Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pimpinan MPR RI menyampaikan permohonan maaf dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 di Kalimantan Barat telah diwakilkan secara lembaga.

Menanggapi itu, pakar komunikasi Effendi Gazali menilai jawaban tersebut cerdas namun kurang cermat.

"Usulan cerdas tapi kurang cermat, kurang lebih seperti itu. Usulannya tentu saja dianggap cerdas karena cukuplah kami yang mewakili," ujar Effendi.

Baca Juga Debat Panas! Anggota DPR vs Pengamat soal Juri Cerdas Cermat Tak Minta Maaf Langsung | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/669331/debat-panas-anggota-dpr-vs-pengamat-soal-juri-cerdas-cermat-tak-minta-maaf-langsung-bola-liar

#cerdascermat #mprri #juri

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669333/maaf-juri-cerdas-cermat-diwakilkan-pimpinan-mpr-effendi-cerdas-tapi-kurang-cermat-bola-liar
Transkrip
00:04Intro
00:05Nilai minus 5
00:09Cerdas cermat 4 pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat
00:13mendadak menjadi isu nasional
00:16Keputusan saya kira di Dewan Juri ya
00:18Sorotan luas masyarakat tertuju pada penjurian
00:21yang menyalahkan jawaban benar salah satu peserta
00:24Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan AKET
00:28Dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah
00:31dan diresmikan oleh Presiden
00:32Bagaimana Dewan Juri?
00:35Nilai minus 5
00:37Kita menuju soal selanjutnya
00:40Izin?
00:41Oh baik silahkan
00:42Tadi kami menjawabnya sama seperti regube
00:45Sama
00:46Biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas
00:50Adik-adik mohon diterima keputusan Dewan Juri
00:54Karena tentunya Dewan Juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten
00:59dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik
01:02Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja
01:08Usai menimbulkan polemik luas
01:11Wakil Presiden Gibran Raka Buming ikut memberi perhatian
01:14Gibran memanggil murid-murid SMA Negeri 1 Pontianak ke istana Wakil Presiden
01:19Termasuk Yosefa Alexandra
01:21Sosok peserta cerdas cermat yang berani mengoreksi juri
01:25Ya ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang
01:31Tadi di dalam kami diberi motivasi sama Pak Waktes
01:35untuk terus belajar dan berprestasi
01:39Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti
01:44untuk berpadi speaking ataupun untuk berdebat di muka umum
01:52Tak hanya itu, kini empat pihak digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
01:56Advokat David Tobing mengugat Ketua MPR Ahmad Muzani
02:00Dua juri yakni Diastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni
02:04yang masing-masing menjabat Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR
02:09dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR
02:13serta pembawa acara Sindy Lutviana
02:16Keempat tergugat dituntut meminta maaf langsung dan terbuka
02:20kepada SMA Negeri 1 Pontianak
02:22Selamat tuntutan saya adalah
02:24para juri harus meminta maaf secara langsung dan terbuka
02:30di depan seluruh siswa dan guru SMA 1 Pontianak
02:34dan langsung datang ke Pontianak
02:38Menanggapi kontroversi yang terjadi
02:40pimpinan MPR berencana mengulang final lomba cerdas cermat
02:44Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut
02:46kedua juri telah dinonaktifkan
02:49namun tak perlu minta maaf
02:50karena permintaan maaf sudah disampaikan secara kelembagaan
02:54Lomba cerdas cermat di tingkat kelimatan barat
02:58yang final akan kita lakukan ulang
03:01Setelah satu pimpinan kita sudah menyampaikan
03:04permohonan maaf dan itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri
03:10Melalui pernyataan di media sosial SMA Negeri 1 Pontianak
03:14mengeluarkan pernyataan sikap
03:16menolak mengikuti final ulang cerdas cermat
03:18dan mendukung penuh SMA Negeri 1 Sambas
03:22maju sebagai perwakilan Kalimantan Barat
03:25diajang cerdas cermat 4 pilar MPR tingkat nasional
03:30Pengamat politik Rai Rangkuti berpandangan
03:32polemik lomba cerdas cermat 4 pilar MPR
03:35jadi sorotan nasional
03:37karena masyarakat terluka
03:39oleh rasa ketidakadilan dan arogansi pejabat
03:42Masyarakat kita kan sekarang
03:44agak sulit mendapatkan dua hal itu
03:46merasa diperlakukan secara adil
03:49oleh struktur dan sistem politik kita
03:52dan yang kedua adalah
03:54arogansi para pejabat
03:56terhadap para rakyatnya
04:00Sebagai bagian sosialisasi 4 pilar MPR
04:03polemik penjurian cerdas cermat di Kalimantan Barat
04:06menyodorkan contoh nyata
04:08sekaligus tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
04:12cara peserta mengoreksi juri dan menyikapi hasil lomba
04:15justru menunjukkan kesempurnaan penerapan nilai-nilai
04:19Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika
04:31Halo semalam saudara, bola liar kembali menggelinding
04:34di hadapan Anda
04:35polemik penjurian lomba cerdas cermat 4 pilar MPR
04:383 Provinsi Kalimantan Barat
04:40merembet jadi kegaduhan nasional
04:42MPR telah menonaktifkan juri
04:44dan berencana menggelar ulang final lomba cerdas cermat
04:48tapi SMA Negeri 1 Pontianak mengerti sikap
04:51tidak akan ikut final lomba
04:53memilih tetap menghormati hasil lomba
04:55yang memenangkan peserta dari SMA lain
04:58apa mau dikata
05:00polemik kadung menjelma jadi isu nasional
05:02ketua MPR, juri, dan moderator digugat ke pengadilan
05:07netizen riuh kecawannya
05:09sementara saudara toko nasional pun sudah turun tangan
05:13termasuk wakil Presiden Gibran Rakebumi Ngeraka
05:15mengapa lomba cerdas cermat level SMA
05:18menggelinding jadi isu nasional
05:20saudara, inilah bola liar
05:22bersama saya, Mas Sister Tarikan
05:27topik malam ini
05:29topik yang cukup panas
05:30kita bahas bersama Muhammad Kozin
05:32anggota Komisi 2 DPR
05:33MPR Fraksi PKB
05:35selamat malam
05:37Ahmad Irawan
05:38anggota Komisi 2 DPR
05:39MPR Fraksi Golkar
05:40selamat malam
05:41Mas Irawan
05:43efendi Gajali
05:44pengamat komunikasi
05:45selamat malam
05:46Bang efendi
05:47malam
05:48Redno Listiarti
05:50ketua Dewan Pakar FSGI
05:52selamat malam
05:54David Tobing
05:55penggugat lomba cerdas cermat
05:58empat pilar MPR
05:59selamat malam
06:00Pak David
06:01Indra Karismiaji
06:03pengamat pendidikan
06:04selamat malam
06:07udah lama gak ketemu
06:08mukanya gak asing
06:09Bang Rerangkuti
06:10pengamat politik
06:10selamat malam
06:13yang fokal di media sosial
06:16mendukung OCA
06:17kita menyambut
06:19Melanie Subono
06:20aktivis perempuan
06:21selamat malam
06:24saya langsung ke Bang efendi
06:25kalau begitu
06:26Bang efendi
06:27putusannya
06:28MPR bilang bahwa
06:30tidak perlu minta maaf secara pribadi
06:32putusannya
06:33lombanya diulang
06:34tapi satu sisi
06:35SMA Next 1 Pontianak
06:38justru enggan ikut lomba lagi
06:40dan menerima putusan kembali
06:41kemenangan SMA yang lain
06:42jadi kalau kita lihat di sini
06:44apa yang kontras dari komunikasi publik
06:48nah ini karena bola liar
06:50Leona ya jadi bolanya bisa liar kemana-mana nih ya
06:52boleh
06:53namanya bola liar
06:54yang pertama
06:55saya batasi dalam konteks komunikasi saja dulu ya
06:59jadi tadi tidak perlu minta maaf
07:02kepada secara pribadi
07:04pribadi sudah diwakilkan
07:06sudah diwakilkan
07:07nah ini kan memang sesuai judulnya
07:08cerdas cermat
07:09ini usulan mungkin cerdas
07:11tapi kurang cermat
07:12kurang lebih begitu lah ya
07:13jadi usulannya
07:15tentu saja
07:15wuhh dianggap cerdas
07:17karena cukup lah
07:18kami saja yang mengwakili
07:19tapi dalam konteks komunikasi
07:21tadi dikutip
07:22Rai Rangkuti ya di situ ya
07:24dia paling depan sekarang
07:25kalau mimpin kami di lapangan
07:27tapi kalau perempuan
07:29inilah yang sebelah kanan ya Melanie
07:32nah yang mau saya katakan adalah
07:34tentu kita harus memperhatikan suara-suara
07:37dalam tanda petik korban
07:38orang atau yang tersakiti
07:40ya kan
07:41nggak bisa orang-orang cerdas yang mewakili
07:44memberikan solusi gitu
07:46jadi kalau anda kebetulan di posisi itu
07:49nih kok teman-teman DPR wajahnya jadi tegang
07:52enggak ya santai
07:53memang garis mukanya gini
07:55laki menyiapin jawaban
07:57iya maksud saya
07:58walaupun MPR DPR gitu
08:02nggak bisa juga
08:03harus coba bertanya pada diri sendiri
08:06siapa nih yang tersakiti
08:07siapa nih korbannya
08:09bagaimana perasaan rakyat
08:11jangan langsung mewakili
08:12wah berdasarkan kecerdasan kami
08:14maka cukup diwakili
08:16komunikasi empatis
08:17oh kalau itu masuk ke bidang persoalan ya
08:22ya ini sekali lagi tadi
08:24ada cerdas cermat
08:26ya yang kurang cerdas dan kurang cermat
08:29kalau ngelihat dari hasil itu
08:31dan kemudian no finoti
08:33no viral no justice
08:35oke
08:35ya kan
08:36kalau ini nggak
08:38jadi viral
08:39apakah sampai ini disambut oleh Pak Gibran
08:42dan lain-lain misalnya gitu
08:43ini jangan-jangan
08:45setelah ketemu Pak Gibran
08:46jadi nggak mau ikutan dia
08:47siapa tahu loh
08:48saya nggak tahu ya
08:49kan hasil pertemuan
08:50bisa beda-beda gitu ya
08:52mudah-mudahan juga
08:53nanti jangan langsung
08:54ada klaim-klaim lain
08:55maksud saya ini
08:55kembalikan aja
08:56ke pokok persoalan gitu
08:57yaitu bahwa
08:58ada cerdas cermat
08:59yang tidak berlangsung
09:01dengan cerdas dan cermat
09:02kebetulan
09:03soalnya ini tajam
09:05dan nggak bisa dibawa kemana-mana
09:07yaitu ya
09:07bagaimana
09:08dengan pemilihan anggota PPK
09:10ya dipilih oleh DPR
09:11dengan apa
09:13dikonsultasikan kepada DPR
09:15lalu diresmikan oleh Presiden
09:17sesederhana itu loh
09:19jawabannya sudah sederhana
09:20Anda nggak bisa tukar loh
09:21cuma Anda tukar
09:22dipilih oleh DPD
09:24dikonsultasikan kepada DPR
09:26kan tinggal itu
09:27Dewan Perwakilan Rakyat
09:28Dewan Perwakilan Daerah
09:29nggak ada Dewan Perwakilan lain di Indonesia gitu
09:32sebegitu susahkah
09:34Dewan Juri memahami
09:36tiga kalimat itu
09:37misalnya
09:38kalau tidak terdengar
09:40Dewan Juri bisa tanya
09:40eh coba
09:41tadi kamu menyebut apa
09:43minta ulang gitu
09:44tapi menarik sekali
09:45untuk melihat Dewan Juri
09:47itu dengan sangat
09:48tenang ya
09:49seperti
09:50menyimpan perasaan apa gitu
09:52lalu mengatakan
09:54dikurangi nilainya gitu
09:55saya nonton itu aja cukup
09:57shock
09:58shock lah
09:59sederhana
10:01lalu ditambah lagi dengan
10:02pembawa acara ya
10:03Anda kan
10:04pembawa acara profesional
10:05untuk mengatakan
10:06itu cuma perasaan Anda saja
10:08jadi
10:09ada masalah disitu
10:10yang kemudian
10:11ini menjadi masalah kita semua
10:13dalam konteks bola liar ini
10:15banyak orang yang mengambil
10:16situasi ini
10:17tetapi
10:18solusinya tadi
10:19oke
10:20tidak menyenangkan
10:21jawab saja
10:22singkat yang ini penegasan
10:23yang kurang cermat
10:24berarti gak cuma jurinya
10:25tapi juga ketua MPR
10:27oh ya
10:27baik
10:28tapi cerdas ya
10:29tapi cerdas ya
10:30cerdas ya
10:31Mbak Melani
10:32kata ketua MPR
10:33tidak perlu meminta maaf secara pribadi
10:35solusinya adalah
10:37kita ulang lagi
10:38lombanya
10:39tapi
10:40yang merasa dirugikan kemarin
10:42malah enggan
10:43tapi mereka menerima putusan
10:44kemenangan SMA yang lain
10:45menurut Mbak Melani
10:46ini putusan yang
10:47cerdas dan cermat
10:48atau mirip dengan pendapat
10:50Bang Effendi?
10:51sebenarnya semua kalimat saya
10:52sudah diambil tadi ya
10:53tapi
10:54mungkin bahasa beliau lebih halus
10:56kalau saya sih jelas gitu ya
10:58gak ada cerdas-cerdasnya
10:59gak ada cermat-cermatnya sih
11:00sama sekali gitu ya
11:04bahwa
11:05menurut mereka
11:06minta maaf itu
11:07udah diwakilin instansi
11:09udah gak perlu secara pribadi lagi
11:10itu kan udah menunjukkan
11:13anak-anak ini
11:14mau punya keperibadian
11:15yang jauh lebih dewasa
11:16dan jauh lebih santun
11:17daripada yang dewasa
11:18jadi menurut saya
11:21tidak perlu punya jabatan tertentu
11:23untuk bisa lebih santun
11:25dan mengerti perasaan orang lain
11:26mungkin untuk mereka itu sekedar
11:28oh ya minta maaf kan udah tadi
11:30siapa yang tahu anak-anak ini
11:31ikut satu acara ini
11:32karena punya mimpi besar
11:33kita gak tahu
11:34mereka kepengen apa
11:35jadi
11:36ya apapun yang terjadi ini sih
11:40ya untung ada medsos
11:41kita gak tahu
11:42sebelum ketahuan medsos ini
11:43mungkin tahun-tahun sebelumnya
11:45juga udah
11:45apa yang terjadi
11:46kita gak tahu
11:46yang pasti sih
11:48yang jelas cerdas dan cermat
11:51ya peserta
11:52bukan penjelenggara sih
11:53kelihatan banget
11:54kelihatan banget
11:55tapi sebenarnya ada dua solusinya
11:57yang pertama adalah
11:58mengulang lombanya
12:00tapi satu sisi
12:01juga
12:02jurinya diganti nih
12:03jadi independen
12:04menurut Mbak Melani itu juga tetap
12:05tidak cerdas dan tidak cermat
12:07gak solusi?
12:09solusi saya
12:11kalau bisa sih
12:11udah penyelenggara gak usah nyari
12:14honorable kali ya
12:17jadi juri juga
12:18jadi ini juga
12:20oke oke
12:20saya lebih suka sih
12:21kalau ada apapun ya
12:23independen lah kalau bisa
12:24oke baik
12:24kita tanyakan
12:25Pak Kozin
12:27pernyataan
12:28dari
12:29Bang Effendi
12:29dan Mbak Melani
12:30mirip
12:31Anda sebagai anggota MPR
12:33jadi
12:33apakah
12:34Anda melihat
12:35putusan
12:36untuk mengulang lomba
12:37sudah jadi solusi
12:38kesepakatannya
12:39kenapa itu sih?
12:40ya yang pertama
12:41kes ini ini kan
12:42kita
12:43pilih dulu ya
12:44ini bukan kes personal
12:46tapi kes institusional ya
12:47bahwa
12:48di dalam penyelenggaran ini
12:50ada persen-persen
12:51itu satu hal
12:52artinya
12:52kelembagaan MPR ini
12:54melaksanakan
12:55lomba cerdas cermat
12:56empat pilar
12:56bagian daripada
12:58upaya untuk
12:58mendekatkan
12:59isu kebangsaan
13:01empat pilar
13:01kepada kalangan
13:03gen Z
13:03tidak hanya secara
13:04apa namanya
13:06one man show saja
13:07ceramah
13:08atau kemudian iklan
13:09dan segala macam
13:10tapi ini merangsang
13:12secara
13:13intelektual
13:14di kalangan
13:14gen Z
13:15untuk ikut serta
13:17di dalam
13:17diskusi
13:18dan
13:19apa
13:19cerdas cermat
13:20di tingkat
13:22kabupaten
13:22provinsi sampai di tingkat
13:23nasional
13:24itu tujuan utamanya
13:25mungkin ini juga
13:26bagian daripada
13:27landasan
13:28yang kemudian
13:29pimpinan MPR
13:30dua hari yang lalu
13:32melakukan preskon
13:33dan menyampaikan
13:34secara kelembagaan
13:35karena ini bukan
13:36person by person
13:37oke
13:38ini pertimbangan
13:39sederhananya
13:40kemudian yang kedua
13:41secara kelembagaan
13:42kami di MPR
13:44juga mengambil
13:44sikap yang cepat
13:46yang pertama
13:46selain permintaan
13:48permohonan maaf secara
13:49institusional
13:49kelembagaan
13:50itu langsung ketua
13:51didampingi oleh
13:52wakil ketua MPR
13:53kemudian yang kedua
13:55menonaktifkan
13:55dua juri yang bersangkutan
13:57kemudian yang ketiga
13:59ada
14:00langkah evaluatif ya
14:01sebagai
14:02bagian daripada
14:03evaluasi
14:04terjadinya
14:05kelalaian
14:06kami sebut ini
14:07kelalaian dan
14:08kecerobohan sebetulnya
14:09kalau di dalam
14:10pertandingan sepak bola
14:11itu kan
14:12sesederhana sekarang
14:13sudah ada VR ya
14:14virtual reality
14:15untuk mengulang
14:16suatu peristiwa
14:17apakah itu
14:17goal atau tidak ya
14:19apalagi itu sudah
14:20diklarifikasi
14:21diulang oleh
14:22peserta sebanyak tiga kali
14:23penonton
14:24apakah mendengar atau tidak
14:25jangankan
14:26publik kami pun juga
14:27sebetulnya sangat
14:28menyayangkan gitu kan
14:29tapi sekali lagi
14:30mohon publik juga menilai
14:32bahwa dari peristiwa ini
14:33kita ambil
14:34sisi positifnya
14:35ada perbaikan-perbaikan
14:36yang sifatnya
14:37fundamental
14:38tidak lagi
14:39juri ke depannya
14:40menggunakan internal
14:41tapi menggunakan
14:42apa namanya
14:43juri yang sifatnya
14:44independen di luar
14:45kelembagaan MPR
14:45jadi memang tidak perlu
14:47minta maaf secara pribadi
14:48karena sudah diwakilkan
14:49mungkin perspektifnya
14:50bukan masalah perlu
14:51atau tidak perlu
14:52persoalannya ini
14:53adalah kelembagaan
14:54institusional
14:55jadi derajatnya
14:57sebetulnya
14:57ketua MPR
14:59mewakili institusi MPR
15:01itu sudah
15:01derajatnya sudah
15:02jauh lebih tinggi
15:03kalau terkait dengan
15:04personal
15:05apa namanya
15:06keanggotaan
15:06banyak kok kita yang sudah
15:08langsung telepon beberapa
15:09anggota bahkan kami kebetulan
15:11saya dengan Mas Hirawan
15:12di komisi 2
15:12kemarin ketua komisi 2
15:14langsung kontak secara langsung
15:15kepada yang bersangkutan
15:17wapres juga mengundang
15:18itu bagian daripada
15:19kehadiran negara
15:20untuk
15:21apa namanya
15:22mengatensi
15:23bahwa persoalan ini
15:24menjadi
15:24apa namanya
15:25menjadi atensi kita bersama
15:27oke nanti selanjut lagi
15:28ke anda saya ke
15:29Pak David
15:30kata Pak Kozin
15:31maupun
15:31ketua MPR
15:33mengatakan
15:33ini persoalannya bukan
15:34sekedar minta maaf
15:36atau sudah diperbaiki
15:36tapi anda justru menuntut
15:38mereka yang terlibat
15:39ada empat pihak
15:40untuk meminta maaf
15:41ya
15:41kalau kita yang sudah
15:43punya anak
15:44pertama kita mengajarkan
15:45ke mereka
15:46untuk jujur
15:47memperjuangkan
15:48kebenaran
15:49jangan melakukan
15:50kesalahan
15:51kalau pun
15:52melakukan kesalahan
15:53minta maaf
15:54langsung sendiri
15:55gak usah diwakilkan
15:57eh ini malah
15:58udah orang dewasa
15:59jadi juri
16:00minta maafnya
16:00minta ke bapaknya
16:02ketua MPR
16:03kok jadi kebalik
16:04yang anak SMA-nya
16:05jadi dewasa
16:06yang jurinya jadi kayak
16:07anak-anak
16:09gimana tuh
16:10jadi
16:13jangan nanti
16:14apa-apa
16:15kejadian di MPR
16:16ada lomba masak di MPR
16:18salah jurinya
16:19masa ketua MPR
16:20yang nyelenggarain
16:21kalau konsep bapak tadi
16:22gitu
16:23ini kan seakan-akan
16:24simbol
16:26ketua MPR loh
16:27wakil saya di sana
16:29urusan begini aja
16:30masa dia yang minta maaf
16:31saya malu
16:32kalau dari hirarki
16:34kepemimpinan
16:35kalau salah
16:36ketuanya
16:37gak ada yang bisa
16:38netralisir
16:38gak ada yang bisa anulir
16:39tapi kalau yang salah
16:41masih sigjennya
16:42ketua masih bisa ngomong
16:44Mas Eveni lah mungkin
16:46yang ngajarin saya gak tau lah
16:48Anda gugat aja lah
16:49iya memang lagi digugat
16:51Pak Gozin
16:53iya iya
16:53menurut kami ya
16:55justru ya
16:57penyampaian yang disampaikan oleh
16:58ketua MPR itu
16:59mewakili
16:59institusional MPR
17:01karena kembali lagi
17:02kes ini kan
17:03diselenggarakan oleh
17:04institusi MPR
17:05bahwa di dalamnya
17:06ada kepanitian
17:07ada juri
17:08itu kan bagian dari integral
17:10justru
17:11kehadiran ketua MPR
17:12dalam preskon itu
17:13menunjukkan
17:14bahwa ini menjadi
17:15atensi
17:16serius
17:17ada kelalaian
17:18ada kecerobohan
17:18dalam kegiatan ini
17:20jadi logikanya
17:21bukan justru
17:22dibalik ya
17:23kalau kami melihatnya
17:24apa yang disampaikan oleh
17:26ketua MPR ini
17:27menunjukkan
17:27sisi empati
17:28kelembagaan
17:29bahwa
17:30MPR itu
17:31mengatensi
17:31dan mengevaluasi
17:33secara fundamental
17:34pelaksanaan
17:35cerdas cermat ini
17:35kami tidak
17:36defense
17:36kami tidak
17:37membela diri
17:38mengakui betul ada
17:39kecerobohan dan ketidakcermatan
17:41itu clear
17:42ya
17:42kami juga
17:43sempat menonton berulang-ulang
17:45dan sudah viral di
17:46media sosial
17:47jadi sekali lagi
17:47tanpa mengurangi rasa hormat
17:49apa yang disampaikan oleh
17:51ketua MPR kemarin
17:52didampingi oleh
17:53wakil ketua MPR
17:54itu mewakili
17:54institusi kelembagaan
17:56derajat yang tertinggi
17:57memohon maaf
17:58di ruang publik
17:59ya
18:00kemudian yang kedua
18:01menonaktifkan yang bersangkutan
18:03untuk tidak lagi menjabat
18:04atau menjadi
18:05Dewan Juri
18:06kemudian yang ketiga
18:07ada evaluasi-evaluasi lain
18:09agar kejadian seperti ini
18:10menjadi yang pertama
18:11dan terakhir
18:12kami tentunya sangat menyesalkan
18:14saya mau tanya sedikit ya
18:16ini kan
18:18kesalahan ini dianggap
18:19kesalahan institusi
18:20lalu institusi
18:23meminta maaf
18:24pertanyaan saya
18:25apa sih
18:27menurut MPR yang
18:29membuat mereka itu
18:31merasa bersalah
18:32itu satu
18:34nah yang kedua
18:35kalau salahnya MPR
18:36kenapa
18:37juri dan MC-nya
18:39yang didonaktifkan
18:40lah ketua MPR-nya
18:41diberi sang siapa
18:45saya langsung jawab
18:46boleh
18:47ya yang pertama
18:48tadi pertanyaannya
18:49kesalahannya dimana
18:50bahwa dalam pelaksanaan
18:52kegiatan ini
18:53ada yang seharusnya
18:54dan kenyataannya ini
18:55miss
18:56yang seharusnya
18:57pelaksanaannya ini
18:58objektif
18:58profesional
18:59kemudian ada miss
19:01di lapangan
19:01itu pertama
19:02kemudian yang kedua
19:03sanksi internal kan diterapkan
19:05jadi ada sikap yang itu
19:07untuk ruang eksternal
19:08ada sikap yang berlaku
19:09untuk internal
19:10sekali lagi
19:12kegiatan ini kan
19:13seperti yang saya sampaikan
19:14di awal
19:15tujuannya adalah
19:16untuk mendekatkan
19:17isu kebangsaan
19:18di ruang-ruang
19:19diskusi gen Z
19:20dalam hal ini
19:21adik-adik
19:22generasi
19:23SMA
19:24SMP dan lain sebagainya
19:25jadi sekali lagi
19:26tidak kemudian
19:28tujuan yang
19:29baik menghalalkan
19:30segala cara
19:31itu iya
19:31tapi kemudian
19:32apalagi dalam
19:34perjalanan
19:34ada hal-hal yang memang
19:35dianggap bermasalah
19:36bukan tujuannya yang
19:38diubah
19:38tapi jalan menuju
19:39tujuan itu yang diperbaiki
19:41saya paham
19:42yang saya mau
19:42katakan itu tadi
19:45jurinya
19:47dianggap
19:47kesalahan jurinya lah
19:49sebut begitu ya
19:50dianggap kesalahan
19:51institusi
19:52lalu dua juri
19:54dan satu MC
19:55dinoaktifkan
19:55lah kalau ini
19:57kesalahan institusi
19:57kan yang mestinya diberi sanksi
19:59itu adalah
19:59pemimpin institusinya
20:00bukan Pak
20:01jadi begini Pak
20:02nah sekarang pertanyaannya
20:03ketua MPR-nya
20:04diberi sanksi apa
20:05begini Pak
20:07sikap yang diambil
20:08oleh institusi
20:09ini sebagai simbol
20:10empati
20:11dan atensi besar
20:13bukan kemudian ini
20:14menjadi kesalahan
20:15institusi
20:16tanggung jawabnya
20:17secara institusi
20:18karena kegiatan ini
20:19kan bukan personal
20:20kegiatan institusional
20:22kelembagaan
20:22menggunakan
20:23anggaran APBN
20:24dan itu
20:25terbuka
20:26ada pertanggung jawabannya
20:27bahwa kemudian
20:28dalam perjalanan
20:29ada kesalahan
20:30ya yang paling bertanggung jawab
20:31dalam hal ini
20:32adalah kepanitiaan
20:33juri dan lain sebagainya
20:34tentu institusi
20:36MPR
20:36kesetjenan
20:37juga melakukan evaluasi
20:38terhadap itu
20:39jadi itu
20:40sebetulnya bukan
20:41kemudian sesederhana kita
20:42oh nanti
20:43ketua MPR-nya
20:44kemudian yang salah
20:45seluruh anggota MPR
20:46yang berjumlah sekian ratus
20:47itu juga bermasalah
20:48ini bagian dari
20:49catatan evaluasi
20:50kita bersama
20:51coba saya ke Mas Irawan dulu
20:53saya yang tadi
20:53udah gatel kan
20:54mau jawab
20:55pertanyaan saya
20:56begini
20:57menurut
20:58Mas Irawan sendiri
20:59yang harus bertanggung jawab
21:01atau yang salah
21:02itu institusinya
21:03atau juri
21:04plus MC-nya
21:06jadi begini
21:07kalau kami melihat sih
21:09bahwa peristiwa ini
21:11bagi kami ini
21:11peristiwa yang
21:13sebenarnya kami
21:13sambung
21:14kami sambung
21:15menyebut dengan
21:16suasana gembira
21:18juga meskipun
21:19sebabnya
21:19itu jadi
21:21dari sebab
21:22yang
21:22perlombaan
21:24karena sosialisasi
21:25empat pilar selama ini
21:26diam-diam saja
21:27dengan tenang saja
21:28ya
21:30antusiasme publik
21:31dalam menyambut
21:31kegiatan empat pilar ini
21:32kadangkala kami lihat
21:34tidak antusias
21:35sekarang antusias
21:36apalagi generasi muda juga
21:37menyambutnya dengan baik
21:39dan itu riuh di
21:40sosial media
21:40itu yang paling
21:42penting
21:42dan lomba cerdas-cermat ini
21:43salah satu saja
21:44salah satu kegiatan
21:46dan salah
21:47bagian dari rangkaian
21:48banyak hal sosialisasi
21:49yang dilakukan oleh MPR
21:51untuk membumikan
21:52yang disebut dengan empat
21:53pilar tersebut
21:54seperti yang ada bilang tadi
21:55enggak cuma lomba
21:56tapi sosialisasi
21:57dan segala macam
21:58anggarannya cukup besar
21:59jadi pertanyaan
22:00sederhananya adalah
22:01apa
22:02urgensi
22:03ataupun keterdesakan
22:04se-efektif apa
22:05empat pilar ini
22:06bisa efektif
22:07untuk menilai empat pilar
22:08nanti dijawab
22:08Mas Rawan
22:10pertanyaan pertama
22:11belum dijawab
22:11tadi
22:11ya
22:12nanti
22:14soalnya tadi nggak langsung
22:15...
Komentar

Dianjurkan