- 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepahaman dengan China soal nuklir Iran merupakan sesuatu yang wajar dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.
Menurut Hikmahanto, negara-negara anggota NPT, termasuk Iran, memang dilarang memiliki senjata nuklir.
China disebut tetap mengakui hak Iran mengembangkan teknologi nuklir sipil sesuai aturan NPT, sedangkan Trump disebut ingin seluruh aktivitas nuklir Iran dihentikan, baik untuk kepentingan militer maupun damai, hingga 20 tahun ke depan.
"Di sini kecerdikan Xi Jinping terlihat. China seolah membiarkan Trump merasa menjadi pemenang, padahal belum tentu semua yang diklaim Trump benar-benar disepakati," ujar Hikmahanto dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, menilai Amerika Serikat dan China sebenarnya memiliki kesamaan pandangan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, ia melihat kedua negara memiliki pendekatan berbeda dalam menyampaikan sikap politiknya.
"China tampaknya berupaya menjaga muka Iran, apalagi sebelumnya ada delegasi Iran yang bertemu langsung dengan pihak China," kata Efatha.
Menurut Efatha, meski kedua negara tampak memiliki kesepahaman terkait larangan senjata nuklir Iran, hubungan mereka tetap berada dalam situasi penuh ketegangan dan saling menekan kepentingan masing-masing.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Vila
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669467/as-klaim-china-sepakat-soal-nuklir-iran-pengamat-soroti-kecerdikan-xi-jinping-sapa-malam
Menurut Hikmahanto, negara-negara anggota NPT, termasuk Iran, memang dilarang memiliki senjata nuklir.
China disebut tetap mengakui hak Iran mengembangkan teknologi nuklir sipil sesuai aturan NPT, sedangkan Trump disebut ingin seluruh aktivitas nuklir Iran dihentikan, baik untuk kepentingan militer maupun damai, hingga 20 tahun ke depan.
"Di sini kecerdikan Xi Jinping terlihat. China seolah membiarkan Trump merasa menjadi pemenang, padahal belum tentu semua yang diklaim Trump benar-benar disepakati," ujar Hikmahanto dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, menilai Amerika Serikat dan China sebenarnya memiliki kesamaan pandangan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, ia melihat kedua negara memiliki pendekatan berbeda dalam menyampaikan sikap politiknya.
"China tampaknya berupaya menjaga muka Iran, apalagi sebelumnya ada delegasi Iran yang bertemu langsung dengan pihak China," kata Efatha.
Menurut Efatha, meski kedua negara tampak memiliki kesepahaman terkait larangan senjata nuklir Iran, hubungan mereka tetap berada dalam situasi penuh ketegangan dan saling menekan kepentingan masing-masing.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Vila
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669467/as-klaim-china-sepakat-soal-nuklir-iran-pengamat-soroti-kecerdikan-xi-jinping-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Sampai jumpa.
00:41Sampai jumpa.
01:01Padahal sebelumnya, ia menyerukan agar Iran secara permanen menghentikan pengayaan uranium yang merupakan bahan baku nuklir.
01:35Sampai jumpa.
01:48Sampai jumpa.
01:58Sampai jumpa.
02:02Sampai jumpa.
02:33Sampai jumpa.
02:43Sampai jumpa.
02:51Sampai jumpa.
02:57Sampai jumpa.
02:57Sampai jumpa.
03:26Sampai jumpa.
03:35Sampai jumpa.
03:52Sampai jumpa.
04:03Sampai jumpa.
04:05Nah Iran kan juga sejak awal sudah mengatakan bahwa dia tidak akan mengembangkan senjata nuklir
04:11Jadi itu sudah dalam posisi katakanlah mereka sepakati sebenarnya
04:18Dan itu yang Menlu sebagai mediator itu
04:25Menlu ini itu yang mengatakan bahwa sebenarnya deal antara Amerika dengan Iran
04:31Itu sudah sebentar lagi sampai sudah sebentar lagi selesai gitu ya
04:36Karena Iran sudah mengatakan bahwa dia tidak akan mengembangkan senjata nuklir
04:40Bahkan sudah ada fatwa dari Ali Khamenei yang mengatakan bahwa
04:47Memang Iran itu akan haram hukumnya untuk mengembangkan senjata nuklir
04:54Nah cuman permasalahannya sekarang ini kenapa saya katakan cerdik ini
04:59Karena China tentu akan mengatakan kepada Iran
05:03Kalau senjata nuklir untuk tujuan damai itu boleh
05:07Dan menurut NPT memang boleh
05:09Tapi kan Trump mengatakan tadi di pesawat mengatakan bahwa
05:12Untuk semua kegiatan nuklir maupun untuk militer maupun untuk damai
05:19Itu tidak diperbolehkan sampai 20 tahun ke depan
05:22Itu yang dikatakan Trump
05:24Tapi ini kan belum yang disetujui oleh Xi Jinping
05:26Yang kedua adalah berkaitan dengan pengayaan uranium
05:30Karena Trump punya concern
05:32Sekarang ini sudah ada 400 kilo yang sudah diperkaya
05:36Mungkin sebelum tahun 2002
05:38Yang sekarang ini disimpan oleh Iran
05:41Nah Trump tidak percaya
05:42Nah sementara Iran juga tidak percaya
05:44Kalau misalnya 400 kilo itu harus diserahkan ke Amerika Serikat
05:49Meskipun Rusia sudah mengatakan kami bersedia untuk menerima
05:53Nah disini mungkin China akan mengatakan
05:56Sudah saya saja sebagai pihak yang akan menyimpan 400 kilo
06:01Karena apa?
06:02Bagi China karena punya ketergantungan terhadap Iran dalam kaitan dengan minyak
06:07Maka dari pihak China tentu akan willing bersedia untuk menyimpan
06:13Dan itu yang membuat Iran itu tenang
06:18Karena apa?
06:18Kalau misalnya dia menyerahkan ke Amerika
06:20Dia katakan
06:22Wah saya tidak percaya
06:23Karena kalau saya sudah serahkan
06:25Tiba-tiba saya diserang oleh Amerika Serikat
06:26Seperti apa?
06:27Nah disini
06:29Ya meskipun disepakatan dibalik layar juga ya Prof ya?
06:33Ya ini sebenarnya tidak yang disampaikan secara publik gitu ya
06:38Tetapi ini sebenarnya understanding yang
06:41Saya menurut saya
06:42Trump salah paham terhadap si Jinping
06:45Dan sementara si Jinping
06:47Dia sangat cerdik
06:48Untuk memanfaatkan Trump
06:50Seolah-olah
06:51Trump itu sudah keluar sebagai pemenang
06:54Lagi-lagi
06:54Trump itu selalu mengatakan seperti itu kan
06:56Terhadap Iran
06:57Dia sudah mampu untuk menghilangkan angkatan perang dan lain sebagainya
07:01Tapi nyatanya kan tidak
07:02Nah si Jinping juga
07:04Ingin menyampaikan kepada dunia
07:06Boleh Trump mengatakan bahwa
07:08Kita ini seolah-olah
07:09China sudah kita buat sepakat
07:12Bahwa Iran tidak punya senjata nuklir
07:15Selat hormus harus dibuka
07:16Tapi si Jinping mengatakan bahwa
07:19Tunggu dulu
07:20Yang seperti apa?
07:22Yang sebenarnya akan dilakukan
07:25Jadi itu kecerdikan dari Presiden si Jinping
07:28Iya
07:29Kecerdikan Presiden si Jinping
07:30Tapi dimaknai
07:33Akhirnya jadi gagal paham ya
07:35Oleh Presiden Donald Trump
07:36Nah dari perspektif politik internasional
07:39Hal juga saya tanya ke Mas Hefata
07:41Kalau memang
07:42Kita gak tahu ya
07:43Isi otaknya Trump ini
07:44Kalau menerima
07:46Apa
07:46Diskusi ataupun
07:48Masukan dari
07:49Sesama pemimpin negara
07:51Tapi yang Anda baca
07:52Setidaknya kita coba baca
07:53Perspektif politik internasional
07:55Amerika Serikat
07:55Dalam konteks
07:56Negosiasi yang masih terganjal
07:59Masalah nuklir sejauh ini
08:00Bagaimana mencari titik temu
08:01Soal
08:02Masalah nuklir ini
08:03Antara Amerika Serikat dan Iran
08:04Mas Hefata
08:07Baik
08:08Pertama bahwa
08:10Terlihat ada
08:11Konsensus ya
08:12Mutlak
08:12Anti nuklir
08:13Dari
08:14Amerika Serikat
08:15Dan juga Cina
08:16Terpas dari perbedaan
08:17Isu geopolitik
08:19Dan juga blok mereka
08:20Amerika
08:21Dan juga
08:21Tiongkok
08:22Memiliki satu
08:23Kesepahaman absolut ya
08:25Terkait dengan bahwa
08:26Iran
08:26Kedepan tidak boleh
08:28Memiliki senjata nuklir
08:29Sama sekali
08:30Akan tetapi
08:31Cara penyampaiannya
08:32Berbeda begitu
08:33Ada perbedaan
08:35Ketajaman dalam
08:36Rilis mereka ya
08:37Kalau Donald Trump
08:38Bermain dengan
08:39Sangat belak-bakan
08:40Sedangkan kalau
08:41Dari pihak
08:42Cina
08:43Itu begitu sangat hati-hati
08:44Dan
08:45Ini disebabkan karena
08:46Sebelum pertemuan
08:47Dari Amerika
08:48Dan juga Cina
08:49Kebetulan
08:50Ada delegasi
08:51Dari Iran
08:52Yang bertemu
08:52Langsung di Cina
08:54Begitu
08:54Maka
08:55Ini merupakan strategi
08:56Untuk menjaga muka
08:57Dari Teheran itu sendiri
08:58Dan
08:59Kita juga melihat
09:00Bahwa ternyata
09:01Cina juga
09:01Melalui
09:02Kementerian Luar Negeri
09:04Mereka
09:04Wang Yi
09:05Waktu itu
09:06Sempat
09:06Ke Pakistan
09:07Untuk menyampaikan
09:08Berapa hal
09:09Jadi ke depan
09:10Tampaknya
09:11Terkait dengan
09:11Komitmen
09:12Zero
09:12Pasukan
09:13Pasukan
09:14Senjata
09:15Itu juga akan
09:16Nanti dipenuhi
09:17Oleh Cina
09:17Nah ini
09:18Tidak terlepas
09:19Karena
09:19Sebenarnya
09:20Amerika merasa
09:21Bahwa kami sudah
09:22Mempersiapkan
09:23Secara matang
09:24Terkait dengan
09:25Pengiriman senjata
09:26Sekitar
09:2614
09:27Meliar
09:28US Dollar
09:29Kepada Taiwan
09:30Nah maka
09:31Sebenarnya ini ada kunci-kuncian
09:32Dari kedua belah pihak
09:33Amerika mengatakan
09:34Bahwa kami siap
09:35Untuk melakukan agresi
09:36Kapanpun
09:37Dengan Taiwan
09:37Dengan negara-negara
09:39Sekitar
09:39Misalkan Korea Selatan
09:41Dan juga dengan Jepang
09:42Yang sudah latihan militer
09:43Dan juga kita siap
09:44Untuk mencekik
09:45Ekonomi Cina
09:46Yang
09:46Kita tahu bahwa
09:48Ada latihan yang sangat
09:49Masif
09:49Di wilayah ASEAN
09:50Nah ini dia
09:50Ini menjadi tanda
09:52Bahwa kedua belah pihak
09:53Sebenarnya
09:53Berada dalam posisi
09:55Yang sangat tegang
09:55Akan tetapi
09:56Berada
09:57Pada
09:57Kesepahaman yang sama
09:59Kesepahamannya itu
09:59Di mana
10:00Saat di mana
10:00Ternyata Iran
10:02Malah memainkan
10:03Strategi
10:03Toolboard mereka
10:04Tolboardnya mereka
10:05Nah
10:06Strategi ini
10:07Ternyata
10:07Kalau dihitung
10:08Lama-lama
10:08Akan merugikan
10:09Cina juga
10:10Meskipun sekarang
10:11Berapa datang
10:12Mengatakan bahwa
10:13Kapal Cina
10:13Legang kangkung
10:14Bebas saja
10:15Untuk berlayar
10:16Kepan
10:17Dengan
10:18Mereka sudah
10:18Melakukan pertemuan
10:19Dengan Amerika
10:20Bisa saja Iran
10:21Nanti tidak percaya
10:21Dengan Cina lagi
10:22Karena kesepakatan bahwa
10:24Nanti ke depan
10:25Tidak boleh ada
10:25Senjata pengusaha
10:26Masa yang dimiliki
10:27Oleh Iran
10:28Meskipun Iran
10:28Belum-belum memilikinya
10:29Tetapi pengayaan ini
10:31Sudah dianggap
10:32Bagian dari titik
10:33Utama yang harus
10:34Dinegosiasikan
10:34Kalau tidak
10:35Amerika tidak akan
10:36Pernah mundur
10:36Dan Israel juga sama
10:37Berada pada
10:38Stans politik
10:39Yang cukup tegas
10:39Di sana
10:40Saya melihat demikian
10:41Baik
10:41Kembali ke
10:43Pemahaman Donald Trump
10:44Yang gagal paham
10:45Tadi kata Prof Hik
10:46Prof
10:46Saya ingin tetap
10:47Coba kita bahas
10:49Dalam konteks
10:50Hukum internasional
10:51Dalam konteks hukum
10:52Seberapa kuat sebenarnya
10:53Klaim Donald Trump ini
10:55Bahwa pertemuan ini
10:56Menghasilkan hal positif
10:57Katanya antara
10:57Kedua belah pihak
10:58Apakah ada mekanisme
10:59Verifikasi atau follow up
11:00Yang jelas
11:02Antara
11:02Kedua belah pihak
11:03Secara hukum
11:04Misalnya
11:04Meskipun memang
11:05Sulit dipegang juga
11:06Apa omongannya
11:07Dari Donald Trump ini
11:08Prof
11:10Baik
11:11Jadi sebelum menjawab itu ya
11:12Sebenarnya
11:13Trump itu
11:14Datang ke Cina
11:15Dengan harapan
11:16Dia bisa menekuk
11:17Kedaulatan dari Cina
11:21Mengikuti
11:22Kehendak dari
11:23Amerika Serikat
11:24Memang ada masalah
11:26Perdagangan
11:27Kemudian juga
11:28Ada masalah
11:30Digital
11:31Tetapi juga
11:33Ada masalah
11:34Yang berkaitan dengan
11:35Geopolitik
11:36Masalah geopolitik ini
11:37Ada dua hal yang penting
11:38Tadi sudah disampaikan
11:40Berkaitan dengan
11:41Senjata nuklir
11:42Dan yang kedua
11:43Adalah
11:43Pembukaan
11:44Selat Hormus
11:44Maka tadi yang saya katakan
11:47Kecerdikan dari
11:48Presiden Xi
11:49Untuk
11:51Dia mengatakan
11:52Oke
11:53Saya setuju
11:54Tetapi
11:55Setujunya itu
11:56Kan karena memang
11:57Secara normal
11:58Aturannya seperti itu
11:59Misalnya
12:00Tadi kan ditanya
12:01Sama saya
12:02Follow up nya
12:02Seperti apa
12:04Iran
12:05Cina akan mengatakan
12:06Ya silahkan
12:07IAEA
12:08Melakukan
12:09Apa
12:10Assessment
12:11Perhadap
12:12Iran
12:13Apakah
12:13Ada dikembangkan
12:14Senjata nuklir
12:15Atau tidak
12:16Kalau dari sisi
12:17Cina
12:17Dia yakin
12:18Bahwa
12:19Iran tidak
12:20Akan mengembangkan
12:21Senjata nuklir
12:22Tapi sekali lagi
12:23Yang saya katakan tadi
12:24Tapi kalau untuk
12:26Kepenting
12:26Untuk tujuan damai
12:28NPT itu tidak
12:29Melarang
12:30Negara untuk
12:31Tujuan damai
12:31Mempunyai
12:32Tenaga nuklir
12:34Untuk listrik
12:35Dan
12:35Bahkan Indonesia juga
12:36Kita mau kok
12:37Nah kan
12:38Nah
12:38Ini
12:39Yang katakanlah
12:41Ada perbedaan
12:42Pandangan
12:43Antara Trump
12:44Yang mengatakan
12:4520 tahun ke depan
12:46Iran tidak boleh
12:47Memiliki
12:48Senjata nuklir
12:50Untuk tujuan damai
12:50Sekalipun
12:51Nah sementara
12:53Tentu si
12:53Jinping akan mengatakan
12:54Oh enggak
12:55Itu bukan understanding kita
12:56Saya akan
12:58Membiarkan
12:58Iran
12:59Untuk mempunyai
13:00Penaga nuklir
13:01Untuk pembangkit listriknya
13:02Demikian juga
13:04Dengan selat hormus
13:04Iran
13:06Maaf
13:06Cina itu
13:07Juga punya kepentingan
13:08Untuk membuka
13:09Selat
13:10Hormus
13:11Kenapa
13:12Karena
13:12Bukan karena
13:14Aksesnya
13:14Kalau akses saja
13:15Itu lewat darat
13:16Bisa
13:17Dari Iran
13:18Melalui Pakistan
13:20Akhirnya ke Cina
13:21Bisa
13:21Tetapi
13:22Yang jadi permasalahan
13:23Kenapa ini harus dibuka
13:25Karena harga pasar dunia
13:27Itu ditentukan
13:28Di
13:29Apa yang terjadi
13:30Di selat hormus
13:3180 dolar
13:32Sampai 100 dolar
13:33Itu terjadi
13:34Karena di selat hormus
13:35Walaupun
13:36Trump mengatakan bahwa
13:38Kami Amerika Serikat
13:39Sudah banyak
13:40Bisa mengeluarkan minyak
13:42Bahkan kemarin
13:43Kalau kita dengar
13:43Trump juga sudah mengatakan
13:45Bahwa Cina akan
13:46Membeli minyak dari kami
13:47Setuju
13:48Bisa dibeli
13:49Tetapi harga pasaran dunia
13:51Dan pelaku usaha
13:52Amerika Serikat
13:53Juga tidak mau
13:54Menjual misalnya
13:54Harga 80 dolar
13:55Atau misalnya
13:5690 dolar
13:57Tapi dia akan
13:58Mengikuti
13:59Harga pasar dunia
14:00Yaitu berapa
14:01100 dolar
14:02Nah oleh karena itu
14:03Cina punya kepentingan
14:04Bahwa ini dibuka
14:05Nah tapi caranya
14:07Itu berbeda dengan
14:08Amerika Serikat
14:09Kalau Amerika Serikat
14:10Kan caranya
14:11Itu adalah dengan
14:14Memblokade
14:15Lalu kemudian
14:16Menyerang kapal-kapal Iran
14:18Nah ini yang
14:19Sudah tidak disetujui oleh
14:20Perancis
14:21Kemudian Inggris
14:22Dan negara-negara
14:23Yang lainnya
14:24Termasuk
14:25Kalau bisa kita ikut juga
14:26Yaitu
14:27Kita
14:28Setelah perang ini selesai
14:30Akan mengawal kapal-kapal tangkar
14:33Lalu kemudian
14:35Senjata
14:36Akan digunakan
14:37Kalau misalnya
14:38Dalam konteks
14:39Self-defense
14:40Ya
14:40Ini
14:41Dan
14:41Perancis sudah mengatakan
14:43Ini sama sekali
14:44Tidak berkaitan dengan
14:45Amerika Serikat
14:46Dan saya yakin
14:47Cina juga akan
14:48Menyetujui apa yang dilakukan
14:50Oleh
14:50Inggris Perancis
14:52Untuk membuka
14:53Selat Hormuz
14:54Ya
14:54Tetapi
14:55Kalau ada serangan
14:57Mereka akan melakukannya
14:59Secara defensif
15:00Membalasnya
15:00Tapi ingat
15:01Yang akan diserang
15:03Defensive itu
15:04Tidak hanya Iran
15:05Tapi Amerika Serikat
15:06Yang ikut memblokade
15:07Ya
15:08Jangan kita berpikir
15:09Cuma Iran saja
15:10Tetapi juga kan
15:11Amerika Serikat saat ini
15:12Dia memblokade
15:13Nah itu juga akan dibuka
15:15Seperti itu
15:16Oke
15:17Saya ke Mas Fata
15:18Ini nyambung
15:19Ini nyambung soal
15:19Selat Hormuz lagi
15:20Dari perspektif geopolitik
15:21Mas Fata
15:22Memang tadi sudah dijelaskan oleh Prof
15:24Sebenarnya fine-fine saja
15:25Antara Tiongkok dan juga Iran
15:27Ini tidak ada masalah
15:28Termasuk juga
15:29Untuk hal
15:31Pembukaan Selat Hormuz
15:32Tapi
15:32Dengan ada gimmick
15:34Donald Trump
15:34Yang mengklaim
15:35Bahwa
15:36Tiongkok telah sepakat
15:37Soal
15:38Nuklir dan Selat Hormuz
15:39Mengapa
15:40Kira-kira
15:41Tiongkok ini
15:42Setuju
15:44Atau sepakat dengan Trump
15:45Apakah benar
15:45Kata Prof ini
15:46Karena kecerdikan
15:48Presiden Xi Jinping
15:49Atau
15:50Apa ada
15:51Strategi
15:52Atau pergeseran strategi
15:53Dari Beijing
15:54Di Timur Tengah
15:55Mas Fata
15:59Dalam berapa
16:00Catatan
16:01Dan juga
16:02Dalam berapa
16:02Data ya
16:03Yang kita lihat
16:04Bahwa
16:05Kunjungan sebenarnya
16:06Utama Amerika ke China
16:08Bukan untuk
16:09Membahas
16:09Terkait dengan
16:10Situasi kawasan
16:11Geopolitik ya
16:12Tapi terkait dengan
16:13Ketegangan
16:14Perdagangan
16:14Kedua belah pihak
16:15Antara China
16:16Dan juga Amerika
16:17Sehingga
16:18Amerika akhirnya
16:19Membentuk
16:19Kalau tidak salah
16:20Ini Board of Trade
16:21Dewan Perdagangan
16:22Terus juga
16:24Board of Investment
16:25Nanti ke depannya
16:26Ketika mereka ke China
16:27Apa saja yang mungkin
16:28Bisa diinvestasikan
16:29Secara
16:30Komprehensif
16:31Dari kedua belah negara
16:32Kita tahu bahwa
16:34Amerika juga datang
16:35Dengan membawa
16:35200 pesawat
16:36Boeing yang sudah dibeli
16:38Sempat anjlok lah
16:40Waktu itu
16:40Sahamnya
16:42Rencana 500
16:43Tapi jadinya 200
16:43Tetapi
16:44Ada satu faktor yang
16:45Tidak boleh luput
16:46Kita hitung
16:47Terkait dengan
16:48Tarif Donald Trump
16:49Jadi
16:50Kenapa akhirnya China
16:51Menerima kunjungan tersebut
16:53Dan nanti
16:53Donald Trump mengatakan
16:55Bahwa silahkan
16:55Melakukan kunjungan
16:56Balik lagi ke Amerika
16:57Di bulan September
16:57Kalau tidak salah
16:59Nah
17:00Pun titik tekannya adalah
17:01Mereka ingin
17:01Merelaksasikan terkait dengan
17:03Masalah
17:03Tarif yang begitu
17:05Sangat mencekik
17:05Dari
17:06Perekonomian China
17:07Itu sendiri
17:08Maka ada
17:09Berapa hal yang dijual
17:09Juga dari Amerika
17:10Salah satunya adalah
17:11Terkait dengan
17:12Tanah jarang Amerika
17:13Serikat itu sendiri
17:14Dan juga terkait dengan
17:15Chip AI ya
17:17Yang akhirnya disepakati
17:18Dari kedua-dua pihak
17:19Nah kalau terkait dengan
17:20Iran
17:21Situasinya bagaimana
17:22Saya melihat bahwa
17:23Sebenarnya menjadi korban
17:25Dalam konflik kali ini
17:26Adalah Iran
17:26Begitu
17:27Karena sebenarnya
17:27Perang ini
17:28Itu
17:29Ditujukan oleh Amerika
17:30Untuk melakukan
17:31Kalibrasi ulang
17:32Terkait dengan
17:33Kekalahan geopolitik
17:34Yang sekarang terjadi
17:35Kita tahu bahwa
17:36China memiliki
17:37Strategi BRI
17:38Mereka yang berjalan
17:39Dengan saat api
17:40Dan mampu mengubah
17:41Landskap perekonomian
17:42Di wilayah Asia
17:43Begitu
17:43Dan akhirnya menyebabkan
17:44Amerika cukup keteteran
17:45Nah dengan mereka
17:47Melakukan kekacauan
17:48Yang dimana kekacauan itu
17:49Merupakan urat nadi
17:50Perekonomian dunia
17:51Maka mereka punya
17:52Stand point yang sangat
17:53Kuat hari ini
17:54Begitu
17:54Kita melihat bahwa
17:55Amerika muncul
17:57Dengan mengatakan bahwa
17:57Oh iya kami
17:58Berada pada posisi yang cukup
18:00Untuk melakukan diplomasi
18:01Dan juga
18:01Mengkalibrasi ulang
18:02Semua pihak agar
18:04Kembali
18:05Menegosiasikan
18:06Dan meniskusikan
18:07Terkait dengan masalah
18:08Kelangkaan energi
18:09Yang nanti bisa terjadi
18:10Jadi
18:10Saya melihat bahwa
18:11Sebenarnya
18:12Ini bagian dari
18:13Madman teori
18:14Yang digunakan oleh
18:15Donald Trump
18:16Dia menekan sana sini
18:17Padahal sebenarnya
18:18Ini lagi berjalan
18:19Dengan sangat baik
18:19Dan dalam kalkulasi mereka
18:21Operasi secara masif
18:22Memang sudah tidak diinginkan lagi
18:23Karena sekarang
18:25Diplomasinya langsung
18:25Kepada negara-negara
18:26Yang selama ini
18:27Men-sponsori Iran itu sendiri
18:29Dan nanti mungkin
18:30Kedepannya akan ada
18:31Diskusi secara
18:32Langsung ya
18:32Tetapi kalau secara
18:33Backbone dengan Rusia ini
18:34Sebenarnya sudah terjadi terus
18:35Dan dengan China
18:36Dengan intensitas yang tinggi
18:38Maka bisa saja
18:39Kedepannya
18:39Akan ada perubahan-perubahan
18:41Landskap
18:41Dan ada tekanan dari China
18:42Kepada Iran
18:43Harus ada
18:43Karena itu sudah
18:44Menjadi komitmen
18:46Yang dipegang oleh
18:46Amerika Serikat
18:47Dan Donald Trump
18:48Mengatakan bahwa
18:49Ya kami sudah pegang
18:50Komitmen itu
18:51Dan China akan melakukan itu
18:52Itu yang disampaikan oleh Amerika
18:53Kita tidak tahu
18:54Apakah itu memang
18:55Benar akan terjadi
18:55Atau tidak
18:56Tetapi Amerika sudah
18:57Memegang perkataan
18:58Dari si Jinping
18:59Saya lihat demikian
19:00Oke
19:01Lalu kemudian begini
19:02Prof Hik
19:03Kalau memang kondisinya
19:04Seperti ini
19:05Singkat saja
19:06Apakah Tiongkok
19:07Sebagai pembeli minyak Iran
19:09Tadi kan sudah dikatakan
19:10Pembeli minyak Iran terbesar
19:11Bisa dimintai
19:12Pertanggung jawaban hukum
19:13Jika terus mendukung Iran
19:14Secara ekonomi
19:15Sementara
19:16Secara resmi
19:16Sepakat dengan Amerika Serikat
19:18Misalnya meskipun itu
19:18Klaim sepihak
19:19Bahwa Iran tidak boleh
19:20Punya senjata nuklir
19:22Prof
19:24Ya
19:26Sebenarnya ya
19:26Apa yang disampaikan
19:28Oleh Presiden Xi Jinping
19:29Maka saya katakan tadi
19:30Kecerdikan
19:31Dari Presiden Xi Jinping
19:32Kalau kita bisa membaca
19:33Apa yang terjadi di China
19:36Karena China ini
19:37Sebuah negara yang tidak mau
19:38Dan tidak mudah
19:40Untuk menyerah
19:40Sementara
19:41Amerika Serikat kan
19:43Kita tahu
19:43Pada waktu Trump
19:44Berbicara di
19:46State of the Union Address
19:47Di depan Kongres itu
19:48Mengatakan
19:49We are
19:49We are keep winning
19:51Katanya
19:51Kita menang terus
19:52Sama siapa
19:53Termasuk sama Indonesia
19:54ART
19:55Kita kalah
19:56BOP
19:56Kita di kalahkan
19:57Semua gitu ya
19:58Malaysia juga
19:59Seperti itu
19:59Dan sebagainya
20:00ART
20:00Kalau Malaysia dan Argentina
20:02Venezuela
20:03Ditaklukkan
20:04Nah
20:05Sekarang
20:06Amerika Serikat itu
20:07Trump
20:07Itu kena batunya
20:08Dimana
20:09Di Iran
20:10Serangan kekerasan
20:12Dan kemudian di China
20:13Berkaitan dengan perdagangan
20:15Kalau misalnya
20:16Bicara soal Boeing
20:17Trump bangga sekali
20:19Dengan 200 Boeing
20:20Yang akan dibeli di China
20:20Mungkin China mengatakan
20:22Memang kita butuh
20:23Tapi yang terpenting
20:24Adalah apa
20:25Terpenting adalah
20:26Barang-barang yang dibutuhkan
20:28Oleh China
20:28Itu bisa dibeli
20:29Dari Amerika Serikat
20:31Dengan harga murah
20:32Ya
20:32Tanpa pengenaan tarif
20:33Misalnya tadi
20:34Minyak dana
20:35Sebagainya
20:35Dan sebagainya
20:36Itu kan
20:37Kalau dari kacamata
20:39Presiden China
20:40Si Jinping
20:40Kita menang
20:41It's not a big deal
20:42Kata si Jinping
20:43It's not a big deal
20:45Kayak Iran juga dibilang
20:46Bahwa dia kalah
20:47Dia kalah terus
20:48Tapi
20:48Iran tetap bisa
20:49Nutur selat hormus
20:51Nah sekarang ini
20:52Kalau kita lihat
20:53Fenomena di Amerika Serikat
20:54Para netizennya
20:55Itu justru
20:58Memberikan
20:58Merendahkan Trump
20:59Ketika berhadapan
21:00Dengan si Jinping
21:01Menunjukkan bahwa
21:02Ternyata
21:03Kalah Amerika Serikat itu
21:05Demikian
21:06Baik
21:07Pendangan-pendangan yang menarik
21:08Dari Prof. Hikmahanto Juwana
21:10Guru Besar Hukum Internasional UI
21:12Dan juga terima kasih
21:13Perspektif yang juga sangat menarik
21:14Dari
21:15Mas Evata Filomeno Beromiduarte
21:17Dosen Ilmu Politik
21:18Universitas Udayana
21:19Terima kasih sekali lagi
21:20Telah hadir di Sampai Indonesia Malam
21:21Kita jumpa lain waktu
21:22Selamat malam
21:22Sampai jumpa Prof. dan Mas Evata
21:24Selamat malam
21:26Saudara jelang puncak haji
21:27Persiapan terus dimatangkan
21:28Untuk kenyamanan
21:30Ibadah Jumah
21:30Pantauan langsung dari Arab Saudi
21:32Kami hadirkan setelah jedai
21:33Sampai Indonesia Malam
Komentar