Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Inggris akan mengerahkan drone, jet tempur dan kapal perang sebagai bagian dari misi multinasional di masa depan untuk mengamankan Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, kapal perusak HMS Dragon akan ditempatkan lebih awal di kawasan tersebut dan bersiap bergabung dalam rencana keamanan yang dipimpin Inggris dan Prancis begitu pertempuran berakhir.

Prancis juga mengumumkan, pekan ini mereka memindahkan kelompok serangan kapal induknya ke Laut Merah sebagai persiapan untuk misi potensial di selat tersebut.

Selain Inggris, sejumlah negara Eropa dilaporkan juga mengirim kapal mereka ke Timur Tengah. Prancis mengerahkan kapal induknya Charles de Gaulle.

Sementara Jerman mengirim kapal penyapu ranjau.

Apakah pengerahan armada perang Eropa akan memberi impact pada AS dan Iran yang saat ini "saling kunci" di Selat Hormuz?

Sementara Iran tengah bersiap, jika Amerika memutuskan memilih peperangan sebagai jawaban kebuntuan negosiasi damai.

Kita bahas bersama Pengamat Timur Tengah dari Asia Middle East Center, Pizaro Gozali.

Dan Pengamat Militer dari Center for Intermestic and Diplomatic Engagement, Anto Aliabbas.

Baca Juga [FULL] Iran vs AS di Selat Hormuz, Mampukah Armada Nyamuk Iran Lumpuhkan Kekuatan Angkatan Laut AS? di https://www.kompas.tv/internasional/668929/full-iran-vs-as-di-selat-hormuz-mampukah-armada-nyamuk-iran-lumpuhkan-kekuatan-angkatan-laut-as

#iran #amerika #selathormuz

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668956/full-analisis-pengamat-soal-eropa-kerahkan-armada-perang-ke-selat-hormuz-tekan-as-atau-iran
Transkrip
00:00Apakah pengerahan armada perang Eropa akan memberi dampak atau impact pada Amerika Serikat dan Iran yang saat ini saling kunci
00:08di Selat Hormuz?
00:08Sementara, Iran tengah bersiap jika Amerika memutuskan memilih peperangan sebagai jawaban kebentuan negosiasi damai.
00:15Saya akan berdiskusi dengan para narasumber, ada pengamat timur tengah dari Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali,
00:21dan pengamat militer dari Center for Intermastic and Diplomatic Engagement, Anton Ali Abbas.
00:26Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
00:29Selamat malam, Mas Tifal.
00:30Terima kasih semua sudah bergabung bersama kami.
00:32Mas Anton, kalau judulnya adalah Semangatnya Untuk Kemanusiaan, membuka lagi Selat Hormuz,
00:36makanya Eropa sudah mulai nyicil merapat kapal-kapalnya ke sana.
00:40Terang nggak tuh barang yang memang jelas tujuannya buat kemanusiaan atau malah ada hal lain di situ?
00:44Ya, jelas kita jangan sampai tertipu ya dengan label misi kemanusiaan atau defensif.
00:52Karena memang ada konteks geopolitik yang kompleks di situ.
00:57Satu, itu memang misi dari yang disepakati ya oleh 40 negara yang dipimpin oleh Inggris dan Perancis,
01:04inisiasi oleh Inggris dan Perancis.
01:05Dan terakhir misalnya ada Australia yang juga berencana mengirimkan kapal perangnya ke situ.
01:11Tapi itu satu.
01:11Tapi kedua, kenapa saya bilang itu kompleks?
01:14Karena dari awalnya tuh antara Inggris dan Perancis itu sudah beda pendapat.
01:17Kalau Inggris itu lebih strik ya.
01:20Dia pengen, contoh, memaksa bahwa harus lewat, lintas gitu ya.
01:23Kalau diserah akan membalas.
01:25Jadi memaksa.
01:26Sementara kalau misalnya Perancis, Presiden Macron misalnya,
01:29dia memilih untuk lebih diplomatis.
01:32Dia bilang bahwa misi ini juga akan tetap dikoordinasikan dengan Iran.
01:35Jadi dari awal itu sudah ada keretakan.
01:38Ketiga tentu kita harus lihat ini.
01:40Sebenarnya berapa banyak lapisan ketika kita bilang kompleks tadi.
01:43Yang pertama jelas, ini adalah cerita bagaimana Iran dan negara-negara
01:48di belahan benua yang lain punya concern terkait kepentingan ekonomi.
01:53Mereka tahu ada beban ekonomi yang sangat besar,
01:55tekanan ekonomi yang sangat besar akibat penutupan selat hormus.
01:58Jadi mau tidak mau harus ada inisiatif.
02:00Dan inisiatif inilah yang kemudian dipikirkan.
02:02Walaupun kata mereka, timingnya adalah setelah perang ini berakhir.
02:05Pertanyaannya kapan perangnya berakhir.
02:07Itu kan juga pertanyaan.
02:08Itu satu.
02:09Lalu kedua, saya melihatnya juga ini ada ruang yang ingin dimainkan oleh Eropa.
02:14Terutama Eropa adalah ketika posisi Amerika Serikat dinilai melemah.
02:19Jadi Eropa ingin maju.
02:20Jadi ketika posisi Amerika melemah dalam konteks ini.
02:24Dari awalnya kan sebenarnya Amerika meminta untuk NATO berkontribusi.
02:28Terus NATO tidak ingin berkontribusi.
02:30Terus ketika ruangnya ada posisi Amerika melemah,
02:34mereka ingin maju kemudian.
02:35Ini yang kemudian mereka ingin mencoba mengambil posisi.
02:38Mengambil keuntungan ketika posisi Amerika melemah.
02:40Bahasanya ini lagi nekan Amerika nih Eropa sekarang?
02:44Justru mereka mencuri kesempatan.
02:47Saya melihatnya mencuri kesempatan.
02:48Ketika ada posisi Amerika yang dianggap melemah,
02:51mereka langsung naik ke depan.
02:53Loh, kami bisa loh tanpa kamu.
02:55Kami bisa loh ngambil posisimu.
02:57Walaupun yang ketiga, yang bagi saya ini menjadi pelik.
02:59Karena apa?
03:00Kita akan bicara tentang paradoks dan batasnya.
03:02Dimana batas misi kemanusiaan dan defensif?
03:04Ini yang pertanyaannya.
03:05Saya juga tadi, kita sebelum offer kan nanya.
03:08Ini nanti, apakah memancing perang atau tidak?
03:10Saya pikir, nanti mau dimana dulu kapal perangnya?
03:14Apa yang akan dilakukan kapal perangnya?
03:16Apakah dia ikut mendukung misalnya double blokade?
03:18Atau kemudian main memaksa untuk nyebrang?
03:20Oke, kalau soal efek itu kita akan coba bahas di sesi yang lain.
03:23Cuman kalau melihat konteksnya sekarang,
03:26kalau semangat kemanusiaan itu berarti menurut Anda masih belum terang,
03:29masih abu-abu kalau mau dibahasakan kemanusiaan begitu?
03:32Iya, ini kita jangankan kemanusiaan.
03:35Ngomong tentang defensif.
03:36Defensif kalau Anda main melintas saja,
03:38sementara Iran sudah bilang bahwa
03:40semua yang lintas harus berkondisasi sama saya,
03:44itu kan namanya Anda memprovokasi.
03:45Nah, itu kan kita bicara tentang
03:48apa makna dari defensif dan misi kemanusiaan.
03:51Anda bicara dulu,
03:52misalnya ngomong tentang pengamanan jalur pelayaran,
03:54itu kan dulu pernah dilakukan.
03:55Pakai misi-misi PBB.
03:57Itu sudah clear, sudah pernah.
03:59Nah, ini pakai misi apa Anda?
04:00Anda cuma kesepakatan dengan lebih dari 40 negara,
04:04misalnya, apakah itu sudah cukup mandat itu?
04:06Kan ini cuma negara-negara yang berkepentingan
04:08untuk mengamankan kepentingan ekonomi mereka.
04:10Jadi, basisnya apa?
04:12Kalau misalnya kita bicara tentang lembaga multilateral,
04:14kan basisnya adalah PBB.
04:15Itu yang kemudian,
04:16ketika kita bicara tentang misi kemanusiaan,
04:18lalu juga ngomong tentang defensif,
04:21ini blur maknanya ini nggak jelas.
04:23Jadi, defensif ketika Anda diserang,
04:25tapi upaya Anda itu bisa potensi itu memprovokasi.
04:28Ketika sebuah negara bilang,
04:30inilah kedaulatannya,
04:30terus Anda main memaksa lintas,
04:32itu Anda bisa memprovokasi.
04:33Di mana makna defensifnya?
04:35Itu yang bagi saya,
04:36apakah ini bisa jadi akan memicu eskalasi?
04:39Kenapa?
04:39Karena Iran kan sudah warning.
04:40Kalau ada yang lewat,
04:41saya tembak lagi loh.
04:42Nah, ditambah lagi Mas Pizarro,
04:44ini pernyataan terakhir yang disampaikan Ismail Bagai,
04:46juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
04:48Intervensi apapun di Selat Hormuz atau Teluk Persia,
04:51akan membawa komplikasi lebih lanjut.
04:53Itu justru akan memperburuk kenaikan harga.
04:55Kenaikan harga ini konteksnya harga minyak dunia.
04:57So, maka kemudian secara prinsip untuk kapal masuk ke dalam Selat Hormuz,
05:04apalagi ini Eropa lagi nyicil menuju ke sana,
05:07sah atau enggak tuh kalau gitu?
05:09Ya, kalau kita lihat,
05:10memang ada upaya Eropa yang melihat ada bentuk kebuntuan dari negosiasi
05:16antara Amerika Serikat dan Iran,
05:17dan juga kebuntuan dari dibukanya Selat Hormuz.
05:19Maka kemudian Eropa,
05:21sebenarnya ini kan sudah lama dirancang oleh Perancis dan Inggris
05:25untuk kemudian masuk ke sana.
05:26Walaupun pakai namanya Humanity,
05:28misi Humanity,
05:29ini khawatir mengulangi kegagalan hal yang serupa dilakukan oleh Donald Trump
05:33dengan nama Project Freedom.
05:34Trump juga mengatakan,
05:35ini katanya misi kemanusiaan,
05:36inti melakukan evakuasi,
05:38tetapi problemnya, Mas Tifal,
05:39selama itu tidak dilakukan koordinasi dengan Iran,
05:41menurut saya ini akan sangat rentan
05:43untuk kemudian melakukan eskalasi lebih besar.
05:45Kalau kita lihat tipe kapal yang dikirim,
05:47dari Inggris ini menarik,
05:48ini misalkan HMS Dragon.
05:50Ini kapal sebenarnya kalau kita bisa lihat,
05:52kapal yang misinya itu misi pengawalan,
05:54misi perlindungan gitu.
05:55Dia tugasnya untuk mengawal kapal-kapal nanti
05:58yang kemudian ingin diselamatkan di Stratformus
06:00untuk kemudian dilindungi dari serangan yang dilakukan oleh Iran.
06:03Kemudian kalau Perancis beda lagi tuh,
06:04dia misalnya tadi ngirim Sardegol ya,
06:06Sardegol ini lebih kepada kapal,
06:08ini raksasa lautnya Perancis gitu ya,
06:10ini kapal induk bertenaga nuklir milik Perancis
06:14yang dia bisa melakukan operasi panjang
06:17tanpa mengisi ban bakar.
06:18Dan dia bisa menampung 40 kapal amarda tempur
06:22atau untuk misi perang gitu.
06:23Jadi kelihatannya ada dua pendekatan Eropa.
06:26Satu, dia ingin melakukan evakuasi kepada Stratformus.
06:28Tetapi juga ini ada efek deteransnya.
06:30Ini juga pesan dari Eropa bahwa kemudian
06:32ketika mengirim armada laut Perancis tadi,
06:35yang sifatnya lebih kepada markas terapungnya Perancis,
06:39ini juga pesan bahwa kemudian Eropa
06:41ingin melakukan upaya tawar-menawar ya kepada Iran ya.
06:46Kalau ini buntu, bukan tidak mungkin akan terjadi eskalasi.
06:48Walaupun itu mungkin masih sempit terjadi gitu.
06:51Tapi problematiknya Mas Tifal,
06:52jangan lupa,
06:53ini hubungan Iran dengan Eropa itu tidak baik-baik saja.
06:56Bahkan ketika terjadinya konflik ini,
06:59kita mengetahui ARGC itu statusnya teroris sama Uni Eropa.
07:02Kemudian Iran itu juga diberikan banyak sanksi oleh Inggris ya.
07:05Ini yang membuat kemudian,
07:07makanya tadi Ismail Barge,
07:08kemudian Kementerian Luar Negeri,
07:10ARGC, Kementerian Iran,
07:12itu merespon dengan setidak baik upaya
07:14dan dilakukan oleh Perancis dan oleh Inggris gitu.
07:17Dan wajar Iran dalam tanda kutip meradang seperti itu,
07:19meresponnya, begitu?
07:21Betul, kayak gitu.
07:22Dan ini kan kalau kita lihat kan,
07:23Iran kan sebenarnya dalam posisi,
07:25sekarang udah terjepit dia di mana-mana,
07:26di blokade dan segala macemnya.
07:28Dan apalagi kemudian naiknya Mustafa Khomeini
07:30yang pulih ke dalam tampu kekuasaan Iran.
07:32Saya khawatir kemudian,
07:33Iran memang menyiapkan berbagai opsi,
07:35walaupun ada opsi terakhir,
07:37misalkan sifatnya terjadi pertempuran di antara mereka.
07:39Karena tadi kan pertama,
07:40dia udah menyiapkan armada nyamuk ya.
07:42Kemudian dia juga udah deklar bahwa
07:44dia masih memiliki kemampuan rudal,
07:46kemampuan misil,
07:47dan kemudian yang terakhir misalkan,
07:49dia memberikan syarat-syarat yang sangat berat.
07:51Itu kan yang syarat yang dilakukan Iran kepada Amerika,
07:54itu prasarat loh,
07:55prakondisi untuk masuk pada negosiasi.
07:57Artinya,
07:57bukan tidak mungkin,
07:58ini malah memperkeruh suasana gitu,
08:00yang terjadi antara Iran,
08:03Amerika dan Eropa.
08:04Dan jangan lupa,
08:04ini kita khawatirkan juga,
08:05eskalasi itu juga bisa terjadi.
08:07Karena Khormosri sempit gitu,
08:08dia cuma 33 kilometer ya,
08:11lebarnya gitu.
08:11Ada kapal Iran,
08:12ada kapal Eropa,
08:14ada kapal Amerika Serikat.
08:15Sedikit gesekan aja,
08:16itu khawatir kemudian akhirnya menciptakan eskalasi yang lebih baru.
08:18Oke, soal bakal melebar,
08:20kita akan bahas itu di sesi berikutnya.
08:22Cuman kalau melihat efektivitasnya juga nih Mas Anton,
08:24seandainya niat itu benar baik nih,
08:26kita coba husnuzun aja lah dulu.
08:28Kalau kemudian niatnya baik untuk membuka slat hormus,
08:30karena tekanan ekonominya udah sedalam ini,
08:32efektif nggak kira-kira?
08:34Iran bilang,
08:35kami itu nggak pernah menutup,
08:37kami itu nggak pernah mengganggu.
08:39Yang mengganggu itu justru Amerika.
08:41Kami justru berjanji itu mengamankan.
08:43Dari awal track record kami itu tidak pernah ada yang mengganggu.
08:46Problemnya kan,
08:47kapal tidak ada yang melintas itu,
08:50bukan karena kami menutup,
08:52tapi karena kapal memang tidak ada yang berani melintas.
08:56Kok toh kami gitu,
08:57kami boleh melintas apa?
08:59Kapal itu boleh melintas sepanjang berkoordinasi.
09:01Koordinasi itu kan tentu semacam-macam.
09:04Jadi itu klaimnya dari Iran.
09:06Problemnya adalah kalau misalnya ngomong tentang efektif atau tidak efektif,
09:09ini sebenarnya misinya apa dulu?
09:11Apakah mereka tidak mau membayar?
09:14Apakah mereka kemudian tidak mau mengakui
09:17adanya perubahan tata kelola di hormus?
09:20Atau seperti apa?
09:21Atau yang niatnya adalah ingin memperkeruh?
09:23Kami kan yang selama ini,
09:25apa tadi?
09:25Yang dibilang oleh Pizarro gitu ya.
09:27Mas Pizarro,
09:27bahwa ya kami kan sudah menerapkan anda sanksi bla bla bla,
09:31kenapa kami harus bekerja sama gitu.
09:32Jadi egonya yang akan dimunculkan,
09:34apa dulu niatnya gitu.
09:36Itu yang pertama.
09:37Lalu yang kedua,
09:38bicara tentang tadi,
09:39apakah efektif atau tidak efektif?
09:41Coba saja,
09:42Amerika saja yang sudah punya peralatan lengkap,
09:44kapal perangnya,
09:45kapal induknya ada tiga,
09:47mereka nggak berani untuk memancing,
09:48untuk melintas.
09:50Jadi walaupun misalnya tadi,
09:52kalau misalnya Mas Pizarro bilangnya adalah kapal nyamuk,
09:54karena dia kapalnya kecil-kecil,
09:56swamp attack itu,
09:57itu sangat mengganggu,
09:59dan itu efektif,
10:00untuk perang asimetris kayak hari ini.
10:03Itulah kenapa Amerika sangat berhitung,
10:05kenapa mereka yang misalnya melakukan double blokade,
10:07itu di Laut Arab,
10:08dan sampai se,
10:09apa namanya,
10:09Samudera Hindia.
10:10Mereka tidak berani untuk melaksan.
10:11Kenapa?
10:12Karena tahu bagaimana,
10:13walaupun misalnya Presiden Trump sudah berkali-kali bilang bahwa,
10:17sudah,
10:18mereka sudah berhasil menghancurkan kemampuan angkatan laut,
10:21tapi mereka tetap nggak berani.
10:22Artinya apa?
10:23Ini Iran tuh nggak main-main.
10:25Kemarin mereka menguji saja,
10:27serangan yang dilakukan kepada tiga kapal perusahaan Amerika Serikat itu sudah clear.
10:32Mereka masih punya kemampuan untuk itu.
10:34Jadi dengan kata lain,
10:35kalau ini cuma seperti ini,
10:37Amerika tuh kemarin tuh tiga loh kapal induknya.
10:39Ini sekarang kapal induknya cuma satu.
10:41Destroyer,
10:41ada yang lain-lain,
10:42ada frigate,
10:43itu cuma nggak seberapa dengan Amerika Serikat.
10:45Amerika Serikat yang punya kemampuan itu saja harus berhitung lama.
10:48Jadi dengan kata lain,
10:49kalau kita bicara tentang efektivitas,
10:51apakah operasi ini bisa efektif atau tidak,
10:53saya tidak yakin justru bisa jadi itu,
10:55kemudian akan melebarkan konflik ini sendiri.
10:57Itu yang penting untuk hati-hati.
10:59Karena apa?
10:59Karena memang nanti timing,
11:01itu akan menjadi penting.
11:02Timingnya tuh,
11:03kapan akan kita bilang mereka akan melakukan operasi defensif.
11:06Apakah misalnya,
11:07ketika setelah perang atau seperti apa?
11:10Kalau misalnya kita bicara setelah perang,
11:12itu kan nanti akan kita bicara lagi.
11:13Emang siapa yang akan menguasai ini?
11:15Siapa?
11:16Apakah memang vakum of power
11:18ketika kita bicara tentang Slat Hormuz?
11:19Apakah misalnya Iran kalah?
11:21Atau Amerika ikut campur tangan?
11:23Atau memang seperti apa?
11:24Ini kan nanti akan menjadi pelik.
11:25Even itu,
11:26mereka bilang bahwa ini operasinya adalah setelah perang.
11:28Setelah perang itu juga nanti,
11:29kita harus berhitung kekuatan mana yang lebih unggul dalam perang ini.
11:33Apakah misalnya perdamaian itu nanti bisa tercipta,
11:36kemudian itu diakui bahwa Slat Hormuz akan diserangkan pada Iran,
11:40dan juga negara-negara teluk lainnya,
11:41artinya mau tidak mau itu tetap harus berkoordinasi.
11:44Nanti jadi,
11:45balik lagi kalau pertanyaan apakah efektif atau tidak efektif,
11:47saya tidak yakin itu kemudian bisa berjalan hari ini.
11:51Kenapa?
11:51Amerika Serikat yang jelas armadanya jauh lebih besar daripada mereka,
11:55itu saja berhitung ulang.
11:57Mereka harus cermat sekali.
11:58Mereka ketika memancing tiga kapal,
12:00tiga kapal perusahaan itu tidak berani mendekat sekali loh.
12:03Itu provokasi cuma sebetulnya.
12:05Lantas kemudian kemampuan yang hari ini,
12:08jadi kan Amerika Serikat itu kan memang tidak ada kapal untuk penyapuran jauh yang kemarin yang turun ini.
12:14Penyapuran jauh ini yang sekarang di Jerman.
12:16Problemnya adalah penyapuran jauh aja tidak cukup.
12:19Kenapa?
12:20Karena itu kan nanti ada butuh diver dan lain-lain gitu.
12:23Nah itu nanti, itu juga pasti akan sibuk menghadapi serangan perahu-perahu kecil itu,
12:29kapal-kapal cepat kecil itu, itu sudah jelas.
12:31Amerika saja sudah bisa fed up ketika mereka diserang dengan itu.
12:36Apalagi ini yang armadanya masih terhitung gitu.
12:39Jadi saya sendiri, saya sanksi gitu ya.
12:42Sekuat apa, walaupun mereka misalnya nanti akan ada pesawat tempurnya dan lain-lain,
12:47saya masih agak sanksi dengan itu.
12:49Seberapa kuat, kebenarnya, koalisi 40 negara ini ingin mengirimkan angkatan bersenjataannya.
12:54Kenapa? Karena potensi untuk melebarkan konflik itu menjadi besar.
12:57Oke, maka pelebaran konflik itu kita harus khawatir sejauh mana Mas Pizarro?
13:01Kalau kemudian Anda katakan Iran dan Eropa ini riwayat ceritanya lagi ya,
13:05nggak baik-baik aja sebetulnya.
13:07Kalau mereka tetap ngotot untuk merapat ke Selat Hormuz dan Iran tidak senang
13:11karena itu masih di teritorinya mereka,
13:13maka ada kemungkinan untuk serangan balik dalam ukuran sampai mana?
13:16Kita bahas itu nanti ya.
13:17Kita jeda dulu.
13:18Tetap di Kompas TV.
13:27Masih melanjutkan diskusi dengan para narasumber.
13:29Mas Pizarro, kalau melihat catatan historis dari hubungan antara Iran dan Eropa ini
13:34ternyata tidak baik-baik saja,
13:36tapi kemudian Eropa anggaplah nanti suatu saat dengan nyicil itu tetap ngotot
13:40untuk merapat ke Selat Hormuz,
13:41sementara itu masih dari teritori Iran, Selat Hormuznya,
13:45Iran bakal membalas dalam bentuk atau eskalasi yang seberapa besar kalau begitu?
13:48Ya, menurut saya Mas Tifal ya, ada tiga skenario ya,
13:52bagaimana Iran akan merespon upaya tadi ya, upaya pengepungan militer dengan Eropa.
13:58Pertama, mungkin serangan skala rendah ya, itu sifatnya lebih kepada peringatan,
14:02sifatnya kemudian mulai melakukan gangguan-gangguan kepada kapal-kapal dari Eropa,
14:07itu yang paling standar, paling selemah-lemahnya imannya Iran gitu ya.
14:11Tetapi juga bisa itu skalanya skala sedang tuh Mas Tifal ya,
14:15ada gesekan, ada jamming, kemudian ada bentrokan yang walaupun mungkin belum skalanya besar ya,
14:20tetapi itu kalau tidak terkelola dengan baik, itu eskalasinya bisa sangat besar.
14:24Jangan lupa Mas Tifal, Iran itu udah pernah mengatakan,
14:26kalau kami terus di blokade, terus diancam, apalagi sampai agresi militer dilakukan multinasional,
14:31dia akan mengerahkan proksi-proksinya, seperti itu.
14:33Itu ada di Yaman, ada Houthi, ada Hezbollah, nanti di Irak juga ada itu,
14:38populasi mobilisasi forces gitu.
14:40Yang ini kemudian, kalau ini terjadi, itu tadi perangnya akhirnya eskalasinya menjadi sangat kuat di wilayah kawasan gitu.
14:46Karena kan tadi ini 40 kapal nih, 40 negara, sorry, ada 40 negara,
14:50belum lagi Amerika terus melakukan blokade,
14:51Iran bisa saja kemudian mengaktifkan kembali sel-sel dari proksi-proksi dia,
14:55dan yang kita khawatirkan sel-sel itu beroperasi bukan hanya di Hormuz,
14:58tetapi di Babul Mande, ya di Laut Merah,
15:01yang di situ juga arus perdagangan kepada Eropa juga ada di situ.
15:04Bukan tidak mungkin kemudian Houthi itu melakukan manuver,
15:07untuk melakukan serangan juga kepada kapal-kapal Eropa,
15:09melakukan upaya untuk melakukan blokade, Babul Mande,
15:12yang itu hanya akan melahirkan eskalasi atau dampak ekonomi yang sangat besar.
15:17Menurut saya pendekatan Eropa itu bisa diadopsi pada tahun 2015.
15:20Tau kan sudah pernah ada contohnya itu,
15:23negara-negara Eropa terlibat ya, Perancis, Jerman,
15:25di dalam GCPOE, yang kemudian akhirnya ada kesepakatan win-win solution gitu.
15:28Menurut saya pendekatan yang lebih sifatnya kepada dipakai,
15:31diplomatik, negosiasi, itu lebih ampuh sebenarnya untuk membawa Iran
15:34menyelesaikan masalah di Stratformos ketimbang kemudian upaya invasi
15:38ataupun agresi militer seperti itu.
15:40Karena kalau dia terus ditekan, kalau kita lihat ya sekarang aja blokade Amerika Serikat,
15:43naval blokade, serangan, itu nggak buat gentarnya Iran itu.
15:47Malah masyarakat itu bersatu, malah mengatakan
15:48jangan kemudian masuk ke perundingan Islamabad deh,
15:50kita perang aja tuh sama Amerika Serikat gitu.
15:53Artinya di internal mereka ada benih-benih,
15:56ada kemudian potensi-potensi untuk membuat perang ini eskalasi menjadi besar,
16:01dan mereka kalau bilang itu kan siap, kan pilihannya mereka tuh yang mau gimana lagi.
16:04Kami kan kalau kita lihat ya polugri Iran itu dari dulu,
16:07kami lebih baik miskin, lebih baik menderita ketimbang tunduk kepada setan besar.
16:12Amerika itu kan dianggap setan besar tuh kalau kita lihat narasi-narasi dari Iran gitu.
16:16Artinya mereka memang sangat ideologis gitu ya,
16:19sangat solid ya, kemudian walaupun memang punya dampak ekonomi,
16:22tetapi harga diri dan kedaulatannya Iran itu lebih jatah segalanya lah seperti itu.
16:25Makanya emang betul ya tadi seperti kata Pak Anton ya,
16:28bahwa Macron misalnya itu memang sangat hati-hati dia,
16:30untuk kemudian ketika melakukan pengiriman kapal-kapal ini,
16:33ini takut kemudian membuat sensibilitas Iran itu naik gitu.
16:36Makanya kan dia pakai bahasa yang mengatakan,
16:38bagaimanapun upaya untuk mengerahkan kapal-kapal Eropa kepada wilayah Satu Ormus,
16:42itu harus dilakukan dengan koordinasi kepada Iran, seperti itu.
16:45Karena gini, Iran tuh sekarang terbukti nih Mas Tifal,
16:47dia semakin ditekan, itu malah semakin ideologis gitu.
16:49Sekarang dia bikin otoritas baru tuh,
16:51otoritas di wilayah Persia, itu kan dulu nggak ada.
16:54Sekarang dia bikin kayak gitu.
16:55Kemudian dia juga sekarang menentapkan konsensus fee.
16:57Itu juga dilakukan.
16:58Makanya ada beberapa kapal-kapal itu yang lolos ya,
17:01sekarang di wilayah Satu Ormus,
17:02itu kan tidak lepas dari kemudian bagaimana aturan baru sekarang dikontrol ketat oleh Iran,
17:08dan kapal-kapal yang lewat harus tunduk terhadap kesepakatan Iran.
17:10Nah itu artinya, upaya melakukan serangan kepada Iran itu tidak kemudian membuat Iran itu melemah.
17:15Malah semakin radikal dia, saya lihat.
17:17Terbaru dia bakal mengancam.
17:18Kami bisa juga loh membuat uranium sejangka lagi menjadi 90 persen gitu ya.
17:22Karena kan ada juga diskursus misalkan di Amerika Serikat,
17:26apakah mungkin kita juga bisa melakukan serangan skala besar,
17:29serangan invasi darat, atau bahkan nuklir kepada Iran gitu.
17:32Nah ini malah, ini kayak kasus perang Iran sama Irak gitu.
17:35Iran itu kan lu hanya negara teokratis tuh,
17:38lebih kuat teokratisnya ketimbang militernya.
17:39Tapi karena perang lawan Irak, didukung oleh Amerika Serikat,
17:43didukung oleh Eropa,
17:44dia malah kemudian meningkatkan kemampuan alutsistanya,
17:46kemampuan militernya, dia malah menjadi sangat hawkis seperti itu ya.
17:51Akhirnya kan nanti bergeser.
17:52Dari dia sekedar sebuah negara teokrasi,
17:54sekarang menjadi negara militer.
17:55Apalagi sekarang Mustafa Khomeini sudah pulih ya,
17:58dan dia kan belajar dari zaman ayahnya,
18:02di mana Ali Khomeini itu lebih banyak menegosiasi,
18:04lebih banyak diplomatis yang tidak menguntungkan Iran.
18:06Itu kan jadi pelajaran bagi dia.
18:07Hingga kemudian sekarang malah dia memperkuat armada IRGC-nya,
18:11armada navalnya, armada militer, dan lain sebagainya.
18:13Jadi saya lihat pendekatan yang sifatnya militer sejauh ini kalau kita lihat Mas Tifal,
18:17itu ternyata tidak membuat Iran itu tunduk gitu.
18:19Malah Iran itu menjadi lebih garis keras,
18:21menjadi lebih keras dalam pertarungan ini.
18:24Mas Anton, kalau buat Anda,
18:25AS yang ikut memblokade Selat Hormuz ini bakal reaktif nggak kira-kira?
18:31Ini Amerika Serikat lagi pusing ini bernegosiasi dengan si Jinping.
18:34Dengan si Jinping itu, ha?
18:36Iya, dengan si Jinping karena tarik menunggu.
18:37Jelas, kita juga akan masih menunggu apakah misalnya pertemuan di Beijing ini akan menghasilkan sesuatu gitu ya,
18:45terobosan ketika kita bicara tentang perang Iran Amerika Serikat.
18:49Ini kan yang selalu ditunggu.
18:51Semoga gitu ya, pertemuan di Beijing menghasilkan sesuatu sehingga terjadi deeskalasi.
18:56Tapi, ada tapi-nya, tapi ketika misalnya inisiatif ini dilakukan,
19:00bisa saja kemudian ikut mengacaukan gitu ya,
19:03ada mengacaukan gitu.
19:05Jadi mengacaukan apa?
19:06Mengacaukan hasil yang sudah ingin diciptakan oleh Amerika Serikat dan Cina.
19:10Kenapa?
19:11Karena mereka mencoba untuk mengurai ini tekanan ekonomi seperti apa,
19:15ini tidak baik dan lain-lain gitu.
19:16Sehingga mereka ingin mencari bagaimana win, apa namanya, titik komprominya.
19:21Tapi bagi saya ketika ini kemudian dipaksakan,
19:23tadi justru akan membuat masalahnya jadi semakin kompleks.
19:28Yang harapannya dia bisa jadi deeskalasi,
19:30malah nanti bisa potensi terjadi eskalasi kembali gitu.
19:33Ini yang sebenarnya kita khawatirkan gitu.
19:36Kenapa?
19:36Karena jelas misalnya Iran itu sudah mengancam gitu.
19:40Kami pokoknya tidak akan mengizinkan sesuatu gitu.
19:43Mereka yang melintas itu tanpa berkoordinasi dengan kami.
19:46Itu titik.
19:46Dan Iran itu sudah bilang akan merusak dan menghancurkan gitu.
19:53Dan itu sudah dilakukan kan.
19:54Mereka sudah ngasih contoh bagaimana kemudian mereka misalnya menembaki tiga kapal perangnya milik Amerika Serikat.
20:01Jadi Iran itu lagi tidak dalam posisi mengkertak.
20:04Iran hari ini posisinya adalah menegaskan posisinya.
20:08Jadi ini standpoint saya.
20:10Anda pilihannya adalah Anda menghormati atau kemudian saya akan bereaksi balik.
20:14Jadi Iran sudah melakukan itu.
20:16Jadi kemudian kalau misalnya blokade ya itu kan sebenarnya dikunci oleh Iran.
20:22Iran pengen kalau misalnya ini tidak diganggu kalau misalnya blokade diakhiri.
20:25Tapi problemnya ketika blokade selesai kemudian ada yang ingin memaksa melintas.
20:30Ini kan menjadi problem sendiri.
20:31Saya mau coba memahami kenapa kemudian Uni Eropa misalnya itu.
20:35Karena mereka punya operasi keamanan di Selat Bab El-Mandeb gitu.
20:38Itu yang dipimpin oleh Yunani.
20:40Mereka melihat bahwa mereka itu mampu untuk melakukan itu walaupun itu bisa berlaku sampai sekarang.
20:44Tapi problemnya adalah yang mereka lawan itu Houthi.
20:46Bukan Iran.
20:47Itu yang harus dipahamin gitu.
20:48Itu yang bagi saya mas.
20:50Oke mas Pisaro singkat saja.
20:51Kalau kemudian begitu Eropa harusnya wait and see saja nunggu agar AS dan Iran ini selesai dengan urusannya masing-masing?
20:58Ya menurut saya itu jalan yang lebih rasional dan realistis ya dilakukan oleh Eropa.
21:03Karena khawatirnya juga ketika kapal-kapal Eropa itu malah mengepusat hormosnya itu khawatir malah ada operasi false flag itu Mas
21:09Tifal ya.
21:10Oke.
21:10Dari Amerika Serikat gitu ya.
21:11Itu seolah-olah itu dilakukan oleh Eropa padahal itu dilakukan oleh Amerika Serikat untuk kemudian memperkeruh air yang sudah keruh
21:18ini seperti itu.
21:19Jadi ini yang seharusnya dihindari oleh Eropa alih-alih melakukan agresi lebih baik mencari upaya win-win solution ya.
21:24Apalagi masalahnya Iran itu juga tidak percaya sama Eropa.
21:27Dia disangsi, dia memberikan aset-aset yang ditahan.
21:29Bagaimana dia kemudian mau menerima upaya kemanusiaan quote-unquote yang dilakukan oleh Eropa untuk melakukan serangan hormos.
21:35Yang tadi ditempat oleh Pak Anton yang terjadi malah kemudian malah Iran itu melakukan serangan balik kepada mereka.
21:40Oke Mas Pizarro, Mas Anton terima kasih banyak yang sudah berdiskusi bersama saya hari ini.
21:44Saya selalu untuk Anda berdua. Selamat malam.
21:47Selamat malam Mas.
21:48Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan