Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer melontarkan kritik keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Immanuel mengaku selama lima tahun terakhir telah mengembalikan uang sebesar Rp3 miliar dan mempertanyakan tuduhan yang sebelumnya diarahkan kepadanya.

"Ada yang 75 miliar, saya yang cuman 3 miliar udah ngembaliin 5 tahun, gitu loh. Kan tidak terbukti semua, mana pungsa yang saya peras," ujar Immanuel, Senin (18/5/2026).

Menurut Immanuel, pejabat yang dinilai berpihak kepada rakyat justru kerap mendapat stigma melalui operasi tangkap tangan atau OTT.

Di akhir pernyataannya, Immanuel meminta pimpinan dan Dewan Pengawas KPK menggunakan akal sehat dalam menangani perkara.

"Nah KPK pakai otak. Salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK pakai otak bilang," tutupnya.

Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer alias Noel Ebenezer dituntut pidana 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 90 hari penjara.

Jaksa Penuntut Umum meyakini Noel bersalah dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 di Kemnaker.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669648/eks-wamenaker-immanuel-kritik-kpk-usai-dituntut-5-tahun-bui-dan-denda-rp250-juta
Transkrip
00:00Nah KPK pake otak gitu, salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK pake otak bilang.
00:07Miliar, ada yang 75 miliar, saya yang cuma 3 miliar udah ngembalikan 5 tahun.
00:13Gitu loh, lalu kan tidak terbukti semua mana pengusaha yang saya peras.
00:17Lantas mana mobil mewah yang puluhan itu mana, yang hasil pemerasan itu.
00:26Kemudian yang minta jatah-minta jatah, mana gak terbukti.
00:30Artinya ya KPK ke depan harus satu, tobat nasuhak lah.
00:36Jangan suka memframing bikin orkestrasi stigma.
00:41Jadi logiknya begini, jika ada pejabat yang berpihak kepada rakyat, stigma aja mereka.
00:46OTT, selesai tuh, kelar tuh masa depannya tuh.
00:49Saat pelaihduan apa yang dipersiapkan Pak Nanti?
00:51Ya pasti kebijakan-kebijakan saya yang selama ini langsung mengenak rakyat.
00:55Pertama soal praktek penahanan ijasa.
00:57Sampai detik ini, praktek kejahatan ini, praktek kejahatan ini masih berjalan.
01:02Kok KPK diam sih?
01:04Kemudian outsourcing yang memeras tenaga buru juga.
01:08Kok KPK diam ya?
01:10Kemudian magang-magang tenaga-magang yang manipulatif tuh pengusaha-pengusaha itu
01:14untuk menghindar bayaran UMR, mereka hanya menggaji setengah.
01:18Dan entah itu bertahun-tahun teraga kontraknya, itu kok gak ditindak?
01:25Nah KPK pake otak gitu.
01:27Salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK.
01:31Pake otak bilang.
01:32Ya, terima kasih ya.
01:33Salam, berhormat.
02:01Terima kasih.
02:19Terima kasih.
02:49Terima kasih.
03:16Terima kasih.
03:18Terima kasih.
03:48Terima kasih.
04:13Terima kasih.
04:29Terima kasih.
04:32Terima kasih.
04:43Terima kasih.
04:46Terima kasih.
04:46Terima kasih.
04:47Terima kasih.
04:53Terima kasih.
04:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan