- 15 jam yang lalu
- #trump
- #xijinping
- #as
- #china
- #iran
JAKARTA, Kompas TV - Di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di China.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghadiri pertemuan dengan menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS.
Apakah langkah yang dilakukan AS dan Iran ini merupakan upaya diplomasi kedua negara?
Simak ulasannya bersama Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, di program Sapa Indonesia Pagi pada Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga Trump Puas jika Program Nuklir Iran Dihentikan 20 Tahun, tapi Harus Ada Jaminan di https://www.kompas.tv/internasional/669202/trump-puas-jika-program-nuklir-iran-dihentikan-20-tahun-tapi-harus-ada-jaminan
#trump #xijinping #as #china #iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669207/full-trump-xi-jinping-bertemu-pakar-hukum-internasional-ui-soroti-dampak-ke-perang-iran-vs-as
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghadiri pertemuan dengan menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS.
Apakah langkah yang dilakukan AS dan Iran ini merupakan upaya diplomasi kedua negara?
Simak ulasannya bersama Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, di program Sapa Indonesia Pagi pada Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga Trump Puas jika Program Nuklir Iran Dihentikan 20 Tahun, tapi Harus Ada Jaminan di https://www.kompas.tv/internasional/669202/trump-puas-jika-program-nuklir-iran-dihentikan-20-tahun-tapi-harus-ada-jaminan
#trump #xijinping #as #china #iran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669207/full-trump-xi-jinping-bertemu-pakar-hukum-internasional-ui-soroti-dampak-ke-perang-iran-vs-as
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:10Alotnya negosiasi damai membuat perang Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut.
00:14Hingga kini, negosiasi terus diupayakan hingga melibatkan negara lain.
00:19Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakhiri kunjungannya ke Beijing
00:23dengan pertemuan tertutup di kediaman resmi pemimpin Tiongkok, Xi Jinping,
00:27sebelum kembali ke Washington.
00:30Trump menyebut bahwa Tiongkok memiliki pandangan yang sama tentang keinginan berakhirnya perang.
00:36Amerika Serikat juga bilang bahwa Tiongkok sepakat bahwa Iran seharusnya tidak memiliki senjata nuklir.
00:41Terima kasih telah menonton!
01:12Sementara itu, Xi Jinping mengatakan
01:14saat ini situasi internasional
01:16sangat dinamis dan penuh kejolak
01:18Xi juga bilang
01:19perdamaian Amerika Serikat dan Iran
01:21lebih banyak memberikan manfaat
01:23daripada konflik yang turut merugikan Tiongkok
01:25Terima kasih telah menonton!
01:31Terima kasih telah menonton!
02:07Terima kasih telah menonton!
02:22Terima kasih telah menonton!
02:46Terima kasih telah menonton!
02:56Terima kasih telah menonton!
02:58Terima kasih telah menonton!
03:24Terima kasih telah menonton!
03:35Terima kasih telah menonton!
03:48Terima kasih telah menonton!
03:50Terima kasih telah menonton!
03:52dorongan Iran agar bridge ini mengambil posisi lebih tegas terhadap isu keamanan dan kedaulatan negara anggota.
04:43Di tengah perang Amerika Serikat dan juga Iran, Donald Trump dan Xi Jinping bertemu.
04:48Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Negara-Negara Angkota Bridge.
04:54Apakah yang dilakukan Amerika Serikat dan Iran ini sebagai langkah diplomasi kedua negara?
04:59Kita bahas bersama dengan Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, ada Prof. Hikmahanto Juana.
05:05Selamat pagi Prof.
05:07Selamat pagi Ariste.
05:08Ya, kita lihat Trump ini bertemu dengan Presiden Xi, kemudian juga Menteri Luar Negeri Iran beberapa kali atau saya lupa
05:18beberapa kalinya juga sempat bertemu dengan pemimpin dari Tiongkok ini juga.
05:23Nah, apakah benar Tiongkok ini menjadi epicentrum baru dunia setelah Amerika Serikat sudah mulai menurun?
05:31Ya, kalau saya lihat memang Cina bisa berperan sebagai epicentrum baru dan itu memang yang diharapkan oleh kedua belah pihak
05:42yang bertikai, yaitu Amerika dan Iran.
05:45Karena begini, kita tahu bahwa Cina sebuah negara besar dan Cina memang sangat kritis terhadap apa yang dilakukan oleh Amerika
05:55Serikat menyerang Iran.
05:57Tapi di sisi lain, dia, Cina ini mau dalam batas-batas tertentu bekerja sama dengan Amerika Serikat.
06:06Karena ada kepentingan ekonomi dari Cina terhadap Amerika Serikat.
06:12Oleh karena itu, Cina bukannya tidak mungkin, dia bukan sebagai mediator, sebagaimana Pakistan, tetapi dia yang akan melakukan sejumlah eksekusi
06:26yang menjadi permintaan dari Amerika maupun Rusia.
06:31Kita tahu sekarang ini kan Operation Epic Fury sudah dinyatakan berakhir oleh Menlu Rubio Amerika Serikat.
06:40Dan sekarang isu yang terbesar itu berkaitan dengan dua hal.
06:44Pertama adalah Selat Hormuz dan kedua adalah senjata nuklir dari Iran.
06:51Kalau Iran sendiri terkait dengan senjata nuklir, mereka mengatakan bahwa mereka siap untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
06:58Tetapi kalau misalnya nuklir untuk tujuan damai, tentu hak dari setiap negara untuk bisa melakukan hal tersebut.
07:07Sementara Amerika Serikat mengatakan senjata nuklir tidak boleh dan program nuklir untuk tujuan damai pun itu baru boleh setelah 20
07:19tahun sejak sekarang ini.
07:20Jadi ada pembatasan.
07:22Nah ini yang kemudian mungkin disampaikan ke pemerintah China dan kita dengar bahwa Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa sebagaimana disampaikan
07:34oleh Donald Trump setuju bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
07:40Dan memang seperti itu, ini bukan sesuatu yang aneh gitu ya.
07:44Karena menurut perjanjian Non-Proliferation Treaty, NPT, memang hanya ada lima negara yang boleh mempunyai senjata nuklir.
07:52Yaitu China, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia.
07:56Nah jelas Iran, maaf, China juga akan mengatakan, ya betul, Iran tidak boleh punya senjata nuklir begitu.
08:04Tetapi nanti ada perdebatan bagaimana dengan nuklir untuk tujuan damai.
08:10Kalau Amerika Serikat kan tidak boleh, paling tidak sampai 20 tahun ke depan.
08:15Tapi kalau Iran minta, ya boleh dong untuk pembangkit tenaga listrik dan sebagainya.
08:19Nah di sini kemungkinan besar saya melihatnya bahwa China bisa mengeksekusi, ya itu dia akan menjadi penjamin.
08:26Bagi Amerika Serikat, bahwa Iran itu tidak akan mengembangkan kemampuan nuklirnya itu untuk mengarah ke senjata nuklir.
08:36Nah memang kemudian ada perdebatan berikutnya adalah berkaitan dengan uranium yang sudah diperkaya oleh Iran, sebanyak kira-kira 400 kilo.
08:45Nah ini bagaimana?
08:47Karena Amerika Serikat menghendaki bahwa uranium itu dibawa ke Amerika Serikat dan disimpan di sana.
08:53Nah Iran tidak mau. Rusia memang menjadi pihak yang mengatakan bahwa kalau misalnya setuju, ya sudah simpan aja di kami.
09:02Nah tapi Amerika Serikat tidak setuju.
09:05Nah bukannya tidak mungkin bahwa peran untuk menyimpan uranium itu akan diambil oleh China.
09:13Saya belum tahu apakah ada kesedihan dari China, tetapi alasannya adalah karena China tahu bahwa Iran
09:22pasti mengatakan bahwa itu tidak boleh kemana-mana, tetapi karena China mengatakan bahwa siapa namanya,
09:36Iran itu memang ditekan oleh Amerika Serikat sehingga mau tidak mau China akan mengatakan silahkan kalau misalnya mau disimpan di
09:45China.
09:46Nah itu yang China merasa bahwa, maaf, Iran itu merasa bahwa China itu kan mempunyai ketergantungan terhadap minyak mereka.
09:55Jadi Iran mengatakan, oke akan saya setujui kalau itu ada di China, bukan di Rusia, karena Rusia tidak punya ketergantungan
10:03terhadap Iran.
10:05Tapi China mempunyai ketergantungan yang sangat besar terhadap Iran untuk minyak, untuk pembangunan ekonomi dan lain sebagainya.
10:14Oke, nah ini yang kemudian saya mau tanyakan kepada Prof. Hik begitu ya, usai pertemuan Trump dan juga Presiden Xi,
10:20apakah kemudian Tiongkok ini masih sepenuhnya berada di belakang Iran?
10:26Ketika Iran kita tahu juga bergantung dari hal ekonomi kepada China, dan juga sebaliknya China sendiri kemudian bergantung soal minyak
10:37tadi Anda sebutkan.
10:38Nah, kalau untuk di harian kompas yang terbit di hari ini, Trump ini pulang dengan riang.
10:44China setuju membeli 200 pesawat Boeing, China juga berminat membeli minyak dan kedelai dari Amerika Serikat.
10:51Bagaimana posisi saat ini Tiongkok atau China di mata Iran saat ini?
10:58Benarkah ini semakin dilematis atau bagaimana?
11:03Sebenarnya kalau dari sisi Iran, saya melihatnya bahwa boleh saja, China akan membeli berbagai produk yang dihasilkan oleh Amerika Serikat.
11:12Dan memang tujuan Trump datang bertemu dengan Presiden Xi Jinping, utamanya adalah masalah ekonomi.
11:21Bagaimana intinya adalah di Amerika Serikat akan terbuka lapangan pekerjaan.
11:27Maka beliau itu sangat senang, gembira ketika ada pernyataan dari Presiden Xi Jinping bahwa China akan membeli ratusan pesawat Boeing.
11:39Karena itu akan membuka banyak lapangan pekerjaan.
11:41Nah, ya tapi permasalahannya adalah Xi Jinping, dia masih dalam tataran yang menurut saya normatif ketika memberikan jaminan berkaitan dengan
11:53selat hormus.
11:54Bahwa selat hormus harus dibuka setuju, selat hormus pasti harus dibuka karena China mempunyai ketergantungan minyak.
12:00Tetapi bagaimana cara membuka selat hormus itu, China itu saya yakin tidak akan setuju dengan Amerika Serikat.
12:07Karena Amerika Serikat menggunakan kekerasan, menggunakan senjata, begitu ya.
12:12Nah, kita tahu juga bahwa Perancis dan Inggris sudah membentuk aliansi untuk nantinya kapal-kapal tanker yang akan keluar dari
12:23selat hormus itu akan dikawal.
12:25Jadi tidak akan diserang oleh Iran, tapi juga tidak diserang oleh Amerika Serikat.
12:29Bahkan Perancis mengatakan bahwa ini tidak ada kaitannya dengan Amerika Serikat.
12:36Apa yang mereka munculkan ide ini dan mereka berkomunikasi dengan pihak Iran.
12:42Nah, saya melihat bahwa China pun juga akan mengatakan, ya kita akan setuju kalau ini dibuka,
12:48tapi harus ada jaminan bahwa Iran tidak lagi diserang oleh Amerika dan Israel.
12:53Karena bagi Iran, kenapa selat hormus ini dijadikan bargaining chip?
12:58Karena Iran merasa bahwa untuk dia bisa survive, maka dia perlu dunia berada di belakang mereka dengan cara menutup selat
13:10hormus ini.
13:11Jadi memberi tekanan kepada Amerika Serikat.
13:13Dan ini kan yang dilakukan oleh China ketika mungkin berbicara dengan Amerika Serikat,
13:20bahwa selat hormus akan dibuka, tapi saya yakin caranya berbeda dengan apa yang diharapkan oleh Amerika Serikat.
13:28Misalnya berkoalisi untuk menyerang Iran, itu tidak akan terjadi.
13:31Oke, diplomasi hormus ini tampaknya sangat krusial dan memang harus menjadi bahasan utama begitu antara Amerika Serikat,
13:38Tiongkok dan juga Iran.
13:40Tapi kemudian yang secara bersamaan, Menteri Luar Negeri Iran juga menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota BRIC.
13:48Nah, apa sebenarnya yang ingin dimainkan saat ini?
13:52Atau strategi apa yang saat ini dimainkan oleh Iran?
13:55Bahkan Iran mengatakan bahwa BRIC ini harus mengambil posisi lebih tegas terhadap isu keamanan dan juga kedaulatan negara anggota.
14:04Benarkah dengan pertemuan Xi dan juga Trump ini akan memberikan jarak antara Iran dan juga Tiongkok?
14:16Ya, jadi pertama ya kita perlu pahami bahwa BRIC ini kan dibangun oleh negara-negara yang mungkin mereka tidak mau
14:25punya ketergantungan secara ekonomi dari negara-negara G7.
14:30Tidak mau ada punya ketergantungan terhadap mata uang misalnya, mata uang yang selama ini dipakai adalah dolar.
14:37Mereka harus punya alternatif, bahkan arsitektur perekonomian internasional itu tidak ditentukan oleh negara-negara G7.
14:44Jadi harus ada alternatif.
14:45Nah, apa yang dilakukan oleh Iran kemarin ini adalah minta kepada BRIC untuk memperluas permasalahan, jangan bicara soal ekonomi, tetapi
14:57juga masalah yang berkaitan dengan politik internasional.
15:00Karena apa? Iran merasa bahwa dia sebagai anggota itu dizolimi oleh pihak Amerika Serikat yang melakukan, melancarkan serangan terlebih dahulu
15:10tanpa Iran melakukan serangan apapun.
15:12Lalu kan pertanyaannya, masa kami yang diserang terlebih dahulu lalu kemudian harus bertekuk lutut dengan kehendak dari Amerika Serikat?
15:21Dan Anda semua negara-negara BRIC ini diam semua.
15:24Apa peran dari BRIC kalau misalnya seperti itu?
15:28Nah, dalam konteks seperti ini yang saya pahami dari Menlu Arachi dari Iran mengatakan bahwa kita harus masuk ke sana.
15:36Jangan cuma masalah ekonomi saja.
15:38Nah, Arachi juga mungkin dugaan saya mengatakan bahwa kalau kita tidak Anda bantu, saya kami ini tidak kami bantu, itu
15:47coba lihat nih.
15:48Dengan penutupan Selat Hormuz, itu harga minyak dunia akan melampung dan itu akan berdampak pada semua negara.
15:56Iya, walaupun misalnya Rusia sudah punya banyak minyak, Amerika punya banyak minyak.
16:01Tapi harga pasar dunia itu kan ditentukan apa yang terjadi di Selat Hormuz.
16:06Jadi, apa namanya, ini yang menjadi bargaining chip untuk katakanlah Iran mengatakan kepada negara-negara BRIC untuk tolong bantu saya
16:18untuk menghadapi Amerika Serikat.
16:21Dan ini semua kan kita bangun untuk menghadapi Amerika Serikat, negara-negara yang menjadi sekutu Amerika Serikat di G7.
16:29Masa Anda tidak mau bantu? Kira-kira seperti itulah.
16:32Oke, nah terkait dengan pertemuan antara Presiden Trump dan juga Presiden Xi, apakah Anda melihat apakah nanti akan ada dampak
16:40perubahan jarak antara Iran dan juga Tiongkok?
16:45Hubungan yang sempat kita lihat sangat mesra dalam hal perekonomian dengan adanya pertemuan kedua negara tersebut, Amerika Serikat dan juga
16:54Tiongkok kemarin.
16:56Dan apakah kemudian nantinya Tiongkok memang benar-benar bisa menjadi penengah antara Amerika Serikat dan juga Iran?
17:08Saya rasa tidak ya, tidak dalam hatian bahwa mungkin dunia melihat pertemuan ini untuk melihat bahwa ada penurunan ketegangan antara
17:19dua negara besar ini yang saling berkompetisi.
17:21Tetapi tidak mungkin kemudian mereka lebih bermesraan bahkan menjadi sekutu satu sama lain begitu ya.
17:29Memang ada yang berpikir bahwa bagaimana kalau dunia ini tidak ditentukan oleh G7, negara-negara yang masuk dalam kelompok G7,
17:37tapi ditentukan oleh G2.
17:40Seolah-olah dunia ini hanya ditentukan oleh Amerika Serikat dan Cina.
17:45Amerika Serikat di Western Hemisphere, selebihnya Cina.
17:48Nah, tentu ini kalau dalam pandangan saya tidak mungkin ini bisa terjadi dalam waktu dekat ini.
17:56Tidak tahu kalau misalnya dalam waktu yang jangka panjang.
17:59Tetapi, Trump datang ke Cina itu untuk memastikan bahwa masalah ekonomi Amerika Serikat akan meningkat dan itu yang melahirkan MAGA.
18:11Tetapi, pada waktu Menlu Rubio akan bergabung dalam pertemuan di Cina kemarin itu dia memberikan wawancara mengatakan bahwa
18:23sebenarnya kita bisa melihat wajar kalau misalnya Cina itu mau unggul secara ekonomi di dunia ini.
18:31Tetapi, pertanyaannya adalah apakah kita Amerika Serikat mau melihat Cina lebih unggul daripada kita?
18:37Tentu tidak.
18:39Bahkan dia mengatakan, kalau saya menjadi pemerintah Cina, ya memang apa yang dilakukan oleh Cina sekarang ya memang benar.
18:45Tetapi, pertanyaannya sekali lagi, apakah Amerika Serikat mau?
18:49Nah, tentu Amerika Serikat tidak mau.
18:51Dia ingin lebih unggul daripada Cina.
18:53Nah, ini yang katakanlah eksekusi permasalahannya itu bukan di mana?
19:01Di Menteri Luar Negeri Amerika atau Presiden Amerika, tapi di CIA yang memang mereka, para birokratnya punya tujuan bahwa Amerika
19:13harus unggul di dunia.
19:15Nah, kalau tanya siapapun yang katakanlah menjadi pesaing mereka, mereka akan segera hadapi.
19:20Dan mereka melihat bahwa Cina itu adalah negara yang akan berkompetisi, menjadi unggul di dunia ini, sehingga mereka akan hadapi.
19:29Tapi sekali lagi, Trump hadir ke Cina, ini kan dalam rangka untuk membangun, apa namanya, hubungan kerjaan.
19:39Iya, kerjasama.
19:40Tetapi bukan masalah kemudian Cina akan ditekuk lututnya, begitu tidak.
19:45Tetapi bagaimana Cina mau membeli produk-produk Amerika, membuka lapangan pekerjaan, lalu banyak perusahaan-perusahaan Amerika bisa melakukan penetrasi pangsa
19:55pasar Cina.
19:56Karena pangsa pasar Cina ini besar sekali.
19:59Kita tahu lah, kalau misalnya ada Youtube dan lain sebagainya, sosial media yang bisa beroperasi di Amerika, tapi tidak bisa
20:08beroperasi di Cina.
20:10Mereka di Cina punya, mereka punya sendiri begitu ya.
20:13Karena memang pangsa-pasarnya untuk pelaku usahanya itu sangat besar.
20:16Oke, terakhir saya ingin tanyakan, walaupun memang pertemuan yang dilakukan oleh Presiden Xi dan juga Presiden Trump ini lebih banyak
20:25dominan adalah soal membahas kesepakatan kedua negara dalam hal ekonomi, begitu ya.
20:31Untuk bisa saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
20:35Tapi tentu ada hal yang kemudian juga dibahas, salah satunya soal geopolitik.
20:40Hal ini terbukti dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Xi yang mengatakan bahwa melihat situasi geopolitik saat ini seharusnya Amerika
20:48Serikat dan juga Cina ini bukan sebagai rival, tapi kemudian sebagai sahabat, begitu ya.
20:54Nah, apakah nantinya akan ada hal-hal atau upaya-upaya yang dilakukan oleh Tiongkok dalam hal ini lebih dominan untuk
21:04bisa menyelesaikan antara Amerika Serikat dan juga Iran?
21:08Kemungkinannya menurut Anda besar atau kecil?
21:12Jadi kalau saya melihatnya begini, kita tahu Epic Fury kan sudah diakhiri dan kemudian di dalam negeri Trump tidak mendapat
21:20dukungan dari rakyatnya, approval rating jatuh, begitu ya.
21:25Lalu di Kongres terus terjadi perdebatan antara Demokrat dengan para Menteri Trump, Menteri Perang, Menteri Luar Negeri.
21:32Dan bagi Iran, apa yang dilontarkan oleh Partai Demokrat itu yang merupakan suara dari Iran, mempertanyakan apakah dana yang besar
21:44dikeluarkan itu mampu membuat Iran mengkalah perang, gitu ya.
21:50Mereka yang mereka juga, Partai Demokrat itu mempertanyakan Selat Hormus kok, kalau menang kenapa belum dibuka juga, gitu dan lain
21:57-lain.
21:58Nah, tapi itu yang dihadapi oleh Amerika Serikat.
22:02Nah, Iran mengatakan bahwa kami ini tidak akan melakukan serangan balasan kalau kami tidak diserang.
22:08Nah, sementara kita tahu oleh Pakistan dimediasi, tetapi sampai hari ini proposal tidak bisa disepakati karena tuntutan yang tinggi dari
22:19pihak Iran dan Amerika Serikat.
22:21Jadi saya melihatnya adalah bahwa perang ini tidak ada misalnya kesepakatan damai, tidak ada.
22:28Perang ini akan diambangkan seperti sekarang ini, ya, karena gencatan senjata sudah dinyatakan dan gencatan senjata itu tidak ada batas
22:37waktunya.
22:38Nah, kemudian yang jadi isu besar itu adalah bagaimana dengan Selat Hormus.
22:44Di sinilah China akan punya peran dan Selat Hormus bagaimana bisa dibuka kembali, dinormalkan untuk dunia ya, tidak hanya untuk
22:53Amerika, tapi untuk dunia.
22:54Dan yang kedua adalah isu berkaitan dengan nuklir yang tadi saya katakan di awal, bahwa China akan bersedia untuk menjadi
23:01penjamin, ya, membuat Amerika Serikat tenang, ya, dan kemudian membuat Iran juga tenang, bahwa tidak ada kemudian Amerika Serikat mau
23:12menekuk kedaulatan dari Iran.
23:14Oke, jadi Tiongkok akan mengambil peran lebih begitu di diplomasi Hormus ini, termasuk juga sebagai negara penjamin terkait dengan nuklir
23:24tadi yang dikatakan Anda.
23:25Terakhir, singkat saja Pak Hikmahanto, kita tahu Menlu Iran bertemu di pertemuan forum Bridge gitu ya, untuk bisa memberikan, apa
23:39ya, memberikan masukan kepada Bridge ini agar lebih tegas lagi,
23:42tidak hanya soal kesepakatan-kesepakatan ekonomi, tapi kemudian juga soal kedaulatan termasuk juga keamanan geopolitik begitu.
23:52Apakah nanti suara yang kemudian diaspirasikan oleh Iran ini akan didengar oleh forum Bridge ini, menurut Anda?
24:02Ya, pasti akan didengar, ya, karena dalam forum ini juga mereka tahu bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah ini,
24:11terutama penutupan Selat Hormus ini,
24:14berdampak pada harga minyak yang melambung, dan di banyak negara, termasuk di BRICS, itu dampaknya sangat luar biasa ke dalam
24:24negeri,
24:25sehingga apa yang disampaikan oleh RAC ini tentu sangat didengar, dan tentu akan berharap kepada negara ketiga, bukan sebagai mediator,
24:36tapi sebagai penjamin,
24:37ya, penjamin, aliansi penjamin, untuk memastikan bahwa kita akan bisa kembali ke situasi normal di mana Selat Hormus akan terbuka
24:47seperti itu.
24:48Oke, baik, terima kasih Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia untuk perspektifnya,
24:54Prof. Rikmahanto Juwana telah bergabung bersama kami, sehat selalu Prof. Assalamualaikum, selamat pagi.
Komentar