Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGANJUK, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto menceritakan saat dirinya mengusulkan Andi Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya. Saya minta swasembada pangan dalam 4 tahun. Mereka bisa hasilkan dalam 1 tahun, saudara-saudara sekalian. Saya terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman," ujar Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026).

"Saya tidak pernah kenal beliau. Kebetulan saya ketemu. Saya tanya dua tiga pertanyaan. Kebetulan, ah ini orang oke, ini pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi. Beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian dan seterusnya," lanjutnya.

Baca Juga Saat Mentan Amran Bicara MBG Dikritik: Secara Politik Tidak Menguntungkan, Tapi.. di https://www.kompas.tv/nasional/668036/saat-mentan-amran-bicara-mbg-dikritik-secara-politik-tidak-menguntungkan-tapi

#prabowo #kopdesmerahputih #jokowi #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669365/cerita-presiden-prabowo-usul-ke-jokowi-agar-amran-jadi-mentan-ini-orang-oke-pemikirannya
Transkrip
00:00Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya.
00:06Saya minta suasana pada pangan dalam 4 tahun.
00:11Mereka bisa hasilkan dalam 1 tahun, saudara-saudara.
00:19Saya terima kasih.
00:21Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Suleyman.
00:33Saya tidak pernah kenal beliau.
00:38Kebetulan saya ketemu.
00:41Saya tanya 2-3 pertanyaan, kebetulan ini orang oke nih pemikirannya.
00:50Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi.
00:53Beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian.
00:57Dan seterusnya, orang asing bilang, orang Inggris bilang apa?
01:03The rest is history.
01:06Beliau akhirnya berjuang karena beliau menguasai masalah.
01:12Beliau pernah jadi Menteri Pertanian dan sebelumnya beliau adalah pelaku.
01:17Dan beliau datang dari keluarga petani.
01:20Beliau anaknya petani.
01:21Beliau sendiri petani.
01:23Jadi beliau mengerti masalah.
01:25Saudara-saudara, kenapa saya juga agak mengerti masalah?
01:29Karena saya dulu mantan tentara.
01:32Saya mantan komandan.
01:34Saya mantan panglima.
01:37Seorang komandan pasukan tempur.
01:39Yang dipikirkan tidak hanya peluru.
01:43Sebelum kita berangkat operasi.
01:45Kita cek berapa beras yang kita punya.
01:50Kalau pasukan tidak ada beras.
01:52Kalau pasukan tidak makan.
01:54Tidak bisa perang.
01:56Saudara-saudara sekalian.
02:00Dan negara ini,
02:02waktu kita perang kemerdekaan.
02:05Tentara kita.
02:07Tentara kita didukung oleh rakyat.
02:11Rakyat yang memberi makan kepada tentara kita.
02:16Petani-petani yang memberi makan kepada TNI.
02:21Dan TNI dan Polri,
02:23anggotanya ya anak-anak petani.
02:28Karena itu saya mengerti pentingnya pangan.
02:32Dan selalu saya katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa.
02:43Saya tidak memandang pangan sebagai sekedar komoditas.
02:52Pangan adalah masalah survival suatu bangsa.
02:57Jadi saya tidak ikut-ikut
03:01faham-faham
03:03yang mengatakan bahwa beras,
03:07jagung,
03:10lebih efisien kalau kita import.
03:15Survival bangsa bukan sekedar
03:19lebih murah di mana,
03:21lebih murah di mana,
03:22lebih murah di mana.
03:22Tapi ada atau tidak?
03:26Dan akhirnya
03:31sejarah takdir dan kenyataan membuktikan
03:35bahwa karena kita
03:38sudah lebih dulu aman soal pangan,
03:44krisis apapun di luar negara kita,
03:46kita relatif,
03:49relatif,
03:52lebih aman,
03:54lebih siap
03:55menghadapi cobaan.
03:58Sekarang,
04:00banyak negara
04:01minta beli beras dari kita.
04:04Minta beli beras dari kita.
04:08Tetangga-tetangga kita.
04:11Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita.
04:15Yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita.
04:18Kan begitu.
04:19Tapi sekarang,
04:21harus datang ke Indonesia,
04:22minta,
04:25boleh enggak kita beli beras?
04:28Ada yang masih harga diri,
04:32agak lambat mintanya.
04:37Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana.
04:39Ternyata berapa hari yang lalu,
04:42India mengumumkan tutup.
04:44Tidak ekspor beras jagung gandum.
04:49India tutup.
04:51Disusul oleh Bangladesh.
04:53tutup.
04:55Akhirnya,
04:57ada juga negara-negara yang
04:59akhirnya datang juga ke kita ya.
05:02Dan saya bilang,
05:05saya bilang,
05:07beri.
05:08Kalau mereka butuh,
05:11kita harus
05:12bantu.
05:13Kita jual kepada mereka.
05:17Tapi harganya ya,
05:20harganya ya,
05:22yang oke lah.
05:25Jangan petani kita korban.
05:28Iya kan?
05:29Harga harus,
05:31harus minimal,
05:35minimal,
05:36untung dikit lah.
05:38Pak Amran ya.
05:40Dirut Bulog mana?
05:42Jangan jual terlalu murah ya.
05:45Jangan ngetok,
05:46tapi jangan jual terlalu murah.
05:47Ingat,
05:48krisis bisa lama ini.
05:52Yang utama kita amankan rakyat kita dulu.
05:56Jadi ada juga mau beli beras,
05:59habis itu
05:59minta courting.
06:01Courting,
06:02courting banyak banget.
06:03Courtingnya.
06:05Ini yang krisis dunia ini.
06:08Jadi saudara,
06:11itu
06:15apa yang sudah kita capai.
06:16Tadi benar,
06:18Menko Pangan,
06:18kita berbuat begitu banyak prestasi.
06:22Tapi memang,
06:25kadang-kadang kita juga harus
06:27berani
06:28untuk
06:32mengiklankan diri kita sendiri.
06:35Bukan
06:36mengiklankan kebohongan,
06:39tapi kebenaran.
06:40Kita suasana pada pangan sudah.
06:43Kita amankan harga-harga.
06:45Kita menciptakan delapan kerja.
06:48Sudah jutaan.
06:50Tiga,
06:51kita punya sekarang
06:52dana
06:54kedaulatan.
06:57Sovereign Wealth Fund.
06:59Dana kedaulatan kita
07:01mungkin sekarang adalah
07:02keenam
07:03terbesar
07:04di dunia.
07:06terima kasih.
07:07Terima kasih.
07:07Terima kasih.
07:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan