Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pengacara Hotman Paris menyentil mantan kliennya Nadiem Makarim yang baru-baru ini dituntut 18 tahun penjara di kasus dugaan korupsi laptop Chromebook.

"Yang mungkin akan menyesal, makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara, pengacara mahal, pengacara berbobot itu mahal ya," ujar Hotman lewat unggahan video di akun Instagramnya, Senin (18/5).

Hotman bercerita sejak awal kasus ini ia sudah enyiapkan dua audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyimpulkan harga wajar dan tidak ada kerugian negara dalam pengadaan laptop Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020-2022.

"Tapi kenapa setelah persidangan ada lagi audit BPK yang baru, yang harganya justru katanya Chromebook itu naik dan harganya tidak wajar. Angka kan mana mungkin beda?" ucap Hotman.

#hotmanparis #nadiemmakarim #nadiem #chromebook #korupsi
Transkrip
00:00Yang mungkin akan menyesal, makanya lain kali, jangan pelit-pelit sama pengacara, pengacara mahal itu memang mahal, pengacara berbobot itu
00:10mahal.
00:12Di awal kasus ini saya sudah siapkan dua audit BPK, dua tahun BPK melakukan audit terhadap kerombok,
00:23dan audit BPK pada saat itu menyatakan harga wajar, tidak ada unsur kerugian negara.
00:30Dan telah tersebar hampir seluruh daerah Indonesia.
00:34Itu dua audit itu saya temukan, bahkan saya kirim surat BPK dan mereka mengakui benar itu produk mereka.
00:43Tapi kenapa setelah persidangan ada lagi audit BPK yang baru, yang harganya justru katanya chrome itu naik, dan harganya tidak
00:51wajar.
00:52Angka kan mana mungkin beda, angka zaman dulu, angka sekarang, angka waktu audit tahun 2000 berapa itu, 2020, 2021, atau
01:022022, saya lupa.
01:03Sama audit sekarang kan sama, sama-sama chromebook.
01:06Kenapa dua audit BPK yang dulu dan sekarang atas chromebook ini, atas proyek yang sama dari Nadiem berbeda.
01:12Saya herannya lagi kenapa tim dari Nadiem tidak mempersuahkan ini di pengadilan.
Komentar

Dianjurkan