Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno komentari soal rencana Presiden ke-7 RI Jokowi yang akan keliling Indonesia pada bulan Juni 2026 usai disebut telah pulih 99 persen.

Adi mengatakan Jokowi masih memiliki tabungan elektoral walaupun sejumlah pandangan melihat Jokowi tak sekuat dulu.

Jokowi dinilai masih punya basis massa yang besar sehingga kembalinya Jokowi untuk blusukan bisa menguntungkan dari sisi ketokohan, maupun hubungannya dengna Partai Solidaritas Indonesia.

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669463/pengamat-adi-prayitno-soal-rencana-jokowi-keliling-indonesia-usai-pulih-99-persen
Transkrip
00:00Pertama tentu secara normatif harus diakui bahwa salah satu diferensiasi politik yang ada pada Jokowi itu adalah soal belusukan.
00:09Bagaimana politik belusukan itu kan memang cukup melekat dengan Pak Jokowi.
00:13Sejak di Solo kemudian ke Jakarta dan menjadi presiden dua periode, publik punya kosa kata baru terkait dengan Pak Jokowi.
00:22Belusukan, belusukan, dan belusukan.
00:24Jadi sebenarnya tidak terlampau mengherankan kalau kemudian misalnya Pak Jokowi sekalipun tidak jadi presiden, gaya komunikasi publiknya itu adalah turun
00:34ke masyarakat.
00:34Itu yang normatif.
00:36Tapi memang secara politik publik tentu tidak berhenti di situ.
00:40Ada tafsir-tafsir yang terus berhembus kencang misalnya soal bagaimana Pak Jokowi terus ingin melakukan penetrasi politik ke akar rumput
00:49supaya pengaruh politiknya itu akan semakin signifikan, terutama dalam menghadapi pertarungan-pertarungan politik di masa-masa yang akan datang.
00:57Khususnya pemilu yang terdekat adalah 2029.
01:01Karena apapun judulnya, Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan PSI misalnya.
01:07Bicara Jokowi hari ini adalah Jokowi yang sangat identik dengan Gibran.
01:10Bahkan itulah yang kemudian dibaca oleh publik ini semacam sekali mendayung dua pulau terlampaui.
01:18Satu sisi ini adalah model kesukaan Pak Jokowi, belusukan dan penetrasi ke bawah.
01:23Tapi pada saat yang bersamaan mungkin ada faedah elektoral yang nantinya diharapkan oleh Pak Jokowi.
01:30Yaitu soal kalau orang semakin merasa dekat, merasa nyaman dan mungkin merasa happy dengan Pak Jokowi,
01:37maka akan ada efek politik yang memutar.
01:40Jadi siapapun nantinya yang akan didukung oleh Pak Jokowi, baik itu partai politik ataupun figur,
01:45dia orang yang merasa suka dan merasa happy dengan Pak Jokowi,
01:50pastilah akan tegak lurus kemana arah dukungan politik Jokowi itu berlabuh.
01:55Ya per hari ini publik melihat Jokowi juga akan membesarkan PSI,
01:59seperti yang disampaikan oleh Jokowi beberapa waktu yang lalu,
02:03bahwa Jokowi akan total, akan all out turun ke masyarakat untuk memenangkan PSI.
02:08Tentu ini yang disebut sebagai pertaruhan politik bagi Pak Jokowi,
02:12setelah tak lagi jadi presiden dan setelah tak lagi jadi PDIP,
02:16kekuatan politiknya itu ya mungkin akan dirasa signifikan.
02:20Tentu waktulah yang akan menjawab segala-galanya,
02:24karena banyak sekali yang berpendapat bahwa satu sisi Jokowi pasti sakti,
02:28sekalipun tak lagi jadi presiden, kekuatan politiknya akan terukur,
02:32tapi banyak juga yang mengatakan,
02:33Pak Jokowi sepertinya tidak akan sakti mantra guna seperti waktu lalu,
02:37seperti menjadi presiden dua periode.
02:39Bagi saya tinggal waktulah yang kemudian akan menjawab segala-galanya.
02:43Nah di antara dua perspektif ini,
02:45kalau mau jujur sebenarnya publik melihat bahwa ada intensi elektoral yang sepertinya ingin dicapai,
02:51yaitu bagaimana kekuatan politik dan pengaruh Pak Jokowi semakin dirasa,
02:56sehingga rakyat yang suka dan selama ini bersama dengan Pak Jokowi
02:59akan mengikuti kemanapun arah dukungan politik Jokowi,
03:02khususnya PSI dan tentu saja kepada Gibran Raka-Beming Raka.
03:07Saya kira di situ konteksnya, Mas.
03:10Oke, Mas Adi, artinya kalau sekarang ada nggak sih Mas diamati soal bagaimana peta politiknya dukungan Pak Jokowi ini masih
03:17besar di mana,
03:18misalnya secara person-nya dia, atau seperti apa Mas?
03:22Ya, saya kira memang kurang lebih sekitar satu tahun enam bulan setelah Jokowi tidak lagi jadi presiden,
03:29Jokowi misalnya masih kuat di basis-basis Jawa, khususnya di Jawa Tengah ya,
03:34dan mungkin ada sebagian di Jawa Timur, ada juga di Bali, Banten,
03:38dan secara umum di luar Jawa juga ada penetrasinya.
03:42Nah, yang menjadi menarik dari Pak Jokowi itu adalah soal apakah setelah tak jadi presiden,
03:47tidak melekat kekuasaan kepada Pak Jokowi,
03:49sudah tidak melekat pada dirinya adalah seorang presiden dan orang nomor satu di negara,
03:54apakah pilihan dan sikap politiknya itu akan terus menjadi mahanet ataupun tidak?
03:59Kan di situ perdebatannya.
04:00Ada yang mengatakan bahwa Jokowi tidak akan sesakti dulu,
04:04karena apapun Jokowi bisa sakti itu dulu karena banyak sekali variabelnya,
04:08variabel dukungan partai, misalnya seperti PDIP,
04:11variabel-variabel lain seperti relawan,
04:14ataupun gabungan dari begitu banyak partai politik yang memberikan support secara total kepada Pak Jokowi.
04:20Jadi praktis setelah Pak Jokowi tidak lagi jadi presiden,
04:23banyak sekali juga yang berpandangan,
04:25sepertinya Jokowi tidak akan sekuat dahulu kala,
04:28karena instrumen kekuasaan mahanet politiknya itu tidak akan sekuat seperti dahulu kala.
04:34Bahkan ada yang memention ketika 2024 yang lalu sebenarnya Pak Jokowi sudah mulai teridentifikasi
04:41atau mulai dikapitalisasi oleh PSI,
04:45supaya PSI itu mendapatkan dukungan politik,
04:48dan nyatanya PSI tidak lolos ke parlamen.
04:50Menjalannya terbukti begitu banyak banner,
04:53balihu dan sepanduk-sepanduk yang memasang foto Pak Jokowi dengan Kaisang,
04:57dengan tagline Jokowi adalah PSI dan PSI adalah partainya Jokowi.
05:02Jadi itu yang dijadikan sebagai guidance oleh pihak yang menganggap sebenarnya Pak Jokowi tidak akan sakti seperti dahulu kala,
05:11terutama dalam menghadapi pertarungan-pertarungan politik di masa-masa yang akan datang.
05:15Saya tidak mau terjebak pada posisi mana,
05:17tapi bagi saya biarkanlah waktu dan kerja-kerja politiklah yang kemudian akan menjelaskan segala-galanya.
05:24Tapi bagi saya sebenarnya, kalau betul di bulan Juni Pak Jokowi roadshow,
05:29safari politik di seluruh Indonesia menyerap aspirasi masyarakat ini dibaca oleh publik sebagai bentuk keseriusan.
05:36Setidaknya Jokowi sudah mulai melakukan kerja-kerja politik secara tidak langsung untuk membesarkan PSI.
05:43Hanya itu yang paling bisa ditafsirkan secara politik.
05:46Oke, Mas Adi, jadi menarik gini, soal tadi kan kalau dikatakan Pak Jokowi juga akan all out untuk PSI,
05:53PSI juga identik dengan Pak Jokowi, artinya kalau tadi Pak Jokowi-nya sudah mulai berlusukan,
05:57ada PR nggak sih Mas untuk PSI di samping juga tentunya memanfaatkan bagaimana popularitas juga dari Pak Jokowi
06:03yang nantinya akan berlusukan rencananya di bulan Juni?
06:06Ya saya kira Pilek dan Pilpres itu dua hal yang cukup berbeda.
06:10Kalau Pilpres pilihan politiknya sangat terbatas, yaitu Capres dan Cowapres,
06:15maka kemanapun dukungan politik Jokowi akan lebih mudah mengarahkan kemana orang-orang yang selama ini mendukung Jokowi pilihan politiknya.
06:24Tapi beda dengan Pilek, Pilek itu salah satu anatomi kekuatan politiknya terletak pada sejauh mana anggota dewan yang akan dicalonkan,
06:32baik provinsi, kabupaten, dan kota khususnya di DPR pusat.
06:36PR terbesar sebenarnya bagi PSI, kalau betul misalnya akan disokong pulau Pak Jokowi,
06:42ya tentu tidak cukup hanya menjadikan Pak Jokowi sebagai kiblat politik,
06:46tidak cukup hanya misalnya menjual nama baik Pak Jokowi,
06:49tidak cukup hanya menjadikan Pak Jokowi itu sebagai satu-satunya magnet politik elektoral.
06:55Per hari ini PR terbesar dari PSI adalah mencari caleg-caleg mumpuni yang relatif akan lolos ke parlamen.
07:03Dan caleg-caleg yang bisa diandalkan, marketable, punya popularitas dan elektabilitas yang sangat teruji,
07:10sehingga PSI caleg yang diusung itu sesuai dengan ketentuan ambang batas.
07:14Entah itu ambang batas 4% ataukah 5% dan seterusnya dan seterusnya.
07:19Jadi PR terbesarnya kalau kita bicara tentang Pilek bagi PSI,
07:23carilah calon-calon anggota dewan yang memang relatif,
07:26dia akan mendapatkan dukungan kursi supaya PSI lolos ke ambang batas.
08:02Pilek bagi PSI, carilah calon-calon anggota dewan yang memang relatif,
08:03akurasi data adalah komitmen kami.
08:06Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
08:10Saksikan Sampah Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan