00:00Kita ke sorotan lainnya saudara, nilai tukar rupiah kembali melemah.
00:03Pertanggal 12 Mei 2026, rupiah tembus 17.500 per dolar AS.
00:09Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor global dan domestik,
00:12termasuk soal eskalasi konflik Timur Tengah.
00:18Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa bilang akan membantu Bank Indonesia
00:23mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS.
00:27Burbaya menegaskan upayanya membantu stabilitas kurs
00:31dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga
00:36melalui dana stabilitas obligasi.
00:39Burbaya masih menaruh kepercayaan penuh pada BI dalam menjaga stabilitas kurs.
00:49Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin akan masuk ke bond market.
01:09Menurut ekonom, pelemahan rupiah tidak hanya disebabkan oleh eskalasi konflik Timur Tengah,
01:16namun juga kepercayaan investor terhadap kemampuan APBN
01:19menopang kejolak harga minyak dunia.
01:22Rupiah juga tertekan karena pasar wait and see,
01:25jelang pengumuman MSCI atas catatan transparansi di pasar saham Indonesia.
01:34Ini soal signaling kepada pasar keuangan.
01:37Pasar keuangan, kenapa depresiasi rupiahnya drastis, flow-nya belum balik?
01:42Karena merasa pasar keuangan sampai hari ini tidak diperhatikan.
01:46Itu kan merasa bahwa kita mengutamakan pertumbuhan ekonomi
01:51dan kesinambungan ekonomi dalam negeri
01:54dengan yang memberikan konsekuensi terhadap keseimbangan keuangan eksternal.
01:59Ini yang lagi kita lihat sekarang, kita cukup memberikan sinyal.
02:02Saya rasa mungkin cukup pertama naik 5-10% saja.
02:06Dikit aja mbak.
02:07Nggak perlu banyak-banyak tapi kita memberikan sinyal kepada market,
02:11sinyal kepada apa namanya, kepada pasar keuangan.
02:15Kita ada adjustment di fiskal.
02:19Morgan Stanley Capital International atau MSCI
02:22mengumumkan hasil May 2026 Index Review
02:25selasa malam waktu London atau Rabu Dinihari waktu Indonesia Barat.
02:32Ada 19 saham di Bursa Efek Indonesia yang dikeluarkan.
02:37Di antaranya 6 saham berkapitalisasi besar.
02:426 saham tersebut adalah Aman Mineral International,
02:45Barito Renewables Energy,
02:48Chandra Asri Pacific,
02:50Dian Swastatika Sentosa,
02:53Petrindo Jaya Creasi,
02:54Sumber Alvaria Trijaya.
02:56Indeks MSCI adalah indeks pasar saham global
03:00yang dirancang oleh MSCI Inc.
03:02untuk mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara,
03:06wilayah, dan sektor.
03:08Indeks ini menjadi acuan utama investor institusional Indonesia
03:11seperti pengelola dana dalam nilai yang besar
03:15dan sangat menentukan alokasi investasi.
03:18Terima kasih.
03:21Terima kasih.
03:21Terima kasih.
Komentar