Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Abraham Liyanto mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem penjurian usai polemik lomba cerdas cermat sosialisasi Empat Pilar di Kalimantan Barat.

Menurut Abraham, ke depan dewan juri akan melibatkan pakar hukum tata negara dan akademisi dari perguruan tinggi di masing-masing provinsi.

"Besok Badan Sosialisasi akan rapat lagi untuk mengevaluasi dewan juri. Yang pertama, kita akan melibatkan pakar hukum tata negara di setiap provinsi," ujar Abraham, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, anggota MPR dari daerah pemilihan terkait juga diharapkan hadir untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan lomba, namun tidak diperbolehkan menjadi juri.

"Jurinya adalah pakar hukum tata negara atau dosen perguruan tinggi," katanya.

MPR sebelumnya memutuskan tidak menggelar lomba ulang setelah menerima aspirasi dari SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas yang meminta kompetisi tetap dilanjutkan.

Menurut Abraham, evaluasi dilakukan agar pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar ke depan berjalan lebih baik dan profesional.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#mpr #cerdascermat #breakingnews

Baca Juga Kata MPR soal Sanksi terhadap Juri LCC Empat Pilar Tingkat Kalbar yang Tuai Polemik di https://www.kompas.tv/nasional/669626/kata-mpr-soal-sanksi-terhadap-juri-lcc-empat-pilar-tingkat-kalbar-yang-tuai-polemik



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669641/mpr-ganti-sistem-juri-lomba-empat-pilar-libatkan-dosen-dan-pakar-hukum
Transkrip
00:00Jadi tanggal 19 itu sudah dilakukan untuk Kalimantan dari 38 provinsi, sudah 15 termasuk tanggal 9 itu provinsi ke-15.
00:15Jadi masih ada 23 provinsi lagi yang akan kita tidak lanjutin.
00:19Tapi ada kegiatan tersebut maka dipending selama 1 minggu.
00:22Dan tanggal 12 kami pimpinan badan sosialisasi rapat online kita memutuskan bahwa kita evaluasi, menyeluruh baik yuri maupun penyelenggaranya.
00:35Dan hari Rabu tanggal 13 rapat pimpinan MPR hadir Pak Mursani dan Pak Nurwaid juga kami melakukan konferensi pers untuk
00:49menyampaikan 5 keputusan.
00:52MPR. Salah satunya adalah meminta untuk keadilan kita lakukan lomba ulang.
00:59Tetapi tanggal 14 hari Kamis kita didatangi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari SMA Negeri 1 Pontianak.
01:15Dan menyampaikan pernyataan yang tadi setelah dibacakan oleh Ibu Sekjen.
01:22Sehingga badan sosialisasi kami menerima itu dengan baik.
01:27Tanggal 15 kemarin hal yang sama, pernyataan yang sama itu datang dari sekolah SMA Negeri 1 Sambas.
01:40Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang.
01:48Dan oleh karena itu hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR wangkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah
01:59disampaikan oleh kedua sekolah ini.
02:01Yang pertama kita menilai bahwa yang disampaikan dalam pernyataan kedua sekolah ini betul-betul sudah melakukan atau mengimplementasikan pelajaran empat
02:17pilar itu sendiri.
02:18Jadi disitu ada toleransinya, ada persatuan yang mereka junjung tinggi bahwa Kalimantan Barat, Sampas yang akan maju di final nanti.
02:29Terus ada keadilan dan demokrasi.
02:32Bapak dan Ibu Sekelian, pimpinan besok badan sosialisasi akan lakukan rapat lagi untuk mengovalasi Dewan Juri.
02:39Yang pada Dewan Juri kita akan melibatkan pakar hukum tata negara di setiap provinsi.
02:48Yang kedua, melibatkan juga semua anggota MPRRI, karena ini membawa lembaga MPRRI, jadi 732 anggota apabila ada kegiat lomba jaras
03:03termat itu di tingkat profil tersebut,
03:06maka semua anggota yang mewakili dapil itu kalau bisa hadir, memberikan support.
03:12Tetapi tidak boleh menjadi juri, jurinya adalah pakar hukum Tata Negara di situ.
03:18Atau dosen, perguruan tinggi.
03:20Akhirnya itu Ibu Sekjen ya, akademisi.
03:23Jadi kita berharap ini justru lebih membumi.
03:29Kita juga tadi baru ada rapat di atas dan disampaikan oleh tim Litbang Kompas.
03:39Sosialisasi empat pilihan ini sudah berjalan mulai dari 2009 sampai sekarang apa hasilnya?
03:43Nah ternyata dari 280 juta masyarakat Indonesia, itu baru 25 persen saja yang tahu tentang empat pilar ini.
03:55Maka kesimpulan lomba ini kita akan teruskan dengan meningkatkan kualitasnya lebih bagus,
04:01dengan pengaturannya lebih baik, dan juri yang profesional.
04:07Dengan demikian, cita-cita empat pilar ini, Pancasila, Undang-Undang 45, NKRI, dan BNK Tunggal Eka ini
04:18memperkuat generasi muda untuk mencintai bangsa ini.
04:23Saya kira itu Bapak dan Ibu, kalau tujuan daripada sosialisasi empat pilar itu,
04:29jadi yang pertama tadi, supaya seluruh masyarakat Indonesia memahami tentang empat pilar ini,
04:34dan dampak yang akan dihalami adalah nanti juga di generasi muda ini memahami kehidupan perbangsa,
04:42bernegara yang lebih benar, lebih baik.
04:44Kemudian juga meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.
04:49Kemudian dari sosialisasi empat pilar ini juga kita berharap mendorong generasi muda
04:54memahami nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai toleransi, persatuan, dan juga tentang konstitusi negara ini.
05:02Nah kita lihat mereka berdebat dan jadi soal itu di konstitusi negara ini
05:06yang tadi soal DPD itu dipilih oleh siapa dan direkomendasi oleh siapa.
05:12Saya kira ini Bapak dan Ibu sekalian, mudah-mudahan nanti ini bisa sosialisasi empat pilar ini
05:19bisa lebih membumi dan ya diharapkan 280 juta warga atau masyarakat Indonesia ini paham.
05:29Maka persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI ini bisa tercapai.
05:34Jadi ini saya kira sudah ditujukan oleh adik-adik dari dua sekolah ini.
05:40Maka besok saya Ibu Sekjen dan beberapa teman akan ke Kalimantan untuk menyampaikan,
05:47Kalimantan Barat ya, Pontianagia,
05:49untuk menyampaikan keputusan rapat MPR, pimpinan MPR, rapat gabungan hari ini.
05:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan