00:00Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya.
00:06Saya minta suasana pada pangan dalam 4 tahun.
00:11Mereka bisa hasilkan dalam 1 tahun, saudara-saudara.
00:19Saya terima kasih.
00:21Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Suleyman.
00:33Saya tidak pernah kenal beliau.
00:38Kebetulan saya ketemu.
00:41Saya tanya 2-3 pertanyaan, kebetulan ini orang oke nih pemikirannya.
00:50Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi.
00:53Beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian.
00:57Dan seterusnya, orang asing bilang, orang Inggris bilang apa?
01:03The rest is history.
01:06Beliau akhirnya berjuang karena beliau menguasai masalah.
01:12Beliau pernah jadi Menteri Pertanian dan sebelumnya beliau adalah pelaku.
01:17Dan beliau datang dari keluarga petani.
01:20Beliau anaknya petani.
01:21Beliau sendiri petani.
01:23Jadi beliau mengerti masalah.
01:25Saudara-saudara, kenapa saya juga agak mengerti masalah?
01:29Karena saya dulu mantan tentara.
01:32Saya mantan komandan.
01:34Saya mantan panglima.
01:37Seorang komandan pasukan tempur.
01:39Yang dipikirkan tidak hanya peluru.
01:43Sebelum kita berangkat operasi.
01:45Kita cek berapa beras yang kita punya.
01:50Kalau pasukan tidak ada beras.
01:52Kalau pasukan tidak makan.
01:54Tidak bisa perang.
01:56Saudara-saudara sekalian.
02:00Dan negara ini,
02:02waktu kita perang kemerdekaan.
02:05Tentara kita.
02:07Tentara kita didukung oleh rakyat.
02:11Rakyat yang memberi makan kepada tentara kita.
02:16Petani-petani yang memberi makan kepada TNI.
02:21Dan TNI dan Polri,
02:23anggotanya ya anak-anak petani.
02:28Karena itu saya mengerti pentingnya pangan.
02:32Dan selalu saya katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa.
02:43Saya tidak memandang pangan sebagai sekedar komoditas.
02:52Pangan adalah masalah survival suatu bangsa.
02:57Jadi saya tidak ikut-ikut
03:01faham-faham
03:03yang mengatakan bahwa beras,
03:07jagung,
03:10lebih efisien kalau kita import.
03:15Survival bangsa bukan sekedar
03:19lebih murah di mana,
03:21lebih murah di mana,
03:22lebih murah di mana.
03:22Tapi ada atau tidak?
03:26Dan akhirnya
03:31sejarah takdir dan kenyataan membuktikan
03:35bahwa karena kita
03:38sudah lebih dulu aman soal pangan,
03:44krisis apapun di luar negara kita,
03:46kita relatif,
03:49relatif,
03:52lebih aman,
03:54lebih siap
03:55menghadapi cobaan.
03:58Sekarang,
04:00banyak negara
04:01minta beli beras dari kita.
04:04Minta beli beras dari kita.
04:08Tetangga-tetangga kita.
04:11Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita.
04:15Yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita.
04:18Kan begitu.
04:19Tapi sekarang,
04:21harus datang ke Indonesia,
04:22minta,
04:25boleh enggak kita beli beras?
04:28Ada yang masih harga diri,
04:32agak lambat mintanya.
04:37Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana.
04:39Ternyata berapa hari yang lalu,
04:42India mengumumkan tutup.
04:44Tidak ekspor beras jagung gandum.
04:49India tutup.
04:51Disusul oleh Bangladesh.
04:53tutup.
04:55Akhirnya,
04:57ada juga negara-negara yang
04:59akhirnya datang juga ke kita ya.
05:02Dan saya bilang,
05:05saya bilang,
05:07beri.
05:08Kalau mereka butuh,
05:11kita harus
05:12bantu.
05:13Kita jual kepada mereka.
05:17Tapi harganya ya,
05:20harganya ya,
05:22yang oke lah.
05:25Jangan petani kita korban.
05:28Iya kan?
05:29Harga harus,
05:31harus minimal,
05:35minimal,
05:36untung dikit lah.
05:38Pak Amran ya.
05:40Dirut Bulog mana?
05:42Jangan jual terlalu murah ya.
05:45Jangan ngetok,
05:46tapi jangan jual terlalu murah.
05:47Ingat,
05:48krisis bisa lama ini.
05:52Yang utama kita amankan rakyat kita dulu.
05:56Jadi ada juga mau beli beras,
05:59habis itu
05:59minta courting.
06:01Courting,
06:02courting banyak banget.
06:03Courtingnya.
06:05Ini yang krisis dunia ini.
06:08Jadi saudara,
06:11itu
06:15apa yang sudah kita capai.
06:16Tadi benar,
06:18Menko Pangan,
06:18kita berbuat begitu banyak prestasi.
06:22Tapi memang,
06:25kadang-kadang kita juga harus
06:27berani
06:28untuk
06:32mengiklankan diri kita sendiri.
06:35Bukan
06:36mengiklankan kebohongan,
06:39tapi kebenaran.
06:40Kita suasana pada pangan sudah.
06:43Kita amankan harga-harga.
06:45Kita menciptakan delapan kerja.
06:48Sudah jutaan.
06:50Tiga,
06:51kita punya sekarang
06:52dana
06:54kedaulatan.
06:57Sovereign Wealth Fund.
06:59Dana kedaulatan kita
07:01mungkin sekarang adalah
07:02keenam
07:03terbesar
07:04di dunia.
07:06terima kasih.
07:07Terima kasih.
07:07Terima kasih.
07:09Terima kasih.
Komentar