00:00Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Nusa Tenggara Timur
00:03memperketat pemeriksaan sapi-sapi kurban yang akan dikirim ke luar wilayah NTT.
00:08Hal ini dilakukan agar semua hewan yang dikirim terbebas dari penyakit menular
00:12seperti penyakit mulut dan kuku.
00:18Jelang Idul Atta, Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Nusa Tenggara Timur
00:23terus memperketat pemeriksaan kesehatan sapi-sapi kurban
00:26sebelum dikirim ke luar wilayah NTT.
00:30Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mulut, hidung, dan mata
00:33serta pengambilan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium.
00:38Nantinya, sapi-sapi yang lolos tes kesehatan akan diberi sertifikat sehat.
00:43Pihak karantina memastikan seluruh sapi yang dikirim dari NTT
00:47telah mengantongi sertifikat sehat terutama dari penyakit mulut dan kuku.
00:53Sejak awal Januari 2026, NTT telah mengirimkan lebih dari 23.000 sapi
00:59ke wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
01:04Sapi-sapi asal NTT diminati karena berbobot ideal dan kesehatan yang terjamin.
01:15Sampai hari ini itu sudah sekitar 23.000 sapi yang kita sudah kirimkan
01:24dan melalui proses tindakan karantina di sini.
01:27Pemeriksaan fisik mulai dari hidungnya, matanya, kebirnya,
01:34terus ke klinis lain, juga melakukan pengambilan sampel
01:39untuk dilakukan uji di laboratorium karantina.
01:45Sampai saat ini, NTT masih sunah hijau PMK, penyakit mulut dan kuku.
Komentar