Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUPANG, KOMPAS.TV - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur memperketat pemeriksaan sapi-sapi kurban yang akan dikirim ke luar wilayah NTT.

Hal ini dilakukan agar semua hewan yang dikirim terbebas dari penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku.

Jelang Iduladha, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur terus memperketat pemeriksaan kesehatan sapi-sapi kurban sebelum dikirim ke luar wilayah NTT.

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mulut, hidung dan mata, serta pengambilan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium.

Nantinya, sapi-sapi yang lolos tes kesehatan akan diberi sertifikat sehat.

Pihak karantina memastikan seluruh sapi yang dikirim dari NTT telah mengantongi sertifikat sehat, terutama dari penyakit mulut dan kuku.

Sejak awal Januari 2026, NTT telah mengirimkan lebih dari 23 ribu sapi ke wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Sapi-sapi asal NTT diminati karena berbobot ideal dan kesehatan yang terjamin.

Baca Juga Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban di Bengkulu Tembus Rp19 Juta per Ekor | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/669388/jelang-iduladha-harga-sapi-kurban-di-bengkulu-tembus-rp19-juta-per-ekor-kompas-siang

#sapi #sapikurban #ntt

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669393/pemeriksaan-kesehatan-diperketat-sapi-kurban-asal-ntt-dipastikan-bebas-pmk-sebelum-dikirim
Transkrip
00:00Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Nusa Tenggara Timur
00:03memperketat pemeriksaan sapi-sapi kurban yang akan dikirim ke luar wilayah NTT.
00:08Hal ini dilakukan agar semua hewan yang dikirim terbebas dari penyakit menular
00:12seperti penyakit mulut dan kuku.
00:18Jelang Idul Atta, Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Nusa Tenggara Timur
00:23terus memperketat pemeriksaan kesehatan sapi-sapi kurban
00:26sebelum dikirim ke luar wilayah NTT.
00:30Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mulut, hidung, dan mata
00:33serta pengambilan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium.
00:38Nantinya, sapi-sapi yang lolos tes kesehatan akan diberi sertifikat sehat.
00:43Pihak karantina memastikan seluruh sapi yang dikirim dari NTT
00:47telah mengantongi sertifikat sehat terutama dari penyakit mulut dan kuku.
00:53Sejak awal Januari 2026, NTT telah mengirimkan lebih dari 23.000 sapi
00:59ke wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
01:04Sapi-sapi asal NTT diminati karena berbobot ideal dan kesehatan yang terjamin.
01:15Sampai hari ini itu sudah sekitar 23.000 sapi yang kita sudah kirimkan
01:24dan melalui proses tindakan karantina di sini.
01:27Pemeriksaan fisik mulai dari hidungnya, matanya, kebirnya,
01:34terus ke klinis lain, juga melakukan pengambilan sampel
01:39untuk dilakukan uji di laboratorium karantina.
01:45Sampai saat ini, NTT masih sunah hijau PMK, penyakit mulut dan kuku.
Komentar

Dianjurkan