Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah kembali melemah. Per tanggal 12 Mei 2026, rupiah tembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor global dan domestik, termasuk soal eskalasi konflik Timur Tengah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan akan membantu Bank Indonesia mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menegaskan upayanya membantu stabilitas kurs dilakukan dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga melalui dana stabilitas obligasi.

Purbaya juga masih menaruh kepercayaan penuh pada Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs.

Baca Juga BI Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok: Konflik Timur Tengah dan Kebutuhan Dolar Musiman di https://www.kompas.tv/ekonomi/668535/bi-ungkap-penyebab-rupiah-anjlok-konflik-timur-tengah-dan-kebutuhan-dolar-musiman

#rupiah #dollaras #menkeupurbaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/668585/rupiah-tembus-rp17-500-per-usd-menkeu-purbaya-siap-bantu-bank-indonesia
Transkrip
00:00Kita ke sorotan lainnya saudara, nilai tukar rupiah kembali melemah.
00:03Pertanggal 12 Mei 2026, rupiah tembus 17.500 per dolar AS.
00:09Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor global dan domestik,
00:12termasuk soal eskalasi konflik Timur Tengah.
00:18Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa bilang akan membantu Bank Indonesia
00:23mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS.
00:27Burbaya menegaskan upayanya membantu stabilitas kurs
00:31dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga
00:36melalui dana stabilitas obligasi.
00:39Burbaya masih menaruh kepercayaan penuh pada BI dalam menjaga stabilitas kurs.
00:49Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin akan masuk ke bond market.
01:09Menurut ekonom, pelemahan rupiah tidak hanya disebabkan oleh eskalasi konflik Timur Tengah,
01:16namun juga kepercayaan investor terhadap kemampuan APBN
01:19menopang kejolak harga minyak dunia.
01:22Rupiah juga tertekan karena pasar wait and see,
01:25jelang pengumuman MSCI atas catatan transparansi di pasar saham Indonesia.
01:34Ini soal signaling kepada pasar keuangan.
01:37Pasar keuangan, kenapa depresiasi rupiahnya drastis, flow-nya belum balik?
01:42Karena merasa pasar keuangan sampai hari ini tidak diperhatikan.
01:46Itu kan merasa bahwa kita mengutamakan pertumbuhan ekonomi
01:51dan kesinambungan ekonomi dalam negeri
01:54dengan yang memberikan konsekuensi terhadap keseimbangan keuangan eksternal.
01:59Ini yang lagi kita lihat sekarang, kita cukup memberikan sinyal.
02:02Saya rasa mungkin cukup pertama naik 5-10% saja.
02:06Dikit aja mbak.
02:07Nggak perlu banyak-banyak tapi kita memberikan sinyal kepada market,
02:11sinyal kepada apa namanya, kepada pasar keuangan.
02:15Kita ada adjustment di fiskal.
02:19Morgan Stanley Capital International atau MSCI
02:22mengumumkan hasil May 2026 Index Review
02:25selasa malam waktu London atau Rabu Dinihari waktu Indonesia Barat.
02:32Ada 19 saham di Bursa Efek Indonesia yang dikeluarkan.
02:37Di antaranya 6 saham berkapitalisasi besar.
02:426 saham tersebut adalah Aman Mineral International,
02:45Barito Renewables Energy,
02:48Chandra Asri Pacific,
02:50Dian Swastatika Sentosa,
02:53Petrindo Jaya Creasi,
02:54Sumber Alvaria Trijaya.
02:56Indeks MSCI adalah indeks pasar saham global
03:00yang dirancang oleh MSCI Inc.
03:02untuk mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara,
03:06wilayah, dan sektor.
03:08Indeks ini menjadi acuan utama investor institusional Indonesia
03:11seperti pengelola dana dalam nilai yang besar
03:15dan sangat menentukan alokasi investasi.
03:18Terima kasih.
03:21Terima kasih.
03:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan