- 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Posisi Amerika Serikat kini tengah dalam keadaan terjepit. Pasalnya AS dijadwalkan akan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 di tengah buntunya kesepakatan damai dengan Iran.
Lalu, akankah pertemuan AS dengan China menjadi misi diplomatik AS untuk menuju kesepakatan damai? dan bagaimana Iran melihat kondisi ini?
Kita akan bahas bersama Dubes RI untuk China 2010-2013, Imron Cotan dan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Gajah Mada, Heribertus Jaka Triyana dalam program Sapa Pagi 13 Mei 2026.
Video Editor: Vila Randita
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668905/full-as-terjepit-kesepakatan-damai-dengan-iran-buntu-trump-minta-bantuan-ke-xi-jinping
Lalu, akankah pertemuan AS dengan China menjadi misi diplomatik AS untuk menuju kesepakatan damai? dan bagaimana Iran melihat kondisi ini?
Kita akan bahas bersama Dubes RI untuk China 2010-2013, Imron Cotan dan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Gajah Mada, Heribertus Jaka Triyana dalam program Sapa Pagi 13 Mei 2026.
Video Editor: Vila Randita
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668905/full-as-terjepit-kesepakatan-damai-dengan-iran-buntu-trump-minta-bantuan-ke-xi-jinping
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:06Di tengah buntunya negosiasi damai antara Amerika Serikat dengan Iran,
00:11Presiden Donald Trump dijadwalkan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14 hingga 15 Mei mendatang.
00:17Seorang pejabat senior pemerintah Amerika Serikat mengatakan,
00:20Trump akan menesak Tiongkok untuk mendekat Iran di tengah upaya AS mengakhiri perang.
00:25Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut kedua negara akan membahas isu menyangkut hubungan Tiongkok-AS dan perdamaian dunia.
00:46Terima kasih telah menonton!
01:03Sebelumnya, AS dan Iran saling mengajukan proposal damai.
01:07Terakhir, proposal Iran yang meminta penghentian perang di semua front, pengakuan atas lat hormus,
01:12serta pencabutan sanksi dan pengembalian aset Iran membuat Trump berang.
01:15Iran menegaskan pihaknya tidak menuntut konsensi apapun, kecuali tuntutan yang merupakan hak bagi Iran.
01:22Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghe menyebut,
01:25pihak Amerika lah yang terus memaksakan pandangan sepihak dan mengajukan tuntutan yang tak masuk akal.
01:30Bagi meminta, semua pihak menilai apakah tuntutan Iran seperti penghentian pemhajakan kapal Iran oleh Amerika,
01:37pembebasan aset rakyat Iran yang dibukukan,
01:39dan usulan jalur yang aman melalui saat hormus merupakan tuntutan yang berlebihan.
01:43Jangan lupakan.
02:18Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis
02:23Usai Amerika Serikat menolak proposal baru Iran karena tak memasukkan isu nuklir
02:27Menurut Trump, dokumen dikirim Iran tidak berguna
02:30Trump mengklaim Iran mengizinkan Amerika mengekstrak uranium
02:34tapi mengingkarinya dalam proposal gencatan senjata terbaru
02:43Iyelah, mister, mikra Hai orang jatuh pengaturan
03:21Tarik-menarik kepentingan jadi isu panas yang mengganjal asal menuju damai.
03:25Perang masih mengintai bersama potensi krisis global yang menyertai.
03:35Sedara posisi Amerika Serikat kini tengah dalam keadaan terjepit.
03:39Pasalnya Amerika Serikat dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14 hingga 15 Mei 2026 mendatang.
03:46Di tengah buntunya kesepakatan damai dengan Iran.
03:49Lalu akankah pertemuan Amerika Serikat dengan Tiongkok jadi misi diplomatik Amerika Serikat untuk menuju kesepakatan damai?
03:56Dan bagaimana Iran melihat kondisi ini?
03:58Kita akan bahas bersama dengan Dubes RI untuk Tiongkok periode 2010 hingga 2013 sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring.
04:06Ada Pak Imron, Kotan dan juga ada Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Gajah Mada, Bapak Heribertus Jakatriana.
04:14Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
04:16Selamat pagi, Pak.
04:17Assalamualaikum.
04:18Pak, saya mau ke Pak Imron dulu.
04:20Pak Imron, kalau melihat karakteristik Tiongkok begitu ya, kita lihat bagaimana Amerika Serikat saat ini posisinya terjepit.
04:26Mungkinkah kemudian Presiden Amerika Serikat mendesak Tiongkok untuk menjadi penengah dalam hal ini?
04:34Atau menghentikan, membujuk Iran untuk menghentikan peperangan?
04:39Efektifkah ini berjalan?
04:41Ya, Mbak Aditi, saya ingin menarik perhatian kita kepada pepatah Minang ya.
04:47China itu negara yang sangat besar, yang sulit ditindak atau ditekan gitu ya.
04:53Jadi terimpit tapi di atas gitu.
04:56Itu pepatahnya orang Minang itu.
04:59Terimpit tapi berada posisinya di atas.
05:02Jadi kenyataannya bahwa Presiden Trump mendatangi Presiden Xi Jinping di Beijing,
05:09itu indikatif bahwa yang membutuhkan itu adalah Trump, bukan Xi Jinping.
05:15Karena apa?
05:16Karena Presiden Trump dalam hal ini Amerika Serikat sudah ditinggalkan sekutu utamanya dari benua Eropa ya.
05:25Sehingga apa yang dinamakan partnership dari transatlantik itu sekarang sudah tidak berfungsi.
05:31Bahkan Macron dari Perancis sudah mengambil inisiatif.
05:35mengatakan bahwa penyelesaian Selat Ormus itu tidak melalui jalan militer.
05:41Oleh karena itu, sekarang ini dalam tanda petik ya, partner in peace-nya Trump itu adalah Presiden Xi Jinping.
05:49Oleh karena itulah dia menyiapkan waktu ya untuk bertemu dengan harapan bisa meyakinkan China untuk meyakinkan pada sekuen selanjutnya,
06:02Iran untuk menerima titik tengah lah, setidak-tidaknya membuka Selat Ormus, itu satu.
06:09Kemudian menyelesaikan masalah cadangan Enrich Uranium-nya Iran yang diperkirakan sudah mencapai 440 kg.
06:22Walaupun belum weapon grade ya, untuk mencapai weapon grade itu adalah 90%.
06:30Perhitungan para pakar itu mereka masih mempunyai enrichment-nya itu sampai kepada 40% atau 60%.
06:38Maksimal mungkin 40%.
06:40Jadi, dan ini juga dijamin oleh NPT dan polisi yang bisa memeriksa apakah itu ada program senjata nuklir atau tidak
06:51atau peaceful uses of nuclear energy adalah International Atomic Energy Agency.
06:57Bukan Amerika apalagi Israel yang bukan anggota NPT.
07:03Jadi, menurut emar saya lebih banyak Trump membutuhkan Xi Jinping daripada Xi Jinping membutuhkan Trump.
07:13Namun demikian, kalau menurut saya ada tiga agenda yang saya istilahkan Pride and Agenda yang akan dibahas.
07:20Yang pertama tentu perang di Tim Teng, di Timur Tengah, kemudian perang dagang, dan kemudian tentu saja Taiwan yang merupakan
07:28core interest dari China.
07:31Jadi, tiga ini akan menjadi topik sentral ya.
07:35Karena kalau hanya satu, terlalu mahal kedatangan Presiden Trump itu hanya membahas dengan Tim Tengah saja.
07:42Pasti ada insu ikutan yang penting lainnya yaitu perang dagang dan masalah Taiwan.
07:48Oke, walaupun memang fokus utamanya adalah Presiden Donald Trump bertemu dengan Xi Jinping ini soal Timur Tengah,
07:56tapi kemudian ada pembahasan lain yang juga turut serta akan dibahas kedua negara, kedua pemimpin negara.
08:02Tapi, kita tahu posisinya saat ini Amerika Serikat begging for Tiongkok begitu ya, untuk Tiongkok begitu ya.
08:10Tapi kemudian yang jadi pertanyaannya, seberapa besar pengaruh Tiongkok untuk bisa berkomunikasi dengan Iran ketika Amerika Serikat sekarang lagi begging?
08:20Apa yang menjadi keuntungan dari Tiongkok?
08:23Pastikan akan ada pertanyaan.
08:24Apa untungnya buat saya?
08:26Menurut Xi Jinping?
08:29Ya, jadi begini Mbak Adisti.
08:32China ini bersama dengan empat negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB itu adalah yang bisa mengampu apa yang saya selalu
08:42sebut sebagai global konsensus.
08:44Tanpa partisipasi dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ini, global konsensus tidak akan ada.
08:52Oleh karena itu, Iran datang.
08:54Dia melakukan preemptive diplomacy.
08:58Arachi kan datang, menlunya Iran datangi.
09:01Kalau nanti ada kesepakatan, mestinya disil, ditutup dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
09:08Arab dicatat juga Mbak Adisti, resolusi Dewan Keamanan PBB itu bersifat mengikat, legally binding.
09:17Dan itu bisa disertai dengan sanksi-sanksi.
09:20Apabila pihak A melakukan pelanggaran, maka sanksinya A, B, C, dan D.
09:26Dan demikian juga sebaliknya.
09:27Nah, jadi China itu mempunyai leverage yang sangat besar dalam konteks ini.
09:34Dan Iran melihat peluang itu.
09:36Oleh karena ini adalah yang namanya convergence of interest.
09:40Amerika membutuhkan China, Iran juga membutuhkan China.
09:44Nah, disinilah China nanti akan memainkan perannya.
09:47Sehingga ketika perang ini terjadi, kalibrasi hubungan antara Amerika dan China akan terjadi.
09:59Dalam artian, posisi China itu akan semakin kopong.
10:04Oke, saya mau ke Pak Heribertus.
10:06Pak Heribertus, kalau melihat nantinya besok, tanggal 14-15 Mei, seperti yang sudah dikatakan oleh Pak Imron Kotan,
10:13ada beberapa hal yang kemudian menjadi fokus dan juga tujuan dari Presiden Donald Trump.
10:19Nah, kalau dari perspektif Anda, dari kacamata Anda, seberapa besar kemudian pertemuan ini
10:24akan menghasilkan resolusi perdamaian?
10:28Seberapa besar pengaruh Tiongkok untuk bisa, dalam tanda kutip ya,
10:33mendamaikan antara Amerika Serikat dan juga Iran ketika kita lihat Tiongkok juga punya kepentingan di sana?
10:40Yang perlu kita lihat saat sekarang adalah memang kesannya Trump itu terjebit.
10:45Tetapi, kalau kita lihat, ini memberikan satu gambaran bahwa keterjebitan itu, itu juga bisa bermakna taktik.
10:53Dan kita lihat bahwa ini adalah sebenarnya high political commitment yang berdasarkan pada rational choices
11:00yang sedang dimainkan oleh Trump terhadap Xi Jinping.
11:03Kalau kita lihat, justru leverage-nya saya kira itu ada pada Trump dengan menggunakan China
11:08sebagai satu negara yang super power yang sedang quote-unquote dicoba dimanfaatkan oleh Trump.
11:15Kita tahu, politiknya Trump ketika menekan Korea Utara, Kim Jong-un, itu juga menggunakan China.
11:22Dengan basis apa? Kita tahu bahwa politik luar negeri China itu intinya adalah
11:28China sangat menghormati negara yang kuat, bukan negara yang baik.
11:32Catatannya itu.
11:33Lalu yang kedua, kita juga tahu bahwa China, politik luar negerinya itu basisnya adalah transaksional.
11:38Sehingga ketika Trump mendekati Xi Jinping, saya kira ini akan terjadi satu deal-deal besar
11:45yang bermakna sebagai satu bentuk kesepakatan strategis untuk nanti dapat mengunci Iran
11:52supaya akan terjadi satu prakondisi-prakondisi yang betul-betul dapat digunakan sebagai jeda dalam kurun waktu mediocre.
12:00Misalnya dua atau tiga tahun ke depan.
12:02Saya kira ini adalah langkah yang diambil oleh Trump supaya keterjepitannya ini itu bisa diurei, bisa dibagi bebannya dengan China.
12:10Kongres sekarang pecah, tidak mendukung perang, harga minyak naik.
12:14Lalu juga kalau kita lihat saat sekarang Israel juga sangat nyayal untuk Amerika.
12:19Sehingga ini memberikan juga keterhempitan kepada Trump.
12:23Dan dia memainkan ini sebagai sebuah taktik untuk mendekati China
12:27sebagai satu bentuk transaksi yang tadi ambasadir Kotan juga sudah memberikan apa itu analisisnya
12:34justru leverage sekarang ada pada Amerika dengan mendekati China supaya terjadi transaksi di Taiwan.
12:41Lalu yang kedua, saya kira pasti akan ada deal lebih besar terkait dengan kelonggaran chip
12:46yang di ekspor ke China sebagai satu bentuk apa itu deal-deal yang lebih besar juga.
12:52Saya kira juga China itu adalah pembeli kedua terbesar produk-produk dari Israel.
12:58Sehingga ini juga menjadi sebuah apa itu momentum yang pas
13:01sebagai satu bentuk taktik dalam kesulitan yang dihadapi oleh Trump.
13:06Oke, jadi bisa dikatakan pertemuan ini ya simbiosis mutualisme begitu ya.
13:12Transaksional ada deal-deal politik ataupun deal-deal perekonomian yang nanti akan tercipta
13:17setelah adanya pertemuan antara Trump dan juga Xi Jinping.
13:20Pak Heri.
13:22Pak, pasti, pasti. Kenapa?
13:24Karena kalau kita lihat nanti toh kalau misalnya terjadi kesepakatan damai atau peace agreement
13:30yang akan ditindaklanjuti di dalam apa itu resolusi Dewan Keamanan.
13:34Tadi Ambassador Kotan juga sudah menyatakan sebagai satu bentuk global apa itu constructive engagement.
13:41Saya kira Amerika, China, Rusia itu pasti akan mendukung itu yang akan didukung oleh Perancis sama Inggris.
13:49Sehingga semoga big deals ini bisa terjadi.
13:53Sehingga ketegangan di kawasan itu juga bisa teratasi berdasarkan peace agreement.
13:58Dan bukan pada gencatan senjata faktual yang diperpanjang-diperpanjang yang menyebabkan apa itu ketegang tidak pernah selesai.
14:05Dan inilah yang kita sebut sebagai apa abu-abunya situasi di kawasan sehingga hukum hubungan internasional itu menjadi smooth.
14:14Oke.
14:14Tapi kan kalau kita lihat ya ini adalah upaya yang ingin dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Tiongkok dalam tanda
14:20kutip juga memanfaatkan situasi ini
14:23untuk bisa melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat begitu ya transaksional di sana menurut Anda.
14:29Tapi kita juga akan membaca bagaimana respon dari Iran ini dengan langkah yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam tanda kutip
14:38mendekati Tiongkok.
14:42Ya saya kira tetap kita tahu ya bahwa Iran itu dompet uangnya itu ada di Cina.
14:49Kenapa? Karena konsumsi minyak Iran itu ada di Cina.
14:52Kita bisa melihat nanti pasti akan ada satu bentuk komunikasi internal, komunikasi backdoor channel terkait dengan barter minyak yang merupakan
15:02kebutuhan besar Cina.
15:03Sebagai satu bentuk deal-deal yang pasti nanti akan sangat berpengaruh terkait dengan kedekatan Amerika dengan Cina
15:10untuk menghasilkan satu kesepakatan yang sifatnya itu adalah eternal atau selanjutnya atau damai selanjutnya.
15:19Saya kira keperluan Cina transaksi minyak lalu juga diskusi terkait dengan kepentingan jangka menengah pendek terkait dengan konsumsi minyak dari
15:28Iran
15:28ini juga pasti akan diperhatikan oleh Cina sebagai satu bentuk komunikasi dengan Amerika
15:33untuk nanti pasti akan terjadi win-win solutions untuk kesepakatan kedepannya dalam kerangka bilateral maupun multilateral untuk persen konflik di
15:43Iran.
15:44Semoga ini yang terjadi sehingga nanti kalau misalnya mediatornya berganti menjadi Cina
15:50saya kira ini akan menjadi sebuah langkah konstruktif yang besar untuk mencapai kesepakatan damai di kawasan, Mbak.
15:56Oke, tapi yang jadi pertanyaan selanjutnya apakah kemudian Iran masih percaya terhadap mediasi yang nantinya akan dilakukan oleh Amerika Serikat
16:05dan juga Tiongkok begitu ya walaupun tadi ada katakan Tiongkok adalah dompetnya internasionalnya dari Iran, Pak Heri?
16:16At least kalau kita lihat dalam perjalanan saat sekarang memang isu utamanya itu adalah adanya trust deficit
16:22antara Amerika dengan Iran, Iran dengan Israel, Iran dengan proksinya dan lain sebagainya.
16:27Sehingga yang terjadi adalah gencatan senjata yang sifatnya temporel, yang sifatnya itu sangat pendek
16:33yang ini difasilitasi oleh negara-negara yang memang apa itu memiliki kedekatan dengan Amerika, kedekatan dengan Iran yaitu Pakistan.
16:41Dengan kedekatan-kedekatan yang sifatnya juga sangat taktis ini, saya kira hasilnya juga sangat-sangat taktis.
16:47Tapi ketika kita lihat bahwa sekarang Amerika mendekati Cina, kita bisa tahu bahwa Cina itu adalah salah satu big power
16:55yang memiliki keuntungan kekuatan luar biasa yang sangat diperhitungkan.
17:00Sehingga kalau kita lihat ke depan dengan adanya kedekatan pemilik kekuasaan ini,
17:06saya kira nanti mediasinya, semoga nanti dealnya itu juga di level strategis yang ditilaklanjuti dalam kerangka operasional
17:14dan taktis di lapangan di antara negara Amerika dengan Iran, negara Iran dengan proksinya misalnya Hezbollah, Houthi
17:21dan juga terhadap Israel yang merupakan proksinya Amerika.
17:25Sehingga ini semoga tekanan politik yang besar, pemilik kekuasaan yang besar dapat menghasilkan big deals
17:33sebagai satu bentuk sharing power, sharing responsibility untuk menghasilkan kesepakatan yang sifatnya eternal.
17:40Oke, itu artinya Tiongkok bisa menjadi atau berpotensi menjadi penengah konflik global untuk menggantikan dominasi barat?
17:52Ya, tetapi pasti nanti akan ada yang namanya transaksi-transaksi yang bisa kita lihat
17:57terkait dengan konsesi yang akan diminta oleh Cina terhadap Amerika.
18:01Salah satu contohnya saya yakin pasti isu Taiwan, mungkin dalam waktu 2 atau 3 tahun sampai 5 tahun,
18:07Amerika pasti tidak akan mengurusi internal issues di Taiwan.
18:11Lalu yang kedua pasti akan terjadi satu peningkatan ekspor-impor apa itu chips dari Amerika ke Cina
18:19terkait dengan perdagangan ekonomi yang ini juga menjadi dispute kedua negara.
18:23Yang ketiga terkait dengan apa itu distribusi energi minyak yang tetap pasti akan dijamin oleh apa itu Iran kepada Cina.
18:32Dan saya kira pasti nanti akan ada big deals kalau ini terjadi peace agreements.
18:37Pasti pembaharuan, pembangunan, rekonstruksi pasca hancurnya Iran atas serbuan Amerika, kontraknya pasti akan dimiliki oleh Cina.
18:45Oke, bagaimana Pak Imron merespon ini begitu Tiongkok berpotensi menjadi penengah konflik global menggantikan dominasi barat
18:53walaupun memang pasti akan ada big deals di sana begitu ya soal Taiwan, kemudian ada beberapa soal perdagangan.
19:00Bagaimana Anda melihat ini? Respon Anda.
19:02Ya Mbak Aditi, seperti yang tadi saya sudah garisbawahi, setelah konflik ini usai,
19:11Cina akan muncul sebagai negara yang lebih kuat dibandingkan sebelum konflik ini terjadi.
19:19Pak Patut dikatakan bahwa Cina ini selalu mempotri dirinya sebagai pemain global yang responsibel.
19:29Jadi dia itu berupaya menunjukkan kepada Amerika Serikat dan juga Iran, mari kita bermain berdasarkan adagium play by the book.
19:42Itu yang dia ingin gabarkan sehingga Cina ini kan besar.
19:47Jadi kalau dia bergerak kan negara-negara tetangga yang kecil kan takut.
19:52Ya dalam tanda petik khawatir, oleh karena itu dia selalu mempotri dirinya sebagai pemain global yang responsibel.
20:00Itu satu.
20:00Yang kedua, memang unik ya, karena saya pernah tinggal di sana bertahun-tahun.
20:05Cina ini negara besar, tapi lautnya kecil.
20:10Makanya selalu ada masalah di Laut Cina Selatan kan?
20:13Itu satu.
20:14Karena aksesnya keluar dari Cina itu melalui Laut Cina Selatan kan?
20:18Oleh karena itu dia sangat sensitif mengenai Laut Cina Selatan.
20:23Kedua, sumber daya alamnya itu sedikit ya, walaupun masyarakatnya itu sudah berpindah ya,
20:31dari masyarakat imitatif menjadi masyarakat inovatif.
20:34Oleh karena kekurangan itu tadi yang saya sebut, kekurangan sumber daya alam termasuk BBM,
20:43kekurangan mereka laut yang luas, mereka menjadi inovatif ya.
20:49Oleh karena itu mereka mengembangkan industri-industri high tech.
20:52Nah, kembali kepada penguasaan rare earth,
20:58Cina itu ketika Amerika Serikat mengimpos, apa namanya, tarif sampai lebih dari 100 persen,
21:06dia juga menahan.
21:07Karena Amerika Serikat itu industri high tech-nya itu memerlukan rare earth, tanah jarang.
21:14Dia juga balas, Anda membatasi saya di microchip,
21:18saya akan membatasi eksportasi dari tanah jarang saya kepada Anda.
21:22Jadi kekuatan Cina sekarang ini tidak bisa diremehkan lagi oleh Amerika Serikat.
21:27Jadi penggunaan kata-kata menekan, saya kira tidak.
21:30Sekarang mereka seimbung.
21:32Nah, kembali lagi.
21:33Oleh karena itu, kita tidak heran.
21:37Ini kan politiker behavior itu harus kita perhatikan, Mbak Adisti.
21:41Saya sebagai pengamat saya harus perhatikan.
21:43Sekarang sekali yang namanya Presiden Trump itu memuji-muji negara ataupun seorang tokoh.
21:49Kemarin itu berhari-hari dia mengatakan,
21:51Wah, Cina itu sahabat kita.
21:53Saya respect sekali dengan Presiden Xi Jinping.
21:56Pasti dia juga respect kepada saya.
21:58Itu bukan karakter dari Presiden Trump.
22:01Artinya apa?
22:03He needs Cina rather than Cina needs Cina.
22:06Presiden Trump.
22:07Oleh karena itu, Cina akan menggunakan momentum ini juga untuk melakukan offensive diplomacy.
22:16Tidak hanya menyelesaikan, mencoba memberikan exit strategy sehingga Presiden Trump selamat melalui midterm elections November yang akan datang.
22:26Tetapi juga dia bisa secure sumber minyaknya dari Iran.
22:31Harap dicatat juga Mbak Adisti, ini fakta ini, 90% eksportasi minyak dari Iran itu diserap pasar dari Cina.
22:41Nah, kalau supply ini terganggu, maka pembangunan ekonomi Cina juga akan terganggu.
22:47Maka kemudian kehidupan masyarakat atau rakyatnya juga akan terganggu.
22:51Bisa jadi akan muncul apa yang dinamakan dinamika internal.
22:56Dinamika internalnya itu saya tidak bisa memprediksi ya.
22:59Tapi bisa saja berbetul demonstrasi.
23:03Mereka itu sudah biasa menjadi masyarakat yang affluent society.
23:09Sudah terbiasa dengan amenities.
23:11Tiba-tiba amenitiesnya itu tidak ada.
23:13Tentu mereka akan memberikan reaksi.
23:16Nah, ini di Cina itu Mbak Adisti, perhatian saya ya.
23:21Itu stabilitas politik itu ditumpu oleh stabilitas ekonomi.
23:26Nah, kalau ekonominya terganggu, stabilitas politiknya juga akan terganggu.
23:30Oleh karena itu, kita tidak bisa anggap penteng mengenai peran dari Iran dalam konteks mensupply minyak kepada.
23:37Oke, jadi terakhir saya ingin bertanya soal apakah ada kemungkinan ada manajemen baru di Hormuz
23:47pasnya pertemuan antara Tiongkok, Amerika Serikat, dan juga nantinya akan ada,
23:52kita harapkan ada win-win solution antara Amerika Serikat dan juga Iran.
23:57Menurut Pak Harry, manajemen baru Hormuz semacam apa yang nanti akan berpeluang untuk bisa dijajaki bersama
24:07antara ketiga negara ini, antara Tiongkok, Amerika Serikat, dan juga Iran?
24:14Walaupun sifatnya masih apa itu usulan, kita bisa melihat pergerakan terkait dengan tiga isu utama
24:20antara Amerika dengan Iran, nuklir, selat Hormuz, sama sanksi unilateral.
24:25Nah, khusus untuk Hormuz, kita lihat bahwa saat sekarang yang menjadi masalah itu kan
24:30klaim dari Iran terkait dengan kedaulatannya di selat Hormuz,
24:33sehingga dia harus memberikan izin dan semua harus apa tunduk pada ketentuannya Iran.
24:38Padahal kita lihat kepentingan internasional itu menjadi isu utama
24:42yang terkait dengan ketahanan ekonomi dan lain sebagainya.
24:46Saya kira koalisi dari negara-negara untuk katakanlah menjamin keamanan,
24:51keselamatan penggunaan selat Hormuz itu pasti akan mengerucut.
24:55Dengan adanya saya kira nanti akan ada satu koalisi manajemen di antara negara-negara
25:01yang ini untuk menjamin bahwa keamanan, kenyamanan penggunaan selat Hormuz
25:05itu dapat diminimalisir terkait dengan penggunaan dampak senjata yang ditanam Iran di selat Hormuz.
25:12Alasannya adalah manajemen keamanan, manajemen keselamatan
25:15yang ini dibentuk, dilaksanakan oleh badan yang sifatnya itu adalah internasional, multilateral
25:23yang menjamin apa itu netralitas ataupun imparsialitas dari penggunaan selat Hormuz
25:30untuk kepentingan Iran, untuk menjembatani kepentingan internasional.
25:33Kita tunggu nanti kerangka institusionalisasinya ke depan.
25:37Saya kira ini juga akan menjadi sebuah paket deals dalam konteks strategis
25:41yang akan ditindaklanjuti di level taktis ke depannya.
25:44Oke, Pak Imron, apakah Anda sepakat dengan apa yang kemudian dijelaskan oleh Pak Heri
25:49soal Hormuz ini?
25:52Hormuz ini sebenarnya ya, di dalam ilmu hukum internasional
25:57itu ada namanya tritis dan konvensi.
26:00Konvensi itu tidak harus tertulis.
26:02Nah selama ini, semua negara termasuk Amerika Serikat
26:05dia juga bukan anggota dari UNCLOS
26:07tapi dia mengakui apa yang dinamakan freedom of navigation.
26:13Oleh karena itu, sebelum perang ini, selat Hormuz itu bebas-bebas saja.
26:18Karena apa? Ya karena itu tadi, semua negara mengakui apa yang dinamakan
26:23prinsip freedom of navigation.
26:25Whether or not they are parties to unclose atau tidak.
26:29Karena itu sudah merupakan norma konvensi internasional.
26:34Nah kalau Iran, memang parlementnya memberikan peluang dasar hukum
26:39untuk mereka nanti akan mengatur begitu.
26:42Tapi saya kira itu bisa dinegosiasikan
26:45karena sebelumnya pun itu tidak tertutup.
26:48Jangan-jangan nanti kita bisa jadi presiden juga.
26:51Kita juga bisa mengatur selat Malaka kan.
26:54Dan itu sudah ada penentangan-penentangan dari negara-negara
26:57satu-dua negara ketika ada salah satu pejabat.
27:00Kita mungkin menyampaikan ide itu
27:03kemudian satu-dua negara sudah memberikan protesnya begitu.
27:06Jadi kembali lagi lah.
27:08Saya kira nanti mudah-mudahan management yang dimaksud oleh Iran itu
27:14bisa dinegosiasikan berdasarkan prinsip freedom of navigation.
27:19Oke baik.
27:20Nanti kita akan lihat bagaimana kesepakatan apa yang kemudian dihasilkan
27:24antara kedua pemimpin negara yang sangat besar ini.
27:27Presiden Amerika Serikat Donald Trump
27:29bertemu dengan Presiden Tiongkok begitu ya si Jinping.
27:33Tentu kita berharap ada kesepakatan yang krusial
27:36untuk bisa melakukan resolusi perdamaian secara segera
27:40antara Amerika Serikat dan juga Iran.
27:42Terima kasih Dubes RI untuk Tiongkok 2010-2013
27:46ada Pak Imron Kotan dan juga Guru Besar Hukum Internasional
27:49Universitas Gajah Mada, Pak Heribertus Jakarta
27:52Riana telah bergabung bersama kami.
27:53Sehat selalu Bapak-Bapak.
27:54Assalamualaikum.
27:55Selamat pagi.
Komentar