasi ini, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok berharap dapat membantu anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit berat.
00:21Donasi ini membuktikan kasih tak mengenal batas negara.
00:25Konselor Kedutaan Besar Republik Tiongkok, Wang Siping berharap donasi ini dapat membantu lebih banyak anak Indonesia.
00:55Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok berharap dapat membantu lebih banyak keluarga yang diperlukan.
01:16Fonder Rumah Harapan Indonesia, Valencia Mika Randa mengatakan,
01:21donasi ini sangat berarti untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit berat.
01:28Melalui donasi ini, Rumah Harapan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang membutuhkan bantuan.
01:34Saya bersyukur sekali bahwa hari ini kita mendapatkan donasi sebesar 200 juta dari Kedutaan Besar Chinese
01:45yang betul-betul melihat bagaimana kita sudah membantu anak-anak 12 tahun lebih
01:53dan sampai saat ini masih terus berjuang untuk bantu anak-anak.
01:57Sehingga mereka berpikir bahwa mereka ingin, China ingin membantu lebih banyak anak-anak lagi
02:05supaya mereka bisa sembuh.
02:06Dan saat ini kami sudah mengalokasikan dana tersebut untuk nantinya dipakai untuk berobat bagi anak-anak
02:15dan juga support susu, obat-obatan dan sebagainya.
02:19Jumianis, salah satu orang tua penerima manfaat bercerita
02:23bagaimana Rumah Harapan Indonesia telah banyak meringankan ia dan anaknya.
02:28Jumianis telah banyak terbantu selama anaknya Huseina Putri Zainis
02:33yang mengalami kelainan jantung berada di Rumah Harapan Indonesia.
02:38Kesulitannya kita pertama cari tempat tinggal, Kak, karena kita kan dari daerah ya.
02:43Jadi pastikan cari kosan atau kontrakan itu biayanya lumayan, belum transportasinya,
02:51belum kadang kayak ada yang alat medis atau obat yang nggak di-cover kan kita harus cari sendiri.
02:57Alhamdulillah semenjak di sini semua dibantu.
02:59Sangat terbantu, Kak, kalau dulu kan kita apa-apa sendiri dan itu memang kita termasuk belum mampu.
03:06Kalau sekarang Alhamdulillah dengan kondisi ekonomi kami yang memang belum memadai untuk pengobatan Omar,
03:12dengan di sini kita lebih terbantu.
03:18Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
03:21Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih menjerahkan.
03:25Taksikat Kompas Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar