00:00Cuman kalau melihat konteks yang tadi, Kodenis, dengan membawa 321 orang berbondong-bondong datang melakukan judi daring,
00:09ini kan berarti ya Anda seperti yang Anda katakan di segmen sebelumnya, berani nekat padahal udah jelas-jelas tantangannya adalah
00:17aturan hukum yang dilanggar dan bisa saja mereka ditangkap.
00:20Ini bisa jadi bertahap ya, karena dulu kami waktu bikin juga kan gak langsung 28 web.
00:25Satu web dulu, dua web dulu, bikin satu web lagi, akhirnya jadi lima, akhirnya jadi sepuluh.
00:30Setelah akhirnya Indonesia berjalan, kita pengen buka nih kerjasama dengan orang Hongkong, kerjasama dengan orang Thailand, itu bisa saja.
00:36Cuman kan kenapa akhirnya jadi berbagai macam warga negara?
00:39Karena kalau kita pengen bikin web Thailand, mendingan cari orang Thailand yang mau kerja gituan digaji,
00:44daripada ngajarin orang Indonesia sampai lancar bahasa Thailand supaya bisa jadi live chat sama orang-orang Thailand di sana yang
00:49pada pengen main judi.
00:50Makanya ini utama, mungkin yang datang orang-orang mohon maaf, orang-orang Tiongkok dulu.
00:54Pelan-pelan akhirnya cari ajak-ajak orang-orang Vietnam, orang-orang mana.
00:59Dan di sekitaran situ kan emang kayak kita tahu ya, banyak tempat hiburan malam,
01:02yang pada kerja di situ juga mohon maaf, cewek-cewek Thailand, cewek-cewek Vietnam.
01:05Cari aja orang-orang dan terbukti ada yang cewek-cewek juga kan.
01:08Mau gak daripada kerja di situ, misalkan di tempat hiburan malam, nari-nari, suruh mabok segala macam.
01:14Kerja kayak ginian di kantor, gaji misalkan lebih gede.
01:18Jadi masih bisa dicari untuk tanpa open recruitment yang benar-benar terlalu vulgar,
01:25lewat jalur kayak begitu mulut ke mulut juga masih bisa.
01:28Dan pengusutan ini kalau sudah sampai sebanyak itu yang ditangkap,
01:33bagi polisi harusnya udah gak jadi tantangan lagi dong mencari bandarnya setelah menangkap sebanyak itu orangnya.
01:39Harusnya, harusnya. Yang masih soleh baik, jujur banyak, tapi yang masih membiarkan untuk buka karena masih kebagian kue juga banyak.
01:49Kembali lagi soal kue itu tadi.
01:50Oke, cuman melihat, kayaknya kita coba mundur ke belakang.
01:56Beberapa periode yang lalu sempat ada juga yang mengaku merasa dijebak.
02:03Mendapatkan pekerjaan di Kamboja, mendapat posisi tertentu atau pekerjaan tertentu.
02:10Tapi pada akhirnya terlibat dalam skenario operasi judi daring itu.
02:16Dan tampaknya memang ya akal bulus itu yang coba dimanfaatkan demi bisa mengejar orang sebanyak-banyaknya,
02:22biar bisa mengoperasikan ke sana.
02:24Di sana itu nanti awalnya memang judi, Mas Tifal ya.
02:28Cuman kan lama-lama akhirnya yang benar-benar bikin kantor khusus untuk nipu, skam itu juga ada.
02:36Kan gak mungkin dong ketika open recruitment disampaikan, ya siapa yang mau kerja jadi penipu.
02:40Atau begitu nyampe, diambil pasportnya, tugasnya, bahkan mohon maaf ya.
02:46Yang dia laki-laki tapi suruh dibikin akun cewek, terus nanti suruh deketin om-om, temenin chat, kasih perhatian.
02:54Nanti akhirnya kan dikasih uang jajan juga.
02:56Itu kayak gitu aja ada kantornya.
03:00Apalagi yang jelas-jelas jalan judi seperti ini.
03:03Dan yang bikin judi juga bisa jadi awalnya dia gak pengen bikin penipuan.
03:07Tapi ketika akhirnya misal dia udah buka nih website judi, terus ternyata ada pemainnya yang by system emang lagi kebagian
03:17menang.
03:18Terus kalau kita milih gak pengen bayar, si pemainnya ternyata orang Sulawesi gak bisa ngapa-ngapain, masa mau ngejar ke
03:23Kamboja?
03:23Gak usah dibayar aja sekalian.
03:26Nah akhirnya kalau misalnya udah kayak gitu kepalang aja jadi web penipuan sekalian.
03:29Orang main deposit, deposit, deposit, deposit, giliran menang tinggal gak usah dibayar.
03:33Makin merambah lagi kan jadi penipuan.
03:35Jadi ya, dan dulu juga bahkan di Indonesia kan pernah ditangkep kan, digerebekin sindikat yang operasi SMS mama minta pulsa
03:44dan segala macam.
03:45Itu aja kan ada sindikatnya.
03:46Jadi akhirnya itu berkembang gitu disana gitu.
03:49Yang bener-bener dibikin kayak kantor judi live bakarat ya.
03:55Beneran ada si mbak-mbaknya di depan meja bakarat gitu.
03:58Tapi di depannya kamera dan yang main orang-orang di Indonesia.
04:01Itu beneran ada, mereka dandan disitu disediain makeup artisnya segala macam.
04:05Yang khusus buat nipuin orang gitu, ngerekrutin orang yang suruh pura-pura jadi cewek, ngechatin om-om kesepian.
04:14Ditemenin video call, suaranya masih bisa diubah pakai AI segala macam.
04:18Dan yang anda yakini kasus yang terungkap, 321 orang ditangkep itu, itu sudah inti dari kor masalah judul yang ada
04:28di tanah air atau baru pucuknya?
04:32Baru sedikit sih ini.
04:34Belum apa-apa.
04:37Keyakinan anda berapa banyak itu?
04:40Ya kan kita bisa lihat dari turnover mainnya aja kan.
04:43Kan sudah dibahas di beberapa acara juga yang perputaran uangnya bisa nyampe berapa triliun.
04:48Sedangkan kalau misalkan satu app, turnovernya misalkan baru sekitar beberapa ratus juta doang.
04:54Dan ini orang-orangnya baru ada segitu.
04:57Ya gambaran sederhananya, dulu waktu perbatasan Thailand sama Kamboja di Poiped itu aja, di tahun 2015 ada sekitar 4 ribuan
05:04orang Indonesia.
05:05Ini baru 321.
05:06Dan itu belum seberapa menurut anda?
05:08Belum seberapa.
05:09Dan juga kalau misalkan pengen di Telaah yang di Kamboja aja gitu kan, di sekeliling Kamboja kan gak cuman yang
05:14di perbatasan sama Thailand Poiped.
05:16Ada yang Ceritum, si Hanukvil, ada yang di Buffett, yang perbatasan sama Vietnam.
05:20Itu semua bentuknya kayak begitu juga.
05:22Casino, dan juga tempat-tempat judi online.
05:26Oke.
05:28Saat beberapa orang sudah ditangkap, 321, saya bahasakan mereka yang beroperasi langsung atas judi daring ini.
05:35Pertanyaannya sekarang, bisakah polisi kemudian memburu sponsor dan penjamin di balik judi daring jaringan internasional?
Komentar