Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai keputusan SMAN 1 Pontianak dan Josepha Alexandra dkk menolak tanding ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI lantaran sudah tidak mengejar kemenangan.

Lebih lanjut, kata Ray, mereka hanya mengejar kejujuran dan keadilan.

"Kenapa SMAN 1 menolak karena yang mereka kejar itu bukan menang, yang mereka kejar itu jujur dan adil. Itu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," ujar Ray.

Baca Juga Polemik Cerdas Cermat: Respons MPR RI, Peserta Lomba hingga SMAN 1 Pontianak di https://www.kompas.tv/nasional/669150/polemik-cerdas-cermat-respons-mpr-ri-peserta-lomba-hingga-sman-1-pontianak

#mprri #cerdascermat #sman1pontianak

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669327/sman-1-pontianak-tolak-tanding-ulang-lcc-empat-pilar-mpr-ray-rangkuti-tak-kejar-menang-bola-liar
Transkrip
00:00Ya, saya ke Bang Re. Bang Re, masalah secara cermat jadi magnet nasional.
00:07Wakil Presiden Geber Raka Buming Raka pun akhirnya ikut turun tangan.
00:12Kemudian juga sejumlah tokoh besar juga ikut campur.
00:17Jadi menurut Anda, apa fenomen ini? Apakah ini namanya fenomena pansus mungkin? Mungkin.
00:24Ya, bisa juga begitu kan. Sampai Wakil Presiden terlibat gitu.
00:32Tapi rasa-rasanya mereka nggak menangkap pesan utamanya dari peristiwa ini, para politisi ini.
00:39Apa pesan utamanya? Pesan utamanya itu tegakkan kejujuran dan keadilan.
00:44Itu yang paling penting. Jadi kenapa adik-adik kita SMA 1 ya menolak?
00:53Karena yang mereka kejar itu bukan menang. Yang mereka kejar itu adalah jujur dan adil.
00:59Dan itu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
01:02Itu adil dan beradab.
01:06Nah, jadi saya lihat politisinya malah sebaliknya sibuk urusan soal memperbaiki public speaking lah ya kan.
01:14Kemudian apa lagi gitu. Dan mereka nggak nangkap. Itu satu tuh.
01:18Nah, yang kedua mereka juga nggak nangkap bahwa sekarang ini arogansi, merasa diri paling benar, merasa karena kekuasaan aritangan kami
01:29maka kami yang benar.
01:30Itu juga nggak kena di generasi-generasi genzi ini gitu.
01:34Di era kita mungkin kita nggak akan berani interupsi sama dewan juri tuh.
01:38Kalau sekarang malah terbuka live mereka berani interupsi.
01:43Itu harus dilihat oleh kepala politisi. Genzi ini sekarang begitu.
01:47Dan harus di, apa namanya itu ya, dipasilitasi.
01:52Bukan sebaliknya dikit-dikit kriminalisasi, dikit-dikit mengganggu ketertiban,
01:58dikit-dikit malah ada yang disebut pidato profesor makar dan sebagainya.
02:03Itu nggak masuk ke otak mereka nih, sudah yang gitu-gituan.
02:06Masa pidato jadi makar?
02:08Nah, itu yang kedua tuh.
02:10Jadi, pada tingkat tertentu apa yang dilakukan oleh para politisi ini,
02:16saya kira mereka lebih melihat aspek politiknya.
02:19Jadi kalau mereka seperti itu, ya orang kan muji-mujilah, bagus-bagus.
02:24Tapi saat yang bersamaan, apakah itu menjadi pelajaran bagi mereka?
02:29Apakah nilai untuk memperjuangkan keadilan, kejujuran itu,
02:33dan kecerdasan itu sebagai sesuatu yang penting untuk dihormati itu,
02:38menjadi sesuatu yang masuk kepada hati dan pikiran mereka.
02:43Oke, baik.
02:43Saya agak ragu kalau sampai ke wilayah itu.
02:46Oke, Pak Kozin, permintanya semua sama sebenarnya.
02:50Meminta reaksi yang tepat, tidak hanya cepat.
02:54Catatan Anda gimana?
02:56Ya, sekali lagi, proses ini kan masih berjalan ya.
02:58Tentunya langkah evaluasi di internal tetap dilakukan.
03:02Seperti upaya perbaikan ke depan.
03:04Tentunya kami sepakat apa yang disampaikan bapak-bapak di forum ini,
03:08bahwa kejadian ini harus menjadi yang pertama dan terakhir.
03:12Tidak boleh ada kejadian seperti ini di lain-lain waktu.
03:15Jadi mungkin itu poin yang penting.
03:17Sekali lagi, kita terbuka dengan segeluruh masukan,
03:19kritikan, saran.
03:21Tidak kemudian dalam posisi kita mencari alibi,
03:24bahwa ada keteledoran, ketidakcermatan.
03:26Ini menjadi tanggung jawab dan evaluasi institusi kami di internal MPR.
03:30Harus diselesaikan, jangan sampai cuma jadi bola liar.
03:33Terima kasih kepada Sunal Sumer yang sudah bergabung di studio.
03:36Dan yang sudah bergabung di studio.
Komentar

Dianjurkan