Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGANJUK, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan menindak pejabat yang menyeleweng meski orang dekatnya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menceritakan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) menghadap dirinya minta petunjuk lakukan pemeriksaan terhadap orang dekat Presiden.

"Badan Pemeriksaan Keuangan Pemerintah datang ke saya agak gemeter. Heran saya kenapa stres dia dulu? Karena yang dia laporkan diketahuilah bahwa itu beberapa orang tuh dekat sama saya gitu. Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan enggak pemeriksaan. Karena dia tahu ini dekat sama presiden. Dia lihat saya, coba masalahnya apa? Bagaimana Pak? Petunjuk. Teruskan pemeriksaan. Tidak ada," ujar Prabowo saat resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga Beri Pujian, Prabowo Janjikan Bintang Buat Kapolri hingga Panglima TNI: Presiden yang Beri di https://www.kompas.tv/nasional/669312/beri-pujian-prabowo-janjikan-bintang-buat-kapolri-hingga-panglima-tni-presiden-yang-beri

#prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669317/prabowo-cerita-kepala-bpkp-gemetar-menghadap-dirinya-minta-petunjuk-periksa-orang-dekat-saya
Transkrip
00:00Saya lihat, saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain.
00:06Saya memang kenyang diejek, nggak apa-apa lah, biar aja.
00:09Paling diejek, ya kan?
00:13Rakyat yang susah lebih menderita tiap hari.
00:18Kalau aku diejek, ah.
00:21Ya kan?
00:27Saudara-saudara,
00:31Mereka, gimana kok polisi ngurus jagung?
00:37Kok tentara ngurus sawah?
00:40Ya inilah, saya katakan, TNI adalah tentara rakyat.
00:45Polisi kita harus jadi polisi rakyat.
00:47Dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan kepolisian sekarang.
00:54Saudara-saudara sekalian.
00:58Tapi harus terus kita koreksi diri.
01:02Saya geleng-geleng kepala, sedih saya.
01:07Bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng, saya sedih.
01:19Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting.
01:28Begitu dia menjabat nyeleweng, nyuri uang rakyat.
01:34Bagaimana? Apa yang harus saya buat?
01:43Kepala BPKB, BPKP, Badan Pemeriksaan Keuangan Pemerintah.
01:53Datang ke saya, agak gemeter.
01:59Heran saya, kenapa stres dia dulu.
02:08Pak, karena yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya.
02:16Jadi dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan, enggak pemeriksaan.
02:22Karena dia tahu ini dekat sama Presiden.
02:26Dia lihat saya hati, masalahnya apa?
02:30Bagaimana Pak, petunjuk.
02:33Teruskan pemeriksaan.
02:34Tidak ada, enggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya enggak ada urusan.
02:44Kalau ada indikasi, terus periksa.
02:50Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga.
02:59Bukan diberi wemenang kepercayaan, malah merasa adikgang, adikung, adikung, merasa di atas.
03:09Dan merasa negara ini bodoh.
03:13Sudah-sudah saya heran kalau hari gini, masih ada yang nyoba-nyoba ya.
03:18Apa itu?
03:19Di aparat ya.
03:22Saya heran.
03:23Sekarang ada digital ya.
03:25Ada macam-macam sekarang.
03:28Pasti ketahuan deh.
03:32Saya sedih.
03:34Di ujung puncak karier.
03:37Yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya.
03:41Tapi saya katakan jawaban saya kepada BPKP, Anda boleh cat banyak beliau.
03:46Pak Ateh, tanya beliau.
03:51Jadi bagaimana Pak?
03:52Teruskan.
03:54Tidak ada siapapun begitu menjabat, jabatan negara, jabatan berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat.
04:07Sudah tidak ada lagi.
04:10Saya sendiri katakan, mau partai saya sendiri, Garindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan.
04:21Tidak.
04:23Justru harus memberi contoh.
04:28Apakah dia jenderal atau mantan jenderal?
04:31Harus memberi contoh.
04:34Dulu kamu jago perang.
04:36Ya sekarang buktikan ke rakyat bahwa kamu selesaikan karir kamu dengan tetap kehormatan.
04:46Bukan.
04:49Tidak ini saya sampaikan karena saya, ya kalau saya dapat laporan, apa yang harus dibuat?
04:59Nanti geremeng-geremeng, sakit hati.
05:09Suruh kembaliin yang dia dapat secara tidak halal, tidak mau.
05:16Ya sudah.
05:17Urusan sama kejaksaan sana, saya serahkan.
05:23Jadi saudara-saudara hari ini terima kasih.
05:25Saya diundang ke sini.
05:28Saya waktu itu masih muda, waktu itu saya dengar-dengar peristiwa di Jawa Timur tapi saya tidak mendalami.
05:37Akhirnya hari ini saya baru sadar, baru faham.
05:43Kolusi, aparat dipakai oleh.
05:47Kapitalis-kapitalis tertentu.
05:51Dan ini, budaya ini tidak boleh.
05:56Kita teruskan.
Komentar

Dianjurkan