Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus judi online jaringan internasional di Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan telah menetapkan 275 tersangka dari 321 Warga Negara asing (WNA) yang ditangkap.

"Untuk sementara kami sudah menetapkan sekitar 275 tersangka dan sisanya masih akan kita pendalaman lebih lanjut," ujar Wira saat konferensi pers di lokasi penangkapan, Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Selain itu, Wira mengatakan pihaknya akan turut memeriksa pemilik gedung hingga pihak yang menyewa.

Baca Juga Polisi Ungkap Dugaan Judi Online Jaringan Internasional, Tetapkan 275 WNA sebagai Tersangka di https://www.kompas.tv/nasional/667887/polisi-ungkap-dugaan-judi-online-jaringan-internasional-tetapkan-275-wna-sebagai-tersangka

#bareskrimpolri #hayamwuruk #judol

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667936/polisi-tetapkan-275-tersangka-dari-321-wna-yang-ditangkap-kasus-judol-di-hayam-wuruk
Transkrip
00:00Mau lanjut satu lagi pertanyaan?
00:02Satu dulu ya, biar fokus ya.
00:04Satu-satu, baik.
00:05Silahkan Pak Diriti Widung.
00:07Baik, terima kasih Mbak.
00:11Bahwa kami berkomitmen untuk membuka ini semua dengan seluas-luasnya.
00:20Artinya kita tetap akan nanti melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gedung termasuk siapa yang menyewa
00:28sampai dengan nanti menyediakan peralatan untuk aktivitas perjudian yang ada di Indonesia.
00:35Karena alatnya juga beli di sini.
00:37Kami akan melakukan penelusuran dan pendalaman secara seksama nantinya.
00:43Kemudian untuk gedung ini disewa selama satu tahun sementara.
00:50Tapi ini kami akan pastikan karena si penyewa juga masih akan kami cek nanti identitasnya di manajemen daripada Hayamon Tower
01:00ini.
01:01Kemudian yang kedua, terkait dengan server, apakah ada di mana tadi.
01:08Sampai saat ini kami masih melakukan penelusuran berdasarkan web yang ada.
01:14Server ini berada di luar negeri.
01:19Satu lagi mungkin, 321 ini sudah ditetapkan sebagai tersangka ya Pak?
01:24Untuk sementara kami sudah menetapkan sekitar 275 dan sisanya nanti masih akan kita pendalaman lebih lanjut.
01:33Karena kita harus menggandengkan peran daripada yang masih dalam pendalaman.
01:41Tambahkan Pak ZNCB.
01:44Mbak Undang, terkait dengan tadi Mbak menanyakan 2 bulan sudah berada di sini.
01:51Nah tentunya sejak tanggal mereka memasuki wilayah negara Republik Indonesia, itu sudah terhitung.
01:58Untuk bebas visa, BVS, imigrasi hanya mengizinkan seseorang dengan visa wisata 30 hari.
02:09Artinya jika dia sudah 2 bulan, yang bersangkutan sudah overstayer.
02:16Nah mereka sudah melakukan tindak pidana keimigrasian.
02:19Terima kasih.
02:21Terima kasih Pak ZNCB.
02:23Ya masih secara simultan progresnya dalam proses penyidikan.
02:28Bersilakan satu lagi tadi.
02:29Izin Pak, aku tahu kirim dari seranindonesia.com.
02:33Mau tanya soal tadi Pak ZNCB.
02:36Terkait, tadi menyebut kalau sekarang Indonesia sudah menjadi negara tujuan untuk agenda apa?
02:43Bisnis-bisnis cudol itu ya.
02:45Apa alasannya Pak dan sejauh ini, apakah ZNCB sudah mengantongi datanya, sebaranya, dan mungkin jumlahnya Pak?
02:54Dan alasannya tadi mungkin apa?
02:57Itu saja, terima kasih Pak.
02:58Terima kasih.
02:59Kami bersolahkan Pak ZNCB.
03:02Ya terima kasih Mas.
03:03Tentu kalau jumlahnya kami belum mengetahui ya, secara spesifik.
03:08Namun, yang menjadi negara sasaran destination country, bukan hanya Indonesia.
03:14Filipin, ini juga salah satu destinasi.
03:19Kemudian Timor Leste, juga menjadi salah satu destinasi.
03:24Dan itu sudah kita ketahui semua pergerakan device.
03:29Dan untuk evidence-nya barang bukti juga sudah kita temukan juga.
03:35Hanya kebetulan saja, tetapi bukan hanya Indonesia.
03:40Kalau agak jauh sedikit, mainnya agak jauh, Uni Emirat Arab, Dubai.
03:46Agak jauhan dikit lagi, Afrika Selatan, Pretoria, Johannesburg.
03:51Itu juga sudah menjadi destinasi juga.
03:54Jadi bukan hanya Indonesia.
03:55Karena mereka selalu menyasar negara-negara yang memiliki peluang.
04:01Apalagi Mas Tau, kemarin veteran-veteran dari Kambodia sebegitu banyak.
04:09Yang terakhir kami update itu lebih dari 6.000 WNI kita yang menjadi operator tindak pidana daring.
04:20Ya tidak hanya judi online, tetapi skam dan turunannya.
04:26Alasannya belum Pak?
04:29Alasannya, tentunya mereka kesini ada yang mengundang.
04:32Yang mengundang siapa?
04:34Teman-temannya, ex-veteran-veteran dari Kambodia.
04:42Karena misalnya kita jujur, kita lihat warga negara-warga negara yang datang kesini adalah Vietnam, Kambodia, Laos, Thailand, Myanmar.
04:51Itu daerah Indochina.
04:54Maksudnya kenapa Indonesia akhirnya jadi negara tujuan gitu Pak?
04:57Sebetulnya bukan akhirnya menjadi daerah tujuan.
05:00Tetapi berdasarkan undangan, ajakan.
05:03Dan ada fasilitas bebas visa, kunjungan.
05:09Kan kita juga sadar, di satu sisi pemerintah kita juga butuh adanya peningkatan angka pariwisata.
05:16Itu tidak bisa dibungkiri.
05:19Kita butuh adanya kunjungan wisatawan ke Indonesia.
05:23Tetapi di sisi lain, memang ini ada seperti dua sisi mata uang.
05:28Sisi terang dan sisi gelapnya.
05:30Terima kasih.
05:32Baik, cukup ya rekan-rekan.
05:33Ini prosesnya masih selesai.
Komentar

Dianjurkan