Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TUBAN, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung di Dusun Kedung Sari, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur.

Panen raya jagung kuartal kedua ini merupakan hasil panen dari gabungan kelompok tani binaan Polri.

Panen raya jagung dilaksanakan secara serentak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kabupaten Tuban dipilih sebagai lokasi panen raya jagung karena merupakan kawasan penghasil jagung terbesar di Jawa Timur.

Sebesar 629 hektar lahan jagung memasuki musim panen tahun ini.

Hasil panen raya jagung ini merupakan kuartal ke-2 tahun 2026. Polri berperan aktif dalam mendukung gapoktan untuk menghasilkan jagung berkualitas di Indonesia.

Adapun bentuk dukungan Polri berupa bantuan bibit dan lahan, alat-alat pertanian dan pendampingan terhadap gapoktan.

Di acara panen raya, presiden juga meninjau berbagai stand booth inovasi ketahanan pangan Polri, serta meresmikan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan 166 SPPG.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum groundbreaking pembangunan gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional sarana pendukung ketahanan pangan nasional.

Berikut laporan Jurnalis KompasTV Kika Madona bersama Juru Kamera Yudistira dan Chilmi Ardian-Tofani dari Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga Pecah Tawa! Presiden Prabowo Kaget Ada WNA saat Panen Raya Jagung: Jangan Diterjemahin di https://www.kompas.tv/nasional/669366/pecah-tawa-presiden-prabowo-kaget-ada-wna-saat-panen-raya-jagung-jangan-diterjemahin

#prabowo #panenraya #polri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669370/prabowo-hadiri-panen-raya-jagung-nasional-kuartal-ii-di-tuban-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kembali di Sapa Indonesia Pagi Saudara, Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung di Dusun Kedung Sari, Kecamatan Merakurak, Tuban,
00:08Jawa Timur.
00:09Panen raya jagung kuartal kedua ini merupakan hasil panen dari gabungan kelompok tani Binaan Polri.
00:15Panen raya jagung dilaksanakan secara serentak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
00:21Kabupaten Tuban dipilih sebagai lokasi panen raya jagung karena merupakan kawasan penghasil jagung terbesar di Jawa Timur.
00:28Sebesar 629 hektare lahan jagung memasuki musim panen tahun ini.
00:35Hasil panen raya jagung ini merupakan kuartal kedua tahun 2026.
00:40Polri berperan aktif dalam mendukung gabung tan untuk menghasilkan jagung berkualitas di Indonesia.
00:46Ada pun bentuk dukungan Polri berupa bantuan bibit dan lahan, alat-alat pertanian, dan pendampingan terhadap gabung tan.
00:55Di acara panen raya Presiden juga merinjau berbagai standboard inovasi ketahanan pangan Polri
01:01serta meresmikan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan 166 SPPG.
01:08Kue kering, kue basah, bahkan juga dapat diolah menjadi beras analog.
01:14Habis itu jagung.
01:18Dua kali ya kau undang saya panen raya.
01:21Tiga kali.
01:22Udah tiga kali ketiganya.
01:25Habis itu ada ini, ada pameran stand-stand itu.
01:29Dan ada selalu bukti inovasi, inovasi, inovasi.
01:33Ya, bagaimana?
01:37Eh, aku, saya gembira.
01:42Bukan saya pura-pura.
01:44Saya lega.
01:45Kenapa?
01:45Karena dunia krisis energi.
01:49Negara-negara panik.
01:51Tapi sekarang saya dikasih tahu, Pak.
01:53Tenang.
01:54Kita bisa bikin briket.
01:57Arang dari tongkol jagung.
02:00Waduh.
02:02Luar biasa.
02:02Tadinya tongkol itu dibuang ya.
02:06Sekarang bisa jadi sumber energi.
02:09Luar biasa ini.
02:10Terima kasih, Pak Polri.
02:12Terima kasih.
02:13Polisi.
02:16Polisi RI.
02:19Polri menggelar panen raya jagung serentak kuartal 2 tahun 2026
02:24yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
02:26Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum groundbreaking,
02:29pembangunan gudang ketahanan pangan Polri,
02:31serta peluncuran operasional serana pendukung ketahanan pangan nasional.
02:35Berikut laporan Jurnalis Kompas TV, Kika Madona.
02:38Bersama jurukamera Yudistira dan Cilmi Ardian Tovani dari Tuban, Jawa Timur.
02:44Saudara Polri mendukung program ketahanan pangan, salah satunya adalah dengan suasembada jagung.
02:50Dan ini termasuk bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto,
02:53yang menargetkan memang untuk tahun 2025 lalu,
02:56untuk program suasembada jagung ini sendiri bisa surplus.
03:00Tahun 2025, untuk produksi jagung di Indonesia,
03:03yaitu sebanyak surplusnya, yaitu sebanyak lebih dari 400 ribu ton.
03:06Nah, tahun ini harapannya untuk produksi dari jagung sendiri bisa mencapai 18 juta ton.
03:14Hari ini panen raya berlangsung dari Tuban, Jawa Timur, bukan tanpa alasan.
03:19Karena Tuban ini merupakan daerah penghasil jagung terbanyak di wilayah Jawa Timur sendiri.
03:24Dan juga untuk kali ini, di masa ini,
03:28lebih dari 600 hektare dari lahan pertanian jagung memasuki masa panen.
03:34Sehingga untuk masa panen raya, ini berlangsung dari Tuban, Jawa Timur,
03:37dan juga dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
03:40Tentunya ini menjadi semangat tersendiri bagi para petani yang ada dari Tuban, Jawa Timur.
03:43Salah satunya dengan Pak siapa, Pak? Dari Gapoktan, ya Pak?
03:45Iya.
03:46Pasir, nama namanya Pak?
03:47Namanya Sudarlin.
03:48Pak Sudarlin, selaku Ketua Gapoktan, Tuban, Jawa Timur.
03:51Iya, Ketua Gapoktan.
03:53Bapak sendiri sudah berapa lama berarti, Pak? Ini, apa namanya, bertanam jagung ini?
03:57Ya, plus minusnya 17-an tahun.
03:59Artinya, Bapak sudah merasakan sebelum dibina oleh Polri,
04:03dan juga kemudian akhirnya sebelumnya tidak dibina Polri,
04:07dan juga kemudian akhirnya dibina oleh Polri untuk program penanaman jagung ini sendiri.
04:12Bedanya di mana, Pak?
04:14Setelah kita menjadi binaan Polri, ya,
04:18itu banyak kemudahan-kemudahan akses yang bisa kita dapat.
04:21Dan kita juga banyak mendapatkan pendampingan, pengetahuan dalam proses budidaya jagung, ya.
04:27Sehingga hasil-hasil dari bagaimana kita budidaya ini ada peningkatan.
04:33Penutama, kita didampingi dari sisi penjualan.
04:37Kita didampingi penjualan dari kita proses sampai masuk ke gulok.
04:42Sehingga ada selisih harga yang selama ini mungkin dari petani ke pengkulak, ya.
04:48Sekarang, petani bisa langsung mengakses ke gulok.
04:50Dan gulok juga membuat banyak standar yang bagaimana petani bisa mengaksesnya.
04:58Artinya, secara harga sendiri bisa lebih oke gitu, ya, Pak, ya.
05:01Lebih manusiawi gitu, ya, Pak, ya, untuk para petani setelah kemudian dibantu untuk mengakses sampai ke gulok gitu, ya, Pak.
05:07Tapi kalau kita berbicara mengenai jagung,
05:09jagung ini sendiri menjadi suasembada yang juga kemudian dipilih oleh Residen Prabowo Subianto.
05:13Bukan tanpa alasan, karena memang baik itu dari sisi buahnya,
05:17lalu kemudian bagian ujungnya sampai dengan untuk kulitnya ini juga memiliki banyak manfaat.
05:23Tapi kita mau tanya dulu nih, Pak.
05:24Kalau dari Bapak sendiri melihatnya untuk dari ujung paling atas nih, Pak,
05:28biasanya paling digunakan, paling banyak digunakan untuk apa?
05:30Jadi kalau jagung itu, pipilnya ini digunakan takan tena, ya, juga olah.
05:35Bikin atas ini ya?
05:35Ya.
05:36Lalu dalamnya, dia yang namanya jambol atau bonggol, kalau bisa, itu bisa digunakan briquet atau bahan bakar pengering, ya, bahan
05:45bakar tunggu.
05:46Lalu dari keloputnya ini, ini bisa diolah, kulitnya, ini bisa diolah, ya, kan, menjadi bungkus makanan-makanan ringan.
05:56Ini harganya satu kilo dua puluh ribu.
05:58Lumayan ya, Pak.
05:59Ya.
05:59Biasanya ini kemana, Pak, kalau untuk makanan-makanan tradisional gitu, Pak?
06:02Makanan tradisional itu ada ke daerah Bantum, Jawa Barat, daerah-daerah lain di Indonesia yang memang kita ada akses gitu
06:11ya.
06:11Tapi untuk kadi, ya, bungkus makanan-makanan ringan.
06:14Atau dari pohonnya jagung ini, kita bisa memanfaatkan juga untuk makan ternak.
06:19Hmm.
06:20Jadi kita olah, kita buat silase, lalu kita gunakan pakan ternak atau untuk meningkatkan hasil ekonomi masyarakat.
06:30Jadi ini kalau diproses di silase, kita jualnya itu kemarin dari kelompok itu per kilo dua ribu.
06:36Setelah kita proses ini, ya.
06:38Dalam satu hari, kita memproses ini misalnya, satu hari kita terproses dari awal sampai akhir, itu bisa menghasilkan 1 sampai
06:481,5 ton per hari.
06:51Oh biasa, 1,5 ton.
06:53Dengan 4 tenaga kerja.
06:54Jadi proses pengambilan dari lahan, kita bawa pulang, kita proses untuk membuat silase itu.
07:01Nah, itu hanya butuh waktu satu minggu kita sudah bisa jual ke pasaran.
07:05Artinya, artinya dari ujung pangkau sampai dengan bagian pada batangnya ini mempunyai nilai ekonomi begitu ya Pak ya.
07:13Yang penting pinter mengolahnya.
07:14Ya, jadi jagung ini semuanya ada nilai ekonomi.
07:17Tinggal kreatifitas kita.
07:19Nah, syukur-syukur ini juga melalui jalan peningkatan kesejahteraan bagi anggota kami yang ada di kelompok Atehawun Rostari.
07:26Itu harapannya dari khusus tanaman jagung.
07:29Pak, ini kan kemarin kan ada bantuan-bantuan juga yang kemudian diserahkan dari Polri untuk para petani yang tergabung dalam
07:35kapok Atehawun Rostari yang juga Jawa Timur ini.
07:37Ini kalau secara bantuan, apa saja mungkin yang diterima Pak?
07:40Mungkin dari bibit.
07:41Bibit dapat ya Pak?
07:42Bibit ada.
07:44Alat-alat ini pertanian apa aja Pak?
07:45Ada pertanian, kita ada mesin bibir, ada dryer.
07:49Dryer itu pengering?
07:50Pengering ya.
07:51Kenapa kita butuh dryer?
07:52Dryer itu adalah, ya tadi, ketika musim penghujan, kesulitan petani adalah jemur.
08:00Oh iya, bergantung pada musim ya?
08:03Ketika jemur manual, tingkat kerusakannya ini sangat tinggi.
08:06Tingkat kerusakannya.
08:07Karena kena air hujan itu Pak?
08:08Iya, kena air hujan.
08:09Dan cilar matahari juga tidak maksimal kan, sehingga dryer ini sebagai langkah untuk menjaga kualitas jagung dan meningkatkan nilai jualnya.
08:20Pak, bantuan dari Polri, dryer itu tadi kan ya.
08:24Kalau misalkan secara waktunya sendiri Pak, lebih efektif mana sih Pak menjemur seperti itu tadi dibandingkan dengan menggunakan mesin?
08:31Berapa lama gitu Pak kalau misalkan itu mengering?
08:32Kalau kita menggunakan dryer itu dengan kapasitas 20 ton itu kita bisa proses dalam waktu 18 jam.
08:40Tapi kalau kita jemur 20 ton itu bisa sebulan, belum tentu kering karena keterbatasan tempat untuk menjemur.
08:48Pak, ini kalau dari sisi jenisnya sendiri, jagungnya gimana sih Pak? Jagung apa sih Pak?
08:54Ini namanya jagung beda, ya kan? Jadi jagung beda itu banyak varitasnya di sini ya, banyak produk-produk atau jenis
09:02-jenis yang masuk di kalangan petani ya.
09:05Itu tentunya sudah kualitas sungguh ini semuanya dari masing-masing titik dan itu yang jadi pilihan petani ya di masing
09:15-masing varitas itu.
09:18Pak, biasanya ini dibuat apa Pak? Kalau misalkan dengan jagung hibrida ini, kualitas hibrida ini?
09:23Biasanya untuk apa Pak peruntukannya? Pakan ternak atau mungkin dikonsumsi oleh masyarakat?
09:28Pakan ternak bisa, konsumsi masyarakat misalnya kue kering itu ya, jajanan-jajanan itu bisa.
09:38Popcorn itu bisa. Kalau popcorn melalui sebuah proses, melalui sebuah proses, ini disarang sampai ketemu kualitas terbagus, nah itu bisa
09:48mengakses ke popcorn mungkin.
09:50Oke, berarti selain tadi itu digunakan untuk pakan ternak, ini juga bermanfaat juga untuk cemilan kita ya?
09:55Iya, itu.
09:56Oke, ini kalau dari sehektar ini bisa panen berapa banyak Pak?
10:00Sehektar itu minimal 5 ton.
10:025 ton?
10:03Kering ya.
10:04Berarti bentuk jagung pipil sudah?
10:06Sudah pipil.
10:07Oke.
10:07Kalau tongkol itu bisa 10 ton.
10:10Oke, nah ini nanti setelah hasil kita sudah mencabut ini semua, mempanen ini semua, lanjutannya proses apa lagi Pak?
10:17Nanti ini kita pipil, kita keringkan, kita kemas, dan kita kirim ke blok.
10:24Oke, untuk secara harga sendiri apakah ada bantuan gitu Pak dari Polri untuk supaya harganya bisa stabil gitu Pak?
10:30Kalau harga itu sudah jadi ketetapan pemerintah ya, artinya pemerintah menetapkan harga jagung ya kan sebagai standar nasional, ya itu
10:41saja kita ikuti.
10:42Cuma dengan adanya Polri ya, mendampingi kita, ya kan, kita ada mata rantai beberapa yang terputus.
10:50Yang biasanya kita jual ke Tengkula, kita jual ke apa ya, Tengkulas dan sebagainya ini bisa kita olah dan kita
10:58bisa bawa langsung ke blok.
11:01Jadi ada mulai tambah dari hasil yang selamanya mungkin kalau kita langsung jual, lalu kita proses, kita ada tambahan mengkos
11:10proses ini upahnya untuk kita.
11:13Jadi sudah dapat kelebihan tambahan, kelebihan gitu ya Pak ya untuk kesejahteraan petani.
11:17Pak, kalau kita berbicara apa namanya, fasintos-fasintos ini juga kemudian disiapkan oleh Polri untuk membantu para petani dan mendukung
11:24untuk suatu sembada jagung ini sendiri.
11:26Salah satu yang juga kemudian kita riset ini adalah listrik bisa masuk ke dalam hutan.
11:31Nah ini Bapak bisa cerita nggak Pak? Sebelumnya seperti apa sih Pak?
11:33Terus kemudian dengan adanya bantuan ini apa Pak? Membuat akhirnya seperti apa kondisinya di sini?
11:38Dengan nanti adanya aluan listrik yang bisa kita nikmati di dalam kaustan, kita bisa buat sumur-sumur dalam atau pengembangan
11:46ternak dan sebagainya.
11:48Kita bisa lebih menggunakan teknologi, bukan lagi kita manual karena itu butuh ketika kita berbicara teknologi, kita butuh sumber listrik
11:56yang kita butuhkan.
11:57Nah selama ini di dalam kawasan hutan itu kan nggak ada.
12:01Bahkan kalau kita sendiri tanpa pendampingan minta akses listrik juga nggak semudah.
12:05Susah ya?
12:06Ya, nah ini yang kemudahan-kemudahan ini yang kita nikmati dan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
12:14Pak selain bantuan tadi ya, fasilitas, alat-alat, pertanian dan lain sebagainya.
12:19Kalau untuk bantuan model sendiri, bagaimana Pak dari Polri sendiri untuk membantu para petani di sini?
12:23Kita dicampingi kemarin untuk kur himbara itu.
12:26Kur himbara itu seperti apa?
12:28Pinjaman kepada petani untuk beli bibit dan sebagainya itu.
12:32Jadi itu ada program himbara dari pemerintah ya, dengan bunga 0,5 tanpa jaminan, senilai 100 juta.
12:40Untuk petani, maksimal 100 juta, mensuaikan dengan kebutuhan petani ya, itu tanpa jaminan.
12:47Itu khusus untuk petani.
12:49Jadi itu bisa membantu untuk meringankan beban petani yang saat ini sedang mencari model begitu ya Pak?
12:53Ya, karena selama ini, saya sudah, itu sudah ambil kur dan saya gunakan sudah untuk modal petani.
13:05Terbantu banget nggak sih Pak dengan adanya bantuan kur itu?
13:08Dengan kur misalnya kita, misalnya 0,5 persen ya, atau kalau kita biasanya ini pinjem,
13:16kita pinjemnya ke pribadi, ya kan, atau air tengkula.
13:22Ini misalnya jagung 1 kg harga 100 ya, kita pengembaliannya bisa 1,25, bisa 30 ribu ada.
13:29Banyak bunganya ya Pak?
13:30Ya, tapi kalau dengan kur ini, ya kan, kita lebih ringan.
13:34Dan waktunya juga tidak terburu-buru karena dikasih waktu 6 bulan.
13:37Jadi bisa nafas gitu ya Pak?
13:38Ya, kalau musimah 6 bulan, sementara jagung paniknya 4 bulan gitu.
13:42Jadi masih bisa nafas untuk mempunyai model mengembalikan petani yang sudah dipinjam.
13:46Pak, kita tertarik sekali untuk kemudian melihat apa peralatan-peralatan pertanian yang sudah disiapkan oleh
13:51dari Polri untuk membantu kesejahteraan para petani yang ada di wilayah Tuban, Jawa Timur ini.
13:57Tapi sebelumnya kita akan kembali setelah jeda berikut ini.
14:00Kita ke sana ya Pak?
14:01Ya.
14:11Saudara Presiden Prabowo Subianto hari ini datang untuk menyaksikan langsung bagaimana panen raya jagung
14:16ini berlangsung secara serentak di Indonesia, salah satunya adalah di Tuban, Jawa Timur.
14:20Dan ini sekaligus menandakan bahwa suatu sembahada pangan untuk jagung ini akan terjadi pada tahun 2026 ini.
14:26Untuk target 2026 hasil panen jagung yaitu sebanyak 18 juta ton.
14:31Nah, berbagai macam upaya dilakukan oleh Polri untuk membantu menyukseskan program ketahanan pangan ini.
14:36Mulai dari membantu, baik itu pendampingan, lalu juga memberikan bantuan berupa bibit dan juga peralatan-peralatan pertanian lainnya.
14:43Harapannya ini bisa membantu para petani untuk bisa nantinya menyukseskan program ketahanan pangan yaitu adalah dari hasil panen jagung.
14:51Pak Sudarli masih bersama kami di Kompas TV.
14:53Selamat pagi Pak, ini berarti peralatan bantuan dari mana nih Pak?
14:58Dari Polri.
14:59Dari Polri sama Pak Presiden ya?
15:01Oke, Pak tadi kan ada Pak Presiden datang ke sini.
15:04Bapak sendiri sempat ngobrol nggak sama Pak Presiden?
15:06Sebentar tadi ya, mengucapkan salam saja.
15:09Tapi senang nggak ketemu sama Pak Presiden?
15:10Alhamdulillah senang.
15:12Happy banget ya?
15:13Dan masyarakat sekitar sini juga semuanya ikut bahagia.
15:16Kalau tadi belum berkesempatan untuk bisa ngomong panjang, sebetulnya kalau dari sisi pertanian,
15:20Bapak sendiri tuh ingin menyampaikan apa sih ke Pak Presiden?
15:23Saya berharap dari Pak Presiden itu bisa kasih support kepada petani, khususnya di area kita.
15:28Karena di sini tak ada hujan.
15:30Itu bisa ada bantuan irigasi sumur bor.
15:33Dan pupuk lebih dipermudah lagi, karena selama ini pupuk ya sudah maksimal.
15:39Tapi kalau bisa lebih maksimal supaya hasil panen para petani bisa meningkat.
15:44Nah, dengan sumur tadi harapan kita, petani, bisa manen itu tidak hanya dua kali, tapi bisa tiga kali.
15:51Sehingga produksibilitas itu meningkat, lalu kesejahteraan petani atau anggota kita kelompok juga meningkat.
15:59Dan di samping itu juga banyak keinginan-keinginan dari petani tentunya khususnya di harga.
16:10Di harga itu bagaimana pemerintah bisa kasih akses harga yang maksimal untuk petani.
16:15Oke, berarti itu adalah harapan-harapan yang sebetulnya tadi ingin disampaikan langsung kepada Presiden Pak Bawasubianto,
16:20tapi memang karena adanya keterbatasan waktu, jadi ya belum sampai.
16:24Semoga informasi yang disampaikan tadi bisa sampai kepada Presiden Pak Bawasubianto yang sekarang sedang menyaksikan di Kompas TV.
16:28Pak, jadi tadi kan disampaikan ada bantuan bibit, ada bantuan pendampingan, dan juga ada bantuan alat-alat untuk pertanian.
16:34Nah, ini kalau ini sendiri, ini alat pertanian apa sih Pak?
16:37Ini namanya mesil pemipil jagung, dan dengan alat ini kita akan lebih cepat dalam memproses untuk mengolah jagung pas kapanen.
16:45Seberapa cepat misalnya untuk ini?
16:47Jadi perbandingannya dibanding kita manual, ini bisa lebih efesien waktu 90%.
16:52Kalau misalnya dikerjakan manual itu satu jam, dengan ini bisa sepuluh menit.
16:57Hmm, sepuluh menit sudah selesai.
16:59Satu jam itu berapa kilo Pak?
17:02Untuk berapa kilo jatuh?
17:02Proses ini dalam satu jam, itu bisa satu sampai dua ton.
17:06Oh, satu sampai dua ton dalam waktu satu jam?
17:08Satu jam.
17:09Untuk memipil secara manual?
17:10Tidak, kalau memipil pakai mesin.
17:11Kalau kita manual, satu-dua jam itu tidak mungkin dapat satu pintar.
17:16Kaling 30 kilo, 50 kilo kalau mau.
17:18Waduh, berarti terbantu banget ya Pak dengan adanya peralatan-peralatan ini ya?
17:21Iya, dan berat.
17:21Oke, terus kalau untuk hasilnya sendiri, nanti keluarnya seperti apa Pak?
17:24Nah, kita coba, kita nyalakan, alat yang bisa dinyalakan, kita praktekan.
17:28Harus berapa orang nih Pak berarti yang mengoperasikan?
17:30Keperasinya kalau alat ini minimal tiga orang.
17:34Tiga orang, tiga orang itu adalah driver?
17:35Driver yang di atas, yang menaikkan ke hasil panen, menaik sama yang ada.
17:41Menadai untuk hasilnya?
17:43Iya, maksimalnya itu lima orang.
17:45Karena nanti ada yang proses jahit, lalu proses angkut ke mobil angkut dari panen untuk dikeringkan.
17:53Satu kali proses, dapatnya lima karung.
17:55Wah ini luar biasa sekali, bisa membantu untuk mengolah hasil panen dari jagung di sini.
18:01Jagung apa Pak yang dipanen biasanya Pak?
18:04Ini nyalakan jagung, kalau kita, ini adalah jagung putih.
18:08Oke, ini jadi ini?
18:09Iya, itu sudah, ya.
18:10Wah ini, jadi hasilnya, ini adalah hasil panen dari para petani jagung yang ada di Tuban, Jawa Timur.
18:18Kita akan mencoba untuk mengolah jagung yang ada di sini Pak.
18:21Ini kayaknya di belakang ada jagung ini Pak, bisa dikitar juga Pak Pak?
18:23Iya.
18:24Jadi kita akan mengupas terlebih dahulu untuk jagungnya.
18:27Nyalakan, nyalakan.
18:31Oke, setelah ini baru langsung dimasukkan ke sini.
18:34Dimasukkan ke sini, nanti keluar dari sini, ya kan, sudah berupa pipilan.
18:40Oke.
18:41Jadi keluar dari sini, nanti sudah pipilan seperti ini.
18:43Berarti berapa ini Pak keluarnya Pak? Satu, dua, tiga?
18:47Dua, dua.
18:48Oh, dua ini ya, dua hasil keluarnya ya Pak ya?
18:50Dua hasil keluarnya.
18:51Oke, siap, siap.
18:53Kecepatan tonase tadi, kira-kira satu jam itu bisa satu sampai dua ton.
18:58Oke, siap. Kita coba dulu Pak, sekali lagi Pak.
19:00Wah, ini mesinnya sudah nyalan ya Pak.
19:02Jagungnya Pak?
19:02Kita coba, masukkan.
19:05Oke, kita akan coba untuk proses pemipilan jagung yang saat ini sedang berlangsung.
19:15Jadi ini adalah mesin yang tadi disampaikan bisa mempermudah untuk para petani jagung, bisa memikir jagung kurang lebih 90 persen,
19:26lebih cepat dibandingkan dengan pada saat proses manual.
19:35Oke, Bapak kan dari Gapoktan Binaan dari Polri nih Pak.
19:39Kalau secara hasilnya sendiri, setelah hasil kemudian diterima, ada kurang lebih dimasak.
19:44Ini gampang nggak sih Pak untuk menjualnya gitu Pak?
19:46Setelah terproses seperti itu, sebenarnya nggak usah kita keringkan, sudah banyak yang beli.
19:51Oh gitu?
19:52Ya, kita nggak harus antar atau kita proses lagi.
19:54Tapi ketika kita bisa mengolahnya, memprosesnya lagi lebih bagus, itu akan meningkatkan daya jual kita.
20:01Misalnya, kadar air itu kalau dari lahan itu kan 35, maksimal itu paling kering 28.
20:09Setelah kita proses dengan dryer itu bisa di K14, kita bisa masuk standar below.
20:14Tapi ada bantuan nggak sih Pak dari Polri gitu Pak untuk kemudian memasarkan begitu ya ke Bulog gitu Pak?
20:20Supaya nantinya para petani bisa mendapatkan harga yang oke gitu Pak?
20:23Di musim panen pertama kemarin, kita didampingi dari teman-teman Polri untuk mengakses ke Bulog.
20:29Kita sudah kirim dari kelompok saya sendiri itu sekitar 25 sampai 30 ton.
20:3725 ribu ya sampai 30 ton itu cukup.
20:41Untuk dari sisi harganya sendiri gimana Pak?
20:43Harganya per kilonya, apakah diberikan harga yang sesuai begitu Pak untuk para petani?
20:48Kalau kita kelompok hanya memfasilitasi ya, artinya kita nggak ambil profit karena kita bukan pengusaha.
20:54Maka kita membantu petani untuk memproses itu.
20:58Dan petani dengan adanya kelompok dia dapat profit nilai jual.
21:02Ketika dia jual sendiri dengan divasilitasi kelompok itu ada selisih hasga kisaran 300 sampai 400 rupiah.
21:10Per kilogramnya?
21:11Per kilogramnya.
21:12Jadi itu meningkatkan pendapatan petani juga.
21:15Kita juga melihat itu kan hasil dari 2025 lalu, ini kan hasilnya juga bagus nih Pak.
21:19400 ribu lebih ton untuk kemudian hasil dari panen jagung.
21:26Apa Pak, apa namanya harapannya tahun 2026 ini bisa lebih banyak lagi untuk hasil surplusnya nih Pak?
21:32Kalau dari Bapak sendiri, apa Pak mungkin strategi yang ingin disampaikan untuk menjaga kualitas supaya nantinya hasil panen ini tadi
21:38bisa layak ekspor?
21:39Nah, kalau untuk menjaga kualitas, proses pas ke panen itu penangannya cepat.
21:44Didukung dengan sarana-perasan yang cukup alat sehingga jagung panen tidak sempat ditimbun ya.
21:50Kalau musim hujan, jagung itu ketimbun 2-3 hari sudah rusak.
21:55Jadi kalau bisa habis panen langsung ke alat tadi ya, atau syukur-syukur ada penampungan namanya selu untuk menampung hasil
22:02panen tadi.
22:03Itu bisa menjaga kualitas sampai berbulan-bulan.
22:06Pak, ini kan Bapak kan juga sudah menjalani masa pelatihan gitu ya Pak, dan juga pembinaan dari Polri sendiri.
22:11Apa yang mungkin paling Bapak ingat dari masa pembinaan dan juga pelatihan dari Polri ini Pak?
22:15Nah, ini saya dengan teman-teman Polri, ini serak belakangan ini banyak ya Pak.
22:20Kita dibantu akses listrik, masuk ke dalam kawasan hutan, lalu kita dibantu akses jalan, kebaikan tangi.
22:28Akses listrik ke hutan itu seperti apa Pak maksudnya?
22:32Infrastrukturnya, seperti tiang ya kan.
22:34Sebelumnya di sini memang susah gitu ya Pak listriknya?
22:38Bukan susah, yang masuk ke dalam kawasan yang belum ada.
22:41Karena kita ada di, sehingga itu dengan listrik itu kita coba membuat satu sumur bol untuk perhitungan saja nanti bersetambahnya.
22:51Nah, ketika ini memang layak dan bagus ya kita tinggal kopi pastel untuk menjadi pendukannya.
22:57Ketika ini memang jalan untuk men-support produksi itu ini, ya ini yang harus kita.
23:02Dan harus juga didukung kebijakan dari semua pihak.
23:06Jadi tidak bisa juga, misalnya di Tuban ada 100 kelompok, terus kelompok saya baik sendiri, saya juga tidak maaf.
23:11Jadi 100-100nya di Tuban juga harus baik.
23:14Harus rata ya, baiknya?
23:15Karena itu kebijakan pemerintah, bukan untuk pribadi saya, tapi untuk seluruh rakyat yang ada di letri.
23:22Artinya bantuan listrik masuk ke dalam hutan ini yang juga menjadi salah satu hal yang paling berkesan mungkin ya Pak
23:27ya?
23:27Dari Polri ya Pak ya, kalau sekiranya Bapak mendapatkan kesempatan untuk bisa langsung bertemu dengan Pak Polri, menyampaikan langsung ucapan
23:33terima kasih mungkin Pak, mungkin bisa disampaikan kepada pengirsaan pasti.
23:36Ya, saya Susar Lim ya, Ketua Kelompok Tahan Utan Pemerintah di Tegarjo Kecamatan Meraura Kabupaten Beban.
23:44Saya mengucapkan terima kasih sebenarnya kalau bertemu atas apa yang dilakukan oleh teman-teman Polri yang pendampingan kepada kelompok tahan
23:53kami ya.
23:53Sehingga banyak jaringan yang bisa kita akses, apa yang kita tidak mengerti menjadi mengerti.
23:59Nah, harapan saya Polri tetap menjadi pelindung masyarakat ya kan, kita nyaman ya kan, semakin dekat dengan masyarakat, dicintai masyarakat.
24:11Jadi Polri juga anak negeri ini, orang Indonesia juga sama-sama anak bangsa ini.
24:16Jadi semuanya baik kalau menurut saya.
24:18Ya, jadi semua makhluk terlahir di negara ini bagi saya tidak boleh ada yang diterapkan.
24:24Semua harus baik, semua harus hukum. Ini kuncinya Indonesia jadi maju.
24:28Jadi terima kasih, ucapan terima kasih untuk segala bantuan yang telah diberikan untuk menyukseskan program untuk ketahanan pangan, pembangunan, dan
24:36juga penanaman jagung yang ada di wilayah Tuhan, Jawa Timur.
24:39Terima kasih latinya bersama kami di Kompas TV, Pak Sudar Lim, ya seperti yang tadi disampaikan bahwa memang kalau kita
24:45melihat secara target nasional untuk tahun 2026 ini adalah sebanyak 18 juta ton.
24:51Harapannya ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dari masyarakat secara nasional atau di Indonesia saja, tetapi juga bisa membuka jaringan untuk
24:59ekspor.
25:00Sehingga para petani di sini bisa berkarya lebih lagi menghasilkan jagung-jagung berkualitas dan juga mendukung kekuatan swasem pada pangan
25:08yang seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto,
25:10yang mana ini masuk dalam program Astacita dari Presiden Prabowo Subianto.
25:13Jadi besar sekali harapannya untuk program dari ketahanan pangan ini, yaitu pembangunan dan juga kemudian penanaman jagung secara serentak dan
25:23juga hasil panen yang juga kemudian berlangsung pada hari ini,
25:26ini bisa menginspirasi daerah-daerah lainnya agar bisa semakin surplus lagi dalam menghasilkan jagung yang merupakan komoditi andalan dari wilayah
25:34Indonesia.
Komentar

Dianjurkan