00:00Pertama tentu secara normatif harus diakui bahwa salah satu diferensiasi politik yang ada pada Jokowi itu adalah soal belusukan.
00:09Bagaimana politik belusukan itu kan memang cukup melekat dengan Pak Jokowi.
00:13Sejak di Solo kemudian ke Jakarta dan menjadi presiden dua periode, publik punya kosa kata baru terkait dengan Pak Jokowi.
00:22Belusukan, belusukan, dan belusukan.
00:24Jadi sebenarnya tidak terlampau mengherankan kalau kemudian misalnya Pak Jokowi sekalipun tidak jadi presiden, gaya komunikasi publiknya itu adalah turun
00:34ke masyarakat.
00:34Itu yang normatif.
00:36Tapi memang secara politik publik tentu tidak berhenti di situ.
00:40Ada tafsir-tafsir yang terus berhembus kencang misalnya soal bagaimana Pak Jokowi terus ingin melakukan penetrasi politik ke akar rumput
00:49supaya pengaruh politiknya itu akan semakin signifikan, terutama dalam menghadapi pertarungan-pertarungan politik di masa-masa yang akan datang.
00:57Khususnya pemilu yang terdekat adalah 2029.
01:01Karena apapun judulnya, Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan PSI misalnya.
01:07Bicara Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan Gibran.
01:10Bahkan itulah yang kemudian dibaca oleh publik ini semacam sekali mendayung dua pulau terlampaui.
01:18Satu sisi ini adalah model kesukaan Pak Jokowi, belusukan dan penetrasi ke bawah.
01:23Tapi pada saat yang bersamaan mungkin ada faedah elektoral yang nantinya diharapkan oleh Pak Jokowi.
01:30Yaitu soal kalau orang semakin merasa dekat, merasa nyaman dan mungkin merasa happy dengan Pak Jokowi,
01:37maka akan ada efek politik yang memutar.
01:40Jadi siapapun nantinya yang akan didukung oleh Pak Jokowi, baik itu partai politik ataupun figur,
01:45dia orang yang merasa suka dan merasa happy dengan Pak Jokowi,
01:50pastilah akan tegak lurus kemana arah dukungan politik Jokowi itu berlabuh.
01:55Ya per hari ini publik melihat Jokowi juga akan membesarkan PSI,
01:59seperti yang disampaikan oleh Jokowi beberapa waktu yang lalu,
02:03bahwa Jokowi akan total, akan all out turun ke masyarakat untuk memenangkan PSI.
02:08Tentu ini yang disebut sebagai pertaruhan politik bagi Pak Jokowi,
02:12setelah tak lagi jadi presiden dan setelah tak lagi jadi PDIP,
02:16kekuatan politiknya itu ya mungkin akan dirasa signifikan.
02:20Tentu waktulah yang akan menjawab segala-galanya,
02:24karena banyak sekali yang berpendapat bahwa satu sisi Jokowi pasti sakti,
02:28sekalipun tak lagi jadi presiden, kekuatan politiknya akan terukur,
02:32tapi banyak juga yang mengatakan,
02:33Pak Jokowi sepertinya tidak akan sakti mantra guna seperti waktu lalu,
02:37seperti menjadi presiden dua periode.
02:39Bagi saya tinggal waktulah yang kemudian akan menjawab segala-galanya.
02:43Nah di antara dua perspektif ini,
02:45kalau mau jujur sebenarnya publik melihat bahwa ada intensi elektoral yang sepertinya ingin dicapai,
02:51yaitu bagaimana kekuatan politik dan pengaruh Pak Jokowi semakin dirasa,
02:56sehingga rakyat yang suka dan selama ini bersama dengan Pak Jokowi
02:59akan mengikuti kemanapun arah dukungan politik Jokowi,
03:02khususnya PSI dan tentu saja kepada Gibran Raka-Beming Raka.
03:07Saya kira di situ konteksnya, Mas.
03:10Oke, Mas Adi, artinya kalau sekarang ada nggak sih Mas diamati soal bagaimana peta politiknya dukungan Pak Jokowi ini masih
03:17besar di mana,
03:18misalnya secara person-nya dia, atau seperti apa Mas?
03:22Ya, saya kira memang kurang lebih sekitar satu tahun enam bulan setelah Jokowi tidak lagi jadi presiden,
03:29Jokowi misalnya masih kuat di basis-basis Jawa, khususnya di Jawa Tengah ya,
03:34dan mungkin ada sebagian di Jawa Timur, ada juga di Bali, Banten,
03:38dan secara umum di luar Jawa juga ada penetrasinya.
03:42Nah, yang menjadi menarik dari Pak Jokowi itu adalah soal apakah setelah tak jadi presiden,
03:47tidak melekat kekuasaan kepada Pak Jokowi,
03:49sudah tidak melekat pada dirinya adalah seorang presiden dan orang nomor satu di negara,
03:54apakah pilihan dan sikap politiknya itu akan terus menjadi mahanet ataupun tidak?
03:59Kan di situ perdebatannya.
04:00Ada yang mengatakan bahwa Jokowi tidak akan sesakti dulu,
04:04karena apapun Jokowi bisa sakti itu dulu karena banyak sekali variabelnya,
04:08variabel dukungan partai, misalnya seperti PDIP,
04:11variabel-variabel lain seperti relawan,
04:14ataupun gabungan dari begitu banyak partai politik yang memberikan support secara total kepada Pak Jokowi.
04:20Jadi praktis setelah Pak Jokowi tidak lagi jadi presiden,
04:23banyak sekali juga yang berpandangan,
04:25sepertinya Jokowi tidak akan sekuat dahulu kala,
04:28karena instrumen kekuasaan mahanet politiknya itu tidak akan sekuat seperti dahulu kala.
04:34Bahkan ada yang memention ketika 2024 yang lalu sebenarnya Pak Jokowi sudah mulai teridentifikasi
04:41atau mulai dikapitalisasi oleh PSI,
04:45supaya PSI itu mendapatkan dukungan politik,
04:48dan nyatanya PSI tidak lolos ke parlamen.
04:50Menjalannya terbukti begitu banyak banner,
04:53balihu dan sepanduk-sepanduk yang memasang foto Pak Jokowi dengan Kaisang,
04:57dengan tagline Jokowi adalah PSI dan PSI adalah partainya Jokowi.
05:02Jadi itu yang dijadikan sebagai guidance oleh pihak yang menganggap sebenarnya Pak Jokowi tidak akan sakti seperti dahulu kala,
05:11terutama dalam menghadapi pertarungan-pertarungan politik di masa-masa yang akan datang.
05:15Saya tidak mau terjebak pada posisi mana,
05:17tapi bagi saya biarkanlah waktu dan kerja-kerja politiklah yang kemudian akan menjelaskan segala-galanya.
05:24Tapi bagi saya sebenarnya, kalau betul di bulan Juni Pak Jokowi roadshow,
05:29safari politik di seluruh Indonesia menyerap aspirasi masyarakat ini dibaca oleh publik sebagai bentuk keseriusan.
05:36Setidaknya Jokowi sudah mulai melakukan kerja-kerja politik secara tidak langsung untuk membesarkan PSI.
05:43Hanya itu yang paling bisa ditafsirkan secara politik.
05:46Oke, Mas Adi, jadi menarik gini, soal tadi kan kalau dikatakan Pak Jokowi juga akan all out untuk PSI,
05:53PSI juga identik dengan Pak Jokowi, artinya kalau tadi Pak Jokowi-nya sudah mulai berlusukan,
05:57ada PR nggak sih Mas untuk PSI di samping juga tentunya memanfaatkan bagaimana popularitas juga dari Pak Jokowi
06:03yang nantinya akan berlusukan rencananya di bulan Juni?
06:06Ya saya kira Pilek dan Pilpres itu dua hal yang cukup berbeda.
06:10Kalau Pilpres pilihan politiknya sangat terbatas, yaitu Capres dan Cowapres,
06:15maka kemanapun dukungan politik Jokowi akan lebih mudah mengarahkan kemana orang-orang yang selama ini mendukung Jokowi pilihan politiknya.
06:24Tapi beda dengan Pilek, Pilek itu salah satu anatomi kekuatan politiknya terletak pada sejauh mana anggota dewan yang akan dicalonkan,
06:32baik provinsi, kabupaten, dan kota khususnya di DPR pusat.
06:36PR terbesar sebenarnya bagi PSI, kalau betul misalnya akan disokong pulau Pak Jokowi,
06:42ya tentu tidak cukup hanya menjadikan Pak Jokowi sebagai kiblat politik,
06:46tidak cukup hanya misalnya menjual nama baik Pak Jokowi,
06:49tidak cukup hanya menjadikan Pak Jokowi itu sebagai satu-satunya magnet politik elektoral.
06:55Per hari ini PR terbesar dari PSI adalah mencari caleg-caleg mumpuni yang relatif akan lolos ke parlamen.
07:03Dan caleg-caleg yang bisa diandalkan, marketable, punya popularitas dan elektabilitas yang sangat teruji,
07:10sehingga PSI caleg yang diusung itu sesuai dengan ketentuan ambang batas.
07:14Entah itu ambang batas 4% ataukah 5% dan seterusnya dan seterusnya.
07:19Jadi PR terbesarnya kalau kita bicara tentang Pilek bagi PSI,
07:23carilah calon-calon anggota dewan yang memang relatif,
07:26dia akan mendapatkan dukungan kursi supaya PSI lolos ke ambang batas.
08:02Pilek bagi PSI, carilah calon-calon anggota dewan yang memang relatif,
08:03akurasi data adalah komitmen kami.
08:06Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
08:10Saksikan Sampah Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar