Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Josepha Alexandra kembali menjadi sorotan setelah dilirik MPR RI untuk menjadi Duta LCC. Nama Josepha sebelumnya viral usai memprotes keputusan juri dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

MPR RI disebut berencana menawarkan langsung posisi tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan sikap kritis Josepha selama polemik berlangsung. Tim MPR dijadwalkan datang ke Pontianak untuk menyampaikan tawaran tersebut.

Sebelumnya, Josepha ramai diperbincangkan publik karena dianggap mengalami ketidakadilan penilaian saat lomba berlangsung. Polemik itu memicu evaluasi terhadap penyelenggaraan ajang LCC dan menjadi sorotan luas di media sosial.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/18/181716/sempat-viral-karena-dicurangi-juri-josepha-sman-1-pontianak-kini-dilirik-mpr-ri-jadi-duta-lcc

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#LCC #Josepha #MPR
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Sempat viral karena dicurangi, Josepha SMA Negeri 1 Pontianak kini dilirik MPR jadi Duta LCC.
00:09Josepha Alexandra kembali menjadi sorotan setelah dilirik MPR RI untuk menjadi Duta LCC.
00:15Langkah itu muncul usai namanya viral karena diduga mengalami ketidakadilan penilaian juri
00:19dalam final lomba cerdas ceramah tempat pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
00:25Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,
00:27Abjandra Muhammad Akbar menyebut pihaknya berencana menawarkan langsung posisi tersebut kepada Josepha
00:33sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan sikap kritisnya selama polemik berlangsung.
00:39Tim MPR RI dijadwalkan datang ke Pontianak pada 19 Mei 2026
00:44untuk menyampaikan towaran resmi sekaligus meminta kesediaan dari Josepha.
00:48Sebelumnya, Josepha ramai diperbincangkan publik setelah memprotes keputusan juri
00:53yang diagap tidak konsisten dalam pemberian nilai pada babak final LCC.
00:57polemik tersebut memicu perhatian luas hingga mendorong evaluasi penyelenggaraan lomba
01:02dan sorotan terhadap profesionalisme Dewan Juri.
Komentar

Dianjurkan