00:00Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar, orang, rakyat di desa gak pake dolar kok, iya kan?
00:08Pangan aman!
00:10Pak, katanya, apa namanya yang orang desa gak pake dolar, nah itu tuh gimana tuh Pak?
00:16Anggapan Bapak, bisa?
00:17Itu kan konteksnya di sana, di pedesaan, mungkin pas luar sana, bukan konteks di internasional, kan?
00:24Dia ngomongin rekomperasi desa itu.
00:27Pak, kalau Bapak masih bisa senyum, gak terupnya masih aman, itu gimana?
00:30Kalau saya senyum, ekonominya bagus, kan Rupiah juga bakal kayak senyum lagi.
00:34Pak, kata Pak Prabowo, kan mau diminta dibiginin mobil yang anti-peluru atau apa gitu Pak, yang transparan gitu Pak,
00:42kacanya transparan, nah itu anggarannya dari mana Pak?
00:46Udah ada gitu kan?
00:46Ada pasti kalau memang diminta, tapi kan belum ada permintaan resmi kan?
00:50Tapi kan udah ada mau Pak?
00:52Dia maunya gini, kalau mau kan itu tutup, dia maunya kelihatan berdiri, tapi duduk, begitu.
00:59Ya, biar gak capek kan?
01:01Kayak mobil safari gitu.
01:02Mau mobil gitu, saya gak ngerti kan berapa desainnya.
01:05Udah denger berarti omongan itu Pak?
01:06Apa?
01:07Dengar ya omongannya?
01:08Bukan di sana, kemarin.
01:09Iya, tadi Pak.
01:10Tadi belum diomongkan ke Bapak gitu?
01:12Perintah dalam bentuk perintah, bukan, nanti kita lihat terus.
01:15Tapi anggarannya akan ada Pak, maksudnya untuk itu?
01:17Kan, woyah ada.
01:18Kenapa ada saksi anggaran terus?
01:20Gak takutnya nanti kan...
01:21Biasa kan ada presentasi itu, Pak, jumpa pers APBN kita.
01:26Kapan, Pak?
01:26Besok.
01:27Ben?
01:28Besok, jadi nanti gak bilang gak informasinya ya.
01:31Pak, berarti 17.600 itu untuk minyak dan sebagainya masih aman, Pak, angka segitu?
01:38Waktu kita hitung, rukanya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya.
01:42Jadi gitu kira-kira.
01:43Nanti kalau sebut angkanya orang, wuh, pemerintah punya sekian.
01:47Enggak.
01:48Tapi udah kita hitung, jadi gak usah alatir.
01:50Pak, tapi komentar-komentar kayak Pak Prabowo kemarin itu memang mungkin sentimen, sentimen negatif gitu, Pak.
01:56Kalau Pak Presiden yang kemarin pemerintah di sekolah-sekolah ini, yang orang-orang desa itu.
02:01Kalau orang-orang desa itu mulai, Pak.
02:02Kalau itu konsumsi orang-orang desa pada waktu kemarin.
02:06Jadi jangan anggap Pak Pejain gak ngerti, Pak Pejain ngerti betul tentang rupiah.
02:11Oke, maka konteksnya di sana, Pak.
02:14Pemerintah ini aman, Pak.
02:16Terima kasih, Pak Pur.
02:20Sama denangannya di sini, ya.
02:22Ya, beliau kan pemimpin yang bijak.
02:27Maksudnya di daerah itu kan tidak mengenal dolar gitu loh.
02:30Di daerah kan makan dengan, ya di daerah itu kan ada sumber daya alam yang lokal lah.
02:40Seperti jagung, nasi, ikan, ayam, di sekitanya.
02:46Pengertiannya seperti itu, ya.
02:47Gak usah ditanggap yang berlebihan secara-secara.
02:50Itu kan itu berdampak, Pak.
02:52Ya.
02:53Karena mata buahnya ditambah dan itu...
02:55Ya, itu yang berdampak bukan Indonesia saja, negara luar juga berdampak banyak juga.
03:00Ya, bukan kita-kita saja.
03:03Tapi yang jelas, menurut beliau, pangan tetap terjaga.
03:07Kita masih bisa.
03:08Pak, dari DPR ada yang menyarankan untuk gubernur DI mundur nih, Pak.
03:12Karena rupiah masih marah, terus gimana, Pak?
03:14Waduh, saya nggak bisa nanggapi itu lah.
03:17Kalau masalah mundur-mundur.
03:19Terima kasih, Mbak.
03:42Terima kasih, Mbak.
03:50Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini.
03:53Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok.
03:57Iya kan?
03:58Pangan aman, energi aman.
04:03Ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke.
04:10Kita banyak, banyak yang diberikan kuasa.
04:15Tapi, nah ini, tapi.
04:19Para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI.
04:26Bukan rakyat, rakyat pasti setia.
04:29Nggak ada pilihan.
04:30Ini banyak unsur pimpinan.
04:33Teriak-teriak NKRI, tapi nggak jelas.
04:35Begitu punya kekuasaan.
04:37Tidak berpihak kepada bangsa sendiri.
04:40Tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.
04:47Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:52Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:56Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
05:02Saksikan Kompas TV, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11,
05:02Terima kasih.
Komentar