Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam sebulan, tiga warga negara asing jadi korban jambret HP di kawasan Jakarta Pusat.

Polisi menyebut para pelaku tidak dalam satu jaringan yang sama.

Lagi, seorang warga negara asing jadi korban penjambretan di kawasan Jakarta Pusat.

Peristiwa terjadi pada Kamis (14/5/2026) sore, saat warga negara asal Italia sedang menunggu taksi daring di pinggiran kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Tiba-tiba, terduga pelaku yang membawa sepeda motor mendekat ke arah korban dan langsung merebut ponsel.

Dalam sebulan, ada tiga aksi penjambretan yang menyasar WNA di Jakarta Pusat. Polisi bilang pelaku tidak dalam satu jaringan yang sama.

Sebelumnya, warga Polandia juga jadi korban penjambretan di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada (8/5/2026).

Pelaku akhirnya ditangkap polisi dan ponsel milik korban dikembalikan.

Pada 19 April, kasus penjambretan ponsel juga menimpa seorang warga Belanda saat korban berada di Jalan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pelaku jambret saat itu berjumlah dua orang dan sudah ditangkap polisi.

Tiga peristiwa penjambretan yang menyasar warga negara asing terjadi dalam sebulan terakhir. Kita akan bahas bersama Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin.

Baca Juga Kronologi WN Italia Jadi Korban Jambret di Bunderan HI, Pelaku Masih Diburu | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/669123/kronologi-wn-italia-jadi-korban-jambret-di-bunderan-hi-pelaku-masih-diburu-kompas-petang

#wna #jambret #bundaranhi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669367/full-wna-italia-jadi-korban-jambret-hp-di-bundaran-hi-polisi-pelaku-sudah-teridentifikasi
Transkrip
00:00Setelah dalam sebulan, tiga warga negara asing jadi korban jambret HP di kawasan Jakarta Pusat.
00:05Polisi menyebut para pelaku tidak dalam satu jaringan yang sama.
00:22Lagi, seorang warga negara asing jadi korban penjambretan di kawasan Jakarta Pusat.
00:27Peristiwa terjadi pada kamis sore saat warga negara asal Italia sedang menunggu taksi daring di pinggiran kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
00:36Tiba-tiba, terduga pelaku yang membawa sepeda motor mendekat ke arah korban dan langsung merebut ponsel.
00:44Dalam sebulan, ada tiga aksi penjambretan yang menyasar WNA di Jakarta Pusat.
00:49Polisi bilang, pelaku tidak dalam satu jaringan yang sama.
00:53Bendaran HI, kami informasikan bahwa tim kami saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penjambretan dengan korban warga negara
01:05asing tersebut.
01:06Ada keterkaitan jaringan antara satu kejadian dengan kejadian yang lain.
01:11Sampai dengan saat ini, berdasarkan hasil penyidikan, mereka adalah pelaku-pelaku yang terpisah.
01:21Kemudian, targetnya juga acak kebetulan yang terjadi saat itu memang korbannya warga negara asing.
01:31Sebelumnya, warga Polandia juga jadi korban penjambretan di kawasan Kebonsirih, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Mei 2026.
01:38Pelaku akhirnya ditangkap polisi dan ponsel milik korban dikembalikan.
01:44Pada 19 April, kasus penjambretan ponsel juga menimpas seorang warga Belanda saat korban berada di jalan lapangan Banteng, Sawa Besar,
01:52Jakarta Pusat.
01:53Pelaku jambret saat itu berjumlah dua orang dan sudah ditangkap polisi.
01:59Tim Liputan, Kompas TV
02:04Tiga peristiwa penjambretan yang menyasar warga negara asing terjadi dalam sebulan terakhir.
02:09Kita akan bahas bersama di Reskrimum Polda, Metro Jaya, Kompas Iman Imanuddin.
02:13Selamat malam, Pak Dir.
02:16Selamat malam, Mas. Apa kabar?
02:19Alhamdulillah baik, sehat.
02:20Pak Dir, jadi bagaimana untuk pelaku jambret terhadap WNA asal Italia yang kemarin di Budaran Hai?
02:25Apakah sudah teridentifikasi, sudah ditangkap, Pak Dir?
02:29Kami sudah melakukan analisa digital terhadap temuan CCTV di lokasi maupun keterangan saksi-saksi yang ada keterkaitan dengan kejadian tersebut
02:43dan insya Allah untuk pelaku sudah teridentifikasi dan kami sedang melakukan pengejaran.
02:49Mudah-mudahan segera dalam waktu cepat kami bisa melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yang melakukan penjambretan di lokasi tersebut.
02:58Kalau dari rekaman CCTV, apakah terdeteksi bahwa pelaku sudah memantau atau mengincar korban ini sudah lama atau hanya random saja,
03:10Pak Dir?
03:12Memang untuk pelaku sebagaimana yang sudah pernah kami lakukan penangkapan di beberapa kejadian yang lalu yang pelakunya sudah kami amankan,
03:25mereka secara acak mencari korban yang terlihat lengah.
03:30Jadi ketika pelaku itu berputar-putar mencari korban, mereka melihat saat korban terlihat lengah, mereka akan lakukan perbuatan para pelaku
03:43tersebut.
03:44Pak Dir, apakah warga negara asing ini termasuk korban atau kelompok yang rentan yang mereka begitu lengah ketika ada di
03:55jalanan, di pinggir jalan, Pak Dir?
03:57Pak Dir, sebenarnya sih bukan hanya warga negara asing, siapapun juga para korban atau kita yang terlihat lengah, dianggap oleh
04:09pelaku terlihat lengah dan lemah,
04:13mereka akan eksekusi perbuatannya, mereka akan lakukan terhadap orang-orang.
04:22Jadi siapapun, karena ini dari pelaku ini tidak hanya tidak mentargetkan secara spesifik siapa atau warga negara mana,
04:31yang paling pasti adalah kita yang korban terlihat lengah, maka akan menjadi satu peluang besar disasar oleh pelaku-pelaku kejahatan
04:45seperti yang terjadi kemarin.
04:47Kalau yang kemarin ditangkap di Menteng dan Sawah Besar ya Pak Dir, apakah itu mereka memang beroperasi di wilayah Jakarta
04:54Pusat atau juga beberapa kali mereka sudah beroperasi Pak Dir?
05:00Untuk yang sudah kami lakukan penangkapan, memang kejadian yang mereka lakukan itu berdasarkan keterangan yang disampaikan adalah seperti yang mereka
05:15lakukan di TKP di Jakarta Pusat.
05:18Dan kami sedang menelusuri apakah ini merupakan jaringan terorganisasi atau hanya bagian-bagian yang terpisah yang memiliki kesamaan dari motif
05:33maupun modus para pelaku tersebut.
05:37Kalau kita lihat di visual Pak Dir, mereka nekat melakukan aksi di siang hari tampaknya dan ketika lalu lintas, tengah
05:44padat.
05:46Mengapa mereka senekat itu Pak Dir?
05:49Dari keterangan ini?
05:51Iya kalau dilihat dari visual, mereka melakukan di siang hari, lalu lintas ketika tengah ramai, bahkan tengah padat.
05:57Mengapa mereka nekat dari keterangan mereka Pak Dir?
06:01Sebenarnya kalau kita melihat, termasuk kita lihat dari rekaman CCTV yang terjadi ya, mereka memanfaatkan situasi walaupun padat, namun kepekaan
06:17kita terhadap lingkungan itu sangat kurang.
06:21Kalau kita lihat di rekaman CCTV, itu padat-padat kendaraan roda 4, sehingga mereka menggunakan situasi yang bagi mereka itu
06:32adalah kesempatan melakukan kejahatannya.
06:40Karena dilihat korban sedang sendirian dan korban sedang asik menggunakan HP-nya tidak melihat lingkungan sekitarnya.
06:48Kalau dilihat lingkungan sekitarnya itu terlihat tidak ada temannya atau tidak ada kawan atau tidak ada orang yang berada di
06:56sekitarannya.
06:57Maka kami juga menghimbau kepada masyarakat yang berada pada area-area publik untuk tetap waspada dan dalam menggunakan handphone atau
07:10gawe ini kita tetap tidak abai atau tidak lalai dan selalu waspada dengan lingkungan sekitarnya.
07:18Begitupun masyarakat yang beraktivitas di sekitaran saling melihat atau saling memperhatikan.
07:26Supaya kita dikuatkan dari kesempatan para pelaku untuk melakukan kejahatannya sehingga kita tidak menjadi korban dari kejahatan itu sendiri.
07:35Pak Dir, apakah ada langkah antisipasi yang disiapkan oleh polisi dari Polda Petrojaya untuk memberantas aksi kriminal ini?
07:44Pak Dir, atau bahkan ada tim khusus tidak Pak Dir, untuk memburu tadi jamret handphone yang di jalan ini Pak
07:50Dir?
07:50Pak Dir, baik kami sudah membuat tim pemburu kejahatan curat-curas kemudian juga kejahatan-kejahatan serupa seperti jamret.
08:02Pak Dir, tim Polda Petrojaya bersama-sama dengan pores-pores seluruh jajaran Polda Petrojaya sudah kami bentuk tim pengungkapan atau
08:12tim pemburu jamret ini.
08:14Kemudian juga kami melakukan edukasi kepada masyarakat, berkolaborasi dengan para babin kamtib mas, juga dengan rekan-rekan dari babinsa dari
08:29TNI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kewaspadaan lingkungan di sekitaran masing-masing.
08:37Sehingga penguatan kita sebagai person tidak menjadi korban kejahatan.
08:45Tentunya berbagai upaya terus kami lakukan, baik itu upaya preventif maupun upaya penindakan dan pengungkapan terhadap kejahatan yang sudah terjadi,
08:56kami terus maksimalkan.
08:59Apakah patroli akan ditingkatkan Pak Dir?
09:02Kenapa?
09:03Patroli akan lebih ditingkatkan lagi?
09:07Betul, patroli juga kami bersama-sama kolaborasi dengan satuan-satuan patroli, baik itu patroli Sabara, kemudian patroli dari Direkturat PAM
09:24Objek Vital,
09:25begitu pun juga dengan teman-teman dari Godang Jaya juga kami sudah lakukan kerjasama dan komunikasi supaya bersama-sama menghadirkan
09:35Jakarta yang aman.
09:36Amin. Baik. Terima kasih Pak Dir, Pak Dir, Poldo Amin Terja, Kompas Iman Imanudin telah menyampaikan bagaimana penanganan jam red
09:44handphone yang menyasar WN di Jakarta.
09:46Terima kasih Pak Dir.
09:48Terima kasih Mas.
09:49Terima kasih.
09:50Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan