00:26PEMBICARA 1
00:50PEMBICARA 1
01:05PEMBICARA 1
01:14PEMBICARA 1
01:25PEMBICARA 1
01:26PEMBICARA 1
01:27PEMBICARA 1
01:58PEMBICARA 1
02:27PEMBICARA 1
02:40PEMBICARA 1
02:41PEMBICARA 1
02:49PEMBICARA 1
02:50PEMBICARA 1
03:01PEMBICARA 1
03:30PEMBICARA 1
03:31PEMBICARA 1
03:34PEMBICARA 1
03:57PEMBICARA 1
04:08PEMBICARA 1
04:09PEMBICARA 1
04:24PEMBICARA 1
04:29PEMBICARA 1
04:38PEMBICARA 1
04:54PEMBICARA 1
04:56satu yang dimana kita
04:58yang dirilis oleh BPS 5,61%
05:01gitu ya, tapi
05:02setelah rilis data pertumbuhan ekonomi
05:04kuartal satu, kondisi
05:06di pasar kuat kita justru malah terus
05:08melemah, jadi artinya
05:09investor pun juga tidak melulu melihat
05:12kondisi pertumbuhan ekonomi, tapi juga
05:14melihat forward looking ke depannya, bagaimana
05:16persepsi dari investor itu juga
05:18melihat dari sisi kondisi stabilitas, kredibilitas
05:20kebijakan dari
05:22semua otoritas, dan juga bagaimana
05:24respon kebijakan, merespon
05:26apa yang dilihat di lapangan
05:28Mas Joshua, sebelumnya
05:30Gubernur BI sempat bilang bahwa optimis
05:32rupiah akan menguat dalam kurun
05:34waktu, ataupun di semester 2 tahun ini
05:36artinya ini masih, ataupun
05:38sudah tinggal beberapa bulan lagi
05:40apakah optimisme BI bisa
05:42berkuat rupiah dalam kurun waktu
05:44beberapa bulan saja, menurut Anda masuk akal
05:46kalau kita melihat kondisi sekarang, dan juga geopolitik
05:48juga yang masih terus memanas?
05:51Dalam kondisi normal
05:52saya sepakat bahwa
05:54kuartal kedua adalah merupakan siklus
05:56permintaan falas domestik yang
05:58cenderung meningkat, karena ada
05:59dividen payment, repatriasi, dan juga
06:01musim haji, namun karena
06:04ada siklus yang normal ya
06:06tidak normal karena ada geopolitik
06:08yang dimana memang hari ini
06:10tadi malam memang
06:11sentimennya membaik lagi, tapi
06:14kita tidak tahu besok
06:15besok malam, ataupun nanti
06:17malam lagi kondisinya apakah bisa berubah lagi
06:20atau tidak, karena sentimen geopolitik di
06:22Timur Tengah ini bisa berubah kapan saja
06:24jadi kita tidak bisa memastikan
06:26apakah kondisinya akan terus membaik
06:29di Timur Tengah atau tidak, tentunya
06:31yang bisa kita pastikan, yang bisa kita harapkan
06:34adalah kita terus memitigasi
06:36segala macam skenario yang ada
06:38artinya kita tidak bisa
06:42seperti yang diperkirakan juga
06:44pada saat pemerintah memperkirakan
06:46sebelumnya COVID-19 ini hanya berjalan
06:48dua bulan, tiga bulan saja
06:50kita harus menggunakan skenario yang terburuk
06:52sehingga oleh sebab itu kami melihat bahwa
06:55kondisi yang respon kebijakan yang sudah diambil oleh Bank Indonesia saat ini
06:59ini memang tidak cukup
07:02diperlukan juga koordinasi kebijakan dari sisi fiskal
07:06kembali lagi
07:08kebijakan ataupun seperti yang disampaikan oleh
07:11di DPR Komisi 11
07:12yang sepertinya menyudutkan Bank Indonesia
07:17yang sepertinya ini kita harus lebih
07:19gali lebih dalam lagi
07:20penyebabnya apa sih sebenarnya
07:22karena kalau kita lihat sebenarnya kan
07:24dari sisi penyebabnya kan kita lihat koreksi di pasar saham
07:28koreksi di pasar obligasi
07:30kita ke dalam lebih dalam lagi
07:33kenapa? assessment dari MSCI
07:35assessment dari credit rating agencies
07:36apa itu penyebabnya?
07:38berarti kan ada permasalahan dari sisi reformasi di pasar modal
07:41dari sisi kebijakan fiskal kita
07:44jadi apakah memang ada masalah dari sisi kebijakan monetarnya?
07:47jadi kita harus lebih objektif
07:50jangan karena BI di depan
07:53sebagai garda depan untuk menjaga nilai tukar rupiah
07:56jadi DPR langsung menyalahkan Bank Indonesia
08:00jadi kita DPR Komisi 11 pun juga perlu harus melihatnya
08:03lebih objektif lagi gitu ya
08:05jadi kita harus melihat lagi secara objektif
08:07dan ini kembali lagi diperlukan koordinasi kebijakan
08:11jadi BI sudah menaikkan tingkat hubungannya
08:13kita perlu lihat evaluasi juga
08:15dari sisi kebijakan fiskal kebijakan pemerintah lainnya
08:17apa yang harus diperbaiki juga
08:20jadi tidak hanya semat-mata hanya mengadalkan dari sisi kebijakan BI
08:23karena isu utamanya bukan dari sisi kebijakan monetar
08:27oke berarti artinya hingga saat ini yang kita bisa pantau adalah
08:30Bank Indonesia sudah melakukan semaksimal mungkin
08:33termasuk juga ada 7 strategi dari Bank Indonesia untuk stabilisasi rupiah
08:38dan tampaknya juga kemarin sudah bekerja begitu rupiah menguat tipis
08:41ke 17.600an
08:43namun seperti Mas Joshua tadi
08:45bahwa koordinasi secara sisi fiskal
08:48juga memang diperlukan dalam hal ini
08:49sehingga rupiah bisa kembali menguat
08:52terima kasih
08:52Kepala Ekonomi Bank Permata Joshua Pardede
08:55atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis
08:56Mas Joshua, sehat selalu
08:58Terima kasih
08:58Terima kasih
09:00Terima kasih
Komentar