Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendakwah sekaligus Mantan Bandar Judi Online, Uztaz Dennis Lim, mengungkap bagaimana industri judi daring merekrut pekerja dengan sangat mudah, bahkan tanpa latar belakang pendidikan tinggi.

Dennis menyebut, untuk posisi customer service atau admin, hampir siapa saja bisa dilatih bekerja di industri tersebut.

Menurutnya, pekerjaan admin judi online hanya membutuhkan kemampuan komunikasi dasar dan mengetik cepat untuk melayani pemain melalui live chat.

Dennis menjelaskan, pekerja juga diajarkan memeriksa mutasi rekening hingga memasukkan saldo deposit pemain ke akun perjudian.

Namun, untuk pengembangan situs, kata Dennis, tetap diperlukan tenaga dengan kemampuan pemrograman.

Ia juga membongkar bahwa bisnis judi online kini dapat dijalankan dengan sistem pesan jadi.

Dennis mengungkap, banyak warga Indonesia tertarik bekerja di industri judi online di Kamboja dan Thailand karena faktor ekonomi.

Menurut Dennis, perekrutan pekerja judi online awalnya banyak dilakukan dari mulut ke mulut.

Ia menyebut, banyak pekerja yang direkrut berasal dari lingkungan pertemanan yang sudah saling mengenal.

Kini, kata Dennis, perekrutan dilakukan lebih terbuka melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan di luar negeri.

Meski demikian, Dennis mengingatkan adanya risiko besar dalam pekerjaan tersebut. Ia mengungkap ada pekerja yang paspornya ditahan dan dipaksa bekerja tanpa hari libur.

Bahkan, menurut Dennis, sebagian pekerja dibebani target untuk mencari pemain baru agar terus bermain judi online.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/1h5oyCtoVVU



#dennislim #judol #indonesia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/668971/uztaz-dennis-lim-bongkar-dunia-judi-online-risiko-di-balik-gaji-besar-rosi
Transkrip
00:00Dari 321 orang yang ditangkap, satu diantaranya adalah warga negara Indonesia yang pernah bekerja di Kamboja.
00:10Dia diduga punya peran sebagai customer service atau operator judi daring.
00:16Saya masih berdiskusi dengan seorang pendakwah yang punya masa lalu sebagai bandar judi daring di Thailand, Dennis Lim.
00:22Ko Dennis, dari pernyataan polisi tadi, dia sudah punya pengalaman di industri yang sama, beda negara, kemudian ditarik ke Indonesia
00:30dengan peran sebagai operator judi daring.
00:32Untuk mengoperasikan itu, secara SDM-nya memang orang yang pernah punya pengalaman di negara lain, kemudian ditarik ke Indonesia,
00:40atau bisa saja orang yang belum pernah punya pengalaman sama sekali, bisa ikut terjun di industri ini?
00:45Tergantung kebutuhan. Kalau untuk CS, admin, ya bahkan izin ya anak yang nggak lulus SMP aja, lulusan SD aja, bisa
00:54diajarin.
00:55Karena kan tugasnya CS itu kan dia cuma komunikasi dengan live chat, tinggal terbiasa untuk ngetik cepat, balas-balasin chat,
01:02ajarin cara buka mutasi rekening di internet banking, begitu ngeliat ada deposit masuk, isikan di saldo, isikan sebagai kredit di
01:10akun yang si pemainnya itu deposit.
01:11Itu kan siapa aja bisa diajarin, kecuali kalau misalkan kita pengen perlu orang untuk edit web-nya, berarti harus punya
01:20kemampuan programming.
01:21Tapi ya itu dia, masalahnya judi zaman sekarang juga udah bisa maklon, kayak orang bikin parfum atau orang bikin skincare,
01:29saya punya duit nih, tolong bikinin dong web judinya, warnanya kayak gini, nama web judinya ini di dalamnya ada game
01:35permainan ini, ini, ini aja,
01:36selesai, jadi, terima beres, kita tinggal bayar orang tadi untuk jadi CS adminnya, untuk buka, ini jadi ngajarin nggak ya?
01:44Tapi sebetulnya tidak ada spesifikasi khusus buat mencari SDM untuk terlibat di situ.
01:48Kalau untuk CS admin nggak ada, asal dia mau, nggak peduli hal-hal haram aja.
01:54Kalau dia mau dan bisa diajarin, dan kenapa istilahnya banyak orang Indonesia yang waktu di Kamboja, Thailand,
02:00Karena mungkin ya Puntan, ya di Indonesia dia misalkan kalau mau kerja, sedangkan dia lulusan SMP, mau digaji berapa sih?
02:06Sedangkan di sana minimal, di zaman kami, gaji paling kecil 3 juta setengah rupiah, bersih.
02:12Tiket ditanggung, makanan ditanggung, tempat nginep ditanggung, tempat tadi berikan asramanya atau apartemennya.
02:21Abisnya cuma kalau dia jajan, mau main judi, atau kena perempuan, atau kena obat, udah nggak ada pilihan lain lagi.
02:26Dan menjaring orang yang mau terlibat di judi daring itu, apakah segampang itu, atau justru ada tantangan lain yang dihadapi?
02:35Dari mulut ke mulut juga gampang ya.
02:38Kayak contoh, orang yang udah ikut kerja di situ, dia biasanya nyari nggak terlalu furgar.
02:43Dia cari orang-orang, teman-teman sekolahnya dulu, yang dia tahu ya sama-sama nggak peduli hal-hal haram, udah
02:49akhirnya berangkat.
02:50Karena dulu waktu kami di sana juga ya istilahnya banyak yang, istilahnya udah saling kenal di Bogornya juga.
02:56Walaupun waktu di sana kebanyakan orang, ya memang orang Medan ya, kebanyakan.
03:00Tapi yang dari Jawa Barat juga ada sebagian.
03:03Tapi saling kenal.
03:04Sekarang istilahnya buat nyari untuk kelebih, mereka perlu orang lebih banyak.
03:08Ya pasang iklan di media sosial, ngiming-ngimingin gaji besar, kerja di luar negeri.
03:14Ya banyak juga yang istilahnya dengan terang-terangan mau untuk ikut gitu.
03:20Dengan apapun resikonya.
03:22Di sananya, ya ini jodoh ya.
03:24Kalau emang dapet yang baik, yang masih diizinin pasportnya untuk dipegang.
03:28Ada juga yang kebagian yang ternyata ya dia bener-bener, ya jahat lah ya.
03:34Namanya orang bisnis kayak gituan.
03:35Pasport ditahan, kerja setahun penuh, seharinya 12 jam, tidak ada libur sama sekali.
03:40Makanan memang dikasih, tempat tinggal memang dikasih.
03:43Gaji juga bahkan dikasih.
03:45Oke.
03:45Tapi ya kontrak kerja.
03:46Bahkan ada yang ditarget, harus nyari pemain.
03:48Untuk supaya orang jadi mau main.
03:50Oke, tapi yang perlu kami tegaskan sekali lagi dalam diskusi ini saudara, ini bukan maksud untuk mengedukasi siapapun untuk bertindak
03:57hal yang sama.
03:57Melakukan judi daring yang jelas dilarang dalam aturan negara kita.
04:01Cuman kalau melihat konteks yang tadi, kok Dennis, dengan membawa 321 orang berbondong-bondong datang melakukan judi daring.
04:10Ini kan berarti, ya anda seperti yang anda katakan di segmen sebelumnya, berani nekat, padahal udah jelas-jelas tantangannya adalah
04:17aturan hukum yang dilanggar dan bisa saja mereka ditangkap.
04:20Ini bisa jadi bertahap ya.
04:22Karena dulu kami waktu bikin juga kan gak langsung 28 web.
04:26Satu web dulu, dua web dulu, bikin satu web lagi, akhirnya jadi lima, akhirnya jadi sepuluh.
04:30Setelah akhirnya Indonesia berjalan, kita pengen buka nih kerjasama dengan orang Hongkong, kerjasama dengan orang Thailand.
04:36Itu bisa saja.
04:37Cuman kan kenapa akhirnya jadi berbagai macam warga negara?
04:40Karena kalau kita pengen bikin web Thailand, mendingan cari orang Thailand yang mau kerja gitu,
04:44dan digaji daripada ngajarin orang Indonesia sampai lancar bahasa Thailand,
04:47supaya bisa jadi live chat sama orang-orang Thailand di sana yang pada pengen main judi.
04:51Makanya ini mungkin yang datang orang-orang, mohon maaf, orang-orang Tiongkok dulu.
04:55Pelan-pelan akhirnya cari ajak-ajak orang-orang Vietnam, orang-orang mana.
04:59Dan di sekitaran situ kan memang kita tahu ya, banyak tempat hiburan malam,
05:03yang pada kerja di situ juga mohon maaf, cewek-cewek Thailand, cewek-cewek Vietnam.
05:06Cari aja orang-orang dan terbukti deh, ada yang cewek-cewek juga kan.
05:09Mau nggak daripada kerja di situ, misalkan di tempat hiburan malam, nari-nari, suruh mabok segala macam.
05:14Kerja kayak ginian di kantor, gaji misalkan lebih gede.
05:17Jadi masih bisa dicari untuk tanpa open recruitment yang benar-benar terlalu vulgar,
05:26lewat jalur kayak begitu mulut ke mulut juga masih bisa.
05:29Dan pengusutan ini kalau sudah sampai sebanyak itu yang ditangkap,
05:33bagi polisi harusnya udah nggak jadi tantangan lagi dong mencari bandar ya,
05:37setelah menangkap sebanyak itu orang ya.
05:40Harusnya, harusnya.
05:42Yang masih soleh baik, jujur banyak.
05:44Tapi yang masih membiarkan untuk buka, karena masih kebagian kue juga banyak.
05:49Kembali lagi soal kue itu tadi.
05:52Oke.
05:53Cuma melihat, kayaknya kita coba mundur ke belakang.
05:57Beberapa periode yang lalu, sempat ada juga yang mengaku merasa dijebak.
06:03Mendapatkan pekerjaan di Kamboja, mendapat posisi tertentu atau pekerjaan tertentu,
06:11tapi pada akhirnya terlibat dalam skenario operasi judi daring itu.
06:17Dan tampaknya memang ya akal bulus itu yang coba dimanfaatkan
06:21demi bisa mengejar orang sebanyak-banyaknya,
06:23biar bisa mengoperasikan ke sana.
06:25Di sana itu nanti awalnya memang judi mas Tival ya.
06:29Cuma kan lama-lama akhirnya yang benar-benar bikin kantor khusus untuk nipu,
06:35skam itu juga ada.
06:37Kan nggak mungkin dong ketika open recruitment disampaikan,
06:40ya siapa yang mau kerja jadi penipu.
06:41Atau begitu nyampe, diambil pasportnya, tugasnya,
06:46bahkan mohon maaf ya, yang dia laki-laki tapi suruh dibikin akun cewek,
06:51terus nanti suruh deketin om-om, temenin chat, kasih perhatian,
06:55nanti akhirnya kan dikasih uang jajan juga.
06:57Itu kayak gitu aja ada kantornya.
07:01Apalagi yang jelas-jelasnya jalan judi seperti ini.
07:04Dan yang bikin judi juga bisa jadi awalnya dia nggak pengen bikin penipuan,
07:08tapi ketika akhirnya misal dia udah buka nih website judi,
07:14terus ternyata ada pemainnya yang by system emang lagi kebagian menang.
07:18Terus kalau kita milih nggak pengen bayar,
07:20si pemainnya ternyata orang Sulawesi, nggak bisa ngapa-ngapain,
07:23masa mau ngejar ke Kamboja, nggak usah dibayar aja sekalian.
07:26Nah akhirnya kalau misalnya udah kayak gitu,
07:28kepala nggak jadi web penipuan sekalian.
07:29Orang main deposit, deposit, deposit, deposit,
07:32giliran menang tinggal nggak usah dibayar.
07:33Mungkin makin merambah lagi kan jadi penipuan.
07:36Jadi ya, dan dulu juga bahkan di Indonesia kan pernah ditangkep,
07:41digerebegin sindikat yang operasi SMS mama minta pulsa dan segala macam.
07:46Itu aja kan ada sindikatnya.
07:47Jadi akhirnya itu berkembang gitu di sana gitu.
07:50Yang bener-bener dibikin kayak kantor judi live bakarat ya.
07:56Beneran ada si mbak-mbaknya di depan meja bakarat gitu,
07:59tapi di depannya kamera dan yang main orang-orang di Indonesia.
08:02Itu beneran ada, mereka dandan di situ, disediain make-up artisnya segala macam.
08:06Yang khusus buat nipuin orang gitu,
08:09ngerekrutin orang yang suruh pura-pura jadi cewek,
08:13ngechatin om-om kesepian,
08:15ditemenin video call suaranya masih bisa diubah pakai AI segala macam.
08:20Dan yang Anda yakin kasus yang terungkap 321 orang ditangkep itu,
08:24itu sudah inti dari kor masalah judul yang ada di tanah air atau baru pucuknya?
08:33Baru sedikit sih ini.
08:35Belum apa-apa.
08:37Keyakinan Anda berapa banyak itu?
08:40Ya kan kita bisa lihat dari turnover mainnya aja kan,
08:43kan sudah dibahas di beberapa acara juga yang perputaran uangnya bisa nyampe berapa triliun.
08:49Sedangkan kalau misalkan satu app, turnover-nya misalkan baru sekitar beberapa ratus juta doang.
08:55Dan ini orang-orangnya baru ada segitu.
08:57Ya gambaran sederhananya,
08:59dulu waktu perbatasan Thailand sama Kamboja di poipet itu aja,
09:03di tahun 2015 ada sekitar 4 ribuan orang Indonesia.
09:06Ini baru 321.
09:08Dan itu belum seberapa menurut Anda?
09:09Belum seberapa.
09:10Dan juga kalau misalkan pengen di telah yang di Kamboja aja gitu kan,
09:14di sekeliling Kamboja kan nggak cuma yang di perbatasan sama Thailand, poipet.
09:17Ada yang Ceritum, si Hanukvil, ada yang di Buffett, yang perbatasan sama Vietnam.
09:21Itu semua bentuknya kayak begitu juga.
09:23Casino, dan juga tempat-tempat judi online.
09:27Oke.
09:28Saat beberapa orang sudah ditangkap,
09:31321, saya bahasakan mereka yang beroperasi langsung atas judi daring ini.
09:37Pertanyaannya sekarang,
09:38bisakah polisi kemudian memburu sponsor dan penjamin di balik judi daring jaringan internasional?
09:47Terima kasih.
09:47Terima kasih.
09:47Terima kasih.
09:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan