Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah militer Iran mengklaim memperketat pengamanan di sejumlah fasilitas nuklir mereka. Sementara Teheran khawatir atas kemungkinan operasi militer yang disebut-sebut tengah disiapkan Washington.

Untuk membahas soal Amerika Serikat yang ketar-ketir dengan nuklir yang dimiliki Iran, sudah bersama kami Pizaro Gozali, peneliti Asia Middle East Centre.

#iran #as #nuklir

Baca Juga Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di https://www.kompas.tv/nasional/668758/nadiem-makarim-dituntut-18-tahun-penjara-kasus-korupsi-chromebook



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668760/full-peneliti-soroti-as-yang-ketar-ketir-iran-ancam-perkaya-nuklir-hingga-90
Transkrip
00:00Dan untuk membahas terkait Amerika Serikat yang ketarketir dengan nuklir yang dimiliki Iran,
00:06sudah bersama kami Pizarro Ghoshali selaku peneliti Asia Middle East Center.
00:10Selamat malam Pak Pizarro, apa kabar?
00:15Selamat malam Mbak Valen, kabar baik.
00:18Kabar baik semoga selalu untuk Anda dan juga keluarga Pak Pizarro.
00:20Iran ini mengancam akan memperkaya nuklir sampai 90%.
00:24Akankah perang Iran dengan Amerika Serikat ini jadi perang nuklir?
00:30Iya, sebenarnya apa yang disampaikan Iran ini tidak lepas juga dari sinyal intelijen Iran yang menangkap bahwa Donald Trump
00:36itu juga berupaya untuk melakukan aktifasi nuklir jika perang ini terus berlanjut ya.
00:42Karena kan beberapa waktu lalu ada laporan ya bahwa kemudian Donald Trump itu meminta kode nuklir ya kepada Pentagon
00:49jika suatu ketika perang ini tidak berujung dan kemudian membahayakan oleh Amerika Serikat.
00:55Maka itu kemudian Iran itu membalas bahwa dia mengatakan kami juga bisa nih.
01:00Negara kami juga bisa melakukan tingkat pengayaan uranium yang sekarang 60% menjadi 90%.
01:06Artinya itu Mbak Valen itu tidak lama itu sejangka lagi.
01:0890% itu bisa ditempu dalam waktu beberapa bulan ya sampai kemudian puncaknya itu satu tahun gitu.
01:14Tetapi dari sejarah yang terjadi di Iran ya,
01:19memang karakter serik Iran ketika dia terdesak, ketika dia terus diperangi, bukan tidak mungkin dia melakukan upaya penguatan militer.
01:25Ini bisa kita lihat ketika perang Iran sama Irak itu berlangsung tahun 80-88.
01:30Tadinya kan Iran itu hanya sebagai sebuah negara teokrasi, negara agama yang dia fokus misalkan mendirikan republik yang berbasis di
01:38Indonesia.
01:38Tapi karena kemudian diserang oleh Irak, diserang oleh Saddam Hussein, dia kemudian disitu mulai melakukan peningkatan dan penguatan alutsista.
01:46Dan ini persis sekarang yang terjadi di dalam perang Amerika Serikat dengan Iran gitu.
01:50Kalau dulu di dalam perang Irak melawan Iran, di mana Iran itu diserang terus-menerus,
01:55dia kemudian mulai, disitu kan dia kemudian juga mulai terpikir untuk melakukan aktif penguatan nuklir,
02:01penguatan persenjataan, karena dia kan juga terkena senjata kimia dari Irak gitu.
02:04Nah dalam konteks yang ini juga sama, makanya Iran itu kemudian mengancam kembali,
02:08kami juga bisa loh bikin nuklir untuk melakukan peperangan menjadi lebih panas lagi.
02:11Nah terkait ancaman 90% pengayaan nuklir ini akan dilakukan oleh Iran.
02:15Respon Amerika Serikat bagaimana dengan kondisi ini begitu?
02:19Dengan ancaman yang dilakukan oleh Iran?
02:21Ya ini problematikanya, Donald Trump ini benar-benar memaju kena, mundur kena.
02:27Karena kalau kemudian dia melayani perang dengan Iran,
02:31itu malah akan memperdalam lagi perang yang dilakukan Amerika Serikat ke Timur Tengah.
02:35Karena kan Trump ini sekarang lagi mencari cara-cara bagaimana dia bisa keluar dari perang ini.
02:39Dia nggak mau perang panjang tuh, karena dulu di Afganistan perang sampai 20 tahun.
02:42Itu kan nggak diprediksi juga sama Amerika Serikat.
02:44Perang di Irak juga sampai 8 tahun gitu.
02:46Nah ini kalau kemudian terjadi aktifasi nuklir, ini yang kita berbahaya itu bisa menjadi perang nuklir ya.
02:52Walaupun kemungkinan arah kesana itu kecil gitu.
02:54Karena saya lihat juga...
02:55Oke, arah kesana kecil artinya tidak akan ada serangan dari Amerika Serikat ya.
03:00Karena tekanan dari dalam ataupun luar dan juga ketidakmampuan mungkin.
03:03Terkait juga dengan amunisi yang dimulai oleh Amerika Serikat, gitu maksudnya.
03:10Iya karena gini, karena sekarang kan Amerika Serikat juga sedang mengalami keterbatasan amunisi ya.
03:15Dia sistem pertahanan udara itu 50% sudah terpakai dalam perang hanya sekitar 40 hari melawan Iran.
03:22Dan masalahnya untuk rearming, reloading dia kemampuan militernya itu butuh waktu 1-4 tahun gitu.
03:28Makanya itu cukup panjang gitu.
03:29Ini kan udah ditangkap sama Iran gitu.
03:31Bahwa stok amunisi dan militer Amerika Serikat itu benar-benar terbatas.
03:35Sedangkan Iran itu masih punya tuh 70%.
03:37Makanya kan nggak aneh tuh.
03:39Iran itu kan benar-benar dia confidence, dia berani meladani Amerika Serikat gitu.
03:43Karena dalam posisi ini kondisi Donald Trump itu benar-benar teresak.
03:46Kalau dia perang bukan tidak mungkin, itu malah menjadi hukuman politik bagi dia.
03:49Jadi kalau gitu strategi pamungkas Trump, karena banyak tekanan baik itu dari dalam negeri dan luar negeri, bagaimana?
03:57Nah itulah kenapa kemudian Trump itu sekarang mengunjungi si Jinping.
04:01Ini kan baru tiba ya di Cina ya.
04:02Ini salah satu cara untuk Trump itu keluar dari perang ini.
04:06Karena dia mengetahui bahwa Iran itu, itu bisa dengar apa kata Cina ya.
04:11Dia bisa dikemudian, karena ini koalisinya Cina, dia bisa kemudian mendengarkan masukan dan nasihat dari Cina.
04:17Inilah kemampuan kemudian.
04:18Donald Trump itu kan datang ke Cina ya.
04:20Sebenarnya itu bukan direncanakan betul-betul gitu.
04:22Dia itu datang karena keterpaksaan.
04:24Karena nggak ada pilihan lain dia.
04:26Iran diserang, di blokade, tidak pernah mundur, tidak pernah mau menurunkan kapasitas militer dia.
04:34Makanya kemudian Donald Trump mendatangi Cina untuk kemudian mencari titik kompromi
04:38atau jalan yang bisa diambil untuk kemudian Amerika Serikat itu keluar dari pertarungan panjang melawan Iran.
04:44Tapi Trump ini mengklaim lewat pernyataannya bahwa dia pede melawan Iran tanpa bantuan dari Tiongkok.
04:50Gimana terkait pernyataan ini, Pak Bizaru?
04:53Palen berkali-kali Donald Trump mengatakan dia sudah menang lawan Iran, dia sudah mengacurkan fasilitas militer Iran.
05:00Itu tuh juga tidak terbukti.
05:02Kalau memang Iran sudah kalah, buat apa dia diplomasi?
05:04Buat apa dia negosiasi?
05:05Jadi ini sebenarnya hanya sekedar pernyataan dari Trump untuk menghibur dirinya atau para pendukungnya.
05:11Seolah-olah dia tidak butuh Cina.
05:12Padahal dia datang ke sini sebenarnya untuk betul-betul memanfaatkan Cina atau mendorong Cina
05:16untuk menjadi mediator gitar senjata dengan Iran.
05:19Makanya nanti ada beberapa kemungkinan skenario strategi gini.
05:23Ini bisa kemudian, Valen, ini kemudian Cina menjadi salah satu negara alternatif
05:27di mana Iran nanti bisa nintip uranium-nya.
05:30Ini kan deadlock karena Trump itu minta cadangan uranium itu diserahkan kepada Amerika Serikat.
05:34Sedangkan bagi Iran itu sama aja kan berduduri polit bagi dia.
05:37Kemungkinan jalan tengah yang bisa diambil ya.
05:38Cina kemudian menjadi negara tuan rumah untuk sementara dititipin cadangan uranium Iran yang ada 450 kg itu.
05:49Kalau tahun 2015 kan itu kan ke Rusia gitu ya.
05:52Tapi karena sekarang Cina itu udah rising, udah mulai kemudian mempunyai kekuatan militer yang sangat kuat,
05:57itu bukan tidak mungkin ada titik kompromi di mana Iran menyerahkan itu kepada Cina.
06:00Tapi mungkin tidak semudah itu menurut Anda ya.
06:03Tapi singkat saja Pak, jika perang Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut,
06:07pihak eksternal apakah akan terus mengamankan kepentingan masing-masing?
06:12Menurut Anda seperti apa?
06:14Ya kalau ini terus berlanjut sih, kalau kita lihat ya ini bisa problematikanya,
06:18ini dampaknya tidak hanya perang Amerika Serikat dengan Iran, tetapi juga di kawasan.
06:21Ini kan yang sangat takut.
06:22Ini Baru-baru aja Valen ya misalkan ya.
06:24Turki dan Qatar itu sepakat, itu akan bergabung dengan aliansi fakta pertahanan Saudi-Pakistan gitu.
06:30Ini kan membuktikan negara-negara teluk itu juga mencoba mencari aman gitu dari pertarungan dua kelompok ini.
06:35Yang khawatirnya itu juga berdampak kepada wilayah mereka.
06:38Tetapi saya yakin ya akan ada titik kompromi, titik jalan tengah yang bisa dipakai.
06:42Contohnya kayak gini, kemungkinan Stratormos itu akan dibuka sama Iran ya oleh atas persetujuan Amerika Serikat.
06:47Tetapi di satu sisi, apa konsensi bagi Iran?
06:49Iran itu kemungkinan boleh menjual minyaknya bebas.
06:52Tidak lagi dapat sanksi dari Amerika Serikat itu ke Cina dan juga ke India.
06:55Karena harus ada titik jalan tengah.
06:57Donald Trump nggak bisa terus mematok standar harga tinggi, tapi tanpa memberikan konsensi kepada Iran.
07:01Baik. Terima kasih atas analisa Anda, Bu Pizarro Gozali, peneliti Asia Middle East Center
07:08yang sudah berbagi pandangan Anda kepada kami di Kompas Malam Kompas TV.
07:11Salam sehat selalu, kita ketemu lagi nanti lain waktu.
07:14Sehat selalu, Valen.
07:15Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan