Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS TV - Para perajin tempe di sentra produksi tempe Sanan Kota Malang dilanda kekhawatiran akibat naiknya harga kedelai impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah. Kedelai impor menjadi bahan baku utama dari produksi tempe, sehingga berdampak besar pada kegiatan produksi.



Ketergantungan kedelai impor tersebut membuat para perajin tempe di Sanan khawatir. Jika harga kedelai impor mengalami kenaikan kembali, maka biaya produksi akan semakin bertambah. Hal tersebut tentunya akan berimbas pada harga jual dan dikhawatirkan akan berdampak pada harga jual tempe di pasaran.



Perajin tempe memilih untuk menaikkan harga jual imbas dari kenaikan harga kedelai impor. Bahkan, jika akan ada kenaikan harga kembali perajin menyiasati dengan menaikkan harga dan mengecilkan ukuran tempe yang dijual.



"Kalau bisa naik ya naik lagi. Kalau tidak bisa, ya mengecilkan barangnya. Kemasannya lebih diperkecil. Soalnya kenaikan harga tidak di harga kedelai saja, dibarengi dengan harga plastik yang sangat tinggi" Kata Mustakim



Para perajin berharap ada intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai impor dan ketersediaan pasokan agar para perajin tetap bisa produksi.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/668930/harga-kedelai-impor-naik-imbas-rupiah-lemah-perajin-tempe-khawatir
Transkrip
00:00Saudara di tempat saya berada saat ini di sentra produksi tempe Sanan Kota Malang merupakan pusat produksi tempe di Kota
00:09Malang.
00:09Nah di sini setiap harinya para produsen memproduksi tempe untuk memenuhi kebutuhan pasar seperti itu.
00:16Nah tentunya di sini mereka juga sedang mengalami kekhawatiran karena adanya isu kenaikan harga kedelai impor yang terjadi saat ini.
00:25Karena memang di sini para produsen menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku utamanya.
00:31Karena memang nanti jika nantinya kedelai impor ini harganya akan naik tentunya akan berimbas pada kenaikan biaya produksi dan juga
00:40tentunya akan berimbas pada penurunan daya beli masyarakat.
00:44Nah karena saya saat ini sedang berada langsung di tempat produsen tempe seperti itu kedelainya di sini.
00:51Nah saya mau bertanya langsung pada salah satu produsen yang ada di sini terkait dengan kondisi harga kedelai impor saat
00:57ini berapa dan bagaimana.
00:59Nah selamat pagi Ibu.
01:01Pagi.
01:02Ibu dengan siapa?
01:03Ibu Mustakim.
01:04Ya Ibu Mustakim. Sekarang ini kan harga kedelai impor kan sedang naik.
01:09Nah kondisi harganya sekarang berapa Ibu?
01:1210.500 dari yang sebelumnya 9.600. Terus ini sekarang sudah mulai naik lagi.
01:22Oke ini sebelumnya apakah ada kenaikan Ibu? Sebelumnya kan beberapa bulan yang lalu tentu akan ada kenaikan seperti itu. Nah
01:29ini kenaikannya sudah berapa Ibu?
01:32Sudah kurang lebih 1.000 rupiah.
01:34Antara 9.600 sekarang ke 10.400 ya kurang lebih 1.000 rupiah per pilonya.
01:40Oke ini kan sudah ada kenaikan ya Ibu. Sekarang ini kan juga ada isu tentang kenaikan harga kedelai impor juga
01:49imbas dengan kursus dolar yang naik.
01:51Nah kira-kira dari Ibu sebagai produsen tempe sendiri bagaimana mengenanggapi hal tersebut?
01:57Kalau sementara ini saya masih bisa mengatasi tapi kalau naiknya sudah melebih dari harga yang normal ya kita sudah kesulitan
02:12lagi.
02:13Apalagi saat sekarang kan pasar lagi nggak baik-baik saja gitu kan ya.
02:19Daya beli masyarakat kayaknya sudah mulai masalah gitu ya.
02:25Baik sekarang kalau dilihat kemarin kan sudah sempat naik.
02:28Nah menyiasatinya itu apakah ada pengurangan diperkecil atau akan dinaikkan harga ini Ibu?
02:36Kalau saya sementara ini memang saya sudah saya naikkan dari harga grossingnya sudah saya naikkan.
02:44Juga harga eternya juga sudah saya naikkan.
02:47Sementara ini nggak tahu kalau mau kenaikan lagi saya masih belum bisa mikir nanti gimana nanti gitu.
02:56Tapi ini kan ada isu ya Ibu akan ada kenaikan kedelai impor lagi nanti rencananya akan seperti apa menyiasatinya Ibu?
03:02Ya kalau memang sudah naiknya terlaluan ya mau nggak mau.
03:07Ya kalau bisa naik lagi ya naik kalau nggak bisa ya otomatis ya ngecilin barangnya.
03:14Kemasannya lebih diperkecil gitu.
03:15Soalnya ini kenaikan kan nggak di harga kedelai saja dibarangin dengan harga plastik yang sangat telinggi naiknya.
03:24Oke baik berarti dengan adanya kedelai impor naik lalu juga harga plastik naik ini tentunya nanti rencananya juga akan menaikkan
03:31harga seperti itu ya.
03:32Nah ini harapan Ibu bagaimana Ibu kedepannya terkait dengan harga kedelai impor yang naik terus seperti ini?
03:40Ya kalau bisa ya sebagai selaku pemerintah kalau bisa bisa mengatasi masalah ini.
03:48Soalnya kita kan juga nggak kita kan bekerja di sini juga bukan untuk ini kan untuk para pekerja juga.
03:57Kalau saya misalkan produsinya menurutkan otomatis orang-orang kan juga berdampak gitu.
04:04Jadinya tetap ini sementara ini ya kita berusaha bertahan gitu.
04:11Baik karena memang banyak pekerja yang menggantungkan di sini juga ya tapi ini produksi sehari berapa Ibu biasanya dan dikirimkan
04:18kemana saja?
04:20850 kilo satu harinya ya dikirimkan ke Sidoarjo, Surabaya, ke Batu, kayak ada di supermarket-supermarket ketika itu ada.
04:31Berarti dikirimkan ke banyak tempat juga ya dan banyak sekali di sini pekerja yang menggantungkan ke Ibu sebagai produsen di
04:41sini.
04:41Nah itu saudara yang seperti yang disampaikan oleh salah satu produsen tempe di Sanan Kota Malang ini memang ada kekhawatiran
04:48terkait dengan naiknya harga kedelai impor.
04:51Karena memang jika nanti kedelai impor akan naik tentunya akan membengkak biaya produksinya dan tentunya nanti akan berimbas pada harga
04:59jual dan berimbas lagi kepada penurunan daya beli masyarakat terhadap tempe sebagai salah satu sumber protein untuk masyarakat ini.
05:08Dan tentunya di sini sebagai produsen tempe di sini mereka juga berharap adanya intervensi dari pemerintah untuk stabilisasi harga kedelai
05:16impor dan juga terkait dengan pasokan agar stabil dan agar mereka bisa tetap produksi.
05:23Nadifa Rahma, Dedy Prasetyo, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan