Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendakwah sekaligus mantan bandar judi online, Ustaz Dennis Lim, mengungkap bagaimana jaringan judi online berkembang secara bertahap hingga menjadi sindikat besar lintas negara.

Dennis Lim mengatakan, operator judi online biasanya memulai bisnis dari skala kecil sebelum berkembang menjadi banyak situs.

Menurut Dennis, ekspansi bisnis judi online juga melibatkan kerja sama dengan warga negara asing demi memperluas pasar.

Ia menjelaskan, perekrutan karyawan dilakukan secara tertutup dan tidak melalui lowongan terbuka agar aktivitas tersebut tidak terlalu mencolok.

Dalam keterangannya, Dennis Lim menilai aparat sebenarnya mampu membongkar jaringan bandar judi online. Namun, menurutnya, masih ada pihak yang membiarkan bisnis itu tetap berjalan.

Dennis Lim juga membeberkan modus operasi judi online yang dibuat menyerupai kantor profesional. Ia menyebut para pekerja bahkan disiapkan khusus untuk menarik dan menipu calon pemain.

Dennis Lim mengatakan teknologi kecerdasan buatan atau AI juga digunakan dalam praktik tersebut.

Terkait penangkapan 321 orang dalam kasus judi online di kawasan Jakarta Barat, Dennis Lim menilai jumlah tersebut belum menyentuh inti persoalan.

Ia menggambarkan besarnya jaringan judi online dengan menyebut ribuan warga Indonesia pernah terlibat di kawasan perbatasan Thailand-Kamboja.

Menurut Dennis, jaringan judi online tersebar di banyak wilayah di Kamboja, tidak hanya di Poipet.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/1h5oyCtoVVU



#dennislim #judol #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/669220/dennis-lim-bongkar-operasi-judi-online-internasional-dari-thailand-hingga-kamboja-rosi
Transkrip
00:00Cuman kalau melihat konteks yang tadi, Kodenis, dengan membawa 321 orang berbondong-bondong datang melakukan judi daring,
00:09ini kan berarti ya Anda seperti yang Anda katakan di segmen sebelumnya, berani nekat padahal udah jelas-jelas tantangannya adalah
00:17aturan hukum yang dilanggar dan bisa saja mereka ditangkap.
00:20Ini bisa jadi bertahap ya, karena dulu kami waktu bikin juga kan gak langsung 28 web.
00:25Satu web dulu, dua web dulu, bikin satu web lagi, akhirnya jadi lima, akhirnya jadi sepuluh.
00:30Setelah akhirnya Indonesia berjalan, kita pengen buka nih kerjasama dengan orang Hongkong, kerjasama dengan orang Thailand, itu bisa saja.
00:36Cuman kan kenapa akhirnya jadi berbagai macam warga negara?
00:39Karena kalau kita pengen bikin web Thailand, mendingan cari orang Thailand yang mau kerja gituan digaji,
00:44daripada ngajarin orang Indonesia sampai lancar bahasa Thailand supaya bisa jadi live chat sama orang-orang Thailand di sana yang
00:49pada pengen main judi.
00:50Makanya ini utama, mungkin yang datang orang-orang mohon maaf, orang-orang Tiongkok dulu.
00:54Pelan-pelan akhirnya cari ajak-ajak orang-orang Vietnam, orang-orang mana.
00:59Dan di sekitaran situ kan emang kayak kita tahu ya, banyak tempat hiburan malam,
01:02yang pada kerja di situ juga mohon maaf, cewek-cewek Thailand, cewek-cewek Vietnam.
01:05Cari aja orang-orang dan terbukti ada yang cewek-cewek juga kan.
01:08Mau gak daripada kerja di situ, misalkan di tempat hiburan malam, nari-nari, suruh mabok segala macam.
01:14Kerja kayak ginian di kantor, gaji misalkan lebih gede.
01:18Jadi masih bisa dicari untuk tanpa open recruitment yang benar-benar terlalu vulgar,
01:25lewat jalur kayak begitu mulut ke mulut juga masih bisa.
01:28Dan pengusutan ini kalau sudah sampai sebanyak itu yang ditangkap,
01:33bagi polisi harusnya udah gak jadi tantangan lagi dong mencari bandarnya setelah menangkap sebanyak itu orangnya.
01:39Harusnya, harusnya. Yang masih soleh baik, jujur banyak, tapi yang masih membiarkan untuk buka karena masih kebagian kue juga banyak.
01:49Kembali lagi soal kue itu tadi.
01:50Oke, cuman melihat, kayaknya kita coba mundur ke belakang.
01:56Beberapa periode yang lalu sempat ada juga yang mengaku merasa dijebak.
02:03Mendapatkan pekerjaan di Kamboja, mendapat posisi tertentu atau pekerjaan tertentu.
02:10Tapi pada akhirnya terlibat dalam skenario operasi judi daring itu.
02:16Dan tampaknya memang ya akal bulus itu yang coba dimanfaatkan demi bisa mengejar orang sebanyak-banyaknya,
02:22biar bisa mengoperasikan ke sana.
02:24Di sana itu nanti awalnya memang judi, Mas Tifal ya.
02:28Cuman kan lama-lama akhirnya yang benar-benar bikin kantor khusus untuk nipu, skam itu juga ada.
02:36Kan gak mungkin dong ketika open recruitment disampaikan, ya siapa yang mau kerja jadi penipu.
02:40Atau begitu nyampe, diambil pasportnya, tugasnya, bahkan mohon maaf ya.
02:46Yang dia laki-laki tapi suruh dibikin akun cewek, terus nanti suruh deketin om-om, temenin chat, kasih perhatian.
02:54Nanti akhirnya kan dikasih uang jajan juga.
02:56Itu kayak gitu aja ada kantornya.
03:00Apalagi yang jelas-jelas jalan judi seperti ini.
03:03Dan yang bikin judi juga bisa jadi awalnya dia gak pengen bikin penipuan.
03:07Tapi ketika akhirnya misal dia udah buka nih website judi, terus ternyata ada pemainnya yang by system emang lagi kebagian
03:17menang.
03:18Terus kalau kita milih gak pengen bayar, si pemainnya ternyata orang Sulawesi gak bisa ngapa-ngapain, masa mau ngejar ke
03:23Kamboja?
03:23Gak usah dibayar aja sekalian.
03:26Nah akhirnya kalau misalnya udah kayak gitu kepalang aja jadi web penipuan sekalian.
03:29Orang main deposit, deposit, deposit, deposit, giliran menang tinggal gak usah dibayar.
03:33Makin merambah lagi kan jadi penipuan.
03:35Jadi ya, dan dulu juga bahkan di Indonesia kan pernah ditangkep kan, digerebekin sindikat yang operasi SMS mama minta pulsa
03:44dan segala macam.
03:45Itu aja kan ada sindikatnya.
03:46Jadi akhirnya itu berkembang gitu disana gitu.
03:49Yang bener-bener dibikin kayak kantor judi live bakarat ya.
03:55Beneran ada si mbak-mbaknya di depan meja bakarat gitu.
03:58Tapi di depannya kamera dan yang main orang-orang di Indonesia.
04:01Itu beneran ada, mereka dandan disitu disediain makeup artisnya segala macam.
04:05Yang khusus buat nipuin orang gitu, ngerekrutin orang yang suruh pura-pura jadi cewek, ngechatin om-om kesepian.
04:14Ditemenin video call, suaranya masih bisa diubah pakai AI segala macam.
04:18Dan yang anda yakini kasus yang terungkap, 321 orang ditangkep itu, itu sudah inti dari kor masalah judul yang ada
04:28di tanah air atau baru pucuknya?
04:32Baru sedikit sih ini.
04:34Belum apa-apa.
04:37Keyakinan anda berapa banyak itu?
04:40Ya kan kita bisa lihat dari turnover mainnya aja kan.
04:43Kan sudah dibahas di beberapa acara juga yang perputaran uangnya bisa nyampe berapa triliun.
04:48Sedangkan kalau misalkan satu app, turnovernya misalkan baru sekitar beberapa ratus juta doang.
04:54Dan ini orang-orangnya baru ada segitu.
04:57Ya gambaran sederhananya, dulu waktu perbatasan Thailand sama Kamboja di Poiped itu aja, di tahun 2015 ada sekitar 4 ribuan
05:04orang Indonesia.
05:05Ini baru 321.
05:06Dan itu belum seberapa menurut anda?
05:08Belum seberapa.
05:09Dan juga kalau misalkan pengen di Telaah yang di Kamboja aja gitu kan, di sekeliling Kamboja kan gak cuman yang
05:14di perbatasan sama Thailand Poiped.
05:16Ada yang Ceritum, si Hanukvil, ada yang di Buffett, yang perbatasan sama Vietnam.
05:20Itu semua bentuknya kayak begitu juga.
05:22Casino, dan juga tempat-tempat judi online.
05:26Oke.
05:28Saat beberapa orang sudah ditangkap, 321, saya bahasakan mereka yang beroperasi langsung atas judi daring ini.
05:35Pertanyaannya sekarang, bisakah polisi kemudian memburu sponsor dan penjamin di balik judi daring jaringan internasional?
Komentar

Dianjurkan