Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Pernyataan Presiden Prabowo soal di desa enggak pakai dolar tuai sorotan publik.

"Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? Dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok. Iya kan? Pangan aman, energi aman. Ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujar Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Purbaya menjelaskan, pernyataan itu disampaikan Presiden saat membahas penguatan Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan ekonomi berbasis desa.

"Kalau bukan konteksnya di sana, di pedesaan, mungkin faktor di sana. Bukan konteks di internasional kan. Dia ngomongin koperasi desa gitu," ujar Purbaya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman juga memberikan penjelasan serupa terkait pernyataan Presiden Prabowo.

Menurut Dudung, yang dimaksud Presiden adalah masyarakat desa pada umumnya masih mengandalkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Beliau kan pemimpin yang bijak, maksudnya di daerah itu kan tidak kenal dolar. Di daerah kan makan dengan sumber daya alam yang lokal," kata Dudung.

Dudung menilai pernyataan Presiden tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Ia juga menegaskan penguatan dolar Amerika Serikat bukan hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga negara-negara lain.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Aqshal

Baca Juga [FULL] Analisis LPEM FEB UI soal Penyebab Rupiah Merosot hingga Rp17.648 per Dolar AS | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/669588/full-analisis-lpem-feb-ui-soal-penyebab-rupiah-merosot-hingga-rp17-648-per-dolar-as-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669634/purbaya-hingga-ksp-dudung-jelaskan-maksud-prabowo-soal-di-desa-enggak-pakai-dolar
Transkrip
00:00Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar, orang, rakyat di desa gak pake dolar kok, iya kan?
00:08Pangan aman!
00:10Pak, katanya, apa namanya yang orang desa gak pake dolar, nah itu tuh gimana tuh Pak?
00:16Anggapan Bapak, bisa?
00:17Itu kan konteksnya di sana, di pedesaan, mungkin pas luar sana, bukan konteks di internasional, kan?
00:24Dia ngomongin rekomperasi desa itu.
00:27Pak, kalau Bapak masih bisa senyum, gak terupnya masih aman, itu gimana?
00:30Kalau saya senyum, ekonominya bagus, kan Rupiah juga bakal kayak senyum lagi.
00:34Pak, kata Pak Prabowo, kan mau diminta dibiginin mobil yang anti-peluru atau apa gitu Pak, yang transparan gitu Pak,
00:42kacanya transparan, nah itu anggarannya dari mana Pak?
00:46Udah ada gitu kan?
00:46Ada pasti kalau memang diminta, tapi kan belum ada permintaan resmi kan?
00:50Tapi kan udah ada mau Pak?
00:52Dia maunya gini, kalau mau kan itu tutup, dia maunya kelihatan berdiri, tapi duduk, begitu.
00:59Ya, biar gak capek kan?
01:01Kayak mobil safari gitu.
01:02Mau mobil gitu, saya gak ngerti kan berapa desainnya.
01:05Udah denger berarti omongan itu Pak?
01:06Apa?
01:07Dengar ya omongannya?
01:08Bukan di sana, kemarin.
01:09Iya, tadi Pak.
01:10Tadi belum diomongkan ke Bapak gitu?
01:12Perintah dalam bentuk perintah, bukan, nanti kita lihat terus.
01:15Tapi anggarannya akan ada Pak, maksudnya untuk itu?
01:17Kan, woyah ada.
01:18Kenapa ada saksi anggaran terus?
01:20Gak takutnya nanti kan...
01:21Biasa kan ada presentasi itu, Pak, jumpa pers APBN kita.
01:26Kapan, Pak?
01:26Besok.
01:27Ben?
01:28Besok, jadi nanti gak bilang gak informasinya ya.
01:31Pak, berarti 17.600 itu untuk minyak dan sebagainya masih aman, Pak, angka segitu?
01:38Waktu kita hitung, rukanya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya.
01:42Jadi gitu kira-kira.
01:43Nanti kalau sebut angkanya orang, wuh, pemerintah punya sekian.
01:47Enggak.
01:48Tapi udah kita hitung, jadi gak usah alatir.
01:50Pak, tapi komentar-komentar kayak Pak Prabowo kemarin itu memang mungkin sentimen, sentimen negatif gitu, Pak.
01:56Kalau Pak Presiden yang kemarin pemerintah di sekolah-sekolah ini, yang orang-orang desa itu.
02:01Kalau orang-orang desa itu mulai, Pak.
02:02Kalau itu konsumsi orang-orang desa pada waktu kemarin.
02:06Jadi jangan anggap Pak Pejain gak ngerti, Pak Pejain ngerti betul tentang rupiah.
02:11Oke, maka konteksnya di sana, Pak.
02:14Pemerintah ini aman, Pak.
02:16Terima kasih, Pak Pur.
02:20Sama denangannya di sini, ya.
02:22Ya, beliau kan pemimpin yang bijak.
02:27Maksudnya di daerah itu kan tidak mengenal dolar gitu loh.
02:30Di daerah kan makan dengan, ya di daerah itu kan ada sumber daya alam yang lokal lah.
02:40Seperti jagung, nasi, ikan, ayam, di sekitanya.
02:46Pengertiannya seperti itu, ya.
02:47Gak usah ditanggap yang berlebihan secara-secara.
02:50Itu kan itu berdampak, Pak.
02:52Ya.
02:53Karena mata buahnya ditambah dan itu...
02:55Ya, itu yang berdampak bukan Indonesia saja, negara luar juga berdampak banyak juga.
03:00Ya, bukan kita-kita saja.
03:03Tapi yang jelas, menurut beliau, pangan tetap terjaga.
03:07Kita masih bisa.
03:08Pak, dari DPR ada yang menyarankan untuk gubernur DI mundur nih, Pak.
03:12Karena rupiah masih marah, terus gimana, Pak?
03:14Waduh, saya nggak bisa nanggapi itu lah.
03:17Kalau masalah mundur-mundur.
03:19Terima kasih, Mbak.
03:42Terima kasih, Mbak.
03:50Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini, Rupiah begini.
03:53Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok.
03:57Iya kan?
03:58Pangan aman, energi aman.
04:03Ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke.
04:10Kita banyak, banyak yang diberikan kuasa.
04:15Tapi, nah ini, tapi.
04:19Para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI.
04:26Bukan rakyat, rakyat pasti setia.
04:29Nggak ada pilihan.
04:30Ini banyak unsur pimpinan.
04:33Teriak-teriak NKRI, tapi nggak jelas.
04:35Begitu punya kekuasaan.
04:37Tidak berpihak kepada bangsa sendiri.
04:40Tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.
04:47Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:52Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:56Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
05:02Saksikan Kompas TV, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel 11, di televisi, channel
05:0211, di televisi, channel 11,
05:02Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan