Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial kembali menjadi sorotan publik setelah muncul daftar pengadaan barang bernilai miliaran rupiah melalui sistem Inaproc.

Perhatian semakin besar setelah muncul data pengadaan bingkai foto Presiden dan Wakil Presiden beserta atribut kenegaraan lainnya dengan total anggaran mencapai 4,14 miliar rupiah.

Polemik ini memicu perdebatan publik terkait transparansi dan prioritas penggunaan anggaran negara dalam program pendidikan masyarakat miskin.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/14/133325/daftar-pengadaan-mewah-di-sekolah-rakyat-sepatu-sampai-bingkai-foto-prabowo-bernilai-miliaran

Creative/Video Editor: Najwa/Leo
#SekolahRakyat #Miliaran #Pengadaan
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Daftar pengadaan mewah di sekolah rakyat jadi sorotan dari sepatu hingga bingkai foto bernilai miliaran.
00:07Program sekolah rakyat Kementerian Sosial kembali menjadi sorotan publik setelah muncul daftar pengadaan barang bernilai miliaran rupiah melalui sistem Inaproc.
00:17Sorotan bermula dari pengadaan sepatu sekolah yang disebut mencapai sekitar 700 ribu rupiah per pasang.
00:22Selain itu, publik juga menyoroti pengadaan mesin cuci dengan nilai sekitar 2,9 miliar rupiah serta pengadaan kompor yang mencapai
00:31lebih dari 4,2 miliar rupiah.
00:34Perhatian semakin besar setelah muncul data pengadaan bingkai foto presiden dan wakil presiden beserta atribut kenergaraan lainnya dengan total anggaran
00:43mencapai 4,14 miliar rupiah.
00:46Pada tahun anggaran 2026, nilai pengadaan meningkat jauh lebih besar.
00:51Pemerintah kembali mengalokasikan 2,72 miliar rupiah untuk pemberian foto bingkai presiden dan wakil presiden dalam satu paket pengadaan.
01:01Polemik ini memicu perdebatan publik terkait transparansi dan prioritas penggunaan anggaran negara dalam program pendidikan masyarakat miskin.
Komentar

Dianjurkan