00:00Nah KPK pake otak gitu, salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK pake otak bilang.
00:07Miliar, ada yang 75 miliar, saya yang cuma 3 miliar udah ngembalikan 5 tahun.
00:13Gitu loh, lalu kan tidak terbukti semua mana pengusaha yang saya peras.
00:17Lantas mana mobil mewah yang puluhan itu mana, yang hasil pemerasan itu.
00:26Kemudian yang minta jatah-minta jatah, mana gak terbukti.
00:30Artinya ya KPK ke depan harus satu, tobat nasuhak lah.
00:36Jangan suka memframing bikin orkestrasi stigma.
00:41Jadi logiknya begini, jika ada pejabat yang berpihak kepada rakyat, stigma aja mereka.
00:46OTT, selesai tuh, kelar tuh masa depannya tuh.
00:49Saat pelaihduan apa yang dipersiapkan Pak Nanti?
00:51Ya pasti kebijakan-kebijakan saya yang selama ini langsung mengenak rakyat.
00:55Pertama soal praktek penahanan ijasa.
00:57Sampai detik ini, praktek kejahatan ini, praktek kejahatan ini masih berjalan.
01:02Kok KPK diam sih?
01:04Kemudian outsourcing yang memeras tenaga buru juga.
01:08Kok KPK diam ya?
01:10Kemudian magang-magang tenaga-magang yang manipulatif tuh pengusaha-pengusaha itu
01:14untuk menghindar bayaran UMR, mereka hanya menggaji setengah.
01:18Dan entah itu bertahun-tahun teraga kontraknya, itu kok gak ditindak?
01:25Nah KPK pake otak gitu.
01:27Salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK.
01:31Pake otak bilang.
01:32Ya, terima kasih ya.
01:33Salam, berhormat.
02:01Terima kasih.
02:19Terima kasih.
02:49Terima kasih.
03:16Terima kasih.
03:18Terima kasih.
03:48Terima kasih.
04:13Terima kasih.
04:29Terima kasih.
04:32Terima kasih.
04:43Terima kasih.
04:46Terima kasih.
04:46Terima kasih.
04:47Terima kasih.
04:53Terima kasih.
04:53Terima kasih.
Komentar