00:00Saya lihat, saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain.
00:06Saya memang kenyang diejek, nggak apa-apa lah, biar aja.
00:09Paling diejek, ya kan?
00:13Rakyat yang susah lebih menderita tiap hari.
00:18Kalau aku diejek, ah.
00:21Ya kan?
00:27Saudara-saudara,
00:31Mereka, gimana kok polisi ngurus jagung?
00:37Kok tentara ngurus sawah?
00:40Ya inilah, saya katakan, TNI adalah tentara rakyat.
00:45Polisi kita harus jadi polisi rakyat.
00:47Dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan kepolisian sekarang.
00:54Saudara-saudara sekalian.
00:58Tapi harus terus kita koreksi diri.
01:02Saya geleng-geleng kepala, sedih saya.
01:07Bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng, saya sedih.
01:19Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting.
01:28Begitu dia menjabat nyeleweng, nyuri uang rakyat.
01:34Bagaimana? Apa yang harus saya buat?
01:43Kepala BPKB, BPKP, Badan Pemeriksaan Keuangan Pemerintah.
01:53Datang ke saya, agak gemeter.
01:59Heran saya, kenapa stres dia dulu.
02:08Pak, karena yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya.
02:16Jadi dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan, enggak pemeriksaan.
02:22Karena dia tahu ini dekat sama Presiden.
02:26Dia lihat saya hati, masalahnya apa?
02:30Bagaimana Pak, petunjuk.
02:33Teruskan pemeriksaan.
02:34Tidak ada, enggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya enggak ada urusan.
02:44Kalau ada indikasi, terus periksa.
02:50Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga.
02:59Bukan diberi wemenang kepercayaan, malah merasa adikgang, adikung, adikung, merasa di atas.
03:09Dan merasa negara ini bodoh.
03:13Sudah-sudah saya heran kalau hari gini, masih ada yang nyoba-nyoba ya.
03:18Apa itu?
03:19Di aparat ya.
03:22Saya heran.
03:23Sekarang ada digital ya.
03:25Ada macam-macam sekarang.
03:28Pasti ketahuan deh.
03:32Saya sedih.
03:34Di ujung puncak karier.
03:37Yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya.
03:41Tapi saya katakan jawaban saya kepada BPKP, Anda boleh cat banyak beliau.
03:46Pak Ateh, tanya beliau.
03:51Jadi bagaimana Pak?
03:52Teruskan.
03:54Tidak ada siapapun begitu menjabat, jabatan negara, jabatan berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat.
04:07Sudah tidak ada lagi.
04:10Saya sendiri katakan, mau partai saya sendiri, Garindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan.
04:21Tidak.
04:23Justru harus memberi contoh.
04:28Apakah dia jenderal atau mantan jenderal?
04:31Harus memberi contoh.
04:34Dulu kamu jago perang.
04:36Ya sekarang buktikan ke rakyat bahwa kamu selesaikan karir kamu dengan tetap kehormatan.
04:46Bukan.
04:49Tidak ini saya sampaikan karena saya, ya kalau saya dapat laporan, apa yang harus dibuat?
04:59Nanti geremeng-geremeng, sakit hati.
05:09Suruh kembaliin yang dia dapat secara tidak halal, tidak mau.
05:16Ya sudah.
05:17Urusan sama kejaksaan sana, saya serahkan.
05:23Jadi saudara-saudara hari ini terima kasih.
05:25Saya diundang ke sini.
05:28Saya waktu itu masih muda, waktu itu saya dengar-dengar peristiwa di Jawa Timur tapi saya tidak mendalami.
05:37Akhirnya hari ini saya baru sadar, baru faham.
05:43Kolusi, aparat dipakai oleh.
05:47Kapitalis-kapitalis tertentu.
05:51Dan ini, budaya ini tidak boleh.
05:56Kita teruskan.
Komentar