Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat menarik kapal induk terbesarnya dari Timur Tengah. Apakah penarikan ini merupakan bagian dari strategi militer dan diplomasi, atau justru menjadi sinyal bahwa Amerika mulai kehilangan daya tekan di Timur Tengah?

Kita akan membahasnya bersama Angel Damayanti, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, dan Stanislaus Riyanta, pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia.

#gurubesar #pengamatAS #timurtengah

Baca Juga Immanuel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Bui dan Denda Rp250 Juta di Kasus Korupsi Sertifikasi K3 di https://www.kompas.tv/regional/669639/immanuel-ebenezer-dituntut-5-tahun-bui-dan-denda-rp250-juta-di-kasus-korupsi-sertifikasi-k3



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669643/guru-besar-keamanan-inter-pengamat-soal-as-tarik-kapal-induk-dari-timur-tengah-strategi-baru
Transkrip
00:00Saudara Amerika Serikat menarik kapal induk terbesarnya dari Timur Tengah.
00:04Apakah penarikan ini merupakan bagian dari strategi militer dan diplomasi
00:08atau justru menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat mulai kehilangan daya tekan di Timur Tengah?
00:13Kita akan bahas hal ini bersama Angel Damayanti, Guru Besar Keamanan Internasional UKI
00:19dan Stanislaw Sriyanta, Pengawal Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia.
00:23Selamat malam, Mbak Angel, Mas Stanis.
00:25Selamat malam, Mas Stanis juga.
00:28Saya ke Mbak Angel dulu, alih-alih ada glorious statement-nya dari Pete Hexet,
00:34katanya dengan this is the biggest deployment katanya dari USS Gerald Ford.
00:41Tapi ada ternyata sepertinya anggapan dari sebagian pihak bahwa ini justru kemunduran
00:47dari militer Amerika Serikat yang menarik kapal perang terbesarnya di Timur Tengah.
00:51Nah, apakah Anda punya analisis yang sama ataukah ada perspektif lain, Mbak Angel?
00:58Ya, satu sisi memang orang bisa saja melihat sepertinya Amerika sudah kelelahan ya,
01:03sehingga menarik kapal perangnya atau kapal induknya USS Ford ini kembali ke Amerika
01:10dan melihat seakan-akan Amerika lemah dalam hal ini atau kalah gitu ya,
01:18kalah praktik dengan Iran.
01:21Tapi ada juga yang menyebutkan atau melihatnya bahwa ini adalah,
01:26karena gini, kapal USS Ford-nya sendiri sudah lebih dari 11 bulan kurang lebih berkeliling,
01:31berpatroli dan ada banyak rusakan juga secara internal sehingga perlu dibereskan
01:38dan sehingga ada kemungkinan Amerika punya strategi untuk mengirimkan kapal induk yang baru gitu.
01:46Karena Amerika kan memang selalu modelnya, dia merasa ada tanggung jawab moral untuk melindungi,
01:54terutama laut-laut internasional gitu,
01:56karena dia punya kapal-kapal dagang yang harus dijaga misalnya,
01:59atau kapal-kapal komersial yang harus dikawal sehingga,
02:02dan atas nama freedom of navigation, dia tuh selalu berkeliling gitu ya ke banyak tempat.
02:07Nah, sehingga ada kemungkinan Amerika akan mengirimkan kapal yang lain gitu,
02:12yang mengawasi layanan di timur tengahnya atau di kawasan teluk ini,
02:17sehingga ya satu sisi, Iran mungkin bisa agak tenang karena melihat kapal induk yang terbesar itu ditarik
02:25dari selat hormus, tapi juga perlu hati-hati karena gini,
02:31bisa jadi ada kapal lain yang menggantikan,
02:34plus masih ada kan pangkalan-pangkalan militer AS juga di sekitaran negara-negara teluk,
02:39artinya nggak benar-benar bersih gitu ya,
02:42nggak benar-benar kosong wilayah ini,
02:44sehingga ya Iran juga jangan sampai merasa bahwa,
02:49oh udah selesai gitu, sehingga ya padahal Iran tetap perlu mawas diri juga dalam hal ini gitu ya,
02:56kalau kita lihat kondisi hari ini, begitu mas.
02:59Baik, dalam arti lain bahwa sebenarnya kapal sebesar USS Gerald Air Force ini
03:05terlalu besar lah ya untuk ekskalasi yang dinilai, ini dinilai Amerika ya,
03:09penilaian Amerika mungkin terlalu besar untuk mengawasi lagi atau menekan Iran,
03:13jadi cukup kapal-kapal yang lebih kecil, sepertinya begitu ya Pak Ejil ya?
03:15Karena kan dari Iran hanya pakai kapal-kapal yang murah gitu ya,
03:21yang biayanya paling 20-50 ribu dolar,
03:23sementara kapal ini besar sekali biayanya,
03:27biaya hidupnya merau apa pasukan yang ada di dalamnya,
03:31itu cukup besar gitu mas.
03:33Jangan sampai juga ada anggapan David versus Goliath gitu ya.
03:36Nah kalau, oke, kalau saya dari perspektif intelijen Mas Tanis,
03:42kalau memang tadi kata Mbak Angel, ini bukan kekosongan,
03:45melainkan di-replace dengan kapal-kapal yang lebih, apa namanya,
03:49lebih proporsional untuk menjaga dalam tanda kutip laut Iran,
03:54dalam hal ini juga Selat Hormuz dan beberapa wilayah di Timur Tengah.
03:57Tapi menurut Anda, apakah ini ada indikasi juga ancaman
04:02yang membuat Amerika Serikat memilih menarik asetnya di Timur Tengah?
04:05Atau memang itu merupakan taktik saja dari Amerika Serikat?
04:10Ya, perang ini ternyata kan bukan sekedar alutsista ya.
04:13Kalau misalnya hanya persoalan alutsista,
04:16Amerika sudah menang jauh-jauh hari,
04:18karena dari peringkat itu kan Amerika nomor satu,
04:21kemudian Iran nomor 15, Israel nomor 14,
04:23di bawah Israel sedikit,
04:25selisihnya jauh sekali antara satu sampai lima belas,
04:27harusnya kalau misalnya itu persoalan alutsista sudah menang.
04:30Tapi saya melihat begini,
04:33satu persoalan teknis dulu,
04:35misalnya kapal lindung itu ditarik,
04:38memang kapal lindungnya tidak bisa masuk Selat Hormuz,
04:40itu tidak memungkinkan untuk masuk,
04:42karena memang besarnya kapal lindung itu sekitar lima kali lapangan bola,
04:46itu sangat sulit untuk mati Hormuz.
04:48Jadi dia hanya sebagai transit di luar,
04:50di bawah, mungkin di bawah pangkalan di Oman.
04:53Tapi kan Amerika juga punya pangkalan-pangkalan
04:55di wilayah Teluk ada banyak ya,
04:58sehingga sebenarnya kapal lindung itu diperlukan
05:01jika memang tidak ada tempat transit,
05:02tapi ketika di situ ada pangkalan-pangkalan juga tidak diperlukan.
05:05Jadi secara teknis sebenarnya,
05:07Amerika siap-siap saja jika memang itu masalah teknis,
05:10mau pakai pangkalan,
05:11mau pakai kapal lindung,
05:12itu tidak masalah,
05:13mau ngirim yang masalah.
05:14Tapi penarikan kapal lindung di tengah-tengah situasi seperti ini kan menjadi simbol ya.
05:19Jadi simbol sebenarnya bahwa ini Amerika mengurangi kekuatan,
05:23itu semua orang pasti akan melihat seperti itu.
05:24Apalagi ketika ada di-replace,
05:26kecuali kalau misalnya dikirim dua,
05:27ini ditarik satu,
05:28ini berarti menambah kekuatan.
05:30Tapi ini kan kita lihat,
05:31ditarik saja satu,
05:32jadi tidak ada upaya untuk menunjukkan menambah kekuatan,
05:36walaupun sebenarnya Amerika siap-siap saja.
05:39Jadi ini perangkalan bukan masalah autista sebenarnya,
05:41tapi ada masalah lain yang saya kira jauh dari,
05:44mungkin dari internal dalam negeri misalnya tekanan terkait budget,
05:48kita tahu bahwa budgetnya sudah melebihi dari 400 berapa triliun menjadi 500 triliun,
05:54dan itu diprotes dulu sama internal Amerika,
05:56sehingga pada protes.
05:57Mungkin tekanan politik dan ekonomi di dalam negeri itu lebih kuat tekanannya
06:02daripada soal Iran terhadap Trump.
06:05Oke.
06:06Tapi bagaimana juga dari sisi Iran,
06:10ini melihat Iran dan aktor negara saingan seperti Tiongkok,
06:14Rusia, kemungkinan membaca pergerakan ini melalui lensa intelijen mereka kira-kira, Mas Tanis?
06:19Iran itu siap-siap saja menghadapi Amerika,
06:22Iran kan tidak pernah menyatakan akan mundur atau mengibarkan bendera putih,
06:27tidak pernah itu.
06:27Mereka siap, bahkan mereka ada memamerkan rudanya,
06:30mereka sudah membuka pendataran milisi,
06:32mereka siap menyambut misalnya nanti perang di Selat Hormus,
06:35atau mau pendaratan pantai, mau pakai linut, mereka siap.
06:38Jadi sebenarnya mau ditambah dua, ditambah satu,
06:40Iran tidak menyatakan ketakutannya.
06:44Tapi ini kan menjadi tidak sehat sebenarnya ketika masing-masing negara,
06:49masing-masing pihak melakukan psi war.
06:50Ini tidak sehat, terutama tidak sehat bagi dunia,
06:53karena kita tidak membela Iran, kita tidak membela Amerika,
06:56kita membela perdamaian dan kemanusiaan.
06:58Kita kan menginginkan bahwa ini segera selesai,
07:01masing-masing ada kesadaran diri,
07:03kemudian menarik pasukannya.
07:04Terutama bagi Amerika untuk menarik pasukannya,
07:06kan Iran menyatakan selama kami tidak diserang,
07:08kami juga tidak akan menyerang.
07:09Tapi ini masalahnya adalah bagaimana Trump menarik pasukannya,
07:14exit strateginya tanpa mempermalukan dia.
07:17Ini yang menjadi masalah.
07:18Ini kan yang sekarang dihadapi Trump,
07:21kalau misalnya hanya menarik saja tanpa menyatakan menang misalnya,
07:24dia akan dirip oleh Kongres.
07:26Duit yang 500 juta itu mana hasilnya?
07:29Itu yang ditanyakan.
07:30Nah ini kan menjadi kendala bagi Trump.
07:32Jadi mungkin strategi yang tepat ya tetap melakukan jeda perang,
07:36tanpa batas waktu,
07:37sambil tetap memelihara situasi,
07:39mungkin situasi permusuhan lah atau apalah,
07:42tapi tetap dihadukan jeda.
07:44Atau Trump menyatakan bahwa kami telah selesai perang,
07:47kami telah menang,
07:48telah tidak ada lagi senjata juga di Iran, selesai.
07:51Oke.
07:52Dari teori keamanan internasional,
07:54Mbak Angel,
07:55di tengah gencatan senjata seperti ini,
07:58penarikan kapal USS Gerald Air Force yang besar begitu ya,
08:02kalau kata Paul Kennedy ini imperial overstretch katanya.
08:07Tapi ada beberapa anggapan juga,
08:09terutama dari Parlemen Amerika Serikat,
08:11bahwa ini smart power.
08:12Kira-kira kalau dari Anda analisisnya lebih condong kemana nih?
08:16Oke.
08:17Tadi Mas, jadi gini,
08:19melihat ini dari katakanlah kacamata negara-negara teluk gitu ya,
08:24kalau kita melihat dari perspektif Iran,
08:27tentu ya tadi sudah sempat dijelaskan kapal induk ini terlalu besar,
08:32dan lawannya model drone Iran yang kecil tapi lincah gitu,
08:37dan cukup banyak juga kerusakan-kerusakan juga yang dialami Amerika,
08:41dan tadi biaya-biayanya sebenarnya terlalu besar.
08:44Sehingga kalau mau dibilang itu stretchingnya Amerika di negara-negara teluk,
08:49mungkin untuk kasus Iran itu nggak berhasil gitu ya,
08:54bisa dipatahkan oleh Iran.
08:56Tapi kalau kita melihat dari negara-negara teluk lainnya,
08:59katakanlah Oman atau Saudi Arabia atau Uni Emirat Arab gitu ya,
09:06mundurnya atau disariknya kapal induk Gerald Ford ini,
09:10ini semacam buat negara-negara yang khawatir dengan Iran,
09:17terutama Israel misalnya gitu ya,
09:19selain tiga negara yang tadi saya sebut,
09:21itu seperti mereka kehilangan payung jadinya,
09:23kehilangan perlindungan yang selama ini memberikan efek deterrence buat Iran,
09:31memberikan efek deterrence buat Iran.
09:32Kalau Iran macam-macam ini ada kapal induk yang besar,
09:36yang ada kekuatan sedemikian rupa gitu ya,
09:38sehingga tadi tergantung dari kacamata mana kita mau melihat.
09:42Karena senjata itu mas,
09:45atau katakanlah kapal induk itu,
09:47itu ibarat pisau,
09:49pisaunya sendiri sebenarnya bukan menjadi ancaman buat kita misalnya,
09:55tapi tergantung pisau itu di tangan siapa.
09:58Buat Iran,
10:00pisaunya atau kapal USS Ford ini tentu ancaman.
10:05Tapi itu sama ini bisa juga gitu menghadapi Amerika,
10:11karena tadi nggak bisa masuk selat hormus banget,
10:13tapi drone dan rancang lautnya Iran itu kan sudah dipersiapkan gitu ya.
10:18Tapi tadi ketika itu dilihat dari kacamata negara-negara yang oposisi sama Iran,
10:25kembalinya kapal USS Ford itu dianggap seperti,
10:28wah kita kehilangan payung yang bisa melindungi kita.
10:32Kemudian Iran bisa jadi ancaman besar lagi untuk mereka,
10:36kurang lebih begitu saya melihatnya.
10:38Di sisi lain memang perang yang terjadi di Timur Tengah ini,
10:42awal mulanya juga dari Israel gitu ya,
10:45dari pentingan Israel yang saat ini masih terdistract sepertinya oleh milisi Hezbollah.
10:52Nah ini juga betul sekali, saya agak sepakat juga tadi kalau memandang bahwa Israel
10:56seolah kehilangan sandaran ketika USS General Ford ini ditarik ke mundur gitu ya oleh Amerika Serikat.
11:02Nah tapi dari, kalau kondisinya seperti itu,
11:05dari POV atau point of view-nya intelligent, Mas Tanis,
11:08apakah Iran punya situasi yang bisa dimanfaatkan
11:12dengan kembalinya kapal induk AS ini ke negaranya?
11:15Tapi jangan dijawab dulu, saya akan tanya kali itu nanti ke Mas Tanis setelah jendah di Sapa Indonesia malam.
11:20Saudara Ketua Parlemen Iran, Muhammad Bahir Kalibov,
11:24bertemu Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Nakhfi, di Teheran pada minggu waktu setempat.
11:30Pertemuan ini berlangsung di saat Pakistan masih terus berupaya
11:33memfasilitasi negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di tengah gencatan senjata keduanya.
11:38Menteri Dalam Negeri Pakistan tiba di Teheran dan langsung melakukan pembicaraan.
11:43Langkah yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Pakistan adalah
11:45upaya untuk membantu merendahkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
11:50Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Bagheye,
11:53mengatakan proses negosiasi dengan Amerika Serikat masih berlangsung dengan Pakistan sebagai mediatornya.
11:59Yang menambahkan melalui Pakistan, Iran telah menerima sejumlah poin perbaikan dan pertimbangan dalam proposal negosiasinya.
12:10Terima kasih telah menerima.
12:47Terima kasih telah menerima.
12:49Terima kasih telah menerima.
12:57Terima kasih telah menerima.
13:11Terima kasih telah menerima.
13:16Terima kasih telah menerima.
13:22Terima kasih telah menerima.
13:26Terima kasih telah menerima.
13:31Terima kasih telah menerima.
13:33Terima kasih telah menerima.
13:47Terima kasih telah menerima.
13:52Terima kasih telah menerima.
14:16Terima kasih telah menerima.
14:40Terima kasih telah menerima.
14:42Terima kasih telah menerima.
14:48Terima kasih telah menerima.
14:50Terima kasih telah menerima.
14:52Terima kasih telah menerima.
14:53Terima kasih telah menerima.
14:54Terima kasih telah menerima.
14:56Terima kasih telah menerima.
14:57Terima kasih telah menerima.
14:58Terima kasih telah menerima.
14:59ini menjadi tidak konsisten, tapi
15:01ketidak konsistenan ini kan memang ciri-ciri Trump
15:03dia tidak pernah konsisten
15:05dan dia kan labil juga kan
15:08labil ketika apa
15:09mengatakan hari ini mengatakan ancaman apa
15:11lalu berbeda lagi, berbeda lagi
15:12ini menjadi ciri-ciri Trump sejak pertama
15:15sampai hari pertama perang sampai sekarang
15:17tidak konsisten ini, dan
15:19baliknya Iran malah justru tetap tenang
15:21Iran tetap tenang, tidak mengawalkan pernyataan
15:23apapun terkait itu dan
15:25tetap menanggapi santai saja, mau bagaimana
15:27caranya, tetap santai dan
15:28kalau kita melihat sampai saat ini, dengan
15:31waktu yang lebih dari 2 bulan
15:33dengan biaya yang sudah lebih dari 500 triliun
15:35ternyata itu belum bisa
15:37untuk mengalahkan Iran, dan Iran tetap
15:39masih bertahan, saya kira kalau maupun
15:41diperpanjang perangnya itu, situasi ya
15:43tidak akan lebih baik dari
15:45ini untuk Amerika
15:47oke, baik
15:48kalau begitu dari perspektif deterrence
15:51dan kompilens, Mbak Angel
15:53bagaimana kita menilai
15:55efektivitas kehadiran kapal induk
15:57Amerika Serikat di Timur Tengah yang
15:58mereplace USS Gerald Ford tadi
16:00apakah masih cukup kuat untuk
16:01mencegah eskalasi
16:03di Iran?
16:06Mas, kapal sebesar USS Gerald Ford
16:09saja tidak bisa
16:10menekan Iran
16:13apalagi kapal-kapal ya kelasnya
16:15lebih kecil daripada kapal induk ini
16:17gitu, sehingga saya sih melihat
16:18Iran memang tetap akan
16:21melakukan
16:23menantang, bahkan ya
16:27apapun kebijakan yang diambil oleh
16:28Amerika Serikat, gitu selama
16:30yang menjadi proposal Iran itu
16:32belum disetujui atau belum
16:34dibahas lebih detail gitu oleh
16:35antara Amerika dengan Iran
16:37sehingga saya melihatnya
16:38ya deterrence-nya Amerika dengan
16:40menggunakan kapal-kapal
16:43besar kapal induk itu saja
16:45tidak maksimal
16:46apalagi kalau menggunakan kapal kecil
16:48walaupun gini
16:49tetap ini juga jangan jumawa gitu
16:51merasa, kayak saya ingat waktu
16:52tahun 90-an misalnya
16:53Afghanistan mengklaim
16:55ketika dia perang melawan
16:57Uni Soviet
16:59ya, mengklaim dia
17:01padahal sebenarnya bukan
17:03berarti Afghanistan punya
17:05kekuatan jauh lebih besar
17:06daripada Uni Soviet
17:07tapi karena memang ada masalah
17:08di dalam negeri Uni Sovietnya gitu
17:10tapi ya Afghanistan bisa saja
17:11mengklaim apapun gitu
17:12nah ini bisa jadi tadi
17:14karena biaya yang dikeluarkan
17:16terlalu besar
17:17sehingga ditarik
17:17dan kapal induk ini juga
17:20memang ada beberapa hal
17:21yang harus diperbaiki gitu ya
17:22diganti, apa, ditarik
17:23dan mungkin nanti akan diganti
17:24dengan kapal-kapal
17:25saya nggak tahu
17:25kapal induk yang lebih kecil kah
17:26atau kapal yang lainnya
17:27tapi yang pasti
17:28pangkalan militer Amerika kan
17:29masih tetap ada
17:29kapal fighter-nya tetap
17:33masih ada di situ juga gitu ya
17:34destroyer-nya juga masih ada
17:35sehingga maksudnya
17:37Iran
17:39walaupun dia punya semangat yang kuat
17:41dan tidak mudah menyerah
17:43tapi juga jangan
17:44apa ya
17:46menganggap
17:46ini adalah sebuah kekalahan gitu ya
17:48atau Amerika menyerah
17:50begitu saja
17:50tidak juga
17:51nah
17:52ya itu tadi
17:52Amerika pasti tetap akan
17:54punya kepentingan
17:55melindungi beberapa
17:56mitranya
17:57teman-temannya
17:58yang ada di
17:58kawasan timur tengah
18:00terutama dalam hal ini
18:01Iran
18:01atau Oman
18:03atau
18:03Uni Emirat Arab
18:05Saudi Arabia
18:05ini kan teman-temannya yang
18:07menurut Amerika memang juga
18:08tetap perlu dilindungi
18:10selain karena mitra strategi
18:12juga karena kebutuhan energi
18:13misalnya
18:13atau karena
18:14ya itu tadi
18:15Amerika selalu merasa
18:16dia adalah
18:17negara hegemon
18:18negara super power
18:19yang sepertinya
18:20rasa punya tanggung jawab
18:21untuk keliling patroli
18:23kemana-mana gitu
18:24dan menjaga keamanan
18:25negara-negara
18:26aliansinya
18:27begitu
18:27baik
18:28saya ingin ada pertanyaan
18:30yang agak melebar sedikit
18:32tapi
18:32menurut saya ini
18:33agak menarik begitu ya
18:34untuk ditanyakan
18:35Mbak Angel
18:36dalam konteks
18:37multipolaritas
18:38yang semakin menguat
18:40disitu ada aktor-aktor lain
18:41seperti misalnya
18:42Tiongkok
18:43atau Rusia
18:44atau juga
18:46ada Inggris
18:47begitu ya
18:47nah
18:48dalam konteks itu
18:50apakah ruang pengaruh
18:52yang ditinggalkan
18:52AS ini akan semakin
18:54terlihat
18:54dan akhirnya
18:56dimanfaatkan oleh
18:58aktor-aktor lain itu
19:00kalau di kawasan Teluk
19:02saya melihat justru
19:03dengan
19:04tadi
19:04bahasanya
19:05mas Tanis
19:05dengan ketidak
19:06konsistenannya
19:07terang
19:08di kawasan Teluk
19:08itu malah membuat
19:09pengaruh Amerika itu
19:10menurun
19:11bahkan
19:12negara-negara
19:13yang tadinya
19:14apa
19:15teman dekatnya
19:16Amerika
19:17dia kan agak hati-hati
19:18tuh
19:18pangkalan-pangkalan
19:19militer Amerika
19:20di negara mereka
19:21itu kan diserang terus
19:22oleh Iran gitu
19:23atau oleh proksi-proksinya
19:24Iran
19:24sehingga mereka juga
19:25mulai agak hati-hati
19:26walaupun sebenarnya
19:27mereka tetap membutuhkan Amerika
19:28gitu
19:29sebagai payung keamanan
19:30atau payung perlindungan
19:31sehingga saya melihat
19:32justru
19:33ya tadi
19:34ada aktor-aktor lain
19:35yang sebenarnya
19:36pengaruhnya bisa
19:38cukup besar gitu
19:39katakanlah Tiongkok
19:40atau China
19:41ketika kemarin
19:42Trump ketemu
19:43dengan Xi Jinping
19:44sebenarnya banyak negara
19:45yang memang berharap
19:46China
19:49ikut mau
19:50apa ya
19:50ikut
19:51apa
19:51katakanlah
19:53ada keinginan
19:54untuk menjadi mediator
19:55gitu misalnya
19:56mendampingi Pakistan
19:57misalnya
19:57karena China
19:58punya kekuatan
20:00atau leverage
20:00yang cukup besar nih
20:02kalau Pakistan hari ini
20:03oke
20:03Pakistan punya
20:05hubungan baik
20:06dengan Iran
20:07dan Amerika Serikat
20:08dan selain
20:09China
20:09memang Pakistan
20:10yang bisa berkomunikasi
20:11dengan dua negara ini
20:12cuma sayangnya
20:13Pakistan kan
20:14gak bisa menekan
20:14Amerika Serikat
20:15Pakistan juga
20:16gak mampu
20:17gak bisa menekan
20:18Iran juga gitu
20:19tapi China
20:20dalam hal ini
20:21sebenarnya punya
20:21kemampuan untuk itu
20:22sehingga banyak negara
20:24memang berharap
20:25China mau ikut terlibat
20:26saja menjadi mediator
20:27kemenekan
20:28pihak Amerika dan Iran
20:30untuk
20:30mari menahan diri
20:31karena
20:32keamanan
20:33platformus
20:34menjadi kebutuhan
20:35banyak negara
20:36bukan hanya
20:36negara
20:37bukan hanya negara
20:38di kawasan
20:38tapi negara
20:39seluruh global
20:40itu membutuhkan
20:41keamanan di platformus
20:42misalnya
20:43nah ketika China
20:44melakukan itu
20:45pengaruh China
20:46menurut saya menjadi
20:47lebih
20:48dominan
20:48dibandingkan Amerika
20:49terutama aktor-aktor tadi
20:50yang juga
20:51sepertinya akan
20:52semakin berani
20:53menunjukkan
20:53pengaruhnya
20:54begitu ya
20:55di Timur Tengah
20:56dengan
20:57ditariknya
20:58USS Gerard Arford ini
20:59tapi saya tertarik juga
21:00menanyakan
21:01bagaimana
21:02intelijen
21:03Mas Tanis
21:04biasanya
21:05menilai
21:05apakah penarikan
21:06kekuatan militer
21:07seperti ini
21:07merupakan
21:08deeskalasi sungguhan
21:09atau hanya
21:10pengaturan ulang
21:11kekuatan
21:12atau force major
21:12adjustment
21:13Mas Tanis
21:15saya melihat
21:16malah faktornya
21:17hanya masalah
21:17budgeting
21:18budget saja ya
21:19oke
21:19ya budget
21:20kapal itu memang
21:21sudah ada beberapa
21:21kerusakan
21:22dan harus pulang
21:23karena sudah
21:23sebulan kan
21:24itu tidak efektif
21:25tapi gini
21:26situasi saat ini
21:28yang sudah dua bulan
21:29lebih perang
21:29dan Amerika
21:30belum menang
21:31dan Iran
21:31belum kalah
21:32ini membuat
21:33pandangan dunia
21:34terhadap Amerika
21:34akan berubah
21:35bahwa Amerika
21:36bukan negara
21:37yang sangat kuat lagi
21:38tapi juga
21:38pandangan pada Iran
21:39juga akan berubah
21:40ternyata Iran
21:41adalah negara
21:41yang mempunyai
21:42ketahanan yang cukup baik
21:43nah ini kan
21:44yang kemudian
21:45dimanfaatkan oleh
21:46Cina, Rusia
21:47untuk mengisi
21:50pendapat-pendapat
21:51dunia yang berubah itu
21:52termasuk Cina
21:53tentu
21:53seperti itu
21:54dan saya kira wajar
21:55bahwa semua negara-negara besar
21:57akan merebut pengaruh
21:58siapa yang terbesar
21:59di dunia ini
22:00pasti itu hal yang
22:01sangat wajar menurut saya
22:02oke
22:03tapi begini
22:04saya mencoba
22:06bertanya juga
22:07dari sisi Iran
22:07kalau tadi
22:08saya bertanya
22:09apa yang bisa dimanfaatkan
22:10dari situasi seperti ini
22:11oleh Iran
22:13yang sekarang
22:14ingin saya tanyakan
22:14risiko
22:15atau miscalculation
22:17atau eskalasi
22:18yang tidak disengaja
22:19yang bisa muncul
22:20jika Iran
22:21salah membaca
22:22niat Amerika Serikat
22:23pasca penerikan
22:23kapal induk terbesarnya
22:24ini
22:24kira-kira apa
22:25Mas Tanis
22:27ya
22:27Iran kan sudah siap
22:29untuk perang
22:29untuk kondisi apapun
22:30dia siap
22:31banjur-banjur
22:31Iran itu sudah
22:32menyiapkan itu
22:33ingat bahwa
22:34Iran kompak
22:35masyarakatnya kompak
22:36dan dia punya ideologi
22:37sementara
22:38Amerika ini kan
22:39mendapat tekanan besar
22:40tapi saya sangat yakin
22:42bahwa nanti
22:43akhirnya perang ini
22:44itu bukan karena
22:45dua negara yang
22:47konfrontasi
22:47kemudian satu kalah
22:48satu menang
22:49tidak
22:49tapi
22:50saya karena tekanan dalam negeri
22:52terutama Amerika
22:52jadi tekanan dalam negeri Amerika
22:54terkait budget
22:55terkait ekonomi
22:56politik
22:56apalagi ada pemilu
22:57itu nanti yang akan
22:58mengagih perang ini
22:59meskipun tidak
23:00dinyatakan bahwa
23:01Amerika kalah
23:02tapi akan mundur
23:04dari Iran
23:05kemudian akan menyatakan
23:06bahwa perang telah usai
23:07karena tidak ditemukan
23:08nuklir atau telah diatur
23:09sehingga Trump
23:11akan fokus kepada
23:11pemilu
23:12saya yakin pemilu
23:12lebih menarik
23:13daripada ngurusin Iran
23:14bagi Trump
23:16apalagi pemilu
23:17selat tidak akan lama lagi
23:18dan kondisi internal
23:19politik di Amerika Serikat
23:20juga belakangan
23:22begitu ya
23:23masyarakat Amerika Serikat
23:23juga banyak yang
23:25apa namanya
23:26tidak mendukung
23:28sebenarnya
23:28banyak yang
23:29tidak mendukung
23:29langkah Donald Trump ini
23:31sehingga
23:31untuk memulihkan citranya
23:33juga harus menata ulang
23:34kalkulasi politik
23:35yang dilakukan
23:36di Amerika Serikat
23:37oleh Donald Trump
23:38terakhir saya ke
23:40Mbak Angel
23:40tadi saya tertarik
23:41dengan pernyataan Mbak Angel
23:43bahwa Israel
23:43kehilangan sandaran
23:44dengan ditarik
23:45USS General Ford
23:46lalu bagaimana
23:46nasib Israel saat ini
23:47apakah masih bisa
23:48dimanfaatkan oleh
23:49Amerika Serikat
23:49sebagai sekutunya
23:50di Timur Tengah
23:51Mbak Angel
23:52sebagai sekutu
23:53itu sih tetap saja
23:54ya mas
23:54cuma
23:55bisa jadi ya
23:57yang merasa insecure
23:58kan Israelnya
23:59sebenarnya
24:00dengan
24:00payung keamanan
24:02dan Israel juga
24:03masih menghadapi
24:04proksi-proksinya
24:05proksinya Iran
24:06maksud saya
24:07Hezbollah
24:07gitu ya
24:08atau beberapa
24:09di
24:10Irak dan lain sebagainya
24:12nah
24:12ini
24:13tadi
24:14Israel sebenarnya
24:15lebih merasa
24:16gamang
24:17dibandingkan
24:18Amerika
24:18Amerika
24:19Amerika narik mundur
24:20ya paling
24:20ya
24:21berbagai persepsi
24:22bisa saja muncul
24:23tapi buat Israel
24:24dia benar-benar
24:24kehilangan
24:25payung keamanan
24:26yang selama ini
24:27dia pikir bisa
24:29menyelesaikan Iran
24:30dalam waktu singkat
24:31dan cepat
24:31tapi ternyata
24:32tidak
24:32apalagi Iran
24:33didukung oleh
24:34bukan saja
24:34proksi
24:35tapi tadi ada
24:35negara-negara
24:36besar
24:37katakanlah dalam hal ini
24:38China dan Rusia
24:39yang sebenarnya
24:41mensupport juga
24:42dalam hal persenjataan
24:43Iran dan uranium
24:44Iran
24:45begitu mas
24:46baik
24:46baik terima kasih
24:47sekali lagi
24:48perspektif yang sangat menarik
24:50dari masing-masing
24:50narasumber saya
24:51ada Mbak Angel Namayanti
24:52Guru Besar Keamanan Internasional
24:54Universitas Kristen Indonesia
24:55dan Stanislaw Srianta
24:56Analis Intelijen dan Keamanan
24:58Universitas Indonesia
25:00terima kasih
25:01Mbak dan Mas
25:02selamat malam
25:03sampai jumpa lagi
25:04terima kasih
25:05terima kasih
Komentar

Dianjurkan